cover
Contact Name
Dandi Saputra
Contact Email
saputradandi232@gmail.com
Phone
+6281290496544
Journal Mail Official
stthami@gmail.ac.ic
Editorial Address
Ruko Kencana Bunda No. 89 L & 88 X, Jl. Kamal Raya, RT.4/RW.9, Cengkareng Bar., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Voice of HAMI
ISSN : 26220113     EISSN : 26561131     DOI : https://doi.org/10.59830/voh.v7i2.126
Core Subject : Religion, Education,
Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 (online), ISSN: 2622-0113 (print), dengan Focus dan Scope: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani Voice of Hami menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Voice of Hami terbit dua kali dalam satu tahun, Pebruari dan Agustus, serta telah di indeks pada: Googles Scholar.
Articles 76 Documents
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PAK DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI Liunokas, Santi Susana; Sidabutar, Jessica Laura
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i2.125

Abstract

Model Pembelajaran Simulasi merupakan salah satu model yang baik diterapkan di sekolah agar dapat meningkatkan minat belajar siswa karena dengan adanya model simulasi dapat membantu siswa untuk berperan aktif dalam kelas. suatu simulasi dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan siswa dalam memperoleh satu tujuan yang maksimal. Dan disini siswa juga siswa diikutsertakan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran menjadi tujuan yang penting dalam mengembangkan ketrampilan siswa. penerapan model simulasi dimana siswa aktif dan mampu menerapkan sesuai dengan kemampuanya demikain minat siswa semakin meningkat. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka dapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah sebesar 0,869 atau 87% masuk pada kategori sangat kuat. Berdasarkan uji regresi antara dua variabel sebesar 0,756 atau 76% yang berarti bahwa model pembelajaran simulasi memberi kontribusi sebesar 76% terhadap minat belajar siswa pendididk agama kristen dan 24% merupakan pengaruh lain yang tidak dibahas dalam penelitian di SD Pelita Abadi Jakarta Barat. Kata kunci: Model pembelajaran simulasi, Dalam meningkatkan Minat Belajar Siswa PAK
Isu-isu dan Alternatif dalam Filosofi Pendidikan Sigiro, Adi Suhenra
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i2.121

Abstract

Through reading this book, both churches and schools are taught to reconstruct or reorganize what is the basis or philosophy of the church or school being established. Because the right foundation will determine how the church carries out its duties and achieves what goals it wants to achieve. Likewise with schools, the right philosophy will influence the sustainability of its implementation. The philosophy or motto of the church and school in carrying out its duties should be based on the Bible, so that in carrying out its duties there are no deviations. For churches and schools, philosophy is important because it will help to formulate church and school teachings systematically, coherently and comprehensively. Philosophy should be a tool in developing the ministry of the church and school. Through reading the book, various general theories about education can be seen. Various understandings create various theories and practices of education. Therefore, the ideas built in these understandings can be applied to build education or fostering congregation members. However, the church needs to be critical when the various theories offered are not in accordance with the values of the truth of God's word. The church must remember that both the congregation and the teachers and the goals of education must be constructed based on biblical values.
MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MONTESSORI Silalahi, Junior Natan; Auralia, Sri Jenni
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i2.126

