cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Hubungan antara Adversity Quotient dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Semester Akhir Universitas Islam Bandung Iqlima Nurfadhila Aulia; Budiman, Agus
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9951

Abstract

Abstract. Students are required to have critical thinking and be able to act quickly and precisely. Students will be faced with various demands and obstacles during the lecture process. These include coursework that must be completed at the same time, practicums, achievement of study load, and thesis up to the final semester stage. The various task demands faced can make students feel uncomfortable so they do not enjoy academic activities and have difficulty concentrating. The aim of the research is to describe adversity qoutient and academic stress in Final Semester Students at Bandung Islamic University and to find out how big the relationship is between adversity qoutient and academic stress among Final Semester Students at Bandung Islamic University. The research method is a quantitative research approach. The population used by researchers was 792 final semester students at Bandung Islamic University. A sample of 90 respondents filled out the Google form research questionnaire. So the researcher took everything as a research sample, namely 90 respondents. Based on the calculated T and calculated F, the Sig value is known. (2-tailed) between the two variables is 0.000, smaller than 0.05. So it can be concluded that there is a significant correlation or relationship between the Adversity Quotient variable and the academic stress variable in Final Semester Students at Bandung Islamic University. Abstrak.Mahasiswa dituntut memiliki pemikiran kritis dan dapat bertindak dengan cepat dan tepat. Mahasiswa akan dihadapkan dengan berbagai tuntutan maupun hambatan selama proses perkuliahan. Diantaranya tugas kuliah yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan, praktikum, pencapaian beban studi, hingga skripsi untuk ke tahap semester akhir. Berbagai tuntutan tugas yang dihadapi dapat membuat mahasiswa merasa tidak nyaman sehingga tidak menikmati kegiatan akademik dan sulit berkonsentrasi. Tujuan penelitian untuk gambaran adversity qoutient serta stres akademik pada Mahasiswa Semester Akhir Universitas Islam Bandung serta juga untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara adversity qoutient dengan stres akademik pada Mahasiswa Semester Akhir Universitas Islam Bandung. Metode penelitian adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan peneliti sebesar 792 Mahasiswa Semester Akhir Universitas Islam Bandung Sampel 90 orang responden yang mengisi google form kuesioner penelitian. Maka peneliti mengambil semua menjadi sampel penelitian yaitu 90 orang responden. Berdasarkan T hitung dan F hitung diketahui nilai Sig. (2-tailed) antara kedua variabel adalah sebesar 0,000 lebih kecil 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara variabel Adversity Quotient dengan variabel stres akademik pada Mahasiswa Semester Akhir Universitas Islam Bandung.
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Work Life Balance pada Polisi Wanita di Polrestabes Bandung Aldy Satriayuda; Dewi Sartika; Rizka Hadian
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9955

Abstract

Abstract. The job of a policewoman requires her to work around the clock. With irregular working hours, female police officers must try to manage their needs. With activities that are more often carried out in the office, support from the organization can manage the needs of police officers. This study aims to examine the effect of Perceived Organizational Support on Work Life Balance in policewomen at Bandung Police Station. This study uses a causality quantitative approach with simple linear regression techniques and the subjects in this study totaled 71 people. The perceived organizational support measuring instrument scale uses from Eisenberger (1986) which has been adapted by Lubis (2022) and the work life balance measuring instrument uses from Fisher (2009) which has been adapted by Gunawan (2019). The statistical test results show that the value (sig.) = 0.000 means that there is a significant influence. In addition, the coefficient of determination test shows an R-Square value of 0.359 or has an influence of 35.9% so it can be concluded that perceived organizational support has a significant effect on work life balance. Abstrak. Pekerjaan sebagai anggota polisi wanita (Polwan) menuntut untuk bekerja tanpa kenal waktu. Dengan jam kerja yang tidak teratur membuat anggota polwan harus berupaya untuk mengatur kebutuhan dalam dirinya. Dengan aktivitas yang lebih sering dilakukan di kantor, maka dukungan dari organisasi bisa untuk mengatur kebutuhan dari anggota polwan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perceived organizational support terhadap work life balance pada polwan di Polrestabes Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan teknik regresi linier sederhana dan subjek pada penelitian ini berjumlah 71 orang. Skala alat ukur perceived organizational support menggunakan dari Eisenberger (1986) yang telah diadaptasi oleh Lubis (2022) dan alat ukur work life balance menggunakan dari Fisher (2009) yang telah diadaptasi oleh Gunawan (2019). Hasil uji statistik menunjukkan menunjukkan nilai (sig.) = 0,000 artinya terdapat pengaruh signifikan. Selain itu pada uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R-Square 0,359 atau memiliki pengaruh sebesar 35,9% sehingga dapat disimpulkan bahwa perceived organizational support berpengaruh signifikan terhadap work life balance.
Pengaruh Tipe Kepribadian terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa di Kota Bandung Nadhira Nur Sabrina; Sulisworo Kusdiyati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9965

