cover
Contact Name
Said Fachry Assagaf
Contact Email
said.fachry.assagaf@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainsmat@unm.ac.id
Editorial Address
Unit Publikasi Lantai 3 Gedung ICP FMIPA UNM Jln. Daeng Tata, Kampus UNM Parangtambung, Makassar, Indonesia 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam
Core Subject : Science, Education,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both sciences, mathematics, its education, and applied science. The journal welcomes articles that address common issues in mathematics, sciences, education, applied science and cross-curricular dimensions more widely.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 269 Documents
Profil Sikap Ilmiah Siswa Kelas IV SD Inpres Ana Gowa dan SD Negeri Tombolo K R. Rusni; Arsad Bahri; Evi Ristiana
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat91141962020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap ilmiah siswa kelas IV SD Inpres Ana Gowa dan SD Negeri Tombolo K. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Inpres Ana Gowa dan SD Negeri Tombolo K. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB dan IVC SD Inpres Ana Gowa dan siswa kelas IVA dan IVB SD Negeri Tombolo K dengan jumlah sampel 124 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sikap ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa memiliki rerata skor realtif sama.Indikator sikap ilmiah yang memiliki rerata skor tertinggi adalah sikap mendahulukan data atau fakta dengan persentase 63,50% dan skor indikator sikap ilmiah terendah adalah sikap berpikir kritis dengan persentase 62,20%. Hal ini menunjukkan sikap ilmiah siswa masih perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran agar berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif dan utamanya hasil belajar afektif dalam pembelajaran IPA. Kata kunci: Sikap ilimiah, hasil belajar IPA afektif This study aims to determine the description of scientific attitudes of fourth grade students of SD Inpres Ana Gowa and SD Negeri Buttono K. This research is a survey research with data analysis using descriptive statistics. The population in this study were all fourth grade students of Ana Gowa Inpres Elementary School and SD Negeri Buttono K. The sampling technique used was simple random sampling. The sample in this study were students of class IVB and IVC of SD Inpres Ana Gowa and students of class IVA and IVB of SD Negeri Tombolo K with a total sample of 124 students. Data collection techniques using a scientific attitude questionnaire. The results showed that students' scientific attitudes had the same average score. The indicators of scientific attitudes that had the highest average scores were attitudes prioritizing data or facts with a percentage of 63.50% and the lowest scientific attitude indicator scores were critical thinking attitudes with a percentage of 62.20%. This shows that students' scientific attitudes still need to be developed in the learning process so that it affects cognitive learning outcomes and especially affective learning outcomes in science learning. Keywords: Scientific attitudes, affective learning outcomes
Mengintegrasikan Revisi Taksonomi Bloom Kedalam Pembelajaran Biologi . Faisal
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2015): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat4218372015

Abstract

Revisi taksonomi Bloom membagi tujuan pembelajaran (instructional objective) kedalam dua dimensi utama, yaitu dimensi pengetahuan atau isi materi pembelajaran (frase noun) dan dimensi proses kognitif (frase verb). Dimensi pengetahuan mencakup, pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Sedangkan dimensi proses kognitif terdiri atas enam kategori, yaitu mengingat (remember), memahami (understand), mengaplikasikan (apply), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan mencipta (create). Mengintegrasikan revisi taksonomi Bloom kedalam pembelajaran biologi, dapat dilakukan dengan menggunakan tabel taksonomi pendidikan. Guru dapat memasukkan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dibuat, kedalam kotak-kotak pada tabel taksonomi pendidikan yang merupakan perpotongan antara dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. Dengan cara tersebut, guru dapat memahami hubungan integral antara jenis pengetahuan pada keilmuan biologi dengan proses kognitif yang inheren dalam rumusan tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk menguraikan hasil analisis kritis penggunaan tabel taksonomi pendidikan, pada konteks pembelajaran Biologi Sekolah Menengah Atas (SMA). Diawali dengan membuat dan mengklasifikasikan beberapa tujuan pembelajaran Biologi, mendeskripsikan rancangan pembelajaran, dan memilih instrumen serta prosedur asesmen yang sesuai.Kata kunci: Revisi Taksonomi Bloom, Pembelajaran Biologi.
Efektivitas Penerapan Protokol Kesehatan 3M terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 dengan Model SEIR di Kota Makassar Syafruddin Side; Aisyah Mukhlisah Araaf; Munadiya Yunadiya; Nur Qomariah; Yusnalia Kadir; La Ode Salman Yassar
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat111229692022

