cover
Contact Name
Fatimah Zahra Nasution
Contact Email
welfare@unsil.ac.id
Phone
+6281221092136
Journal Mail Official
Welfare@unsil.ac.id
Editorial Address
Jalan Siliwangi No. 24, Kahuripan, Kec. Tawang Kota. Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 27232220     EISSN : 27232212     DOI : -
Core Subject : Economy,
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi merupakan peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang ilmu dan kajian Ekonomi Pembangunan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi meliputi hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama) dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya secara periodik dua kali dalam setahun yakni pada Bulan Mei dan Bulan November dalam setiap volume. WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi menerima manuskrip atau naskah artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkaitan dalam bidang kajian Ilmu Ekonomi Pembangunan dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Cakupan bidang kajian meliputi: Ekonomi Perencanaan Ekonomi Pembangunan Ekonomi Moneter Koperasi dan UMKM Ekonomi Publik Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ekonomi Regional Ekonomi Pertanian Ekonomi Industri Ekonomi Perdagangan Ekonomi Pariwisata Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Ekonomi Internasional Ekonomi Syariah Jurnal ini telah terdaftar pada Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) dengan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media online 2723-2212 dan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media cetak 2723-2220.
Articles 118 Documents
Potensi Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa dan Bali Dodi Tirtana
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.6064

Abstract

This research aims to identify what potential can be developed to increase economic growth with indicators of regional development. This study uses panel data published by the Central Bureau of Regional Statistics for the 2016 – 2021 period covering 7 provinces in Java and Bali. This object chooses considered to be the center of national economic growth. The variables used are the gross regional domestic product (GRDP) as the dependent variable while number of workers, investment, and exports as independent variables. The analysis technique for this research uses panel data regression with the fixed effect model (FEM) approach. The results showed that partially number of workers, investment has a positive and significant effect on gross regional domestic product. Exports have an impact on GRDP but negative. This finding is due to fluctuating values and decreasing when the pandemic hit. Meanwhile, other potentials that can be developed to be able support economic growth are labor and investment. The greater value of investment more and more ability to gather manpower optimally. Labor and investment have an important role in production activities.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi apa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan indikator pembangunan daerah. Studi ini menggunakan data panel yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Daerah periode 2016 – 2021 meliputi 7 provinsi pada Pulau Jawa dan Bali. Pemilihan obyek penleitian ini dinilai menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun variabel yang digunakan yakni produk domestik regional bruto (PDRB) sebagai variabel dependen dan jumlah tenaga kerja, investasi serta ekspor sebagai variabel independen. Teknik analisa pada panelitian ini menggunakan regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model (FEM).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah tenaga kerja, investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produk domestik regional bruto. Ekspor berdampak negatif signifikan terhadap PDRB. Temuan ini dikarenakan nilai fluktuatif dan menurun ketika pandemi melanda. Sedangkan potensi lain yang dapat dikembangkan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi adalah tenaga kerja dan investasi. Semakin besar nilai investasi maka mampu menghimpun tenaga kerja secara optimal. Tenaga kerja dan investasi memiliki peran penting dalam kegiatan produksi.
Integrasi Pasar Daging Sapi Nusa Tenggara Timur dengan Pasar Acuan di Indonesia Dira Asri Pramita; Januar Arifin Ruslan
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.5854

