Bandung Conference Series: Psychology Science
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
490 Documents
Pengaruh Emotional Intelligence terhadap Work-Life Balance pada Karyawan Perusahaan X Kota Bandung
Anisa Ratri Utami;
Dewi Sartika;
Rizka Hadian Permana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.355 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3012
Abstract. Work-life balance has become a key issue in all types of employment over the last decade, as high work demands and long working hours have become the norm (Kumarasamy, et al., 2016). Previous research has shown that the importance of work life balance in achieving a better quality of life (Bulger & Fisher, 2012). According to (Kumarasamy et al., 2016) emotional intelligence is important for employees to improve work-life balance. This study aims to determine how much influence emotional intelligence on work-life balance on employees of Company X Bandung City. The subjects of this study amounted to 75 marketing employees. The measuring instrument of each variable used is in accordance with Indonesian culture. The measuring instrument emotional intelligence is using EII (Emotional Intelligence Inventory) based on the Goleman's theory and work-life balance based on the Fisher's theory. This research uses the causality method with a quantitative approach. The results of the study found that 93.3% of marketing employees had high emotional intelligence and 89.3% of marketing employees had high work-life balance. Data analysis using simple linear regression test technique. The results of data processing showed an R Square of 0.551, which means that emotional intelligence has an effect of 55.1% on work-life balance. A significance value of .000 < .05. So, it can be concluded that there is an influence of emotional intelligence on work-life balance in marketing employees of Company X Bandung City. Abstrak. Work-life balance telah menjadi isu utama pada semua jenis pekerjaan selama dekade terakhir ini, karena tuntutan pekerjaan yang tinggi dan jam kerja yang berlebihan telah menjadi norma (Kumarasamy, et al., 2016). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pentingnya work-life balance dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik (Bulger & Fisher, 2012). Menurut (Kumarasamy et al., 2016) emotional intelligence penting bagi karyawan untuk meningkatkan work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh emotional intelligence terhadap work-life balance pada karyawan Perusahaan X Kota Bandung. Subjek penelitian ini berjumlah 75 karyawan marketing. Alat ukur dari masing-masing variabel yang digunakan sudah sesuai dengan kultur Indonesia. Alat ukur emotional intelligence menggunakan EII (Emotional Intelligence Inventory) berdasarkan teori Goleman dan alat ukur work-life balance berdasarkan teori Fisher. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan 93.3% karyawan marketing mempunyai emotional intelligence tinggi dan sebesar 89.3% karyawan marketing mempunyai work-life balance tinggi. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai R Square sebesar 0.551, yang memiliki arti bahwa emotional intelligence berpengaruh sebesar 55.1% terhadap work-life balance. Didapatkan nilai signifikansi sebesar .000 < .05. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh emotional intelligence terhadap work-life balance pada karyawan marketing Perusahaan X Kota Bandung.
Pengaruh Persepsi Mengenai Harapan Orang Tua terhadap Career Decision Making Self Efficacy pada Siswa SMA Negeri Kelas XII di Kota Bandung
Farizi Raka Pradipa;
Temi Damayanti Djamhoer
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (708.958 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3015
Abstract. Problems in determining a career at the high school education level are still experienced by students. Based on the survey data found, 92% of high school students are still confused and undecided whether they will continue their education level or start their career immediately. The conditions experienced by high school students can cause problems when they start entering the next level of education, namely college. This is evidenced by the survey data found, namely 87% of Indonesian students feel that the majors taken in college are not in accordance with their interests. One of the factors is the difference in the wishes of their parents when they were in high school. Seeing the involvement of parents' desires in determining career choices, this study aims to examine the effect of perceptions of parental expectations on career decision making self-efficacy in public high school. The research method used in this study is non-experimental causality with a quantitative approach. The subjects of this study were 273 students in grade 12th at public high school in Bandung. This research uses two measuring instruments namely, Perception of Parental Expectations Inventory and Career Decision Making Self Efficacy Scale – Short Form. The data analysis of this research used simple linear regression analysis. The results obtained from this study are that there is an influence of perceptions of parents' expectations on career decision making self-efficacy, with an effect of 24.9%. Abstrak. Masalah dalam menentukan karir pada jenjang pendidikan SMA masih dialami oleh siswa. Berdasarkan data yang ditemukan yaitu sebanyak 92% siswa SMA sederajat masih mengalami kebingungan dan ragu apakah mereka akan melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya atau langsung memulai karir. Kondisi yang dialami siswa SMA ini dapat memunculkan masalah apabila mereka mulai memasuki jenjang pendidikan selanjutnya yaitu perguruan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan salah satu data yang ditemukan yaitu sebanyak 87% mahasiswa Indonesia mengakui bahwa jurusan yang diambil diperkuliahan tidak sesuai dengan minatnya. Salah satu faktor yaitu adanya perbedaan keinginan orang tua ketika mereka di SMA. Melihat adanya keterlibatan keinginan orang tua dalam menentukan pilihan karir, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi mengenai harapan orang tua terhadap career decision making self-efficacy pada siswa SMA Negeri Kelas XII di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kausalitas non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri Kelas XII di Kota Bandung sebanyak 273 siswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur Perception of Parental Expectations Inventory dan Career Decision Making Self Efficacy Scale – Short Form. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh persepsi mengenai harapan orang tua terhadap career decison making self-efficacy, dengan pengaruhnya sebanyak 24,9 %.
