cover
Contact Name
Fatimah Zahra Nasution
Contact Email
welfare@unsil.ac.id
Phone
+6281221092136
Journal Mail Official
Welfare@unsil.ac.id
Editorial Address
Jalan Siliwangi No. 24, Kahuripan, Kec. Tawang Kota. Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 27232220     EISSN : 27232212     DOI : -
Core Subject : Economy,
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi merupakan peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang ilmu dan kajian Ekonomi Pembangunan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi meliputi hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama) dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya secara periodik dua kali dalam setahun yakni pada Bulan Mei dan Bulan November dalam setiap volume. WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi menerima manuskrip atau naskah artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkaitan dalam bidang kajian Ilmu Ekonomi Pembangunan dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Cakupan bidang kajian meliputi: Ekonomi Perencanaan Ekonomi Pembangunan Ekonomi Moneter Koperasi dan UMKM Ekonomi Publik Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ekonomi Regional Ekonomi Pertanian Ekonomi Industri Ekonomi Perdagangan Ekonomi Pariwisata Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Ekonomi Internasional Ekonomi Syariah Jurnal ini telah terdaftar pada Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) dengan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media online 2723-2212 dan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media cetak 2723-2220.
Articles 118 Documents
Bagaimana Peran Konsumsi Bidang Energi dan Sumber Daya Alam Dapat Mempengaruhi Produk Domestik Bruto? (Studi Kawasan Asia Tenggara Periode 2004-2018) Firmansyah, Muhamad Ferdy; Nasution, Fatimah Zahra; Efendi, Muhamad Fauzi
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.594 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4747

Abstract

This study aims to determine the effect of energy consumption and renewable energy consumption on gross domestic product in Southeast Asia. Panel data is used as a data analysis technique in this study. The variables used are based on the concept of the Cobb-Douglas production function by taking the concepts of capital and labor, then two non-renewable and renewable energy consumption models are made. This study covers the Southeast Asian region covering Indonesia, Malaysia, Thailand, the Philippines and Vietnam in the period 2004-2018. It was found that foreign direct investment did not affect economic growth in environmental economic modeling. Furthermore, non-renewable energy consumption is still a significant factor in realizing a growing GDP. On the other hand, the renewable energy has a negative influence on GDP, which means that the economic increase in Southeast Asia is more dominantly supported by total energy consumption which is dominated by non-renewable energy. Need support and commitment to policies both nationally and regionally in the adaptation of renewable energy in Southeast Asia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi energi tidak terbarukan dan konsumsi energy terbarukan terhadap produk domestik bruto di Asia Tenggara. Data panel digunakan sebagai teknik analisis data pada studi ini. Adapun variabel yang digunakan didasarkan pada konsep fungsi produksi Cobb-douglas dengan mengambil konsep modal dan tenaga kerja, selanjutnya dibuat dua pemodelan konsumsi energi tidak terbarukan dan terbarukan. Studi ini memfokuskan pada kawasan Asia Tenggara meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, dan Vietnam pada periode 2004-2018. Ditemukan bahwa foreign direct investment tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada pemodelan ekonomi lingkungan. Selanjutnya ditemukan bahwa konsumsi energi tidak terbarukan masih menjadi faktor signifikan dalam mewujudkan PDB yang bertumbuh. Pada posisi lain yaitu energi terbarukan memiliki pengaruh negatif pada PDB yang memiliki arti kenaikan ekonomi di Asia Tenggara lebih dominan didukung oleh konsumsi energi secara total yang didominasi energi tidak terbarukan. Diperlukan dukungan dan komitmen pada kebijakan baik secara nasional dan regional dalam adaptasi konsumsi energi terbarukan di Asia Tenggara.
Analisis Keterkaitan antar Sektor Kunci Berdasarkan Data Input Output Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2012 Sukarso, Aso; Hanapia, Asep Yusup; Budhi.L.S, Chandra
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.317 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3627

