cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Model Rancangan Penambangan Pasir di Hulu Sungai Gunung Berapi dalam Rangka Normalisasi Fungsi Sungai yang Berwawasan Mitigasi Bencana dan Konservasi Sumberdaya Air Nusanto, Gunawan; Nurkhamim, N
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.331 KB)

Abstract

Deposit pasir dan batu hulu sungai di lereng gunung berapi merupakan “renewable resources”. Baik dalam rangka pemanfaatan ataupun normalisasi sungai , pada umumnya pola penambangannya pada musim kemarau sering tidak memperhatikan konservasi sumberdaya air, sedangkan pada musim hujan kurang memperhatikan ancaman bencana banjir lahar. Tujuan penelitian ini adalah merancang model penambangan yang berwawasan mitigasi bencana banjir dan konservasi sumberdaya air. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan merancang penambangan dengan sistim blok, membuat kolam konservasi air, membuat area evakuasi di jalan angkut tambang. Kasus di Sungai Senowo, Desa Krinjing, Dukun, Kecamatan Magelang, analisis kestabilan lereng dengan metode Bishop menunjukkan bahwa material soil yang bercampur pasir pada tebing sungai dalam kondisi stabil. Hal ini ditunjukkan dengan Faktor Keamanan (1,403 - 2,675). Mengingat sungai di daerah kajian bertebing tinggi maka, keberadaan analisis ini akan dugunakan sebagai dasar dalam perencanaan tebing area evakuasi dan jalan tambang. Area tambang hanya diijinkan di palung sungai. Blok tambang dirancang sekitar 150 meter dengan kolam konservasi. Jalan tambang atau jalan evakuasi dibuat 3 kali lebar truk, sedangkan dimensi area evakuasi adalah sebagai berikut; panjang : (lebar truk x n) + (1x n) meter dan lebar (1,5 x panjang truk). Lokasi area evakuasi dirancang pada ketinggian minimal 2 meter diatas tinggi muka air banjir. Pada lokasi penelitian, area evakuasi dirancang pada elevasi 814 m dpl pada area dekat checkdam hilir dan elevasi 868 m dpl untuk area dekat checkdam hulu.
Pengaruh Pemberian Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA untuk Memacu Terbentuknya Kantong Pada Tanaman Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) secara In Vitro Nuryadin, Egi; Kamil, Popo Musthofa
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.155 KB)

Abstract

Nepenthes mirabilis di Indonesia termasuk tanaman langka dan tanaman yang dilindungi termasuk dalam Convention on International Trade of Endangered Species (CITES) tanaman ini tergolong hampir punah dan langka. Potensi yang dimiliki Nepenthes mirabilis ini sangat besar, sehingga memerlukan adanya upaya konservasi untuk melestarikan Nepenthes mirabilis. Salahsatu upaya konservasi untuk perbanyakan tanaman Nepenthes mirabilis yaitu dengan kultur secara in vitro. Penerapan kultur in vitro merupakan solusi yang tepat untuk perbanyakan tanaman kantong semar (Nepenthes mirabilis) untuk tetap melestarikan keberadaannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP dan NAA untuk memacu terbentuknya kantong pada tanaman kantong semar (Nepenthes mirabilis) secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental nyata (True-experimental) dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial yang terdiri dari 16 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga jumlah plot percobaan sebanyak 48. Konsentrasi BAP yaitu 0M, 4M, 8M, 12M dan konsentrasi NAA 0M, 0,5M, 1M, 1,5M. Parameter yang diukur yaitu jumlah daun, jumlah kantong, jumlah akar dan tinggi tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova : Analysis of Variance) dengan tingkat kepercayaan 95% atau uji F dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara BAP dan NAA dapat memacu terbentuknya kantong pada tanaman kantong semar (Nepenthes mirabilis) pada konsentrasi 8 M BAP dan 0,5 M NAA.
Pemanfaatan Biji Nangka sebagai Bahan Dasar Nata dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Nanas dan Sumber Nutrisi Kacang Tunggak Lestari, Endang Puji; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.277 KB)

