cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pemanfaatan Energi Surya untuk Menggerakkan Pompa Pengolahan Air Banjir Portabel Menjadi Air Minum Syahputra, Benny; Nafiah, N
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.439 KB)

Abstract

Air banjir yang terjadi selama ini di daerah Kecamatan genuk dan sekitarnya memberikan pengaruh buruk terhadap sanitasi, terutama terhadap air minum. Sumur penduduk terkontaminasi buangan domenstik dan industri. Kondisi banjir menyebabkan akses air minum dan listrik menjadi terganggu. Penelitian ini bertujuan menaikkan air banjir tanpa listrik sehingga dapat diolah ke dalam media pengolahan dengan menggunakan tenaga surya. Panel surya menghasilkan arus listrik searah (DC), yang harus dikonversi ke arus listrik AC (Alternating Current). Konversi dari DC ke AC membutuhkan inverter untuk menjalankan peralatan rumah tangga standar yang umumnya bertegangan 220 Volt. Metode penelitian dilakukan dengan mendesain alat teknologi tepat guna dengan cara menghitung kebutuhan daya listrik untuk menggerakkan pompa air menuju ke unit pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengangkat air banjir menuju ke unit pengolahan tanpa listrik dan berbentuk portabel, maka diperlukan spesifikasi 1 unit panel surya 100 Wp, Battery 12 Volt 65 Ah dan inverter 100 watt, maka mampu menggerakkan pompa dengan daya 50 watt dan menghidupkan satu lampu LED 7 watt selama 5 jam. Kesimpulan yang didapatkan adalah kemampuan tenaga surya dalam menggerakkan pompa tergantung pada daya panel surya, Battery dan inverter, yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan daya listrik yang ada.
Studi Analisis Biomorfometrik Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Kawasan Hutan Mangrove Wilayah Kabupaten Rembang Pambudi, Danang Setyo; Budiharjo, Agung; Sunarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.812 KB)

Abstract

Salah satu sumber daya alam laut indonesia yang bernilai ekonomis tinggi adalah Kepiting bakau (Scylla sp), hewan ini merupakan anggota dari kelompok Crustacea yang memiliki habitat di hutan mangrove. Pola pertumbuhan kepiting bakau di perairan estuari maupun di laut memiliki kebiasaan hidup yang berbeda, terutama dalam hal mencari makanan dan beradaptasi pada habitat mangrove. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Biomorfometrik kepiting bakau ditinjau dari jumlah, sebaran frekuensi, rasio kelamin, Korelasi lebar karapas dan berat, dan faktor kondisi kepiting dikawasan hutan mangrove wilayah kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2019 dengan metode analisis deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kepiting sebanyak 164 ekor, terdiri dari 102 ekor jantan dan 62 ekor betina, perbandingan rasio jantan dan betina 1,64 : 1,0 . ukuran lebar karapas antara 60,00 – 122,98 mm dengan berat antara 60,0 – 345,6 g. Pola pertumbuhan kepiting bersifat allometrik negatif dan allometrik positif, nilai faktor kondisi berkisar 1,003 – 1,025. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Biomorfometrik kepiting bakau di hutan mangrove kabupaten Rembang bersifat Allometrik negatif maupun positif dengan nilai faktor kondisi (kn) kategori Rendah, hal ini dipengaruhi oleh asupan makanan maupun kondisi lingkungan seperti vegetasi mangrove, ph, salinitas, karakter substrat dan suhu.
Kajian Pembuatan Permen Lunak Rosella Rendah Glukosa dengan Ekstrak Daun Stevia Harismah, Kun; Wicaksono, Carnelius Dimas Gallant; Crisviantoro, Nugroho; Kurnianto, Bayu
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.411 KB)

