cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Inventarisasi Tumbuhan Mangrove dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Bakau di Pesisir Pantai Paojepe Desa Paojepe Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan Sumanto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.6 KB)

Abstract

Inventarisasi tumbuhan mangrove dan rehabilitasi hutan bakau dilaksanakan di pesisir pantai Paojepe Desa Paojepe Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan. Observasi awal dilakukan untuk mengetahui kondisi dan permasalahan secara umum yang ada dilokasi penelitian selanjutnya dilaksanakan kegiatan studi literatur, pengambilan data, studi banding ke Pantai Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai dan penyusunan laporan akhir. Penelitian menggunakan metoda survai. Pesisir pantai pada lokasi pengamatan mempunyai karakteristik pantai yang telah rusak akibat abrasi air laut yang tinggi menyebabkan banyak tambak udang dan bandeng lenyap. Hasil inventarisasi ditemukan mangrove alami yaituRhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Sonneratia sp, Avicennia sp, Bruguieragymnorrhiza, Xylocarpus moluccensis, Lumnitzera racemosa dan Excoecaria agallocha,Nypa fruticans sedangkan tumbuhan asosiasi didominasi oleh Thespesia populnea, Terminalia catappa, Clorodendrum inerme, Acanthus ilicifolius, Ipomoea pescaprae Pandanus tectorius, Barringtonia asiatica, Cerbera manghas. Rhizophora mucronata merupakan jenis yang paling berlimpah dan terluas penyebarannya,sehingga dipilih sebagai tumbuhan bakau prioritas untuk program rehabilitasi. R. mucronata memiliki daerah penyebaran paling luas, lebih luas dari dua kerabat dekatnya, yaitu R. apiculata dan R. stylosa. Hal ini boleh jadi disebabkan bentuk propagul R. mucronata jauh lebih besar dengan cadangan makanan lebih banyak, sehingga memiliki kesempatan hidup lebih tinggi dan dapat disebarkan arus laut secara lebih luas.
Potensi Senyawa Antimikrobia dari Organ Tanaman Ramuan Nginang Saraswati, Rahel Aulia; Safitri, Mila; Rahmah, Deana Nur Hafidzah; Camalin, Citra Monika Sainti; Putri, Chintami Setyawan; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.451 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya ragam budaya tradisionalnya. Keragaman budayanya tercermin dari adat istiadat yang diberlakukan dimasyarakat. Salah satu kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan oleh suku tertentu, yaitu kebiasaan mengunyah sirih dicampur dengan gambir, pinang dan kapur sirih. Kebiasaan ini dikenal dengan nama menginang. Seiring dengan perkembangan zaman, semakin sulit menemukan orang yang masih menginang disetiap daerah, dikarenakan bahan dalam ramuan menginang rasanya yang pahit dan getar di mulut. Bahan yang digunakan dalam menginang antara lain sirih, pinang, kapur sirih, dan gambir. Semua bahan menginang, memiliki kandungan senyawa kimia bermanfaat yang sangat banyak. Senyawa kimia atau zat aktif dalam bahan menginang, antara lain yaitu tannin, flavonoid, alkaloid, vitamin C, polifenol dan asam katekin. Campuran dari keenam bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai agen antibiotik ataupun antimikrobia. Antimikrobia diartikan pula sebagai antibakteri. Antimikrobia adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan. Mikroorganisme dapat menyebabkan bahaya karena memiliki kemampuan menginfeksi dan menimbulkan penyakit serta merusak suatu bahan pangan. Tujuan dari artikel kali ini yaitu untuk mengkaji potensi senyawa antimikrobia apa saja yang ada pada ramuan menginang khususnya pada gambir dan sirih. Pengkajian kedua bahan menginang yang berpotensi sebagai senyawa antimikrobia ini didasarkan pada kajian beberapa literatur yang berupa hasil-hasil penelitian relevan yang telah dipublikasikan pada skripsi, thesis, jurnal nasional terindeks, maupun jurnal internasional bereputasi.
Inventarisasi dan Status Konservasi Jenis Herpetofauna di Air Terjun Watu Ondo Pradana, Rizal Adistya Putra; Fadhilah, Rica Hanim; Aula, Nur; Amin, Muhammad Hilman Fu'adil
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.345 KB)