Abstract

This study aims to determine the backward linkages and forward linkages between key sectors in Tasikmalaya Regency. The data used is the Table of Input Output (BPS) of Tasikmalaya Regency in 2012. The data analysis in this study uses standard deviation processed by Excel. This study uses several approaches, namely: backward linkage and direct backward spreads; direct and indirect total backward linkage; direct, indirect, and induced total backward linkage; forward linkage and direct forward spreads; direct and indirect total forward linkages; direct, indirect, and induced total forward linkages. Based on the results of the study, it was found that sector 3 (processing industry) is a key sector that is directly, indirectly, and affected, this sector asks for inputs in other sectors equally. Meanwhile, sector 6 (trade, hotels and restaurants) is a key sector because directly, indirectly, and affected, this sector demands output in other sectors equally.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan antar sektor kunci di Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan adalah tabel Input Output (BPS) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2012. Analisis data pada penelitian ini menggunakan standar deviasi yang diolah dengan Excel. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan, yaitu: keterkaitan ke belakang dan penyebaran ke belakang langsung; keterkaitan ke belakang total langsung dan tidak langsung; keterkaitan ke belakang total langsung, tidak langsung, dan terimbas; keterkaitan ke depan dan penyebaran ke depan langsung; keterkaitan ke depan total langsung dan tidak langsung; keterkaitan ke depan total langsung, tidak langsung, dan terimbas. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa sektor 3 (industri pengolahan) adalah sektor kunci karena secara langsung, tidak langsung, dan terimbas, sektor ini meminta input atau faktor produksi pada sektor-sektor lain secara merata. Adapun sektor 6 (perdagangan, hotel dan restoran) adalah sektor kunci oleh karena secara langsung, tidak langsung, dan terimbas, sektor ini meminta output atau hasil produksi pada sektor-sektor lain secara merata.
The Performance of Excellent Sectors for Economic Development in Morotai Island Runtunuwu, Prince Charles Heston; Soamole, Bakri; Khotib, Muhammad
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2021): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.201 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i1.2753

Abstract

This study aims to analyze the pattern of economic growth in Morotai Island. To find out the pattern of economic growth, an analysis of economic growth analysis, Location Quotient (LQ), Klassen Typology and Shift Share Analysis are used. The results showed that the pattern of economic growth in Morotai Island Regency from the year of 2010 to 2017 had a positive trend through the Klassen Typology analysis, although the GRDP growth rate and per capita income show a positive trend, but the increase is still below the national level so that Morotai Island Regency is in quadrant IV position (the category of regions is relatively underdeveloped), Based on LQ analysis, four leading sectors were obtained, which are the base sectors of  Morotai Island Regency in 2017 Based on the shift share analysis, the sectors that had the highest national share were agriculture, forestry and fisheries. The negative proportional shift value indicates that although it has a positive trend, the growth rate is slower compared to North Maluku.  The projected results show that economic growth from 2017 will increase by 24.06 percent in 2019, it is hoped that the Regional Government can increase economic growth by giving special attention to leading sectors that have the potential to increase economic growth.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pulau Morotai dan untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi,digunakan beberapa analisa yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Location Quotient (LQ), Tipologi Klassen dan Analisis Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2010 hingga tahun 2017 memiliki tren positif. Melalui analisis Tipologi Klassen, meskipun laju pertumbuhan PDRB dan pendapatan perkapita menunjukkan tren positif, namun peningkatannya masih di bawah nasional sehingga menempatkan Kabupaten Pulau Morotai berada pada posisi kuadran IV (kategori daerah relatif tertinggal). Dengan analisis LQ Diperoleh 4 sektor unggulan yang merupakan sektor basis Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2017. Berdasarkan analisis shift share, sektor yang memiliki national share tertinggi adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Nilai proportional shift yang negatif, menunjukkan bahwa meskipun memiliki tren positif namun tingkat pertumbuhan lebih lambat dibandingkan dengan Provinsi Maluku Utara. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun 2017 akan meningkat sebesar 24,06 persen pada tahun 2019. Diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor unggulan yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hubungan Kinerja Internal dan Guncangan Makroekonomi terhadap Profitabilitas Lembaga Pembiayaan Syariah di Indonesia Periode 2015-2019 Amirullah, Mulia
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 1, No 2 (2020): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.781 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v1i2.2092

