cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Parental Career-Related Behaviors terhadap Kematangan Karir Siswa SMK Informatika Fithrah Insani Zamzam Mizan Afifah Setiawan; Sartika, Dewi; Permana, Rizka Hadian
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10015

Abstract

Abstract. Career maturity is the level of an individual's ability to control career development tasks include planning, self-preparation, recognizing potential, interests and talents (Crites, 2011). Career maturity is an important thing for teenagers. By recognizing their potential, interests and talents, teenagers will be able to decide on their career choices in the future. The success of teenagers in career development tasks can’t be separated from the role of parents. There are several types of parental attitudes towards children's career development, including support, interference, and lack of engagement, this is also called parental career-related behavior. Parental behavior has a very important relationship with teenagers' career development, including aspects of exploration and career decisions. According to Dietrich & Kracke (2009), parental career-related behavior can be in line with teenagers' progress in preparing and deciding on their careers. This research aims to determine the influence of parental career-related behavior on career maturity in adolescents. The research method used is quantitative with a causality design. The subjects of this research were 70 students in classes XI and XII of SMK Informatika FithrahInsani. The measuring instrument used is the parental career related-behavior instrument from Dietrich & Kracke (2009) which has been translated and adapted by Hartini (2020) and the Career Maturity Inventory-Revised (CMI-R) from John O. Crites & Mark L. Savickas (2011) which has been translated and adapted by Niki Yuniarti (2019). The technique used is multiple regression analysis technique. The research results show that there is no significant influence from parental career-related behavior on career maturity with an influence size of 7% (R Square = 0.70). Abstrak. Kematangan karir merupakan tingkat kemampuan individu dalam menguasai tugas perkembangan karir yang diantaranya perencanaan, persiapan diri, mengenali potensi, minat dan bakat diri (Crites, 2011). Kematangan karir merupakan suatu hal yang penting bagi remaja dengan mengenali potensi, minat dan bakat diri remaja akan dapat memutuskan pilihan karirnya kelak. Keberhasilan remaja dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan karir tidak lepas dari peran orangtua. Terdapat beberapa jenis sikap orangtua terhadap perkembangan karir anak diantaranya mendukung, mengganggu, dan kurang terlibat, hal ini disebut juga parental career-related behavior. Perilaku orang tua sangat berhubungan penting dengan perkembangan karir remaja diantaranya dalam aspek eksplorasi dan keputusan karir. Sama halnya menurut Dietrich & Kracke (2009), parental career-related behavior dapat sejalan dengan kemajuan remaja mempersiapkan dan memutuskan karirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parental career-related behavior (support, interference, lack of engagement) terhadap kematangan karir pada remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII SMK Informatika Fithrah Insani yang berjumlah 70 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah parental career related-behavior instrument dari Dietrich & Kracke (2009) yang telah diterjemahkan dan diadaptasi oleh Hartini (2020) dan Career Maturity Inventory-Revised (CMI-R) dari John O. Crites & Mark L. Savickas (2011) yang telah diterjemahkan dan diadaptasi oleh Niki Yuniarti (2019). Teknik yang digunakan yaitu teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari parental career-related behavior terhadap kematangan karir dengan besar pengaruh 7% (R Square = 0.70).
Pengaruh Self Efficacy terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Angkatan 2019 yang sedang Skripsi di Universitas Islam Bandung Safrina Prasasti Khaerunnisa; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10021