Abstract

Herpetofaun adalah kelompok fauna yang berdarah dingin dari kelas Reptil dan Amfibi. Keberadaan herpetofauna di Air Terjun Watu Ondo pada kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo kurang mendapat perhatian, padahal herpetofauna memiliki peranan yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem. Hal ini ditunjukkan masih minimnya data mengenai jenis Herpetofauna di kawasan wisata Air Terjun Watu Ondo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Herpetofauna yang ditemukan pada kawasan Air Terjun Watu Ondo dan untuk mengetahui status konservasinya menurut IUCN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode visual searching dan metode hand searching. Metode visual searching merupakan metode dengan melihat herpetofauna secara langsung maupun tidak langsung dan metode hand searching merupakan metode dengan melakukan penangkapan herpetofauna untuk diidentifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan 2 famili dari kelas Reptil dengan jumlah total 8 individu yang terdiri dari 6 Eutropis sp, 1 Eutropis multicarinata dan 1 Cyrtodactylus mamoratus. Status konservasi menurut IUCN untuk semua spesies adalah LC (Least Concern).
Morfologi dan Warna Organ Kantong pada Nepenthes gracilis Korth Handayani, Tri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.185 KB)

Abstract

Nepenthes spp.atau kantong semar merupakan salah satu marga yang saat ini menjadi isu penting dalam penelitian tumbuhan karnivora maupun tumbuhan langka. Bentuk, ukuran dan warna kantong yang dihasilkan oleh Nepenthes spp. sangat bervariasi. Sayangnya, informasi tentang variasi dan fungsi keragaman morfologi kantong tersebut masih sedikit. Salah satu jenis kantong semar yang menghasilkan kantong dengan ukuran dan warna yang bervariasi adalah Nepenthes gracilis Korth. Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, ukuran dan warna bagian-bagian kantong (sulur, badan kantong, sayap, peristome dan tutup), serta mempelajari perannya untuk fotosintesis atau menarik mangsa pada N. gracilis yang tumbuh di habitat alami telah dilakukan di Kalimantan Timur. Sebanyak 150 kantong digunakan sebagai sampel pengamatan morfologi kantong serta 275 kantong sebagai sampel pengamatan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kantong bawah dan kantong atas hampir sama, yaitu bagian bawah kantong membesar seperti mangkok, lalu menyempit ke arah atas, kemudian membesar lagi sampai ke peristome atau bibir kantong. Ukuran kantong bawah yang terpanjang adalah 6-8 cm, sedangkan pada kantong atas panjangnya 10-12 cm. Variasi warna bagian kantong berbeda-beda. Sebagian besar sulur kantong bawah berwarna ungu (32%), dan hijau keunguan pada sulur kantong atas (54,4%). Badan kantong didominasi oleh warna hijau baik kantong bawah maupun atas, masing-masing sebesar 38,90% dan 45,6%. Warna hijau pada sayap kantong bawah mempunyai persentase tertinggi (31,27%), sedangkan sayap kantong atas warna ungu (33,6%). Warna peristome kantong bawah didominasi oleh warna keunguan (27,64%), dan peristome kantong atas warna hijau (36,8%). Tutup kantonng bawah paling banyak berwarna hijau becak merah tua (26,54%), sedangkan warna tutup kantong atas terbanyak adalah hijaukemerahan (38,4%). Berdasarkan persentase warna hijau dan warna terang pada bagian kantong, maka sulur, sayap, peristome dan tutup kantong pada kantong bawah lebih berperan dalam menarik mangsa, hanya badan kantong saja yang lebih banyak untuk fotosintesis. Sulur, badan kantong dan peristome pada kantong atas lebih berperan dalam fotosintesis, sedangkan sayap dan tutup kantong atas perannya lebih banyak dalam menarik mangsa.
Dampak Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) Terhadap Perilaku Data Radiasi Matahari Hasil Observasi Lapan Pasuruan (26 Desember 2019) Subiakto, Toni; Al-Ghozali, Habib Khirzin; Jumadi, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.126 KB)