Abstract

Penelitian ini merupakan kombinasi penerapan protokol kesehatan 3M terhadap pencegahan penularan Covid-19 dengan model matematika SEIR. Tujuan penelitian ini adalah membangun model matematika SEIR pada penularan Covid-19, mengetahui analisis dan simulasi model matematika SEIR terhadap pencegahan penularan Covid-19 dan mengetahui tingkat efektivitas penerapan protokol kesehatan 3M terhadap pencegahan penularan Covid-19 di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Simulasi model SEIR dengan Maple menggunakan data jumlah penduduk kota Makassar, jumlah kasus suspek, positif Covid-19, dan sembuh dari Covid-19 rentang waktu januari 2021 hingga April 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SEIR dapat digunakan pada pencegahan penularan Covid-19. Hasil analisis model SEIR menunjukkan bahwa nilai bilangan reproduksi dasar  untuk ketiga simulasi dengan presentasi penerapan protokol kesehatan 3M masing-masing 10%, 50% dan 90%. Sedangkan hasil simulasi pad model menunjukkan bahwa makin tinggi presentasi penerapan 3M maka nilai bilangan reproduksi dasar semakin kecil. Ini menunjukkan bahwa penerapan protokol kesehatan 3M terhadap penularan Covid-19 di Kota Makassar efektif, karena mampu meminimalisir laju peningkatan jumlah kasus Covid-19. Hal ini dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Kota Makassar agar penerapan 3M terus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar.
Peran Internet dalam Proses Pendidikan Fisika di SMAN 1 Bontonompo Kabupaten Gowa Wira Bahari Nurdin; Tasrief Surungan; Bansawang Bansawang; Nurlaela Rauf; Paulus L. Gareso; Eko Juarlin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat6164542017

Abstract

Perbaikan penguasaan ilmu fisika kepada masyarakat umum merupakan roadmap pendidikan Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan upaya peningkatan tingkat pemahaman ilmu fisika di kalangan pelajar dan pengajar SMAN I Bontonompo. Keluaran kegiatan ini adalah peningkataan kemampuan berupa pengayaan cara penyelesaian soal dalam berbagai bidang fisika. Dengan demikian para peserta akan memiliki kemampuan menyelesaikan soal–soal (Problem Solving) tersebut baik dalam bidang teori maupun eksperimen fisika sebagai bekal bagi anak didik untuk dapat berlomba dalam berbagai event kompetisi seperti olimpiade sains dan ONMIPA. Selain itu diperkenalkan cara menggunakan internet secara optimal dalam mempelajari ilmu fisika. Dengan melakukan survei terhadap 105 orang siswa di SMAN I Bontonompo dengan metode sampel acak diperoleh kesimpulan bahwa seluruh siswa telah mampu menggunakan mesin  cari di internet, 91% menyatakan menggunakan internet dalam pencarian kumpulan soal fisika, 90% org menyatakan membantu dalam mencari bahan catatan kuliah atau buku, 87% menyatakan internet membantu dalam menyelesaikan jawaban, 21% menyatakan pernah melihat video pembelajaran fisika di internet, dan 11% menyatakan pernah berdiskusi tentang masalah fisika di internet. Kemudian mata pelajaran di SMA yang menurut siswa tersebut yang paling susah adalah fisika (78%), matematika (19%), kimia (6%), bahasa Inggris (2%), dan biologi (1%). Terhadap penggunaan internet rata-rata sehari, 24%  menjawab 1 jam, 28% menjawab 2 jam, 15% 3 jam, 5% 4 jam, dan 10%  diatas 5 jam.
Analisis Kandungan Timbal (Pb) Pada Daun Tanaman Teh (Camellia sinensis O.K) dan Tanah Perkebunan Teh yang Berada Di Kawasan Puncak Malino Dirgadwijuarti Azis; Oslan Jumadi; Muhammad Wiharto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2012): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat114502012

