cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Variasi Rendemen Minyak Mentah Malapari (Pongamia pinnata L) berdasarkan Provenans Jayusman, J; Pudjiono, Sugeng
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.878 KB)

Abstract

Malapari (Pongamia pinnata L) dikenal sebagai jenis potensial penghasil biofuel untuk sumber energi terbarukan. Untuk mendukung penyiapan populasi pemuliaan telah dilakukan eksplorasi materi genetik, analisis dimensi berat buah dan biji serta analisis rendemen minyak mentah dari tiga lokasi sebaran alaminya di TN Ujung Kulon-Banten, Batu Karas-Jawa Barat dan TN Alas Purwo-Jawa Timur. Buah hasil eksplorasi di ekstraksi untuk mengeluarkan biji dari polongnya. Ekstraksi rendemen minyak mentah menggunakan teknik SPE (screw press expeller) dengan lima kali pengepresan. Hasil pengamatan rendemen minyak mentah menunjukkan adanya variasi yang tidak terlalu lebar dengan provenans TN Ujung Kulon menghasilkan nilai terbesar (15,59%) diikuti Provenans TN Alas Purwo (14,49)% dan Provenans Batu Karas (13,13%). Variasi dimensi berat biji dan jumlah biji sangat beragam berdasarkan provenans. Teknik SPF dengan 5-7 kali pengepresan hasilnya belum optimal dalam mengeluarkan kandungan minyak mentah dari biji, hal ini ditunjukkan masih terdapat sisa minyak mentah yang melekat di bungkil (ampas biji) setelah pengepresan selesai. Berdasarkan informasi tingkat rendemen minyak metah (crude oil), tingkat aksesibilitas lokasi, potensi tegakan dan luas area provenans maka materi genetik dari provenans TN Ujung Kulon ditetapkan menjadi sumber materi genetik untuk pembangunan tegakan benih provenans. Basis provenans menjadi salah satu pertimbangan utama dalam strategi pemuliaan malapari untuk efisiensi distribusi dan pengelolaan bahan penanaman malapari pada skala operasional di lapangan.
Strategi Pemuliaan Kemenyan Bulu (Styrax benzoine var hiliferum) Jayusman, J; Fiani, Ari
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.658 KB)

Abstract

Standard harga getah kemenyan sampai saat ini masih bertumpu kelas mutu berdasarkan bentuk, besar butiran dan warna getah. Kondisi tersebut menyebabkan nilai getah kemenyan bulu (Styrax benzoine var hiliferum) yang memiliki bentuk dan warna getah pada kelas medium memiliki nilai jual lebih rendah jika dibandingkan kualitas getah kemenyan Durame (Styrax benzoine var dryand) dan kemenyan Toba (Styrax paralleloneurum Perk). Upaya perbaikan standard harga getah berbasis kandungan asam sinamat hingga saat ini masih terus digulirkan untuk keadilan nilai jual getah di masyarakat. Asam sinamat merupakan komponen utama getah kemenyan, sehingga kadar asam sinamat menjadi unsur utama untuk pengelompokan kualitas getah baru diikuti sifat – sifat lainnya seperti kadar kotoran, kadar abu dan titik leleh. Kandungan asam sinamat kemenyan bulu sebesar 15,4% dan dalam SNI:7940 termasuk kelas Mutu C. Kualitas mutu tersebut masih dapat ditingkatkan melalui perbaikan kualitas getah dan produksi getah melalui perbaikan manajemen budidaya dengan menggunakan benih unggul dan penerapan silvikultur intensif. Peran pemuliaan pohon dalam upaya tersebut sangat penting diintegrasikanmelaluipenetapan (1) strategi breeding yang tepat, (2) penerapan metode breeding yang mudah dilakukan serta (3) penerapan teknik breeding yang secara operasional dijamin dapat dipenuhi. Kegiatan pemuliaan tanaman merupakan solusi yang cukup prospektif untuk dikembangkan, mengingat telah ditemukannya beberapa kandidat pohon induk dengan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata.Rekomendasi dalam bentuk bagan alir strategi breeding Styrax benzoine var hiliferumberbasis optimalisasi kandungan asam sinamat secara spesifik ditetapkan, dan menjadi baseline data(data pijakan) bagi tim pemulia dalam operasionalnya.
Uji Awal Kemampuan Acanthus montanus sebagai Fitoremediasi Detergen Ilham, Mochammad; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.771 KB)