Abstract

Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam langka yang terjadi secara periodik, sehingga moment seperti ini tidak akan dapat dinikmati sewaktu-waktu. Saat terjadi GMC posisi matahari, bulan dan bumi berada pada garis lurus, dimana posisi bulan berada diantara matahari dan bumi. Dalam pengamatan GMC tersebut LAPAN Pasuruan memasang beberapa teleskop portabel dan merekam data radiasi matahari menggunakan alat Automatic Weather Station (AWS). Pengambilan data radiasi matahari untuk proses analisa pada pukul : 11.00 wib. – 14.30 wib. Ketika memasuki fase awal GMC, saat GMC dan akhir GMC, pada satu hari sebelum, saat dan setelah GMC dalam kondisi tanggal : 25 Desember 2019 (min : 32 w/m2, max : 909 w/m2 , jml : 24.685 w/m2) tanggal 26 Desember 2019 (min : 218 w/m2, max : 608 w/m2, jml : 15.419 w/m2) tanggal 27 Desember 2019 (min : 50 w/m2, max : 955 w/m2, jml : 23.592 w/m2) dengan nilai prosentase = (( jml/∑jml)x100%) maka didapat nilai prosentase pada (tgl 25 = 38,75%, tgl 26 = 24,21%, tgl 27 = 37,04%) hasil analisa menyimpulkan dampak dari fenomena GMC terhadap perilaku data radiasi matahari mengalami perubahan sebagai berikut : nilai minimal mengalami kenaikan dari biasa dibandingkan data jam yang sama pada satu hari pra dan pasca GMC jumlah radiasi tanggal 26 Desember 2019 mengalami penurunan dibandingkan data pada tanggal 25 atau 27 Desember 2019.
Pemanfaatan Biji Sorgum dan Biji Kacang Tolo sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Miselium Bibit F1 Jamur Kuping dan Jamur Tiram Wijayanti, Rina; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.073 KB)

Abstract

Biji sorgum dan biji kacang tolo memiliki kandungan karbohidrat,protein,lemak, dan mineral yang dapat digunakan sebagai media tumbuh bibit F1 jamur kuping dan jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F1 jamur kuping dan jamur tiram pada media alternatif biji sorgum dan biji kacang tolo. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1 jenis indukan jamur ( Jamur kuping dan jamur tiram ), faktor 2 jenis media (biji sorgum dan biji kacang tolo). Hasil penelitian bahwa miselium jamur tiram dan jamur kuping dapat tumbuh pada media biji kacang tolo dan biji sorgum. Pertumbuhan panjang miselium paling cepat pada jamur tiram media biji sorgum (J2M1) 8,5 cm, sedangkan pertumbuhan panjang miselium paling lambat pada jamur kuping media biji kacang tolo (J1M2) 3,2 cm dengan warna putih kompak.
Re-Inventarisasi Keanekaragaman Tanaman Air dan Persebarannya di Kebun Raya Purwodadi-LIPI Hidayah, Widayanti Nurma; Ilham, Mochammad; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.457 KB)

