cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jilmupendidikan@gmail.com
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jilmupendidikan@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/JIP/Editorial
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 23017740     EISSN : 27454193     DOI : -
Core Subject : Education,
IP adalah jurnal penelitian akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muslim Universitas Nusantara Al Washliyah (LP2M-UMNAW). JIP menerima artikel penelitian yang ditulis oleh peneliti, guru, siswa, akademisi, profesional, dan praktisi, jurnal ini diterbitkan setiap bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 148 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK Jelliana Sihombing
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1733

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-6 melalui Pendekatan pembelajaran Saintifik di SMP Negeri 1 Labuhan Deli pada Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 31 orang. Instrument yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentse jumlah siswa yang belum tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan (1) terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Pendekatan pembelajaran Saintifik dengan hasil sebagai berikut, (2) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 48,13, pada siklus I meningkatkan menjadi 66,77 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 77,93; terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkatkan menjadi 67,74% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,10% pada siklus II. (3) terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menurun menjadi 32,26% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,90% dengan kata lain hanya 4 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (27) siswa memperoleh nilai diatas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY (PENEMUAN) Jumintan Sianipar
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1734

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas VII-1 melalui Metode Pembelajaran Discovery di SMP Negeri 12 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-1 SMP Negeri 12 Medan sebanyak 31 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Instrumen yang di gunakan untuk pengelolaan data adalah menggunakan perhitungan jumlah rata-rata siswa yang tuntas, persentase jumlah siswa yang belum tuntas dan persentase jumlah siswa yang sudah tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Metode pembelajaran Discovery dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada test awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 41,29, pada siklus I meningkatkan menjadi 66,77 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 81,29, terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada test awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 64,52% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,10% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada test awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 35,48% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,90% dengan kata lain hanya 4 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (27) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI METODE PEMBELAJARAN TIME TOKEN Repina Hutajulu
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1735

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX-1 melalui Metode Pembelajaran Time Token di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-1 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Instrumen yang di gunakan untuk pengelolaan data adalah menggunakan perhitungan jumlah rata-rata siswa yang tuntas, persentase jumlah siswa yang belum tuntas dan persentase jumlah siswa yang sudah tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Metode pembelajaran Time Token dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada test awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 42,81, pada siklus I meningkatkan menjadi 66,25 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 76,56, terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada test awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 62,5% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 84,38% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada test awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 37,5% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 15,62% dengan kata lain hanya 5 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (27) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70.
HYBRID LEARNING : MODEL PEMBELAJARAN ERA DIGITAL AHMAD, MUHLIS
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2126

