cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Kemajuan Uji Klinis Terdaftar Aktif pada Terapi Medikamentosa untuk Myasthenia Gravis 2024: Kajian Literatur Setiawan, Ahmad Haris
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.152

Abstract

Myasthenia Gravis adalah proses autoimun yang bermanifestasi pada kelemahan otot dengan tingkatan beragam., mulai dari kelemahan otot mata hingga otot pernafasan. Berdasarkan patofisiologinya, pengobatan medikamentosa ditargetkan pada sel imun atau secara simptomatik. Lini pengobatan yang tersedia telah mencapai lini kelima dan terus berkembang. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah perkembangan uji klinis yang sedang berjalan hingga Februari 2024. Jenis studi yang di gunakan literature review berdasarkan data registrasi uji klinis yang terdaftar aktif (fase 1 hingga 3) pada Clinicaltrial.gov dengan partisipan dewasa diikutsertakan dalam pengamatan. Terdapat 25 agen obat yang sedang diuji klinis dengan berbagai mekanisme aksi dan tujuan uji. Uji klinis yang sedang dilaksanakan tergolong beragam dan menunjukkan perkembangan yang baik untuk terapi myasthenia gravis.
Perbandingan Uji Kapasitas Total Antioksidan Ekstrak Daun Kelor dengan Metode DPPH, FRAP, dan ABTS Putri, Nawaika Shafira; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.154

Abstract

Reaksi oksidasi adalah proses alami dalam tubuh manusia yang terjadi selama metabolisme sel dan respirasi, menghasilkan reactive oxygen species (ROS) atau radikal bebas. Ketidakseimbangan antara produksi ROS yang berlebihan dan pertahanan antioksidan yang tidak memadai dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berdampak negatif pada molekul biologis seperti karbohidrat, protein, lipid, dan DNA. Stres oksidatif ini berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk radang sendi, aterosklerosis, diabetes, kanker, dan gangguan neurodegeneratif, serta mempercepat penuaan. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dan memperbaiki kerusakan akibat stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera L) dikenal kaya akan nutrisi dan antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas total antioksidan dari ekstrak daun kelor menggunakan tiga metode yang berbeda, yaitu DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), dan ABTS (2,2'-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Pengukuran absorbansi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer Genesys 30-vis, dan data dianalisis menggunakan grafik dari program GraphPad Prism versi 7.0 (La Jolla, California, USA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak daun kelor dengan metode DPPH adalah 71,011 μg/mL, yang tergolong antioksidan kuat (50-100 μg/mL). Dengan metode FRAP, nilai IC50 16,943 μg/mL, dengan metode ABTS nilai IC50 sebesar 25,533 μg/mL; keduanya termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat (<50 μg/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa metode FRAP dan ABTS lebih sensitif dalam mendeteksi kapasitas antioksidan ekstrak daun kelor dibandingkan metode DPPH. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang berpotensi mencegah penyakit terkait stres oksidatif.
Uji Kapasitas Antiokisdan pada Ekstrak Daun Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Metode DPPH, FRAP, ABTS Kusuma, Andrea Bianca Castafiore; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.155

Abstract

Paparan terhadap konsentrasi oksigen tinggi bisa merugikan organ tubuh mulai dari sistem kardiovaskular, gastrointestinal, pernapasan dan saraf. Melalui reaksinya dengan elektron, oksigen dapat berubah menjadi reactive oxygen species (ROS). ROS merupakan by-product yang berasal dari metabolisme sel terutama mitokondria. Ketika ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan sel, terjadilah stres oksidatif dimana keadaan ini dapat merusak makromolekul seperti lipid, protein dan DNA sebagai inisiasi perkembangan suatu penyakit. Salah satu mekanisme pertahanan untuk melindungi tubuh dari efek berbahaya ROS adalah dengan antioksidan, yaitu senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat proses oksidasi. Tentunya antioksidan sudah terkandung dalam sel tubuh, tetapi antioksidan juga bisa diperoleh dari luar, salah satunya daun peppermint (Mentha piperita L.). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan toksisitas dari ekstrak daun mint. Desain penelitian ini merupakan eksperimental yang bersifat in vitro. Daun peppermint diekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh dilakukan pengujian yang uji kapasitas total antioksidan menggunakan tiga metode yakni, DPPH, FRAP dan ABTS dengan pembanding trolox. Dari uji kapasitas total antioksidan,  didapatkan nilai IC50 terhadap DPPH 92,994, FRAP 23,899, dan ABTS 27,180. Dapat dikatakan ekstrak daun mint tergolong kategori antioksidan kuat hingga sangat kuat dengan kapasitas antioksidan lebih kecil dibandingkan trolox. Hal ini membuktikan ekstrak daun mint memiliki potensi sebagai antioksidan.
Update on Hepatitis C Virus (HCV) Vaccine Candidates in Clinical Trials: A Systematic Literature Review Ratnoglik, Suratno Lulut; Harumdini, Matahari
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.179

Abstract

Introduction: Hepatitis C virus (HCV) infection remains a significant global health challenge, affecting over 71 million people worldwide and leading to severe liver diseases such as cirrhosis and hepatocellular carcinoma (HCC). Despite the availability of highly effective direct-acting antiviral (DAA) therapies achieving sustained virologic response (SVR) rates exceeding 90%, high costs and limited accessibility impede global eradication efforts. Additionally, DAAs do not confer immunity against reinfection, highlighting the need for a prophylactic vaccine. Methods: This systematic literature review follows the PRISMA guidelines. A comprehensive search was conducted in PubMed, Scopus, and Web of Science for articles published between January 2010 and March 2024, focusing on HCV vaccine candidates in clinical trials. Data on study characteristics, participant demographics, vaccine characteristics, vaccine platforms and key outcomes were extracted. Results: Nine studies met the eligibility criteria, covering various phases of clinical trials (Phase I, II, and II/III). Key findings included: Vaccine platforms: The studies primarily utilized three types of vaccine platforms: Viral Vector-Based Vaccines, Peptide-Based Vaccines and Recombinant Protein Vaccines Immunogenicity: Vaccines targeting non-structural proteins (NS3, NS4, NS5) induced robust T-cell responses. Chimpanzee adenovirus (ChAd) and Modified Vaccinia Ankara (MVA) vector-based vaccines showed high polyfunctional CD8+ and CD4+ T-cell levels. Safety: Most adverse events were mild to moderate, including flu-like symptoms and injection site reactions. Severe adverse events were noted with TG4040 when combined with PEG-IFNα and RBV. Efficacy: Significant reductions in viral load and improvements in liver function were reported. Personalized peptide vaccines demonstrated enhanced immune responses and improved overall survival in HCV-positive advanced HCC patients. Conclusion: HCV vaccine development has made significant strides, with several candidates demonstrating strong immunogenicity, acceptable safety, and promising efficacy in clinical trials. Continued research is essential to address challenges such as viral genetic variability, durability of immune responses, and global accessibility.
Peningkatan Insiden Trombosis Mesenterial Terkait Infeksi Pasca Covid-19: Sebuah Kasus Serial Tendean, Michael; Mambu, Toar DB; Tjandra, Ferdinand; Salem, Billy; Panelewen, Jimmy; Akmal, Nuzly
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.180

Abstract

Pendahuluan: Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Keadaan hiperkoagulasi COVID-19 dapat meningkatkan risiko komplikasi trombosis dan tromboemboli. Trombosis mesenterika adalah komplikasi vaskular yang umumnya terkait dengan hiperkoagulabilitas, yang mengakibatkan nyeri perut dan iskemia usus. Presentasi kasus: kami melaporkan 3 kasus pasien yang datang kepada kami setelah terinfeksi Covid-19, yang datang dengan keluhan dan gejala berupa nyeri perut hebat, kembung dengan tanda-tanda obstruksi, dengan hasil D-dimer yang tinggi. Dilakukan laparotomi darurat dan ditemukan trombosis mesenterika, dilakukan reseksi anastomosis dan heparinisasi pasca operasi. Diskusi: Trombosis Mesenterika setelah Covid 19 biasanya muncul dengan gejala abdomen akut dan pemeriksaan d-dimer yang meningkat. Laparotomi darurat dilakukan dengan reseksi anastomosis usus, diikuti dengan heparinisasi pasca operasi. Dua pasien menunjukkan hasil yang baik dan menjalani rawat jalan, tidak ditemukan adanya kebocoran anastomosis maupun sindrom usus pendek. Gegar otak: Diagnosis trombosis mesenterika dapat dicurigai pada pasien pasca Covid-19 dengan gejala abdomen akut di mana terdapat peningkatan D-Dimer.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Infrastruktur Teknologi Informasi, dan Ketersediaan Tenaga Medis Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Swasta Salendra, Tania; Suciningtias, Marlyn; Tandy, Fenia; Bernarto, Innocentius
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.181

Abstract

Menurut Undang-Undang Kesehatan, kesehatan adalah hak asasi manusia dan merupakan salah satu elemen penting dalam kesejahteraan. Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan harus mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kualitas pelayanan, infrastruktur teknologi informasi dan ketersediaan tenaga medis terhadap kepuasan pasien di rumah sakit swasta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan Google Form. Populasi penelitian adalah seluruh anggota keluarga pasien di rumah sakit X, dengan teknik pengambilan sampel non-probability samplingyang kemudian menghasilkan 187 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, infrastruktur teknologi informasi dan ketersediaan tenaga medis berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit swasta perlu memperhatikan faktor-faktor ini untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Prediksi Mekanisme Kerja Whey Protein Sebagai Suplemen Anti-Diabetes dan Anti-Obesitas Berdasarkan Analisis Diffrentially Genes Expressed (DEG) Inflamasi Nurbaya, Siti; Tedjo, Aryo
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.182

Abstract

Obesitas sering dikaitkan dengan inflamasi, yang memicu pelepasan mediator inflamasi dan menurunkan produksi adiponektin. Beberapa teori menyebutkan bahwa peradangan kronis akibat obesitas merupakan mekanisme dominan diabetes tipe 2 (T2D). Penelitian ini melakukan analisis Differentially Genes Expressed (DEG) terkait inflamasi menggunakan basis data Gene Expression Omnibus (GEO) untuk melihat perubahan transkripsi (ekspresi gen) pada hati manusia yang berkontribusi pada akumulasi lipid hati dan resistensi insulin terkait T2D. DEG yang dihasilkan kemudian digunakan untuk melihat apakah whey protein (WP) dapat mempengaruhi DEG tersebut. Konsumsi WP dipercaya dapat menurunkan kelebihan berat badan dan kadar gula darah. Hasil analisis DEG menunjukkan terdapat 22 gen terkait inflamasi  pada liver yang berbeda ekspresinya antara Lean dengan kelompok pasien obesitas tanpa T2D (Obese_noT2D) dan dengan kelompok pasien obesitas dengan T2D yang tidak terkontrol (Obese_T2D-poorly controlled). Berdasarkan  penelitian ini, tidak satu-pun gen-gen tersebut yang dipengaruhi oleh asupan WP. Namun demikian beberapa gen yang diduga berperan dalam inflamasi, obesitas, dan T2D seperti FOXJ1, NLRP1, LGALS2, LIME1, NOTCH3, ARBB2, SIM2, dan TAT berpotensi dipengaruhi oleh asupan WP.
Studi Eksperimen: Pengaruh Penggunaan Telur Pada Cookies Berbasis Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) Dan Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Cahya, Aloysius Prima; Amara, Diza
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan telur pada cookies berbasis tepung pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kandungan gizi dan daya terima. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan dua faktor, yaitu tepung pisang kepok dan tepung kacang merah, dengan empat perlakuan: 100% tepung terigu sebagai kontrol, serta rasio tepung pisang kepok dan tepung kacang merah sebesar 75:25%, 85:15%, dan 95:5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penggunaan tepung pisang kepok dan tepung kacang merah mempengaruhi kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, kadar air, dan kadar abu dalam cookies. Selain itu, pengujian organoleptik mengindikasikan bahwa formula dengan rasio 75:25% memiliki daya terima terbaik berdasarkan warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Cookies berbasis pisang kepok dan kacang merah ini diusulkan sebagai alternatif pangan bagi penderita diabetes melitus tipe 2.
Pengaruh Terapi Akupuntur Terhadap Nyeri Epigastrium Pada Penderita Gerd Sindrom Disharmoni Hati Dan Lambung Rofiqi, Akhmad; Nando, Aryaprana; Rosyida, Muslihatin Khuril; Ningrum, Anis Lupita; Xaverius, Franciscus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung terus meningkat. Prevalensi GERD di dunia sebesar 8-33%. Prevalensi GERD di Indonesia bervariasi berada disekitaran 9,35%. Studi pada kelompok penderita dispesia yang melakukan pemeriksaan endoskopi menunjukan peningkatan prevalensi GERD 53%. GERD merupakan kondisi di mana asam lambung secara berulang naik ke esofagus, sehingga memunculkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, dan nyeri uluhati. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres dan pola makan. Penelitan ini bertujuan untunk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Peneliti menggunakan Desain pre-test dan post-test serta intervensi tanpa terdapat kelompok pembanding dan efektiitas perlakuan diukur dengan membandingkan hasil post-test dengan pre-test. penelitian ini dilaksanakan sejak Mei 2025 hingga Juni 2025 dengan partisipan dengan keluhan nyeri epigastrium pada penderita sindrom disharmoni hati dan lambung di klinik P, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Intervensi terapi dengan penusukan jarum akupuntur selama 6 hari berturut-turut. Rata-rata usia partisipan 33,8 tahun. Dengan status yang bekerja mayoritas sebanyak 23 orang, sedangkan yang tidak bekerja sebanyak 2 orang. Rata-rata skor skala nyeri sebelum terapi sebesar 7,96 dan rata-rata skor skala nyeri setelah terapi sebesar 2,2. Hasil uji Wilcoxon menunjukan p value 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Uji ukuran dampak dengan r sebesar -0,887 sehingga lebih mendekati -1 memeliki makna efek yang kuat. Pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung menunjukan efek yang besar.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Fakikhah, Dila Toebatul; Sari, Kartika
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis di Asia Tenggara yang sering memiliki masalah pada penyakit kulit. Penyakit infeksi kulit rentan terjadi dan kerap dikeluhkan masyarakat Indonesia. Pemanfaatan bahan alam ekstrak daun jati bisa dimanfaatkan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis serta mengevaluasi stabilitas sediaan krimnya. Empat formula krim dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun jati yang berbeda, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (4%). Uji stabilitas dilakukan menggunakan metode freeze-thaw cycling test selama tiga siklus dengan mengamati perubahan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jati memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dimana pada konsentrasi 1%, 2%, dan 4% rata-rata zona hambat yang terbentuk berdiameter 11,018 ± 1,664 mm, 12,308 ± 2,208 mm dan 19,141 ± 1,265 mm. Semua formula krim yang mengandung ekstrak daun jati menunjukkan stabilitas fisik dan kimia yang baik, dengan karakteristik organoleptis, homogenitas, dan pH yang stabil selama pengujian. Meskipun terjadi fluktuasi pada viskositas dan tren penurunan pada daya sebar, nilai-nilai tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima. Uji aktivitas antibakteri sediaan krim menunjukkan daya hambat pada F1, F2, dan F3 dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,241 ± 0,648 mm, 8,816 ± 2,703 mm, 11,841 ± 0,9322 mm yang menandakan bahwa konsentrasi ekstrak daun jati berbanding lurus dengan daya hambatnya, di mana formula F3 (4%) menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa formulasi krim ekstrak daun jati memiliki stabilitas yang memadai dan efektif sebagai agen antibakteri.