cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Perbandingan Penyembuhan Luka Sayat menggunakan Kopi Robusta dan Polyurethane foam pada Tikus (Rattus novergicus) Akhmad Fatharoni; Hendro Sudjono Yuwono; Susanti Dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6057

Abstract

Abstract. Wounds damage the integrity of biological tissues, including skin, mucous membranes, and tissue organs. Various types of trauma can cause wounds, and it is very important to clean the wound and dress it properly to limit the further spread of infection and injury. Wound care can be done in various ways, can use natural materials and artificial materials. A natural ingredient that is often used in wound care is coffee. The antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial effects of coffee can prevent new injuries to the growth of epithelial cells at the base of the wound, thereby promoting better wound cell proliferation. This study used a preclinical in-vivo experimental method with factorial design with repeated measurements. The number of rats used in this study was 27 wistar rats. In this study, three treatment groups were needed, where the experimental group consisted of two experimental groups and one other group, namely the control group. The study was conducted on 27 male wistar rats (Rattus novergicus), which were divided into three groups and each group consisted of 9 rats. The third group had almost the same effectiveness except that there was a significant difference in the degree of wound edge hyperemia between the 3 groups in group H-14 (p=0.002). The results of the paired comparison test showed a significant difference between the Robusta coffee and Polyurethane foam groups in the assessment of hyperemic edges (p=0.012), indicating a significant difference between the two variables, suggesting wound healing process preferred in the coffee group. Keywords: Robusta Coffee, Wistar Rat, Polyurethane foam, Wound healing Abstrak. Luka merupakan kerusakan keutuhan jaringan biologis, termasuk kulit, membran mukosa, sertajaringan organ. Berbagai jenis trauma dapat menimbulkan luka, dan sangat penting untuk melakukan pembersihan luka dan dibalut dengan tepat untuk membatasi penyebaran infeksi dan cedera lebih lanjut. Perawatan luka dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, bisa menggunakan bahan alami dan bahan buatan. Bahan alami yang cukup sering digunakan dalam perawatan luka yaitu kopi. Efek antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri pada kopi dapat berperan untuk mencegah cedera baru pada pertumbuhan sel epitel pada dasar luka, hal tersebut membuat proliferasi sel luka lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental preklinik in-vivo desain faktorial dengan repetition measurement. Jumlah tikus yang digunakan dalam penelitian ini 27 ekor tikus wistar. Dalam penelitian ini diperlukan tiga kelompokperlakuan, dimana kelompok untuk eksperimen terdiri dari dua kelompok experimental groups dan satu kelompok lainya yaitu control groups. Penelitian dilakukan pada tikus wistar (Rattus novergicus) jantan sebanyak 27 ekor, yang dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok terdiri 9 tikus. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbandingan antara kopi robusta dan Polyurethane foam pada penilaian tepi hiperemis memiliki nilai p 0,012, dimana memilki perbedaan yang signifikan antara kedua variabel tersebut, menunjukan penyembuhan luka kelompok kopi lebih baik. Kata Kunci: Kopi Robusta, Tikus Wistar, Polyurethane foam, Penyembuhan luka.
Tingkat Stres Dapat Menimbulkan Munculnya Gejala Gastritis Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Novan Arga Ramadhan Novan; Ratna Dewi; Nugraha Sutadipura
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6099

Abstract

Abstract. Stress is a common symptom with a high incidence in the world. College students are a population that is prone to experiencing stress. Gastritis can appear due to stress due to an increase in stomach acid. This study aims to determine the relationship between stress levels and symptoms of gastritis in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. The sampling technique in this study is the method of taking consecutive sampling. The sample of this research was 96 students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung, level 1 - level 4. This research uses an observational analytic method with a cross-sectional research design. Data collection was carried out using the DASS-21 and gastritis symptom questionnaires and analyzed using the chi-square test and SPSS software. The results of this study show that most students have moderate levels of stress and gastritis symptoms. Can be concluded that there is a statistically significant relationship between stress levels and symptoms of gastritis in students of the medical faculty at the Islamic University of Bandung (P = 0.000). Keywords: Stress level, Symptoms of Gastritis Abstrak. Stres merupakan salah satu gejala umum dengan angka kejadian yang tinggi di dunia. Mahasiswa merupakan suatu populasi yang rentan untuk mengalami stres. Gastritis dapat muncul akibat stres, karena adanya peningkatan asam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan gejala gastritis pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Teknik sampling pada penelitian ini adalah metode pengambilan konsekutif sampling. Sampel penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tingkat 1 - tingkat 4 sebanyak 96 orang. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner DASS-21 dan kueesioner gejala gastritis serta dianalisis dengan uji chi-square dan Software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat stres sedang dan memiliki gejala gastritis. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna secara statistik antara tingkat stress dengan gejala gastritis pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas islam bandung (P = 0,000). Kata Kunci: Gejala Gastritis, Tingkat Stres
Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Desa Tanjung Wangi Cicalengka Nabilah Khairunnisa Rahayu
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6130

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh dan kembang kronik pada anak yang dapat dinilai setelah anak berusia 2 tahun. Faktor resiko terjadinya stunting di negara berkembang salah satunya tidak diberi ASI eksklusif. Tujuan untuk mengetahui hubungan dari pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Desa Tanjung Wangi Cicalengka pada tahun 2022. Metode yang menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian case control pada 98 responden yang terdiri dari 49 kasus dan 49 kontrol. Data diambil melalui kuesioner dan rekam medis. Instrumen penelitian menggunakan wawancara untuk mengetahui riwayat pemberian ASI ekslusif dan microtoise untuk mengukur tinggi badan anak. Kuesioner terdiri dari beberapa pertanyaan untuk mengetahui riwayat pemberian ASI eksklusif. Uji statistik menggunakan Chi-square dan ditemukan bahwa anak yang stunting sebanyak 42 balita (85,7%) dan anak yang tidak stunting sebanyak 40 balita (81,6%). Hasil uji nilai Odd Ratio didapatkan 3,28 (p=0,001), memiliki makna bahwa anak yang tidak diberi ASI eksklusif memiliki resiko 3,28 kali lebih besar jika dibanding dengan anak yang diberi ASI eksklusif. Simpulan pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu faktor yang memicu stunting. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan salah satunya adalah memberi penyuluhan kepada ibu tentang pentingnya ASI eksklusif.
Karakteristik Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, dan Profil Lipid di Rumah Sakit Umum Daerah Subang Indri Rahmawati; Suganda T; Eka Nurhayati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6132

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus (DM) disebabkan kelainan resistensi insulin, insulin atau keduanya dengan karakteristik hiperglikemia, dan merupakan penyakit metabolik kronik progresif. Prevalensi DM tipe 2 tahun 2018 meningkat sebanyak 8,5%. DM tipe 2 merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner, diawali kondisi dislipidemia. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik pasien DM tipe 2 di RSUD Subang berdasarkan usia, jenis kelamin, dan profil lipid. Jenis penelitian deskriptif dengan teknik total sampling berjumlah 31 sampel sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil pasien DM tipe 2 di RSUD Subang tahun 2021 terbanyak kelompok lansia awal 15 orang (48,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan 20 orang (64,5%), kadar kolesterol total kategori agak tinggi dan normal berjumlah masing-masing sebanyak 12 orang (38,7%), trigliserida terbanyak kategori normal sejumlah 14 orang (45,2%), High-Density Lipopotein terbanyak kategori tinggi sejumlah 18 orang (58,1%), dan Low-Density Lipoprotein terbanyak kategori optimal sejumlah 21 orang (67,8%). Data usia, jenis kelamin, dan profil lipid dianalisis statistik menggunakan Microsoft Excel. DM tipe 2 hasil dari kurangnya aktivitas dan gaya hidup tidak sehat. Faktor risiko DM terdapat yang dapat diubah dan tidak dapat diubah seperti genetik, usia dan jenis kelamin, sehingga didapatkan karakteristik pasien DM tipe 2 di RSUD Subang berdasarkan usia, jenis kelamin, dan profil lipid. Abstract. Diabetes mellitus (DM) is caused by abnormalities of insulin resistance, insulin or both with characteristics of hyperglycemia, and is a progressive chronic metabolic disease. The prevalence of type 2 DM in 2018 increased by 8.5%. Type 2 DM is a risk factor for coronary heart disease, starting with dyslipidemia. The aim of this study was to determine the characteristics of type 2 DM patients at Subang Hospital based on age, sex, and lipid profile. This type of descriptive research with a total sampling technique totaling 31 samples according to the inclusion and exclusion criteria. The results of type 2 DM patients at Subang Hospital in 2021 were mostly in the early elderly group of 15 people (48.4%), the most sex was female 20 people (64.5%), the total cholesterol level was in the rather high and normal category, amounting to 12 each people (38.7%), the most triglycerides in the normal category were 14 people (45.2%), the High-Density Lipoprotein the most in the high category were 18 people (58.1%), and the Low-Density Lipoprotein in the optimal category was 21 people (67.8%). Age, gender, and lipid profile data were statistically analyzed using Microsoft Excel. Type 2 DM results from a lack of activity and an unhealthy lifestyle. DM risk factors that can be changed and cannot be changed such as genetics, age and gender, so that the characteristics of type 2 DM patients at Subang Hospital are obtained based on age, sex and lipid profile.
Kebersihan Tangan dan Infeksi Cacing Enterobius Vermicularis pada Anak Sekolah Dasar Ahmad Heru Sopyan; Yuke Andriane; Ismet Muchtar Nur
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6138

Abstract

Abstract. Enterobiasis is an infection with the worm Enterobius vermicularis which is still a global public health problem in both developed and developing countries. One of the factors that increases the risk of Enterobiasis is poor hand hygiene. The purpose of this study was to find out whether there is a relationship between hand hygiene and Enterobiasis in grade 6 students at SDN Jayamakmur 1 Karawang, West Java, in 2022. The type of research was analytic observational with a cross sectional research design. The research population was 6th grade students at SDN Jayamakmur 1 Karawang, West Java, with a total sample of 32 people. Data collection was carried out using a hand hygiene questionnaire and anal swab examination and analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that the number of students who had good hand hygiene and those who had poor hand hygiene were almost the same and the frequency distribution of Enterobiasis examinations showed that most of the respondents did not experience Enterobiasis. The results showed that there was a relationship between hand hygiene and Enterobiasis in grade 6 students at SDN Jayamakmur 1 Karawang, West Java, in 2022 (P-value = 0.006). Hand hygiene is important in everyday life because hands are the first medium that is very often contaminated with parasites, especially Enterobius vermicularis, which can cause Enterobiasis. Abstrak. Enterobiasis merupakan infeksi cacing Enterobius vermicularis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global baik di negara maju maupun berkembang. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko Enterobiasis adalah kebersihan tangan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kebersihan tangan dengan Enterobiasis pada siswa kelas 6 SDN jayamakmur 1 Karawang Jawa Barat tahun 2022. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas 6 di SDN Jayamakmur 1 Karawang Jawa Barat dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner kebersihan tangan dan pemeriksaan anal swab serta dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penerlitian menunjukan jumlah siswa yang memiliki kebersihan tangan yang baik dengan yang memiliki kebersihan tangan yang buruk hampir sama banyak dan distribusi frekuensi pemeriksaan Enterobiasis sebagian besar responden tidak mengalami Enterobiasis. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara kebersihan tangan dengan Enterobiasis pada siswa kelas 6 SDN Jayamakmur 1 Karawang Jawa Barat tahun 2022 (P-value = 0,006). Kebersihan tangan merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari karena tangan merupakan perantara pertama yang sangat sering terkontaminasi parasit khususnya Enterobius vermicularis sehingga dapat menyebabkan Enterobiasis.
Sanitasi Lingkungan Berpengaruh terhadap Kejadian Skabies pada Santri Laki-laki di Pondok Pesantren Choirul Huda Ahmad Roisul Umam; Nanan Sekarwana; Mia Yasmina Andarini
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6146

Abstract

Abstract. Scabies is a disease caused by the parasite Sarcoptes scabiei var hominis. Scabies is transmitted through direct or indirect contact, according to the World Health Organization (WHO). Currently, scabies is still a problem in developing countries, with an estimated worldwide prevalence of around 200 million population; according to data from the Ministry of Health (Indonesian Ministry of Health), scabies is a disease of the skin that is often treated in health centers. This study aimed to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of scabies in male students at the Choirul Huda Islamic Boarding School, Rajeg District, Tangerang Regency. This study used a cross-sectional approach, involving 147 respondents who were taken by random sampling to obtain a minimum of 82 samples using a questionnaire at the Choirul Huda Islamic Boarding School from February to November 2022. The analysis using Chi-Square showed a significant relationship between sanitation (p -value=0.019) and the incidence of scabies in male students at the Choirul Huda Islamic Boarding School, Tangerang Regency. This study's results indicate a relationship between sanitation and the incidence of scabies in male students at the Choirul Huda Islamic boarding school, Tangerang Regency.Skabies merupakan sebuah penyakit yang disebabkan karena parasit Sarcoptes scabiei var hominis.Penyakit skabies ini menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung, menurut World Health Organization ( WHO) saat ini skabies masih menjadi permasalahan di negara berkembang dengan prevalensi secara mendunia diperkiraan menjangkit kurang lebih 200 juta penduduk, menurut data KEMENKES (Kementrian Kesehatan Indonesia) skabies merupakan sebuah penyakit pada kulit yang kerap di tangani di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan terhadap kejadian skabies pada santri laki-laki di Pondok Pesantren Choirul Huda Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional, dengan mengikutsertakan 147 responden yang diambil dengan metode random sampling untuk mendapatkan 82 sampel minimum menggunakan kuesioner di Pondok Pesantren Choirul Huda pada periode Februari – November 2022. Hasil analisis menggunakan Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sanitasi (p-value=0,019) dengan kejadian skabies pada santri laki-laki di Pondok Pesantren Choirul Huda Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara sanitasi dengan kejadian skabies pada santri laki-laki di pondok pesantren Choirul Huda Kabupaten Tangerang.
Studi Literatur: Efek Penggunaan Smartphone terhadap Durasi Tidur Mohamad Daffa Putra Utama Noeradiana; Fajar Awalia Yulianto; Sadeli Masria
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6148

Abstract

Abstract. Short sleep duration leads to various health problems. a sleep process can be affected by many factors, one of which is a smartphone. Smartphone use increases personal screen time. this is find evidenced by previous studies of a relationship between smartphone usage and sleep duration. This study uses the literature research method. As a result, it was found that the time spent using smartphones reduced sleep time and that there was a relationship between usage time and sleep time. Abstrak. Durasi tidur yang pendek akan memghasilkan berbagai macam masalah kesehatan. Proses tidur bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya oleh smartphone. pemakaian smartphone akan meningkatkan screen time pada individu. Tujuan penelitian adalah untuk mencari bukti hubungan durasi screen time smartphone dengan durasi tidur penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa durasi screen time smartphone dapat mengurangi durasi tidur dan terdapat hubungan antara durasi screen time dengan durasi tidur.
Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru pada Anak Sebelum dan Sesudah Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Aufa Salsabila Surahman; Nanan Sekarwana; Harvi Puspa Wardani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6152

Abstract

Abstract. Nutritional status in pediatric tuberculosis (TB) patients plays an important role in the course of TB disease. After being given appropriate TB therapy, the infection process begins to decrease and there is an increase in the formation of fatty acids and a decrease in the process of lipolysis in the tissues. The purpose of this study was to analyze the differences in the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients in children before and after therapy at the Children's Polyclinic at Al-Islam Hospital Bandung in 2019 – 2020. The research subjects were children with pulmonary TB aged 0 – 4 years who had completed therapy and were selected using a purposive sampling technique. This study used an analytic observational method with a cross-sectional design. Data on body weight (BB) and age were obtained from medical records and grouped into three categories of nutritional status. The number of samples in this study was 67 children with pulmonary TB. The results of the study showed that before TB therapy, 26 (39%) people had poor nutritional status, 40 (60%) people had normal nutritional status, and only one (1%) person had a risk of being overweight. After therapy, 13 (19%) people had underweight nutritional status, 50 (75%) normal weight nutritional status, and four (6%) people had a risk of being overweight. The results showed that there were significant differences in the nutritional status of children before and after TB therapy (p 0.001; <0.05). In conclusion, there are significant differences regarding the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients in children before and after therapy. Keywords: Pediatric tuberculosis, nutritional status, therapy. Abstrak. Status gizi pada pasien tuberkulosis (TB) anak berperan penting dalam perjalanan penyakit TB. Setelah diberikan terapi TB yang tepat maka proses infeksi mulai berkurang dan terjadi peningkatan pembentukkan asam lemak dan penurunan proses lipolisis di jaringan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan status gizi pasien tuberkulosis paru pada anak sebelum dan sesudah terapi di Poli Anak Rumah Sakit Al – Islam Bandung tahun 2019 – 2020. Subjek penelitian adalah anak penderita TB paru berusia 0 – 4 tahun yang telah menyelesaikan terapi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Data berat badan (BB) dan usia diperoleh dari rekam medis dan dikelompokkan menjadi tiga kategori status gizi. Jumlah sampel penelitian ini adalah 67 penderita TB paru anak. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum dilakukan terapi TB 26 (39%) orang memiliki status gizi BB kurang, 40 (60%) orang berstatus gizi BB normal, dan hanya satu (1%) orang yang memiliki risiko BB lebih. Sesudah dilakukan terapi sebanyak 13 (19%) orang memiliki status gizi BB kurang, sebanyak 50 (75%) berstatus gizi BB normal, dan empat (6%) orang memiliki risiko BB lebih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada status gizi anak sebelum dan sesudah dilakukan terapi TB (p 0,001; <0,05). Simpulan, terdapat perbedaan yang signifikan terkait status gizi pasien tuberkulosis paru pada anak sebelum dan sesudah terapi. Kata Kunci: Tuberkulosis anak, status gizi, terapi.
Karakteristik Demografi dan Klinikopatologi Pasien Kanker Paru di Rumah Sakit Umum Daerah Al−Ihsan Aida Fitriyane Hamdani Aida; Wida Purbaningsih; Widhy Yudistira Nalapraya
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6154

Abstract

Abstract. Lung cancer is a disease with the highest incidence in the world and is considered non-communicable. Based on the 2020 Global Burden of Cancer (GLOBOCAN), it is estimated that there are 2.2 million people in the world suffering from lung cancer with a percentage of 11.4% of all cancer-related incidents, with a mortality rate of 1.8 million, or 18% of the total cancer-related deaths. In 2020, the incidence of finding new cases of lung cancer in Indonesia reached 34,783 cases. Meanwhile, the death rate reached 30,843 people, which is in first place. The province in Indonesia that has a high prevalence of lung cancer is the province of West Java. Al-Ihsan Hospital is one of them as a Cancer center or hospital which is a referral center for West Java residents. This study aims to look at the demographic and clinicopathological characteristics of people with lung cancer at Al-Ihsan Hospital, West Java in 2020 and 2021. This study used a retrospective descriptive observational method with a sample size measured using total sampling. From this study it can be concluded that of the 82 patients who met the inclusion criteria, there were 49 patients in 2020 and 33 patients in 2021 with the highest age group, namely 55−64 years and dominated by men. It can also be concluded that the characteristics of lung cancer patients based on clinical symptoms are the most commonly found, namely patients with shortness of breath and chest pain. Based on the type of histopathology, the most common type is non-small cell lung carcinoma. Meanwhile, based on staging with an average staging, namely staging IV. Keywords: Age, clinical symptoms, gender, histopatological type, lung cancer, staging. Abstrak. Kanker paru merupakan penyakit dengan insiden paling tinggi di dunia dan dianggap tidak menular. Berdasarkan Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020, diperkirakan terdapat 2,2 juta penduduk di dunia menderita kanker paru dengan persentase 11,4% dari semua insiden yang berhubungan dengan kanker, dengan tingkat kematian 1,8 juta, atau 18% dari jumlah kematian yang berhubungan dengan kanker. Tahun 2020, kejadian penemuan kasus baru kanker paru di Indonesia mencapai 34.783 kasus. Sementara itu, angka kematiannya mencapai 30.843 jiwa yang berada pada urutan pertama. Provinsi di Indonesia yang mempunyai prevalensi dengan jumlah tinggi pada pengidap kanker paru adalah provinsi Jawa Barat. RSUD Al-Ihsan salahsatunya sebagai Cancer centre atau rumah sakit yang menjadi pusat rujukan warga Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik demografi dan klinikopatologi pengidap kanker paru di RSUD Al-Ihsan Jawa Barat pada tahun 2020 dan 2021. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif retrospektif dengan besar sampel yang diukur penggunakan total sampling. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 82 pasien yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 49 pasien tahun 2020 dan 33 pasien tahun 2021 dengan kelompok usia tertinggi yaitu 55−64 tahun dan didominasi oleh laki-laki. Dapat disimpulkan pula bahwa karakterisitik pasien kanker paru berdasarkan gejala klinis yang paling banyak ditemukan yaitu pasien dengan sesak nafas dan nyeri dada. Berdasarkan jenis histopatologi, jenis yang paling banyak adalah non small cell lung carcinoma. Sedangkan, berdasarkan staging dengan rata-rata staging yaitu staging IV. Kata Kunci: Gejala Klinis, Jenis Kelamin, jenis histopatologi, kanker paru, staging, usia
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Hana Badiiah; A. Rahmah Furqaani; A. Kartika Sari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6173

Abstract

Abstract. Coffee is the second largest drink in the world that is produced and consumed and contains several types of compounds, namely caffeine, potassium and polyphenols, so it is often referred to as an addictive substance. The aim is to analyze the relationship between the frequency of coffee consumption and the quality of sleep of students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University. This study used an analytic observational method with a retrospective cohort study design. The research was conducted in October. Data was obtained by distributing questionnaires to respondents from the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University online. The statistical test used the data collected and then tested using the Chi-Square statistical test to analyze whether or not the relationship between the independent and dependent variables was tested. The number of respondents in this study were 227 people. The results of the study showed that 227 respondents, more rarely consumed coffee, namely around 142 people who consumed coffee (62.6%), 69 people (30.4%) consumed coffee in the moderate category and 16 people (7.0%) drink coffee often. The results showed that the frequency of coffee consumption with the sleep quality of students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University was not significant (not significant). There are other factors that must be investigated on the quality of sleep among medical students. Abstrak. Kopi menjadi minuman terbesar kedua di dunia yang diproduksi serta dikonsumsi dan mengandung beberapa jenis senyawa yaitu kafein, kalium, dan polifenol sehingga sering disebut sebagai zat adiktif. Tujuan menganalisis hubungan frekuensi konsumsi kopi dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas islam bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian kohort retrospektif. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner terhadap responden mahasiswa fakultas kedokteran universitas islam bandung secara online. Uji statistik menggunakan uji data yang terkumpul kemudian diuji menggunakan uji statistik Chi-Square untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara variable bebas dan terikat. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 227 orang. Didapatkan hasil penelitian, 227 orang responden, lebih banyak yang jarang mengonsumsi kopi yaitu sekitar 142 orang yang mengonsumsi kopi (62,6%), 69 orang (30.4%) mengonsumsi kopi dengan kategori sedang dan 16 orang (7.0%) sering minum kopi. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi konsumsi kopi dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas islam bandung tidak signifikan (tidak bermakna). Terdapat faktor lain yang harus diteliti terhadap kualitas tidur di kalangan mahasiswa fakultas kedokteran.