cover
Contact Name
Zaky Mumtaz Ali
Contact Email
zakymumtazali@gmail.com
Phone
+6285710251369
Journal Mail Official
jurnalulumulquran@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Puspiptek-Pembangunan, Kp. Cikarang Rt.01/07 Pabuaran, Gunung Sindur - Bogor 16340
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 27755169     EISSN : 27746496     DOI : -
Jurnal ini merupakah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul Quran, Bogor. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil kajian yang berkualitas di bidang ilmu Al-Quran dan tafsir yang relevan dengan perkembangan dunia modern pada saat ini.
Articles 84 Documents
Polemik Penafsiran Ziyadah dalam Surah Yunus [10]: 26: Analisis Komparatif Penafsiran di Era Klasik Hingga Pertengahan khobirul amru
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.102 KB)

Abstract

This article is motivated by the existence of many versions with regard to the exegeses of term ziya>dah in Surah Yu>nus [10]: 26. To read at a glance concerning those diverse versions frequently feels vague and obscure. Moreover, figures behind all of those versions are exegetes whose integrities and capabilities in Quranic Exegesis are unquestionable, such as Ibn Abi> H{a>tim, al-Ma>turi>diy, al-Ma>wardiy, and Ibn al-Jauziy. This thing becomes the point of departure of the urgency to profoundly scrutinize those diverse versions of the exegeses. There is one question aimed in this article, that is, how quranic exegeses from classical exegetes to medieval exegetes on the term ziya>dah are. Using the comparative analysis, this research results in two significant conclusions. The first is that the exegeses of the term ziya>dah continually evolve periodically. The second is that there is an underlying correlation that is linked between the classical period and the medieval period, that the genealogy of the various exegeses of the term ziya>dah in the medieval period can be found in the classical period.
Konsep Pengelolaan Harta Yatim dalam Al-Qur’an Abdul Hannan Arrifai
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.785 KB)

Abstract

Integrasi Al-Qur'an dan Ilmu Sosial (Kontekstualitas al-Qur'an dalam Kehidupan Bermasyarakat) Hasbullah Ahmad
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.003 KB)

Abstract

Dialektika antara teks dengan realitas sudah terjadi sejak awal saat al-Qur’an diturunkan. Hal tersebut kemudian melahirkan istilah asba>b al-nuzu>l pada sebagian ayat al-Qur’an. Namun demikian, al-Qur’an adalah Kitab yang benar, baik di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Jika dikaitkan dengan Terkait dengan masa depan, ada satu keniscayaan bahwa al-Qur’an selalu relevan seiring dengan perubahan waktu dan tempat. Akan tetapi hal tersebut belum terealisasikan dengan baik sehingga dialektikanya seolah terhenti pada masa al-Qur’an diturunkan saja. Al-Qur’an tidak lagi berjalan beriringan dengan realitas sosial yang terus berubah, dari fenomena ini ada kesan seolah al-Qur’an selalu tertinggal beberapa langkah di belakang ketika fenomena sosial selalu hadir dengan nuansa dan warna yang baru. Oleh karena itu perlu ada upaya agar dialektika al-Qur’an tetap terjaga sehingga selalu sesuai dengan realitas yang ada. Penelitian ini ingin mengemukakan di antara langkah menjaga dialektika di atas adalah dengan mengintegrasikan ilmu al-Qur’an dengan ilmu-ilmu sosial seperti; sosiologi, antropologi dan sejarah. Al-Qur’an perlu dipapahami, dimaknai dan ditafsirkan dengan melihat kondisi sosio-kultural dan historis saat diturunkan. Di sinilah teori hermenetik kontemporer dapat digunakan dengan mengkaji keterkaitan antara teks, mufassir dan masyarakat yang menjadi tujuan diturunkannya ayat-ayat al-Qur’an. Kemudian dari gambaran masa lalu tersebut dapat dinarasikan kontekstualisasi ayat al-Qur’an terhadap kondisi masyarakat saat ini.
I’jaz Al-Qur’an dan Pengaruh Negatif terhadap Psikologis Kaum Yahudi (Kajian Kebahasaan Al-Qur’an Menurut M. Quraish Shihab) Lutfah Sukmawati; Dudung Abdul Karim; Ayatullah
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.895 KB)

Abstract

Perhatian utama penulis dalam penelitian ini adalah mengkaji kemukjizatan Al-Qur’an dan pengaruh negatif terhadap psikologis kaum Yahudi. Penulis menggunakan teori dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan, menguraikan dan mendapatkan kesimpulan bahwa I’jaz Al-Qur’an tentang kaum Yahudi menurut M. Quraish Shihab terdapat pada susunan kata dan kalimatnya yang serasi sesuai keseimbangan redaksinya dan penggunaan kata yang sesuai dengan ketepatan maknanya. I’jaz Al-Qur’an dapat memberikan pengaruh psikologis terhadap kaum Yahudi, mereka tidak akan merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa karena semakin tampak I’jaz Al-Qur’an semakin tumbuh rasa takut akan terungkapnya rahasia mereka dan mereka semakin membangkang karena tidak mau menerima kebenaran Al-Qur’an dan kedatangan Nabi Muhammad saw. Karena keingkaran kaum Yahudi, Allah SWT melaknat mereka dengan menjadikan hati mereka terkunci sehingga tidak ada celah untuk masuknya hidayah ke dalam hati mereka.
Taqiyyah dalam Pandangan Sunni dan Syi’ah (Studi Analisis Komparatif Kitab Tafsir Al-Qurtubi dan Al-Mizan) Ai Fauziah; Suwarno; Hafid Nur Muhammad
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.666 KB)

Abstract

Taqiyyah menurut pandangan sunni termasuk rukhsah dalam agama dikarenakan adanya hal-hal yang berlaku pada waktu tertentu saja, tidak secara tetap dan rutin, yang sifatnya dalam kondisi terpaksa dan darurat, bukan pokok dari agama yang harus diikuti selamanya. Oleh karena itu diwajibkan bagi seorang mukmin melakukan hijrah dari tempat dimana ia takut untuk menampakan agamanya, dan terpaksa melakukan Taqiyyah. Praktek Taqiyyah dalam pandangan syi’ah tidak hanya berlaku pada kaum musyrik saja, akan tetapi turut berlaku bagi sesame muslim yang tidak adil, maka diharuskan untuk melakukan Taqiyyah dan tipu muslihat demi menjaga diri dan harta. Sebagian ulama syi’ah berpendapat bahwa Taqiyyah merupakan Sembilan persepuluh dari agama terdapat dalam Taqiyyah.  Dan Tidak ada agama bagi orang yang tidak bertaqiyyah, secara nyata Syi’ah memberlakukan akidah Taqiyyah di seluruh kondisi. Taqiyyah ini dijelaskan dalam penafsiran Imam Al-Qurtubi dan Thabathaba’I kedua mufassir tersebut juga ditemukan adanya beberapa perbedaan mengenai penjelasan tentang Taqiyyah.
Wawasan Al-Quran tentang Moderasi Beragama Budi Suhartawan
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.785 KB)