Abstract

This study aims to analyze the internal performance and macroeconomic variables that affect the profitability of Islamic financial institutions in Indonesia. The data analysis used was Vector Auto-Regressive (VAR) / Vector Error Correction Model (VECM). The type of data used is secondary data using monthly data for the period of 2015 to 2019. The variables observed are the profit of Islamic finance companies in Indonesia, the Financing to Asset Ratio (FAR) of Islamic finance companies as internal performance, as well as inflation, GDP, value exchange as a macroeconomic variable. The results of the study indicate that inflation has a negative correlation to earnings, while the GDP and exchange rate variables have a positive correlation to earnings. From the internal side, FAR is positively correlated with profit even though with a relatively small coefficient of 0.05, this indicates that FAR is only a rule that must be fulfilled by financing industry players. The response of profitability to inflationary pressure and GDP is in positive and negative areas due to exchange rate pressures. Forecasting the contribution of pressure to the observed research variables on changes in company earnings the highest is inflation, the second is the GDP variable, the next is the FAR variable, and the lowest in the exchange rate variable. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja internal dan variabel makro ekonomi yang memengaruhi profitabilitas lembaga pembiayaan syariah di Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah Vector Auto Regresif (VAR)/ Vector Error Correction Model (VECM). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan data bulanan periode 2015 sampai 2019. Adapun variabel-variabel yang diamati adalah laba perusahaan pembiayaan syariah di Indonesia, Financing to Asset Ratio (FAR) perusahaan pembiayaan syariah sebagai kinerja internal, serta inflasi, GDP, nilai tukar sebagai variabel makroekonomi. Hasil penelitian menyatakan bahwa inflasi berkorelasi negatif terhadap laba, sedangkan variabel GDP dan nilai tukar berkorelasi positif terhadap laba. Dari sisi internal, FAR berkorelasi positif terhadap profit meskipun dengan koefisien relatif kecil sebesar 0,05, hal ini mengindikasikan bahwa FAR hanya sebatas aturan yang wajib dipenuhi oleh pelaku industri pembiayaan. Respon dari profitabilitas terhadap tekanan inflasi dan GDP berada pada area positif dan negatif akibat tekanan nilai tukar. Peramalan konstribusi tekanan variabel-variabel penelitian yang diamati terhadap perubahan laba perusahaan yang tertinggi adalah inflasi, kedua adalah variabel GDP, berikutnya variabel FAR dan yang terendah variabel nilai tukar.
Transaksi Non Tunai pada Masa Pandemi Covid-19: Benarkah Menurun Signifikan? Nugraha, Cindera Syaiful; Surgawati, Iis; Kurniawan, Dian
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.6 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4862

Abstract

In addition to the benefits and ease of use, non-cash transactions are also expected to be able to minimize the risk of spreading the virus through physical contact in cash transactions. However, restrictions on community activities that have an impact on reducing purchasing power are allegedly reducing financial transactions, including non-cash transactions. This study aims to determine whether non-cash financial transactions through card payment instruments (APMK) consisting of ATM/ATM+debit cards and credit cards and electronic money in Indonesia during the Covid-19 pandemic experienced a significant decline or not, both in terms of volume as well as in transaction value. The research method used is descriptive method with a quantitative approach, while the data analysis method uses Two Independent Sample t-Test. With the time series data structure obtained from the Bank Indonesia website for the period of 14 months before the pandemic (January 2019 – February 2020) and 20 months of the pandemic (March 2020 – October 2021) it was found that during the pandemic there was an insignificant decrease in volume and value. ATM/ATM+debit card transactions, while the volume and value of transactions via credit cards decreased significantly. Different results were shown by transactions through electronic money, where the volume of transactions decreased insignificantly while the value of transactions actually increased significantly.Selain kemanfaatan dan kemudahan dalam penggunaannya, transaksi non tunai  juga diharapkan mampu meminimalisir risiko penyebaran virus  melalui kontak fisik pada transaksi secara tunai. Namun pembatasan aktivitas masyarakat yang berdampak menurunkan daya beli disinyalir mengurangi transaksi keuangan termasuk transaksi non tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah transaksi keuangan non tunai melalui alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang terdiri dari kartu ATM/ATM+debit dan kartu kredit serta uang elektronik di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan atau tidak, baik dalam  volume maupun dalam nilai transaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif sedangkan  metode analisis data menggunakan two independent sample t-test. Dengan struktur data time series yang diperoleh dari website Bank Indonesia periode 14 bulan sebelum pandemi (Januari 2019 – Februari 2020) dan  20 bulan masa pandemi (Maret 2020 – Oktober 2021) diperoleh hasil bahwa pada masa pandemi terjadi penurunan yang tidak signifikan pada volume dan nilai  transaksi kartu ATM/ATM+debit sedangkan volume dan nilai transaksi melalui kartu kredit terjadi penurunan yang signifikan. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh transaksi melalui uang elektronik, di mana volume transaksi menurun tidak signifikan sedangkan nilai transaksi justru meningkat signifikan.
Analisis Pengaruh Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung dan Jumlah Penduduk Terhadap Struktur Ekonomi Primer Provinsi Bengkulu Prasetyo, Dio; Barika, Barika; Septriani, Septriani; Armelly, Armelly
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.6074