Abstract

Nata merupakan produk pangan hasil fermentasi menyerupai gel dari bahan yang mengandung gula dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Inovasi produk nata menggunakan biji nangka sebagai sumber karbon dan substart dengan penambahan ekstrak nanas sebagai pengatur keasaman dan kacang tunggak sebagai sumber nitrogen. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar protein terlarut dan organoleptik nata biji nangka dengan variasi konsentrasi ekstrak nanas dan sumber nutrisi kacang tunggak. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak nanas ( 9%, 11% dan 13%) dan faktor kedua sumber nutrisi kacang tunggak ( 15% dan 17%) dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein terlarut nata tertinggi pada perlakuan N2K1 (ekstrak nanas 11% dan kacang tunggak 15%) sebesar 0,154% dan nata terbaik pada perlakuan N2K2 (padat, putih keruh, cukup asam dan paling disukai) dengan ketebalan 0,775 cm dan rendeman 29%.
Sekolah Adiwiyata untuk Menumbuhkan Perilaku Green Consumption pada warga sekolah SMP Negeri 1 Wajak Nada, Hana Naqiyya; Fajarningsih, Rhina Uchyani; Astirin, Okid Parama
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.916 KB)

Abstract

Manusia cenderung lalai bahwa mereka berkontribusi sebagai penghasil limbah dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Konsumen yang tahu dan peduli terhadap konsekuensi pada lingkungan akan memilih bahan ramah lingkungan serta lebih bijak dalam berperilaku konsumsi. Pendidikan merupakan faktor yang sangat signifikan dalam mempengaruhi perilaku konsumsi berwawasan lingkungan atau yang disebut “Green Consumption”. Sekolah Adiwiyata menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) yang mencakup pembelajaran terkait konservasi air, konservasi energi, kebersihan dan pengelolaan sampah. Sekolah Adiwiyata diharapkan menjadi stimulus yang tepat dalam menumbuhkan perilaku “Green Consumption” pada warga sekolah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektifitas Sekolah Adiwiyata terhadap perilaku “Green Consumption” warga sekolah SMP Negeri 1 Wajak sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri. Selain itu, mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan sekolah untuk menumbuhkan perilaku “Green Consumption”. Pengambilan datapenelitian menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 10% dari keseluruhan siswa, guru serta tenaga pendidik sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan efektifitas dilihat dari Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas sekolah adiwiyata dalam menumbuhkan perilaku “Green Consumption” berada dalam kriteria cukup efektif dengan tingkat capaian 77,82%. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pembiasaan kegiatan di sekolah berpengaruh terhadap perilaku konsumsi warga sekolah sehari-hari. Warga sekolah terbiasa dengan kantin sehat sehingga lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan makanan saat di rumah atau di luar sekolah. Warga sekolah sadar akan pentingnya menghemat energi seperti listrik dan air serta paham dengan dampak pada lingkungan. Pengelolaan sampah organik dengan biopori dan pengomposan sedangkan sampah anorganik relatif sedikit karena sekolah bebas sampah plastik. Pembagian Pokja melibatkan siswa menjadi aktif dan disiplin dalam pelestarian lingkungan sekolah. Pembiasaan di sekolah diharapkan terbawa sampai lingkungan rumah dengan sosialisasi rutin pada wali murid setiap rapat. Temuan ini kemudian diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah non adiwiyata dan instansi terkait guna optimalisasi program Adiwiyata.
Deskripsi Berat Badan Ayam Broiler Strain Hubbard yang Disubtitusi Pakan dari Limbah Kulit Pisang Setyaningsih, Endang; Sarosa, Anastasia Anggi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.814 KB)