Abstract

Pemanfaatan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) sebagai pemanis alami dapat untuk membuat permen lunak rosella. Kelopak bunga rosella dipilih karena sebagai bahan yang mengandung vitamin C dan antioksidan. Daun stevia mengandung antioksidan seperti jihanol dan kaempferol. Sebagai sumber antioksidan yang mampu digunakan sebagai pengobatan penderita Diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang pengaruh gelatin terhadap uji kadar antioksidan dan vitamin C pada permen lunak rosella (Hibiscus sabdariffa) dengan penambahan ekstrak stevia. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor, pembuatan permen dimulai dengan mengekstrak bunga rosella sebanyak 50 ml, stevia sebanyak 50 ml, penambahan sukrosa sebanyak 100 g dan variabel gelatin sebanyak 15%, 20%, 25%. Hasil uji kadar antioksidan dengan metode DPPH pada sampel gelatin 15%, 20%, dan 25% masing-masing diperoleh kadar antioksidan 1,49%, 1,15%, dan 1,07%. Hasil uji kadar vitamin C dengan metode Iodimetri pada variasi gelatin 15%, 20%, dan 25% masing-masing diperoleh 10,98 mg, 11,31 mg, dan 11,87 mg. Kesimpulan yang diperoleh bahwa semakin banyak penambahan gelatin maka kadar antioksidan semakin berkurang dan kadar vitamin C semakin betambah.
Inventarisasi Tumbuhan Obat di Kawasan Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah Pambudi, Edwin Fajar; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.608 KB)

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat bagi kesehatan manusia dan digunakan sebagai bahan membuat obat alami yang relatif lebih aman. Kawasan air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah memiliki vegetasi yang cukup rapat. Salah satunya adalah tumbuhan obat yang tumbuh di area air terjun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan berkhasiat obat yang terdapat disekitar Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 stasiun berdasarkan ketinggian yang berbeda. Stasiun 1 (900 m dpl), stasiun 2 (1.000 m dpl), stasiun 3 (1.100 m dpl) dan stasiun 4 (1.200 m dpl). Hasil penelitian ditemukan sebanyak 20 spesies dari 17 ordo dan 19 famili. Tumbuhan obat yang ditemukan memiliki kandungan fitokimia yang berbeda-beda dengan fungsi farmakologis yang bermacam-macam sesuai dengan keefektifan tumbuhan dalam menyembuhkan penyakit.
Pengaruh Konsentrasi Serbuk Biosida Pelepah Pisang Kepok Pada Pertumbuhan Biji Kacang Hijau Secara In Vitro Wardhani, Dea Wieda Indrajaya; Rahayu, Triastuti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.374 KB)

Abstract

Tanaman pisang kepok memiliki kandungan flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai biosida yang digunakan untuk menghambat mikroorganisme dalam teknik kultur jaringan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presentase media yang tidak terkontaminasi dan mengetahui konsentrasi serbuk biosida pelepah pisang kepok yang tidak menghambat pertumbuhan eksplan. Parameternya adalah media yang tidak terkontaminasi, laju pertumbuhan kecambah biji kacang hijau berupa tinggi tanaman, jumlah akar dan jumlah daun. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu control positif, control negative, P1K1 (0,30%), P1K2 (0,35%), P1K3 (0,40%) dan P1K4 (0,45%), masing-masing perlakuan dengan 6 ulangan. Ekstraksi pelepah pisang kepok menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% (1:10) dilanjutkan dengan evaporasi hingga mendapatkan ekstrak kental menggunakan watterbath. Untuk mendapatkan serbuk maka ditambahkan laktosa dengan perbandingan 1:3. Hasil penelitian menunjukan P1K4 dengan konsentrasi serbuk biosida 0,45% mampu mencegah terjadinya kontaminasi sebesar 100%. P1K4 lebih efektif sebagai biosida dibandingkan konsentrasi yang lainnya tanpa menghambat laju pertumbuhan kecambah biji kacang hijau secara in vitro. Pertumbuhan kecambah terlihat dari tinggi batang 16,01 cm, jumlah daun 2 helai dan jumlah akar 6 helai.
Upaya Konservasi Ex-Situ Suku Zingiberaceae dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, di Kebun Raya Liwa, Lampung Barat, Lampung Munawaroh, Esti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.194 KB)

