cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
EKSPLORASI JAMUR ENDOFIT DAUN KACANG TANAH Arachis hypogaea L. DAN UJI ANTAGONIS TERHADAP PATOGEN Scleretium rolfsii Sacc. Virgin Ayu Presty Mindarsusi; Syamsuddin Djauhari; Abdul Cholil
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) termasuk tanaman yang semua bagian tanamannya memiliki banyak manfaat. Namun serangan penyakit akibat Sclerotium rolfsii dapat menurunkan produksi kacang tanah.  Oleh karena itu, strategi dan cara baru untuk mengendalikan penyakit yang ramah lingkungan adalah menggunakan jamur endofit. Diperoleh 17 isolat jamur endofit yang berhasil diisolasi dari daun tanaman kacang tanah, yaitu terdiri dari 10 isolat teridentifikasi antara lain Cladosporium sp. 1, Cladosporium sp. 2, Penicillium sp, Aspergillus sp. 1, Aspergillus sp. 2, Aspergillus sp. 3, Rhizoctonia sp, Curvularia sp, Fusarium sp. 1, Fusarium sp. 2, serta 7 isolat tidak teridentifikasi antara lain isolat EK 1, isolat EK 2, isolat EK 3, isolat EK 4, isolat EK 5, isolat EK 6, isolat EK 7. Berdasarkan uji Duncan didapatkan 14 isolat yang berpotensi sebagai antagonis dan persentase daya antagonis tertinggi pada isolat EK6 sebesar 63,33%. Kata kunci: Jamur endofit, Sclerotium rolsii, uji antagonis, kacang tanah.
EFEKTIVITAS DAUN SIRIH (Piperb Bitle), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum WIGH WALP), BUAH PINANG (Areca catechu) DAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum verum) TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT REBAH SEMAI Sclerotium olfsii SACC. PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L Putri Setya Rahmita; Syamsuddin Djauhari; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kedelai (Glycine max L. Merril) merupakan komoditas tanaman pangan penting di Indonesia. Beberapa jenis patogen merupakan faktor pembatas pada produksi tanaman kedelai. Jamur Sclerotium rolfsii Sacc. merupakan patogen penyebab rebah semai yang mampu menimbulkan kehilangan hasil kedelai sampai 100%. Pestisida nabati yang berasal dari daun sirih, daun salam, buah pinang dan kulit kayu manis memiliki kandungan eugenol yang diduga mampu untuk menekan pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan jenis dan konsentrasi ekstrak daun sirih, daun salam, buah pinang dan kulit kayu manis dalam mengontrol pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikologi 2 Jurusan HPT, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Berdasarkan hasil penelitian semakin tinggi konsentrasi masing masing perlakuan ekstrak maka semakin tinggi daya hambat pada pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Ekstrak daun sirih dan kulit kayu manis mampu menghambat pertumbuhan Sclerotium rolfsii Sacc secara in vitro. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih, daun salam, buah pinang dan kulit kayu manis hasil ekstraksi dapat dimanfaat sebagai pestisida nabati yang mampu menghambat pertumbuhan jamur dari S. rolfsii pada kedelai. Namun diantara keempat ekstrak tersebut dua diantaranya paling baik sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan jamur S. rolfsii, kedua ekstrak tersebut adalah ekstrak daun sirih dan kulit kayu manis. Hal tersebut dimungkikan terjadi karena adanya kandungan anti jamur dan memiliki kemampuan membunuh pathogen yang tinggi. Kata kunci : Sclerotium rolfsii Sacc., pestisida nabati.
