cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Estimasi Perolehan Genetik berdasarkan Uji 31 Klon Jati (Tectona grandis L.F) di Gunung Kidul Jayusman, J; Mahfudz, M; Adinugraha, Hamdan Adma; Pudjiono, Sugeng
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.624 KB)

Abstract

Pengamatan parameter genetik pertumbuhan dilakukan melalui evaluasi periodik untuk mengetahui variasi genetik karakter pertumbuhan 31 klon dari 9 populasi umur 5 tahun. Hasil evaluasi terhadap persen jadi klon cukup baik yang ditunjukkan dengan nilai rerata klon hidup sebesar 74,5%. Nilai rerata tinggi dan diameter klon adalah 9,9 m dan 10,2 cm. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara populasi tetapi antar klon yang diuji terdapat perbedaan yang nyata pada sifat tinggi dan diameter. Sedangkan heritabilitas klon (H²) tergolong rendah untuk sifat tinggi yaitu 0,3 dan sifat diameter tergolong sedang yaitu 0,52. Korelasi genetik sifat diameter dan sifat tinggi cukup kuat (rg=0,75). Prediksi nilai perolehan genetik tanaman klon jati umur 5 tahun berdasarkan penggunaan 5 klon terbaik pada sifat tinggi dan diameter masing-masing adalah 11,56% dan 19,73%.
Strategi Konservasi Sumberdaya Genetik Jenis Tanaman Potensial Mendukung Restorasi Gambut Hadiyan, Yayan; Haryjanto, Liliek
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.941 KB)

Abstract

Degradasi hutan rawa gambut (peatland) terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan terus meningkat sejak banyak terjadinya penebangan liar, kebakaran hutan dan konversi gambut untuk keperluan pertanian dan industri. Salah satu dampak buruk yang timbul, adalah hilangnya beberapa sumberdaya genetik jenis tanaman baik yang telah diketahui potensinya maupun belum. Rawa gambut menyimpan ratusan jenis tanaman, beberapa tanaman potensial baik komersial maupun untuk keperluan restorasi gambut mulai langka. Pendekatan konservasi SDG tanaman potensial pada lahan gambut dapat dilakukan secara in situ dan ex situ melalui berbagai pertimbangan, ragam bentuk aktivitas dan introduksi teknologi pendukung agar pelaksanaan program konservasi lebih efisien. Program tersebut perlu didesign untuk sekaligus mendukung Prioritas Nasional Restorasi Ekosistem Gambut. Pendekatan kemitraan/sinergitas antara lembaga pemerintah, kalangan swasta dan masyarakat dalam program konservasi SDG sudah menjadi sebuah kebutuhan.
Analisis Pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Mikrobiologi Pendidikan Biologi Universitas Jember Habibi, Mohammad Wildan; Juliana, Kartika; Suarsini, Endang; Amin, Mohamad
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.2 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknologi pada zaman sekarang ini sangat mendukung proses pembelajaran sehingga akan memudahkan seorang pendidik untuk memberikan dan menginformasikan pada peserta didiknya terkait hal tersebut. Pemanfaatan hasil penelitian dapat memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa karena informasi yang disajikan dan diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan. Selain itu, pembelajaran lebih berdayaguna karena bahan ajar disusun menurut jenjang akademik. Oleh karena itu, hasil-hasil penelitian yang relevan perlu dijadikan materi pembelajaran sehingga karya para peneliti dapat berdayaguna. Tujuan penelitian ini dapat membuat bahan ajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran matakuliah Mikrobiologi di Pendidikan Biologi Universitas Jember yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Hasil validasi oleh ahli materi Mikrobiologi yang mengatakan 90 % bahan ajar tersebut layak digunakan dalam proses pendidikan terutama yang berbasis penelitian terkini. Hasil validasi ahli media mengatakan 91% buku ajar menarik dan layak digunakan. Hasil validasi oleh 10 mahasiswa yang telah menempuh matakuliah Mikrobiologi menunjukkan rata-rata 80 % mahasiswa setuju penggunaan bahan ajar tersebut untuk proses pembelajaran. Pengembangan bahan ajar matakuliah Mikrobiologi dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) yang nantinya akan dibuat sangat mendukung proses pembelajaran dan memberikan wawasan terkini pada mahasiswa.
Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kreativitas Keterampilan Proses Sains Risnani, Listika Yusi; Subali, Bambang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.456 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kreativitas keterampilan proses sains (KPS) peserta didik kelas X pada materi ekosistem dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain nonequivalent (pretest-posttest) control group design Penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas X SMA N 2 Banguntapan, Bantul pada Februari-Mei 2015. Populasi yang digunakan berupa infinite population dengan sampel sebanyak 41 peserta didik yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas X1 (kelas eksperimen) dan kelas X3 (kelas control). Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi dengan instrument berupa tes tertulis non objektif dan lembar observasi. Tes tertulis non objektif digunakan untuk menghimpun data kreativitas keterampilan dasar (basic skills) dan keterampilan menginvestigasi (investigative skills). Lembar observasi digunakan sebagai pedoman obeservasi keterlaksanaan sintaks model PBL. Data dianalisis menggunakan analisis covariat (ANCOVA) dengan kovariat berupa pretest kreativitas dalam KPS pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL berpengaruh sangat signifikan dalam meningkatkan kreativitas keterampilan dasar (basic skills) pada taraf signifikansi 0,05 (0,00) dan keterampilan menginvestigasi (investigative skills) pada taraf signifikansi 0,05 (0,00). Simpulan penelitian ini adalah bahwa model PBL berpengaruh sangat signifikan dalam meningkatkan kreativitas keterampilan proses sains (KPS) pada materi ekosistem dan pencemaran lingkungan peserta didik kelas X yang memiliki karakteristik yang sama dengan kelas X SMA N 2 Banguntapan, Bantul.
Potensi Aksesi Lokal Jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv) Sebagai Pangan Alternatif di Lahan Kering Pulau Sumba NTT Rini, Dwi Setyo
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.978 KB)

