cover
Contact Name
Elmiawati Latifah
Contact Email
elmiawatilatifah@ummgl.ac.id
Phone
+6281392212213
Journal Mail Official
journal.psp@ummgl.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Magelang, Jl. Mayjen Bambang Soegeng, Glagak, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah 56172, Indonesia
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis
ISSN : 25499068     EISSN : 25794558     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis aims to serve the updated scientific knowledge for international researchers in pharmaceutical sciences. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis (JFSP) publishes review article, original article, as well as short communication in the all scopes of Pharmaceutical Science such as Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicines, Pharmaceutical Management, Pharmacoeconomic, Pharmacoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policies.
Articles 259 Documents
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOLIK DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) PADA TIKUS DIABETES TIPE 2 YANG DIBERI DIET LEMAK TINGGI DAN SUKROSA Shaum Shiyan; Herlina Herlina; Della Arsela; Elmiawati Latifa
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v3i2.1730

Abstract

Daun kopi robusta (Coffea canephora) memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetes karena kandungan senyawa fenolik yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanolik daun kopi robusta (EEDK) terhadap penurunan kadar glukosa darah. Hewan uji dibagi menjadi kelompok normal, kontrol negatif (NaCMC 0,5%), kontrol positif (metformin 34,6 mg/200 gBB), dan tiga perlakuan (EEDK dosis 59, 118, dan 236 mg/kgBB). Pemodelan tikus diabetes dengan pemberian sukrosa dan diet lemak tinggi selama 85 hari. Ekstrak diberikan pada hari ke-86 sampai 100, kadar glukosa darah diukur hari 91; 96 dan 101. Penurunan kadar glukosa darah kelompok kontrol positif sebesar 69,26%. Kelompok perlakuan ekstrak berturut-turut 47,05%; 56,93% dan 72,48%. Ekstrak daun kopi robusta memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dan tidak terdapat perbedaan dibandingkan metformin (p>0,05). Rata-rata nilai AUC96-101 yang paling rendah dan mempunyai persentase penurunan kadar glukosa darah yang paling besar ditunjukan oleh EEDK dosis 236 mg/kgBB. Nilai ED50 EEDK yaitu 126,90 mg/kg BB. Daun kopi robusta memiliki potensi sebagai agen antidiabetes.
KAJIAN DRUG RELATED PROBLEMs PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRIK DI RSUD KOTA SEMARANG Willi Wahyu Timur; Lukman Hakim; Fita Rahmawati
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v3i2.1744

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan masalah yang berhubungan dengan obat yang banyak terjadi di pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kejadian DRPs, profil antibiotik yang mengalami DRPs, dan hubungan antara Drug Related Problems penggunaan antibiotik dengan luaran terapi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan retrospective cohort study. Subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 128 pasien, dimana terdapat 78 kejadian drug related problems pada 64 pasien dengan rincian sebagai berikut; indikasi tanpa obat 0 kejadian, obat tanpa indikasi yang sesuai 5 kejadian (6,41%), pemberian obat tidak tepat 1 kejadian (1,28%), dosis kurang 17 kejadian (21,79%), dosis lebih 7 kejadian (8,97%), adverse drug reaction 14 kejadian (17,95%), interaksi obat 33 kejadian (42,32%), dan kegagalan menerima obat 1 kejadian (1,28%). Terdapat dua antibiotik yang paling banyak mengalami DRPs, yaitu ceftriaxon dan cefotaxim. Pada uji Chi square didapatkan tidak ada hubungan antara jumlah kejadian DRPs terhadap luaran terapi dan lama waktu rawat inap (p>0,05).
SILAT (Cassia alata) Handwash sebagai Pembasmi Bakteri Staphilococcus Aureus Isabella Meliawati Sikumbang; Agus Saputro; Rachel Pasa Vischa; Heni Lutfiyati
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v5i1.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata) yang dibuat sediaan sabun cair sebagai pembasmi bakteri. Sehingga dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai pemanfaatan daun ketepeng cina (Cassia alata) dalam pengobatan dan sebagai pengayaan wawasan karena selama ini daun ketepeng cina hanya digunakan sebagai tanaman hias. Cassia alata kaya akan kandungan flavonoid yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Metode penelitian ini adalah penelitian ekperimental. Tahap-tahap yang telah dilakukan meliputi identifikasi dan determinasi tanaman daun ketepeng cina, selanjutnya ekstraksi dari serbuk simplisia daun ketepeng cina dengan menggunakan etanol 70% secara maserasi yang kemudian dilakukan penguapan diatas waterbath untuk mendapatkan ekstrak kental. Kemudian membuat sediaan sabun cair ketepeng cina dengan konsentrasi 10%, 20% dan 40%. Selanjutnya membuat suspensi bakteri dengan dieramkan selama 24 jam pada suhu 37 . Lalu melakukan pengujian dengan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, dengan kontrol positif sabun cair merk X dan kontrol negatif basis sabun cair. Hasil penelitian menunjukan rata-rata zona hambat tiap perlakuan yaitu untuk kontol positif 3.4 cm, kontrol negatif 0 cm, sabun cair 10% 2.3 cm, sabun cair 20% 2.3 cm, dan sabun cair 40% 2.9 cm.
PROFIL KLT-BIOAUTOGRAFI DAN DENSITOMETRI SENYAWA TERAKTIF (ISOLAT KP13) DARI RIZOSFER KAYU PUTIH Alfian Syarifuddin; Nanik Sulistyani; Kintoko -
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v5i1.2291