Abstract

Abstract. Students are required to do assignments on time. But in reality they prefer to postpone doing assignments. Academic procrastination is the behavior of delaying doing academic assignments. This behavior has a negative impact on student achievement. One factor that influences this is personality. The theory which states that there are five forms of personality types developed by McCrae and Costa (1996) is called the Five Factor Model. The five personality traits are extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, and openness. This research aims to find out how personality type influences academic procrastination among students in the city of Bandung. The research was conducted on 377 students using convenience sampling techniques. The measuring instrument used is the 28-item version of the Big Five Inventory (BFI) created by John (1990) which has been adapted by Ramadhani (2012) and the Academic Procrastination Scale (APS) created by McCloskey and Scielzo (2015) which has been adapted by Nurfadhillah (2022). . Multiple Linear Regression Analysis was used to see the influence of each Personality Type on academic procrastination. The results show that Personality Type has an influence on Academic Procrastination among students in Bandung City with a contribution value of 40.1%. The contribution of extraversion is 6.4%, the contribution of agreeableness is 1.5%, the contribution of conscientiousness is 0.5%, the contribution of neuroticism is 31.3%, and the contribution of openness to experience is 0.4%. Abstrak. Mahasiswa dituntut untuk mengerjakan tugas tepat waktu. Tetapi keyataannya mereka lebih memilih untuk menunda mengerjakan tugas. Prokrastinasi Akademik ialah perilaku menunda mengerjakan tugas akademik. Perilaku ini mempunyai dampak negative terhadap prestasi mahasiswa. Salah satu factor yang mempengaruhinya ialah kepribadian. Teori yang menyatakan bahwa ada lima bentuk tipe kepribadian dikembangkan oleh McCrae dan Costa (1996) disebut Five Factor Model. Lima trait kepribadian tersebut ialah extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Tipe Kepribadian terhadap Prokrastinasi Akademik pada mahasiswa di Kota Bandung. Penelitian dilakukan kepada 377 mahasiswa dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang dipakai adalah Big Five Inventory (BFI) versi 28-item yang dibuat oleh John (1990) sudah diadaptasi oleh Ramadhani (2012) serta Academic Procrastination Scale (APS) dibuat oleh McCloskey dan Scielzo (2015) sudah diadaptasi Nurfadhillah (2022). Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk melihat pengaruh setiap Tipe Kepribadian terhadap prokrastinasi akademik. Hasil menunjukkan bahwa Tipe Kepribadian memiliki pengaruh terhadap Prokrastinasi Akademik pada mahasiswa di Kota Bandung dengan nilai kontribusi sebesar 40,1%. Kontribusi extraversion sebesar 6,4 %, Kontribusi agreeableness sebesar 1,5 %, Kontribusi conscientiousness 0,5% , Kontribusi neuroticism 31,3% , dan Kontribusi openness to experience 0,4%.
Pengaruh Work-Study Conflict terhadap Turnover Intention pada Karyawan yang Berkuliah Bramasta Dimas Hartato; Sartika, Dewi; Permana, Rizka Hadian
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9966

