cover
Contact Name
Anton Subarno
Contact Email
antonsubarno@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281329027365
Journal Mail Official
jikap@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS Gedung B Lantai 1 FKIP UNS, Jl. Ir, Sutami, No.36A Kentingan Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi (JIKAP)
ISSN : -     EISSN : 26140349     DOI : https://dx.doi.org/10.20961/jikap
Core Subject : Education, Social,
JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) berisi artikel tentang hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang bidang komunikasi, administrasi perkantoran dan pendidikan.
Articles 329 Documents
Digital-era correspondence management: a case study at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tri Suwarno Handoko Noviyanto; Assami Putri Bayina
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.112173

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital berdampak pada pemanfaatan layanan persuratan di instansi pemerintah, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen persuratan era digital pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan diwakili Fakultas Dirasat Islamiyah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dan Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Bagian Umum Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan pegawai yang mengelola persuratan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur surat masuk dan keluar pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas, dengan perbedaan pada tingkat pemanfaatan layanan digital di tiap unit kerja. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya sistem persuratan digital yang terintegrasi, penerapan disposisi online, tanda tangan elektronik, serta pengiriman surat resmi internal untuk mendukung efektivitas, efisiensi, dan penerapan paperless office. Kata kunci : digitalisasi; paperless office; persuratan; tata naskah dinasAbstract: The advancement of digital technology has influenced the utilization of correspondence services in government institutions, including UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This study aims to analyze digital-era correspondence management at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, represented by the Faculty of Dirasat Islamiyah, the Faculty of Da’wah and Communication Sciences, and the Subdivision of Administration and Household Affairs, Bureau of General Administration and Personnel. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving staff directly managing correspondence through interviews, observations, and document analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman’s model, including data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the flow of incoming and outgoing letters at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta complies with the Decree of the Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia Number 9 of 2016 concerning Guidelines for Official Correspondence, with variations in the extent of digital service utilization across units. The study recommends the establishment of an integrated digital correspondence system, the adoption of online disposition, electronic signatures, and official internal letter delivery to enhance effectiveness, efficiency, and the implementation of a paperless office. Keywords: digitalization; correspondence administration; official document management;  paperless office
Processing Fitri Dzakiyatul Innayah; Ismiyati Ismiyati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.108657

Abstract

Processing   
The influence of self-efficacy and family environment on students' entrepreneurial interest Ahmad Ridho Fadhlurrohman; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114422

Abstract

Abstrak: Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap kewirausahaan masih relatif rendah, dengan sebagian besar lulusan lebih memilih pekerjaan formal dibandingkan wirausaha mandiri. Kecenderungan serupa ditemukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian ini mengkaji pengaruh (1) efikasi diri terhadap minat berwirausaha, (2) lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha, dan (3) pengaruh simultan efikasi diri dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa PAP FKIP UNS. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan metode survei diterapkan dalam penelitian ini. Teknik total sampling digunakan sehingga diperoleh 99 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan, sebagaimana dikonfirmasi oleh nilai thitung yang melebihi ttabel dan nilai Fhitung yang melebihi Ftabel. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kesiapan psikologis melalui pengembangan efikasi diri dan peningkatan sistem dukungan berbasis keluarga merupakan strategi institusional yang esensial dalam menumbuhkan minat berwirausaha di perguruan tinggi, khususnya pada program studi non-bisnis. Kata kunci : solusi pengangguran; dukungan keluarga; keberanian diriAbstract: Emerging evidence suggests that student interest in entrepreneurship remains relatively low, with most graduates preferring formal employment over self-employment. A similar tendency has been observed among students in the Office Administration Education (PAP) Study Program at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS). This study examined the effects of (1) self-efficacy on entrepreneurial interest, (2) family environment on entrepreneurial interest, and (3) the simultaneous influence of self-efficacy and family environment on the entrepreneurial interest of PAP FKIP UNS students. A quantitative approach with a correlational design was employed, utilizing a survey method. Total sampling was applied, yielding 99 student respondents. Data were collected through a questionnaire validated for reliability and validity, and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS. The results demonstrate that both self-efficacy and family environment exert positive and statistically significant effects on students' entrepreneurial interest, both partially and simultaneously, as confirmed by tvalues exceeding the ttable threshold and an Fvalue exceeding the Ftable threshold. These findings indicate that strengthening psychological readiness through self-efficacy development and enhancing family-based support systems constitute essential institutional strategies for cultivating entrepreneurial interest in higher education, particularly within non-business-oriented academic programs. Keywords : unemployment solution; family support; self courage
Learning environment and interactive media: effects on vocational students' learning interest Lilik Alfian; Patni Ninghardjanti
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.111363