Pengaruh Efikasi Diri Menyelesaikan Skripsi terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Universitas Islam Bandung
Alifa Nuraini;
Endah Nawangsih
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.366 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3018
Abstract. Students who are writing their thesis experience various kinds of psychological distress so that students are often not well-being. Thesis is a scientific work written to fulfill the final task. The abilities needed by students in writing thesis are to think scientifically, construct concepts, and think critically so that internal factors play a major role in the completion of the thesis. Self-efficacy is an internal predictor for the psychological well-being of students who are writing their thesis. This study aims to determine how much influence the self-efficacy of completing a thesis on the psychological well-being of students writing a thesis at the Bandung Islamic University. This research uses causality method with simple linear regression data analysis. The measuring instrument used in this study is the General Self-Efficacy Scale (GSES) by Novrianto, Marettih & Wahyudi (2019) which was later modified by the researcher with the results of Cronbach's Alpha 0.921 and the Psychological Well-Being Scale (PWBS) which has been adapted by Rachmayani & Ramadhani (2014). The final sample obtained in this study were students who were working on a thesis at the Bandung Islamic University with a total sample of 327 students. The results showed a significance level of .000 < .05, so that it is known that there is an influence of the variable self-efficacy in completing the thesis on the psychological well-being variable with a contribution of 46.6%. Abstrak. Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mengalami berbagai macam distres psikologis sehingga mahasiswa seringkali tidak sejahtera secara psikologis. Skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis untuk memenuhi tugas akhir. Kemampuan yang diperlukan mahasiswa dalam menulis skripsi adalah berpikir secara ilmiah, mengontruksi konsep, dan berpikir secara kritis sehingga faktor internal berperan besar terhadap penyelesaian skripsi. Efikasi diri menjadi prediktor internal bagi kesejahteraan psikologis mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh efikasi diri menyelesaikan skripsi terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa sedang menyusun skripsi di Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kausalitas dengan analisis data regresi linear sederhana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) oleh Novrianto, Marettih & Wahyudi (2019) yang kemudian dimodifikasi oleh peneliti dengan hasil Alpha Cronbach 0.921 dan Psychological Well-Being Scale (PWBS) yang telah diadaptasi oleh Rachmayani & Ramadhani (2014). Sampel akhir yang didapatkan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Islam bandung dengan jumlah sampel sebanyak 327 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat signifikansi sebesar .000 < .05, sehingga diketahui terdapat pengaruh variabel efikasi diri menyelesaikan skripsi terhadap variabel kesejahteraan psikologis dengan kontribusi sebesar 46.6%.
