cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Workplace Wellbeing pada Karyawan di PT. X Muhammad Fakhrizal Nurjaelani; Dr. Agus Budiman
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9869

Abstract

Abstract. This research aims to examine the influence of perceptions of transformational leadership style on workplace well-being at PT X. The research method used is quantitative research with a research design namely causality. The number of subjects in this research was 100 employees of PT. X. The measuring instrument used to measure the Transformational Leadership Style is a measuring instrument adapted from Bass and Avolio in Beşiktaş and Orta (2012), namely the Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ), and a tool for measuring workplace wellbeing, the author independently compiled a workplace wellbeing scale based on theory workplace wellbeing developed by Page (2005). The research results show that 60% of employees have a high level of perception of transformational leadership style and 75% of employees have a high level of workplace wellbeing. This research uses simple linear regression analysis with results (R2) of 0.800. From the results of this research, it was found that the perception of a transformational leadership style can determine the high and low levels of workplace wellbeing of PT employees. X, the higher and more positive the level of perception of transformational leadership style, the higher their workplace wellbeing and vice versa. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Workplace Wellbeing di Perusahaan PT X. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu kausalitas. Jumlah subjek dalam penelitian ini yaitu 100 karyawan PT. X. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur Gaya Kepemimpinan Transformasional adalah alat ukur yang mengadaptasi dari Bass dan Avolio dalam Beşiktaş dan Orta (2012) yaitu Multifactor Leadership Quetionnaire (MLQ), dan Alat untuk mengukur workplace wellbeing, penulis menyusun secara mandiri skala workplace wellbeing berdasarkan pada teori workplace wellbeing yang dikembangkan oleh Page (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% Karyawan memiliki tingkat persepsi gaya kepemimpinan transformasional yang tinggi dan 75% karyawan memiliki tingkat workplace wellbeing yang tinggi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan hasil (R2) sebesar 0.800. Dari hasil penelitian ini didapati bahwa persepsi gaya kepemimpinan transformasional dapat menentukan tingkat tinggi rendahnya workplace wellbeing karyawan PT. X, semakin tinggi dan positif tingkat persepsi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi workplace wellbeing mereka dan begitupun sebaliknya.
Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Kota Bandung Zahra Qurrotu 'Aini; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9908

Abstract

Abstract. Adolescent behavior is strongly influenced by religiosity. A system of religious standards and values based on individual personal religious beliefs makes religiosity a model of behavior for adolescents. The high prevalence of premarital sex in Indonesia is not in line with the religious values adopted by Indonesian society. Premarital sexual behavior carried out by adolescents is increasingly commonplace, where religiosity should be a shield so that adolescents do not fall into deviant behavior. This study aims to determine how closely related religiosity is to sexual behavior carried out by adolescents in the city of Bandung, with correlational quantitative research methods and using convenience sampling techniques with a total of 125 respondents. This study uses The Centrality of Religiosity Scale (CRS) measurement tool that has been developed so that it can be used to measure the religiosity of adolescents in Indonesia and uses the premarital sexual behavior scale compiled by Yulianto. This study used spearman rank data analysis technique with a correlation value of -.291 with a significance value of .001, meaning that there is a weak relationship between religiosity and sexual behavior in adolescents in Bandung City. Abstrak Perilaku remaja sangat dipengaruhi oleh religiusitas. Sistem standar dan nilai-nilai agama yang didasarkan kepada keyakinan religiusitas pribadi individu menjadikan religiusitas sebagai model perilaku bagi remaja. Tingginya prevalensi seks pranikah di Indonesia, tidak sejalan dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan oleh remaja semakin lumrah untuk dilakukan, dimana religiusitas seharusnya menjadi tameng agar remaja tidak terjerumus ke dalam perilaku yang menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa erat hubungan religiusitas dengan perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja di Kota Bandung, dengan metode penelitian kuantitatif korelasional serta menggunakan teknik sampling convenience sampling dengan total responden sebanyak 125 remaja. Penelitian ini menggunakan alat ukur The Centrality of Religiosity Scale (CRS) yang telah dikembangkan sehingga dapat dipakai untuk megukur religiusitas remaja di Indonesia dan menggunakan skala perilaku seksual pranikah yang disusun oleh Yulianto. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data rank spearman dengan nilai korelasi -.291 dengan nilai signifikansi .001, artinya terdapat hubungan yang lemah antara religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Bandung.
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Employee Engagement pada Dosen Gayatri Mazaya Khairana Umbara; Dinda Dwarawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9917