Abstract

DOWNLOAD PDFDescriptive research was done to know the contents of lead (Pb) in tea leaf (Camellia sinensis) at top, under hills as well as soil of tea plantation at top and under the hills in Malino district. The Variable of these researches was lead content in tea leaf at top and under the hills. Another variable was soial of tea plantation at the top and under hills. The samples were taken from six stations, which were 1, 2, and 3 stations at top hill and 4, 5 and 6 stations at under hill. The leaf sample that taken was small sprout. Lead content was analyzed by using Absorption Automatic Spectrophotometer.  The results showed that mean content of lead in tea leaf at top hill was 3,4 µg/kg and mean content of lead at under hill was 5,7 µg/kg. The mean content of soil at top hill was 8,4 µg/kg and the average Pb content of soil at under hill was 7,5 µg/kg. After calculated by Mann-Whitney test found that there was difference Pb between concentration in the leaves on tea plants at top and under hills. There was no differences between lead concentration in soil at the top and under of hills. Test correlation with Spearman Rank found that there was correlation between Pb contents in the leaf of tea plants on the hill with soil at the hill. Study also showed that no correlation between lead content at tea leaf and soil at under of the hill.   Key words: Tea leaf (Camellia sinensis),  lead (Pb),  Malino tea plantation.
Survei Kualitas Air Danau Arena Dayung Tanjung Bunga, Makassar . Sulfikar
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat217542013

Abstract

DOWNLOAD PDFDanau Arena Dayung Tanjung Bunga (DADTB) Makassar adalah danau buatan  yang terletak di tengah pemukiman daerah Tanjung Bunga di barat Kota Makassar. Letak danau yang berada di tengah pemukiman dan sumber air dari hilir sungai Jeneberang menjadikan danau  ini  rentan  terhadap  cemaran  (a.l.  nutrien).  Survei  kualitas air  permukaan Danau Arena  Dayung  Tanjung  Bunga,  Makassar dilakukan  dengan  mengukur parameter  fisika-kimiawinya, serta mengukur kadar klorofil, senyawa karbon organik terlarut dan senyawa karbon  aromatis,  SUVA254  (specific  ultraviolet  absorbance  pada  254  nm).  Pada  saat pengambilan gh,  parameter  fisika-kimia  air  dan  tingkat  penetrasi  cahaya  diukur  di 14 lokasi pada setiap interval kedalaman 50 cm hingga mendekati dasar danau. Penelitian ini menunjukkan bahwa DADTB sudah berada dalam kondisi eutrofik.Kata kunci: Danau Tanjung Bunga, kualitas air, senyawa karbon terlarut, eutrofik.
Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao) Dalam Menghambat Penyakit Layu Fusarium Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat A. Abdillah; R. Rachmawaty; A. Mu'nisa
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat81127642019