Abstract

Abstrak Model pembelajaran montessori mengajarkan anak untuk berkembang secara mandiri dalam meningkatkan pola pikir yang ia miliki, dengan adanya kemandirian pada anak maka ia dapat melakukan apa saja yang ia inginkan dalam menyikapi suatu pembelajaran yang guru berikan. Dalam hal ini, guru PAK hanya mengawasi atau sebagai motivator dilakukan anak tersebut. Seorang guru yang kreatif mampu menguasai kelas dengan baik dengan menerapkan ide-ide yang ia miliki supaya suana kelas dapat nyaman. Dengan demikian semua anak dapat memusatkan perhatian mereka dengan pembelajaran yang guru sampaikan berkembang secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan korelasional regresional yang bertujuan untuk apakah ada pengaruh antara dua variabel. Penelitian ini dilakukan di SD 3 Kwitang PSKD Jakarta Timur. Penulis memperoleh data penunjang dengan melakukan penyebaran angket tentang kedua variabel tersebut dengan mengunakan  SPSS 26.00. Dalam mengujian ini, penulis memperoleh hasil penelitian dengan Korelasi sebesar 0,439 dan masuk pada kategori Rendah Berdasarkan pada uji Regreesi didapat hasil Regresi anatara kedua variabel sebesar 0,017 atau 2% yang berarti bahwa pengaruh model pembelajaran Montessori memberi kontribusi sebesar 2% dalam meningkatkan perhatian siswa di SD 3 Kwitang PSKD Jakarta Timur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Montessori dalam meningkatkan perhatian siswa  Di SD 3 Kwitang PSKD Jakarta Timur sangat rendah. Kata kunci: Montessori, Perhatian siswa, SD 3 Kwitang PSKD
IMAN YANG BERBUAH : REFLEKSI ATAS KETAATAN PETRUS DALAM LUKAS 5:1-11 Ekacahya, Henry
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merefleksikan makna ketaatan Petrus terhadap panggilan Yesus dalam Lukas 5:1-11, dengan fokus pada bagaimana iman yang diwujudkan melalui ketaatan tersebut menghasilkan "buah" atau dampak yang signifikan. Melalui metode eksegesis dan refleksi teologis, penelitian ini menelusuri konteks historis, narasi, dan implikasi teologis dari perikop tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketaatan Petrus, meskipun awalnya diliputi keraguan dan kelelahan, memicu perjumpaan transformatif dengan Yesus, yang berujung pada panggilan pelayanan yang lebih besar. Penelitian ini juga mengeksplorasi relevansi kisah ini bagi kehidupan orang percaya masa kini, khususnya dalam hal merespons panggilan Tuhan dengan iman yang berbuah. Kata kunci: Petrus, Ketaatan, Iman, Panggilan, Pelayanan, Penjala Manusia, Mujizat
PENGARUH CARA HIDUP JEMAAT MULA-MULA DALAM KISAH PARA RASUL 2:41-47 TERHADAP PERINTISAN GEREJA GBI ARAS 1 INDRAPURA SUMATERA UTARA hutasoit, parulian; Lesnusa, Novi
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i2.128

Abstract

Dalam pelaksanaan perintisan gereja ada banyak hal yang dapat mempengaruhi berjalanya kegiatan perintisan gereja dengan baik, Salah satunya yaitu cara hidup jemaat mula-mula. Keterlibatan jemaat mula-mula dalam perintisan dimulai pada waktu pencurahan Roh Kudus. Rasul-rasul memberikan pengajaran kepada jemaat, kemudian jemaat melanjutkannya melalui kesaksian hidup mereka, Sehingga mengakibatkan kegerakan rohani terjadi dan banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Pelayanan para murid dapat berhasil tentu tidak lepas dari sikap hidup jemaat mula-mula yang dapat menjadi berkat bagi orang lain sehingga dikatakan dalam kisah para rasul mereka disukai oleh semua orang. Hal ini membuktikan sikap hidup jemaat mula-mula sungguh-sungguh menjadi berkat bagi orang lain. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan gembala GBI Aras 1 Indrapura mengenai pengaruh cara hidup jemaat mula-mula yang telah diterapkan dalam melaksanakan perintisan gereja  di GBI Indrapura sangat minim. Dikarenakan situasi dan kondisi saat ini karena covid-19 dan imbauan pemerintah juga supaya kita tidak boleh berkumpul, harus menjaga jarak sehingga di gereja GBI Aras 1 Indrapura untuk sementara hanya ibadah raya yang masih berjalan. Situasi saat ini sangat menentukan kesetiaan jemaat untuk datang beribadah ke Gereja. kondisi inilah yang menghambat pertumbuhan jemaat, karena ibadah dilaksanakan melalui aplikasi zoom, youtube dll membuat jemaat tidak maksimal dalam beribadah.  Hal inilah membuat cara hidup jemaat mula-mula sulit untuk diterapkan. Meskipun gereja berusaha untuk menerapkannya namun, dibatasi dengan keterbatasan dan kondisi yang ada. Adapun Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitafif. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah 0,308 dan masuk pada kategori positif  dan rendah. Berdasarkan uji regresi didapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,095 atau 10% yang berarti pengaruh cara hidup jemaat mula-mula memberi kontribusi sebesar 10% terhadap perintisan gereja
Pengaruh Pengajaran Kerajaan Surga dalam Persepektif Injil Matius bagi Pertumbuhan Iman Jemaat hutasoit, parulian; Silalahi, Junior Natan
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i1.109

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang pengajaran Kerajaan Surga menurut perspektif Injil Matius. Dalam Injil Matius, pegajaran tentang Kerajaan Surga sangat unik karena berkaitan dengan tema dari Injil tersebut yaitu Yesus adalah Mesias Raja. Berkaitan dengan tema ini menegaskan bahwa Yesus memerinta di Kerajaan Surga. Adapun metode penelitian dalam artikel ini adalah kualitatif, bersifat penelitian kepustakaan bertujuan untuk mengetahui pengajaran tentang Kerajaan Surga khususnya pada Injil Matius dan implikasinya bagi pertubuhan iman jemaat.
Pemimpin Sukses Dari Perspektif Kepemimpinan Kristen Tonius Zai, Erwin
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i1.51

