cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 1,528 Documents
Efektivitas menggunakan pajak minuman manis untuk mengurangi obesitas: tinjauan sistematis Widi Astutty Casimira Daeli; Atik Nurwahyuni
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.828 KB) | DOI: 10.22146/bkm.43459

Abstract

The effectiveness of taxes on sugar-sweetened beverages to reduce obesity: a systematic reviewPurpose: Use of taxes on Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) can contribute to reducing the prevalence of obesity. However, how much effectiveness needs to be proven. Method: A systematic review was carried out on articles published between 2013-2018, which examined the effectiveness of the SSBs tax to prevent obesity. Results. Five relevant studies were included in this review. One study discussed the effectiveness of SSBs tax to provide benefits for saving health care costs. Two studies concluded that the tax for consumption and the purchase of SSBs decreases and had an impact on weight loss. Finally, two other studies reported the effectiveness of SSBs tax in more detail to decreasing DALYs and increasing QALYs, which can save health care costs. Conclusion: The application of a 20% SSBs tax is effective for reducing excess weight, increasing QALYs, and decreasing DALYs. SSBs tax should consider different countries consumer behavior in substituting and complementing other beverage products containing sweeteners.
Pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bayi usia 6-9 bulan di kabupaten Labuhanbatu Wahyuni Sujarwadi; Evawany Y Aritonang; Sri Rahayu Sanusi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 6 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.127 KB) | DOI: 10.22146/bkm.43556

Abstract

Exclusive breastfeeding with the development of 6 to 9 month - old babies in the Labuhanbatu RegencyPurpose: This study aims to analyze the relationship between the pattern of breastfeeding and exclusive breastfeeding with the development of infants aged 6-9 months in the work area of the Suka Makmur Health Center in Labuhanbatu Regency in 2018.Method: This type of research is analytical research with a cross-sectional study design. The population in this study were infants aged 6-9 months with a total sampling technique of 84 infants. The data analysis method used in this study was Chi-square analysis with a significance level of 95% (α = 0.05).Results: The results showed that 49 mothers (58.3%) gave exclusive breastfeeding. Chi-square analysis showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the development of infants aged 6-9 months (p = 0,0001).Conclusion: There is a significant relationship between exclusive breastfeeding and infant development. Suggestions in this study were to increase motivation and encouragement from health workers to mothers to give breast milk exclusion to their babies for optimal infant development.
Akumulasi senyawa sianida, krom, mangan, besi pada air baku dan penilaian risiko kesehatan masyarakat di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor Basuki Rachmat; Purnama Sidebang; Ikha Purwandari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.832 KB) | DOI: 10.22146/bkm.43634

Abstract

Purpose: this study aims to obtain an overview of exposure to cyanide, chromium, manganese and iron exposure to raw water, as well as public health conditions in the Babakan Madang sub-district of Bogor Regency in 2017.Method: A cross-sectional study design, by Public Health Assessment ( PHA). The population in this study were residents of Kadumanggu Village, with a sample of 178 people. Environmental samples in the form of raw water sources, well water as many as 9 points and water times as much as 5 points. Results: In getting the average concentration of cyanide (CN), manganese (Mn), chromium (Cr), and iron (Fe) in well water respectively are 0,002 mg/L; 0.4 mg/L; 0.065 mg/L; and 0.04 mg/L. Based on the results of the analysis of the concentration data, RQ values of cyanide, manganese, chromium and iron were obtained in children, adolescents, and adults with a value of less than one (RQ <1).Conclusion: shows that there are no health effects caused by consuming well water in the area. 
Optimalisasi pemantauan pertumbuhan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada anak balita Sumarjono Sumarjono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.24 KB) | DOI: 10.22146/bkm.43847