Abstract

Abstract. Work-study conflict is defined as a condition in which an individual feels a conflict in his professional obligations at work and in his educational obligations in college (Markell & Fronel, 1998)3. Turnover Intention is the tendency or intention of an employee to voluntarily resign or move from one place of work to another according to his own choice (Moblely et al, 1978)6. This study aims to determine whether there is an effect of work-study conflict on turnover intention in employees who study in Bandung City. Researchers collected data using the work-study conflict scale from Markel and Frone (1998)3 which was adapted by Aini (2022)8 and the turnover intention scale from Mobley et.al (1978)6 which was adapted by Farisan (2022)9. In the statistical test process, this study uses simple regression analysis and the results of this study show the influence between work-study conflict on turnover intention with a value of R = 0.623 or it can be said that the work-study conflict variable has a contribution of 62.3% to turnover intention. Abstrak. Work-study conflict didefinisikan sebagai sulatul kondisi di mana selselorang melrasakan konflik dalam kelwajiban profelsionalnya dalam pekerjaan dan dalam kelwajiban pelndidikannya di perkuliahan (Markell & Fronel, 1998)3. Tulrnovelr Intelntion adalah kelcelndelrulngan ataul niat selorang karyawan ulntulk selcara sulkarella melngulndulrkan diri ataul belrpindah dari satul telmpat kelrja kel telmpat kelrja lain selsulai delngan pilihannya selndiri (Moblely elt al, 19786). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh work-study conflict terhadap turnover intention pada karyawan yang berkuliah di Kota Bandung. Peneliti melakukan pengambilan data menggunakan skala work-study conflict dari Markel dan Frone (1998)3 yang diadaptasi oleh Aini (2022)8 dan skala turnover intention dari mobley et. al (1978)6 yang di adaptasi oleh Farisan (2022)9. Dalam proses uji statistik penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh antara work-study conflict terhadap turnover intention dengan nilai R= 0,623 atau dapat dikatakan variabel work-study conflict memiliki kontribusi sebesar 62,3% terhadap turnover intention.
Hubungan antara Self Esteem dengan Online Dating Deception pada Pengguna Aplikasi Kencan di Kota Bandung Hazrina; Nugraha, Suci
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9978

Abstract

Abstract. The increasing popularity of online dating apps such as Tinder and Bumble has brought attention to the phenomenon of online dating deception, where a person intentionally misrepresents himself with an identity different from reality in establishing an online relationship in an online dating setting. One possibility for individuals to engage in online deception is due to their self-esteem (Baumeister et al., 1989). This study aims to determine the relationship between self-esteem and online dating deception in dating application users, especially Tinder and Bumble. This research was conducted with a quantitative correlational approach. There were 314 participants in this study aged 18-40 years who actively used the dating applications Tinder and Bumble by filling out online questionnaires via the Google Form. The measuring instrument used in this research is the Coopersmith Self-Esteem Inventory which is based on Coopersmith's theory (1967) and Deception Behavior In Social Media which is based on Utz's theory (2005). The results of this study show a significance value of 0.876 > 0.05, meaning that there is no significant relationship between self-esteem and online deception in users of online dating applications Tinder and Bumble with a correlation coefficient of -0.009. This finding confirms that other factors may be more influential in driving individuals to engage in online deception in the context of online dating. Abstrak. Meningkatnya popularitas aplikasi kencan online seperti Tinder dan Bumble telah membawa perhatian pada fenomena online dating deception, yaitu saat seseorang secara sengaja melakukan representasi diri yang menipu dengan identitas yang berbeda dari kenyataan dalam menjalinkan hubungan online di setting kencan online. Salah satu kemungkinan individu melakukan online deception dikarenakan self-esteem mereka (Baumeister et al., 1989). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan online dating deception pada pengguna aplikasi kencan khususnya Tinder dan Bumble. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan dalam actorian ini berjumlah 314 orang berusia 18-40 tahun yang aktif menggunakan aplikasi kencan Tinder dan Bumble dengan mengisi kuesioner secara online melalui Google Form. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur Coopersmith Self esteem Inventory yang didasarkan pada teori Coopersmith (1967) dan Deception Behavior In Social Media yang didasarkan pada teori Utz (2005). Hasil actorian ini menunjukkan nilai signifikansi 0.876 > 0.05, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self esteem dengan online deception pada pengguna aplikasi kencan online Tinder dan Bumble dengan nilai koefisien korelasi -0.009. Temuan ini menegaskan bahwa actor-faktor lain mungkin lebih berpengaruh dalam mendorong individu untuk terlibat dalam online deception dalam konteks kencan online.
Intervensi Aku Anak Hebat Berbasis Body Safety Training untuk Meningkatkan Self Awareness terhadap Situasi Berpotensi Kekerasan Seksual Zebina Afnan Naila; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9985