Abstract

Kebun Raya Purwodadi adalah lembaga konservasi tumbuhan ex-situ yang yang bertujuan untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.. Salah satu upaya pemanfaatan tumbuhan dalam solusi permasalahan lingkungan adalah dengan metode fitoremediasi. Pencemaran yang dihasilkan oleh kegiatan manusia seperti limbah cair domestik yang terbuang ke saluran atau perairan dapat dikurangi dan dipulihkan kualitasnya mengunakan tumbuhan air. Salah satu tumbuhan yang berpotensi adalah Acanthus montanus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal jenis Acanthus montanus dalam fitoremediasi limbah detergen. Penelitian dilakukan di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI pada 27 Desember 2019 s/d 7 Januari 2020. Metode penelitian berupa eksperimental, dengan 2 tahap yaitu RFT (Range Finding Test) dan Tahap Pelaksaan Fitoremediasi. Hal yang diamati berupa penurunan permukaan media air, penurunan pH medium, pengukuran suhu dan kelembaban udara serta perubahan morfologi tumbuhan. Hasil pengujian awal fitoremediasi dengan Acanthus monthanus mampu menurunkan level ketinggian permukaan air, menurunkan pH, dan terdapat perubahan morfologi pada tumbuhan seperti daun cenderung layu dan warna yang semula hijau menjadi kekuningan dan timbul bercakbercak coklat kehitaman. Bagian batang yangawalnya tegak menjadi tidak tegak. Pada konsentrasi diatas 50 g/l tanaman mengalami kematian.
Kinerja Hati pada Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Ningsih, Kevita Widya; Suthama, Nyoman; Wahyono, Fajar; Krismiyanto, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.905 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serum glutamate oksaloasetat transaminase, serum glutamat piruvate transaminase dan persentase bobot hati yang diberi perlakuan ekstrak buah mengkudu sebagai pengganti antibiotik dalam ransum ayam broiler. Ternak yang digunakan adalah ayam broiler sebanyak 144 ekor dengan rata-rata bobot badan 196 ± 10 gram. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 6 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 (ransum kontrol ), T1 (ransum + zink bacitracin 0,04%), T2 (ransum + tepung buah mengkudu 1,5%), T3 (ransum + ekstrak buah mengkudu 0,04%), T4 (ransum + ekstrak buah mengkudu 0,08%) dan T5 (ransum + ekstrak buah mengkudu 0,12%). Parameter yang diukur berupa kadar SGOT, SGPT dan bobot hati. Data dianalisis ragam dan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mengkudu nyata menurunkan kadar SGOT dan SGPT tetapi tidak terhadap persentase bobot hati ayam broiler. Kesimpulan penelitian yaitu penambahan ekstrak buah mengkudu pada level 0,12% (T5) dapat digunakan dalam ransum ayam broiler sebagai pengganti antibiotik.
Gambaran Indeks Entomologi Vektor Demam Berdarah Dengue Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat Murni, M; Maksud, Malonda; Risti, R; Nelfita, N; Mustafa, Hasrida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.367 KB)

Abstract

Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah endemis DBD. Kasus DBD di Sulawesi Barat berjumlah 52 kasus dengan Incidence Rate (IR) sebesar 7,78 per 100.000 penduduk. Studi ini merupakan bagian dari penelitian multicenter “Peta Kerentanan nyamuk Aedes aegypti di Indonesia Tahun 2015”. Studi ini bertujuan mengetahui gambaran indeks entomologi di Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat dengan desain potong lintang. Survei jentik dilakukan dengan metode single larva. Hasil studi menunjukkan HI 37,3%, CI 11,6%, BI 52,33, dan ABJ 62,7 %. Analisis resiko penularan dengue berdasarkan index jentik dengan nilai Densitiy figure HI> 1, CI >1; BI > 5. Hasil ini menjelaskan kepadatan jentik per rumah (house index) dan kepadatan jentik per kontainer (container index) berdasarkan Density Figure (DF) tergolong sedang. Angka bebas jentik (ABJ) hanya mencapai 62,7% masih di bawah standar program nasional yaitu kurang dari 95%.
Pemanfaatan Biji Jewawut dan Kacang Tanah sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Misellium Bibit F1 Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Jamur Kuping (Auricularia auricula) Khoirunnisa, Laila Fauziah; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.854 KB)

