cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Loneliness terhadap Internet Gaming Disorder dengan Self-Control sebagai Moderator Varadina Azaliaputri; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.949 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3090

Abstract

Abstract. Online game is at the forefront of the entertainment industry. The increasing number of downloads and use of online games lead individuals to be highly involved and it is at risk of being internet gaming disorder. Internet gaming disorder is prone to be experienced during the developmental stage of emerging adulthood in order to overcome psychological problems, such as loneliness. However, it is found the diverse relationship between loneliness and internet gaming disorder. Self control is predicted as a variable that can act as a moderator of both variables. This study aims to find out how strong the influence of loneliness on internet gaming disorder with self-control as a moderator variable. This study used Quantitative method. The participants in this study are 97 emerging adults in Bandung Raya, who were selected using purposive sampling technique. Instruments that are used in this study are Internet Gaming Disorder Scale, UCLA Loneliness Scale Version 3, and Brief Self-Control Scale. The result shows that the regression coefficient between loneliness and internet gaming disorder P = .050 ≤ 0.05. It means that loneliness does not influnce on internet gaming disorder and self-control does not moderate the relationship of the two variables. Abstrak. Bermain game online berada di barisan depan industri hiburan. Meningkatnya jumlah pengunduhan dan penggunaan game online mengarahkan individu kepada keterlibatan tinggi dengan game online sehingga dapat berisiko mengalami internet gaming disorder. Internet gaming disorder rentan dialami individu pada masa perkembangan emerging adulthood untuk mengatasi permasalahan psikologis, seperti loneliness. Namun demikian, terdapat temuan yang beragam tentang hubungan antara kedua variabel tersebut. Kontrol diri merupakan variabel yang diprediksi berperan memoderatori kedua variabel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh loneliness terhadap internet gaming disorder dengan self-control sebagai moderator. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 97 emerging adults di Bandung Raya dengan teknik purposive sampling. Digunakan alat ukur Internet Gaming Disorder Scale, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Brief Self-Control Scale. Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien regresi antara loneliness terhadap internet gaming disorder sebesar P = .050 ≤ 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa loneliness tidak signifikan dalam mempengaruhi internet gaming disorder dan self-control tidak berperan sebagai variabel moderator bagi hubungan kedua variabel tersebut.
Pengaruh Multicultural Personality terhadap Toleransi Beragama Mahasiswa di Kota Bandung Dinda Febriani Putri Setiawan; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.582 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3091

Abstract

Abstract. In one study, it was said that younger generation experience an intolerant tendency towards diversity. However, different from the facts on the ground, especially in the city of Bandung, the students reflect that they accept the diversity that exists around them, both cultural diversity and beliefs. Various factors make them comfortable to get an education in the city of Bandung. The method in this research uses the causality method. The measuring tools used are the Multicultural Personality Questionnaire Short Form (the MPQ Short Form) from Van Der Zee and Oudenhoven and the Witenberg Tolerance to Human Diversity religious tolerance measurement tool. Respondents were students who took the bachelor degree in the city of Bandung with a total of 275 respondents. The research used a convenience sampling technique. The data analysis technique used descriptive analysis and simple linear regression. The results showed that the influence of multicultural personality on religious tolerance was 25.9%, the dimension that most influences multicultural personality on religious tolerance is the flexibility dimension of 9.6%, and the lowest is the Open Mindedness dimension of 1.3%. Abstrak. Pada sebuah penelitian dikatakan jika generasi muda saat ini mengalami kecenderungan intoleran terhadap keberagaman. Namun berbeda dengan fakta yang ada di lapangan, khususnya di Kota Bandung para mahasiswanya mencerminkan bahwa mereka menerima akan adanya keberagaman yang ada di sekeliling mereka, baik keberagaman budaya maupun kepercayaan. Berbagai faktor membuat mereka nyaman untuk mengenyam Pendidikan di Kota Bandung. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kausalitas. Alat ukur yang digunakan, yaitu alat ukur multicultural personality Multicultural Personality Questionnaire Short Form (the MPQ Short Form) dari Van Der Zee dan Oudenhoven dan alat ukur toleransi beragama Tolerance to Human Diversity dari Witenberg. Responden adalah mahasiswa yang menempuh jenjang S1 di Kota Bandung sejumlah 275 responden. Penelitian menggunakan teknik convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh multicultural personality terhadap toleransi beragama sebesar 25.9%. Serta dimensi yang paling mempengaruhi multicultural personality terhadap toleransi beragama adalah dimensi Flexibility sebesar 9.6%, dan yang paling rendah adalah dimensi Open Mindedness sebesar 1.3%.
Pengaruh Religiusitas terhadap Academic Dishonesty pada Mahasiswa di Universitas Islam Bandung Annisa Fadhila Nur Husna; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.313 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3092