Abstract

ABSTRAK Artikel ini memudahkan memberikan informasi kepada pendidik mengenai bagaimana mengaplikasikan pembelajaran yang sesuai dengan gaya dan preferensi sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Mengeksplorasi bagaimana dinamika pengajaran serta pembelajaran di Era Digital. Studi ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya pendidikan memosisikan diri dalam perubahan zaman termasuk dalam menghadapi era digital. Melalui penelitian pustaka, peneliti menemukan beberapa aspek penting mengenai pengajaran dan pembelajaran di era digital yakni pembelajaran di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran siswa pada masa sebelum ini, generasi di era ini adalah mereka yang berkarakter digital native.Siswa memiliki pengetahuan tentang bagaimana memberikan peluang yang praktis dan realistis, salah satunya dengan menggabungkan beberapa aspek yang terbaik dari pembelajaran konvensional (tatap muka) dan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan secara daring (online). Kelas tatap muka dapat digunakan untuk melibatkan para peserta didik dalam pengalaman interaktif, sedangkan kelas online menjanjikan konten multimedia yang kaya akan pengetahuan pada setiap saat, dan di mana saja selama tersedia akses internet. Penggabungan kedua bentuk pembelajaran ini yang dinamakan sebagai Hybrid Learning. Kata kunci: Pembelajaran Hybrid, Era Digital
ANALISIS UNSUR SEMIOTIKA PADA NOVEL SELIMUT MIMPI KARYA R. ADRELAS Purba, Agus Putra
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur semiotik pada novel Selimut Mimpi karya R. Adrelas. Jenis penelitian adalah termasuk dalam kategori jenis penelitian kualitatif, dimana penelitian ini bermaksud untuk menafsirkan fenomena yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode yang alamiah. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian adalah metodologi penelitian kualitatif, dimana penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan fenomena atau obyek penelitian melalui aktivitas sosial, sikap dan persepsi orang secara individu atau kelompok. Berdasarkan analisis data, dalam penelitian ini mengacu pada fokus penelitian yaitu analisis semiotika berdasarkan teori Ferdinand De Saussure yang terdiri dari analisis signifie dan signifiant. Dalam novel Selimut Mimpi karya R. Adrelas merupakan novel yang memiliki genre religius. Unsur agama yang ditampilkan dalam novel ini sangat kental. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) novel Selimut Mimpi karya R. Adrelas mempunyai unsur semiotika yaitu signifier (penanda) dan signified (petanda) sejumlah 60 data, (2) dalam novel Selimut Mimpi karya R. Adrelas memiliki genre religius, (3) dalam novel Selimut Mimpi karya R. Adrelas mengisahkan sosok Ilham sebagai tokoh utama yang memiliki pribadi yang jujur, pekerja keras, taat beribadah, dan pandai menepati janji. Namun, dibalik itu semua dia memiliki sifat yang merugikan dirinya sendiri yaitu terlalu percaya dengan orang lain. Meskipun Ilham ditipu berulangkali oleh Mang Somad, karena kepolosannya, ia masih tetap percaya pada Mang Somad. Kata kunci: Teori Semiotika, Ferdinand De Saussure, Novel.
ANALISIS NILAI KARAKTER TOKOH PADA NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMA Manullang, Dedi Pratama
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2203

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter tokoh yang terdapat pada Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam. Novel Para Priyayi dipilih karena relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Novel ini belatarbelakang kebudayaan Jawa, dan situasi yang menggambarkan kondisi Indonesia dari sebelum masa kemerdekaan hingga masa revolusi sekarang. Novel ini bercerita tentang bagaimana perjalanan Sastrodarono dan keluarganya dalam memperoleh dan mempertahankan kedudukan sebagai priyayi, dimana hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Nilai-nilai yang terdapat pada novel para priyayi ini kemudian dianalisis dan dikaitkan dengan pembentukan karakter siswa SMA di zaman sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi (content). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada 13 nilai karakter yang terdapat pada novel Para Priyayi karya Umar Kayam antara lain: nilai peduli sosial, nilai mandiri, nilai rasa ingin tahu, nilai kreatif, nilai menghargai prestasi, nilai kerja keras, nilai jujur, nilai bersahabat atau komunikatif, nilai cinta tanah air, nilai demokratis, nilai religius, nilai tanggung jawab dan nilai toleransi. Relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Para Priyayi dengan pembentukan karakter siswa SMA yaitu dilihat dari lingkungan pembentuk karakter. Lingkungan pembentuk karakter tersebut terdiri dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kata Kunci: Novel Para Priyayi, Karakter Tokoh, Nilai-Nilai Karakter, Pembentukan Karakter, Siswa SMA Abstract This research aims to analyze the character values contained in the Novel Para Priyayi by Umar Kayam. Novel Para priyayi was chosen because it is relevant to the lives of Indonesian people. The novel is set in Javanese culture, and a situation that depicts the condition of Indonesia from before independence to the present revolution. This novel tells the story of how the journey of Sastrodarono and his family in obtaining and maintaining the position of priyayi, which is not an easy thing. The values contained in the Novel Para Priyayi are then analyzed and associated with the formation of the character of high school students today. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection techniques used is literature documentation studies. This research uses content analysis techniques. From this research, it can be concluded that there are 13 character values contained in the novel Para Priyayi by Umar Kayam, including: the value of social care, the value of independence, the value of curiosity, the value of creativity, the value of appreciating achievements, the value of hard work, the value of honesty, the value of friendly or communicative, the value of love for the motherland, the value of democratic, the value of religious, the value of responsibility and the value of tolerance. The relevance of character education values in Novel Para Priyayi to the character building of high school students is seen from the character-building environment. The character-building environment consists of family, school, and community environments. Keywords: Novel Para Priyayi, Character Traits, Character Values, Character Building, High School Students
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR MULTIMETER DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA Amiluddin
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2329

