cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 1,528 Documents
Potensi risiko kejadian luar biasa pada kegiatan ziarah makam: pembelajaran dari infeksi Escherichia coli di Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo Nurjanna Nurjanna; Gumson Joshua Tampubolon; Iffa Karina Permatasari; Theodola Baning Rahayujati; Titiek Hidayati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2395.147 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39810

Abstract

Tujuan: Kegiatan ziarah makam atau biasa disebut “Nyadranan” merupakan bentuk alkulturasi islam dengan budaya jawa yang biasa dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan. Terdapat ritual minum air gentong yang dianggap berkah dalam kegiatan ziarah tersebut. Padahal higienitas air gentong tidak terjamin karena berupa air mentah yang belum diolah. Tulisan ini disusun untuk menggambarkan potensi resiko KLB pada kegiatan ziarah makam dan upaya pencegahan kejadian serupa di masa akan datang. Konten: Kasus KLB pernah terjadi pada 2 rombongan warga Dusun Kradenan Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo yang melakukan kegiatan ziarah makam ke Gunungpring Magelang tahun 2018. Penyebab KLB adalah konsumsi air gentong yang mengandung mikroba patogen Escherichia coli. Air gentong terkontaminasi diduga karena kontak langsung dari tangan peziarah ke air gentong, tercemarnya peralatan minum dan distribusi air, kondisi gentong berukuran besar yang sulit dibersihkan dan adanya toilet dalam kompleks makam.Resiko KLB pada kegiatan ziarah makam dapat terulang kembali jika pihak terkait tidak memberikan perhatian. Peningkatan resiko ini didukung oleh banyaknya lokasi ziarah makam yang tersebar di berbagai daerah terutama di pulau jawa serta banyaknya jumlah peziarah yang datang dari berbagai daerah ke lokasi ziarah.Upaya pencegahan dapat dilakukan oleh pengelola makam dengan meningkatkan higienitas lingkungan dan air di lokasi ziarah makam, seperti pencucian peralatan minum secara berkala dan ada jadwal tertentu untuk menguras/membersihkan gentong. Pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan atau puskesmas juga dapat melakukan inspeksi/pemeriksaan secara berkala pada sumber air yang digunakan di lokasi ziarah dan bila terbukti mengandung mikroba patogen dapat dilakukan desinfeksi. Selain itu peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi pada warga untuk tidak mengkonsumsi air mentah tanpa pengolahan terlebih dahulu seperti memasak air sampai mendidih dan mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar  merupakan langkah awal untuk pencegahan kejadian serupa. 
Kajian Kasus Difteri di Desa Walitelon Utara, Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung, Tahun 2018 Gumson Josua Tampubolon; Antonius AG; Theodola Baning Rahayujati; Henny Indriyanti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.425 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39823