Abstract

Abstract. Currently there is a view that the measure of success is to have good grades. So to get good grades, students do various ways such as doing academic dishonesty, including students who study at schools that are based on religion and carry moral values. Academic dishonesty can take the form of cheating, cooperating without permission, plagiarism and manipulation either intentionally or unintentionally. One of the variables that affect academic dishonesty is religiosity. According to Rettinger & Jordan (2005) that religiosity can act as a factor that can protect oneself from academic dishonesty. This study aims to examine the effect of religiosity on academic dishonesty among students at the Islamic University of Bandung. This research approach is a quantitative approach. The respondents of this study were all active undergraduate students at the Islamic University of Bandung with a research sample of 263 students. The sampling technique used is Cluster Random Sampling. The instruments used in this study are The Centrality of Religiosity Scale compiled by Huber & Huber (2012) to measure religiosity and Academic Dishonesty Scale compiled by McCabe & Trevino (1997) to measure academic dishonesty. The results of the regression analysis show that there is a negative influence of religiosity on academic dishonesty in students, which means that if the level of religiosity is high, the level of academic dishonesty will be lower and vice versa. The religiosity variable contributed 29.8% to the academic dishonesty in students. Abstrak. Saat ini terdapat pandangan bahwa tolak ukur kesuksesan adalah dengan memiliki nilai yang baik. Sehingga untuk mendapatkan nilai yang baik mahasiswa melakukan berbagai cara seperti melakukan academic dishonesty, termasuk pada mahasiswa yang menempuh pendidikan di sekolah yang beraraskan agama dan mengusung nilai-nilai moral. Academic dishonesty ini dapat berupa menyotek, melakukan kerjasama tanpa izin, plagiasi dan manipulasi baik secara sengaja atau tidak sengaja. Salah satu variabel yang mempengaruhi academic dishonesty adalah religiusitas. Menurut Rettinger & Jordan (2005) bahwa religiusitas dapat bertindak sebagai faktor yang dapat memproteksi diri dari perilaku academic dishonesty. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh religiusitas terhadap academic dishonesty pada mahasiswa di Universitas Islam Bandung. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Responden penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif S1 di Universitas Islam Bandung dengan sampel penelitian berjumlah 263 orang mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Centrality of Religiosity Scale yang disusun oleh Huber & Huber (2012) untuk mengukur religiusitas dan Academic Dishonesty Scale yang disusun oleh McCabe & Trevino (1997) untuk mengukur academic dishonesty. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa terdapat pengaruh negatif dari religiusitas terhadap academic dishonesty pada mahasiswa, yang berarti jika tingkat religiusitas tinggi maka tingkat academic dishonesty akan semakin rendah dan sebaliknya. Variabel religiusitas berkontribusi sebesar 29.8% terhadap variabel academic dishonesty pada mahasiswa.
Pengaruh Tingkat Neuroticism terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada Mahasiswa Pengguna Instagram Tiara Rahayuningsih; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.519 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3096