Abstract

Latar belakang: Anak balita (0-2 tahun) merupakan periode yang rawan terhadap kegagalan pertumbuhan, baik yang berkaitan dengan berat badan atau panjang badan. Untuk mengetahui pertumbuhannya perlu dilakukan pemantauan secara rutin dan terus menerus oleh petugas. Pemantauan pertumbuhan meliputi pengukuran berat badan dan panjang badan, pencatatan, interpretasi, dan tindak lanjutnya. Jika pemantauan pertumbuhan dilakukan sesuai prosedur maka permasalahan akan lebih awal diketahui dan lebih mudah ditanggulangi. Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi upaya pencegahan stunting terkait persoalan pemantauan pertumbuhan pada anak balita di posyandu dan puskesmas. Eksplorasi dilakukan dengan pengamatan pada pelaksanaan pemantauan pertumbuhan di posyandu dan Puskesmas Temon I. Hasil: Pertama sumber daya manusia terkait pemantauan pertumbuhan masih rendah. Kedua, sumber daya sarana terutama alat pengukur panjang badan sebagian besar tidak memenuhi syarat. Ketiga, Kepatuhan terhadap prosedur pemantauan pertumbuhan pada langkah rujukan sebagain besar tidak dilakukan. Kempat, petugas tidak mentaati penggunaan 3 indikator status gizi (BB/U, BB/PB, PB/U) untuk memantau pertumbuhan. Simpulan: Hasil diatas menunjukkan pentingnya pemerintah memikirkan peningkatan sumber daya manusia, sarana prasarana dan kepatuhan prosedur pemantauan pertumbuhan pada anak balita. Pemantauan pertumbuhan pada nak balita akan berperan penting dalam pencegahan stunting. Posyandu dan puskesmas perlu memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang cukup serta optimalisasi rujukan jika ditemukan masalah pertumbuhan.
Pengembangan metode baru dalam deteksi plasmodium knowlesi pada manusia Wempi Dody Surya Permadi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.463 KB) | DOI: 10.22146/bkm.43863

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan meriview perkembangan metode baru dalam deteksi Plasmodium knowlesi pada manusia. Metode: Metode pada penelitian ini, yaitu (1)Skrining Data.Telaah ini dilakukan pengkajian menggunakan panduan preffered reporting items for systematic review and meta analysis (PRISMA) terhadap artikel-artikel pada junal, buku , laporan dan tesis berupa data nyamuk, lokasi daerah, jenis plasmodium dan jenis uji serologis.  Kata kunci yang digunakan dalam pemilihan artikel adalah Plasmodium knowlesi pada manusia. Springer database digunakan dalam penjelajahan di internet. (2) Seleksi Artikel. Kriteria inklusi adalah (1) artikel yang berisi uraian RDT dan PCR tentang Plasmodium knowlesi; (2) artikel yang berisi artikel Plasmodium knowlesi pada manusia. Kriteria eksklusi adalah (1) artikel yang ditulis selain menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa inggris; (2) artikel berupa review, laporan singkat dan laporan hasil thesis atau disertasi. Hasil: (1)Poimerase Chain Reaction. PCR merupakan alat serologis yang digunakan mendeteksi P.knowlesi pada manusia. Di Brasil Pemeriksaan pada fisik manusia ditemukan pasien mengalami demam tinggi dengan suhu 40˚C, jaundice, mengalami anemia, abnormalitas nilai leukosit, trombositopenia, Serum GPT tinggi dan plasma laktat mengalami peningkatan.  Pada test Rapid Diagnose Test (RDT) negatif. Uji mikroskopis positif dan PCR ditemukan pada pita ke 65. Pengembangan baru metode pengambilan sampel pada Macaca melalui urine dan feses, ditemukan dengan adanya peningkatan uinary hemoglobine level sebesar pada hari ke 11 pasca infeksi. (2) RDT. RDT merupakan alat serologis yang digunakan mendeteksi P.knowlesi pada manusia. Di Vietnam dilaporkan pemeriksaan pada anak usia kurang dari 5 tahun dan usia remaja positif mendeteksi P.knowlesi pada manusia. Pemeriksaan RDT menggunakan OptiMAL-IT, BinaxNOW® Malaria, and Paramax-3. Dari 28 sampel pasien malaria yang diuji 71% positif memakai RDT OptiMAL-IT dan Binax-Now yang paling rendah sensitifitasnya sebesar 29%. Hasil test RDT pada kadar parasetemia antara 1000-5000 pada ketiga jenis RDT , positif ditemukan P.knowlesi. (3) Pan lamp kit. merupakan alat deteksi baru yang dapat mengenali asam nukleat masing masing genus Plasmodium yang merupakan harapan baru untuk mendeteksi P.knowlesi. Kesimpulan: Penggunaan alat pendeteksi serologis P.knowlesi yaitu RDT, PCR dan Pan Lamp dapat digunakan untuk mendeteksi adanya P.knowlesi.  Pan lamp merupakan alat terbaru yang terbaik dibandikan dengan RDT dan PCR.
Hambatan dan strategi implementasi kebijakan kesehatan kerja di sektor informal (studi kasus pada work related diseases pada petani tembakau di Kabupaten Jember) Anita Dewi Prahastuti Sujoso
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.43869