Abstract

East Nusa Tenggara is one of the beef-producing provinces in Indonesia. Market integration is an important indicator of market efficiency. This study analyzes the integration of the beef market in East Nusa Tenggara with the reference market in Indonesia. The data used is weekly data on beef prices in traditional markets, wholesalers, and modern markets in Kupang City, DKI Jakarta, and Surabaya City from 2018 to 2022. The analytical method used is the Ravallion model. The results found that the meat market in East Nusa Tenggara is not short or long term integrated with DKI Jakarta and City of Surabaya. Therefore, a basic beef price policy is needed for each middleman and a price information center is needed by coordinating between central and regional governments in maintaining one commodity price.Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi penghasil daging sapi di Indonesia. Integrasi pasar menjadi indikator penting agar pasar komoditas menjadi efisien. Penelitian ini menganalisis integrasi pasar daging sapi di Nusa Tenggara Timur dengan pasar acuan yang ada di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data mingguan harga daging sapi pada pasar tradisonal, pedagang besar dan pasar modern di Kota Kupang, DKI Jakarta, dan Kota Surabaya dari tahun 2018 sampai 2022. Metode analisis yang digunakan yaitu model Ravallion. Hasil penelitian menemukan bahwa pasar daging di Nusa Tenggara Timur tidak terintegrasi dalam jangka pendek dan jangka panjang dengan DKI Jakarta dan Kota Surabaya. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan harga dasar daging sapi untuk setiap lembaga pemasaran dan pusat informasi harga dengan mengkoordinasikan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga satu harga komoditas.
Pengaruh Indikator Makroekonomi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Prabowo, Rakhmat; Setiawan, Heri; Nur Elliot, Putri Destiani
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v4i2.8983

Abstract

The country's economic growth cannot be separated from the capital market as measured by the Jakarta Composite Index. The movement of the composite stock price index in Indonesia is very unstable and fluctuating. The purpose of this study was to determine the effect of macroeconomic factors, namely Interest Rates (BI7DRR), Inflation, Exchange Rate, World Oil Prices, and the Dow Jones Index on the Jakarta Composite Index on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017-2022. This study uses a quantitative approach with explanatory methods that examine research variables by analyzing data using the Ordinary Least Square method. The regression results using Eviews show that all independent variables in the model, namely Interest Rates (BI7DRR), Inflation, Exchange Rate,  World Oil Prices, and the Dow Jones Index affect the Composite Price Index, which is indicated by the probability value of each sequentially, namely 0.0230, 0.0003, 0.0014, 0.0001 and 0.0001. Then the results of the F test using Eviews show that the probability value of F in the regression model is 0.000. These results indicate that all the independent variables in the model have a simultaneous effect on the JCI dependent variable. In addition, the independent variables in the model can explain the dependent variable of 66.3% while the rest is explained by other variables outside the model. Pertumbuhan ekonomi negara tidak dapat dipisahkan dari pasar modal yang diukur dengan indeks harga saham gabungan. Pergerakan indeks harga saham gabungan di Indonesia sangat tidak stabil atau bersifat fluktuatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor makroekonomi, yaitu Suku Bunga (BI7DRR), Inflasi, KURS, Harga Minyak Dunia, dan Indeks Dow Jones terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2017–2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori yang menguji variabel-variabel penelitian dengan analisis data menggunakan metode ordinary least square. Adapun hasil regresi menggunakan Eviewsmenunjukkan bahwa semua variabel bebas dalam model, yaitu Suku Bunga (BI7DRR), Inflasi, KURS, Harga Minyak Dunia, dan Indeks Dow Jones berpengaruh terhadap Indeks Harga Gabungan, yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas masing-masing secara berurutan yaitu 0,0230, 0,0003, 0,0014, 0,0001, dan 0,0001. Kemudian hasil uji F menggunakan Eviews menunjukkan bahwa nilai probabilitas F pada model regresi tersebut sebesar 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua variabel independen dalam model berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen IHSG. Selain itu, variabel independen di dalam model dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 66,3%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
Desentralisasi Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Eks Keresidenan Banyumas 2011-2022 Ramadhan, Dwi Anto Ihza; Az zakiyyah, Nurul Azizah
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v4i1.6894

