cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Coping Strategy, Tingkat Kecemasan Sosial, dan Remaja Pengguna Media Sosial Zahra Kamila Fauziyyah; Zulmansyah; Dony Septriana Rosady
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6831

Abstract

Abstract. The phenomenon of massive social media usage today has eased people to interact. It has started to dominate all ages, from children to the elderly. Its growing use has many impacts and one of them is the social anxiety. In fact, around 39% of Indonesians experience anxiety when they are not on their social media. One of the efforts to reduce that anxiety is the use of coping strategy which includes actions to reduce anxiety or behavioral and mental responses to stress. Based on this phenomenon, the research problems were formulated as follows: (1) How is the level of social anxiety that occurs in adolescents who use social media? (2) How is the coping strategy used by adolescents who use social media? (3) Is there a relationship between coping strategy and level of social anxiety in adolescent social media users? The researcher employed the analytic observational method with SMA Negeri 1 Sukabumi students as the population. The sampling technique used the purposive sampling with a selected sample of 172 respondents. The data was gathered through a google form questionnaire and the data analysis used the Pearson chi-square test. The results of the study have shown that there is a relationship between coping strategies and the level of social anxiety in adolescents who use social media. According to its characteristics, the use of coping strategy that can be used and is more appropriate to use to reduce social anxiety in adolescent social media users is the problem focused coping. Abstrak. Fenomena merebaknya penggunaan media sosial mempermudah masyarakat unutk berinteraksi. Penggunaannya mulai menguasai berbagai kalangan, mulai dari anak hingga orang tua. Penggunaannya yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah kecemasan sosial. Sebanyak 39% warga Indonesia mengalami kecemasan apabila tidak bersentuhan dengan media sosial yang dimiliki karena rasa ketergantungan terhadap media sosial. Upaya dalam mereduksi kecemasan tersebut adalah penggunaan coping strategy yang merupakan suatu tindakan untuk mengurangi kecemasan atau respons perilaku dan pikiran terhadap suatu stres. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana gambaran tingkat kecemasan sosial yang terjadi pada remaja pengguna media sosial (2) Bagaimana gambaran coping strategy yang digunakan oleh remaja pengguna media sosial (3) Apakah terdapat hubungan antara coping strategy terhadap tingkat kecemasan sosial pada remaja pengguna media sosial. Peneliti menggunakan metode observasional analitik. Populasi yang dipilih adalah siswa SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan sampel terpilih sebanyak 172 responden. Pengambilan data melalui kuesioner berbentuk google form dan analisis data yang digunakan adalah uji pearson chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara coping strategy terhadap tingkat kecemasan sosial pada remaja pengguna media sosial. Berdasarkan karakteristiknya, maka penggunaan coping strategy yang dapat digunakan dan lebih tepat digunakan untuk mengurangi kecemasan sosial pada remaja pengguna media sosial ialah problem focused coping
Gambaran Cemaran Escherichia Coli pada Sumber Air Sepanjang di Sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari Alby Al Farisi Pamungkas; Arief Budi Yulianti; Adjat Sedjati Rasjad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6836