Abstract

Abstrak: Rendahnya minat belajar siswa sering kali menjadi penghambat dalam mencapai potensi akademik, yang dipicu oleh kurangnya stimulus lingkungan dan penggunaan metode pembelajaran yang monoton. Penelitian difokuskan menganalisis tiga aspek utama, yaitu: (1) pengaruh lingkungan belajar terhadap minat belajar; (2) pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar; serta (3) pengaruh secara bersamaan antara lingkungan belajar dan media interaktif terhadap minat belajar siswa jurusan MPLB di SMK Negeri 1 Boyolali. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari 104 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dihimpun menggunakan instrumen kuesioner tertutup berbasis skala likert 5 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Kemudian diolah menggunakan uji regresi linear berganda melalui perangkat lunak IBM SPSS25. Temuan riset mengindikasikan bahwa: (1) lingkungan belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap minat belajar (sig. 0,00 < 0,05; thitung 4,299 > 1,984); (2) media pembelajaran interaktif memiliki dampak positif dan signifikan pada minat belajar (sig. 0,00 < 0,05; thitung 6,362 > 1,984); dan (3) secara bersamaan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa (sig. 0,00 < 0,05; Fhitung 88,848 > 3,094). Implikasi praktis penelitian ini menegaskan sekolah perlu memprioritaskan integrasi teknologi interaktif dan perbaikan fasilitas fisik guna mengoptimalkan atensi akademik siswa. Kata kunci: atensi akademik; ekosistem pendidikan; kuantitatif; regresi linear berganda; visualisasi instruksional Abstract: Low student interest in learning frequently constitutes a barrier to the realization of academic potential, attributable to insufficient environmental stimulation and the adoption of monotonous instructional methods. This study examined three primary objectives: (1) the influence of the learning environment on learning interest; (2) the influence of interactive learning media on learning interest; and (3) the simultaneous influence of both the learning environment and interactive media on the learning interest of students in the Office Management and Business Services (MPLB) program at SMK Negeri 1 Boyolali. A quantitative approach with a correlational design was employed. Participants comprised 104 students selected through simple random sampling. Data were collected using a closed-ended questionnaire instrument based on a five-point Likert scale, the validity and reliability of which had been previously verified. Data were subsequently analyzed using multiple linear regression via IBM SPSS Statistics 25. The findings indicate that: (1) the learning environment exerted a positive and significant influence on learning interest (p = .000 < .05; t(102) = 4.299 > 1.984); (2) interactive learning media exerted a positive and significant influence on learning interest (p = .000 < .05; t(102) = 6.362 > 1.984); and (3) both independent variables simultaneously exerted a significant influence on student learning interest (p = .000 < .05; F(2, 101) = 88.848 > 3.09). The practical implications of this study highlight the need for schools to prioritize the integration of interactive technology alongside improvements to physical facilities in order to optimize student academic engagement. Keywords: academic attention; educational ecosystem; instructional visualization; multiple linear regression; quantitative
Processing Nisa Putri Nurmalasari; Kunthi Ratna Dewi; Destia Rizky Zahra; Halimah Azzahra; Aurell Bilqiza Azzukrufi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.112077

Abstract

Processing
Discount and promotion strategies as drivers of consumer buying behavior on TikTok Shop Elnis Krisdayantiana Halawa; Khamo Waruwu; Mella Yunita
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.115885