Pengaruh Kesepian terhadap Problematic Internet Use pada Mahasiswa Tingkat Akhir Pengguna Media Sosial
Aghnia Rahmani Luthfiyyah;
Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.455 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3021
Abstract. The use of the internet provides an advantage for final year students to help them complete their final project, but their use often causes problems for their lives. Those who have problems in using the internet are due to using the internet to overcome problems such as loneliness, but students in the city of Bandung are known to be satisfied with their social relationships so they do not feel lonely. The researcher used causality analysis techniques using a quantitative approach. The population selected in this study were final year students in the city of Bandung who actively use social media for more than 5 hours a day outside of academic or professional interests. This research use accidental sampling with the number of research samples was 413 students, also the data collection technique was a questionnaire distributed online. The data analysis techniques used in this research are descriptive analysis techniques and simple linear regression inferential analysis techniques. The results of this study are: Loneliness has a significant and positive effect on problematic internet use in final year students of social media users in Bandung by 61.7% and the remaining 38.3% is influenced by other factors not examined with a prediction of Y = 8.544 + 0.721X which means if the loneliness variable has increased by 1% then the problematic internet use variable will increase by 0.721. Abstrak. Penggunaan internet memberikan keuntungan bagi mahasiswa tingkat akhir untuk membantunya menyelesaikan tugas akhir, namun sering kali penggunaannya menimbulkan masalah bagi kehidupannya. Mereka yang bermasalah dalam penggunaan internet dikarenakan menggunakan internet untuk mengatasi permasalahan seperti kesepian, namun mahasiswa di Kota Bandung diketahui merasa puas dengan hubungan sosialnya sehingga mereka tidak merasa kesepian. Peneliti menggunakan metode teknik analisis kausalitas dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Kota Bandung yang aktif menggunakan media sosial diatas 5 jam dalam sehari diluar kepentingan akademik atau profesional. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 413 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan secara online. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini adalah: Kesepian berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap problematic internet use pada mahasiswa tingkat akhir pengguna media sosial di Kota Bandung sebesar 61.7% dan sisanya 38.3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dengan prediksi Y= 8.544 + 0.721X yang berarti jika variabel kesepian mengalami peningkatan sebesar 1% maka variabel problematic internet use akan mengalami peningkatan sebesar 0.721.
Pengaruh Body Image terhadap Self Confidence pada Remaja Putri Pengguna Tiktok
Diani Auli Syalsadila;
Endah Nawangsih
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.296 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3022
Abstract. Adolescence is a period of developmental transition between childhood and adulthood, where physical and psychological development occurs. Because teenagers pay more attention and make judgments about their body appearance, especially in young women who have a stronger perception of body image which can affect self-confidence. In this era of globalization, technological developments are very rapid, social media can affect body image and self-confidence problems. Teenagers will compare their appearance with the standards generated on social media. One of the social media that has the most influence on this problem is Tiktok. This study aims to obtain the results of a study on the effect of body image on self-confidence in adolescent girls using tiktok in the city of Bandung. The hypothesis in this study is that there is an effect of body image on self-confidence in adolescent users of tiktok in Bandung. The subjects of this study were 384 young women using tiktok in the city of Bandung. This study uses the Multidimesional Body Self Relations Questionnaire-Appereance Scales (MBSRQ-AS) scale which was adapted by Khairani, Hannan, & Amalia (201 9) and the Self Confidence Scale which was adapted by Setiawan (2020). The analysis technique used is simple linear regression. The results of this study found that body image has a significant effect on self-confidence with a positive influence direction and a coefficient of 17.9%. Abstrak. Masa remaja merupakan periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis. Hal tersebut mengakibatkan para remaja lebih memperhatikan dan membuat penilaian terhadap penampilan tubuhnya, khususnya pada remaja putri yang memiliki persepsi lebih kuat terhadap body image yang dapat mempengaruhi self confidence. Pada era globalisasi ini perkembangan teknologi sangatlah pesat , media sosial dapat berpengaruh terhadap permasalahan body image dan self confidence. Remaja akan membandingkan penampilan dirinya dengan standar yang dihasilkan di media sosial. Media sosial yang paling berpengaruh terhadap permasalah ini salah satunya adalah Tiktok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil kajian tentang pengaruh body image terhadap self confidence pada remaja putri pengguna tiktok di Kota Bandung. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh body image terhadap self confidence pada remaja pengguna tiktok di Kota Bandung. Subjek penelitian ini adalah 384 remaja putri pengguna tiktok di Kota Bandung. Peneliti melakukan pengambilan data menggunakan skala Multidimesional Body Self Relations Questionnaire-Appereance Scales (MBSRQ-AS) yang telah diadaptasi oleh Khairani, Hannan, & Amalia (2019) dan skala Kepercayaan diri (Self Confidence Scale) yang telah diadaptasi oleh Setiawan (2020). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menemukan bahwa body image secara signifikan memiliki pengaruh terhadap self confidence dengan arah pengaruh positif dan koesifisien sebesar 17,9%.