SINERGISME Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus JTM 97C (SlNPV-JTM 97C) DENGAN EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata L.) DALAM PENGENDALIAN Helicoverpa armigera Hubner (Lepidoptera: Noctuidae) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DI LABORATOR Raditya Dwi Saputra; Tutung Hadiastono; Aminudin Afandhi; Bedjo Bedjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Helicoverpa armigera merupakan hama penting pada tanaman kedelai. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sinergisme antara ekstrak biji sirsak dan SlNPV-JTM 97C. Sinergisme ekstrak biji sirsak dengan SlNPV-JTM 97C terhadap H. armigera diamati : 1. Persentase waktu berhenti makan, 2. Persentase kematian larva dan 3. Persentase pembentukan pupa dan imago H. armigera. Pada seluruh perlakuan tidak terdapat larva H. armigera yang menunjukkan berhenti makan hingga 24 JSI. Perlakuan kombinasi SlNPV-JTM 97C konsentrasi 1,5x1013 PIB/ml dengan ekstrak biji sirsak 200 gr/l menurunkan populasi larva H. armigera sebanyak 100% pada 168 JSI. Perlakuan kombinasi ekstrak biji sirsak 200 gr/l dengan SlNPV-JTM 97C tidak terdapat pupa dan imago H. armigera yang terbentuk.   Kata kunci: Ekstrak biji sirsak, SlNPV-JTM 97C, Helicoverpa armigera, Sinergisme.
PENGARUH SISTEM TANAM TUMPANGSARI PADA BROKOLI ORGANIK TERHADAP HAMA Crocidolomia pavonana F. (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) Mega Apriliyanti; Gatot Mudjiono; Retno Dyah Puspitarini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman brokoli. Dampak negatif pestisida sintetik untuk mengendalikan populasi hama C. pavonana menjadikan sistem tanam tumpangsari dalam budidaya organik sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh tumpangsari seledri dan bawang daun dengan brokoli organik terhadap populasi dan intensitas serangan hama C. pavonana dibandingkan dengan sistem tanam monokultur. Penelitian dilaksanakan di lahan organik milik PT. Herbal Estate, Batu, Jawa Timur pada bulan Januari sampai April 2015. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan yaitu: monokultur, tumpangsari brokoli dengan seledri, tumpangsari brokoli dengan bawang daun, tumpangsari dengan seledri dan bawang daun. Penelitian diakukan di lahan berukuran 155 m2. Pada lahan tersebut dibuat bedengan berukuran 400x150x30 cm. Jumlah bedengan pada lahan penelitian adalah 16 bedeng. Parameter pengamatan dalam penelitian ini yaitu tingkat populasi dan intensitas kerusakan C. pavonana. Pengamatan dilakukan dengan metode visual pada setiap tanaman contoh. Pada tiap bedengan ditetapkan dua tanaman contoh, sehingga jumlah tanaman contoh seluruhnya adalah 32 tanaman. Pengamatan dilakukan sebanyak 10 kali dimulai saat tanaman berumur 7 hari setelah tanam sampai menjelang panen dengan interval satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem tanam tumpang sari dengan menanam tanaman seledri dan bawang daun sebagai tanaman penolak hama pada budidaya brokoli organik pengaruhnya tidak berbeda nyata terhadap tingkat populasi maupun intensitas kerusakan C. pavonana. Tingkat populasi C. pavonana pada semua perlakuan rendah di awal pengamatan dan mulai meningkat pada saat pengamatan ke-8 dengan rata-rata populasi 0,54 ekor/tanaman. Persentase intensitas kerusakan pada semua perlakuan tergolong rendah di awal pengamatan dan mulai meningkat pada pengamatan ke-5 sampai pengamatan ke-10 dengan rata-rata intensitas kerusakan yaitu 1,02%. Kata kunci: Bawang daun, intensitas kerusakan, monokultur, populasi, seledri.
Uji Patogenisitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin pada Jangkrik (Gryllus sp.) (Orthoptera: Gryllidae) Alorisa Tirta Ardiyati; Gatot Mudjiono; Toto Himawan
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Jangkrik (Gryllus sp.) merupakan serangga omnivora, serangannya dapat mencapai 83% pada lahan cabai dalam semalam. Pengendalian jangkrik masih relatif sulit. Pada umumnya pengendalian jangkrik dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sintetis. Penggunaan insektisida sintetis ini dapat berdampak negatif pada lingkungan maupun organisme lain. Maka perlu adanya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya dengan jamur yang bersifat pathogen terhadap serangga yaitu B. bassiana. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan sub Laboratorium Pengembangan Agens Hayati Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode umpan pakan jamur B. bassiana patogenik terhadap Gryllus sp. Konsentrasi efektif (LC50) jamur B. bassiana yang dapat menyebabkan mortalitas 50% Gryllus sp. adalah 7,1 x 106 konidia/ml dengan waktu mematikan (LT50) Gryllus sp. mencapai 50%  pada 3,1 hari. Pada metode kontak langsung jamur B. bassiana patogenik terhadap Gryllus sp. Konsentrasi efektif (LC50) jamur B. bassiana yang dapat menyebabkan mortalitas 50% Gryllus sp. adalah 6,2 x 108 konidia/ml dengan waktu mematikan (LT50) Gryllus sp. mencapai 50%  pada 4,3 hari.   Kata Kunci: Patogenisitas, Beauveria bassiana, Gryllus sp.