Abstract

Abstract. The high rate of child sexual abuse in West Java is partly due to children's low self-awareness of their physical, mental and environmental conditions. Self awareness is the ability to understand their own relationship with their environment, with many people, and with events that interact in daily life (Waitley, 1997). One of the prevention efforts can be done through the provision of the intervention program Aku Anak Hebat based on Body Safety Training (Sumaryati and research team, 2022) adapted from Body Safety Training (Wurtele, 1986). This intervention program contains important information that children should know to keep their bodies safe from potential sexual violence situations. The approach used was quantitative, with a Quasi experimental research method and Pre experimental one group pretest-posttest design. This research was conducted at X public elementary school involving 18 research subjects. Data analysis was carried out with the Paired Sample T Test test. The results showed a significance value of 0.03 <0.05, which means that there is an effect of providing the Aku Anak Hebat intervention on increasing Self Awareness in grade 2 children at X public elementary school. Abstrak. Tingginya angka kekerasan seksual pada anak di Jawa Barat salah satunya disebabkan oleh rendahnya self awareness anak terhadap kondisi fisik, mental, dan lingkungan sekitarnya. Self awareness adalah kemampuan untuk memahami hubungan mereka sendiri dengan lingkungan mereka, dengan banyak orang, dan dengan peristiwa yang berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari (Waitley, 1997). Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian program intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training (Sumaryati dan tim riset, 2022) yang diadaptasi Body Safety Training (Wurtele, 1986). Program intervensi ini berisi informasi penting yang harus anak ketahui untuk menjaga keamanan tubuhnya dari situasi berpotensi kekerasan seksual. Pendekatan yang digunakan kuantitatif, dengan metode penelitian Quasi experimental dan desain Pre experimental one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada sekolah dasar negeri X dengan melibatkan 18 subjek penelitian. Olah data dilakukan dengan uji Paired Sample T Test. Hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,03 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh dari pemberian intervensi Aku Anak Hebat terhadap meningkatnya Self Awareness pada anak kelas 2 di sekolah dasar negeri X.
Pengaruh Orientasi Masa Depan dan Performa Akademik terhadap Career Adaptability Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Islam Bandung. Sofia Jannati; Suhana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9997