Abstract

Biji jewawut dan kacang tanah memiliki kandungan utama yang berupa karbohidrat , protein, lemak dan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif pertumbuhan misellium pada bibit F1 jamur tiram dan jamur kuping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan misellium bibit F1 jamur tiram dan jamur kuping pada media alternatif biji jewawut dan kacang tanah. Metode digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dua faktor yaitu faktor 1 jenis indukan jamur (jamur tiram dan jamur kuping), faktor 2 yaitu jenis media alternatif berupa biji jewawut dan kacang tanah. Parameter yang diukur adalah kecepatan pertumbuhan misellium dan warna misellium. Pada pengamatan hari ke 7, pertumbuhan misellium paling cepat yaitu 5,3 cm pada perlakuan jamur tiram media biji jewawut (J1M1) dengan warna misellium putih. Sedangkan pertumbuhan misellium paling lambat yaitu 1,6 cm pada perlakuan jamur kuping media biji jewawut (J2M1) dengan warna misellium putih. Pada pengamatan hari ke 14, pertumbuhan misellium paling cepat yaitu 6,1 cm pada perlakuan jamur tiram media biji jewawut (J1M1) dengan warna misellium putih kehijauan, sedangkan pertumbuhan misellium paling lambat yaitu 2,6 cm pada perlakuan jamur kuping media biji jewawut (J2M1) dengan warna misellium putih. Berdasarkan hasil yang diperoleh misellium jamur tiram dan jamur kuping dapat tumbuh pada media biji jewawut dan kacang tanah.
Potensi Jamur Konsumsi di Indonesia Sebagai Imunomodulator Guna Menjaga Sistem Imun dalam Menghadapi Covid-19 Astari, Nilam; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.025 KB)

Abstract

Jamur atau fungi merupakan organisme eukaryotik, berspora, tidak berklorofil, bereproduksi secara seksual dan aseksual. Jamur berdasarkan ukuran tubuhnya dibedakan menjadi dua, yaitu jamur makroskopis dan jamur mikroskopis. Selain berfungsi sebagai dekomposer, jamur khususnnya yang makroskopis edible juga dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan dan imunomodulator. Imunomodulator merupakan senyawa yang dapat membantu memperbaiki fungsi sistem imun. β-glucan pada jamur dapat meningkatkan aktivitas fagositosis dan produksi sitokinin, mengaktivasi sistem imunitas seluler dan humoral, meningkatkan aktivitas anti mikroba dari sel mononuklear dan neutrofil serta meningkatkan aktivitas fungsional dari makrofag.Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah mengkaji potensi jamur konsumsi di Indonesia sebagai imunomodulator guna menjaga sistem imun dalam menghadapi covid-19. Metode penulisan yang digunakan didasarkan pada kajian beberapa literatur seperti hasil penelitian relevan skripsi, jurnal-jurnal baik nasional maupun internasional kemudian diambil ringkasan dari sumber tersebut dan di jadikan satu menjadi bahan bacaan. Simpulan dari artikel ilmiah ini yaitu jamur konsumsi di Indonesia mengandung zat aktif β-glucan, asam ganoderik, triterpenoid, dan lentinan yang memiliki efek imunomodulator sehingga berpotensi dapat menekan penyebaran virus covid-19.
Tingkat Kepadatan Jentik Aedes di Pemukiman Warga Endemis DBD Kecamatan Turikale Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan Hidayah, Nurul; Mesatoding, Octaviani; Srikandi, Yuyun
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.279 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kedua dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara wilayah endemis. Jumlah kasus DBD keseluruhan tercatat sebanyak 1.213.324 selama 10 tahun terakhir. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari lima belas provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus DBD terbanyak selama periode tahun 2008-2017. Turikale merupakan salah satu wilayah dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kepadatan jentik nyamuk Aedes menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian DBD tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes pada tempat perkembangbiakan nyamuk di pemukiman warga di Perumahan Tumalia, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah dengan kasus DBD yang tinggi setiap tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019 dengan desain penelitian observasional. Survei dilakukan pada 150 rumah yang dipilih secara acak. Pada penelitian dilakukan pengukuran parameter indeks jentik, yaitu Container Index (CI), House Index (HI) dan Breteau Index (BI). Hasil penelitian ditemukan 58 rumah positif jentik. Hasil pengukuran parameter indeks jentik di lokasi penelitian diperoleh nilai CI sebesar 12,3%, HI sebesar 38,7% dan BI sebesar 57,3. Berdasarkan hasil pengukuran parameter jentik, tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes di Kecamatan Turikale termasuk dalam kriteria tinggi. Hal tersebut menjadi informasi yang penting sebagai kewaspadaan dini bagi masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah tersebut.
Pemanfaatan Curcuma longa dan Kaempferia galanga Sebagai Bahan Pembuatan Jamu "Beras Kencur" Bagi Ibu Pasca Persalinan Muhamad Jalil
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.433 KB)