Abstract

Pulau Sumba merupakan salah satu pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau ini beriklim kering dimana sebagian besar topografinya merupakan perbukitan atau bergunung-gunung yang didominasi oleh padang rumput savanna. Kondisi alam yang demikian ini ditambah dengan rendahnya curah hujan di Pulau Sumba menjadikan masyarakat setempat kerap kali dilanda bencana kelaparan. Hal ini diperparah dengan tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan padi dan jagung sebagai pangan pokok. Padahal, Pulau Sumba kaya akan sumber daya hayati lokal yang dapat dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras atau jagung. Salah satu aksesi lokal sumber daya hayati yang dapat dikembangkan sebagai pangan alternatif di Pulau Sumba adalah jewawut (Setaria italica (L.)P.Beauv). Hasil pengamatan yang dilakukan di Pulau Sumba menunjukkan bahwa jewawut dapat tumbuh di semua elevasi permukaan tanah, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Saat ini, jewawut hanya dibudidayakan oleh masyarakat setempat dalam skala kecil mengingat funsinya hanya sebagai pangan pendamping saja. Jewawut sebenarnya mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi untuk dapat difungsikan sebagai pangan alternatif bagi masyarakat Pulau Sumba. Hasil analisa proksimat jewawut lokal asal Pulau Sumba menunjukkan bahwa jewawut mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi dan juga kaya akan protein, kalsium, dan fosfor. Kemampuan jewawut untuk dapat tumbuh dengan baik di lahan kering Pulau Sumba dan ditunjang dengan kandungan nutrisinya yang cukup tinggi menjadikan tanaman ini berpotensi untuk dapat ditingkatkan statusnya dari hanya sebagai pangan pendamping menjadi pangan alternatif pengganti beras dan jagung bagi masyarakat Pulau Sumba.
Pengaruh Pupuk Terhadap Pertumbuhan Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L) dibawah Pengaruh Cekaman Kekeringan Rini, Dwi Setyo; Utami, Ning Wikan
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.988 KB)