Abstract

Abstract. In lectures, a major has been determined to make it easier for students to focus on their careers, while there are still some final year students who are still confused about what field they will pursue a career in after graduating from college. So final year students must have a future orientation and academic performance that is in line with supporting career adaptability. This research aims to determine the influence of future orientation and academic performance on final year students at Bandung Islamic University. This research used quantitative methods which were tested on 131 final year students. This sampling method uses a purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the Seginer future orientation measuring scale. Meanwhile, to measure academic performance, researchers use GPA as a measurement. The career adaptability scale uses the Savickas scale. Data analysis for this research used multiple linear regression analysis techniques and hypothesis testing with data processing using the SPPS 23 program. It was found that future orientation had a significant contribution to career adaptability of 45.8% with a significance value of 0.001 (p<0.05) and performance. Academics has a significant contribution to career adaptability of 3.5% with a significance of 0.000 (p<0.05). These results indicate that there is a significant positive influence. Abstrak Dalam perkuliahan sudah ditetapkannya sebuah jurusan untuk mempermudah fokus mahasiswa dalam karirnya sedangkan masih terdapat beberapa mahasiswa tingkat akhir yang masih kebingunan akan berkarir di bidang apa setelah lulus di bangku perkuliahan. Sehingga mahasiswa tingkat akhir harus memiliki orientasi masa depan dan performa akademik yang sejalan dalam menunjang career adaptability. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi masa depan dan performa akademik terhadap mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Bandung. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 131 mahasiswa tingkat akhir. Metode pengambilan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala alat ukur orientasi masa depan Seginer. sedangkan untuk pengukuran performa akademik peneliti menggunakan IPK sebagai pengukuran. Pada skala career adaptability menggunakan skala Savickas. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan pengolahan data menggunakan program SPPS 23. Diporeleh bahwa orientasi masa depan memiliki kontribusi signifikan terhadap career adaptability sebesar 45,8% dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05) dan Performa akademik memiliki kontribusi dan signifikan terhadap career adaptability sebesar 3,5% dengan signifikasi 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan.
Pengaruh Impulsivity terhadap Perilaku Cybersex pada Akun Alter di Aplikasi X Yulia Rahmasari; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10003

Abstract

Abstract. The behavior of engaging in cybersex on Application X is often uncontrolled, leading to distress and negative impacts on other users. The difficulty in controlling this behavior is attributed to impulsive tendencies. This study aimed to determine the influence of impulsivity on cybersex behavior in alter accounts on Application X. The research employed a non-experimental causality method with simple linear regression analysis. The Short Version UPPS-P Impulsive Behavior Scale (SUPPS-P) adapted by Alamsyah (2018) and the Internet Sex Screening Test (ISST) adapted by Putri (2023) were utilized as measurement tools. - The research sample comprised 253 individuals accessing cybersex on Application X. The study revealed a significant influence of impulsivity on cybersex behavior with a significance value of 0.006 < 0.05, indicating an R2 value of 0.064. This suggests that impulsivity contributes approximately 6.4% to cybersex behavior. These findings underscore the impact of impulsivity on cybersex behavior in alter accounts on Application X, emphasizing the need for further understanding and potential interventions to address this issue. Abstrak. Internet menjadi media yang menarik untuk melakukan cybersex karena adanya accessibility, affordability, anonymity, isolation, dan fantasy. Adanya akun alter dalam aplikasi X sebagai cerminan identitas anonymity yang menciptakan kebebasan dalam mengeksplorasi seksualitas individu tanpa perlu khawatir ataupun takut dalam mengungkapkan dirinya. Perilaku cybersex di aplikasi X ini sering kali tidak terkontrol sehingga menyebabkan keresahan dan dampak negatif pada pengguna lain. Kesulitan dalam mengontrol perilaku tersebut karena kecenderungan impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh impulsivity terhadap perilaku cybersex pada akun alter di aplikasi X. Penelitian ini menggunakan metode kausalitas non-eksperimental dengan analisis data regresi linear sederhana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Short Version UPPS-P Impulsive Behavior Scale (SUPPS-P) yang diadaptasi oleh Alamsyah (2018) dan juga Internet Sex Screening Test (ISST) yang telah diadaptasi oleh Putri (2023). Sampel penelitian ini berjumlah 253 orang yang mengakses cybersex pada aplikasi X. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.006 < 0.05 artinya terdapat pengaruh impulsivity terhadap perilaku cybersex dengan nilai R2 = 0.064 yang artinya impulsivity memiliki kontribusi sebesar 6.4% terhadap perilaku cybersex.
Hubungan Stres Akademik dengan Student Engagement Pondok Pesantren di Kota Bandung Ima Nurul Azmi; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10008