Abstract

Pendahuluan: Pada hari Selasa, 03 Juli 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung mendapat laporan adanya 1 kasus dengan gejala difteri yang dirawat di RSUD Temanggung. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan adanya KLB dan upaya penanggulangannya. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan study kasus. Kasus adalah orang dengan gejala panas ±38°C, pseudomembran, bullneck, pilek, dan sulit menelan. Data dikumpulkan dengan kuesioner, wawancara dan obeservasi. Pengambilan spesimen dilakukan terhadap kontak langsung dengan kasus yaitu orang tua, saudara, keluarga dan petugas rumah sakit sebanyak 44 spesimen dari 33 orang untuk pemeriksaan laboratorium. Faktor risiko yang diamati adalah riwayat kontak, riwayat bepergian dan status imunisasi. Hasil: Terjadi KLB Difteri dengan total dua (2) kasus (1 confirm dan 1 probable ( berusia 4,5 dan 13 tahun. Kedua kasus tersebut tidak mempunyai riwayat imunisasi DPT. Kasus pertama terjadi 30 Juni 2018, jika dihitung dari masa inkubasi terpanjang (5 hari), maka diperkirakan paparan terjadi  25 Juni 2018, pada masa inkubasi ini kasus berada dirumah dan melakukan aktifitas dalam lingkungan rumah dan jika dilihat dalam inkubasi terpendek (2 hari) maka paparan Corynebacterium Diphtheriae diperkirakan terjadi pada tanggal 28 Juni 2018. Pada tanggal 27-28 Juni 2018 kasus pertama mempunyai riwayat bepergian ke Banjarnegara dan objek wisata Dieng. Hasil PE di wilayah tempat tinggal kasus dan di Banjarnegara tidak ditemukan kasus/suspect difteri pada keluarga yang dikunjungi ataupun masyarakat sekitar. Cara penularan pada kasus kedua adalah dengan kontak langsung dengan penderita Difteri kasus pertama (adik) dengan waktu paparan kejadian mulai tanggal 30 Juni-02 Juli 2018. Hasil laboratorium yang dilakukan pada 44 spesimen menunjukkan hasil negatif. Simpulan: Telah terjadi KLB Difteri di Desa Walitelon Utara, Kecamatan Temanggung pada 30 Juni 2018 sampai dengan 14 Juli 2018 dengan index case adik Yfa. Cara penularan melalui kontak dengan penderita di lingkungan rumah dan tidak mendapatkan imunisasi. Profilaksis dan ORI adalah upaya dilakukan untuk penguatan dan upaya pencegahan.
DISTRIBUSI PENYAKIT TUBERKULOSIS BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN USIA DI RUMAH SAKIT SRI PAMELA Ema Rizka Sazkiah; Bebby Alfiera Riyandina Hardja
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2535.324 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39866

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya prevalensi penderita TB di Rumah Sakit Sri Pamela berdasarkan kelompok Jenis kelamin dan kelompok umur pada tahun 2017. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui besarnya frekuensi pasien TB. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional. Sampel dari penelitian adalah pasien dengan besar sampel 113 responden yang berusia 2-81 tahun di Rumah Sakit Sri Pamela kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu sumber data yang peneliti dapatkan diproleh dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Rumah Sakit Sri Pamela Kota Tebing Tinggi . Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB di Rumah Sakit Sri Pamela. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program komputerisasi.  Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang lebih beresiko terkena penyakit tuberculosis adalah kelompok laki-laki dengan persentase Perempuan 27,43% dan Laki-laki 72,56%. Kelompok usia paling banyak terkena TB adalah usia 52-61 tahun dengan persentase kelompok usia 2-11 tahun 0,88%, kelompok usia 12-21 tahun 4,42%, kelompok usia 22-31 tahun 8,84%, kelompok usia 32-41 tahun 15,92%, kelompok usia 42-51 tahun 18,58%, kelompok usia 52-61 tahun 34,51%, kelompok usia 62-71 tahun 13,27% dan kelompok usia 72-81 tahun 3,53%. Kesimpulan kelompok paling banyak terkena TB di rumah sakit Sri Pamela adalah kelompok jenis kelamin laki-laki dan kelompok umur 52-61 tahun. Saran kepada masyarakat dengan jenis kelamin laki-laki usia 52-61 tahun untuk lebih waspada dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit apabila terdapat gejala awal dari penyakit TB agar angka kejadian penyakit TB dapat diminimalisir guna untuk meningkatkan kesehatan sehingga produktivitas meningkat.
Kualitas Hidup pedagang kaki lima : Perspektif Lingkungan Eka Aulia; Reinpal Falefi; Farid Farhan; Arbitra Ruapertiwi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.8 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39868