Abstract

Moderasi beragama dalam wawasan Al-Qur’an adalah suatu sikap dasar utama Islam dan warga muslim dalam menentukan arah baru bagi masyarakat dalam memahami agama dan membawa perubahan cara pandang yang lebih bernilai dan berimbang. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian dengan cara mengkaji dan menelaah sumber-sumber tertulis. Seperti buku, majalah, jurnal sebagai sumber datanya, serta literatur tentang moderasi beragama yang bisa mendukung tulisan ini. Semua literatur yang digunakan adalah bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan maudhu’I sebuah pendekatan yang mengarahkan kepada satu tema tertentu, lalu mencari pandangan Al-Qur’an tentang tema tersebut dengan jalan menghimpun semua ayat yang dibahas, menganalisis dan memahaminya dan dibahas secara tuntas dalam satu tema atau pembahasan. Adapun hasil penelitian dari wawasan Al-Qur’an tentang moderasi beragama. Al-Qur’an mengarahkan dengan melakukan beberapa hal antara lain: (1) memanfaatkan kelembagaan agama dan negara, (2) mendidik generasi muda, (3) membangun kolaborasi lintas generasi, (4) meningkatkan dan memperbaiki kualitas pemahaman agama yang lebih terbuka dan berkualitas, dan (5) menciptakan budaya dialog antara agamawan dan negarawan.
Qur’anic Parenting: Peran Ideal Ibu dalam Al-Qur’an Studi Analisis Kisah Istri Imran dalam Surat Ali Imran Ayat 35-37 Abdul Ghoni
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.798 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan bagi orang tua dalam mendidikan anaknya. Orangtua saat ini tengah menghadapi tantangan yang berbeda dengan pengalaman hidupnya di masa lalu. Oleh karena itu mencari inspirasi baru dalam dunia parenting perlu terus dilakukan. Di antaranya adalah dengan menggali konsep pendidikan anak dalam al-Qur’an, yang disebut dengan Qur’anic Parenting. Penelitian ini mengangkat sosok istri Imran sebagai figur yang dapat diteladani setiap ibu. Darinya terlahir seorang wanita mulia yang bernama Maryam dan Nabi Isa sebagai cucunya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi analisis deskriptif terhadap Surat Ali Imran ayat 35-37 yang direlevansikan dengan kondisi saat ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adanya tiga tahap parenting yang dilakukan oleh Istri Imran; masa pranatal, masa kelahiran anak, dan masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa pranatal, seorang ibu hendaknya memiliki cita-cita yang mulia untuk anaknya, mengharapkan anak yang tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif pada masanya dan berdoa kepada Allah. Pada saat melahirkan, hendaknya seorang ibu berbaik sangka kepada Allah, memiliki komitmen kuat terkait cita-citanya atas kehadiran sang anak, memberikan nama terbaik dan berdoa kepada Allah. Pada tahap ketiga, hendaknya seorang ibu memilihkan guru terbaik dan lingkungan yang kondusif agar anaknya dapat berkembang secara baik.
Wasiat Presfektif Al-Qur’an dan Hadits Ahmad Faqihudin
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2021): Ulumul Qur'an: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.843 KB)

Abstract

Epistemologi Corak Tafsir Sufistik Acep Ariyadri
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2022): Ulumul Qur'an: March 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.477 KB)

Abstract

Many ideology interpretations of al-Qur’an have developed until today. One of them is mystical interpretation. This article will explore about epistemology aspects of mystical interpretation and a little bit of it history in grand mapping of al-Qur’an interpretation. In the last of this article will explain about how mysticism interpretation to be faced with verses related to Fiqih, Science, Culture, and etc. Sufi in the tafsir al-Qur'an also has it’s own epistemology which gives an attitude in the interpretation, has a rational ideology that does not contradict the al-Qur'an itself.
Lafazh Matsal dalam Al-Qur’an dan Aplikasinya dalam Ilmu Al-Wujûh Wa An-Nazhâir Ayaturrahman
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2022): Ulumul Qur'an: March 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.729 KB)

Abstract

This arcticle discusses one branch of the Qur'anic science, namely the science of al-Wujûh wa an-Nazhâir, where the researcher conducts this research by presenting and clarifying the most important aspects related to it, such as aspects of its definition, language and terms and their origins. , the attention of the scholars in it, the most important sources and literature in this science, as well as discussing the relationships between the science of interpretation and the science of Arabic. This research is library research. The primary sources are taken from the Qur'an and its translations, the books of commentary and the books of al-Wujûh wa an-Nazhâir, while the secondary sources are dictionaries such as al-Mufradat fi Gharib Al-Qur'an, Al-Itqân Fi Ulûm Al-Qur'an, Burhan Fi Ulûmil Qur'an, Mu'jam Mufahrâs li al-Fâzhz Al-Qur'an al-Karîm, Lisân al-'Arabic, and also other dictionaries. Based on the results of the research that has been carried out, there are conclusions that have been obtained by the author, lafazh matsal in terms of the science of al-Wujûh wa an-Nazhâir has different meanings. Lafazh matsal in the Qur'an has four meanings, namely: the nature of likeness, life lessons, way of life and punishment, and all of these meanings can be seen from the siyâq or the context of the lafazh.