Abstract

Protein hewani merupakan salah satu bahan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Protein ini salah satunya dapat diperoleh dari daging ayam broiler. Salah satu faktor penting untuk mencapai keberhasilan produktivitas ayam broiler yaitu melalui pakannya. Pemberian pakan dengan campuran kulit pisang dapat meningkatkan konsumsi pakan ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berat badan ayam broiler strain hubbard dengan adanya subtitusi pakan dari limbah kulit pisang. Penelitian ini merupakan metode eksperimen RAL (Rancangan Acak Lengkap) pola 1 arah dengan menggunakan 25 ekor DOC yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan, dan masing-masing perlakuan 5 ulangan dengan konsentrasi 0% (kontrol), 2,5%, 5%, 7.5% dan 10% kulit pisang. Hasilnya kemudian dianalisis dengan uji One Way ANAVA (analisis varian) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil berat badan rata-rata dari P0 (0% kulit pisang)=86.086 g, P1 (2,5% kulit pisang)=89.1468 g, P2 (5% kulit pisang)=63.066 g, P3(7,5% kulit pisang)=85.12 g, dan P4(10% kulit pisang)=105.9746 g.
Ketahanan Tubuh pada Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Widiyanti, Erma; Wahyono, Fajar; Suthama, Nyoman; Krismiyanto, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.106 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.)terhadap bobot relatif bursa, timus dan limpa serta rasio heterofil-limfosit (H/L). Ternak percobaan yang digunakan adalah ayam broiler sebanyak 144 ekor dengan rata-rata bobot badan 196 ± 10 gram. Bahan yang digunakan meliputi zink basitrasin, tepung mengkudu dan ekstrak buah mengkudu. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing flock 6 ekor). Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (ransum kontrol), T1 (ransum + 0,04%zink basitrasin), T2 (ransum+ 1,5%tepung buah mengkudu), T3 (ransum + 0,04% ekstrak buah mengkudu), T4 (ransum + 0,08% ekstrak buah mengkudu), T5 (ransum + 0,12% ekstrak buah mengkudu). Pengukuran parameter diambil satu ekor ayam dari masing-masing folck. Parameter yang diamati adalah bobot relatif bursa fabrisius, timus dan limpa serta rasio heterofil-limfosit (H/L). Data dianalisis ragam dan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu berpengaruh nyata (P<0,5)meningkatkan pada bobot bursa tapi pada taraf normal, sedangkan nyata menurunkan bobot timus, berbeda halnya bobot limpa T2 nyata menurunkan tetapi T5 kembali meningkat sama dengan T0, rasio H/L T4 nyata paling tinggi sedangkan lainnya sama. Simpulan adalah penambahan ekstrak mengkudu level 0,12% (T5) dapat mempertahankan bobot relatif organ limfoid dan rasio heterofil-limfosit.
Ekologi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Kawasan Hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Utomo, Ichtiar Aji
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.919 KB)

Abstract

Penelitian tentang Ekologi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Kawasan Hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo,Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah pada Bulan April 2018. Inang Pohon Pinus (Pinus merkusii) di kawasan Hutan Girimanik karena belum banyak penelitian didaerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aksi Interaksi organisme padaPohon Pinus (Pinus merkusii) di Kawasan Hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode penelitian exploratif dan penelitian dilakukan di tempattempat yang terdapat Pohon Pinus(Pinusmerkusii) dengan ketinggian 1200 m dpl – 1450 m dpl. Dalam pengambilan sample, teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purpossive tanpa plot. Dari hasil pengambilan data terdapat 12 jenis organisme dengan jumlah total yang dapat ditemukan yaitu 179 individu yang terdiri dari 6 species Flora yaitu Epipremnum aureum (Sirih Gading), Pinalia amica (Anggrek), Usnea filipendula (Lichen), Pogonatum ciratum (Lumut Daun), Cetrelia olivetorum (Lumut), Polytricum commune (Lumut Daun),, dan 6 spesies Fauna yaitu Lasius niger (Semut Kebun Hitam), Danaus plexippus (Kupu-kupu Raja), Spirostreptus seychellarum (Keluwing), Harmonia axyridis (Kepik Harlequin),Drosophila transversa (Lalat), Lymantriidae caterpillar (Ulat Bulu).
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat dalam Konservasi Lahan Kering di Kecamatan Selo Ardiyaningrum, Ida; Budiastuti, Sri; Komariah, K
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.542 KB)

Abstract

Lahan kering mempunyai potensi sebagai salah satu sumberdaya lahan bagi pembangunan pertanian. Pemanfaatan lahan kering harus didampingi dengan usaha konservasi tanah dan air agar tidak terjadi penurunan kualitas tanah. Pendidikan dan pengetahuan seseorang menentukan sikap dalam konservasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan terhadap sikap masyarakat dalam konservasi lahan kering di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Pengambilan data penelitian menggunakan pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Distribusi tingkat pendidikan sebagian besar berpindidikan SD yaitu sebesar 74,7 %. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap konservasi lahan pada kategori tidak baik sebesar 87,9%; kurang baik sebesar 11,1%; dan baik sebesar 1%. Sikap masyarakat terhadap konservasi lahan pada kategori tidak baik sebesar 17,2%; kurang baik sebesar 59,6%; baik sebesar 20,2%, dan sangat baik sebesar 3%. Hasil uji korelasi dengan Rank Spearman menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (p=0,038; r=0,209) dan pengetahuan (p=0,001; r=0,342) berkorelasi positif terhadap sikap masyarakat. Terdapat hubunganyang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan terhadap sikap masyarakat dalam konservasi lahan. Semakin baik tingkat pendidikan dan pengetahuan, maka semakin baik pula sikap dalam konservasi lahan.
Potensi Biosida Serbuk Pelepah Pisang Kepok pada Kultur In Vitro Benih Beras Hitam Adihaningrum, Hidayah; Rahayu, Triastuti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.7 KB)