Abstract

Abstract. Many final year students experience academic procrastination but they feel confident that they can complete their thesis. But in fact, in the class of 2019 students, many students did not do their thesis and delayed working on their thesis so that the thesis did not go right. This is thought to be caused by many factors that arise from students and from the environment around students. Often this happens which has an impact on students becoming less confident about the description being done, often delaying working on the thesis, and feeling less satisfied with the grades obtained. The purpose of this study was to determine the effect of self-efficacy on academic procrastination in students of class 2019 at Bandung Islamic University. The measuring tools used are self-efficacy questionnaires from aspects of Albert Bandura and academic procrastination from Ferrari adapted by Damri.et al (2017). With the validity of 1 item declared invalid, namely statement number 25 on the self-efficacy measurement instrument and reliability test, which is 0.9. This study used a sample of 100 students of class 2019 at Bandung Islamic University. By using accidental sampling techniques, where every student who matches the characteristics of the sample is immediately sampled. The data analysis technique used is Multiple Linear Regression. The research results show that the sig value (0.000 ˂ 0.05) means that Generalization, Level and Strength simultaneously influence academic procrastination. And self-efficacy influences academic procrastination by 51.7%. This means that self-efficacy contributes to academic procrastination. Abstrak. Mahasiswa tingkat akhir banyak yang mengalami prokrastinasi akademik akademik namun mereka merasa yakin dapat menyelesaikan skripsi nya, namun pada kenyataannya pada mahasiswa angkatan 2019 banyak mahasiswa yang tidak mengerjakan skripsi dan menunda mengerjakan skripsi sehingga skripsi tersebut tidak kunjung beres. Banyaknya faktor yang muncul dari diri mahasiswa dan dari lingkungan sekitar mahasiswa, sering memberikan dampak pada mahasiswa menjadi merasa kurang percaya diri terhadap srkripsi yang dikerjakan, sering menunda mengerjakan skripsi, serta merasa kurang puas dengan nilai yang di dapatkan. Tujuannya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara self efficacy terhadap prokrastinasi akademik akademik pada mahasiswa angkatan 2019 di Universitas Islam Bandung. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner self efficacy dari aspek-aspek Albert Bandura dan prokrastinasi akademik akademik dari Ferrari yang diadaptasi oleh Damri.dkk (2017). Penelitian ini menggunakan sampel 100 mahasiswa angkatan 2019 di Universitas Islam Bandung. Dengan menggunakan Teknik sampling accidental. Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai sig (0,000 ˂ 0,05) artinya Generalisasi (Generality), Tingkat (Level) dan Kekuatan (Strength) berpengaruh secara bersamaan terhadap prokrastinasi akademik. Dan self efficacy berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik Akademik sebesar 51,7%. Artinya self efficacy berkontribusi terhadap prokrastinasi akademik akademik.
Pengaruh Resiliensi terhadap Stress Pengasuhan pada Orang Tua dengan Anak ASD Muhammad Fadllan Habibullah; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10023

Abstract

Abstract. Parents of children with autism are at risk of experiencing parenting stress due to the presence of repetitive behavioral tantrums in their children, creating tense situations for the parents. Some parents experience low parenting stress and are able to overcome the challenges of raising autistic children. The aim of this research is to determine the influence of resilience on parenting stress in the Special School (SLB) Negeri Cileunyi, Bandung Regency. This study utilizes a quantitative causal approach. The Conor and Davidson Resilience Scale developed by Conor and Davidson is used to measure resilience, while the Parental Stress Scale developed by Berry and Jones is used to measure the level of parenting stress. The population for this research consists of 35 parents with autistic children in SLB Negeri Cileunyi, Bandung Regency. The research results indicate an R2 value of 0.358 with a significance value (sig) of 0.00 < 0.05, meaning that the resilience variable has an influence which is contributing 35.8% on the parenting stress of parents with Autism Spectrum Disorder (ASD) children at SLB Negeri Cileunyi in Bandung. Since this study involves a limited population, it is recommended for future research to consider using a larger study population Abstrak. Orang tua yang memiliki anak autis beresiko mengalami stress pengasuhan. Resiko tersebut muncul akibat adanya repetitive behavior tantrum dari anak yang membuat orang tua berada pada situasi yang menegangkan. Terdapat orang tua yang mengalami stress pengasuhan yang rendah, dan mampu bangkit dari situasi yang menegangkan dalam membesarkan anak autis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap stress pengasuhan di SLB Negeri Cileunyi Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas. Conor and Davidson Resiliensi Scale yang dikembangkan oleh Conor dan Davidson digunakan untuk mengukur resiliensi, dan Parental Stress Scale yang dikembangkan oleh Berry dan Jones digunakan untuk mengukur tingkat stress pengasuhan. Populasi penelitian ini sebanyak 35 orang tua yang memiliki anak autis di SLB Negeri Cileunyi Kab. Bandung. Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 = 0.358 dengan nilai sig = 0.00< 0.05 artinya variabel resiliensi memiliki pengaruh terhadap variabel stress pengasuhan, dan berkontribusi sebesar 35.8%. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh variabel resiliensi terhadap variabel stress pengasuhan pada orang tua yang memilki anak dengan ASD di SLB Negeri Cileunyi Kab. Bandung. Penelitian ini melibatkan jumlah populasi yang terbatas, sehingga bagi penelitian selanjutnya disarankan dapat menggunakan populasi penelitian yang lebih besar.
Pengaruh Work Life Balance terhadap Work Engagement pada Ibu Bekerja Satrio Budiman Rastanim; Lisa Widawati; Ayu Tuty Utami
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10024