Abstract

Tanaman budidaya tidak dapat dipisahkan dari penyakit, penyakit ini disebabkan oleh patogen yang dapat merusak proses fisiologi tanaman. patogen ini dapat berupa bakteri atau jamur. Layu fusarium disebabkan oleh fusarium oxysporum, pada tomat penyakit ini disebabkan oleh fusarium oxysporum f. sp lycopersici. Penyakit ini bisa menyebabkan kerugian besar bagi petani. Penggunaan fungisida sintetik telah banyak digunakan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh fusarium oxysporum tetapi memiliki efek buruk yang besar terhadap lingkungan, oleh karena itu diperlukan fungisida biologis yang ramah lingkungan dalam mengendalikan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas fungisida alami yang diperoleh dari buah kakao. Dalam penelitian ini 6 perlakuan digunakan, P0 (kontrol tanaman sehat tanpa pengobatan), P1 (kontrol tanaman sakit diobati F. oxysporum), P2 (pengobatan ekstrak kakao 2% + perlakuan F. oxysporum) P3 (pengobatan ekstrak buah kakao ekstrak 5% + perlakuan F. oxysporum), P4 (perlakuan ekstrak buah kakao 8% + perlakuan F. oxysporum) P5 (perlakuan benomyl + perlakuan F. oxysporum) Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungisida nabati dari ekstrak biji kakao mampu menghambat layu fusarium. Setiap perlakuan memiliki efek yang sama pada tinggi maksimum tanaman tomat, jumlah buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun dan berat buah tertinggi pada perlakuan ekstrak 8% dan terendah adalah 2% perlakuan ekstrak. Kata Kunci : Layu Fusarium, Fusarium Oxysporum, Fungisida Alami  Cultivation plants are inseparable from disease, this disease is caused by pathogens that can damage plant physiology processes. these pathogens can be either bacteria or fungi. Fusarium wilt is caused by fusarium oxysporum, in tomatoes this disease is caused by fusarium oxysporum f. sp lycopersici. This disease can cause huge losses to farmers. The use of synthetic fungicides has been widely used to control diseases caused by fusarium oxysporum but has a major adverse effect on the environment, therefore it is necessary to have an environmentally friendly biological fungicide in controlling the disease. This study aims to examine the effectiveness of natural fungicides obtained from cocoa pods. In this study 6 treatments were used, P0 (control of healthy plants without treatment), P1 (control of sick plants treated F. oxysporum), P2 (treatment of 2% cocoa pods extract + treatment of F. oxysporum ) P3 (treatment of cocoa pods extract 5 % + treatment of F. oxysporum ), P4 (treatment of 8% cocoa pods extract + treatment of F. oxysporum) P5 (treatment of benomyl + treatment F. oxysporum ) The results showed that vegetable fungicides from cocoa pods extract were able to inhibit fusarium wilt. Each treatment has the same effect on the maximum height of tomato plants, number of fruits and weight of fruit. The highest plant height, number of leaves and highest fruit weight was at 8% extract treatment and the lowest was 2% extract treatmen. Keywords: fusarium wilt. Fusarium oxysporum, natural fungicide
Pengaruh Penggunaan Media Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Peredaran Darah Kelas VIII SMP Negeri 2 Bulukumba Inayah Saleh Husnul; B Nurhayati; Oslan Jumadi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat4112802015

Abstract

Penelitian merupakan eksperimen semu, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media alat peraga pada materi sistem peredaran darah kelas VIII SMP Negeri 2 Bulukumba. Hasil analisis sttistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar untuk siswa kelompok eksperimen sebesar 79,3 dan kelompok kontrol sebersar 69,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media alat peraga terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem peredaran darah kelas VIII SMP Negeri 2 Bulukumba.Kata kunci:  Media Alat Peraga, Hasil Belajar, Sistem Peredaran Darah
Hubungan Antara Self Regulated Learning dengan Self Efficacy Mahasiswa melalui Strategi Blended Learning pada Perkuliahan Biologi Dasar Muhiddin Palennari; Firdaus Daud; Nurhayati B
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102262232021