Abstract

Abstract. Islamic boarding schools are schools with distinctive characteristics that differ from regular public schools, starting from the school system to school rules. The stress experienced by students (santri) in Islamic boarding schools is caused by various academic demands in the boarding school, as students must adhere to various rules, activities, and study hours from morning until night. The academic demands and the workload of activities experienced by students in Islamic boarding schools can lead to a lack of focus during learning, disrupting student engagement and causing students to become tired, easily bored, and inactive during lessons. Therefore, this research is conducted with the aim of determining the relationship between academic stress variables and student engagement in Islamic boarding schools in the city of Bandung. The hypothesis proposed in this study is that there is a negative relationship between academic stress and student engagement in Islamic boarding schools in Bandung. The respondents consist of 273 male and female students aged 12-15 years, from grade 7 to grade 9. The research method used is correlational method using Spearman Rank correlation test. The results of this study indicate a significant relationship between academic stress and student engagement in Islamic boarding schools in Bandung with a correlation coefficient of -0.153. Abstrak. Pondok pesantren merupakan sekolah dengan ciri khas yang berbeda dengan sekola umum biasa mulai dari sistem sekolah hingga aturan sekolah. Stres yang telah dialami oleh santri di pondok pesantren disebabkan karena berbagai tuntutan akademik di pondok pesantren karena santri harus mengikuti berbagai aturan, kegiatan, serta jam belajar mulai dari pagi hingga malam. Tuntutan akademik dan juga beban kegiatan yang dialami santri di pondok pesantren dapat menyebabkan santri menjadi kurang fokus selama pembelajaran, sehingga student engagement menjadi terganggu yang membuat santri menjadi lelah, mudah bosan serta tidak aktif selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara variabel stres akademik dengan student engagement pondok pesantren di Kota Bandung. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini ialah terdapat hubungan negatif antara stres akademik dengan student engagement pondok pesantren di Kota Bandung. Jumlah responden sebanyak 273 santri laki-laki dan perempuan yang berusia 12-15 tahun, kelas 7 hingga kelas 9. Analisis penelitian ini menggunakan uji korelasional spearman’s rho. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stres akademik dengan student engagement pondok pesantren di Kota Bandung dengan koefisien korelasi -0,153.
Gambaran Father Involvement pada Remaja di Kota Bandung Sarah Nurul Fathanah; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10012

Abstract

Abstract. Late adolescence shows major problems with eating problem, school, aggression, substance use, depression and sexual relationships. Father involvement is particularly important as a mentor and protector for adolescents. The city of Bandung has shown strong interest in father involvement as evidenced by the establishment of a father's school and programs specifically aimed for fathers. This study aims to describe father involvement among late adolescents in Bandung City. The research used descriptive study method with quantitative approach. The measuring instrument used is the Perceived Father Involvement Inventory (PFII) which measures father involvement from the child's perspective. Data analysis used descriptive statistics. The results showed that most fathers in Bandung City showed high involvement (50.1%) with the highest dimension shown in paternal responsibility or the father's ability to be responsible for adolescents and their families (Mean = 72.774) and the lowest dimension was paternal engagement or direct activity/interaction with adolescents (Mean = 69.838). Abstrak. Pada masa remaja akhir menunjukkan adanya permasalahan-permasalahan utama dalam masalah makan, sekolah, agresi, penggunaan/penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan hubungan seksual. Keterlibatan ayah (father involvement) menjadi penting khususnya sebagai pembimbing dan pelindung bagi remaja. Kota Bandung menunjukkan perhatian yang kuat dalam masalah keterlibatan ayah dilihat dari dibentuknya sekolah ayah dan program-program yang khusus ditujukan bagi ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan father involvement pada remaja akhir di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Perceived Father Involvement Inventory (PFII) yang mengukur keterlibatan ayah dari perspektif anak. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar Ayah di Kota Bandung menunjukkan keterlibatan yang tinggi (50,1%) dengan dimensi tertinggi ditunjukkan pada paternal responsibility atau kemampuan ayah dalam bertanggung jawab pada remaja dan keluarganya (Mean=72,774) serta dimensi terendahnya adalah paternal engagement atau aktivitas/interaksi langsung dengan remaja (Mean=69,838).