Abstract

Abstract. Work engagement is motivation, positivity, fulfillment, and an individual's perspective which is characterized by vigor, dedication, and absorption (Schaufeli et al., 2002). Work life balance is the ability to achieve goals and fulfill various demands of work and life and achieve satisfaction in all aspects of life (Fisher and Bulger, 2012). The aim of this research is to determine the effect of work life balance on work engagement in working mothers. The subjects in this study were 105 working mothers. The data analysis technique used is simple linear regression. The work life balance measuring tool uses the Work Life Balance Scale by Fisher, Bulger and Smith (2009) which has been adapted into Indonesian by Gunawan et al (2019). Meanwhile, the work engagement measuring tool uses the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) by Schaufelli and Bakker (2003) which has been adapted into Indonesian by Kristiana et al (2018). The research results show that work life balance has an influence of 28.1% on work engagement among working mothers. Abstrak. Work engagement merupakan suatu motivasi, hal positif, pemenuhan, serta cara pandang individu yang di tandai dengan adanya vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli et al., 2002). Work life balance merupakan kemampuan dalam mencapai tujuan dan memenuhi berbagai tuntutan pekerjaan maupun kehidupan dan mencapai suatu kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan (Fisher dan Bulger, 2012). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh work life balance terhadap work engagement pada ibu bekerja. Subjek pada penelitian ini adalah ibu bekerja sebanyak 105 orang. Teknik analisis data yang digunakan regresi linear sederhana. Alat ukur work life balance menggunakan Work Life Balance Scale oleh Fisher, Bulger dan Smith (2009) yang sudah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia oleh Gunawan et al (2019). Sedangkan alat ukur work engagement menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) oleh Schaufelli dan Bakker (2003) yang sudah diadaptasi kedalam bahassa Indonesia oleh Kristiana et al (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance memberikan pengaruh sebesar 28.1% terhadap work engagement pada ibu bekerja.
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Burnout pada Polisi Wanita Polrestabes Bandung Muhammad Ilyas Yusuf; Lisa Widawati; Ayu Tuty Utami
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10028

Abstract

Abstract. Female police officers are a type of human service worker who has a heavy workload. A problem that often arises in relation to female police facing increasingly high job demands in the workplace is burnout. Burnout is a psychological syndrome which is an individual's reaction to prolonged work pressure (Maslach & Leiter, 1997). One of the factors that can reduce burnout is perceived organizational support. According to Rhoades & Eisenberger (2002), perceived organizational support is employees' perception of how much the organization values their contributions and cares about their welfare. The aim of this research is to see how much influence perceived organizational support and its aspects have on burnout in 56 Bandung Police Women. The measuring instrument used in this research is the perceived organizational support (POS) scale developed by Eisenberger et al. (1986) and adapted by Fahrian Lubis (2022). In addition, the Maslach Burnout Inventory – Human Service Survey (MBI-HSS) was developed by Maslach, Schaufeli & Leiter (2001) and adapted by Susilo et. al., (2023). The research results show that there is a significant positive influence of perceived organizational support on burnout, namely with R Square = .097. The results of all aspects of perceived organizational support have a significant effect with R Square = .225. Abstrak. Polisi wanita merupakan jenis pekerja human service yang memiliki beban kerja yang berat. Persoalan yang sering muncul berkaitan dengan polisi wanita dalam menghadapi tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi ditempat kerja adalah burnout. Burnout merupakan sindrom psikologis yang merupakan reaksi individu terhadap tekanan pekerjaan yang berkepanjangan (Maslach & Leiter, 1997). Satu diantara faktor yang dapat menurunkan burnout yakni perceived organizational support menurut Rhoades & Eisenberger (2002) mengatakan bahwa perceived organisational support adalah persepsi karyawan mengenai seberapa besar organisasi menghargai kontribusi mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh perceived organizational support dan aspeknya terhadap burnout pada 56 Polisi Wanita Polrestabes Bandung. Alat ukur yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu skala perceived organizational support (POS) yang dikembangkan oleh Eisenberger et al. (1986) dan diadaptasi oleh Fahrian Lubis (2022). Selain itu, Maslach Burnout Inventory – Human Service Survey (MBI-HSS) yang dikembangkan oleh Maslach, Schaufeli & Leiter (2001) dan diadaptasi oleh Susilo et. al., (2023). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif secara signifikan perceived organizational support terhadap burnout yakni dengan R Square = .097. Hasil seluruh aspek perceived organizational support berpengaruh signifikan dengan R Square = .225.
Pengaruh Social Support terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran di Kota Bandung Salsa Alfi Syahrin; Kusdiyati, Sulisworo
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10031