Abstract

This research focuses on the allocation of balancing funds which include revenue sharing funds, general allocation fund, and special allocation fund which influences economic growth in the Ex-Keresidenan region of Banyumas. The purpose of the research is to determine how much influence each independent variable has and also simultaneously on the dependent variable. The research method used is a quantitative approach with secondary data and using the panel data regression model with variables. Revenue sharing fund (X1), general allocation fund (X2), special allocation fund (X3) and economic growth (Y). The results showed that the special allocation fund variables had a negative and significant effect, while the revenue sharing fund and general allocation fund variables had a significant and positive effect on economic growth.Penelitian ini berfokus pada pengalokasian dana perimbangan yang meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus yang menjadi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Eks Keresidenan Banyumas. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing-masing variabel independen dan juga secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Dalam mengolah data menggunakan model regresi data panel dengan variabel dana bagi hasil (X1), dana alokasi umum (X2), dana alokasi khusus (X3), dan pertumbuhan ekonomi (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel dana alokasi khusus memiliki pengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel dana bagi hasil dan dana alokasi umum memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara bersama-sama dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Analisis Pengaruh Faktor Finansial Perusahaan terhadap Keputusan Investasi dalam Industri Makanan dan Minuman di Indonesia Meylani, Anisha; Komalasari, Sintya Dwi; Komaludin, Ade
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2024): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v5i1.10995

Abstract

This study aims to determine the factors that influence investment decision making in food and beverage industry companies. This research uses a sample of 5 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and is a company that has the highest Sustainable Enterprise Index in 2022 based on the Katadata Corporate Sustainability Index. Investment decision variables are proxied using Capital Expenditure to Book Value (CAPBVA) data. The data used is secondary data obtained from the publication of each company's financial statements published on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The method used is a quantitative approach using panel data regression and processed using E-views 12 software. The test results based on the Fixed Effect Model show that partially the Cash Flow and Return on Equity (RoE) variables have a significant negative effect on investment decisions. While the Liquidity and Leverage variables do not have a significant influence on investment decisions. Simultaneously the variables of Cash Flow, Liquidity, Leverage, and Return on Equity (RoE) have a significant influence on the Investment Decisions of Food and Beverage Companies. The Adjusted R2 obtained is 99%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan investasi di perusahaan-perusahaan industri makanan dan minuman di Indonesia yang menggunakan sampel 5 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan merupakan perusahaan yang memiliki Indeks Perusahaan Berkelanjutan tertinggi pada tahun 2022 berdasarkan Katadata Corporate Sustainability Index. Variabel keputusan investasi diproksikan menggunakan data Capital Expenditure to Book Value (CAPBVA). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi laporan keuangan masing-masing perusahaan yang diterbitkan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan software E-views 12. Hasil pengujian berdasarkan model Fixed Effect Model menunjukkan bahwa secara parsial variabel Arus Kas dan Return on Equity (RoE) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi. Sedangkan variabel Likuiditas dan Leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi. Secara simultan variabel Arus Kas, Likuiditas, Leverage, dan Return on Equity (RoE)  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Investasi Perusahaan Makanan dan Minuman. Adjusted R2 yang diperoleh adalah sebesar  99%.
Implikasi Pengembangan Ekowisata Kalitalang terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Muhammad, Muhammad; Widarjono, Agus
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v4i2.8640

Abstract

The tourism sector plays an important role in encouraging economic growth and being one of the sources of foreign exchange earnings. One that is developing and much in demand is tourism with the concept of ecotourism, combining nature conservation, preserving culture, and improving welfare with its economic activities. One of the ecotourism that has natural beauty, cultural potential is Kalitalang Ecotourism, in Balerante village, Klaten Regency. The purpose of this study was to examine the economic impact of the development of Kalitalang ecotourism in Balerante village. This study uses a qualitative approach as well as field studies. The result is that the development of Kalitalang ecotourism has a positive impact on the surrounding community through several ways: first, the opening of opportunities for local MSMEs, second, the development of village infrastructure, and supporting tourist attractions, third, environmental conservation with reduced sand mining, tree cutting, and maintained cleanliness from plastic waste, fourth, increasing Balerante Village tourism branding.Sektor pariwisata berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mampu menjadi sumber penerimaan devisa. Salah satu yang sedang berkembang dan banyak di minati adalah wisata dengan konsep ekowisata, menggabungkan konservasi alam, menjaga budaya, serta meningkatkan kesejahteraan dengan kegiatan ekonominya. Salah satu ekowisata yang memiliki keindahan alam, potensi budaya adalah Ekowisata Kalitalang, di Desa Balerante, Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak ekonomi dari pengembangan ekowisata Kalitalang di Desa Balerante. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta studi lapangan. Hasilnya adalah pengembangan ekowisata Kalitalang berdampak positif terhadap masyarakat sekitar melalui beberapa jalan: pertama, terbukanya peluang untuk UMKM lokal. Kedua, pembangunan infrastruktur desa, dan objek wisata pendukungnya. Ketiga, terciptanya konservasi lingkungan dengan berkurangnya penambangan pasir, penebangan pohon, dan terjaga kebersihan dari sampah plastik. Keempat, meningkatnya branding wisata Desa Balerante.
Analisis Pengaruh Sektor Industri Pangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2001-2022 Amalia, Syahidah; Hanapia, Asep Yusup; Kadarisman, Encang; Sukarso, Aso
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v4i1.7050