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikaji dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menggunakan alat ukur multimeter dengan metode tutor sebaya. Hal ini didasari kenyataan yang ada di kelas X TE 3 SMK Negeri 1 Ampelgading yang memiliki kemampuan menggunakan alat ukur multimeter masih rendah. Masalah penelitian ini dipusatkan pada bagaimana meningkatkan kemampuan menggunakan alat ukur multimeter dengan metode tutor sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode tutor sebaya dalam peningkatan kemampuan menggunakan alat ukur multimeter pada siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan menggunakan alat ukur multimeter pada siswa. Terbukti tes prasiklus kemampuan menggunakan alat ukur multimeter pada siswa secara klasikal berkatgori cukup dengan nilai 61 namun setelah dilakukan tindakan siklus I meningkat menjadi 80 dengan kategori baik atau meningkat 31,7%, setelah dilakukan tindakan siklus II meningkat menjadi 91 atau meningkat 49,6% dengan kategori sangat baik. Siswa terlihat lebih mampu dan semakin mandiri menggunakan alat ukur multimeter.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING MELALUI WORKSHOP Irwansyah Nur
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Model pembelajaran Probing Prompting melalui workshop di SMA Swasta Dharma Bakti, SMAN 1 Namorambe, SMAS Nusantara Lubuk Pakam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMA Swasta Dharma Bakti, SMAN 1 Namorambe, SMAS Nusantara Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 40 orang guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan perhitungan persentase jumlah guru yang sudah mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting dan persentase jumlah guru yang belum mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan model pembelajaran Probing Prompting dari 40 orang guru, baru 30 (75,02%) guru menerapkan model pembelajaran Probing Prompting pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 36 (90%) guru yang sudah mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting, dari 40 orang guru, sebanyak 10 (25,0%) guru belum mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting, menjadi 4 (10,0%) guru yang belum mampu menerapkan model pembelajaran Probing Prompting secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan model pembelajaran Probing Prompting dapat meningkat melalui workshop.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE TRIO EXCHANGE MELALUI WORKSHOP Ellik Fatini
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange melalui workshop di SDN 064961, SDN 060793 dan SD Swasta Global Prima pada Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru yang mengajar di SDN 064961, SDN 060793 dan SD Swasta Global Prima Kota Medan dengan jumlah 30 orangguru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan di dalam penelitan ini adalah dengan menggunakan teknik penghitungan persentase jumlah guru yang sudah mampu Menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange dan persentase jumlah guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange dari 30 orang guru, baru 22 (73,33%) guru menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90%) guru yang sudah mampu menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange, dari 30 orang guru, sebanyak 8 (26,67%) guru belum mampu menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange, menjadi 3 (10%) guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan Strategi Pembelajaran Cooperative Tipe Trio Exchange dapat ditingkatkan melalui workshop
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP Agustina
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v4i1.2339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) melalui workshop di SD 101820 Pancur Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SD 101820 Pancur Batu dengan jumlah 17 orang guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan perhitungan persentase jumlah guru yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan persentase jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dari 17 orang guru, baru 12 (70,58%) guru menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 15 (88,24%) guru yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), dari 17 orang guru, sebanyak 5 (29,42%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), menjadi 2 (11,76%) guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dapat meningkat melalui workshop.

Page 8 of 15 | Total Record : 148