Abstract

Abstract. Medical students in West Java are said to have the highest level of Academic Burnout compared to other medical students in Indonesia. Academic Burnout is the impact of large academic demands and challenges, especially on medical students. In this research, Social Support is the independent variable and Academic Burnout is the dependent variable, considering that Social Support is said to be a variable that produces various results regarding its influence and relationship to Academic Burnout. The aim of this research is to try to determine the level of Social Support and Academic Burnout as well as the influence of Social Support on Academic Burnout in students of the Undergraduate Medical Study Program in Bandung City. The design of this research is causality with a non-experimental quantitative approach. Data were collected using a cross-sectional convenience sampling technique with 311 medical students as respondents. Multiple regression analysis was used to see the influence of the Social Support dimension on Academic Burnout. The theory used to explain Social Support is Cohen & Hoberman's Theory (1983) and to explain Academic Burnout using the Theory of Schaufeli et al., (2002). The research results based on the R Square value of Social Support contribute 67% to the Academic Burnout variable with a significant negative relationship, meaning that the higher the level of appreciation of Social Support, the lower the level of Academic Burnout and vice versa. Of the 4 dimensions of Social Support (appraisal support, belonging support, tangible support, and esteem support) Belonging Support is the dimension that has the most influence on Academic Burnout with a contribution value (R2) of 26.3%. Abstrak. Mahasiswa kedokteran di Jawa Barat dikatakan berada pada tingkat tertinggi mengenai Academic Burnout dibandingkan dengan mahasiswa kedokteran lainnya di Indonesia. Academic Burnout adalah dampak dari besarnya tuntutan dan tantangan akademik terutama pada mahasiswa Kedokteran. Pada penelitian ini Social Support sebagai variabel independent dan Academic Burnout sebagai variabel dependen, mengingat Social Support dikatakan sebagai variabel yang memunculkan hasil yang beragam mengenai pengaruh dan hubungannya terhadap Academic Burnout. Tujuan penelitian ini mencoba mengetahui tingkat Social Support dan Academic Burnout serta pengaruh Social Support terhadap Academic Burnout pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran di Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah kausalitas dengan pendekatan kuantitatif non ekperimental. Pengambilan data menggunakan teknik convevience sampling secara cross-sectional pada responden sebanyak 311 mahasiswa kedokteran. Analisis regresi berganda digunakan untuk melihat pengaruh dari dimensi Social Support terhadap Academic Burnout. Teori yang digunakan untuk menjelaskan Social Support adalah Teori Cohen & Hoberman (1983) dan untuk menjelaskan Academic Burnout menggunakan Teori Schaufeli et al., (2002). Hasil penelitian berdasarkan nilai R Square Social Support berkontribusi sebesar 67% terhadap variabel Academic Burnout dengan arah hubungan negatif yang signifikan artinya semakin tinggi tingkat penghayatan Social Support maka akan semakin rendah tingkat Academic Burnoutnya begitupun sebaliknya. Adapun dari 4 dimensi Social Support (appraisal support, belonging support, tangible support, dan esteem support) Belonging Support merupakan dimensi yang paling berpengaruh terhadap Academic Burnout dengan nilai kontribusi (R2) sebesar 26,3%.
Studi Mengenai Literasi Kesehatan Mental pada Family Caregiver Skizofrenia di Kota Bandung Syifa Aulia Setiawati; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10033