Abstract

The rate of infection, especially in Indonesia is still high. Treatment of infections by using antibiotics is constrained by cases of resistance to antibiotics so that it is necessary to explore microorganisms that can produce antibiotics. Antibiotics produced by KP13 bacterial isolates have the potential as antibiotics against Escherichia coli. The purpose of this study was to determine the TLC-Bioautography profile and Densitometry analysis of the most active fraction of KP13 bacterial isolates which have the potential as antibiotics against Escherichia coli bacteria. TLC using the mobile phase Chloroform: Ethylacetate: Methanol (4: 1: 0.5). Active compounds were analyzed using GC-MS. The results showed active spots during TLC-Biaoautography with a Rf value of 0.78. Compounds that are thought to be responsible for antibiotic activity detected by GC-MS at a Rf value of 0.78 have similarities with the compounds of cycloheptatriene and tetrahydrophyran..
PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA WORTEL (Daucus carota, L) MENTAH DAN WORTEL REBUS DENGAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Anita Agustina Styawan; Nurul Hidayati; Putri Susanti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v5i1.2293

Abstract

Wortel (Daucus carota, L) adalah tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun yang banyak mengandung β-karoten. Dalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A. β-karoten dalam wortel selain dapat memenuhi kebutuhan vitamin A, juga berfungsi sebagai antioksidan melawan radikal bebas. Akan tetapi, studi mengenai pengaruh pemasakan terhadap kandungan gizinya masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar β-karoten pada wortel mentah dan wortel rebus. Sampel sebanyak 100 gram wortel (wortel mentah maupun wortel rebus) masing masing diekstraksi dengan heksan:aseton:etanol (2:1:1) sebanyak 200 mL. Ekstrak yang didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan KLT silica gel 60 F254 dengan cairan pengelusi petroleum eter:benzen (9:1). Analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Visibel pada panjang gelombang 380–780 nm. Hasil kualitatif menunjukkan antara wortel mentah dan wortel rebus positif mengandung β-karoten yang ditunjukkan dengan hasil sama dengan baku pembanding, yaitu adanya 1 bercak noda kuning dengan nilai Rf 0,5 cm. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan kadar rata-rata β-karoten wortel mentah adalah 34,94 ± 7,810 % b/b dan pada wortel rebus adalah 23,31 ± 4,246 % b/b. Besarnya kadar β-karoten kemudian dianalisa menggunakan uji sample paired t-test dan menunjukkan hasil nilai P value 0,06 (> 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar β-karoten pada wortel mentah dan wortel rebus. Kata Kunci: β-karoten; Wortel; Spektrofotometri Visibel.
ANTIDIABETES MELITUS EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas Linn.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS JANTAN Haryoto Haryoto; Ahwanti Rukdiatma Nur’aini
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2313