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pedagang kaki lima pada indikator lingkungan. Metode:  Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional, pengambilan data dengan menggunakan kuisioner dari The Bref  Version of World Health Organization’s Quality of Life Questionere dengan  indikator lingkungan , Jumlah responden sebanyak 98 orang pedagang kaki lima di kota Medan. Hasil : Tingkat kesehatan lingkungan tempat tinggal pedagang kaki lima berada paling banyak pada katagori memuaskan dengan frequensi sebesar 63 orang atau presentase sebesar 64,3% (CI 95% = 54,1 -73,5).  Tingkat kepuasan pedagang kaki lima dengan kondisi tempat tinggalnya berada paling banyak pada katagori memuaskan dengan frequensi sebesar 56 orang atau presentase sebesar  57,1 % (CI 95% = 48-67,3). Tingkat kepuasan pedagang kaki lima terhadap pelayanan kesehatan yang didapatkan berada paling banyak pada kategori cukup baik dengan frequensi sebesar 49 orang atau presentase sebesar 50% (CI 95%= 39,8 - 60,2). Tingkat kepuasan pedagang kaki lima terhadap transportasi menunjukan paling banyak pada kategori cukup baik dengan frequensi sebesar 39 orang atau presentase sebesar 39,8 % (CI 95% = 29,6 - 49). Tingkat  penerimaan informasi pedagang kaki lima menunjukan paling banyak  pada kategori memuaskan dengan presentase 59 orang atau frequensi sebesar 60,2% (CI 95% = 50 - 70,4). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran kualitas hidup pedagang kaki lima dengan indikator lingkungan menunjukan kategori memuaskan yaitu pada tingkat kesehatan lingkungan,tingkat kepuasan tempat tinggal dan kondisi tempat tinggalnya serta tingkat penerimaan informasi. Pada kategori cukup baik yaitu pada pelayanan kesehatan dan kepuasan terhadap transportasi.
Kualitas Hidup Pedagang Kaki Lima : Perspektif Sosial Farid Farhan; Reinpal Falefi; Eka Aulia; Arbitra Ruapertiwi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.283 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39869

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dari indikator sosial.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98 orang pedagang kaki lima di Kota Medan secara acak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018. Penggambilan data dengan menggunakan kuisioner dari The Bref Version of World Health Organizations’s Quality of Life Questionere dengan indikator sosial untuk mengukur kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator dari tingkat kemampuan bergaul pedagang kaki lima berada paling banyak pada kategori baik dengan presentase sebesar 53,1% dan dengan frekuensi sebanyak 52 orang (CI 95% = sebesar 42,9% - 63,3%). Indikator dari tingkat kepuasan hubungan sosial pedagang kaki lima berada paling banyak berada kategori memuaskan dengan presentase sebesar 50% dan dengan frekuensi sebanyak 49 orang (CI 95%= sebesar 40,8% - 60,2%). Indikator dari dukungan teman terhadap pedagang kaki lima berada paling banyak pada kategori memuaskan sebesar 49% dan dengan frekuensi sebanyak 48 orang (CI 95%= sebesar 39.8% - 69,2%). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat kemampuan bergaul pedagang kaki lima berada pada kategori baik, pada tingkat kepuasan hubungan sosial pedagang kaki lima berada pada kategori memuaskan, dan pada tingkat dukungan teman terhadap pedagang kaki lima berada pada kategori memuaskan.
Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang Wan Rizky Chairunnisa; Yuliana Darlis; Zata Ismah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.992 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39872

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh PMT MP-ASI biskuit terhadap BB balita usia 0-2 tahun di wilayah kerja puskesmas Kota Palembang pada tahun 2017. Penelitian ini berupa kuantitatif analitik dengan studi cross sectional.  Populasi pada penelitian ini yaitu balita gizi kurang yang berusia 0-2 tahun di Puskesmas Kota Palembang dan mendapat PMT MP-ASI biskuit dan yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah balita usia 0-2 tahun rawat jalan dengan status gizi kurang yang mendapatkan PMT MP-ASI biskuit sebanyak 116 balita dengan usia 0-2 tahun. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu balita usia 0-2 tahun, diberikan PMT biskuit MP-ASI, dan tidak sedang dalam perawatan TFC (Therapeutuc Feeding Center). Kriteria eksklusi pada penelitian ini yaitu anak penderita penyakit penyerta yang berat seperti TB Paru, jantung bawaan, terjadi gangguan pencernan berat yang berhubungan dengan sistem pencernaan, pindah rumah dan alamat tidak valid. Variabel peneitian ini adalah perubahan berat badan balita (dependent). Instrumen yang digunakan yaitu laporan PMT MP-ASI yang diperoleh dari 23 Puskesmas Kota Palembang. Analisa data menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariat untuk mengetahui pengaruh PMT MP-ASI biskuit terhadap perubahan berat badan balita usia 0-2 tahun. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Paired T Test. Hasil penelitian diketahui nilai signifikasi sebesar P=0,000 (p velue < 0,05). Pemberian PMT MP-ASI biskuit selama 90 hari memberikan pengaruh terhadap kenaikan BB/U balita gizi kurang pada balita 0-2 tahun. Di sarankan untuk meningkatkan pemberian motivasi dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran ibu responden terhadap status gizi balita dan meningkatkan konseling gizi atau media KIE dari petugas gizi kepada ibu balita dan juga pengawasan oleh petugas terhadap konsumsi PMT pada balita agar balita mengkonsumsi tepat jumlah dan sasaran.
PHS4 Kualitas Hidup Pedagang Kaki Lima: Perspektif Fisik Reinpal Falefi; Farid Farhan; Eka Aulia Nasution; Arbitra Morlindah Ruapertiwi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.541 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39873

