cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Hubungan Keterampilan Metakognitif dengan Retensi Siswa pada Pembelajaran Biologi Berbasis Problem Based Learning (PBL) di SMA Kota Malang Nurisya, Khofifatu; Aloysius, Duran Corebima; Rohman, Fatchur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.382 KB)

Abstract

Retensi merupakan salah satu indikator penting dalam pembelajaran. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi retensi siswa, salah satunya adalah keterampilan metakognitif. Pemberdayaan keterampilan metakognitif dan retensi dapat diterapkan pada berbagai macam strategi pembelajaran, diantaranya Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untu mengetahui hubungan antara keterampilan metakognitif dengan retensi hasil belajar, serta besarnya sumbangan yang diberikan keterampilan metakognitif terhadap retensi hasil belajar. Penelitian ini adalah tipe penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA di wilayah Kota Malang semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI MIA 2 SMAN 7 Malang yang terdiri atas 24 siswa dan siswa kelas XI MIA 4 SMAN 9 Malang yang terdiri atas 23 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan retensi hasil belajar siswa yang membentuk persamaan garis regresi Y = 0,659X + 37,942 dengan sumbangan keterampilan metakognitif terhadap retensi hasil belajar sebesar 35,9 %.
Analisis Self Efficacy Mahasiswa pada Matakuliah Zoologi Vertebrata Hernawati, Diana; Amin, Mohamad; Irawati, Mimien Henie; Indriwati, Sri Endah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.468 KB)

Abstract

Studi ini menganalisis tentang kemampuan self efficacy mahasiswa pada mata kuliah Zoologi Vertebrata. didasarkan atas data empiris yang dikumpulkan dari mahasiswa pendidikan Biologi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Analisis dari 30 kuesioner mengungkapkan berbagai perbedaan berdasarkan tingkat pengalaman. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pada dimensi magnitudo/level (tingkat kesulitan tugas) sebagai perwujudan seberapa besar optimisme mahasiswa pada keberhasilan (65,33%), kemampuan mahasiswa dalam penyesuaian diri terhadap tugas yang sulit (66,70%), kemampuan mahasiswa dalam menghindari situasi dan perilaku yang melampaui batas kemampuan (77,35%); dimensi strength (kemantapan keyakinan dan harapan) meliputi kemampuan dalam mempertahankan (59,70%), keuletan (76,7%); dimensi generality (keragaman dan luas bidang perilaku) meliputi kemampuan kognitif (66%), kemampuan afektif(84,70%) dan kemampuan psikomotik (56,70%). Berdasarkan informasi tersebut tergambarkan bahwa mahasiswa belum cukup terbiasa dengan kemampuan self efficacy yang dimilikinya, sejumlah kemampuan masih perlu untuk dilatihkan dan dikembangkan, terkait dengan materi zoologi vertebrata mahasiswa belum cukup terbiasa mengatasi kemampuan dalam mempertahankan. Mahasiswa juga belum cukup terbiasa mengatasi keragaman dan luas bidang perilaku, dimana kemampuan kognitif mahasiswa dan kemampuan dalam psikomotoriknya masih perlu untuk ditingkatkan
Mengoptimalkan Respon Siswa dan Sikap Peduli Lingkungan dengan Pendekatan JAS (Jelajah Alam Sekitar) Pada Pembelajaran Plantae Rizqiyah, Iffatur; Suniah, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.07 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan yang berkarakter adalah melalui integrasi pada sistem pembelajaran. Salah satunya dengan pendekatan JAS. Pendekatan JAS untuk mengoptimalkan respon siswa dan sikap peduli lingkungan. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Bangkalan pada bulan Januari-Februari 2018. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X-MIA 4 yang berjumlah 35 siswa dengan teknik sampling Non-Probability Sampling. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest desaign. variabel bebas pada penelitian ini adalah pendekatan JAS pada materi plantae sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah respon siswa dan sikap peduli lingkungan. Respon siswa dihasilkan pada pembelajaran plantae sebelum diberikan perlakuan dengan pendekatan JAS yaitu memiliki rata-rata 59,02. Sedangkan rata-rata respon siswa setelah diberikan pendekatan JAS yaitu 88,17. Sehingga nilai Ngain yang didapat 0,71 masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan, rata-rata sikap peduli lingkungan siswa memiliki rerata 82,57% hal tersebut termasuk dalam kategori tinggi.
Pengembangan Booklet berdasarkan Kajian Potensi dan Masalah Lokal sebagai Suplemen Bahan Ajar SMK Pertanian Rahmatih, Aisa Nikmah; Yuniastuti, Ari; Susanti, R.
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.112 KB)