Abstract

Rosela (Hibiscus sabdariffa L) merupakan salah satu jenis tanaman herba tahunan yang dibudidayakan untuk diambil bunganya. Bunga rosela pada umumnya berwarna merah tua kehitaman dan tidak berbau harum. Dikarenakan kandungan nutrisi serta senyawa kimia pada bunga rosela yang sangat baik untuk kesehatan, masyarakat luas mengolah bunga rosela menjadi berbagai macam produk minuman seperti teh dan sirup serta dapat juga digunakan sebagai bahan pembuatan produk makanan. Rosela tentunya juga berpotensi untuk dapat dikembangkan sebagai tanaman budidaya di lahan kering. Namun demikian, lahan kering yang saat ini luasannya mencapai lebih dari 191 juta ha di Indonesia merupakan salah satu faktor pembatas bagi peningkatan produktivitas tanaman. Hal ini dikarenakan cekaman kekeringan di lahan tersebut dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga menurunkan hasil produksi tanaman. Untuk itu, penelitian mengenai penggunaan pupuk terhadap pertumbuhan rosela dibawah pengaruh stres kering dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk dalam mengatasi cekaman kekeringan pada media tumbuh tanaman rosela. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengap) faktorial dengan 2 macam faktor perlakuan yaitu, komposisi pupuk dan perlakuan stres kering, dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan pemberian pupuk terdiri dari 3 taraf, yaitu hanya tanah saja, tanah + pupuk kompos (1:1), dan tanah + pupuk kompos + pupuk kandang (2:1:1). Perlakuan stres kering diberikan dalam bentuk interval penyiraman dan terdiri dari 4 taraf, yaitu disiram setiap hari, setiap dua hari sekali, setiap tiga hari sekali, dan setiap empat hari sekali. Pengamatan terhadap indeks toleran dan indeks sensitivitas tanaman rosela terhadap stres kering menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik berkolerasi positif terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman rosela dibawah pengaruh cekaman kekeringan.
Profil Soal Buatan Guru Biologi berdasarkan Taksonomi Bloom di SMA Muhammadiyah Surakarta Hariyatmi, H; Marsiyah, Fitri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.993 KB)

Abstract

Soal buatan guru merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil soal buatan guru Biologi berdasrkan Taksonomi Bloom di SMA Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi soal buatan guru Biologi dan diperkuat wawancara kepada guru Biologi di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Soal yang diteliti adalah soal buatan guru kelas X, XI, dan XII. Soal diidentifikasi berdasarkan ranah taksonomi Bloomdan kaidah penulisan. Hasil penelitian diperoleh bahwa profil soal buatan guru Biologi SMA Muhammadiyah 1 Surakarta yaitu soal mudah (55,5%); sedang (31,9%); dan sukar (12,6%). Kaidah penulisan soal buatan guru meliputi jawaban singkat 80%, uraian 76% termasuk sesuai kaidah penulisan. Dengan demikian dapat simpulan yang dapat dikemukakan adalah bahwa profil soal buatan guru Biologi SMA Muhammadiyah Surakarta semester gasal Tahun Ajaran 2015-2016 adalah soal yang dibuat adalah soal jawaban singkat dan uraian dengan katagori mudah (55,5%), sedang (31,95), dan sukar (12,6%), serta kaidah penulisan soal uraian termasuk baik.
Pengukuran Kemampuan Kreatif Siswa Kelas X SMAN 1 Jatinangor dalam Praktek Pembuatan Tempe pada Konsep Materi Jamur Nani, Tati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.726 KB)