Pengaruh Academic Self-Efficacy terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19
Adinda Tiaranissa;
Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.939 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3034
Abstract. The Covid-19 pandemic has had a wide impact, one of which is in the education field. The presence of the Covid-19 pandemic has made the learning process turn into an online learning method that requires students to study at their homes. This online learning method shows a different impact compare to the learning method carried out before the pandemic. During the pandemic, the online learning process has an impact on student difficulties where students show a decrease in motivation, feel cynical, physically and emotionally exhausted due to the demands of learning with higher intensity during the online learning period. This phenomenon is known as academic burnout. Academic self-efficacy is one of the predictor factors that can affect academic burnout in students. Academic self-efficacy is students' beliefs about their capabilities to complete academic tasks (Zajacova et al., 2005). This study was conducted to see whether there is an influence of academic self-efficacy on academic burnout in Bandung City students during the COVID-19 pandemic. This research is a quantitative study using a causal method followed by 400 respondents from Bandung City students. The measuring instrument in this study used the Academic Self Efficacy Scale from Zajacova et al. (2005), and the Maslach Burnout Inventory-Student survey (MBI – SS) compiled by Schaufeli (2002). The results of this study indicate that there is a significant effect on academic self-efficacy on academic burnout of Bandung City students during the COVID-19 pandemic 10,7% (R2 = 0.107; Sig. 0.00). Abstrak. Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang luas secara sosial salah satunya pada ranah Pendidikan. Adanya pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran berubah menjadi pembelajaran daring yang mengharuskan mahasiswa belajar dirumah masing-masing. Selama pandemi, proses pembelajaran yang dilakukan secara daring berdampak terhadap kesulitan mahasiswa dimana mahasiswa menunjukan adanya penurunan motivasi, merasa sinis, kelelahan secara fisik dan emosional dikarenakan oleh tuntutan belajar dengan intensitas yang lebih tinggi di masa pembelajaran daring. Fenomena ini dikenal dengan academic burnout. Academic self-efficacy merupakan salah satu faktor prediktor yang dapat mempengaruhi academic burnout pada mahasiswa. Academic self-efficacy merupakan kepercayaan diri mahasiswa pada kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas akademik (Zajacova et al., 2005). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh academic self-efficacy terhadap academic burnout pada mahasiswa Kota Bandung di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode kausal yang diikuti oleh 400 responden mahasiswa Kota Bandung. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan Academic Self Efficacy Scale dari Zajacova et al. (2005), dan Maslach Burnout Inventory- Student survey (MBI – SS) yang disusun oleh Schaufeli (2002). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh signifikan pada academic self-efficacy terhadap academic burnout mahasiswa Kota Bandung di masa pandemi covid-19 sebesar 10,7% (R2 = 0,107; Sig. 0,00).
Hubungan Dukungan Sosial dengan Problematic Internet Use pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial
Annisa Nur Octaviani;
Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.845 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3035
Abstract. Undergraduates use the internet for academic and personal purposes, however, excessive use of the internet causes various negative consequences for the user. One of the groups that is at risk for problematic internet use is those who seek social support on the internet because they perceive that they lack social support in the real world. The behavior of seeking support on the internet leads to symptoms of problematic internet use. Therefore, this study aims to determine the relationship between perceived social support and problematic internet use. This research was conducted using a quantitative approach with Spearman's Rank correlation analysis technique. Data was collected using accidental sampling technique and obtained 651 college students who use social media in Bandung. Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) is used to measure perceived social support and Generalized Problematic Internet Use 2 (GPIUS-2) is used to measure problematic internet use, both of them have been adapted into Bahasa Indonesia. The results showed a correlation coefficient of -.459 which indicates a strong negative relationship between social support and problematic internet use. That means, the lower the perception of social support, the higher the problematic internet use. Abstrak. Mahasiswa menggunakan internet untuk kepentingan akademik maupun pribadi, kendati demikian, penggunaan internet yang berlebihan dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi penggunanya. Salah satu kelompok yang paling berisiko ialah individu yang mencari dukungan di internet karena merasa kurang memiliki dukungan sosial. Perilaku mencari dukungan di internet mengarahkan gejala-gejala dari problematic internet use. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan dukungan sosial dengan problematic internet use. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi Rank Spearman. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik accidental sampling dan diperoleh sebanyak 651 mahasiswa pengguna media sosial di Kota Bandung. Digunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS-2) untuk mengukur problematic internet use, dimana kedua alat ukur tersebut telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -.459 yang mengindikasikan adanya hubungan negatif yang cukup kuat antara dukungan sosial dengan problematic internet use. Semakin rendah dukungan sosial, maka semakin tinggi problematic internet use.