Abstract

Economic growth is usually always used to analyze the results of economic development that has been implemented in a region or country. The food industry is a very important factor in economic growth in an area to meet the food needs of people in Indonesia. Even though the food industry in Indonesia continues to experience significant growth, there are still problems in the structure of the food industry in Indonesia. The purpose of this study is to determine the significance of the influence of independent variables in analyzing the influence of the food industry sector on economic growth in Indonesia. The data obtained were based on data from the Central Bureau of Statistics (BPS) from 2001 to 2022. The method in this study used a quantitative approach, namely by using multiple regression analysis, classical assumption tests, and hypothesis testing. The results of this study show that the food and beverage industry variable (X₁) partially has a positive and significant influence on economic growth (Y) or Ho is rejected and Ha is accepted. While the paper industry (X₂) and rubber industry (X₃) variables partially have no effect on economic growth (Y) or Ho is accepted and Ha is rejected.Pertumbuhan ekonomi biasanya selalu digunakan untuk menganalisis hasil dari pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan di suatu daerah atau negara. Industri pangan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia. Meskipun industri pangan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, namun masih terdapat permasalahan dalam struktur industri pangan di Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel-variabel independen dalam menganalisis pengaruh sektor industri pangan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data yang diperoleh berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2001 sampai 2022. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis regresi berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa variabel industri makanan dan minuman (X₁) secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) atau Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan variabel industri kertas (X₂) dan industri karet (X₃) secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) atau Ho diterima dan Ha ditolak. 
Strategi Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Era Digital Firdaus, Lukman; Amelia, Resti; Hakim, Lukman
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2024): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v5i1.9631

Abstract

Indonesia is a country with very abundant natural resources. This can make Indonesia a country with the largest economy in the world. However, Indonesia still has social problems, namely poverty and unemployment. This research aims to explain this problem through empowerment, especially through improving micro, small, and medium enterprises (SMEs). This research method uses descriptive qualitative with a literature study approach supported by secondary data. The results of this research, viewed from an economic aspect, state that the existence of SMEs has an important role in improving the Indonesian economy, especially in the formation of Gross Domestic Product (GDP) and community welfare. The higher the level of social welfare, the higher the country's economic development and growth. For this reason, a strategy is needed to improve MSMEs, one of which is by utilizing advances in digital technology through e-commerce and social media. The government's role is to improve digital infrastructure so that internet access speed can be evenly distributed. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Hal ini dapat menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi skala besar di dunia. Akan tetapi, Indonesia masih memiliki kendala pada permasalahan sosial yaitu kemiskinan dan pengangguran. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk menguraikan masalah tersebut melalui pemberdayaan, khususnya melalui peningkatan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang didukung oleh data-data sekunder. UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, terutama terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, UMKM perlu dikembangkan salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital melalui e-commerce dan media sosial. Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam meningkatkan infrastruktur digital agar kecepatan akses internet dapat merata.
Bagaimana Harga, Promosi, dan Kepemilikan Kendaraan Memengaruhi Permintaan Ojek Online di Kalangan Mahasiswa? (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Siliwangi) Nugraha, Alek Surya; Azhari, Septian Cahya; Firmansyah, Muhamad Ferdy; Nasution, Fatimah Zahra
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v4i2.8995