Abstract

Abstract. There is a tendency of social media addiction behavior among college students in Bandung with a prevalence of 55.9%, students with high levels of neuroticism tend to waste plenty of time to be online. Thus, this leads to feelings anxiety and fear of being left behind while others people have more valuable experience than theirs. This phenomenon is called Fear of Missing Out (FoMO). Furthermore, the result has a negative impact on their education, mental health and well-being. Therefore, this study aims to obtain empirical data on how much the level of neuroticism affects FoMO, especially students in Bandung whom active on Instagram. This study uses a quantitative approach with a simple regression analysis method among research respondents with the criteria of students aged 18-25 years and actively using Instagram for at least 12 months, through convenience sampling as many as 300 respondents. The measuring tools is the Big Five Inventory from Oliver John in Ramdhani (2012) and the FoMO Scale from Przybylski, Murayama, DeHaan and Gladwell (2013) which have been adapted. Based on the research, it indicates that there is a significant and positive effect between the level of neuroticism and FoMO on Instagram users in Bandung where the Sig value is obtained. 0.000 and the level of neuroticism contributed 15% to the occurrence of FoMO among students. Abstrak. Ditemukan kecenderungan perilaku adiksi media sosial pada mahasiswa di Kota Bandung dengan prevalensi sebesar 55,9%, dimana mahasiswa dengan tingkat neuroticism tinggi cenderung menghabiskan banyak waktu untuk online. Hal ini mengakibatkan munculnya perasaan cemas dan takut tertinggal apabila individu lain mengalami aktivitas yang lebih berharga dari apa yang dialaminya. Fenomena tersebut dapat dikatakan sebagai FoMO. Lebih lanjut, apa yang dirasakan oleh mahasiswa tersebut dapat berdampak buruk pada pendidikan, kesehatan mental juga kesejahteraannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai seberapa besar pengaruh tingkat neuroticism terhadap FoMO pada mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi sederhana pada responden penelitian dengan kriteria mahasiswa, berusia 18-25 tahun dan aktif menggunakan Instagram minimal 12 bulan terakhir, serta melalui convenience sampling terjaring sebanyak 300 responden. Selain itu, alat ukur yang digunakan ialah Big Five Inventory dari Oliver John dalam Ramdhani (2012) dan FoMO Scale dari Przybylski, Murayama, DeHaan dan Gladwell (2013) yang sudah diadaptasi. Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara tingkat neuroticism dengan FoMO pada mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung dimana diperoleh nilai Sig. 0,000 dan tingkat neuroticism memberikan kontribusi sebesar 15% dalam terjadinya FoMO pada mahasiswa.
Pengaruh Konsep Diri terhadap Kematangan Karir Siswa Kelas 12 SMK Negeri di Kabupaten Bandung Tazkia Diva Sastradireja; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.426 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3098

Abstract

Abstract. Vocational High School is an educational institution that prepares students to compete when entering the world of work after graduation. However, based on data on the open unemployment rate according to the Badan Pusat Statistik (2022), the unemployment rate in Indonesia is dominated by vocational high school graduates. The unemployment rate is related to an individual's career maturity, because at a certain individual age effectively completes and copes with tasks related to their career development (Super, 1980). Because it describes the individual through what is obtained from interaction with the environment, the self-concept is one of the predictive elements that can affect career maturity (Calhoun et al., 1995). Based on this background, the Researcher wanted to find out the influence of self-concept on the career maturity of 12th grade Vocational High School students. This study used a simple random sampling technique with 420 students as sample. The self-concept measurement tool is a development that has been adapted by Almaida et al. (2019) with a reliability value of 0.691, and a career maturity measurement tool has been adapted by Masmuhazir (2017) with a reliability value of 0.891. Data analysis using simple linear regression resulted in a positive and significant effect, with a regression coefficient value of 0.535 and a significance of 0.000 (p < 0.05). The value of the coefficient of determination (R2) in this study is 0.370. This means that self-concept contributes 37% to career maturity, while 67% is influenced by other factors not disclosed in this study. Abstrak. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan lembaga pendidikan yang menyiapkan siswanya dapat bersaing saat memasuki dunia kerja setelah lulus. Namun, berdasarkan data tingkat pengangguran terbuka menurut Badan Pusat Statistik (2022), angka pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Tingkat pengangguran berkaitan dengan kematangan karir individu, karena pada usia tertentu secara efektif menyelesaikan dan mengatasi tugas-tugas yang berkaitan dengan perkembangan karirnya (Super, 1980). Karena menggambarkan individu melalui yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan, maka konsep diri ialah salah satu elemen prediktif yang dapat mempengaruhi kematangan karir (Calhoun et al., 1995). Berdasarkan latar belakang tersebut, Peneliti ingin mencari tahu bagaimana pengaruh konsep diri terhadap kematangan karir siswa kelas 12 Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sejumlah 420 siswa. Alat ukur konsep diri merupakan pengembangan yang sudah diadaptasi oleh Almaida et al. (2019) dengan nilai reliabilitasnya 0.691, serta alat ukur kematangan karir sudah diadaptasi oleh Masmuhazir (2017) dengan nilai reliabilitasnya 0.891. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana menghasilkan pengaruh positif dan signifikan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.535 dan signifikansi 0.000 (p < 0.05). Nilai koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini sebesar 0.370. Artinya, konsep diri memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap kematangan karir, sedangkan 67% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkapkan di dalam penelitian ini.
Gambaran Subjective Well Being Mahasiswa Kedokteran Kota Bandung Disa Aurea Annisa Nureffa; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.527 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3099