Pengaruh Self Disclosure terhadap Stres Akdemik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Unisba
Rahmani Afifa Kurniasani;
Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.697 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3042
Abstract. Academic stress is stress that comes from academic activities and burdens. Thesis for students is an obligation that must be completed within a certain period of time. During the thesis process, some students took longer than the specified time. Many factors can affect student delays when compiling a thesis. Seeing the impact of stress that is not light, the right technique is needed to minimize and overcome the impact of stress so that it does not get worse and prolonged. One way to find out about the situation is to open up. The purpose of this study was to determine how much influence self-disclosure has on stress levels in final year students who are late in completing their thesis at the Islamic University of Bandung. The method used in this study is the method of causality. Respondents in this study were active students of the Islamic University of Bandung who were reluctant to write a thesis and had exceeded the study period, amounting to 225 people. The data analysis technique used in this research is Simple Linear Regression Analysis. The results of this study indicate that there is an effect of 43.3%. Abstrak. Stres akademik adalah stres yang bersumber dari aktivitas dan beban akademik. Skripsi bagi mahasiswa merupakan kewajiban yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu. Pada saat proses pengerjaan skripsi, beberapa mahasiswa membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang sudah ditetapkan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan mahasiswa saat menyusun skripsi. Melihat dampak stres yang tidak ringan, perlu teknik yang tepat untuk meminimalisir dan menanggulangi dampak stres agar tidak semakin buruk dan berkepanjangan. Salah satu upaya untuk mengetahui situasi tersebut adalah dengan membuka diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh self-disclosure terhadap tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir yang terlambat menyelesaikan skripsi di Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausalitas. Responden dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa aktif Universitas Islam Bandung yang sengan menyusun skripsi dan telah melampaui masa studi yang berjumlah 225 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebesar 43,3%.
Pengaruh Character Strength terhadap Penyesuaian Diri pada Santri Aisyiyah Boarding School
Nadifa Sabira Rahadita;
Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.014 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3043
Abstract. Students who studied in Islamic boarding schools come from various regions that have different backgrounds such as culture that makes students have to deal with various situations related to the adjustment process. The students of Aisyiyah Boarding School show the ability to adapt to the conditions of the boarding school by showing positive behaviors when carrying out activities at the boarding school. According to Schneiders, personality is one of the factors influencing the adjustment process in adolescents, one of which forms the personality of the characters that exist in adolescents. The purpose of this study is to determine the effect of Character Strength on self-adjustment in Aisyiyah Boarding School students. This study is study population with 47 students of Aisyiyah Boarding School. The method used is causality with multiple linear regression analysis techniques. The instrument used is the Values in Action Inventory Strength of Youth (VIA-Youth) with 88 items adapted by Marlina (2011) and the adjustment scale made by Laely (2017) based on aspects of adjustment according to Haber and Runyon (1984). The data obtained from this study were tested using the t-test (t-test) and the result is that there is an effect of Character Strength on Self-Adjustment. The characters of open mindedness, kindness, spirituality and humor are the dominant characters that influence the good adjustment of students. Abstrak. Santri yang menjalankan pendidikan di pondok pesantren datang dari beragam wilayah yang memiliki perbedaan latar belakang seperti budaya dan tempat tinggal. Hal tersebut memungkinkan santri untuk berhadapan dengan berbagai situasi yang berkaitan dengan proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menyoroti penyesuaian diri para santri yang sulit bahkan penyesuaian diri yang di kategorikan buruk. Pada santri Aisyiyah Boarding School menunjukkan kemampuan menyesuaikan diri dalam menghadapi keadaan pesantren dengan menampilkan perilaku-perilaku positif saat menjalankan kegiatan di pesantren. Menurut Schneiders kepribadian adalah salah satu faktor mempengaruhi proses penyesuaian diri pada remaja, yang membentuk kepribadian salah satunya adalah karakter-karakter yang ada pada diri remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Character Strength terhadap penyesuaian diri pada santri Aisyiyah Boarding School. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah responden 47 orang santri Aisyiyah Boarding School. Metode yang digunakan adalah kausalitas dengan teknik analisis regresi linier berganda. Instrumen yang digunakan adalah Values in Action Inventory Strength of Youth (VIA-Youth) sejumlah 88 item yang diadaptasi oleh Marlina (2011) dan skala penyesuaian diri disusun oleh Laely (2017) berdasarkan aspek dari penyesuaian diri menurut Haber dan Runyon (1984). Data yang didapat dari penelitian ini diuji menggunakan uji-t (t-test) dan hasilnya adalah ada pengaruh Character Strength terhadap Penyesuaian Diri. Karakter open mindedness, kindness, spirituality dan humor adalah karakter yang dominan yang berpengaruh terhadap penyesuaian diri santri yang baik.
Pengaruh Implementasi Pendidikan Karakter terhadap Self-Esteem Anggota Paskibra Kota Bandung
Indah Ayu Lestari;
Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.22 KB)
|
DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3044
Abstract. Paskibra Kota Bandung has implemented character education with high discipline, oriented towards good moral behavior in order to become strong individuals for members. It is perceived that self-esteem is able to be constructed through character education. However, there are some members who still take actions that are not in accordance with environmental demands, how to deal with bad problems, do not maintain self-esteem, and are irrational which are one of the characteristics of people who have low self-esteem. These behaviors also become the main reason of the researcher to perceive the impact of character education to self-esteem and how it is depicted in Paskibra Kota Bandung members. To conduct the research, quantitative methodology with causality non-experimental design are used. The Subjects were all members of Paskibra Kota Bandung as 264 people. To analyze the data, simple linear regression model is used. The measuring instrument used in the research is Character Education created by Febrian Nur Al Fajri (2020) which arranged from Character Education of Thomas Lickona (Dalmeri, 2014) and Self-Esteem developed by Mruk (2006) and created by Ismi Hanifah (2016). The result of research finds that there is positive impact of Implementing Character Education to self-esteem with R square in the amount of 30%. The research also discovers that 73.5% members of Paskibra Kota Bandung have high self-esteem. Abstrak. Paskibra Kota Bandung telah mengimplementasikan pendidikan dengan disiplin yang tinggi, berorientasi pada perilaku moral baik agar menjadi pribadi yang tangguh pada anggotanya. Pendidikan karakter dikatakan dapat meningkatkan self-esteem pada individu. Namun, terdapat beberapa anggota yang masih melakukan tindakan yang tidak sesuai tuntutan lingkungan, cara mengatasi masalah buruk, tidak menjaga harga diri, dan tidak rasional yang merupakan salah satu ciri dari seseorang yang memiliki self-esteem rendah. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melihat pengaruh implementasi pendidikan karakter terhadap self-esteem, dan juga untuk melihat gambaran dari self-esteem pada anggota Paskibra Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas non-eksperimental. Subjek penelitian adalah semua anggota Paskibra Kota Bandung sebanyak 264 orang. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Pendidikan Karakter yang dibuat oleh Febrian Nur Al Fajri (2020), yang disusun berdasarkan aspek Pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Thomas Lickona (dalam Dalmeri, 2014), dan Self-esteem yang dikembangkan oleh Mruk (2006) dan dibuat oleh Ismi Hanifah (2016). Hasil penelitian ditemukan bahwa adanya pengaruh positif dari Implementasi Pendidikan Karakter terhadap Self-esteem dengan R square sebesar 0.300 atau sebesar 30%. Penelitian ini juga menemukan sekitar 73.5% anggota Paskibra Kota Bandung memiliki self-esteem yang tinggi.