Abstract

The objective of this research is to analyze the effect of direct expenditure, indirect expenditure, and population on the primary economic structure in Bengkulu Province. The analytical method used in this research is panel data regression analysis which is a combination of time series data and cross-section data. The data used in this research is secondary data obtained from the Central Statistics Agency of Bengkulu Province during 2010-2020 as well as other supporting reports. The data collected are direct expenditure, indirect expenditure, and population. The data used in this study is secondary data obtained from the Central Statistics Agency for 2010-2020 as well as other supporting reports. Based on the panel data regression results, the best model obtained in this study is the random effect model. The results of the study show that indirect spending and population have a significant effect on the primary economic structure in Bengkulu Province, while direct expenditure has no effect on the primary economic structure in Bengkulu Province. While simultaneously direct expenditure, indirect spending, and total population have a significant impact on district/city regional spending in Bengkulu Province with an R-squared amount of 93 percent.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja langsung, belanja tidak langsung, dan jumlah penduduk terhadap struktur ekonomi primer di Provinsi Bengkulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel yang merupakan kombinasi data time series dan data cross section. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu selama tahun 2010-2020 serta laporan pendukung lainnya. Data yang dikumpulkan adalah belanja langsung, belanja tidak langsung dan jumlah penduduk. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik tahun 2010-2020 serta laporan pendukung lainnya. Berdasarkan hasil regresi data panel, model terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah random effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja tidak langsung dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap struktur ekonomi primer di Provinsi Bengkulu sedangkan belanja langsung tidak berpengaruh terhadap struktur ekonomi primer di Provinsi Bengkulu. Adapun secara bersama-sama belanja langsung, belanja tidak langsung dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dengan besaran R-squared sebesar 93 persen.
Pertumbuhan Laba Usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk Tahun 2012-2021 : Sebuah Analisis Profitabilitas Agustini, Soffy; Magdalena, Anggi Ismiati; Gea, Fitri Karni
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.5892

Abstract

The purpose of this research to analyze the effect of return on asset, return on equity, net profit margin on profit growth partially of PT Indofood Sukses Makmur Tbk exchange period 2012-2021. The references used in this study are assisted by the new Mendeley application version 2.80 and data used in this research was secondary data as 10 samples with saturated sampling. The method used to analyze data by describing the data that has been collected without intending to make general conclusions and generalizations is descriptive quantitative analysis technique, partial test, simultaneous test, and coefficient of determination. The findings of this research identified that return on asset on profit growth was no significance of 1,155 and p-value of 0,947. Then, return on equity on profit growth was no significance of 0,372 and p-value of 0,977 and net profit margin on profit growth no significance of 10,091 and p-value of 0,182. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh return on asset, return on equity, net profit margin terhadap pertumbuhan laba perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2012-2021. Referensi yang digunakan dalam penelitian ini dibantu dengan aplikasi Mendeley versi terbaru 2.80 dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder sebanyak 10 sampel dengan sampel jenuh. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara medeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum dan generalisasi adalah Teknik analisis deskriptif kuantitatif, uji parsial, uji bersama-sama, dan koefisien determinasi. Temuan penelitian ini mengidentifikasi bahwa secara parsial, return on asset pada pertumbuhan laba tidak signifikan pada 1,155 dan p-value sebesar 0,947. Kemudian, return on equity pada pertumbuhan laba tidak signifikan pada 0,372 dan p-value 0,977 dan net profit margin pada pertumbuhan laba tidak signifikan pada 10,091dan p-value 0,182.
Pengantar Redaksi dan Daftar Isi Editorial Team
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.6782