Abstract

Kebun Raya Purwodadi merupakan salah satu lembaga konservasi tumbuhan ex - situ yang saat ini memiliki 1,925 jenis tumbuhan salah satunya adalah tanaman air. Tanaman air di Kebun Raya Purwodadi saat ini baru terinventarisasi sejumlah 12 nomor koleksi. Area kolam di Kebun Raya Purwodadi sejumlah 32 kolam yang diyakini merupakan habitat persebaran bagi tanaman air. Upaya konservasi keanekaragaman tanaman air sangat penting dalam mempertahankan kelestarian tanaman air. Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi ulang keberadaan tanaman air dan mengetahui persebarannya di Kebun Raya Purwodadi. Penelitian dilakukan di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI pada Januari s/d Februari 2020. Metode penelitian berupa observatif deskriptif, dengan pengamatan langsung di lapangan. Hasil re-inventarisasi tanaman air ditemukan terdapat 26 jenis tanaman air yang tersebar pada 32 kolam di Kebun Raya Purwodadi – LIPI. Tanaman air tersebut antara lain Ceratophyllum demersum, Ceratopteris thalictroides, Acanthus ilicifolius, Acanthus montanus, Cyperus alternifolius, Coix lacryma-jobi, Echinodorus radicans, Lasia spinosa, Lemna minor, Nelumbo nucifera, Sagittaria lancifolia, Actinoscirpus grossus, Thalia geniculata, Thypa angustifolia, Typhonodorum lindleyanum, Nymphaea rubra, Pistia stratiotes, Limnocharis flava, Nymphaea stellate, Colocasia esculenta, Nymphaea alba, Eichornia crassipes, Salvinia molesta, Ludwigia octovalvis, Galinsoga parviflora, dan Ludwigia ascendens. Persebaran tanaman air paling banyak ditemukan pada kolam nomor 27 dengan jumlah 10 macam jenis tanaman air.
Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Terhadap Pola Makan Siswa Kelas VIII Di SMP Widya Wacana 1 Surakarta Maria, Agnes; Mustofa, Akhmad; Widanti, Yannie Asrie; Suhartatik, Nanik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.951 KB)

Abstract

Edukasi gizi merupakan metode pengajaran untuk memberikan pengetahuan mengenai zat gizi terkandung di dalam suatu makananbeserta pola makan yang benar. Edukasi gizi sangat diperlukan bagi anak sekolah yang rentan memiliki pola makan buruk sehingga dapat menyebabkan resiko obesitas serta beberapa resiko penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan mengenai pola makan yang benar pada siswa kelas VIII di SMP Widya Wacana 1 Surakarta. Jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 68 responden yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas edukasi dan kelas non edukasi. Kelas edukasi dan kelas non edukasi masing-masing berjumlah 34 responden. Kriteria responden yang digunakan yaitu siswa-siswi kelas VIII dengan rentang usia antara 13-15 tahun. Tahapan pelaksanaan intervensi meliputi pengambilan data awal berupa pre-test, kemudian dilakukan pemberian edukasi gizi selama 4x, lalu 2 bulan kemudian dilakukan pengambilan data akhir berupa post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi gizi pada siswa siswi kelas VIII di SMP Widya Wacana 1 Surakarta secara umum kurang dapat memberikan pengaruh dan tidak membuat responden berubah pendapat untuk mengurangi mengkonsumsi junk food. Alasan responden mengkonsumsi junk food adalah karena para responden suka, serta junk food memiliki rasa yang enak dan disajikan dalam waktu yang cepat, selain itu juga memiliki harga yang terjangkau dan mudah ditemukan. Responden pada kelas non edukasi menilai bahwa mengkonsumsi junk food bisa memperbaiki mood mereka.
Aplikasi Bakteri Halofilik Berwarna Merah Terimmobilisasi dalam Meningkatkan Kualitas Garam dalam Proses Produksi Garam Berbasis Air Laut Malik, Rizal Awaludin; Nilawati, N; Handayani, Novarina Irnaning; Rame, R; Djayanti, Silvy; Pratiwi, Ningsih Ika; Setianingsih, Nanik Indah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.929 KB)