Abstract

Zingiberaceae adalah famili atau suku tumbuhan berbunga yang secara umum dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai jahe-jahean. Famili ini merupakan suku terbesar dari ordo Zingiberales. Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan antara lain sebagai obat-obatan, bahan rempah-rempah, tanaman hias, bahan kosmetik, bahan minuman dan bumbu masak. Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), terdapat banyak jenisZingiberaceae yang relatif melimpah populasinya. Upaya konservasi perlu dilakukan, karena rusaknya kawasan hutan yang terus menerus sehingga menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati jenis tumbuhan jahejahean. Kegiatan eksplorasi telah dilakukan dari tahun 2012-2015 untuk mengumpulkan berbagai jenisZingiberaceae di TNBBS, dan kemudian ditanam sebagai upaya konservasi exk-situ di Kebun Raya Liwa yang, Lampung Barat. Dari hasil eksplorasi telah diperoleh 7 Marga dan 12 jenis, yaitu Alpinia galanga (L.) Willd, Amomum cardamomum Willd, Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc., Curcuma longa Linn.) Etlingera coccinea(Blume) Sukai & Nagam, Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith, Etlingera megalocheilos (Griff.) A.D. Poulsen, Globba pendula Roxb., Globba schumburkii Hook.f. Hornstedia minor (Blume) K. Schum., Zingiber aromaticumVal. dan Zingiber officinale Rosc. Koleksi Zingiberaceae yang ditemukan di lokasi penelitian Resort Kubu Perahu, Kabupeten lampung Barat ada 8 jenis. Resort Sukaraja Atas, Kabupeten Tanggamus ada 11 dan Resort Pugung Tampak, Kabupaten Pesisir Barat ada 7 jenis. Koleksi yang bermanfaat sebagai obat tradisional 9 jenis, tanaman hias 5 jenis, bahan pangan 5 jenis (sayuran 1 jenis, minuman 4 jenis), bahan bumbu 7 jenis, penghasil minyak 5 jenis, bahan pewarna alami 2 jenis. Pengetahuan rinci tentang jumlah jenis, kegunaan, potensi dan strategi konservasi dari jenis-jenis Zingiberaceae koleksi Kebun Raya Liwa disajikan dalam naskah ini.
Sumber Asal Benih Tengkawang (Shorea spp.) untuk Konservasi dan Komoditas Masyarakat Sekitar Hutan Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.051 KB)

Abstract

Tengkawang adalah salah satu jenis tumbuhan khas Kalimantan Barat yang biasanya tumbuh di kawasan hutan, secara ilmiah dinamakan Shorea sp, termasuk dalam keluarga tumbuhan Dipterocarpaceae. Ciri utama dari famili ini adalah adanya sayap pada buah yang berfungsi sebagai alat penyebaran benih. Tengkawang juga memiliki banyak manfaat, yaitu biji tengkawang merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang penting sebagai bahan baku lemak nabati yang bernilai tinggi pengganti coklat yang dapat dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan kayunya dimanfaatkan sebagai bahan industri kayu lapis maupun industri kayu gergajian. Kerusakan habitatnya disebakan karena kebakaran hutan, perambahan hutan, dan penebangan liar, oleh karena itu konservasi untuk upaya penyelamatan dan mendukung program pemuliaan jenis-jenis shorea penghasil tengkawang menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terhadap sumber asal benih yang lebih produktif dimana jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. gybertsiana, S. stenoptera, S. pinanga) dikembangkan serta menambah komoditas masyarakat sekitar hutan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) menggunakan 4 sumber asal benih (1.Gunung Bunga-Kalimantan Barat; 2. Sungai Runtin-Kalimantan Barat; 3. Bukit Baka-Kalimantan Tengah, dan 4. Haurbentes-Jawa Barat), dengan 4 ulangan, 25 pohon per plot dan jarak tanam 5 x 5 meter. Variabel penelitian yang diamati adalah persen hidup, pertumbuhan dan beberapa parameter genetik. Hasil analisis menunjukkan rerata persen hidup tanaman sampai umur 18 bulan sebesar 75,11% berkisar antara 69,84% sampai dengan 84,29%, sedangkan hasil analisis varians terhadap tinggi tanaman dan diameter batang menunjukkan berbeda nyata. Pertumbuhan rerata tinggi tanaman mencapai 86,69 cm dan diameter batang 11,21 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili dan individu untuk tinggi secara berurutan adalah (h2f = 0,58 ; h2i = 0,34) dan diameter (h2f = 0,69 ; h2i = 0,37) termasuk klasifikasi tinggi. Korelasi genetik antara sifat tinggi dan diameter cukup kuat sebesar (rg = 0,96). Pada analisis awal jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. pinanga dan S. stenoptera) dari ras lahan Haurbentes (Jabar) menunjukkan pertumbuhan terbaik.
Analisis Faktor Abiotik Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Depok Putra, Genta Hadela Dwi; Sasaerila, Hidayat Yorianta; Sugoro, Irawan
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.781 KB)