Abstract

Diabetes melitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Ubijalar merupakan tanaman yang berpotensi dalam pengobatan diabetes melitus. Tujuan penelitianyang dilakukan mengukur efek ekstrak etanol daun dan batang ubi jalar kuning (Ipomoea batatasLinn.) dalam penurunan kadar glukosa darah pada tikus jantan yang diinduksi aloksan 150 mg/kgBB. Penelitian menggunakan tikus jantan sebanyak 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan,kelompok kontrol negatif diberi akuadest, kelompok kontrol positif diberi metformin 45 mg/kgBB,dan 3 kelompok perlakuan diberi ekstrak dengan dosis 200, 300, dan 400 mg/kgBB. Perlakuandiberikan selama 12 hari. Aloksan 150 mg/kgBB digunakan agar tikus diabetes dengan kadar glukosadarah ≥ 200 mg/dL. Hasil penurunan kadar glukosa darah berturut-turut pada dosis 200, 300, dan400 mg/kgBB adalah 131,33 mg/dL, 125,33 mg/dL, dan 124,00 mg/dL. Persen penurunan kadarglukosa darah yang efektif dibanding kontrol negatif ditunjukkan dosis 300 mg/kgBB yaitu sebesar66,58%. Hasil uji statistik wilcoxon pada kadar glukosa darah hari ke-3 dibandingkan hari ke-12diperoleh nilai p <0,05 menunjukkan pemberian ekstrak dapat menurunkan kadar glukosa darah.
AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI KOMBINASI SERBUK IKAN GABUS (Channa striata) DAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Muhtadi Muhtadi; Amalinda Ayu Faroska; Andi Suhendi; EM. Sutrisna
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2314

Abstract

Ekstrak etanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) dan ikan gabus (Channa striata)telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes secara in vivo. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui apakah kombinasi dari kedua ekstrak tersebut memiliki aktivitas antidiabetes yanglebih tinggi dibandingkan sediaan tunggalnya. Desain penelitian ini menggunakan metode preand post-test with control group. Penelitian ini menggunakan 15 tikus yang diinduksi aloksan150 mg/KgBB secara intraperitoneal, yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitukontrol negatif, kontrol positif glibenklamid 5 mg/KgBB, serbuk ikan gabus (SIG) 300 mg/KgBB,ekstrak kulit buah rambutan (EKBR) 300 mg/KgBB dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1. Setiapperlakuan diberikan secara oral setiap hari hingga 10 hari pengamatan. Ekstrak kombinasi mampumenurunkan 55,6% kadar glukosa darah. Serbuk tunggal ikan gabus dan ekstrak tunggal kulitbuah rambutan menurunkan glukosa darah berturut-turut 27,4% dan 71,2%. Berdasarkan analisisstatitistik, tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara ekstrak kombinasi terhadap perlakuantunggal SIG atau EKBR. Aktivitas kombinasi ekstrak memiliki kemampuan menurunkan kadargula darah yang lebih tinggi dibandingkan serbuk ikan gabus, tetapi lebih rendah dibandingkandengan ekstrak kulit buah rambutan.
UJI TOKSISITAS DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica Less), DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.), KULIT BIJI JENGKOL (Archidendron Pauciflorum) DAN KULIT RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Antonius Padua Ratu; Wirasti Wirasti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2315

Abstract

Metode BSLT merupakan salah satu cara yang cepat dan murah untuk skrining toksisitas dariekstrak tanaman dengan menggunakan hewan laut yaitu larva udang Artemia salina Leach. Metodeini sering dikaitkan dengan metode penapisan senyawa antikanker. Berdasarkan alasan tersebut,maka uji ini sangat tepat digunakan dalam mengawali penelitian bahan alam. Selain BSLT, jugadilakukan penapisan fitokimia. Hasil penelitian dengan metode BSLT dari ekstrak etanol daunbeluntas, kulit biji jengkol, daun kemangi, dan kulit rimpang kencur menunjukkan LC50 masingmasingsebesar 80,33 mg/L, 39,81 mg/L, 46,42 mg/L, dan kurang dari 10 mg/L. Hasil penapisanfitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beluntas dan kemangi terdapat flavonid, ekstraketanol kulit biji jengkol dan kulit rimpang kencur terdapat alkaloid. Ekstrak etanol kulit rimpangkencur menunjukan aktivitas tertinggi, maka perlu dilakukan isolasi dan identifikasi sehinggadiperoleh senyawa aktif.
KAJIAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA PERIODE APRIL-MEI 2017 Mutiara Hartiwan; Ilham alifiar; Maritsa Nur Fatwa
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2316