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diskon dan promosi terhadap keputusan pembelian produk skincare Glad2Glow di TikTok Shop. Variabel independen dalam penelitian ini adalah diskon dan promosi, sedangkan keputusan pembelian merupakan variabel dependen. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi konsumen yang membeli produk Glad2Glow melalui TikTok Shop, melibatkan 103 responden sebagai sampel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi 5% dan diolah melalui SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 16,013 lebih besar dari Ftabel 3,09 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa diskon dan promosi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Glad2Glow. Dengan demikian, strategi diskon dan promosi terbukti efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada platform TikTok Shop. Kata kunci: insentif harga; komunikasi pemasaran digital; pembelian e-commerceAbstract: This study aimed to analyze the effects of discount and promotion strategies on the purchase decisions of consumers purchasing Glad2Glow skincare products through the TikTok Shop platform. The independent variables comprised discounts and promotions, while the dependent variable was purchase decision. A quantitative research design was employed, and data were collected from 103 respondents who had purchased Glad2Glow products via TikTok Shop. Multiple linear regression analysis was conducted at a significance level of 5% using SPSS version 25. The results revealed that the calculated F-value of 16.013 exceeded the Ftable value of 3.09, with a significance level of .000 < .05. These findings indicate that discount and promotion strategies simultaneously exert a positive and significant effect on purchase decisions for Glad2Glow products. Accordingly, discount and promotion strategies are demonstrated to be effective mechanisms for increasing consumer purchase decisions on the TikTok Shop platform. Keywords: digital marketing communication; e-commerce purchasing; price incentives
Entrepreneurial practice and family environment as predictors of student entrepreneurial motivation Audiva Salma Azzahra; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.113599

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh praktik kewirausahaan dan lingkungan keluarga terhadap motivasi berwirausaha siswa kelas XI MPLB SMK Negeri 1 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Populasi berjumlah 105 siswa; sampel sebanyak 83 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin eror 5% dan teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) praktik kewirausahaan berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap motivasi berwirausaha, t(81) = 10,222, p = 0,000; (2) lingkungan keluarga berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap motivasi berwirausaha, t(81) = 9,995, p = 0,000; dan (3) keduanya secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi berwirausaha, F(2, 80) = 151,108, p = 0,000. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ŷ = 5,274 + 0,749X₁ + 0,492X₂ dengan R² = 0,791. Sumbangan efektif praktik kewirausahaan dan lingkungan keluarga masing-masing sebesar 40,3% dan 38,8%, dengan sumbangan relatif sebesar 51% dan 49%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua variabel merupakan determinan penting motivasi berwirausaha siswa kejuruan. Kata kunci: aktivitas kewirausahaan; dukungan keluarga; motivasi; semangat kewirausahaanAbstract: This study examined the influence of entrepreneurial practice and family environment on the entrepreneurial motivation of Grade XI Business Management and Services (MPLB) students at SMK Negeri 1 Surakarta. A quantitative causal design was employed with a population of 105 students; 83 were selected using Slovin's formula (5% margin of error) and proportionate random sampling. Data were collected via a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 26. Results demonstrated that: (1) entrepreneurial practice had a significant partial positive influence on entrepreneurial motivation, t(81) = 10.222, p = .000; (2) family environment had a significant partial positive influence on entrepreneurial motivation, t(81) = 9.995, p = .000; and (3) both variables jointly exerted a significant simultaneous positive influence, F(2, 80) = 151.108, p = .000. The regression equation was Ŷ = 5.274 + 0.749X₁ + 0.492X₂, with R² = .791. The effective contributions of entrepreneurial practice and family environment were 40.3% and 38.8%, with relative contributions of 51% and 49%, respectively. These findings indicate that both variables are significant determinants of vocational students' entrepreneurial motivation. Keywords: entrepreneurial activity; entrepreneurial spirit; family support; motivation
University students' perceptions of entrepreneurship as a profession: a phenomenological study Diaz Wijaya; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114337