Abstract

Pertanian tembakau tersebar meluas di beberapa daerah di Indonesia. Produksi tembakau memiliki dampak ekonomis terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan negara. Namun, selain memiliki dampak ekonomis, pertanian tembakau juga berdampak terhadap kesehatan pekerja. Selama melakukan aktifitasnya, pekerja tembakau terpapar bahaya yang bersumber dari lingkungan kerja dan proses kerja. Sumber bahaya yang ditemukan adalah nikotin yang berasal dari dau tembakau, pajanan pestisida baik kontak melalui kulit atau air borne. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi terhadap faktor hambatan dan strategi dalam perlindungan kesehatan kerja petani tembakau. Metode yang digunakan adalah content analysis yang bertujuan untuk menggali informasi dari pelaku atau pihak yang terlibat dalam implementasi kesehatan kerja sektor informal. Hasil pemeriksaan kesehatan pada petani tembakau menunjukkan bahwa petani tembakau telah mengalami gangguan pernafasan, penyakit kulit, keluhan muskuloskeltal. Selain itu ditemukan pula kasus keracunan pestisida, yang ditunjukkan dengan penurunan cholinesterase. Hal ini menujukkan bahwa pertanian tembakau berisiko terhadap kesehatan. Petani tembakau adalah pekerja yang wajib mendapatkan perlindungan dan jaminan kesehatan. Namun, kondisi ini umumnya tidak disadari oleh petani tembakau karena kurang informasi dan edukasi. Pengawasan kesehatan kerja informal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah, belum sepenuhnya dilakukan secara terintegrasi. Masih ditemukan penjabaran kerja yang saling timpang sehingga kebijakan tidak berjalan efektif.
Meningkatkan literasi mengurangi stigma tuberkulosis Ida Nur Faizah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.44034

Abstract

Purpose: Indonesia sebagai negara peringkat ke dua tertinggi tuberkulosis di dunia menjadikan masyarakat rentan terserang penyakit menular. Kurangnya pemahaman mengenai tanda dan gejala, serta pengobatan tuberkulosis membuat peningkatan stigma di masyarakat semakin meluas. Indonesia dengan budaya sosial yang tinggi beresiko membentuk stigma yang mampu menigkatkan penundaan diagnostik dan ketidakpatuhan pengobatan. Hal ini dapat mempengaruhi status mental pasien TB untuk mengalami ketakutan sehingga dapat memunculkan gangguan psikosomatik, depresi hingga berujung pada kematian karena tidak adanya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang gejala dan penanganan untuk deteksi dini, serta membantu pasien TB mendapat dukungan dalam pengobatan lewat supportive system dalam masyarakat.Content: Intervensi komunitas diberikan lewat pelatihan kepada kader kesehatan pada tiap dusun dalam wilayah kecamatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai gejala, penularan, pengobatan dan pencegahan, serta materi tentang stigma tuberkulosis dan penanggulangan lewat gerakan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) kepada penderita TB. Pemberian materi dapat menggunakan psikodrama agar pesan yang tersampaikan lebih mengena.Lesson learnt: Setiap masyarakat Indonesia berhak mendapat penanganan kesehatan  yang layak. Stigma dapat menurunkan tingkat kesehatan lewat penundaan diagnosis dan penanganan. Penyuluhan kepada masyarakat lewat kader mampu mengurangi perluasan risiko penularan penyakit TB. Indonesia berbudaya lewat gerakan 5S menguatkan budaya gotong royong yang selama ini tertanam. Psikodrama sebagai salah satu terapi jiwa mampu mengetuk hati masyarakat untuk menurunkan stigma.
Manfaat rumah singgah bagi pasien kanker (lesson learned dari Sasana Marsudi Husada YKI cabang DIY) Sitti Sudrani; Sunarsih Sutaryo
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.063 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44110

Abstract

Fenomena tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak: demografi korban, pelaku, dan kejadian Lia Sitawati; Caroline Endah Wuryaningsih
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.091 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44188

Abstract

Peranan kader dalam meningkatkan kemandirian pada orang dengan gangguan Jiwa Sumarjono Sumarjono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.212 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44236

Abstract

Page 81 of 153 | Total Record : 1528


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue