cover
Contact Name
Mastiah
Contact Email
mastiah2011@gmail.com
Phone
+6282150036515
Journal Mail Official
mastiah2011@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi, Jl. RSUD Melawi KM. 04 Kecamatan Nanga Pinoh Kab. Melawi
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27756653     DOI : https://doi.org/10.46368/dpkm
Fokus Jurnal ini adalah mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat di berbagai bidang keilmuan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
Pendampingan Modul Matematika Adaptif untuk Mengatasi Learning Loss Numerasi di SD Pakandangan Sangra : Adaptive Mathematics Module Mentoring to Overcome Numeracy Learning Loss at SD Pakandangan Sangra Moh. Safaruddin; Moch. Ilham Auladana; Moh. Nazar; Eko Agustiawan
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i3.5166

Abstract

Abstrak Matematika merupakan fondasi krusial dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak sekolah dasar. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya learning loss numerasi pasca-pandemi, seperti yang ditemukan pada siswa kelas IV SD Pakandangan Sangra yang mengalami kesulitan mendalam dalam menyelesaikan soal cerita serta operasi hitung perkalian dan pembagian bersusun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesulitan belajar tersebut melalui program pendampingan bimbingan belajar yang sistematis serta pemanfaatan modul matematika adaptif. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui empat tahapan utama: observasi dan pemetaan kemampuan awal (pre-test), penyusunan modul adaptif yang kontekstual-visual, pelaksanaan program pendampingan bimbingan belajar, dan evaluasi akhir (post-test). Hasil pengabdian menunjukkan adanya tren peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa pada ketiga indikator utama numerasi dasar. Secara individual, efektivitas penggunaan modul adaptif ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan belajar (readiness) dan tingkat literasi membaca masing-masing anak. Evaluasi berkala serta pendekatan personal terbukti mampu meminimalkan kesenjangan pemahaman tersebut. Program pendampingan ini berhasil meningkatkan motivasi dan kemampuan numerasi dasar siswa dari kondisi awal mereka sebelum pengabdian dilakukan. Kata Kunci: Bimbingan Belajar, Learning Loss, Modul Adaptif, Numerasi Dasar, Sekolah Dasar. Abstract Mathematics is a crucial foundation for developing logical thinking skills in elementary school children. However, the reality in the field shows a post-pandemic numeracy learning loss, as found in fourth-grade students at SD Pakandangan Sangra, who experienced profound difficulties in solving word problems as well as long multiplication and division operations. This community service activity aims to bridge these learning difficulties through a systematic tutoring assistance program and the utilization of adaptive mathematics modules. The implementation method was carried out through four main stages: observation and initial ability mapping (pre-test), development of contextual-visual adaptive modules, implementation of tutoring assistance programs, and final evaluation (post-test). The results of the service showed an increasing trend in the percentage of students' learning mastery in the three main indicators of basic numeracy. Individually, the effectiveness of using this adaptive module is strongly influenced by the learning readiness and reading literacy level of each child. Periodic evaluations and a personal approach proved capable of minimizing these understanding gaps. This mentoring program successfully increased students' motivation and basic numeracy skills from their initial conditions before the service was conducted. Keywords: Adaptive Module, Basic Numeracy, Elementary School, Learning Loss, Tutoring.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Pengetahuan dalam Pencegahan Leptospirosis Berbasis Sanitasi Lingkungan di Dusun Glagahombo, Girikerto, Turi, Sleman: Community Empowerment Through Knowledge Building on Environmental Sanitation-Based Leptospirosis Prevention in Glagahombo Hamlet, Girikerto, Turi, Sleman Zahwa Laksmita Nugrahani; Adita Priska Cahyani; Ma'rifata Alfiana; Noor Hidayati Tri Astuti; Ibnu Rois; Alvera Songo Sunga Malinviet; Samuel Supranoto
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i3.5214

Abstract

Abstrak Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis berbasis lingkungan yang cukup serius terutama di daerah yang populasi hewan pengeratnya tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan untuk melihat dan mengevaluasi sejauh mana pemberdayaan masyarakat partisipatif  dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Dusun Glagahombo, Kelurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman terhadap pencegahan leptospirosis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap: identifikasi masalah, penyuluhan, pelatihan kader, dan pendampingan kader, dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas warga dan kader kesehatan setempat. Survei Mawas Diri/Community Self Survey (CSS) diketahui kesulitan utama warga adalah belum menemukan metode pengendalian tikus yang aman dan tidak mencemari lingkungan. Setelah intervensi dilakukan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 75,5% menjadi 86,4%, dengan nilai signifikansi uji t-test berpasangan sebesar 0,032 (p < 0,05). Kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dari pemberdayaan yang memadukan edukasi dengan pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan leptospirosis. Kata Kunci: Leptospirosis; Pemberdayaan Masyarakat; Sanitasi Lingkungan; Pengendalian Tikus; Penyuluhan Kesehatan. Abstract Leptospirosis is a serious, environmentally-based zoonotic disease, particularly in areas with high rodent populations. This community service activity was conducted to assess and evaluate the effectiveness of participatory community empowerment in improving the knowledge and skills of residents of Glagahombo Hamlet, Girikerto Village, Turi Subdistrict, Sleman Regency, regarding leptospirosis prevention. The implementation method involved four stages: problem identification, outreach, cadre training, and cadre mentoring, involving 32 participants consisting of residents and local health cadres. The Community Self Survey (CSS) revealed that the main difficulty faced by residents was not yet finding a safe and environmentally friendly method for controlling rats. After the intervention, the evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 75.5% to 86.4%, with a paired t-test significance value of 0.032 (p < 0.05). This community service activity demonstrated that the participatory empowerment approach, which combines education and training, has been effective in increasing community capacity in leptospirosis prevention. Keywords: Leptospirosis; Community Empowerment; Environmental Sanitation; Rodent Control; Health Education.
Edukasi Literasi Digital tentang Cybercrime untuk Pencegahan Hoaks dan Penipuan pada Anggota PKK Gunung Wijil: Digital Literacy Education on Cybercrime Prevention to Address Hoaxes and Online Fraud among PKK Members in Gunung Wijil Rizki Nur Rokhim; Ali Furqon; Kharisatul Uyun; Kurniawan Aji Ramadan; Desinta Dwi Rahayu; Fattikha Rizqi Ananda Saputri; Vicha Ellesta Vanesya Putri; Sri Hartini
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i3.5217

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses serta menyebarkan informasi. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai permasalahan, seperti penyebaran hoaks dan meningkatnya kasus penipuan digital di lingkungan masyarakat. Ibu-ibu PKK Desa Gunung Wijil menjadi salah satu kelompok yang aktif menggunakan media sosial sehingga memiliki risiko lebih besar terhadap ancaman cybercrime, seperti phishing, tautan palsu, penipuan bantuan sosial, dan pencurian data pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi digital dalam mencegah hoaks dan penipuan digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyampaian materi, dan sesi diskusi interaktif secara langsung kepada anggota PKK Desa Gunung Wijil. Materi yang diberikan mencakup pemahaman literasi digital, jenis-jenis hoaks, bentuk penipuan digital, cara memverifikasi informasi, serta upaya pencegahan cybercrime di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mengalami peningkatan pemahaman terkait pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Selain itu, peserta juga menjadi lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang banyak beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial sehingga mampu mengurangi risiko penyebaran hoaks dan kejahatan siber di lingkungan masyarakat. Kata Kunci: Literasi digital; cybercrime; hoaks; penipuan digital; media sosial.   Abstract The rapid development of digital technology and social media provides convenience for the public in accessing and disseminating information. However, this development has also given rise to various problems, such as the spread of hoaxes and the increase in digital fraud cases within the community. The mothers of the PKK (Family Welfare Movement) in Gunung Wijil Village have become one of the groups actively using social media, thus facing a greater risk of cybercrime threats, such as phishing, fake links, social assistance scams, and personal data theft. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about the importance of digital literacy in preventing hoaxes and digital scams. The methods used in this activity include socialization, material presentation, and interactive discussion sessions directly with the members of the PKK Desa Gunung Wijil. The materials provided cover understanding digital literacy, types of hoaxes, forms of digital fraud, how to verify information, and efforts to prevent cybercrime on social media. The results of the activity show that participants engaged enthusiastically and experienced an increased understanding of the importance of filtering information before sharing it with others. In addition, participants also became more cautious of various forms of digital scams that are widely circulated thru social media and messaging applications. This activity is expected to help the community become more wise, critical, and responsible in using digital media, thereby reducing the risk of hoax dissemination and cybercrime in the community.
Gerakan Satu Rumah Satu Buku: Revitalisasi Literasi Keluarga di Desa Sei Bamban : One House One Book Movement: Revitalizing Family Literacy in Sei Bamban Village Rizki Amelia Br Sitepu; Sri Ulina Beru Ginting; Erlinda Nofasari; Poni Sari Situmorang; Olfin Hasnu; Muhammad Andika Dharma; Sandi Adibtiya
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i3.5334

Abstract

Abstrak Rendahnya literasi keluarga di Desa Sei Bamban menjadi permasalahan utama yang berdampak pada rendahnya minat baca dan kurangnya ketersediaan bahan bacaan di rumah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merevitalisasi literasi keluarga melalui program “Gerakan Satu Rumah Satu Buku” dengan metode observasi, wawancara, edukasi literasi, dan pendampingan membaca bersama. Data diperoleh dari pengamatan langsung terhadap kebiasaan membaca masyarakat dan tingkat keterlibatan keluarga dalam aktivitas literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya membaca, meningkatnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak, serta bertambahnya aktivitas membaca di rumah. Program ini terbukti efektif dalam membantu keluarga menciptakan lingkungan literasi, memperkuat kebiasaan membaca, dan meningkatkan kemampuan literasi dasar anak di Desa Sei Bamban. Kata kunci: literasi keluarga, satu rumah satu buku, pengabdian masyarakat. Abstract Low family literacy in Sei Bamban Village is a major problem that has an impact on low reading interest and a lack of reading materials at home. This community service activity aims to revitalize family lit eracy through the "One House, One Book" program using observation, interviews, literacy education, and guided reading methods. Data was obtained from direct observation of the community's reading habits and the level of family involvement in literacy activities. The results of the activity showed an increase in community awareness of the importance of a reading culture, increased parental involvement in accompanying children, and an increase in reading activities at home. This program has proven to be effective in helping families create a literate environment, strengthen reading habits, and improve children's basic literacy skills in Sei Bamban Village. Keywords: family literacy, reading culture, one house one book, community service.
Inovasi E-Modul Lentera Berbasis Local Wisdom untuk Deep Learning di SD 1 Barongan: Innovation in the “Lentera” E-Module Based on Local Wisdom for Deep Learning at SD 1 Barongan Eka Zuliana; Fitriyah Amaliyah; Yuni Ratnasari; Fatikhatun Najikhah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i3.5345

Abstract

Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahan ajar digital dalam mendukung pembelajaran deep learning di SD 1 Barongan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna E-Modul LENTERA (Literasi dan Numerasi Terpadu dalam Era Digital). Metode pengabdian melibatkan pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan yang mencakup: (1) Persiapan yang melibatkan analisis kebutuhan guru, (2) Pelaksanaan yang melibatkan pengembangan E-Modul LENTERA serta pelatihan dan pendampingan implementasinya di kelas, dan (3) Evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa tersedianya E-Modul LENTERA dan peningkatan signifikan pada kualitas bahan ajar yang mengintegrasikan literasi dan numerasi melalui teknologi digital. Dengan demikian, kegiatan ini telah berkontribusi dalam mendorong inovasi bahan ajar berbasis teknologi digital yang berkualitas dan dapat mendukung pembelajaran deep learning. Kata Kunci: Deep Learning, E-Modul, Literasi Numerasi, Local Wisdom Abstract This study is a community service program aimed at teachers at SD 1 Barongan. The program aims to improve the quality of digital teaching materials to support deep learning at SD 1 Barongan through the use of appropriate technology, specifically the LENTERA E-Module (Integrated Literacy and Numeracy in the Digital Era). The community service approach involves training and mentoring, with activities including: (1) Preparation, which involves analyzing teachers’ needs; (2) Implementation, which involves developing the LENTERA E-Module as well as providing training and mentoring on its implementation in the classroom; and (3) Evaluation, which involves assessing all activities that have been carried out. The results of this community service activity include the availability of the LENTERA E-Module and a significant improvement in the quality of teaching materials that integrate literacy and numeracy using digital technology. Thus, this activity has contributed to promoting high-quality, digital technology-based teaching material innovation that supports deep learning. Keywords: Deep Learning, E-Module, Local Wisdom, Numeracy Literacy