Abstract

Keong mas (Pomacea canaliculata) hama padi yang banyak ditemukan di Mijen, Kota Semarang, diolah menjadi pupuk organik cair asam amino (pocamino) karena memiliki kandungan protein tinggi dan lemak yang rendah. Hal tersebut merupakan kajian potensi dan masalah lokal, dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyusunan bahan ajar kontekstual untuk memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa. Bahan ajar yang dikembangkan berbentuk booklet, berukuran kecil dan tipis, berisi penjelasan ringkas, sistematis, dilengkapi gambar/ilustrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan booklet berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian dan menganalisis kelayakan booklet. Merupakan penelitian dan pengembangan yang diawali riset di lapangan mengenai pengolahan hama keong mas menjadi pocamino. Data yang diambil yaitu analisis kebutuhan lingkungan dan sekolah, data kandungan dan hasil aplikasi pocamino, data kelayakan booklet oleh penilaian ahli, pengguna dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan, pocamino memiliki kandungan unsur hara N, P, K dan asam amino dengan kadar yang beragam. Disimpulkan bahwa booklet yang dikembangkan berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal dinilai layak sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian karena memperoleh skor rata-rata 4,7 dari ahli, skor 95,7% dari tanggapan guru, 88,87% dari siswa dan mendapatkan hasil belajar dengan nilai rata-rata 89,2.
Metode Menanamkan Nilai Religius dalam Rencana Pembelajaran Biologi Listyono, L; Supardi, Kasmadi I; Saeful, S; Wiyanto, W
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.414 KB)

Abstract

Pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Implementasi nilai karakter dan moral dalam pembelajaran merupakan alternatif yang diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah mengintegrasikan nilai religius (nilai Islam) dalam pembelajaran sains biologi. Kandungan nilai bahan ajar biologi meliputi nilai praktis, nilai religius, nilai kehidupan seharihari, nilai sosial politik, nilaiseni. Dalam nilai religius/Islam (Alquran dan Hadist) terdapat berbagai metode yang dapat menyentuh perasaan, jiwa dan membangkitkan motivasi. Pembelajaran dengan nuansa Islami dapat dilakukan dengan pendekatan deduktif maupun induktif, metode yang digunakan dengan cara Amtsal (perumpamaan/analog), Hiwar (dialog), Targhib & Tarhib (janji & ancaman), Keteladanan (contoh). Strategi yang tepat dalam pengintegrasian nilai Islam ini dituangkan dalam desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pengintegrasian nilai Islam dalam perencanaan pembelajaran akan memberikan kemudahan guru menanamkan karakter, karena nilai Islam dapat di implementasikan pada setiap langkah pembelajaran. Sehingga siswa akan terbiasa menerima nilai karakter tanpa harus terpisah menjadi pokok bahasan/meteri tersendiri.
Identifikasi Variasi Genetik Kerbau Kudus Berbasis Mikrosatelit sebagai Bahan Ajar Blended Learning pada Matakuliah TABM Lathifah, Anis Samrotul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.257 KB)

Abstract

Kerbau Kudus berperan dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional. Namun, populasi kerbau Kudus mengalami penurunan. Untuk itulah diadakan penelitian upaya konservasi melalui teknik molekular yaitu variasi genetik menggunakan penanda mikrosatelit. Metode dan hasil dari penelitian dikembangkan menjadi bahan ajar berbasis blended learning pada matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekular (TABM). Penelitian dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I penelitian deskriptif ekploratif dan tahap II penelitian pengembangan bahan ajar. Pada penelitian tahap pertama diperoleh hasil bahwa terdapat variasi fenotip dan tidak terdapat variasi genotip kerbau pada dua sub populasi di Kudus, namun di dalam sub populasi tersebut terdapat varian. Kedua variasi ini dapat digunakan dalam pemilihan bibit unggul kerbau di Kudus. Pada penelitian tahap kedua diperoleh hasil bahwa bahan ajar yang berupa website berbasis blended learning untuk matakuliah TABM sudah layak dan baik untuk digunakan di Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang.
Analisis Deskriptif Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Sistem Saraf Manusia Menggunakan Teknik Certainty Response Index Rahayu, Budi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.906 KB)

Abstract

Miskonsepsi yang dialami oleh seorang siswa dalam proses pendidikan akan mempengaruhi proses asimilasi pengetahuan-pengetahuan baru yang akan didapat oleh siswa tersebut pada masa belajarnya. Miskonsepsi yang melekat pada siswa sampai akhir masa belajarnya dapat diibaratkan sebagai malpraktek dalam dunia pendidikan. Namun kesulitan yang akan timbul saat guru akan mengukur miskonsepsi seorang siswa adalah adanya pertanyaan apakah ia mengalami miskonsepsi atau tidak tahu konsep. Certainty Response Index (CRI) dikembangkan untuk mengidentifikasi terjadinya miskonsepsi sekaligus membedakannya dengan siswa yang tidak tahu konsep. Penelitian ini memusatkan pada peristiwa aktual saat pembelajaran berlangsung dan bertujuan untuk mengidentifikasi adakah miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMA kelas XI untuk materi sistem saraf. Pentingnya penelitian ini, karena belum banyak penelitian pendidikan biologi yang menggunakan teknik CRI untuk mendeteksi miskonsepsi siswa SMA kelas XI pada materi Sistem Saraf Manusia. Sehingga diperlukan penelitian identifikasi miskonsepsi sebagai sumber data untuk mengevaluasi sistem pengajaran dan metode pengajaran. Penelitian ini juga berguna untuk memberikan rekomendasi bagi para guru dan mencari bentuk remediasi program pembelajaran materi sistem saraf. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif . Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 78 orang siswa kelas XI SMA, yang diambil dari kelas dan diajar oleh 2 orang guru yang berbeda. Pengumpulan data dijaring dengan menggunakan instrument soal tes CRI dengan bentuk pilihan ganda yang diberikan sebagai pre test dan post test sebanyak 30 soal. Penguatan hasil data yang di dapat, dilanjutkan dengan wawancara siswa dan guru. Peneliti juga melakukan observasi pada saat pembelajaran materi sistem saraf di kelas. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan persentase berdasarkan penghitungan nilai CRI yang didapat. Hasil dari penelitian ini di dapat, terjadi miskonsepsi pada beberapa sub materi sistem saraf yang menjadi fokus pembelajaran dan fokus materi belajar. Miskonsepsi yang didapat adalah hasil penelitian menunjukkan adanya miskonsepsi pada fungsi dan struktur sel saraf sebesar 4,85%, mekanisme impuls saraf sebesar 4,37%, sistem saraf pusat sebesar 2,93%, mekanisme gerak refleks sebesar 4,10%, sistem saraf tepi sebesar 7, 21% dan gangguan serta kelainan pada sistem saraf sebesar 9,21%. Kesimpulannya: sebagian kecil siswa mengalami miskonsepsi pada sistem saraf pusat, sebagian besar siswa mengalami miskonsepsi pada konsep neuron, konsep fungsi akson, konsep fungsi neuron sensorik dan cara kerja saraf simpatik, serta cukup besar siswa mengalami miskonsepsi pada konsep sistem saraf tepi manusia.
Fenomena Lokal “Mata Biru” di Pulau Siompu Sebagai Sumber Belajar Biologi Slamet, Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.202 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pewarisan sifat gen mata biru di Pulau Siompu. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus tentang pewarisan gen mata biru di Desa Kumbewaha Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan. Subjek penelitian adalah suatu keluarga yang memiliki keturunan bermata biru. Prosedur penelitian sebagai berikut : (1) pra-observasi; (2) observasi kepada keluarga utama; (3) membuat peta silsilah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada keluarga utama dan beberapa keluarga lain yang mendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata biru merupakan faktor keturunan, diwarisi dari parentalnya dan ditentukan oleh gen autosomal resesif. Hasil penelitian ini dianalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi SMA kelas XII materi Pola-pola Hereditas untuk mencapai Kompetensi Dasar : menerapkan prinsip hereditas dalam mekanisme pewarisan sifat. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan contoh pola-pola pewarisan sifat pada manusia.
Kemampuan Technological Content Knowledge (TPK) guru IPA di Sekolah Inklusi SMP Negeri 23 Surakarta Tahun Ajaran 2017 – 2018 Innaha, Ruri; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.926 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menuntut guru tidak hanya dapat menguasai bagaimana cara membelajarkan peserta didik dan menguasai materi pembelajaran, namun guru juga harus menguasai teknologi guna mempermudah pemahaman peserta didik dalam pembelajaran. TPK (Technological Pedagogical Knowledge) merupakan kemampuan guru bagaimana memfasilitasi pembelajaran peserta didik dengan menggunakan teknologi. Kemampuan TPK ini sangat penting bagi guru , khususnya bagi guru sekolah inklusi yang mengajar peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan TPK (Technological Pedagogical Knowledge) Guru IPA di Sekolah Inklusi SMP Negeri 23 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif , dengan teknik pengambilan sampel guru dilakukan secara purposive sampling dan mengambil 3 RPP dari masing-masing guru. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu kemampuan TPK guru IPA di sekolah inklusi SMP Negeri 23 Surakarta 25% yang termasuk dalam kategori tidak baik.
Pengaruh Blended Learning Berbasis Scaffolding terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Konsep Substansi Genetika Murni, Dewi; Hodijah, Siti Romlah Noer
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.75 KB)