Abstract

Abstract. The existence of the COVID-19 pandemic phenomenon has increased the need for medical personnel, the number of doctors, so that medical faculty students are urgently needed. The stressors faced by medical students come from academic and non-academic so that medical students have extraordinary challenges in their lives and affect their subjective well being. However, the COVID-19 pandemic has also made medical faculty students better prepare themselves before entering society. The research was conducted to determine the SWB of Medical Faculty students in Bandung City. Measuring tools used. Positive Affect and Negative Affect Scales developed by Watson. Clark. and Tellegen and Diener's Life Satisfaction scale adapted by Hanif Akhtar. Respondents were students of the medical faculty of Bandung City, amounting to 332 people. The study used a convenience sampling technique. The data analysis technique used descriptive analysis. The results showed that overall medical students showed high subjective well being as many as 182 people (55%) and classified as having low subjective well being as many as 150 people (45%). Based on gender, women had lower SWB (M=64.58) than men (M=68.84). Based on age, 17 years old had low SWB (M=61.25) compared to 23 years old with high SWB (M=73.64). Based on the level, level 1 students have lower SWB (M=64.10) while level 3 students have high SWB (M=68.61). Abstrak. Adanya fenomena pandemi COVID-19 menjadikan meningkatnya kebutuhan akan tenaga medis, jumlah dokter, sehingga mahasiswa fakultas kedokteran sangat dibutuhkan. Penghayatan stressor yang dihadapi oleh mahasiswa fakultas kedokteran berasal dari akademik dan non akademik sehingga mahasiswa kedokteran memiliki tantangan yang luar biasa dalam kehidupannya dan mempengaruhi Subjective well being mereka. Namun pandemi COVID-19 juga membuat mahasiswa fakultas kedokteran lebih mempersiapkan diri sebelum terjun kedalam masyarakat. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui SWB pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan. Positive Affect and Negative Affect Scales yang dikembangkan oleh Watson. Clark. dan Tellegen dan skala kepuasan hidup (Life Satisfaction) yang dibuat oleh Diener yang diadaptasi oleh Hanif Akhtar. Responden adalah mahasiswa fakultas kedokteran Kota Bandung yang berjumlah 332 orang. Penelitian menggunakan teknik convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan mahasiswa fakultas kedokteran menunjukan Subjective well being yang tinggi sebanyak 182 orang (55%) dan tergolong memiliki subjective well being rendah sebanyak 150 orang (45%). Berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki SWB rendah (M=64.58) daripada laki-laki (M=68.84). Berdasarkan usia, 17 tahun memiliki SWB rendah (M=61.25) dibandingkan usia 23 tahun dengan SWB tinggi (M=73.64). Berdasarkan tingkat mahasiswa tingkat 1 memiliki SWB lebih rendah (M=64.10) sedangkan mahasiswa tingkat 3 memiliki SWB yang tinggi (M=68.61).
Pengaruh Kecemasan Sosial terhadap IGD pada Remaja Arvia Deanna Putri; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.358 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3100

