cover
Contact Name
Fendi Krisna Rusdiana
Contact Email
fendi@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285645915797
Journal Mail Official
rosyada@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka 156 Po Box 116 Ponorogo 63471
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling
ISSN : 27743969     EISSN : 27748820     DOI : 10.21154
Core Subject : Social,
"Rosyada: Islamic Guidance and Counseling" is a journal published by the FUAD IAIN Ponorogo. This journal is published twice a year in June and December. "Rosyada: Islamic Guidance and Counseling" accept research results related to 1. Counseling 2. Parenting 3. Psychotherapy 4. Islamic psychology
Articles 91 Documents
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MODEL PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) UNTUK IDENTIFIKASI KARIER SISWA KELAS X Najich, Muhammad Ali
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v6i2.10976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis Project-Based Learning (PjBL) dalam membantu siswa kelas X SMA Negeri 1 Taman mengidentifikasi potensi, minat, dan bakat karier mereka. Menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) dalam dua siklus, penelitian melibatkan 32 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap potensi diri dan perencanaan karier. Pada siklus pertama, siswa mulai mengenali minat dan menyusun rencana sederhana, sementara pada siklus kedua, mereka mampu mengaitkan minat dan bakat dengan pilihan studi lanjut serta profesi. Peningkatan juga terlihat dari skor angket identifikasi diri dan tanggapan positif siswa terhadap metode PjBL. Dengan demikian, pendekatan ini efektif untuk mendukung perencanaan karier siswa di jenjang menengah.
Keluarga Muslim & Generasi Emas STRATEGI KELUARGA MUSLIM DALAM MENCEGAH GANGGUAN KOGNITIF DIGITAL (DIGITAL BRAINROT DAN BRAIN FOG) PADA ANAK: KAJIAN INTEGRATIF HUKUM KELUARGA ISLAM DAN UU PERLINDUNGAN ANAK NO. 35 TAHUN 2014 DALAM MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045: Mewujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Harmonisasi Hukum Keluarga Islam dan UU Perlindungan Anak. Fitra, Endang Sugiarti
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v6i2.11510

Abstract

The rapid advancement of digital technology has created serious cognitive challenges for children, particularly the emergence of digital brainrot and brain fog. This article analyzes the strategies employed by Muslim families to prevent digital cognitive impairment in children by integrating perspectives from Islamic Family Law and Indonesia’s Child Protection Law No. 35 of 2014 (Articles 20–26). Using a qualitative library research method, this study examines primary and secondary sources from Islamic literature and statutory law. Findings reveal that Muslim families play a central and multidimensional role grounded in the principles of maqashid syari’ah, especially hifdz al-‘aql (protection of intellect) and hifdz al-nasl (protection of progeny). The convergence between Islamic teachings on education (tarbiyah) and parental exemplarity (uswah hasanah), along with legal obligations enshrined in child protection law, forms a comprehensive framework for implementing preventive strategies. These include digital literacy education, adaptive screen-time management, non-digital stimulation, content supervision, parental modeling, and the development of 21st-century soft skills. Holistic application of these strategies is vital to shaping a resilient, intelligent, and morally grounded 2045 Golden Generation amid rapid digital transformation. Keywords: Muslim family, digital cognitive impairment, digital brainrot, brain fog, Islamic Family Law, Child Protection Law No. 35/2014, maqashid sharia, digital literacy, Golden Generation 2045 Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat menghadirkan tantangan serius bagi kognisi anak, termasuk gejala seperti digital brainrot dan brain fog. Artikel ini mengkaji strategi keluarga Muslim dalam mencegah gangguan kognitif digital melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka. Integrasi antara perspektif Hukum Keluarga Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 Pasal 20–26 menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam perlindungan anak, berlandaskan prinsip maqashid syari’ah, khususnya hifdz al-‘aql dan hifdz al-nasl. Temuan penelitian menekankan pentingnya strategi preventif berupa literasi digital, pengelolaan waktu layar, stimulasi aktivitas non-digital, pengawasan konten, keteladanan orang tua, dan penguatan soft skills anak. Pendekatan holistik ini diposisikan sebagai kontribusi strategis dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial di tengah tantangan era digital. Kata Kunci: Keluarga Muslim, gangguan kognitif digital, digital brainrot, brain fog, Hukum Keluarga Islam, UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, maqashid syari’ah, literasi digital, Generasi Emas 2045
PARADIGMA TASAWUF DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA: ANALISIS KISAH RABI’AH AL-‘ADAWIYAH DALAM SYARH ‘UQUD AL-LUJAYN Rohma, Dika Purnama Aulia; Putri, Lintang Dewi Fi'liya
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family in Islam is a sacred bond founded on compassion, mutual support, and the pursuit of happiness in this world and the hereafter. However, modernity, economic pressures, and digital culture have weakened the spiritual values of the household, creating marital relationships that are increasingly materialistic and lacking inner direction. As a result, harmony declines and divorce rates rise. Revitalizing Sufi values is therefore necessary to restore a family bond oriented toward divine love. This article explores the concepts of love and ukhuwah rūḥaniyyah in the family vision of Rābi‘ah al-‘Adawiyyah through Syarh ‘Uqud al-Lujain, using a qualitative-descriptive approach and Sufi reflection. The findings highlight two main points. First, the relationship between husband and wife should be built on ukhuwah rūḥaniyyah, or spiritual brotherhood, where each protects the other from harm and strengthens their journey toward salvation in the hereafter. This awareness transforms marital relations into a transcendent bond. Second, the mission and vision of the family should focus on spiritual goals, not merely emotional love. This foundation deepens harmony and may contribute to reducing divorce rates. Thus, Sufi spirituality offers a renewed perspective that the family is not merely a social institution, but a space for soul purification on the path toward a sakinah (serene) household.
PENGARUH BODY IMAGE TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 PULUNG Dewi Siti Mubayana, Mivta
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body image merupakan sebuah konsepmultidimensi, subjektif, dan dinamis yang mencakuppersepsi seseorang. Seorang akan percaya diri ketikamenyadari bentuk tubuhnya yang sangat ideal dan merasa puas melihat bentuk tubuhnya, maka body image yang terbentuk menjadi positif. Sebaliknya, jikaseseorang memandang tubuhnya tidak ideal sepertiwajahnya kurang menarik, yang terbentuk menjadinegatif dan dapat dikatakan orang tersebut tidakmemiliki kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh body image terhadapkepercayaan diri remaja putri di SMA Negeri 1 Pulung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan metode regresi linier sederhana. Subjekpenelitian adalah 134 siswi kelas X dan XI yang dipilihdengan teknik proportionate stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala body image dan skala kepercayaan diri yang telah diujivaliditas dan reliabilitasnya dengan menggunakanbantuan SPSS 29 for windows. Hasil analisismenunjukkan adanya pengaruh signifikan antara body image terhadap kepercayaan diri dengan nilaisignifikansi sebesar p = 0,01 (p < 0,05) dan nilai R-squared sebesar 47,8%, yang berarti body image memberikan kontribusi sebesar 47,8% terhadapkepercayaan diri. Persamaan regresi menunjukkanbahwa setiap peningkatan satu unit pada body image akan meningkatkan kepercayaan diri sebesar 0,831 poin, dengan nilai konstanta sebesar 19,410. Dengandemikian, dapat disimpulkan bahwa semakin positifbody image yang dimiliki remaja putri, maka semakintinggi pula tingkat kepercayaan dirinya.
Relevansi Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Di Tengah Transformasi Pendidikan Modern Elma Ratus Sholehah; Casmini
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v7i1.12966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori perkembangan kognitif Jean Piaget di tengah transformasi pendidikan modern, khususnya dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka. Data diperoleh melalui penelusuran artikel jurnal nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021 hingga 2025 dan relevan dengan topik teori perkembangan kognitif, digitalisasi pendidikan, serta karakteristik peserta didik abad ke-21. Literatur yang terkumpul diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk mengaitkan konsep teoretis Piaget dengan realitas pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori perkembangan kognitif Jean Piaget tetap relevan dan aplikatif dalam pendidikan modern. Prinsip pembelajaran aktif, konstruktivisme, serta pemahaman terhadap tahapan perkembangan kognitif terbukti mendukung efektivitas pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Namun demikian, temuan penelitian juga mengungkap sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan penelitian empiris, heterogenitas perkembangan kognitif peserta didik, serta risiko penggunaan teknologi yang tidak selaras dengan prinsip perkembangan kognitif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan teori perkembangan kognitif Jean Piaget secara kontekstual dan adaptif dalam desain pembelajaran digital. Pendidik dan pengembang kurikulum perlu menjadikan tahapan perkembangan kognitif sebagai dasar dalam merancang strategi dan media pembelajaran agar transformasi pendidikan modern benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik.
PERAN SPIRITUALITAS ISLAM DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI PADA MAHASISWA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Eka Puji Srilestari
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v7i1.10551