Abstract

Penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan sejauh mana kemampuan kreatif siswa dapat diukur melalui praktek pembuatan tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali kemampuan kreatif siswa dalam kegiatan praktikum pembuatan tempe pada konsep materi jamur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain kelas Pre-test and Post-test Group. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Jatinangor dengan sampel sebanyak satu kelas yang didasarkan pada nilai rata-rata mata pelajaran biologi yang sama. Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada waktu tes awal dan tes akhir yang diakukan setelah proses pembelajaran dilaksanakan serta menggunakan indikator kemampuan kreatif. Dari hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata pre-test sebesar 5,23 dan hasil rata-rata post-test sebesar 9,54. Selain itu, diperoleh data kemampuan kreatif dari aspek kelancaran sebesar 68,57 %, aspek keluwesan sebesar 51,43 %, aspek orisinalitas sebesar 11,43 %, aspek elaboratif sebesar 28,57 %. Dilihat secara keseluruhan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan praktikum dapat meningkatkan kemampuan kreatif siswa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Animalia Menggunakan Identification Cue Card Dalam Kaitannya dengan Kemampuan Retensi dan Keterampilan Komunikasi Siswa SMA (Studi Pendahuluan) Maesaroh, Tika; Hernawati, H
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.543 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan (Reasearch & Development) ini bertujuan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut dalam menyusun perangkat pembelajaran biologi melalui pemanfaatan media ICCA (Identification Cue Card of Animalia) dan mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran biologi ICCA dalam upaya meningkatkan kemampuan retensi dan keterampilan komunikasi siswa SMA pada materi Kingdom Animalia, khususnya pada materi Invertebrata submateri Arthropoda. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X IPA tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 34 orang. Ide dasar pengembangan media ICCA ini mengacu pada aturan permainan kartu kuartet yang sedikit dimodifikasi oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pada tahap pelaksanaan, setiap siswa melakukan identifikasi terhadap objek pengamatan dengan mengikuti petunjuk pada lembar kegiatan siswa. Selanjutnya, kartu ICCA diberikan pada setiap siswa dan siswa dibagi menjadi dua kelompok besar. Siswa melakukan permainan ICCA dan setiap kelompok harus mengumpulkan minimal tiga set kartu masing-masing berisi empat kartu. Selama proses pengumpulan kartu, katerampilan komunikasi siswa dinilai. Pada kegiatan penutup, siswa diberikan tes objektif secara tertulis. Kemampuan retensi siswa diukur dengan melakukan pengujian tes objektif sebanyak 20 soal pilihan ganda sebanyak tiga kali pengujian. Pengujian pertama dilakukan di akhir pertemuan materi invertebrata. Pengujian kedua dilakukan tiga minggu pasca kegiatan pembelajaran, dan pengujian ketiga dilakukan pada dua minggu selanjutnya. Skor retensi kemudian dibandingkan dengan retensi yang bisa dimiliki siswa sebanyak 21% setelah dua sampai empat minggu berdasarkan kurva lupa yang diungkapkan oleh Ebbinghaus. Adapun ketereampilan komunikasi siswa diukur melalui observasi yang dilakukan berdasarkan indikator ketercapaian keterampilan komunikasi lisan yang dikemukakan oleh Stiggin.
Isolasi dan Identifikasi Kapang Kontaminan pada Jamu Serbuk yang Dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri Asna, Putri Moortiyani Al; Mastika, Laily Maghfiro Kamil; Hastuti, Utami Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.115 KB)

Abstract

Jamu adalah obat tradisional hasil ramuan dan warisan secara turun - temurun dari nenek moyang asli masyarakat Indonesia. Jamu adalah obat yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, sari atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan dalam upaya pengobatan berdasarkan pengalaman masyarakat. Jamu serbuk pegal linu dan galian singset merupakan jamu yang paling diminati di Kota Pare Kabupaten Kediri. Seperti halnya produk makanan, jamu serbuk umumnya mengandung bahan nabati yang sensitif terhadap bahaya mikrobiologis berupa kapang kontaminan. Tujuan dari penelitian ini yaitu, (1) Identifikasi spesies kapang kontaminan pada jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri, (2) Penentuan spesies kapang kontaminan dominan pada jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri. Masing masing sampel jamu serbuk masing masing diambil 5 gram sehingga diperoleh 25 gram sampel, kemudian dilarutkan dalam 225 mL larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh larutan sampel pada tingkat pengenceran 10-1. Setelah itu dilakukan pengenceran secara bertingkat sehingga diperoleh pengenceran pada tingkat 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, dan 10-6. Sampel pada masing-masing tingkat pengenceran tersebut diinokulasikan sebanyak 0,1 mL pada medium lempeng Potato Dextrosa Agar (PDA), kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 5x24 jam. Masing-masing koloni yang berbeda diisolasi dan diidentifikasi kemudian ditentukan spesies kapang yang paling dominan. Pembuatan preparat kapang dilakukan dengan menggunakan metode slide culture. Hasil pengamatan morfologi koloni dan mikroskopis dideskripsikan untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masingmasing jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri terdapat 8 spesies kapang kontaminan, yaitu Aspergillus ochraceous Wilhelm, Aspergillus niger van Tieghem, Aspergillus parasiticus Speare, Aspergillus tamarii Kita, Aspergillus terreus Thorn, Cladosporium herbarum (Pers.) Link ex Gray, Eurotium chevalieri Mangin, dan Penicillium paraherquei Abe ex. G. Smith. Kapang kontaminan paling dominan pada jamu serbuk yaitu Aspergillus niger van Tieghem.