Abstract

Abstract. Online games are form of technological advancement that can provide pleasure for players, but if it is used excessively it will cause serious problems, namely Internet Gaming Disorder (IGD). Many teenagers who experience social anxiety try to relieve their anxiety by playing online games. The long term use and excessively play in online gaming will have a negative consequences on the lives of the players, such as mood disorders, health problems, and reduce individual performance. The purpose of this study was to obtain empirical data related to the effect of social anxiety on Internet Gaming Disorder (IGD) in adolescents. The design of this research is quantitative research with causality method. The sample of this research was 112 teenagers who are actively playing MMORPG type online games in Bandung. The Internet Gaming Disorder Scale (IGDS) constructed by Lemmens, et al. (2015) was used to measure the level of Internet Gaming Disorder (IGD), and the Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) constructed by La Greca & Lopez (1998) was used to measure social anxiety. The results of data processing with a simple linear regression analysis showed that social anxiety give influences on Internet Gaming Disorder (IGD) in adolescents, with P value = .000 < 0.05 and a coefficient of determination of .208 or 20.8%. Abstrak. Game online merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang dapat memberikan kesenangan bagi pemainnya, namun jika digunakan secara berlebihan maka akan menimbulkan masalah yang serius yaitu Internet Gaming Disorder (IGD). Remaja yg mengalami kecemasan sosial banyak yang berusaha untuk meredakan kecemasannya tersebut pada game online. Penggunaan game online dalam jangka panjang dan secara berlebihan akan menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan pemainnya, seperti gangguan mood, gangguan kesehatan, dan menurunkan kinerja individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris terkait seberapa besar pengaruh kecemasan sosial terhadap Internet Gaming Disorder (IGD) pada remaja. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode kausalitas. Sampel penelitian ini sebanyak 112 remaja yang aktif bermain game online jenis MMORPG di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah Internet Gaming Disorder Scale (IGDS) yang disusun oleh Lemmens, et al. (2015) untuk mengukur Internet Gaming Disorder (IGD), dan Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) yang disusun oleh La Greca & Lopez (1998) digunakan untuk mengukur kecemasan sosial. Hasil pengolahan data dengan teknik regresi linear sederhana menunjukan adanya pengaruh kecemasan sosial terhadap Internet Gaming Disorder (IGD) pada remaja, dengan nilai P = .000 < 0.05 dan nilai koefisien determinasi sebesar .208 atau 20.8%.
Toleransi Beragama Mahasiswa Muslim Alifa Nedya Utari; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.401 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3106

Abstract

Abstract. Men and women have different views on how to deal with life's problems. Men use logic while women use feelings more. This certainly has an impact on religious tolerance. Based on what we know, there are 6 religions legally recognized by the state, namely: Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and Confucianism. With the diversity of religions in Indonesia, religious tolerance is an important component to maintain social security. Religious differences should not be a driving factor for dropping and degrading one religion and another. The purpose of this study was to determine the effect of gender demographic factors on religious tolerance in students in the city of Bandung. The method used in this research is causality. Participants in this study amounted to 207 active students in the city of Bandung. The measuring instrument used in this study is the Religious Tolerance Measurement from Witenberg (2015). The results of this study indicate that there is an influence of 3.5% between gender and religious tolerance. Abstrak. Laki-laki dan perempuan memiliki pandangan yang berbeda tentang cara menghadapi masalah hidup. Laki-laki menggunakan logika sedangkan perempuan lebih menggunakan perasaan. Hal ini tentu berdampak pada toleransi beragama. Berdasarkan yang kita ketahui, ada 6 agama yang diakui oleh negara secara legal, yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Dengan beragamnya agama yang ada di Indonesia maka, toleransi beragama menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga keamanan sosial. Perbedaan agama seharusnya tidak menjadi faktor pendorong menjatuhkan dan merendahkan antara agama yang satu dan yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor demografi gender terhadap toleransi beragama pada mahasiswa di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausalitas. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 207 mahasiswa aktif di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Religious Tolerance Measurement dari Witenberg (2015). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebesar 3,5% antara gender dan toleransi beragama.
Hubungan antara Insomnia dengan Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Kedokteran Annisa Nurul Syafitri Salam; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.47 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3121