Abstract

Kontaminasi pada Teknik kultur jaringan tanaman merupakan salah satu masalah utama yang diakibatkan oleh mikroorganisme. Untuk mengatasi terjadinya kontaminasi pada media kultur dapat dilakukan dengan penambahan Plant Preservative Mixtured (PPM) sebagai biosida. Banyak bahan alami yang dapat dijadikan sebagai biosida untuk menghambat pertumbuhan mikroba salah satunya pelepah pisang kepok. Kandungan pada pelepah pisang kepok yaitu senyawa bioaktif saponin, flavonoid, tannin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, mempercepat pertumbuhan sel, dan sebagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biosida serbuk pelepah pisang kepok pada kultur in vitro benih beras hitam. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan taraf perlakuan yaitu serbuk pelepah pisang kepok dengan konsentrasi serbuk 0,30% (K1); konsentrasi serbuk 0,35% (K2); konsentrasi serbuk 0,40% (k3); konsentrasi serbuk 0,45% (K4), dalam setiap perlakuan dilakukan 4 kali pengulangan. Pembuatan biosida serbuk pelepah pisang kepok dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70% (1:10) selama 3 hari, dan diuapkan dengan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental dengan suhu 40oC, selanjutnya ekstrak kental yang didiamkan di Frezzer selama 1 hari ditambahkan serbuk laktosa dengan perbandingan 1:3 secara perlahan dan diaduk hingga homogen. Parameter yang diamati pada kultur in vitro selama 7 hari dari proses penanaman biji beras hitam yaitu presentase media yang tidak mengalami kontaminasi, tinggi batang, jumlah akar, jumlah daun, dan kondisi benih. Kondisi benih pada perlakuan K1,K2,K3,K4, K+, K- yaitu normal. Serbuk pelepah pisang kepok dengan konsentrasi 0,45% lebih efektif menghasilkan 2 helai daun, 7 buah akar, tinggi rata-rata batang 8,6 cm, dan tinggi rata-rata benih 14,70 cm dibandingkan dengan konsentrasi yang lain dan konsentrasi 0,45% dapat mencegah terjadinya kontaminasi sebesar 100% pada pertumbuhan benih beras hitam secara in vitro. Sehingga dapat disimpulkan biosida serbuk pelepah pisang kepok memiliki potensi sebagai pengganti PPM dalam pembuatan media kultur jaringan tanaman secara in vitro pada pertumbuhan benih beras hitam dengan konsentrasi ideal yaitu 0,45%.
Faktor Lingkungan Abiotik dan Kejadian Leptospirosis pada Tikus di Desa Lalombi Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah Tolistiawaty, Intan; Hidayah, Nurul; Widayati, Anis Nur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.646 KB)

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan bakteri Leptospira sp. dan bersifat zoonosis atau bisa menular dari hewan ke manusia. Reservoir utama dalam penularan Leptspirosis adalah tikus. Manusia dapat terinfeksi apabila kontak dengan urin tikus yang terinfeksi atau air dan makanan yang terkontaminasi bakteri Leptospira sp. Pada tahun 2019 dilaporkan adanya tikus yang terinfeksi leptospirosis di Kabupaten Donggala. Hal tersebut menjadi kewaspadaan karena tidak menutup kemungkinan akan terjadinya penularan ke manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tikus yang tertangkap dan parameter lingkungan abiotik di Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai November 2019 di Desa Lalombi, Kabupaten Donggala. Penangkapan tikus dilakukan selama tiga malam berturut-turut menggunakan 100 perangkap yang disebar di rumah warga dan kebun – kebun disekitar pemukiman warga. Pada penelitian juga dilakukan pengukuran parameter lingkungan abiotik, yaitu pH tanah, suhu, dan kelembaban. Hasil pemasangan perangkap didapatkan sebanyak 32 ekor tikus (trap success 10,67%). Jenis tikus yang tertangkap adalah Rattus tanezumi (32 ekor). Jumlah tikus yang terinfeksi leptospirosis sebanyak 7 ekor (21,87%). Hasil pengukuran parameter lingkungan abiotik di Desa Lalombi di daerah pemukiman warga yaitu pH tanah 6, suhu 32,05oC, dan kelembaban 43%. Pengukuran parameter lingkungan di daerah kebun, pH tanah 6,5, suhu 31,7oC, dan kelembaban 48,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lingkungan abiotik Desa Lalombi berpotensi dalam penularan leptospirosis, sehingga perlu diwaspadai adanya penularan leptospirosis ke manusia.