cover
Contact Name
Zaky Mumtaz Ali
Contact Email
zakymumtazali@gmail.com
Phone
+6285710251369
Journal Mail Official
jurnalulumulquran@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Puspiptek-Pembangunan, Kp. Cikarang Rt.01/07 Pabuaran, Gunung Sindur - Bogor 16340
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 27755169     EISSN : 27746496     DOI : -
Jurnal ini merupakah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul Quran, Bogor. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil kajian yang berkualitas di bidang ilmu Al-Quran dan tafsir yang relevan dengan perkembangan dunia modern pada saat ini.
Articles 84 Documents
Netralitas Gender Terhadap Pola Asuh Anak Usia Dini Perspektif Qur’anic Parenting Nu Afifah, Farida
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Ulumul Qur'an: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian peran sosial yang berbeda terhadap anak menjadi dasar sebuah keyakinan bahwa laki-laki berbeda dengan perempuan. Parenting netralitas gender perspektif Al-Quran menjadi salah satu solusi untuk menghapus stereotip dan diskriminasi atas nama jenis kelamin. Tulisan ini akan mengulas tentang ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan netralitas gender, faktor dan implikasi netralitas gender perspektif Al-Quran. Kajian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka (library research). Adapun hasil dari penelitian ini adalah secara tidak langsung netralitas gender dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Quran terkait keadilan baik dalam arti sama, seimbang, atau memberikan hak-hak individu. Faktor pentingnya netralitas gender adalah untuk membangun mental pemberani dan percaya diri pada anak berdasarkan nilai-nilai Al-Quran. Anak akan merasa bebas mengekspresikan kemampuannya tanpa dibatasi jenis kelamin yang melekat pada dirinya namun tetap dalam koridor nilaikeIslaman. Adanya netralitas gender perspektif Al-Quran akan membantu anak terhindar dari stereotip, bebas marginalisasi dan bebas diskriminasi.
Konsep Tartil dan Pengaruh Penerapannya dalam Membaca Al-Qur’an Mujahiddin, Anas; Annas, Muhamad
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Ulumul Qur'an: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam yang membaca al-Qur’an tidak selalu memperhatikan bacaan yang baik dan benar, sehingga tidak mendapatkan apa-apa dari apa yang dibacanya itu. Artikel ini akan membahas kata tarti>l dengan tujuan untuk mengetahui penjelasan konsep dan penerapan Tartil menurut para mufassir, juga untuk mengetahui pengaruh Tartil di dalam membaca Al-Qur’an. Kajian ini ditulis menggunakan pendekatan metode penulisan kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil dari pengolahan data yang dijadikan dari kajian ini, ditemukan beberapa hasil penemuan. Di antaranya, kata Tartil di dalam Al-Qur’an diartikan dengan: membaca Al-Qur’an dengan pelan, terorganisir dan tersusun dengan baik, sebaik-baik perkataan dan tulisan karena diucapkan dengan jelas dan indah, membacanya dengan penjelasan. Ditemukan juga konsep Tartil yang memberikan pemahaman bagaimana membaca Al-Qur’an yang baik, ditemukan bagaimana penerapan dalam mempelajari Al-Qur’an ataupun mengajarkannya.
Hakikat dan Tujuan Puasa dalam Perspektif Tafsir Sufi (Analisis Tafsir surah Al-Baqarah ayat 183-187) Melani, Suryati; Ali, Zaky Mumtaz
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Ulumul Qur'an: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hakikat puasa yang tertuang dalam surah al-Baqarah ayat 183-187. Dan dikaji melalui beberapa tafsir para ahli sufi. Bentuk penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode tafsir tahlili, yang menerangkan arti ayat Al-Qur’an dari berbagai aspek, berdasarkan urutan ayat atau surah dalam mushaf, menonjolkan kandungan ayat, kesesuaian antar ayat, sebab-sebab turunnya dan hadits-hadist yang berhubungan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa hakikat puasa dalam surat al-Baqarah ayat 183-187 memiliki makna yang luas bagi umat Islam. Menurut para mufassir sufi, tujuan berpuasa bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi tujuan utama puasa adalah untuk merubah kualitas jiwa kita sehingga kita menjadi lebih terkendali dalam mengatur hawa nafsu, menghindari dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan mengutamakan akhirat daripada duniawinya. Puasa adalah salah satu pintu untuk meraih ketakwaan. Ketakwaan ini adalah “buah” dari puasa seorang hamba. Sesuai dengan Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183.
Zakat Produktif dan Penyaluran Zakat dalam Perspektif Tafsir Al-Quran Rachmad Risqy Kurniawan; Orvala Nu’aimah Azzahra
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Ulumul Qur'an: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat produktif adalah zakat yang digunakan melalui berbagai program dan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Penyaluran zakat secara produktif selama ini didasarkan pada sebuah hadis dari Abdullah Bin Umar dari Ayahnya, namun hadis itu bukan terkait dengan zakat produktif namun pemberian biasa. Maka diperlukan penelitian khusus untuk menentukan legitimasi hukum Islam terhadap zakat produktif yang sudah berlaku saat ini. Salah satunya dengan cara menggali hukum (istinbat hukum) dari Al-Quran dan tafsirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dengan metode penafsiran maudhu’i (tematik). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa zakat produktif bukanlah cara penyaluran zakat yang sesuai dengan tafsir QS At-Taubah ayat 60. Sedangkan Allah SWT dalam tafsir QS At-Taubah ayat 60 telah menetapkan bahwa tujuan zakat adalah untuk memenuhi kebutuhan mustahik yang mendesak, bukan malah menjadi modal usaha apalagi untuk pengentasan kemiskinan yang dalam prakteknya zakat produktif terbukti tidak efektif dalam meningkatkan pendapatan mustahik atau mengentaskan kemiskinan mustahik. Sedangkan tugas pengentasan kemiskinan merupakan tugas pemerintah melalui serangkaian kebijakan, tidak hanya mengandalkan zakat.
Modifikasi Makna Bihijaratim Min Sijjil dalam Tafsir Al Azhar: Analisis Intertekstualitas Kristeva Al Husda, Najwa
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Ulumul Qur'an: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penafsiran atas term Sijjil sangat beragam mulai dari ulama tafsir klasik hingga modern. Mayoritas ulama menafsirkan term sijjil merujuk pada batu yang terbuat dari tanah dan dibakar. Mufassir lainnya ada yang menafsirkan sijjil sebagai benih penyakit cacar. Penelitian ini berfokus pada telaah makna bihijaratim min sijjil dalam Tafsir al-Azhar menggunakan pendekatan intertekstualitas Julia Kristeva sebagai pisau analisis. Adapun tujuan penelitian ini mencari hubungan antara Tafsir al-Azhar Buya Hamka sebagai teks kutipan dan Tafsir Juz Amma karya Muhammad Abduh sebagai teks referensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis dengan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan intertekstual maka kitab Tafsir al-Azhar memiliki transposisi korelasi teks dengan kitab Tafsir Juz Amma yang masuk dalam modifikasi yaitu menyesuaikan dan mentransfer serta memperluas atau mengembangkan penafsirannya.
Al Qur’an dalam Praktik Sosial: Hafidzah Sebagai Agen Transformasi Ismatulloh, AM; Masngudi, Masngudi; Aniroh, Aniroh; Jannah, Zarahtul
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2024): Ulumul Quran: September 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58404/uq.v4i2.237