Abstract

Garam yang dihasilkan oleh peladangan garam rakyat di Indonesia masih memiliki kemurnian NaCl yang rendah (<90%). Dampak dari penggunaan garam dengan kemurnian yang rendah adalah kerugian di industri pengguna garam sebagai bahan baku. Rendahnya kemurnian NaCl yang dihasilkan disebabkan oleh sistem peladangan yang tidak benar dan juga tidak adanya maintain ekosistem peladangan garam. Pentingnya ekosistem adalah agar terciptanya interaksi biotik-biotik maupun biotik-abiotik pada ladang garam sehingga memungkinkan bagi bakteri-bakteri halofilik berwarna merah untuk tumbuh pada ladang garam. Bakteri halofilik ini merupakan salah satu komponen biotik yang sangat berpengaruh dalam proses peladangan garam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bakteri halofilik yang telah terimmobilisasi dalam meningkatkan kemurnian NaCl pada peladangan garam. Aplikasi ini dilakukan di ladang garam dengan 3 perlakuan yaitu 1 perlakuan peladangan menggunakan bakteri halofilik terimmobilisasi, 1 kontrol positif berupa peladangan garam tanpa pemberian bakteri terimmobilisasi namun dilakukan peladangan secara benar, 1 kontrol negatif berupa peladangan garam tanpa pemberian bakteri halofilik dan dilakukan peladangan secara tradisional. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan/pengulangan dilakukan pada lahan dengan luasan 1,5m x 4m dan tinggi muka air 9cm, dan parameter yang di ukur adalah kemurnian NaCl, Na, Cl, Mg, Kadar air dan bentuk kristal garam yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan kemurnian NaCl perlakuan dengan bakteri halofilik memiliki kemurnian rata-rata 94,15% kadar Na 37,04% Cl 57,11% Mg 1,07% kadar air 7,05% dengan bentuk kubus besar, kontrol positif menghasilkan NaCl 90,36% dengan Na 35,55% Cl 54,81 Mg 2,247% kadar air 11,09 dan bentuk kristal kubus kecil dan kontrol negatif menghasilkan NaCl 88,33% Na 34,75% Cl 53,58% Mg 2,09% kadar air 11,89% kristal berbentuk cone/piramida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan bakteri halofilik terimmobilisasi dan teknik peladangan yang benar pada proses peladangan garam menghasilkan garam NaCl dengan kemurnian lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Gel Ekstrak Bekatul (Oryza sativa L.) Kharisma, Della Novia Inda; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.817 KB)

Abstract

Bekatul padi (Oriza Sativa L.) merupakan hasil sampling dari proses penggilingan padi yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan dengan cara mengambil minyak bekatul akan meningkatkan nilai ekonomi bekatul. Mengingat kandungan antioksidan (γ-oryzanol, tokoferol, tokotrienol) yang relatif tinggi. Antioksidan γ-oryzanol ini lebih kuat dari pada vitamin E dalam melawan bahaya radikal bebas, Maka sangat menarik dilakukan dalam kaitannya dalam bidang farmasi, kosmetik dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sediaan gel ekstrak bekatul padi dan menguji mutu fisik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI. Metode penelitan ini bersifat eksperimental yang terdiri dari pembuatan esktraksi dengan metode sokletasi dan menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi menggunakan ekstrak bekatul padi dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3) serta kontrol basis (F0). Evaluasi karakeristik mutu fisik sediaan gel meliputi pengamatan organoleptis, pengujian homogenitas, pengukuran daya sebar, pengujian daya lekat dan pengujian pH. Sediaan di evaluasi selama 3 hari yang di simpan pada suhu kamar. Data di analisa secara deskriptif dan dibandingkan dengan SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula menghasilkan gel yang homogen, lembut kental, berbau khas, bewarna bening (F0), bewarna putih pucat (F1),(F2) dan (F3). Nilai pH pada F0, F1, F2, F3 berturut- turut adalah rentang dari 7,59 – 7,97. Nilai daya lekat F0, F1, F2, F3 bertutut – turut adalah rentang dari 26,07 – 33,61. Nilai daya sebar F0, F1, F2, F3 berturut –turut adalah rentang dari 1,48 – 1,7. Selama penyimpanan 3 hari hasil uji nilai organoleptis F0, F1, F2 dan F3 tidak mengalami perubahan. Nilai daya lekat, daya sebar dan pH mengalami peubahan nilai. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar nilai daya lekat, nilai daya sebar menurun, sedangkan nilai pH mengalami penigkatan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu mutu fisik sediaan gel ekstrak bekatul padi tidak sesuai dengan SNI. Gel ekstrak bekatul padi tidak stabil pada penyimpanan.