Abstract

Abstract. Employee Engagement" refers to the cognitive, emotional, and behavioral condition of employees directed towards desired company outcomes (Shuck and Wollard, 2010). "Perceived Organizational Support," as defined by Eisenberger et al. (1986), is the perception of how much employees feel the organization values their contributions while caring for their well-being during employment. This study aims to determine the influence of Perceived Organizational Support on Employee Engagement among lecturers. The research method employed in this study is quantitative. The subjects of this study are lecturers at private universities in the city of Bandung with an "Excellent" accreditation, totaling 116 individuals. The data analysis technique used is multiple linear regression. The measurement tools used in this research include the Perceived Organizational Support instrument developed by Eisenberger, Huntington, Hutchinson, & Sowa (1986) and adapted by Meilian, Idulfilastri, and Dewi (2020) with 36 items, and the Employee Engagement Scale (EES) developed by Shuck et al. (2016) and adapted by Astari, Kadiyono, and Batubara (2022) with 12 items. The results of this study indicate that Perceived Organizational Support has an influence of 42.7% on Employee Engagement. Supervisor Support has the most significant influence on Employee Engagement, accounting for 26.1%. Meanwhile, Fairness does not have a significant impact on Employee Engagement. Abstrak. Employee Engagement merupakan kondisi kognitif, emosional, dan perilaku karyawan yang diarahkan menuju hasil perusahaan yang diinginkan (Shuck dan Wollard, 2010). Perceived Organizational Support menurut Eisenberger et al., (1986) merupakan persepsi karyawan mengenai sejauh mana organisasi menghargai kontribusi mereka selama bekerja dan peduli akan kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Employee Engagement pada dosen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah dosen perguruan tinggi swasta di Kota Bandung dengan akreditasi Unggul sebanyak 116 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur Perceived Organizational Support yang dikembangkan oleh Eisenberger, Huntington, Hutchinson, & Sowa (1986) dan diadaptasi oleh Meilian, Idulfilastri, dan Dewi (2020) dengan 36 item dan alat ukur Employee Engagement Scale (EES) yang dikembangkan oleh Shuck et al (2016) yang diadaptasi oleh Astari, Kadiyono, dan Batubara (2022) dengan 12 item. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa Perceived Organizational Support memberikan pengaruh sebesar 42.7% terhadap Employee Engagement. Supervisor Support memberikan pengaruh paling besar pada Employee Engagement yaitu sebesar 26.1%. sedangkan, Fairness tidak berpengaruh terhadap Employee Engagement.
FoMO (Fear of Missing Out) pada Mahasiswa Pengguna Instagram di Kota Bandung Nafalia Nurina Pratiwi; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9918

Abstract

Abstract. Social media is one of the media for the development of increasingly modern technology. The many features can make it easier for individuals to communicate, find out interesting activities or experiences carried out by others. However, in addition, excessive use of social media can cause FoMO. Fear of missing out (FoMO) is the worry or fear of missing out on valuable moments carried out by others where the individual cannot be present. To minimize this, individuals need to have self-control skills, one of which is patience. Patience is the ability to organize, control, direct (thoughts, feelings, and actions) in overcoming problems. This study aims to examine the effect of patience on fear of missing out (FoMO) on Instagram user students in Bandung City. This study uses a quantitative approach with a non-experimental causality design and multiple regression analysis techniques. The measuring instruments used were patience by Yusuf, U. (2021) and the Fear of Missing Out Scale developed by Przybylski, et al. (2013) and adapted by Azmi (2019). The results showed that there was a significant and negative effect of patience of 53.8% on the fear of missing out (FoMO) on Instagram user students in Bandung City and the most influential aspect of patience was the steadfast aspect. Abstrak. Media sosial menjadi salah satu media perkembangan teknologi yang semakin modern. Banyaknya fitur dapat memudahkan individu untuk berkomunikasi, mengetahui aktivitas atau pengalaman menarik yang dilakukan oleh orang lain. Namun, disamping itu penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya FoMO. Fear of missing out (FoMO) adalah kekhawatiran atau ketakutan akan kehilangan momen berharga yang dilakukan oleh orang lain dimana individu tersebut tidak dapat hadir didalamnya. Untuk meminimalisir hal itu, individu perlu memiliki kemampuan pengendalian diri salah satunya kesabaran. Kesabaran adalah kemampuan untuk mengatur, mengendalikan, mengarahkan (pikiran, perasaan, dan tindakan) dalam mengatasi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesabaran terhadap fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas non-eksperimen dan teknik analisis regresi berganda. Alat ukur yang digunakan adalah kesabaran oleh Yusuf, U. (2021) dan Fear of Missing Out Scale yang dikembangkan oleh Przybylski, et al. (2013) serta diadaptasi oleh Azmi (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari kesabaran yang signifikan dan negatif sebesaar 53.8% terhadap fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung dan aspek kesabaran yang paling berpengaruh yaitu aspek tabah.
Pengaruh Stres Akademik terhadap Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung Rayhan Fajri, Muhammad; Nurlaili Wangi, Eneng
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9921

Abstract

Abstract. Yang, Chen, A, & Chen, Y. stated that the Covid-19 pandemic caused students to experience several new stressors which influenced the level of stress experienced by students, namely health, academic burden, psychological separation from school and fear of Covid-19 infection. Hidayat & Sumantri stated that Cybeloafing is a behavior that is not only limited to workers, but students can also do cyberloafing when they open the internet that is not related to their learning while studying. This research aims to find out how much influence academic stress has on cyberloafing behavior in students at Bandung Islamic University. The measuring instrument used is an academic stress measuring instrument which has been adapted by Nuha11 which refers to Busari's theory12 and a cyberloafing measuring instrument which has been adapted by Nuha11 which refers to Lim's theory5. The sampling technique used is simple probability sampling. The method used is quantitative causality with simple linear regression analysis techniques. The results of this study show that there is a positive influence between academic stress on cyberloafing behavior, namely 11.84%. Abstrak. Yang, Chen, A , & Chen, Y. menyebutkan bahwa Pandemi Covid-19 menyebabkan mahasiswa mengalami beberapa stresor baru yang mempengaruhi tingkat stres yang dialami mahasiswa yaitu kesehatan, beban akademis, pemisahan psikologis dari sekolah dan ketakutan untuk infeksi Covid-19. Hidayat & Sumantri menyebutkan Cybeloafing merupakan tingkah laku yang tidak hanya dibatasi oleh para pekerja namun mahasiswa juga dapat melakukan cyberloafing ketika mereka membuka internet yang tidak berhubungan dengan pembelajarannya saat sedang melakukan proses perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara stress akademik terhadap perilaku cyberloafing pada mahasiswa Universitas Islam Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur stress akademik yang sudah diadaptasi oleh Nuha11 yang merujuk pada teori Busari12 dan alat ukur cyberloafing yang diadaptasi oleh Nuha11 yang merujuk pada teori Lim5 .Teknik sampling yang dilakukan adalah simple probability sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara stress akademik terhadap perilaku cyberloafing, yaitu sebesar 11.84%.
Pengaruh Psychological Capital terhadap Work Engagement pada Karyawan Generasi Milenial di Perusahaan Startup Digital Kota Bandung Nida Najmaputri Avianti; Eneng Nurlaili Wangi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9927