Abstract

Abstract. Land use in the Cikapundung watershed by constructing buildings at a distance of less than 10 meters from the river causes an increase in the burden of river water pollution by domestic waste. Not least in the Tamansari Village, only a few of the heads of families have access to clean water, so they still use well water that is close to the Cikapundung River and has the potential to be polluted due to domestic waste disposal, one of the contaminants is Escherichia coli bacteria. This study aims to analyze Escherichia coli contamination in water sources along the Cikapundung River in Tamansari Village. The samples taken were 10 wells along the Cikapundung River in Tamansari Village. This study uses a descriptive observational method. The results showed that the Escherichia coli content in 10 wells taken along the Cikapundung River, Tamansari Village, exceeded the quality standards set in accordance with Minister of Health Regulation No. 492 of 2010, namely 0 CFU/100ml of water sample. Two out of 10 wells had Escherichia coli content of 4 CFU/100ml water sample, while 8 out of 10 wells had Escherichia coli content of >2400 CFU/100ml water sample. All water samples examined did not meet the quality standards set by the Minister of Health Regulation No. 492 of 2010, well water along the Cikapundung River, Tamansari Village has polluted water quality. Theoretically, watersheds are not allowed to have land or building structures that stand less than 10 meters, so it needs attention from local regional policy makers, one of the consequences is polluting the water sources used by local residents. Abstrak. Penggunaan lahan di DAS Cikapundung dengan mendirikan bangunan pada jarak kurang dari 10 meter dari sungai menyebabkan peningkatan beban pencemaran air sungai oleh limbah domestik. Tak terkecuali di Kelurahan Tamansari terhitung hanya sedikit dari sejumlah kepala keluarga yang mendapatkan akses air bersih sehingga masih memanfaatkan air sumur yang dekat dengan Sungai Cikapundung serta berpotensi tercemar karena pembuangan limbah domestik, salah satu pencemarnya adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran Escherichia coli pada sumber air di sepanjang Sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari. Sampel yang diambil adalah air sumur di sepanjang Sungai Cikapundung di Kelurahan Tamansari sejumlah 10 sumur. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Escherichia coli pada 10 sumur yang diambil di sepanjang Sungai Cikapundung Kelurahan Tamansari melebihi baku mutu yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 yaitu 0 CFU/100ml sampel air. Dua dari 10 sumur memiliki kandungan Escherichia coli sebanyak 4 CFU/100ml sampel air, sementara 8 dari 10 sumur memiliki kandungan Escherichia coli sebanyak >2400 CFU/100ml sampel air. Semua sampel air yang diperiksa tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010, air sumur di sepanjang Sungai Cikapundung Kelurahan Tamansari memiliki kualitas air tercemar. Secara teoritis daerah aliran sungai tidak diperbolehkan terdapat adanya lahan atau struktur bangunan yang berdiri kurang dari 10 meter sehingga perlu adanya perhatian dari pemangku kebijakan daerah setempat, salah satu akibatnya adalah mencemari sumber air yang dimanfaatkan warga sekitar.
Gambaran Kejadian Hipertensi Berdasarkan Durasi, Masa Kerja, dan Tingkat Kelelahan pada Pekerja Outsourcing di PT X Cikarang Bekasi Afifah Kamelia Ma'ruf; Ike Rahmawaty Alie; RA. Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6837

Abstract

Abstract. Hypertension is a condition in which a person has blood pressure above normal. In the group of workers this can be influenced by the duration of work, work period, and fatigue level. The purpose of this study was to assess the description of hypertension based on duration, length of service and level of fatigue in agency workers at PT X Cikarang Bekasi. The method in this study was a descriptive study with a cross-sectional design by taking data from a questionnaire. The research was conducted from December 2021 to February 2022. The number of samples in this study were 61 people. Based on the results of the questionnaire 39% were positive for hypertension and 61% were not hypertensive. Workers with hypertension are known to have a working duration of ≤ 8 hours by 96%, > 8 hours by 4%, working period 1–5 years by 50%, > 5–10 years by 46%, >10 years by 4%, moderate fatigue level by 46%, light fatigue 42%, and severe fatigue 3%. Workers with hypertension were more experienced by workers with working duration ≤ 8 hours, namely 23 people (96%), then workers with 1-5 years of service were 12 people (50%), and workers with moderate levels of fatigue were 11 people (46 %). Abstrak. Hipertensi merupakan suatukeadaan di mana seseorang memilikitekanan darah di atas normal. Padakelompok pekerja hal ini dapat dipengaruhioleh durasi kerja, masa kerja, dan tingkatkelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menilai gambaran hipertensiberdasarkan durasi, masa kerja dan tingkatkelelahan pada pekerja outsourcing di PT X Cikarang Bekasi. Metode dalam penelitianini adalah penelitian deskriptif dengandesain potong lintang (cross-sectional) dengan cara mengambil data darikuesioner. Penelitian dilakukan pada bulanDesember 2021 hingga Februari 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah61 orang. Berdasarkan hasil kuesioner 39% positif hipertensi dan 61% tidak hipertensi. Pekerja yang hipertensi diketahui memilikidurasi kerja ≤ 8 jam sebanyak 96%, >8 jam sebanyak 4%, masa kerja 1–5 tahunsebanyak 50%, > 5–10 tahun 46%, >10 tahun sebanyak 4%, tingkat kelelahansedang sebanyak 46%, kelelahan ringan42%, dan kelelahan berat 3%. Pekerjadengan hipertensi lebih banyak dialamioleh pekerja dengan durasi kerja ≤ 8 jam yaitu 23 orang (96%), kemudian pekerjadengan masa kerja 1-5 tahun sebanyak 12 orang (50%), dan pekerja dengan tingkatkelelahan sedang sebanyak 11 orang (46%).
Hubungan Tingkat Stress dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahap Akademik Universitas Islam Bandung Rayna Farizkia Dinda; Arief Budi Yulianti; Uci Ary Lantika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6888