Abstract

Self regulated learning merupakan suatu kemandirian yang harus ditumbuhkan agar mahasiswa tidak hanya tergantung pada informasi yang berasal dari dosen. Sedangkan, Self efficacy merupakan keyakinan dan harapan mengenai kemampuan individu untuk menghadapi tugasnya. Keduanya dapat ditumbuhkan dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan adalah strategi blended learning. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning dengan self efficacy mahasiswa pada Jurusan Biologi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Biologi angkatan tahun 2019 yang terdiri atas 158 orang. Sampel diambil secara acak sederhana yang terdiri atas 39 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket self regulated learning yang terdiri atas 30 item dan angket self efficacy yang terdiri dari 18 item. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian diperoleh nilar r = 0,619 dengan nilai signifikansi p = 0.000 lebih kecil dari α = 0,05. Dengan demikian disimpulkan bahwa ada hubungan antara self regulated learning dengan self efficacy mahasiswa pada perkuliahan Biologi Dasar. Dari hasil penelitian tersebut, self regulated learning dan self efficacy mahasiswa sebaiknya ditumbuhkembangkan dalam pembelajaran. Kata-kata kunci: self regulated learning, self efficacy, blended learningSelf-regulated learning is an independence in learning that must be promoted in order that students do not only rely solely on the information provided by lecturers. While, Self efficacy is a belief and hope regarding the ability of individuals to deal with their duties. Both can can be promoted by implementing appropriate learning strategies. One of the learnings strategies that can be implemented is the blended learning strategy. Accordingly, this research is conducted to assess the relationship between self regulated learning and student self-efficacy in the Department of Biology. The population in this study was all students of the Department of Biology in 2019 consisting of 158 people. The sample was taken by simple random sampling consisting of 39 people. The instrument used was a self regulated learning questionnaire consisting of 30 items, and a self-efficacy questionnaire consisting of 18 items. The research data was analyzed product moment correlation. The results obtained by value r = 0.619 with a significance value of p = 0.000 smaller than α = 0.05. Thus, it was concluded there was a relationship between self regulated learning and student self-efficacy in Basic Biology Class. From the results of the study, students' self-regulated learning and self-efficacy should be developed in learning.Keywords: self regulated learning, self efficacy, blended learnin
Hubungan antara Kemampuan Awal dengan Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Kimia Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Takalar Dewi Satria Ahmar
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 2 (2016): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat5232462016

Abstract

Kreativitas merupakan aspek yang diamanatkan dalam undang-undang dan menjadi hal yang diperlukan bagi perkembangan suatu bangsa agar dapat bersaing dengan bangsa yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kemampuan awal  dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto menggunakan paradigma ganda dengan dua variabel independen. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri Se-Kabupaten Takalar yang terdiri dari 39 kelas atau 1537 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified purposive random sampling dan dipilih kelas XI IPA di SMAN 1 Takalar, SMAN 3 Takalar, SMAN 1 Polongbangkeng Selatan, dan SMAN 3 Polongbangkeng Utara dengan jumlah peserta didik 134 orang. Data dikumpulkan dengan mengunakan tes kemampuan awal yang terdiri dari 16 item (α = 0,883) dan tes kreativitas verbal yang terdiri dari 18 item (α = 0,808). Dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana, diperoleh bahwa koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut adalah 0,619 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan awal dengan kemampuan berpikir kreatif dalam kimia dan hubungan kedua variabel merupakan hubungan yang positif.Kata kunci: kemampuan awal, kemampuan berpikir kreatif.ABSTRACTCreativity is an aspect that is mandated by law and become essential to the development of a nation in order to compete with other nations. The study aimed at examining the correlation between prior knowledge with creative thinking ability of students grade XI IPA at Public Senior high school in entire Takalar district. This study was an ex post facto research. The population was the entire students of grade XI IPA at public senior high school in the entire Takalar which consist of 39 classes with 1537 people. Sample was taken by employing stratified purposive random technique and obtained grade XI  IPA 1 students in SMAN 1 Takalar, SMAN 3 Takalar, SMAN 1 Polongbangkeng Selatan, and SMAN 1 Polongbangkeng Utara with 134 students. The instrument of the study used test of prior knowledge consisting of 16 items (α = 0.883) and test of verbal creativity that consist of 18 items (α = 0.808). by using correlation and simple regression analysis, study founded that coefficient correlation between these two variables is 0.619, p = 0.000 (p <0.05). This value indicated that there was correlation between prior knowledge with creative thinking ability in chemistry and the correlation between the two variables is a positive correlation.Key words: Prior knowledge, creative thinking ability