Abstract

Abstract. Challenges in the workplace will always exist, so in order for employees to be engaged in their work, it needs to be balanced with high resources ((Bakker & Demerouti, 2008)). Psychological capital is a personal resource that can increase work engagement, because it can be more flexible and adaptive when overcoming challenges, thus providing a competitive advantage (Erum et al., 2020). This research aims to find out how much influence psychological capital has on work engagement among millennial employees in digital startup companies in Bandung City. This research uses quantitative methods with a causality research design. The subjects in this research were 106 respondents who were millennial employees at digital startup companies in Bandung City. The measuring tool used is the Psychological Capital Questionnaire (PCQ) from Luthans et al. (2007) and the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) from Schaufeli & Bakker (2003). Data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The research results show that there is a positive and significant influence of psychological capital on work engagement with a large influence of 69.9% (R Square = .699). Partially, the Resilience aspect is the aspect that has the greatest influence. Abstrak. Tantangan di tempat kerja akan selalu ada, maka agar karyawan dapat engaged terhadap pekerjaannya, perlu di imbangi dengan sumber daya yang tinggi (Bakker & Demerouti, 2008). Psychological capital merupakan sumber daya pribadi yang dapat meningkatkan work engagement, karena dapat lebih fleksibel dan adaptif ketika mengatasi tantangan, sehingga memberikan keunggulan yang kompetitif (Erum et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh psychological capital terhadap work engagement pada karyawan mielnial di perusahaan startup digital Kota Bandung. Penelitian ini memggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 responden yang berstatus sebagai karyawan milenial pada perusahaan startup digital di Kota bandung. Alat ukur yang digunakan adalah Psychological Capital Questionnaire (PCQ) dari Luthans et al. (2007) dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dari Schaufeli & Bakker (2003). Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari psychological capital terhadap work engagement dengan besar pengaruh sebesar 69.9% (R Square = .699). Secara parsial aspek Resilience merupakan aspek yang memberikan pengaruh paling besar.
Hubungan antara Tipe Personality dengan Celebrity Worship pada Usia Dewasa Awal Anggota Fandom NCTzen Dahlia Dwikanti; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9931

Abstract

Abstract. Starting from the spread of K-pop music throughout the world, one of which is Indonesia. The increasing interest of Indonesian people in K-pop has led to the emergence of groups of people who are fond of K-pop musicians, one of which is the NCTzen fandom. Carrying out hobby activities for a favorite idol can give rise to excessive obsession behavior called celebrity worship. If individuals become increasingly obsessed with their favorite idol, it can interfere with their daily activities. In previous research it was said that there was a relationship between personality and celebrity worship, but according to research suggestions, further research still needs to be carried out. The research aims to determine the relationship between personality types and celebrity worship among early adulthood members of the NCTzen fandom. Convenience sampling was used to select 400 respondents for the study. The research design employed was quantitative correlational, using the rank spearman correlation test. The Big Five Personality Inventory (BFI) adapted by Ramdhani (2012) based on McCrae & Costa's theory, and the Celebrity Attitude Scale (CAS) adapted by Elmanda & Rositawati (2020) based on Maltby et al.'s theory were used as measurement tools. The findings indicate a moderately strong positive correlation between neuroticism and celebrity worship with a correlation coefficient of r=0.440 and p<0.01. Openness to experience (r=0.270, p<0.01), conscientiousness (r=0.103, p<0.05), extraversion (r=0.293, p<0.05), and agreeableness (r=0.278, p<0.01) were found to be significantly correlated with the entertainment-social dimension of celebrity worship. Abstrak. Bermula dari menyebarnya musik K-pop ke seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap K-pop menyebabkan munculnya kelompok masyarakat yang gemar terhadap musisi K-pop, salah satunya fandom NCTzen. Melakukan aktivitas kegemaran terhadap idola favorit dapat memunculkan perilaku obsesi yang berlebihan yang disebut celebrity worship. Apabila individu semakin terobsesi dengan idola favoritnya, maka dapat mengganggu aktivitas keseharian. Dalam penelitian terdahulu dikatakan terdapat hubungan antara personality dengan celebrity worship, namun atas saran penelitian masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe personality dengan celebrity worship pada usia dewasa awal anggota fandom NCTzen. Teknik pengambilan sampel yaitu convinience sampling, dan diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 400 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman. Alat ukur yang digunakan adalah Big Five Personality Inventory (BFI) yang diadaptasi oleh Ramdhani (2012) dengan berdasar pada teori McCrae & Costa dan Celebrity Attitude Scale (CAS) yang diadaptasi oleh Elmanda & Rositawati (2020) dengan berdasar pada teori Maltby et al. Temuan pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang cukup erat antara tipe kepribadian neuroticism dengan celebrity worship ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar r = 0.440 dan p < 0.01, sedangkan pada tipe kepribadian openness to experience (r = 0.270 dan p < 0.01), conscientiousness (r = 0.103 dan p < 0.05), extraversion (r = 0.293 dan p < 0.05), dan agreeableness (r = 0.278 dan dan p < 0.01) hanya berkorelasi secara signifikan dengan dimensi entertainment-social dari celebrity worship.
Studi mengenai Adaptabilitas Karir Mahasiswa dhinepuji, Dhine Pujiastuti; Stephani Raihana Hamdan
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9934