Abstract

Abstract. Medical students undergo a difficult and stressful period of education. Not infrequently stress becomes a problem that is often experienced by medical students. Stess can trigger sleep disorders. The source of student stress is caused by several factors such as complicated academic requirements, the many types of exams faced, the frequency of frequent assignments and exams, a competitive environment and a busy lecture schedule. Medical students who experience prolonged stress can interfere with student academic achievement. The purpose of this study is to explain the relationship between stress levels and sleep quality of students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung with a cross sectional study. The sample in this study was 86 students from the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University which was divided into three batches. Sampling is carried out by using probability stratified random sampling techniques. The data collection technique is carried out with a questionnaire in the form of a google form. This study showed that there was a relationship between stress levels and student sleep quality with a p-0.005 score. Most of the medical students of Universitas Islam Bandung are in the category of moderate stress level. Abstrak. Mahasiswa kedokteran menjalani masa pendidikan yang sulit dan penuh dengan tekanan. Tidak jarang stress menjadi masalah yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran. Stess dapat memicu gangguan tidur. Sumber stress mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor seperti persyaratan akademik yang rumit, banyaknya jenis ujian yang dihadapi, frekuensi tugas dan ujian yang sering, lingkungan yang kompetitif dan jadwal perkuliahan yang padat. Mahasiswa kedokteran yang mengalami stress berkepanjangan dapat menggangu pencapaian akademik mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara tingkat stress dan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung yang terbagi dalam tiga angkatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan menggutakan teknik probability stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dalam bentuk google form. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur mahasiswa dengan nilai p-0,005. Sebagian besar mahasiswa kedokteran Universitas Islam Bandung berada di kategori tingkat stress sedang (moderate).
Pengaruh Tingkat Stres terhadap Kejadian Emotional Eating pada Mahasiswi Kedokteran Tingkat 1 Unisba Siska Firdayanti; Nuzirwan Acang; Sadiah Achmad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6914

Abstract

Abstract. Stress is a person's reaction both physically and emotionally that can occur due to negative thoughts or feelings about oneself. Negative emotions can cause a response in the form of emotional eating. Emotional eating is a form of coping strategy to deal with stress and anxiety. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the description of the stress level of Unisba level one medical students? (2) What is the description of the emotional eating behavior of Unisba first year medical faculty students? (3) Is there a relationship between stress and emotional eating behavior in first year students at Unisba? Researchers used the method of observational analysis with a cross sectional approach. The population selected in this study were first-level medical students at Unisba, totaling 172 female students. With the sampling technique, namely simple random sampling, the number of research samples was obtained as many as 90 female students. Data collection techniques used in this study were questionnaires. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The data analysis technique was carried out using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. The results of this study are: There is no relationship between stress and emotional eating in level 1 female students at Unisba. Abstrak. Stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional yang dapat terjadi karena pikiran atau perasaan negatif tentang diri sendiri. Emosi negatif dapat menimbulkan respon berupa emotional eating. Emotional eating merupakan bentuk coping strategy untuk mengatasi stres dan kecemasan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana gambaran tingkat stres mahasiswi fakultas kedokteran tingkat satu Unisba? (2) Bagaimana gambaran perilaku emotional eating mahasiswi fakultas kedokteran tingkat satu Unisba? (3) Apakah terdapat hubungan antara stres dan perilaku emotional eating pada mahasiswi tingkat satu Unisba?. Peneliti menggunakan metode analisis observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswi fakultas kedokteran tingkat satu Unisba yang berjumlah 172 mahasiswi. Dengan teknik pengambilan sample yaitu simple random sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 90 mahasiswi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini adalah: Tidak terdapat hubungan antara stres dengan emotional eating pada mahasiswi tingkat 1 Unisba.
Terdapat Hubungan Antara Jenis dan Frekuensi Olahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran di Bandung Azmi Putri Azzahra; Lelly Yuniarti; Julia Hartati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6934