Abstract

Abstrak: Rendahnya minat mahasiswa terhadap profesi wirausaha menunjukkan perlunya pemahaman mendalam mengenai bagaimana mahasiswa memersepsikan profesi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengalaman mahasiswa Prodi PAP FKIP UNS dalam menjalankan kegiatan wirausaha, (2) mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap profesi wirausaha, serta (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 10 mahasiswa PAP angkatan 2022 yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengalaman mahasiswa Prodi PAP dalam mengikuti program wirausaha karena tuntutan akademik dan motivasi pribadi, jenis usaha yang dipilih bersifat risiko rendah dan mudah dijalankan; (2) Mahasiswa Prodi PAP mempersepsikan wirausaha sebagai profesi dengan peluang menjanjikan seperti fleksibilitas, kemandirian kerja serta pendapatan yang besar dan risiko berupa kerugian dan kebangkrutan; (3) persepsi mahasiswa terhadap wirausaha dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa minat, motivasi, dan kepercayaan diri, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, lingkungan sosial, dan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Temuan ini berkontribusi dalam penguatan strategi pendidikan kewirausahaan untuk membentuk orientasi karier mahasiswa.  Kata kunci: efikasi diri; lingkungan sosial; niat berwirausaha; orientasi karierAbstract: The low interest of university students in entrepreneurship as a career profession underscores the need to understand how students perceive this domain. This study aims to: (1) examine the entrepreneurial experiences of Office Administration Education (PAP) students at Sebelas Maret University (UNS); (2) describe students' perceptions of entrepreneurship as a profession; and (3) identify the factors shaping those perceptions. A qualitative phenomenological design was employed. Ten students from the 2022 cohort were selected via purposive sampling, and data were gathered through semi-structured in-depth interviews. Findings indicate that: (1) students engaged in entrepreneurial programs primarily due to academic requirements and personal motivations, gravitating toward low-risk ventures in the food and beverage sector; (2) students perceived entrepreneurship as offering promising opportunities flexibility, work autonomy, and high income while acknowledging risks such as financial loss and business failure; and (3) perceptions were shaped by internal factors (interest, motivation, and self-confidence) and external factors (family environment, social environment, and university entrepreneurship education). These findings contribute to the design of more effective entrepreneurship education strategies that foster students' entrepreneurial career orientation. Keyword: career orientation; entrepreneurial intention; self-efficacy; social environment
Perceived usefulness and perceived ease of use toward students' behavioral intention in vocational schools Adi Prabowo; Patni Ninghardjanti
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114457

Abstract

Abstrak: Penerimaan teknologi asesmen digital di sekolah menengah kejuruan masih minim kajian empiris dengan temuan yang tidak konsisten lintas konteks. Penelitian ini mengkaji hubungan antara perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEOU) dengan behavioral intention (BI) siswa dalam menerima teknologi asesmen digital berdasarkan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional nonparametrik. Sebanyak 83 siswa program Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK Wikarya Karanganyar dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman's rho setelah uji asumsi menunjukkan pelanggaran linieritas pada salah satu variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU memiliki korelasi positif yang kuat dan signifikan dengan BI (rs = 0,769; p < 0,001), demikian pula PEOU (rs = 0,656; p < 0,001). Koefisien PU yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa persepsi kebermanfaatan fungsional merupakan prediktor niat penerimaan yang lebih kuat dibandingkan kemudahan penggunaan. Temuan ini menegaskan keberlakuan TAM dalam konteks pendidikan kejuruan dan mengimplikasikan bahwa implementasi asesmen digital yang efektif perlu mengutamakan pengembangan sistem yang fungsional sekaligus mudah digunakan oleh siswa. Kata kunci: asesmen digital; korelasi nonparametrik; pendidikan kejuruan; technology acceptance model Abstract: Digital assessment adoption in vocational secondary education remains empirically underexplored, with inconsistent findings across contexts. This study examines the relationships between perceived usefulness (PU) and perceived ease of use (PEOU) with students' behavioral intention (BI) to accept digital assessment technology, using the Technology Acceptance Model (TAM) as a theoretical framework. A quantitative nonparametric correlational design was employed with 83 students of the Office Management and Business Services program at SMK Wikarya Karanganyar, selected through total population sampling. Data were collected via an online questionnaire and analyzed using Spearman's rho correlation following assumption testing, which revealed a linearity violation for one variable. Results indicate that PU has a strong positive and statistically significant correlation with BI (rs = .769, p < .001), as does PEOU (rs = .656, p < .001). The higher coefficient for PU suggests that perceived functional utility is a stronger predictor of acceptance intention than ease of use in this context. These findings affirm the applicability of TAM in vocational education and imply that effective digital assessment implementation should prioritize systems that are both functionally beneficial and user-friendly for students. Keywords: digital assessment; nonparametric correlation; technology acceptance model; vocational education