Abstract

This research aims to determine the influence of price, promotion, and vehicle ownership on the demand for online motorcycle taxi services, both individually and collectively. Students of Siliwangi University for the academic period 2021-2022 were the target of our survey in this study, with a total population of 14,150 students, and 100 students were selected as samples. This research utilized the SEM-PLS method. Data were collected through observation, questionnaires, and literature reviews. The results indicate that the individual effects of price and promotion are positive and significant on the demand for online motorcycle taxi services. This means that as prices become more affordable and promotions become more attractive, the demand for online motorcycle taxi services increases. On the other hand, vehicle ownership has a negative and significant impact on the demand for online motorcycle taxi services, suggesting that an increase in vehicle ownership may lead to a decrease in demand for such services. As a recommendation, companies are advised to offer more attractive promotional deals, adjust prices according to regional coverage, and consider the impact of increased vehicle ownership in adjusting their business models.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh harga, promosi, dan kepemilikan kendaraan terhadap permintaan jasa ojek online baik secara parsial maupun bersama-sama. Mahasiswa universitas Siliwangi periode akademik 2021-2022 menjadi target survei kami dalam penelitian ini dengan total populasi 14.150 mahasiswa dan 100 mahasaiswa menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan metode SEM-PLS. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan review literatur. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh harga dan promosi secara individual adalah positif dan signifikan terhadap permintaan layanan ojek online. Artinya, semakin terjangkau harga dan semakin menarik promosinya, permintaan terhadap layanan ojek online meningkat. Di sisi lain, kepemilikan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan layanan ojek online, menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan dapat mengakibatkan penurunan permintaan terhadap layanan tersebut. Sebagai rekomendasi, perusahaan disarankan untuk menyajikan tawaran promosi yang lebih menarik, menyesuaikan harga dengan cakupan regional, dan mempertimbangkan dampak kepemilikan kendaraan yang meningkat dalam penyesuaian model bisnis mereka.
Pendekatan Non Parametik: Apakah Industri Penerbangan Indonesia Sudah Efisien? Nurcahyo, Yanuar Bangun; Rizky Ramadhan, Ghais; Supriadi, Apip; Tia Ardiani, Gusti; Hastuti LK, Dwi
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v4i1.7048

Abstract

The aviation industry is one of the industries engaged in the service sector, as well as air transportation which has a high level of effectiveness in time compared to several other types of transportation. The development of the Indonesian aviation industry has increased quite rapidly, and this can be seen from the birth of several airlines. However, the operational activities of these airlines are highly dependent on the availability of adequate resources. On the other hand, the availability of resources is decreasing every time. So that, to achieve good operational activities and no less important is the aspect of efficiency in it. The purpose of this study is to analyze the efficiency of the aviation industry in Indonesia by referring to several selected airlines during the 2017-2021 period. The data used in the research is secondary data of the time series type collected from each organizer's publication. The analytical method used is data envelopment analysis (DEA) oriented to the input and output level. The results of this study indicate that during the analysis period, Indonesian airlines have reached the efficiency stage with a relative efficiency score of 1.Industri penerbangan adalah salah satu industri yang bergerak di bidang jasa, serta transportasi udara memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam hal waktu dari beberapa jenis transportasi lainnya. Perkembangan industri penerbangan Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat, hal ini ditinjau dari lahirnya beberapa maskapai penerbangan. Akan tetapi, Kegiatan operasional maskapai-maskapai tersebut sangat bergantung terhadap ketersediaan sumber daya yang. Di sisi lain ketersediaan sumber daya semakin mengalami penyusutan setiap waktunya. Sehingga untuk mencapai kegiatan operasional yang baik dan berkelanjutan diperlukan aspek efisiensi di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis terkait efisiensi industri penerbangan di Indonesia merujuk pada beberapa maskapai yang dipilih selama rentang periode 2017-2021. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder berjenis runtun waktu yang dihimpun dari setiap publikasi maskapai. Metode analisis yang digunakan adalah data envelopment analysis (DEA) yang berorientasi pada tingkat input dan output. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa selama rentang periode analisis maskapai penerbangan Indonesia sudah mencapai tahap efisiensi dengan skor efisiensi relatif berada di angka 1.

Page 7 of 12 | Total Record : 118