Abstract

Substansi genetika merupakan salah satu konsep yang dianggap sulit oleh mahasiswa. Hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar mahasiswa. Sifat konsep yang abstrak dan terbatasnya waktu perkuliahan diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar. Pendekatan pembelajaran scaffolding diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar karena memungkinkan mahasiswa membangun sendiri pengetahuannya dengan adanya bantuan dosen secara bertahap. Pembelajaran scaffolding dapat diaplikasikan melalui blended learning. Pembelajaran ini mengkombinasikan (blended) perkuliahan formal di kelas dengan pembelajaran virtual class yang diakses melalui internet dengan memanfaatkan fasilitas komputer, leptop dan smartphone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh blended learning terhadap hasil belajar mahasiswa pada konsep substansi genetika. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap blended learning. Perangkat pembelajaran blended learning dikembangkan dengan menggunakan software Moodle. Subjek penelitian adalah 85 mahasiswa yang mengontrak mata kuliah biologi umum pada semester Ganjil, tahun ajaran 2015/ 2016. Scaffolding diberikan dalam bentuk video dan Lembar Kerja Mahasiswa melalui virtual class pada web bioedu-untirta. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan desain one group pretest-postest. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar mahasiswa adalah soal tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda. Untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap blended learning, digunakan lembar angket. Data hasil belajar mahasiswa diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes adalah 59,2, sedangkan rata-rata nilai postes adalah 76,0. Sebagian besar mahasiswa (43%), memiliki hasil belajar yang berada pada kategori baik. Hasil uji t menunjukkan bahwa blended learning berbasis scaffolding berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada konsep substansi genetika dengan signifikansi 0,0001. Hasil pengolahan angket menunjukkan bahwa blended learning dianggap membantu mahasiswa memahami konsep substansi genetika. Bentuk scaffolding yang dianggap paling membantu adalah video animasi tentang proses replikasi dan sintesis protein. Permasalahan yang ditemui mahasiswa dalam blended learning antara lain sulitnya melakukan log-in pada saat mengakses virtual class.