Abstract

Abstract. Current technological developments are causing various changes in life, one of which is in the field of work. The change in working conditions from on-site to online is one of the unexpected changes that occurred in the field of work. Students need career adaptability so they can face all the definite and unexpected changes that occur in the work environment. This research aims to determine the picture of career adaptability in students. The method used is a descriptive analysis technique with a quantitative approach. Participants consisted of 120 psychology students from the 2016–2021 class at Bandung Islamic University who were taken using purposive sampling techniques. The measuring tool used is the Career Adaptability Scale—Short Form (CAAS-SF) from Maggiori, Rosier, and Savickas (2017), which was adapted by Panjaitan and Sahrah. The results of this research show that students have a high level of career adaptability. Abstrak. Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini menimbulkan berbagai perubahan dalam hidup, salah satunya di bidang pekerjaan. Perubahan kondisi kerja yang semula on-site menjadi online merupakan salah satu perubahan tidak terduga yang terjadi di bidang pekerjaan. Mahasiswa membutuhkan adaptabilitas karir agar bisa menghadapi segala perubahan pasti maupun tidak terduga yang terjadi di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran adaptabilitas karir pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif pendekatan kuantitatif. Partisipan terdiri dari 120 orang mahasiswa Psikologi angkatan 2016 – 2021 di Universitas Islam Bandung yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Career Adapt-Abilities Scale – Short Form (CAAS-SF) dari Maggiori, Rosier, dan Savickas (2017) yang diadaptasi oleh Panjaitan dan Sahrah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat adaptabilitas karir yang tinggi.
Gambaran Resiliensi dan Stres Pengasuhan Orang Tua dengan Anak Autis Zahra Ainayah Hafidz; Hamdan, Stephani Raihana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9936