Abstract

Abstract. Stress is one of the physiological reactions in an individual where various defense mechanisms occur to face situations that are considered threatening or increased demands. One of the ways to reduce stress levels is to exercise. Exercise will stimulate the production of beta-endorphin hormones which will have the effect of restoring mood and lowering cortisol levels. This research aims to analyze the relationship between the type and frequency of sports and the stress level of Faculty of Medicine students in Bandung. The research method used is descriptive comparative with cross-sectional. The subjects of this research are 135 students of the Faculty of Medicine in the City of Bandung, with simple random sampling. The type and frequency of sports were taken using the Godin Leisure-Time Exercise questionnaire, while the stress level was assessed using the Perceived Stress Scale. Data were analyzed with Fisher's Exact Test with a confidence level of 95% (α=0,05). The results of the research on the relationship between the type of sport and the level of stress obtained p=0.024 and the relationship between the frequency of sport and the level of stress obtained p=0.004. The conclusion of this research is that there is a relationship between the type and frequency of sports and the level of stress. Abstrak. Stres merupakan salah satu reaksi fisiologis pada suatu individu di mana terjadi mekanisme pertahanan yang beragam untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam atau tuntutan yang meningkat. Salah satu cara untuk menurunkan tingkat stres adalah berolahraga. Olahraga akan merangsang pengeluaran hormon beta-endorfin yang akan memberikan efek memulihkan suasana hati dan menurunkan kadar kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis dan frekuensi olahraga dengan tingkat stres Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif comparative dengan cross-sectional. Subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kota Bandung berjumlah 135 orang, dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Jenis dan frekuensi olahraga diambil menggunakan kuisioner Godin Leisure-Time Exercise sedangkan tingkat stres dinilai menggunakan Perceived Stres Scale. Data dianalisis dengan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian hubungan jenis olahraga dengan tingkat stres didapatkan p=0.024 dan hubungan frekuensi olahraga dengan tingkat stres didapatkan p=0.004. Simpulan pada penelitian ini terdapat hubungan jenis dan frekuensi olahraga dengan tingkat stres.
Hubungan antara Persalinan Induksi dan Gawat Janin di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat Tahun 2020–2021 Meitariani Elsa Putri; Ratna Dewi Indi Astuti; Ratna Damailia
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6935

Abstract

Abstract. Fetal distress is a condition where the fetus experiences hypoxia due to lack of oxygen supply. Fetal distress can be caused by induction of labor with oxytocin causing the uterus to contract. This can cause blood perfusion to the placenta decrease. The aim of this study is to the relationship between induced labor and fetal distress at Al-Ihsan Hospital, West Java Province in 2020–2021. This research method uses observational analytic techniques with a case-control approach. The data in this study were secondary, obtained from the medical records of patients at Al-Ihsan Hospital, which consisted of 56 data subjects. The data collection technique uses a consecutive sampling. Data analysis used the Chi-square test. The results of this study indicate the etiology of fetal distress cases caused by prolonged labor (35.7%) and induction of labor (28.6%). Statistical test results showed an association between induced labor and fetal distress (p=0.007) and induced labor had a 5.2 times greater risk of experiencing fetal distress (OR: 5.2; 95% CI: 1.613–16.765). The results of this study indicate that one of the most common causes of fetal distress is oxytocin-induced labour. Abstrak. Gawat janin merupakan kondisi janin yang mengalami hipoksia akibat kekurangan asupan oksigen. Gawat janin dapat disebabkan oleh induksi oksitosin saat persalinan. Oksitosin menyebabkan uterus berkontraksi kuat sehingga berisiko menurunkan perfusi darah ke plasenta. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan persalinan induksi dengan gawat janin di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat tahun 2020–2021. Metode penelitian ini menggunakan teknik analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Data pada penelitian ini bersifat sekunder yang didapat dari rekam medis pasien RSUD Al-Ihsan yang terdiri atas 56 data subjek. Teknik pengambilan data menggunakan concecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan etiologi pada kasus gawat janin disebabkan oleh persalinan yang lama (35,7%) dan induksi persalinan (28,6%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara persalinan induksi dengan kejadian gawat janin (p=0,007) serta persalinan induksi berisiko 5,2 kali lebih besar mengalami gawat janin (OR: 5,2; 95% CI: 1,613–16,765). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terbanyak pada kejadian gawat janin salah satunya dipengaruhi oleh persalinan yang diinduksi oksitosin.
Studi literatur: Hubungan Status Gizi dengan Kecerdasan Intelektual pada Siswa SDN Cigarung Kecamatan Leuwisadeng Bogor Farrel Zhafran; Nugraha Sutadipura; Mirasari Putri
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6941