Abstract

Abstract. According to Riskesdas data in 2018, there was a significant increase in mental health disorders, especially schizophrenia. Treatment must be done to prevent relapse in people with schizophrenia. In addition, everyone has an understanding of an illness, making it more likely to recognize appropriate sources of care. The purpose of this study was to determine the mental health literacy of family caregiver who are accompanying family members with schizophrenia in Bandung City. The research design used a descriptive design. This study used the purposive sampling technique. The subjects of this study were the main family caregiver who were accompanying family members with schizophrenia disorders and domiciled in Bandung City, totaling 42 people. The mental health literacy measuring instrument was designed by the researcher with reference to Jorm's theory. The data were processed using descriptive analysis and logistic regression. The results showed that family caregiver generally have high mental health literacy. This means that family caregiver in Bandung City have appropriate understanding and beliefs about schizophrenia disorder. Then the factors of age, gender, latest education, and duration of disorder do not significantly affect the mental health literacy of family caregiver in Bandung City. Abstrak. Menurut data Riskesdas tahun 2018, terjadi peningkatan yang signifikan pada gangguan kesehatan mental khususnya skizofrenia. Pengobatan harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada orang dengan gangguan skizofrenia. Disamping itu, setiap orang memiliki pemahaman tentang suatu penyakit, sehingga lebih mungkin untuk mengenali sumber perawatan yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui literasi kesehatan mental pada family caregiver yang sedang mendampingi anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia di Kota Bandung. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dari penelitian ini adalah family caregiver utama yang sedang mendampingi anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia dan berdomisili di Kota Bandung berjumlah 42 orang. Alat ukur literasi kesehatan mental dirancang oleh peneliti dengan merujuk pada teori Jorm. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya family caregiver memiliki literasi kesehatan mental yang tinggi. Artinya, family caregiver di Kota Bandung memiliki pemahaman dan keyakinan yang sesuai terhadap gangguan skizofrenia. Kemudian faktor usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir serta lamanya gangguan tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi kesehatan mental family caregiver di Kota Bandung.
Pengaruh Fear of Failure terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Skripsi di Kota Bandung Firania Rohaeni; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10036

Abstract

Abstract. This research aims to identify the effect of fear of failure towards academic procrastination of final-year university students in Bandung city. It utilizes the fear of failure theory by Conroy and academic procrastination by Solomon and Rothblum. It employs a non-experimental quantitative approach using the causality study design to describe the scale of impact of the fear of failure variable towards academic procrastination. The total participants of this study are 334 final-year university students in Bandung. The study uses the Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) arranged and developed by Conroy and adapted by Bauzir for the measurement tool. It also uses the Thesis Writing Procrastination Scale (TW-PS) developed by Diniy Hidayatur Rahman. The result indicates the presence of the effect of fear of failure towards academic procrastination of final year university students in Bandung. The scale of this fear of failure effect towards academic procrastination is low for 18,2%. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fear of failure terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa akhir di Kota Bandung. Peneliti menggunakan konsep teori dari Conroy untuk menjelaskan konsep fear of failure dan teori dari Solomon dan Rothblum untuk menjelaskan konsep prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan desain studi kausalitas untuk menjelaskan besar pengaruh variabel fear of failure terhadap variabel prokrastinasi akademik. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 334 mahasiswa skripsi di Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) alat ukur yang disusun dan dikembangkan oleh Conroy dan diadaptasi oleh Bauzir, serta Thesis Writing Procrastination Scale (TW-PS) yang dikembangkan oleh Diniy Hidayatur Rahman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh fear of failure terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi di Kota Bandung. Pengaruh fear of failure terhadap prokrastinasi akademik rendah hanya 18,2%.
Pengaruh Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi pada Petugas Pemadam Kebakaran Ratu Dalfa Fauziah; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10037