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup pedagang kaki lima pada indikator fisik. Metode: Metode pada penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner The Bref Version of World Health Organization's Quality of Life Questionnaire dengan indikator fisik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 98 responden pedagang kaki lima di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia tahun 2018. Hasil: Tingkat kualitas hidup berdasarkan kepuasan terhadap kesehatan diri paling banyak pada kategori memuaskan dengan persentase sebesar 55,1% (CI 95% = 44,9 - 64,3%), sakit menghambat pekerjaan paling banyak pada kategori sedikit dengan persentase sebesar 55,1% (CI 95% = 45,9 - 64,3%), kebutuhan obat dan terapi medis paling banyak pada indikator sedikit dengan persentase sebesar 34,7% (CI 95% = 25,5 - 43,9%), tingkat konsentrasi responden paling banyak pada kategori baik dengan persentase sebesar 40,8% (CI 95% = 30,6 - 50,0%), semangat melakukan aktivitas paling banyak pada kategori sangat memuaskan dengan persentase sebesar 33,7% (CI 95% = 24,5 - 43,9%), kecukupan tidur paling banyak pada kategori cukup dengan persentase sebesar 48% (CI 95% = 38,8 - 57,1%) dan kepuasan seksual paling banyak pada kategori buruk dengan persentase sebesar 34,7% (CI 95% = 25,5 - 44,9%). Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kesehatan diri paling banyak pada kategori baik, sakit menghambat pekerjaan paling banyak pada kategori sedikit, kebutuhan obat dan terapi medis paling banyak pada indikator sedikit, tingkat konsentrasi responden paling banyak pada kategori baik, semangat melakukan aktivitas paling banyak pada kategori sangat memuaskan, kecukupan tidur pada kategori cukup dan kepuasan seksual paling banyak pada kategori buruk.
Sanitation facility analysis in coastal area Luthfiah Mawar; Wahidah Wahidah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.461 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39874

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis fasilitas sanitasi yang ada di kawasan pesisir Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat Kawasan Pesisir Pantai Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah populasi sebanyak 105 kepala keluarga. Sampel penelitian ini merupakan masyarakat Kawasan Pesisir Pantai Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengumpulan data secara primer, dimana data didapatkan sendiri oleh peneliti dengan mendata langsung kemasyarakat. Metode pengukuran sampel dilakukan terlebih dahulu peneliti meminta izin kepada responden untuk ketersediannya sebagai responden dengan cara mewawancarai tentang ketersediaannya menjadi responden. Pengelolaahan data dilakukan melalui program komputerisasi yaitu SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat responden yang menggunakan sungai sebagai air bersih 21 orang (20%; CI 95% 11%-28,3%), tidak memiliki jamban sebanyak 45 orang (42,9%; CI 95% 34%-52,3%), tidak memiliki SPAL sebanyak 49 orang (46,7%; CI 95% 37,1%-56,9%), membuang sampah di sungai sebanyak 53 orang (50,5%; CI 95% 41,4%-60,9%). Kesimpulan dari penelitian adalah banyak sanitasi masyarakat pesisir yang belum memenuhi syarat sanitasi yang sehat seperti masih adanya masyarakat yang menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih, tidak memiliki jamban, tidak memiliki saluran pembuangan air limbah serta membuang sampah di sungai. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan agar masyarakat menyadari bahwa sanitasi merupakan gambaran diri sendiri yang dapat meningkatkan kualitas pada kesehatan maupun produktivitas.
Diarrhea Incidence In Coastal Area And Enviromental Determinant Factor on 0-12 Age Years Wahidah Taniyah; Luthfiah Mawar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.1 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39875