Abstract

Sungai adalah salah satu faktor kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Namun seiring pembangunan pabrik industri yang menghasilkan limbah yang langsung di buang ke sungai, dan banyaknya jumlah sampah yang meningkat seiring bertambahnya jumla penduduk. Tercemarnya sungai dapat merusak lingkungan hidup air maupun kondisi kesehatan masyarakat. Penentuan kualitas air di sungai ciliwung berdasarkan Peraturan Pemerintah Lingkungan (PPLH) nomor 82 Tahun 2001di butuhkan untuk mengetahui kondisi dan kegunaan air dalam pemakaian sehari-hari dengan menguji parameter faktor abiotik yaitu adalah kimia fisika. Beberapa parameter yang di hitung adalah suhu, pH, TSS, TDS, DO, COD, BOD. Hasil yang di dapat, yaitu kualitas sungai Ciliwung Depok masuk dalam kelas dua yaitu air yang peruntukannya digunakan untuk rekreasi air, budidaya ikan air tawar, perternakan, dan mengairi tanaman.
Biji Jewawut dan Beras Merah sebagai Media Alternatif Bibit F1 Jamur Tiram dan Jamur Kuping Febriyanti, Diana; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.804 KB)

Abstract

Biji jewawut mengandung karbohidrat sebesar 72%- 84,2%, sedangkan kadar karbohidrat beras merah yaitu 77,26 % yang baik untuk pertumbuhan misellium bibit F1 jamur tiram dan jamur kuping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F1 jamur tiram (Pleorotus ostreatus) dan bibit F1 jamur kuping (Auricularia auricula) pada media alternatif beras merah dan biji jewawut. Metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis media dan jenis bibit F0 jamur. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panjang misellium bibit F1 jamur. Analisis data adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh panjang misellium bibit F1 jamur tiram terpanjang pada media jewawut yaitu 11,40 cm dan untuk pertumbuhan misellium bibit F1 jamur kuping terpanjang pada media beras merah yaitu 7,17 cm. Sedangkan hasil pertumbuhan panjang misellium bibit F1 terendah pada jamur kuping media jewawut yaitu 4,76 cm.
Isolasi dan Identifikasi Nematoda Parasit di Area Persawahan Desa Mendenrejo Kabupaten Blora Astuti, Dwi Setyo; Ruslan, R
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.743 KB)

Abstract

Nematoda merupakan Classis Nemathelmintes yang bersifat parasit saat dewasa. Nematoda memiliki sebaran yang sangat luas dengan hospes beragam mulai dari Vertebrata hingga aneka tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis Nematoda yang menyerang tanaman di area persawahan di desa Mendenrejo Kabupaten Blora. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Ekstraksi dan isolasi Nematoda menggunakan teknik Barless Tulgreen termodifikasi. Sampel berupa tanah dan akar tanaman sebanyak 100 gram yang diambil dari 20 titik dengan radius masing-masing sekitar 1000m2. Nematoda hasil isolasi selanjutnya diidentifikasi karakter morfologi yang dimiliki untuk menentukan jenis spesies. Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan ditemukan beberapa Nematoda parasit di area persawahan yaitu : Pratylenchus sp, Tylenchorhynchus sp, Ditylenchus dipsaci, Hirschmanniella oryzae, Belonolaimus longicudatus, Rotylenchulus reniformis, dan Radopholus similis.