Abstract

Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug-related problem)yang diidentifikasikan sebagai kejadian atau keadaan terapi obat yang dapat mempengaruhi luaranklinis pasien.Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama terhadap penyakit jantung, gagaljantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan, dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmelihat profil penggunaan obat antihipertensi dan obat lainnya, dan untuk melihat interaksi obatpotensial antihipertensi yang diberikan pada pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. SoekardjoKota Tasikmalaya periode April-Mei 2017. Pengambilan data dilakukan secara prospektif, data pasiendidapatkan dari ruang rawat inap pasien dan wawancara.Data dianalisis menggunakan statistik danDrug Interaction Facts sebagai acuan. Hasil penelitian menunjukkan dari 90 pasien hipertensi yangmengalami interaksi obat potensial sebanyak 68 pasien, jumlah kasus 234 interaksi obat potensialdengan tingkat signifikansi yang paling banyak yaitu non signifikansi sebanyak 170 kasus (72,6%)dan tingkat keparahan dari penelitian ini yang paling banyak yaitu moderate 135 kasus (57,2%)yang berarti memberikan efek yang sedang, dimana dapat menyebabkan kerusakan pada organsehingga membutuhkan pengobatan tambahan, tingkat keparahan yang paling sedikit terjadi yaitutingkat mayor sebanyak 29 (12,2%).
FORMULASI SABUN CAIR BINAHONG (Anredera Cordifolia (ten) Steenis SEBAGAI SABUN ANTISEPTIK Kartika Wijayanti; Herma Fanani Agusta; Heni Setyowati Esti Rahayu
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2317

Abstract

Latar Belakang. Laserasi perineum adalah salah satu akibat dari proses persalinan denganberbagai penyebab seperti kelahiran kepala secara tiba-tiba dan cepat, berat janin yang berlebihan, danjaringan kulit ibu yang mudah robek. Komplikasi dari laserasi perineum adalah penyembuhan lukayang tertunda, infeksi, nyeri, takut bergerak, dan terhambatnya pengeluaran lochea. Hambatan aliranlochea pada infeksi postpartum dapat menyebabkan kematian ibu. Binahong (Anredera Cordifolia(ten) Steenis) adalah zat alami yang membantu penyembuhan luka. Kandungan asam askorbat dalambinahong penting untuk mengaktifkan enzim hidroksilasi prolil yang mendukung tahap hidroksilasidalam pembentukan kolagen, yang mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sifat fisik, homogenitas, uji pH, dan organoleptik ekstrak daun binahongsetelah diformulasikan ke dalam sabun cair dengan variasi konsentrasi 100%. Metode. Penelitianini menggunakan metode eksperimental, yang dilakukan di laboratorium farmasi. Ekstraksi daunbinahong dilakukan dengan merebus daun selama 30 menit dengan suhu 90°C menggunakanpelarut air. Sabun cair dibuat dengan dasar sabun PEG, carbopol (f0a), esaflor (f0b), HPMC (f0c),asam sitrat dan sodium hidrogen fosfat. Hasil f0c Formula dengan HPMC memiliki evaluasi terbaikdibandingkan dengan f0a dan f0b yang terlihat memiliki pH netral, organoleptik dan sifat fisikterbaik di antara formula lainnya. Kesimpulan. Sabun cair Binahong (Formula f0c) layak sebagaibahan sabun cair anti-septik dari hasil evaluasi stabilitas formula dan persyaratannya. Saran. Hasilpenelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk tahap selanjutnya, yaitu optimalisasi rumusformulasi sabun cair sebagai sabun antiseptic

Page 4 of 26 | Total Record : 259