Abstract

Abstract. Nutritional status is a condition obtained from the balance between the intake of nutrients from food and the nutritional needs of the body for metabolic processes. Poor nutritional status can trigger an adrenal cortex response so that it will increase plasma cortisol in the body and will inhibit hormone responses which result in impaired brain development resulting in a decrease in the value of intellectual intelligence in children. Intelligence or intelligence is the ability required in solving problems that require understanding and the use of symbols. This study aims to determine the effect of nutritional status on intellectual intelligence in grades 4 and 5 of SDN Cigarung Leuwisadeng District Bogor. The type of research used is observational analytic by using cross sectional study method on 80 respondents by measuring nutritional status (weight/age) and measuring intelligence level by using Coloured Progressive Matrices. The results of bivariate analysis using the chi-square test proved that there was no relationship between nutritional status and intellectual intelligence (p-value=0.091). The conclusion of this study is that nutritional status is not related to intellectual intelligence in grades 4 and 5 of SDN Cigarung, Leuwisadeng District, Bogor. Abstrak. Status gizi merupakan keadaan yang didapatkan dari keseimbangan antara asupan zat gizi yang berasal dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme. Status gizi yang buruk dapat memicu respon korteks adrenal sehingga akan meningkatkan plasma kortisol dalam tubuh dan akan menginhibisi respon hormon yang berakibat pada gangguan perkembangan otak sehingga terjadi penurunan nilai kecerdasan intelektual pada anak. Inteligensi atau kecerdasan merupakan, kemampuan yang dituntut dalam pemecahan masalah yang membutuhkan pemahaman dan penggunaan simbol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap kecerdasan intelektual pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Cigarung Kecamatan Leuwisadeng Bogor. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional study pada 80 responden melalui pengukuran status gizi (berat badan/umur) dan pengukuran tingkat kecerdasan dengan menggunakan Coloured Progressive Matrices. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kecerdasan intelektual (p value=0,091). Simpulan dari penelitian ini adalah status gizi tidak berhubungan dengan kecerdasan intelektual pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Cigarung Kecamatan Leuwisadeng Bogor.
Tanda Pedikulosis Kapitis pada Santriwati Sulthon Aulia Boarding School Angga Saputra Jaya; Eka Hendyranny; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6946

Abstract

Abstract. Pediculosis capitis is a disease caused by infection with Pediculus humanus var. capitis which is a blood-eating ectoparasites and grows on human head hair. Many factors encourage the occurrence of pediculosis capitis, including the level of knowledge about pediculosis capitis, personal hygiene, gender, socioeconomic conditions, the habit of borrowing personal items, and the density of occupants in a room. The purpose of this study was to find the signs of pediculosis capitis in female students from Sulthon Aulia Boarding School. This research method is observational with a cross-sectional design. The number of samples in this study were 120 female students. Data were taken through examination of signs of pediculosis capitis. Signs of pediculosis capitis were found in 79.2% female students. . Improper personal hygiene can increase the risk of developing pediculosis capitis. Abstrak. Pedikulosis kapitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Pediculus humanus var. capitis yang merupakan ektoparasit pemakan darah dan tumbuh pada rambut kepala manusia. Banyak faktor yang mendorong terjadinya pedikulosis kapitis, diantaranya tingkat pengetahuan tentang pedikulosis kapitis, personal hygiene, jenis kelamin, keadaan sosial ekonomi, kebiasaan meminjam barang pribadi, dan kepadatan hunian dalam suatu ruangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai tanda pedikulosis kapitis pada santriwati Sulthon Aulia Boarding School. Metode penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 120 santriwati. Data diambil dengan dilakukannya pemeriksaan tanda pedikulosis kapitis. Ditemukan tanda pedikulosis kapitis pada 79,2% santriwati. Personal hygiene yang tidak baik dapat meningkatkan risiko terjadinya pedikulosis kapitis.
Peran Rasio Trombosit Limfosit dalam Memprediksi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19 Tania; Yani Triyani; Rika Nilapsari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5963