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian diare diwilayah pesisir serta hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak-anak  umur 0-12 Tahun Di Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara tahun 2018. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Dalam penelitian ini dilakukan menggunakan data primer dengan pendekatan case control. Penyajian data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan tabel analisis disertai penjelasan Analisa data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan uji chi square. Populasi adalah anak-anak umur 0-12 tahun bertempat tinggal di Bagan Percut Sei Tuan. Adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 124 anak dengan usia 0-12 tahun dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di  Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah pesisir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2018. Hasil penelitian diketahui bahawa insiden diare di daerah Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara sekitar 82 (66,12 %). Berdasarkan uji statistic didapatkan ada hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak-anak di Bagan Percut Sei Tuan Sumatera Utara dengan nilai p_value=0,000. Kejadian diaere di Bagan Percut sei Tuan  Sumatera Utara disebabkan karena kurangnya penyedian air bersih, ketersediaan jamban, dan sumber air minum serta pengetahuan orang tua yang minim. Saran ditujukan kepada masyarakat untuk menjaga sanitasi lingkungan dengan baik demi menekan angka kejadian diare dan perlu adanya edukasi mengenai pentingnya menjaga sanitasi baik. penyediaan air bersih di wilayah pesisir perlu ditingkatkan dengan menyediakan sumber air bersih tidak berdekatan dengan jamban masyarakat dan membersihkan secara berkala tempat penampungan air, peningkatan PHBS dan cara pengolahan makanan. Jamban keluarga dipesisir khusus yang tinggal dibagian pesisir pantai perlu dibuatkan jamban percontohan. Pengolahan sampah dipesisir perlu diperhatikan pemerintah dan dibuatkan pengolahan sampah percontohan dan ditekankan untuk memperhatikan personal hygiene di pesisir.
PHS4 Psychological Perspective Quality of Life Street Seller in Medan City Arbitra Morlindah Ruapertiwi; Reinpal Falefi; Farid Farhan; Eka Aulia Nasution
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.691 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39876

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran deskriptif kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan dari perspektif psikis. Metode: penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Sampel penelitian ini sebesar 98 responden yaitu pedagang kaki lima di Kota Medan dengan menggunakan kuesioner The brief Version of World Health Organization’s Quality of Life Questionnaire dengan indikator psikis. Hasil: Tingkat menikmati hidup paling banyak kategori baik (43,9 %, CI 95% = 33,7-54,1%). Tingkat merasa hidup berarti paling banyak kategori baik (39,8 %, CI 95% = 30,6-50%). Tingkat perasaan aman paling banyak kategori baik (64,3%, CI 95% = 55,1-74,5%). Tingkat menerima penampilan tubuh paling banyak kategori puas(46,9%, CI 95% = 36,7-56,1%). Tingkat kecukupan uang paling banyak kategori baik (52 %, CI 95% = 41,8-63,2%). Tingkat kesempatan bersenang-senang paling banyak kategori baik(39,8%, CI 95% = 29,6-49%). Tingkat kepuasaan terhadap kemampuan aktivitas paling banyak kategori baik (55,1 %, CI 95% = 45,9-65,3%). Tingkat Kepuasan bekerja paling banyak kategori baik (45,9%, CI 95% = 35,7-55,1%). Tingkat kepuasaan terhadap diri paling banyak kategori baik(46,9 %, CI 95% = 36,8-57,1%) Tingkat perasaan negatif paling banyak kategori baik (50 %, CI 95% = 40,8 -60,2%). Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat menikmati hidup, tingkat merasa hidup berarti, tingkat perasaan aman, tingkat menerima penampilan tubuh, tingkat kecukupan uang, tingkat kesempatan bersenang-senang, tingkat kepuasan kemampuan aktivitas, tingkat kepuasan bekerja, tingkat kepuasaan diri dan tingkat perasaan negatif paling banyak dalam kategori baik.

Page 69 of 153 | Total Record : 1528


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue