cover
Contact Name
Lia Yunita
Contact Email
yunitalia@up45.ac.id
Phone
+6285292958275
Journal Mail Official
joffshore.up45@gmail.com
Editorial Address
Soekarno Building, 2nd Floor, Jl. Proklamasi No. 1, Babarsari, Yogyakarta (55281)
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities, and Renewable Energy
ISSN : -     EISSN : 25498681     DOI : 10.30588
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy is a blind peer-reviewed National Journal in Indonesia and English languages published two issues per year (in June and December). Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities, and Renewable Energy focus on providing a publishing platform for scientists and academicians to promote, share, publish and discuss to all aspects of the latest outstanding development in the field of Petroleum Engineering. It encompasses the engineering of oil, production facilities and renewable energy, but it is not limited to scopes. Those are allowed to discuss on the following scope: Oil : geology geophysic in petroleum, reservoir, driliing and production in petroleum. Production Facilities : pipe transportation, separator, flowline, manifold. Renewable energy : geologist, geophysic in geothermal, pirolisis. Software Simulation in Petroleum and Geothermal : CMG, PIPESIM, MFrac, Petrasim, Aspen.
Articles 90 Documents
Studi Kualitas Batuan Reservoar Formasi Kalibiuk Daerah Purbalingga Sub Cekungan Banyumas Sugeng Widada; Aga Rizky; Alden Sinai Yudono
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1303

Abstract

Abstrak            Salah satu unsur penting dari sistem minyak dan gas bumi (petroleum system) adalah reservoar, yaitu batuan dengan porositas dan permeabilitas yang baik sehingga mempunyai kapasitas penyimpanan dan kemampuan untuk mengalirkan fluida (minyak dan gas bumi). Kualitas reservoar pada umumnya dipengaruhi oleh karakter fisik batuannya yang meliputi: tekstur, struktur sedimen, dan proses diagenesa yang terjadi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kualitas batuan reservoar di Daerah Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian merupakan bagian dari Sub-Cekungan Banyumas yang telah terbukti memiliki potensi kandungan migas.. Fokus penelitian ini pada Formasi Kalibiuk yang tersusun oleh batupasir gampingan dengan sisipan tipis batulempung gampingan, batupasir dan batupasir kerikilan. Uji kualitas batuan reservoar tersebut dilakukan pada 10 sampel dan difokuskan pada uji sifat fisik batuan, yaitu porositas dan permeabilitas. Dalam penelitian ini pengujian porositas menggunakan dua metode, yaitu pengamatan petrografis dan penimbangan, sedangkan pengujian permeabilitas menggunakan alat permeameter gas. Dari hasil pengujian didapatkan kualitas reservoar batupasir Kalibiuk dengan porositas teramati (petrografis) berkisar dari 9,50% (buruk) - 16,80% (baik), porositas terukur (timbangan) berkisar dari 3,26% (dapat diabaikan) - 20,20% (sangat baik) dengan permeabilitas bervariasi dari 8,71 mD (cukup) - 66,59 mD (baik). Berdasarkan porositas dan permeabilitasnya, kualitas reservoar batupasir Formasi Kalibiuk dapat dikategorikan menjadi sangat baik, baik, cukup, dan buruk. Perbedaan kualitas reservoar tersebut disebabkan karena perbedaan proses pengendapannya yang tercermin pada karakteristik tekstur dan struktur sedimennya.  Kata kunci: Kualitas Reservoar, Proses Sedimentasi, Formasi Kalibiuk                                                      AbstrackOne of the important elements of an oil and gas system (petroleum system) is a reservoir, which is rock with good porosity and permeability so that it has storage capacity and the ability to drain fluids (oil and gas). Reservoir quality is generally influenced by the physical character of the rock which includes: texture, sedimentary structure, and the diagenetic processes that occur. This study was aimed to determine the quality of reservoir rocks in the Purbalingga area, Central Java province. The research area is part of the Banyumas Sub-Basin which has been proven to have oil and gas potential. The focus of this research is on the Kalibiuk Formation which is composed of calcareous sandstone with thin insertions of calcareous claystone, sandstone and gravel sandstone. The reservoir rock quality test was carried out on 10 samples and focused on testing the physical properties of the rock, there are porosity and permeability. In this study, the porosity test used two methods, there are petrographic observation and weighing, the permeability test used a gas permeameter. From the test results, the quality of the Kalibiuk sandstone reservoir with observed porosity (petrographic) ranges from 9.50% (poor) - 16.80% (good), the measured porosity (scales) ranges from 3.26% (negligible) - 20, 20% (very good) with varying permeability from 8.71 mD (fair) - 66.59 mD (good). Based on the porosity and permeability, the sandstone reservoir quality of the Kalibiuk Formation can be categorized into very good, good, moderate, and poor. The difference in reservoir quality is due to differences in the deposition process which is reflected in the characteristics of the texture and structure of the sediment.Keyword: Reservoir Quality, Sedimentary Process, Kalibiuk Formation
Kajian Potensi Panas Bumi Sebagai Renewable Energy dan Pemanfaatanya pada Daerah Prospek Panas Bumi Gunung Telomoyo Magelang Fandika Agustiyar
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1217

Abstract

AbstrakEnergi konvensional merupakan sumber energi utama yang masih digunakan hingga saat ini, seperti batubara dan minyak bumi. Namun, sumber energi tersebut jumlahnya semakin menipis karena tidak bisa untuk diperbarui dan memerlukan waktu yang lama dalam pembentukannya, sedangkan kebutuhan energi yang selalu meningkat. Sehingga, dibutuhkan sumber energi baru dan  terbarukan yang berkelanjutan, salah satunya adalah energi panas bumi. Potensi panas bumi di Indonesia sangat tinggi, sekitar 40% atau 29.000 MW total panas bumi dunia berada di Indonesia, salah satunya di komplek Gunung Telomoyo. Penelitian bertujuan untuk mengindikasikan potensi persebaran dan karakteristik sumber energi panas bumi Telomoyo agar dapat dikembangkan lebih lanjut ke tahap eksplorasi dan eksploitasi. Metode penelitian berupa studi literatur dan survei lapangan untuk mendapatkan data sekunder dan primer. Dari penelitian ini, didapatkan hasil berupa titik persebaran manifestasi panas bumi, peta geologi, peta geomorfologi, potensi, dan karakteristik panas bumi di komplek Gunung Telomoyo. Terdapat tiga sumber manifestasi panas bumi, diantaranya yaitu berada di mata air panas Candi Dukuh, Pakis Dadu, dan Candi Umbul, dengan karakteristiknya yang didukung oleh data geokimia, geologi, dan geomorfologi. Panas bumi daerah ini berpotensi untuk substitusi energi konvensional dan juga potensial untuk eksplorasi dan eksploitasi, maka dari itu diperlukan studi lebih lanjut untuk optimalisasi sumber panas bumi di Gunung Telomoyo.Kata kunci : manifestasi, panas bumi, Telomoyo  AbstrackEnergy is something that cannot be separated from human life. Over time, conventional energy such as coal and oil will be depleted because it takes a very long time to produced. To meet the increasing demand for the higher energy, new sustainable energy sources are needed. Renewable energy has a very high potential but its utilization is not optimal. One of the renewable energy sources is geothermal. Geothermal is a source of heat energy that is formed naturally below the earth's surface which comes from heating rocks and water along with others elements originating from magmatism activity in the earth's crust. Indonesia has the largest geothermal potential in the world because it’s located in the Indo-Australian and Eurasian subduction zones, leaving many active volcanoes and their potential. The Mount Telomoyo complex is one of the geothermal prospect areas which is indicated by the appearance of manifestations to the surface as hot springs and alteration of rocks. In the geothermal area of Mount Telomoyo, there are 3 heat sources as manifestations, including the hot springs of Candi Dukuh, Pakis Dadu, and Candi Umbul. In this study, field survey methods and literature studies were used which in the end obtained results in the form of distribution points of manifestations, geological maps, landform maps, and geothermal potential.Keywords : manifestation ,geothermal, , Telomoyo,
A Review of Strategies for Managing Uncertainty in Crude Oil Prices by Indonesian Oil and Gas Companies and the Government Syamsul Ma'arif; Dyah Ari Susanti; Dian Tiara Rezalti; Aisyah Indah Irmaya; Lia Yunita; Dila Damayanti; Yunita Fitri Wahyuningtyas
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1449

Abstract

The world oil and gas market has experienced uncertainty since 2014 until now. Fluctuating supply and demand, geopolitical tensions, and shifts in energy policies cause this. In addition, at the beginning of 2020, there was a prolonged pandemic, which made oil and gas conditions even more erratic. This uncertainty significantly impacts the Indonesian state, especially the Indonesian government and oil and gas companies operating in Indonesia. Various methods have been taken to mitigate the impact of this uncertainty, both by the government and oil and gas companies. Therefore, this study aims to conduct a literature review regarding the strategies undertaken by the Indonesian government and oil and gas companies in Indonesia to address the uncertainty in world oil prices since 2018. This research was conducted using the literature method. A review of scientific articles that have been published from 2018 to 2022. The selected articles follow the research objectives and comply with the inclusion and exclusion criteria set at the outset. Results of the literature process the review obtained as many as 67 articles that discussed various strategies carried out by the government and oil and gas companies. The discussion results show three strategies carried out by oil and gas companies in Indonesia: cutting costs, implementing digitalization, and diversifying into renewable energy projects. Meanwhile, the strategy undertaken by the Indonesian government includes providing fiscal incentives, investing in infrastructure that supports the oil and gas sector, deregulating the oil and gas sector, and encouraging the use of renewable energy as an alternative energy source. These various strategies aim to increase efficiency, reduce costs, diversify energy sources, and increase competitiveness in Indonesia's oil and gas sector to deal with the uncertainty of world oil prices.
Cut-Off Determination Based On Well Log and Economics, Betung Field Jambi Sub-Basin, South Sumatera Basin Aisyah Indah Irmaya; Basuki Rahmad; Deddy Kristanto; Aris Buntoro
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1456

Abstract

The Betung Field is one of the oil and gas fields located in the Jambi Sub-Basin, South Sumatra Basin with the target of the Air Benakat Formation sandstone reservoir. The cut off value is determined based on the character of the reservoir to eliminate non-contributing rock volumes. Economically, the cut-off value of oil production can be calculated by oil prices and budgeted total costs. There are 4 layers (L-2, L-3, L-4 and L-5), where Layer 5 (L-5) is the research focus in the cut-off determination method. The methodology in this cut-off study used qualitative and quantitative analysis in three (3) wells out of ten (10) wells L-5 in the Betung Field. The primary data used are well logs, production data and economic data. The well log data is processed to obtain the petrophysical value of the wells. The petrophysical results will be analyzed and the cut-off will be determined for each well and layer in L-5. Production and economic data are processed to obtain cut-off clay content (Vclay) which aims to strengthen the cut-off results from petrophysical yields. Based on the results of calculations and analysis, layer five (1-5), the Betung Field has a cut-off clay content (Vclay) < 34.2%; porosity > 15.8%, water saturation < 83.3%. 
STUDI KEEKONOMIAN LONGTERM PANAS BUMI PADA LAPANGAN JAILOLO DI WILAYAH HALMAHERA Tanbar, Fefria
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i1.1524

Abstract

Lapangan panas bumi Jailolo terletak di wilayah Halmahera, Maluku Utara. Lapangan panas bumi ini direncanakan untuk dikembangkan sebagai pemenuhan kebutuhan energy listrik di wilayah Indonesia Timur. Sebelum dilakukan pengembangan lapangan panas bumi maka perlu dilakukan perhitungan potensi cadangan panas bumi. Dalam perhitungan potensi cadangan panas bumi menggunakan metode volumetric dan metode monte carlo yang merujuk pada SNI No. 13-6169-1999, karena lapangan panas bumi Jailolo belum ada sumur eksplorasi dan belum adanya data produksi sumur. Parameter yang digunakan dalam perhitungan diperoleh dari data hasil kegiatan survei pendahuluan dan geotermometer berupa data ketebalan, luas serta temperatur reservoir. Sedangkan parameter lainnya yang belum diperoleh dari kegiatan survei pendahuluan didasarkan pada SNI No. 13-6482-2000. Hasil perhitungan potensi cadangan terduga panas bumi menggunakan metode volumetrik dengan luas area prospek sekitar 6 km², ketebalan reservoir sekiar 1500 m dari permukaan, dan temperatur reservoir 200 – 220 °C diperoleh sebesar 98.38 MWe, sedangkan hasil perhitungan metode monte carlo diperoleh potensi cadangan terduga sebesar P10 = 14.88 MW, P50 = 29.44 MW dan P90 = 50.26 MW. Potensi Panas Bumi Geothermal WKP Jailolo berpotensi untuk dikembangkan dengan kapasitas 10 MW, dengan dimulai pemboran sumur eksplorasi di area Upflow Manjanga. Pembangkitan yang layak adalah dengan harga listrik USD 13.5 cent/Kwh, IRR >11%, NPV positive, Pay Out Time pada tahun ke 11 – 12 setelah produksi, dan Profitability Indeks sudah (lebih dari satu). Harga listrik tersebut masih dibawah USD 15.90 cent/kWh, BPP Regional
Perencanaan Sumur Pengembangan Reservoir Gas “RRD” Berdasarkan Metode Decline Curve Rahmahdani, Ria; Yunita, Lia; Listriyanto, Listriyanto
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i1.1584

Abstract

Reservoir “RRD” mulai dikembangankan pada tahun 2011 di lepas pantai dan sumur ekplorasi yang dilakukan pemboran diberi nama sumur “R-1”. Pada tahun 2013 dilakukannya pengeboran delineasi yairu sumur “R-2” dengan tujuan sumur pengembangan yang direncanakan produksi selama dua puluh lima tahun. Pengerjaan mulai pada tahun 2019 dengan disetujuinya Kontrak Bagi Hasil (PSC). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan jumlah sumur pengembangan dengan metode decline curve dalam waktu kontrak dua puluh lima tahun,Metode yang digunakan pehitungan cadangan reservoir gas  motode decline curve dengan menghitung penurunan laju produksi gas sebesar decline 10 % setiap tahun dimulai pada tahun 2024. Jumlah sumur pengembangan dengan laju alir gas 10,37 MMSCF/d, jumlah maksimum cadangan hidrokarbon yang dapat diproduksikan kepermukaan secara komersial 3.214.956 MMSCF selama kurun waktu 25 tahun. Produksi pertama kali dilakukan pada tahun ke-5 yaitu tahun 2024 hingga tahun ke-21 tahun 2040 dengan 7 (tujuh) sumur produksi, terdiri dari 2 (dua) sumur exisiting dan 5 (lima) sumur pengembangan, yang mana jumlah cadangan yang diproduksikan sebesar 3.201.207 MMSCF.
Analisis Perkembangan Teknologi Modul Photovoltaic (PV) Untuk Meningkatan Penetrasi Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) Di Indonesia Rahmanta, Mujammil Asdhiyoga; Syamsuddin, Agussalim; Tanbar, Fefria; Damanik, Natalina
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i1.1509

Abstract

Pembangkit listrik energi terbarukan (ET) dapat mengurangi penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fossil yang merusak lingkungan terkait dengan emisi CO2. Photovoltaic (PV) adalah suatu alat yang dapat mengubah energi surya (foton) menjadi listrik arus searah yang merupakan salah satu komponen dalam Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS). Karakteristik tekno ekonomi PV sangat mempengaruhi Levelized Cost of Energy (LCOE) dari PLTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teknologi PV dan pemanfaatannya di Indonesia. Metode tinjauan Pustaka yang komprehensif dilakukan dalam penelitian ini. Dari hasil diskusi dan pembahasan disimpulkan bahwa teknologi PV jenis monokristalin memiliki tren pemakaian yang relatif tinggi karena effisiensi/kinerja relatif tinggi, kemudahan fabrikasi, sifat ramah lingkungan, & kehandalan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim (umur operasional lama). Potensi energi surya terbesar di Indonesia terdapat di sekitar wilayah Nusa Tenggara Timur dengan nilai direct normal irradiation sebesar 5 kWh/m2. PLTS berpotensi untuk dibangun di luar Jawa Bali Sumatera mengacu pada tingginya LCOE setempat sehingga nilai feed in tariff yang digunakan dalam kontrak jual beli listrik dapat bersaing dengan nilai LCOE PLTS.  
OPTIMALISASI DEKARBONISASI DENGAN INTEGRASI SOLID OXIDE FUEL CELL (SOFC) GAS TURBINE COMBINED CYCLE DAN OXY-ITM DENGAN ANALISIS SEKUESTRASI KARBON: STUDI KASUS LAPANGAN “ZT” Alik Sangga, Arya Abraham; Baiti, Aisah Nur
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i1.1567

Abstract

Permintaan energi dunia yang bersumber dari energi fosil meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan GDP, khususnya di sektor industri dan transportasi. Karbon dioksida (CO2) hasil pembakaran gas alam pada pembangkit listrik adalah salah satu kontributor utama pemanasan global. Menurut Paris Agreement 2015, pengurangan emisi karbon merupakan bagian dari kebijakan beberapa perusahaan energi. Di era sekarang sekuestrasi karbon tengah gencar dilakukan, dimana 2200 gigaton CO2 global telah berhasil diinjeksikan kembali kedalam formasi geologi. Oxy-fuel adalah salah satu teknologi pembakaran gas alam yang bersih untuk penangkapan CO2. Namun, kerugian dari air separation unit (ASU) adalah konsumsi daya yang besar untuk memisahkan oksigen. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan solid oxide fuel cell (SOFC)/GTCC dengan oxy ion transport membrane (Oxy-ITM) untuk mengurangi pinalti energi, mentranspor CO2 dalam keadaan supercritical dan menganalisis sekuestrasi karbon pada formasi Arang Atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif berdasarkan studi literatur penelitian sebelumnya dan analisis kuantitatif. Sistem ini memiliki net efficiency 7,8% lebih tinggi daripada sistem Oxy-ASU, memiliki kemurnian karbon dioksida yang ditangkap 97,5%, dan capture rate CO2 sebesar 99,9%. Berdasarkan hasil perhitungan indikator ekonomi berupa NCF yang didapatkan 3.546,11, dan NPV didapatkan 1.338,91, POR didapatkan 26,03 %, PIR 2,1, DPIR 1,8 dan POT yang 3,3 tahun. Analisis dari indikator ekonomi didapatkan nilai POR yang lebih dari 12%, dan pay out timr (POT) yang cepat yaitu pada 3,3 tahun, serta nilai POR, PIR, DPIR yang menunjukan nilai yang lebih positif. Efeknya, penelitian ini akan bermanfaat bagi industri sebagai solusi untuk menentukan pendekatan teknologi yang sesuai untuk menangani karbon.
PENGARUH PENAMBAHAN TINGGI WEIR PLTA SIPANSIHAPORAS UNIT #2 TERHADAP kWh PRODUKSI Rasgianti, Rasgianti; Susanto, Benny
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i1.1568

Abstract

PLTA Sipansihaporas Unit #2 (17 MW) merupakan sistem kaskade dari Unit #1 (35 MW) dengan tipe run of river. Berdasarkan pengamatan, inflow air pada Unit #2 ini tidak jarang melebihi volume kapasitas bendung/weir. Oleh karena itu, dalam usaha meningkatkan pasokan energi listrik, limpasan air tersebut berpotensi dapat menambah jam operasional Unit #2 dengan meningkatkan daya tampung bendung melalui peninggian bendung/weir. Penelitian ini dimulai dengan studi meja terhadap data curah hujan, data PLTA, dan data lainnya. Data curah hujan yang digunakan adalah dari stasiun Pinangsori. Perhitungan debit andalan (dependable discharge) yang diambil sebesar 85% dengan menggunakan metoda J. F. Mock. Disamping itu, dilakukan pemetaan topografi secara lagsung untuk mendapatkan kondisi area tampungan. Sedangkan untuk perencanaan penambahan tinggi weir diperoleh memalui perhitungan routing, dengan membandingkan aliran yang masuk dengan aliran keluar terhadap volume weir.Debit andalan yang diperoleh adalah sebesar 1.46 m3/det. Tinggi penambahan weir maksimun dapat dilakukan setinggi 5 m karena dibatasi oleh bentuk kontur area weir yang curam dan harus di bawah elevasi bangunan Power House Unit #1. Sehingga, didapatkan peningkatan waktu produksi menjadi 21,58 menit per hari, dengan lama pengisian waduk 10.28 jam.
PENGARUH MATERIAL RESINEX TERHADAP PROPERTIES HPHT FILTER PRESS PADA TEMPERATURE 200 ℉ LUMPUR KCL-POLYMER Kusrini, Desi; Yudiantoro, Ismanu; Winarto, Winarto; Alfriyani, Dhelfi Alva
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i2.1718

Abstract

Pada pemboran trayek 17 ½” ini menembus formasi Muara Enim – Talangakar yang memiliki litologi shale dengan temperatur tinggi, dimana hal tersebut dapat merubah sifat fisik Lumpur, material Additive Resinex pada Lumpur Pemboran berperan  menjadikan lumpur pemboran lebih stabil pada temperature tinggi sekaligus sebagai fluid loss control agent. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan mud properties pada  water base mud Kcl polymer dengan berbagai variasi konsentrasi Resinex yang sesuai dengan spesifikasi, selanjutnya untuk mendapatkan pemilihan konsetrasi Resinex yang terbaik yang sesuai pada trayek ini. Percobaan ini dilakukan skala Laboratorium dengan melakukan pengujian Lumpur Kcl polymer yang ditambahkan material Resinex sebanyak 2 gram, 4 gram, 6 gram, dan 8 gram. Hasil pengujian mud weight, pH, rheology, API filtrate, dan Clˉ.  Hasil Penelitian didapatkan properties lumpur yang bervariasi, dimana hasil yang paling optimal dan ekonomis yaitu dengan penggunaan konsentrasi Resinex 6 gram.

Filter by Year

2017 2025