Abstract

Tradisi minum jamu beras kencur masih ditemukan di Desa Waymuli Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan karakteristik tanaman rimpang sebagai bahan untuk membuat jamu beras kencur bagi ibu pasca persalinan; (2) menjelaskan pengetahuan masyarakat lokal pembuatan jamu beras kencur bagi ibu pasca persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif. Waktu pelaksanaan yaitu berlangsung tanggal 11-31 Januari 2019. Data penelitian diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode triangulasi. Hasil penelitian: (1 Rimpang Curcuma longa dan Kaempferia galanga digolongkan keluarga Zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat pengering luka pasca persalinan. (2) Bahan jamu beras kencur berupa: 9 rimpang kencur, 3 rimpan kunyit, ½ sendok teh beras, dan sedikit garam; pembuatan dengan cara ditumbuk sampai halus, kemudian disaring sehingga diperoleh sari jamu beras kencur; dan asas manfaat jamu beras kencur berdasarkan kepercayaan masyarakat lokal adalah dapat mempercepat luka, memperlancar ASI, menghilangkan rasa pegal pasca kelahiran.
Agen Desorpsi Terbaik pada Regenerasi Batu Apung Sungai Pasak untuk Penyisihan Amonium (NH4+) dalam Air Pratiwi, Ningsih Ika; Indah, Shinta; Helard, Denny
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.432 KB)

Abstract

Batu apung dikenal sebagai material low-cost yang memiliki struktur berpori sehingga berpotensi sebagai adsorben untuk menyisihkan senyawa polutan dalam air, seperti amonium yang hadir sebagai dampak aktivitas industri, pertanian maupun domestik. Keberadaan batu apung yang melimpah terdapat di daerah Sungai Pasak dan hingga saat ini belum dimanfaatkan. Kemungkinan adanya regenerasi dari adsorben yang telah digunakan merupakan keuntungan proses adsorpsi sebagai salah satu teknologi ramah lingkungan. Regenerasi dapat dilakukan melalui proses desorpsi sehingga reuse dapat diterapkan terhadap adsorben dan recovery terhadap senyawa yang disisihkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui agen desorpsi terbaik yang berguna untuk regenerasi, yaitu memperpanjang masa pakai batu apung khususnya pada proses penyisihan amonium. Regenerasi terdiri dari percobaan adsorpsi dan desorpsi dengan metode batch sebanyak 2 kali reuse menggunakan kondisi optimum yang diperoleh, terdiri dari pH, waktu kontak, ukuran serta dosis batu apung yang diaplikasikan pada larutan artifisial dan sampel. Proses desorpsi menggunakan agen desorpsi asam (HCl), netral (akuades) dan basa (NaOH). Percobaan pada larutan artifisial amonium 4 mg/l menghasilkan HCl sebagai agen desorpsi terbaik dengan kapasitas adsorpsi tertinggi, yaitu reuse I 6,335 mg/g serta reuse II 6,018 mg/g dengan efisiensi penyisihan rata-rata 46,324%. Agen HCl juga memberikan % desorpsi tertinggi pada proses desorpsi I dan II sebesar 89,734% dan 88,048%. Percobaan juga dilakukan terhadap sampel air tanah dekat area pertanian dengan % desorpsi pada desorpsi I dan II yaitu 87,875% dan 86,892%, dengan kapasitas adsorpsi saat reuse I dan II adalah 1,889 mg/g dan 1,845 mg/g. Hasil penelitian menunjukkan agen terbaik untuk regenerasi batu apung yaitu asam (HCl) dengan kemampuan hingga 2 kali reuse dengan nilai efisiensi penyisihan dan kapasitas adsorpsi hampir sama dengan nilai adsorpsi awal, sehingga memungkinkan untuk dilakukan reuse selanjutnya. Potensi batu apung Sungai Pasak ini dapat dimanfaatkan dalam pengolahan air tanah maupun air limbah dengan kandungan amonium yang rendah.