Abstract

Abstrack. The Rapid development in the industrial world necessitates organizations to have human resources committed to their organization (Rini & Indrawati, 2019). Organizational commitment in the context of the relative strength of identification and involvement in individuals towards a particular organization, can be characterized by three aspects: identification, involvement, and loyalty (Mowday et al. 1982). One of the factors that can influence organizational commitment is work life balance. Work life balance is the effort made by an individual to balance two or more roles they are engaged in (Fisher, 2009). This research aims to examine the extent of the influence of work life balance on organizational commitment among 195 firefighters in the city of Bandung. The measurement tools utilized include the Work Life Balance Scale (WLBS) based on Fisher’s theory (2009) and the Organizational Commitment Scale (OCS) referencing Mowday’s theory (1982). The sampling technique employed is purposive sampling. The method used is the quantitative causality method with regression analysis technique. The results of this study indicate that work life balance has a significant impact on organizational commitment by 53%. Abstrak. Perkembangan yang pesat dalam dunia industri membuat organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang berkomitmen terhadap organisasinya (Rini & Indrawati, 2019). Komitmen Organisasi sebagai konteks dalam hal kekuatan yang relatif dari identifikasi dan keterlibatan pada individu terhadap organisasi tertentu yang dapat dicirikan dengan tiga aspek yaitu identifikasi, keterlibatan dan loyalitas (Mowday et al., 1982). Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi ialah work life balance. Work life balance yaitu upaya yang dilakukan seseorang untuk menyeimbangkan dua peran atau lebih yang dijalani oleh individu tersebut (Fisher, 2009). Penelitian ini bertujuan untuik melihat seberapa besar pengaruh work life balance terhadap komitmen organisasi pada 195 petugas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan yaitu Work Life Balance Scale (WLBS) yang mengacu pada teori Fisher, (2009) dan Organizational Commitment Scale (OCS) yang mengacu pada teori Mowday et al. (1982). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi sebesar 53%.
Pengaruh Trust terhadap Kepuasan Pernikahan Haura Tazkia Anjani; Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10040

Abstract

Abstract. One way to find a partner is by utilizing the internet, namely through the use of online dating applications. These applications are still relatively uncommon for building serious relationships such as marriage. This is due to the uncertain nature of online dating applications and the existence of negative stereotypes resulting from numerous cases originating from online dating applications. However, in reality, there are many individuals who have successfully progressed to marriage and even opted for long-distance marriages. Trust is the primary foundation for maintaining a long-distance marriage. This study aims to examine the extent to which trust can influence marital satisfaction in individuals who met their partners through online dating applications and are currently in long-distance marriages. The study involved 155 individuals aged 20-40 years. The trust measurement used was the Trust Scale developed by Rempel et al. (1985) and adapted by Risandy (2018), while marital satisfaction utilized the ENRICH Marital Satisfaction Scale developed by Fowers & Olson (1989) and adapted by Nishfiyaningsih (2009). Convenience sampling was employed as the sampling technique, and data analysis utilized simple linear regression. Based on the research results, the hypothesis was accepted, indicating a significant influence of trust on marital satisfaction by 63.2%. This implies that trust can affect the level of marital satisfaction in individuals currently undergoing long-distance marriages who initially met their partners through online dating applications. Abstrak. Salah satu cara untuk mendapatkan pasangan adalah dengan memanfaatkan internet, yaitu dengan menggunakan aplikasi kencan online. Aplikasi ini masih terbilang jarang digunakan untuk membangun hubungan serius seperti pernikahan. Hal ini disebabkan sifat aplikasi kencan online yang tidak pasti dan adanya stereotype buruk yang disebabkan banyaknya kasus yang berasal dari aplikasi kencan online. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit individu yang berhasil melanjutkan pertemanannya ke jenjang pernikahan bahkan memilih untuk menjalani pernikahan jarak jauh. Trust merupakan landasan utama untuk menjalani pernikahan jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh trust terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang bertemu pasangannya melalui aplikasi kencan online dan sekarang menjalani pernikahan jarak jauh. Penelitian ini melibatkan sebanyak 155 individu berusia 20-40 tahun. Alat ukur trust yang digunakan adalah Trust Scale yang dikembangkan oleh Rempel et al. (1985) dan diadaptasi oleh Risandy (2018), sedangkan kepuasan pernikahan menggunakan ENRICH Marital Satisfaction Scale yang dikembangkan oleh Fowers & Olson (1989) yang sudah diadaptasi oleh Nishfiyaningsih (2009). Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling dan analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh signifikan pada trust terhadap kepuasan pernikahan sebesar 63,2%, artinya trust dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pernikahan pada individu yang sedang menjalani pernikahan jarak jauh yang pertemuan awal dengan pasangannya melalui aplikasi kencan online.