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana pemimpin saat ini memahami pentingnya kepemimpinan yang sukses. Selain itu, dalam artikel ini akan dilihat juga tentang pengertian pemimpin dan sifat-sifat serta factor-faktor yang harus dimiliki seorang pemimpin sukses dalam persepsi kepemimpinan Kristen. Pemimpin sukses dalam perspektif Kristen adalah fokusnya untuk kemuliaan Tuhan dan tercapainya visi dan tujuan bersama. Penulisan artikel ini menggunakan metode pustaka. Artikel ini semoga memberikan kontribusi kepada pembaca serta mampu menjawab kebingunggan dalam memahami seperti apa pemimpin sukses itu. Kata Kunci : Pemimpin Sukses; Kepemimpinan Kristen
Pengaruh Bimbingan Konseling dan Keharmonisan Keluarga Kristen Silalahi, Junior Natan; Lumbantobing, Irma Suryani
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i1.110

Abstract

Artikel ini mengkaji Pengaruh bimbingan konseling pranikah terhadap keharmonisan rumah tangga di GKPI Satria Grogol. Bimbingan konseling pranikah bertujuan untuk mempersiapkan calon pasangan suami istri membentuk rumah tangga. Pemberian bekal firman Tuhan, pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan dalam menghadapi masalah dibutuhkan agar dapat menciptakan suasana yang harmonis dalam rumah tangga. Gereja atau pendeta memberikan bimbingan konseling kepada calon pasangan suami istri sebelum melangsungkan pernikahan. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah sebesar 0,889 dan masuk pada kategori positif dan kuat. Berdasarkan uji regresi didapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,791 atau 79% yang berarti bahwa penerapan pengaruh bimbingan konseling pranikah memberi kontribusi sebesar 79% terhadap keharmonisan rumah tangga jemaat. Penerapan bimbingan konseling pranikah untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga jemaat bisa diterapkan karena memiliki pengaruh yang baik, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan satusatunya acuan karena masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keharmonisan rumah tangga jemaat GKPI Satria Grogol. 
KERENDAHAN HATI SEBAGAI HASIL LATIHAN BADANI BERDASARKAN TINJAUAN DARI PHILOKALIA DAN IMPLIKASINYA BAGI PERTUMBUHAN SPIRITUALITAS GENERASI ZILLENIAL waruwu, Notatema; Harefa, Ya’aro
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i1.105

Abstract

Kerendahan hati merupakan sikap yang menyadari keterbatasan kemampuan diri sendiri. Pada hakikatnya, kerendahan hati sering di identik dengan tidak sombong dan tidak angkuh. Tetapi dalam konsep kerendahan hati adanya berbagai cara yang ditempuh untuk menghasilkannya. Antara lain; berdoa dan berpuasa. Tujuan dari artikel ini adalah agar orang-orang memahami kerendahan hati perlu adanya latihan badani untuk memperolehnya. Dalam artikel ini, menggunakan metode kualitatif. Untuk menjelaskan konsep kerendahan hati serta latihan-latihan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan suatu kerendahan hati. Sehingga penulis menyimpulkan, kerendahan hati adalah salah satu hasil dari latihan badani/askesis. Dengan demikian, kerendahan hati dapat dihasilkan melalui latihan badani seperti berpuasa dalam bentuk pengendalian diri, dan juga dengan doa.
PERANAN SPIRITUALITAS REMAJA KRISTEN DALAM MENYIKAPI PERGAULAN BEBAS DI KOTA BATAM Situmeang, Veryanto Ignatius; Priyono, Kukuh
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i1.107

Abstract

Dalam kehidupan dewasa ini terjadi pergaulan bebas sudah semakin marak dan meresahkan banyak pihak. Pergaulan bebas muncul karena mengikuti tren yang sedang berkembang dan tentunya bertentangan dengann nilai-nilai Agama. Salah satu yang mempengaruhi seseorang terhindar atau terjerumus dalam pergaulan bebas adalah Spiritualitas. Spiritualitas yang dimaksudkan di sini adalah hubungan pribadi dengan Tuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah spiritualitas berperan penting dalam Keputusan seseorang terjerumus atau terhindar dari pergaulan bebas. Artinya, seseorang yang memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan secara otomatis akan memiliki kemampuan untuk menolak terlibat dalam pergaulan bebas. Begitu juga sebaliknya, seseorang yang memiliki hubungan pribadi kurang intim dengan Tuhan akan rentan terjerumus pada pergaulan bebas.