Abstract

Abstract. Insomnia is a sleep disorder characterized by difficulty initiating sleep, finding it difficult to maintain sleep, or feeling dissatisfied with sleep. Symptoms due to insomnia that will be experienced for example feeling sleepy during the day, which can cause decreased learning concentration and disrupted daily activities. Concentration of learning is to focus a mind on a subject to the exclusion of all matters that have nothing to do with the lesson. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the picture of insomnia in medical science students in Bandung? (2) What is the picture of the concentration of learning in medical science students in Bandung City? (3) Is there a relationship between insomnia and learning concentration in medical science students in Bandung City?. Researchers use the method of correlational analysis techniques using a quantitative approach. The population selected in this study were students of the Bandung City medical science study program, amounting to 1,896 students. With the sampling technique, namely Qouta Sampling, the number of research samples obtained was 330 students. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis technique. The results of this study are: There is a negative relationship between insomnia and learning concentration in students of medical science study program in Bandung City, and is included in the weak category of -.132. Abstrak. Insomnia adalah salah satu gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, merasa sulit untuk mempertahankan tidur, atau tidur yang terasa tidak puas. Gejala akibat insomnia yang akan dialami misalnya merasa ngantuk di siang hari, yang dapat menyebabkan konsentrasi belajar menurun dan aktivitas sehari-hari yang terganggu. Konsentrasi belajar adalah memusatkan sebuah pikiran pada sebuah mata pelajaran dengan mengesampingkan seluruh perihal yang tidak memiliki kaitan dengan pelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana gambaran insomnia pada Mahasiswa program studi ilmu kedokteran Kota Bandung? (2) Bagaimana gambaran konsentrasi belajar pada Mahasiswa program studi ilmu kedokteran Kota Bandung? (3) Apakah ada hubungan antara insomnia dengan konsentrasi belajar pada Mahasiswa program studi ilmu kedokteran Kota Bandung?. Peneliti menggunakan metode teknik analisis korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Mahasiswa program studi ilmu kedokteran Kota Bandung yang berjumlah 1.896 Mahasiswa. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Qouta Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 330 Mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan negatif antara insomnia dengan konsentrasi belajar pada Mahasiswa program studi ilmu kedokteran Kota Bandung, serta termasuk kategori lemah sebesar -.132.
Pengaruh Celebrity Worship terhadap Subjective Well-Being pada Penggemar BTS Dewasa Awal Rahmi Fadilah Zamani; Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.185 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3126

Abstract

Abstract. BTS fans in Indonesia who are in their early adulthood describe their idol-loving behavior that leads to celebrity worship. However, since getting to know BTS, many fans have felt happiness and well-being in life or subjective well-being. This study aims to determine how much influence celebrity worship has on subjective well-being in early adult BTS fans. This study uses a quantitative method with a non-experimental causality research design with purposive sampling and data collection techniques using a questionnaire. The analysis technique uses regression test. This study involved 398 BTS fans in early adulthood. In measuring celebrity worship behavior in this study using the Celebrity Attitude Scale (CAS) from Maltby et al. (2006) with 26 valid items with a reliability coefficient (α) of 0.944. Meanwhile, to measure SWB using the Satisfaction With Life Scale (SWLS) with a total of 5 valid items with a reliability coefficient (α) of 0.824 and a Positive Negative Experience Scale (SPANE) from Diener (2003) with 12 valid items, a reliability coefficient (α) of 0.853. The results showed that there was an influence between celebrity worship and subjective well-being of 5.3%, while 94.7% was influenced by other factors. Abstrak. Penggemar BTS di Indonesia yang berusia dewasa awal menggambarkan perilaku mencintai idolanya yang mengarah pada celebrity worship. Namun, semenjak mengenal BTS banyak penggemar yang merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup atau subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being pada penggemar BTS dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas non eksperimen dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis menggunakan uji regresi. Penelitian ini melibatkan 398 penggemar BTS di usia dewasa awal. Dalam mengukur perilaku celebrity worship pada penelitian ini menggunakan Celebrity Attitude Scale (CAS) dari Maltby et.al (2006) dengan 26 item valid dengan koefisien reliabilitas (α) 0,944. Sedangkan untuk mengukur SWB menggunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) dengan jumlah 5 item valid dengan koefisien reliabilitas (α) 0,824 dan Positive Negative Experience Scale (SPANE) dari Diener (2003) dengan 12 item valid koefisien reliabilitas (α) 0,853. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara celebrity worship dan subjective well-being sebesar 5,3% sedangkan 94,7% dipengaruhi oleh faktor lain.