Abstract

Abstract. Parents of children with autism spectrum disorder (ASD) have higher parenting stress than parents of normal children and child with special needs. In situations where parents feel that challenging behavior in caring for ASD children can have a significant impact on the parents' sense of well-being and ability to cope, where the challenging behavior that is mostly felt is tantrums as a result of the child's difficulty dealing with changes in routine. This study aims to determine the effect of resilience simultaneously on parenting stress in parents who have ASD children. The research design used was quantitative non-experimental with 92 parents who have ASD children in Bandung City with multiple regression data analysis techniques. The results showed the value of R2 = 0.415 with a sig value = 0.00 <0.05, meaning that the resilience variables had a simultaneous influence on parenting stress with a contribution of 41.5%. Based on the results of the study, the variables of resilience have a simultaneous influence on the variable of parenting stress in parents who have children with autism in Bandung City. The resilience variable with the impulse control aspect which appears to have more contribution in reducing the level of parenting stress of parents with ASD children in Bandung City. Abstrak. Orang tua dari anak dengan autism spectrum disorder (ASD) memiliki stres pengasuhan yang lebih tinggi daripada orang tua dengan anak normal dan anak berkebutuhan khusus. Pada kondisi dimana orang tua merasa bahwa perilaku yang menantang dalam mengasuh anak ASD dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap rasa kesejahteraan dan kemampuan orang tua untuk mengatasinya, dimana perilaku menantang yang paling banyak dirasakan adalah tantrum sebagai akibat dari kesulitan anak menghadapi perubahan rutinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak ASD. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan subjek sebanyak 92 orang tua yang memiliki anak ASD di Kota Bandung dengan teknik analisis data regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 = 0,415 dengan nilai signifikansi = 0,00 < 0,05, artinya variabel resiliensi memiliki pengaruh secara simultan terhadap stres pengasuhan dengan kontribusi sebesar 41,5%. Berdasarkan hasil penelitian, variabel resiliensi memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak penyandang autisme di Kota Bandung. Variabel resiliensi dengan aspek impulse control yang terlihat lebih banyak memberikan kontribusi dalam menurunkan tingkat stres pengasuhan orang tua yang memiliki anak ASD di Kota Bandung.
Hubungan Self Control dengan Smartphone Addiction pada Siswa Sma X di Kabupaten Bandung Barat Fadila Zulfa Amara; Wahyudi, Hedi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9940

Abstract

Abstract. The rapid development of technology affects the life of education, work, and in everyday life. One technology that is growing very quickly is the smartphone, which is part and not missed, especially among students. Excessive use of smartphones can cause dependence to the end of daily life. This can be overcome if you have self-control, the reality is that students have not been able to overcome and carry out tasks as students so as not to experience dependence. The purpose of this study was to determine the relationship between self-control and smartphone addiction in students of SMA X Bandung Barat. The method used was quantitative and correlational research design with a total subject of 300 students. The sampling technique used is Purposive Sampling with an analysis technique that tests the Spearman Rank Correlation. Data collection in this study used the Smartphone Addiction Proneness Scale (SAPS) questionnaire from Kim et al (2014) and Self Control (Averill, 1973). The results showed that there was a significant negative relationship between Smartphone Addiction and Self Control in SMA X students in Kabupaten Bandung Barat shown by Spearman correlation values of r = - 0.706 and p = 0.000 (p < 0.05). There is a relationship between self-control and smartphone addiction in students of SMA X Kabupaten Bandung Barat. Abstrak. Semakin pesat perkembangan teknologi berpengaruh dalam kehidupan pendidikan, pekerjaan, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu teknologi yang berkembang sangat cepat yaitu smartphone, yang menjadi bagian dan tak terlewatkan khusunya di kalangan siswa. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan hingga berdapak pada kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat diatasi jika memiliki adanya self control, realitasnya siswa belum mampu mengatasi dan menjalankan tugas sebagai pelajar agar tidak mengalami ketergantungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan self control dengan smartphone addiction pada siswa SMA X Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan desain penelitian korelasional dengan jumlah subjek 300 siswa. Teknik Sampling yang digunakan Purposive Sampling dengan teknik analisis yang Uji Korelasi Rank Spearman. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kusioner Smartphone Addiction Proneness Scale (SAPS) dari Kim et al (2014) dan Self Control (Averill, 1973). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara antara Smartphone Addiction dan Self Control pada siswa SMA X di Kabupaten Bandung Barat ditunjukkan dengan nilai korelasi Spearman sebesar r = - 0.706 dan p = 0.000 (p<0.05). Terdapat hubungan antara self control dengan smartphone addiction pada siswa SMA X Kabupaten Bandung Barat.