Abstract

This research is a study of the living Qur'an, discussing the tradition of reading the Qur'an through semaan activities carried out in Majenang District, Cilacap Regency. In this case, the hafidzah in Majenang District routinely carry out the semaan tradition continuously and periodically from one assembly to another. In this living Qur'an research, the discussion is more focused on how the semaan procession is carried out by hafidzah and what the motives and meaning of the semaan tradition are for the actors/performers of the action. In this case, the actors/perpetrators of this action are the hafidzah students in general, the listeners and the general public. This research uses a qualitative descriptive method with a sociological approach. The data collection techniques that researchers used in this research were participant and non-participant observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis used is descriptive-explanatory analysis, apart from making it easier for researchers to explain the content of the discussion, it is also so that they can find out the reasons for the tradition of memorizing the Koran by hafidzah. So that the background, procession, motifs and meaning of the Semaan tradition can be known.
Sarana dan Prasarana Belajar Dalam Pandangan Al-Qur’an Azizah, Nur Amalina Wafi'
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2024): Ulumul Quran: September 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58404/uq.v4i2.257

Abstract

Penelitian menjelaskan mengenai sarana dan prasarana belajar dalam pandangan Al-Qur’an. Pendidikan adalah salah satu tonggak kemajuan negara yang berfungsi untuk meningkatkan SDM. Pendidikan di Indonesia telah diatur melalui UU RI No. 20 tahun 2003 BAB II Pasal 3 yang membahas mengenai fungsi Sistem Pendidikan Nasional yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam Pendidikan Islam bertujuan mencetak pribadi-pribadi Muttaqin. Sarana dan Prasarana Pendidikan adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena jika kedua hal ini tak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan tercapai dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana, Penggunaan sarana pembelajaran dilakukan secara efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian library research (studi kepustakaan). Sarana dan Prasarana Pendidikan bisa dijelaskan dari beberapa ayat-ayat Al-Qur’an beserta penjelasannya, serta menganalisisnya. Ruang lingkup sarana dan prasarana ada proses-proses yang efektif yakni perencanaan sarana prasarana, pengadaan sarana dan prasarana, pendistribusian sarana prasarana, inventarisasi sarana prasarana, pendayagunaan sarana prasarana, pengawasan dan pemeliharaan, serta penghapusan sarana dan prasarana.
Munasabah dalam Surah Al-Waqi'ah (Studi Tafsir Al-Misbah Karya M.Quraish Shihab) Setiawan, Noval; Muqtashid, Zaeef Luqmanul
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2024): Ulumul Quran: September 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58404/uq.v4i2.274

Abstract

Munasabah dalam Al-Qur’an menjadi salah satu cabang ilmu dapat diketahui hikmah relasi antar ayat. Munasabah dalam Al-Qur’an dapat ditemukan dengan beberapa bentuk ragam dan pola yang kemudian membentuk keutuhan makna pada suatu ayat. Tafsir yang digunakan adalah Tafsir Al-Misbah, karena tafsir ini merupakan salah satu tafsir yang mengungkapkan adanya Munasabah dalam Al-Qur’an. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Munasabah surah Al-Waqi’ah menurut M.Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis isi kandungan surah Al-Waqi’ah menurut M.Quraish Shihab pada Tafsir Al-Misbah dalam tinjauan ilmu Munasabah. Penelitian ini berbentuk penelitian pustaka (library research). Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis yang digunakan untuk menganalisis Munasabah antar ayat QS. Al-Waqi'ah dalam Tafsir Al-Misbah. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwasanya Munasabah surah Al-Waqi'ah dalam Tafsir Al-Misbah tidak hanya menggambarkan keadaan manusia pada hari kiamat, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan perbuatan mereka di dunia. Surah ini memperkuat pemahaman bahwa rezeki dari Allah tidak terbatas pada kekayaan materi, melainkan juga mencakup anugerah spiritual dan sosial.
Analisis Linguistik Dalam Al-Qur’an Surat Al Kahfi Ayat 19 (Studi Semantik) Masruro, Lailatul; Nasiruddin, Nasiruddin
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2024): Ulumul Quran: September 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58404/uq.v4i2.307

Abstract

Surah Al-Kahfi ayat 19 menceritakan tentang dibangunkannya mereka dari tidurnya oleh Allah SWT. Penelitian bertujuan untuk menelaah QS. Al-Kahfi ayat 19 dengan pendekatan semantik pada QS. Al-Kahfi ayat 19 mencakup makna leksikal, gramatikal, dan kontekstual dari kata-kata yang terdapat dalam ayat ini yang perlu diinterpretasikan dengan tepat dan mendalam. Penelitian ini dikaji dengan metode penelitian studi literatur guna memudahkan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah dari tujuh lafaz Q.S Al-Kahfi ayat 19 yang ditelaah, jenis makna yang digunakan oleh para mufasir adalah al-ma’na al-asasi aw al-markazi, al-ma’na al-‘idhafi, and al-ma’na al-us}lubi. Relasi makna antara lafaz-lafaz dalam al-Qur’an dengan tafsirannya terjadi dalam satu macam relasi, yaitu al-taraduf atau sinonim.
Living Qur'an sebagai Cerminan Praktik Keagamaan: Analisis Fenomena Sosial dan Normatif Annas, Muhamad Annas; Saputra, Rio Dwi; Said, Hasani Ahmad
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2024): Ulumul Quran: September 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58404/uq.v4i2.333

Abstract

Penelitian tentang Living Qur'an adalah salah satu pendekatan penelitian modern yang membutuhkan dukungan untuk memperkuat statusnya sebagai salah satu proses ilmiah dalam bidang Ilmu Al-Qur'an. Metode ini berasal dari fenomenologi, yang berfokus pada fenomena sosial sebagai subjek penelitian. Selain itu, nilai-nilai normatif Al-Qur'an harus dipertahankan dalam proses ini agar hasil penelitian Living Qur'an sejalan dengan fungsi Al-Qur'an itu sendiri. Untuk menghindari hasil penelitian yang bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur'an, penelitian ini menekankan pentingnya mengacu pada teks Al-Qur'an. Living Qur'an menempatkan gejala sosial sebagai objek penelitian, yang memungkinkan untuk memahami Al-Qur'an dengan cara yang berbeda dari teksnya. Setelah penelitian selesai, hasilnya dapat dinilai apakah implementasi fenomena sosial Al-Qur'an sesuai dengan teks atau tidak. Jika hasilnya sejalan dengan Al-Qur'an, penelitian dapat dianggap selesai; jika tidak, penelitian harus dilanjutkan dengan menggunakan Living Qur'an untuk menyempurnakan implementasi Al-Qur'an. Artikel ini juga membahas cara mengidealisasikan metode dengan menggabungkan Living Qur'an dengan penelitian teks yang terkait dengan objek penelitian. Disarankan juga untuk menggabungkan penggunaan Living Qur'an sebagai metode untuk mengenali fenomena sosial yang terjadi di sekitar subjek penelitian. Kata kunci : Model, Living, Al-Qur’an, Sosial