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic spirituality in improving the resilience of students at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Resilience is an individual's ability to adapt positively to the pressures and challenges of life, while Islamic spirituality includes belief in Allah, an attitude of tawakal, patience, and gratitude that can help individuals in facing various difficulties. This study uses a qualitative approach with a phenomenological study method. Data were collected through in-depth interviews with students who are active in religious activities and have experience facing academic stress. The results of the study indicate that Islamic spirituality plays a significant role in strengthening student resilience. Religious beliefs and routine worship practices provide inner peace and effective coping strategies in dealing with academic stress. In addition, involvement in a religious community and social support from a religious environment also contribute to improving students' mental resilience. Thus, strengthening Islamic spirituality in the academic environment can be an effective strategy in supporting students' psychological well-being
Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Penghafal Al-Qur’an Alin Sany
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v7i1.12191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dukungan orang tua dalam regulasi emosi pada remaja penghafal Al-Qur’an melalui metode penelitian literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data ini dikumpulkan dari berbagai publikasi ilmiah relevan dalam 10 tahun terakhir dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua berperan penting dalam regulasi emosi pada remaja penghafal Al-Qur’an melalui tiga mekanisme utama: dukungan emosional dan komunikasi terbuka yang menciptakan keamanan psikologis bagi remaja, pola asuh demokratis yang terintegrasi nilai-nilai keislaman, serta penciptaan lingkungan keluarga yang harmonis sebagai sumber ketenangan spiritual dan emosional. Integrasi prinsip psikologi modern dengan nilai-nilai Islam dalam Al-Qur’an membentuk pendekatan pengasuhan yang efektif untuk mengoptimalkan regulasi emosi pada remaja penghafal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua berperan sangat penting untuk membantu remaja penghafal Al-Qur’an dalam mengelola emosinya dengan baik. Dukungan ini tidak hanya membuat proses menghafal menjadi lancar, tetapi juga menjaga kesehatan mental remaja agar tetap stabil selama menjalani tantangan dalam menghafal Al-Qur’an. Kata kunci: Dukungan orang tua, regulasi emosi, remaja penghafal Al-Qur’an.
Efektivitas Mindfulness Terhadap Stres Akademik Mahasiswa Haifa Lutfah
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v7i1.12192

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah efektivitas mindfulness terhadap penurunan stres akademik mahasiswa. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan pendekatan kualitatif. Menelaah 11 artikel dari 130 artikel yang diterbitkan sepuluh tahun terakhir 2015-2025 melalui Google Scholar dengan kata kunci “mindfulness”, “stres akademik”, dan “mahasiswa”. Analisis dilakukan secara tematik deskriptif dengan mengelompokan hasil penelitian berdasarkan tema; efektivitas mindfulness terhadap stres akademik mahasiswa, bentuk intervensi mindfulness, dan faktor yang memengaruhi efektivitas mindfulness. Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa intervensi mindfulness seperti MBSR, MBCT, maupun latihan sederhana seperti pernapasan sadar sangat signifikan terhadap turunnya tingkat stres akademik mahasiswa. Praktik mindfulness membantu mahasiswa untuk menerima tekanan akademik tanpa reaksi berlebih, meningkatkan kesadaran diri, dan mengelola stres secara adaptif. Efektivitasnya bergantung pada faktor internal seperti tingkat stres dan motivasi individu, juga faktor eksternal seperti lingkungan belajar dan dukungan sosial. Karena tingkat stres akademik mahasiswa dapat menurun karena efektivitas mindfulness, hal ini sangat disarankan untuk diintegrasikan dalam program pendidikan tinggi. Kata kunci: mindfulness, Stres Akademik, Mahasiswa.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI DESA BANGSRI KECAMATAN NGARIBOYO KABUPATEN MAGETAN Muhammad Fadhil Ardiansyah; Irma Rumtianing Uswatul Hanifah
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v7i1.12600

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima orang tua anak usia sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh dan perkembangan psikososial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis (otoritatif), yang ditandai dengan komunikasi terbuka, kedekatan emosional, batasan yang jelas, dan dorongan kemandirian anak. Pola asuh ini terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan sosial, empati, kepercayaan diri, dan stabilitas emosional anak. Beberapa orang tua juga menerapkan pola asuh otoriter, yang ditandai dengan kontrol yang ketat, aturan yang tegas, dan ruang yang sempit bagi anak untuk mengungkapkan pendapat. Pola asuh ini cenderung membuat anak lebih patuh, tetapi kurang percaya diri, rentan terhadap kecemasan, dan memiliki kemampuan regulasi emosi yang lemah. Sementara itu, sebagian kecil subjek menerapkan pola asuh permisif, yang ditandai dengan kebebasan berlebihan tanpa batasan yang jelas, sehingga anak kurang disiplin, sulit mengendalikan diri, dan lebih impulsif.
PENENTUAN HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN BERDASARKAN HUKUM ISLAM DAN UU DI INDONESIA ahmad mahda ahmad mahda
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v7i1.13276

Abstract

Abstract Child custody is an important issue in divorce because it is directly related to the welfare, protection, and development of children. This article discusses child custody after divorce from two legal perspectives, namely Islamic law and Indonesian legislation. The research approach uses a normative juridical method, with a literature study including the Qur’an, Hadith, Compilation of Islamic Law (KHI), Marriage Law, Child Protection Law, as well as religious court decisions. The research results show that in Islamic law, custody of young children tends to be granted to the mother, while children who are already mumayyiz can choose to live with their father or mother, while still considering the best interests of the child (maslahah al-thifl). Meanwhile, laws in Indonesia emphasize the principle of the best interest of the child, where custody is determined by the court based on the parents' capabilities, environmental conditions, and the child's overall interests, regardless of the parent's gender. Both systems agree that fathers are still obligated to provide for their children, and custody should be directed to ensure the child's safety, education, and welfare. This article concludes that although the mechanisms and priorities of caregivers differ, the purpose of child custody in both Islamic law and Indonesian law remains the same. Keywords: child custody, divorce, Islamic law, Indonesian law

Page 9 of 10 | Total Record : 91