Abstract

Pengantar Redaksi dan Daftar Isi
Analisis Sektor Ekonomi Unggulan Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2010-2021 Prasetyo, Rizki Maulana; Hamzah, Risna Amalia
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.5995

Abstract

This study examines Klassen typology in Tasikmalaya Regency by identifying gross domestic regional bruto based on constant price 2010 to measure one of the superior sectors between 17 sectors interpreted in Tasikmalaya Regency from 2010-2021. Tasikmalaya Regency has numerous potentials especially in agriculture. Tasikmalaya Regency has significant hectares for agriculture. To interpret another numerous potentials, the methods of Klassen typology result must contain the superior sector as primary indicator to adequate coherency between agricultural and other commodities produced in Tasikmalaya Regency. Another potential of Tasikmalaya Regency is in extensive trades, and industries by identifying the amount of GDRP coherently and amount of industries such as the rectification industry of animal skins, chemical, tools, tobacco, and boutique. The methodology of research is using Klassen typology by measuring 17 sectors in gross domestic regional product based on constant price 2010. The criteria of Klassen typology are interpreted by indicating each of the contribution sectors and the growth of the economy in each sector in GDRP and stratified to four segments that contains prime sector, growth sector, potential sector, and underdeveloped sector. The result of this research indicates Tasikmalaya Regency has superior commodities in agriculture, extensive trades, information and communication, monetary and insurance, real estate, company services, and education.Penelitian ini mempelajari tentang tipologi Klassen di Kabupaten Tasikmalaya dengan mengidentifikasi produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan tahun 2010 untuk mengukur sektor unggulan di antaranya 17 sektor ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya tahun 2010 sampai 2021. Kabupaten Tasikmalaya memiliki banyak potensi khususnya pada sektor pertanian, dimana Kabupaten Tasikmalaya memiliki lahan yang luas untuk melakukan kegiatan pertanian. Untuk menginterpretasikan potensi lainnya di Kabupaten Tasikmalaya, hasil dari analisis tipologi Klassen harus menunjukkan sektor unggulan lainnya di bidang pertanian atau sektor lainnya di Kabupaten Tasikmalaya seperti perdagangan besar dan industri dengan mengidentifikasi dari jumlah PDRB dan jumlah industri kulit, kimia, peralatan, tembakau, dan batik. Metode penelitian yang digunakan adalah tipologi Klassen dengan mengukur 17 sektor dalam PDRB dan diklasifikasikan ke dalam beberapa segmen seperti sektor prima, sektor berkembang, sektor potensial, dan sektor terbelakang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi unggulan di sektor pertanian perdagangan besar, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa perusahaan, dan pendidikan.
Analisis Determinasi Tingkat Inflasi di Kota Tasikmalaya Periode 2013-2022 Restuna, Tia; Sallbiyah, Siti; Nafisa, Nabila Awaliatu
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v3i2.5104

Abstract

This study aims to analyze the effect of the exchange rate, interest rate (BI rate), regional minimum wage (UMR), and population on inflation in Tasikmalaya City with an observation period from 2003 to 2022. The data used in this study is data consisting of annual data. The analytical method used is multiple regression analysis. The data processing is done using SPSS. The results of the study show that partially the exchange rate (exchange rate), interest rate (BI rate), and population have a positive effect on the value of inflation. Meanwhile, the regional minimum wage (UMR) variable has multicollinearity. The test results for the coefficient of determination show that the R-Square value is 0.594 or 59.4%. Simultaneously, changes in exchange rate variables (exchange rates), interest rates (BI rate) and population have a significant positive effect on inflation in Tasikmalaya City.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara nilai tukar (kurs), suku bunga (BI rate), upah minimum regional (UMR) dan jumlah penduduk terhadap inflasi di Kota Tasikmalaya dengan periode pengamatan dari tahun 2003 sampai tahun 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang terdiri dari data tahunan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar (kurs), suku bunga (BI rate) dan jumlah penduduk memengaruhi nilai inflasi secara positif. Sementara itu, terjadi multikolinearitas pada variabel upah minimum regional (UMR). Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai R-Square sebesar 0,594 atau 59,4%. Secara bersama-sama perubahan variabel nilai tukar (kurs), suku bunga (BI rate) dan jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap inflasi di Kota Tasikmalaya.

Page 5 of 12 | Total Record : 118