Abstract

Abstract. COVID-19 is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 group. This disease has been declared by the WHO as a global pandemic. The first case of COVID-19 in Indonesia was reported on March 2, 2020, and the number has continued to increase until now. COVID-19 in Indonesia has spread to various regions, accompanied by increased cases and deaths. The severity of COVID-19 patients is classified into four, namely mild, moderate, severe, and critical, which can be determined by measuring the platelet-lymphocyte ratio value at routine hematological examinations. This RTL has become a new indicator of inflammation to determine the severity of COVID-19. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) Is there a relationship between the platelet-lymphocyte ratio in moderate cases of COVID-19 at Al-Islam Hospital in Bandung? (2) Is there a relationship between the platelet-lymphocyte ratio in severe cases of COVID-19 at Al-Islam Hospital in Bandung? (3) Does the platelet-lymphocyte ratio act as an indicator of the severity of COVID-19 patients at Al-Islam Hospital Bandung? (4) What is the cut-off value of the platelet-lymphocyte ratio as an indicator of severity in COVID-19 patients at Al-Islam Hospital in Bandung?. The research design uses a diagnostic test method with a cross-sectional approach with data analysis techniques using Chi-square. The population selected in this study were confirmed COVID-19 patients based on RT-PCR results, which were treated at Bandung Al-Islam Hospital. Using the sampling technique, Total Sampling, the number of research samples was 350 patients. The data collection technique used in this study was from medical records. The data analysis technique used in this research is the descriptive analysis technique. The results of this study are: There is a relationship between the platelet-lymphocyte ratio (p-value=0.009) and the severity of COVID-19 patients at Al-Islam Hospital Bandung. Abstrak. COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kelompok SARS-CoV-2. Penyakit ini telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global. Kasus pertama COVID-19 di Indonesia dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020, dan jumlahnya terus meningkat hingga sekarang. Penyebaran COVID-19 di Indonesia menyebar ke berbagai wilayah dengan diiringi peningkatan jumlah kasus dan kematian. Derajat keparahan pasien COVID-19 diklasifikasikan menjadi empat yaitu derajat ringan, sedang, berat dan kritis yang dapat ditentukan dengan mengukur nilai rasio trombosit limfosit pada pemeriksaan hematologi rutin. RTL ini ini telah menjadi salah satu indikator peradangan yang baru untuk menentukan derajat keparahan COVID-19. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apakah terdapat hubungan antara rasio trombosit limfosit pada kasus COVID-19 derajat sedang di RS Al-Islam Bandung? (2) Apakah terdapat hubungan antara rasio trombosit limfosit pada kasus COVID-19 derajat berat di RS Al-Islam Bandung? (3) Apakah rasio trombosit limfosit berperan sebagai indikator derajat keparahan pasien COVID-19 di RS Al-Islam Bandung? (4) Berapakah nilai cut off rasio trombosit limfosit sebagai indikator derajat keparahan pada pasien COVID-19 di RS Al-Islam Bandung?. Desain penelitian ini menggunakan metode uji diagnostik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik analisis data menggunakan Chi-square. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pasien terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan hasil RT-PCR yang di rawat di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 350 pasien. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari rekam medik. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: Terdapat hubungan antara rasio trombosit limfosit (p-value=0,009) dengan derajat keparahan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Al-Islam Bandung.