PEMANFAATAN BAHAN NABATI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum bacilicum L), DAUN SIRIH (Piper bettle Linn) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum), DALAM PENCEGAHAN SERANGAN PENYAKIT KARAT (Phakopsora pachyrhizi Sydow) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L) Nila Safitri; Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Anton Muhibuddin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu hambatan dalam peningkatan dan stabilisasi produksi kedelai di Indonesia adalah serangan penyakit karat daun yang disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi. Penyakit karat dapat menurunkan hasil karena daun-daun yang terserang akan mengalami defoliasi lebih awal sehingga akan mengakibatkan berkurangnya berat biji dan jumlah polong yang bervariasi. Tindakan pengendalian selama ini hanya mengandalkan penggunanan pestisida kimia, sedangkan dampak dari pestisida dapat membahayakan lingkungan, masyarakat dan ternak. Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia tersebut, diperlukan upaya perlindungan tanaman berbasis pada pengelolaan ekosistem secara terpadu dan berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pestisida nabati terhadap pencegahan penyakit karat daun kedelai Phakopsora pachyrizi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kawat Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial pada percobaan dilaboratorium, dimana terdapat 4 perlakuan dan 10 ulangan, yang terdiri dari perlakuan kontrol (P0), eksrak daun salam (P1), ekstrak daun sirih (P2), dan ekstrak daun kemangi (P3), sedangkan pada percobaan di rumah kawat penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil penelitian yang dilakukan diketahui pemberian ekstrak bahan nabati terhadap serangan penyakit karat pada tanaman kedelai memiliki pengaruh nyata   Kata Kunci: karat kedelai,  Phakopsora pachyrizi, pengendalian
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii L. Spreng.) SEBAGAI NEMATISIDA NABATI PADA NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) Karisma Aditya Wardani; Bambang Tri Rahardjo; Hagus Tarno
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan nematisida kimia adalah cara yang sering dilakukan untuk mengendalikan nematoda Meloidogyne spp. Namun penggunaannya dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan residu. Kesadaran akan hal ini mendorong untuk memanfaatkan bahan alami berupa tanaman sebagai pestisida nabati yang relatif aman bagi lingkungan. Tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati adalah tanaman salam koja (Murraya koenigii L. Spreng.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun salam koja terhadap mortalitas telur dan juvenil II Meloidogyne spp. serta mengetahui nilai Median Lethal Concentration (LC50) dan Median Lethal Time (LT50) ekstrak daun salam koja. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak daun salam koja 0% (kontrol), 3% (K1), 6% (K2), 9% (K3) dan 12% (K4). Efektivitas ekstrak daun salam koja terhadap mortalitas telur Meloidogyne spp. mencapai 71,38% pada konsentrasi 12% dan mortalitas juvenil II Meloidogyne spp. mencapai 100% pada konsentrasi yang sama. Nilai LC50 ekstrak salam koja terhadap mortalitas telur adalah 6,48% dalam waktu 10 hari dan mortalitas juvenil II adalah 8,10%. Nilai LT50 ekstrak daun salam koja terhadap mortalitas juvenil II adalah selama 15,29 jam. Kata Kunci: Ekstrak daun salam koja ; LC50 ; LT50 ; Meloidogyne spp. ; Mortalitas
PENGARUH Zea mays L. DAN Tagetes erecta L. SEBAGAI TANAMAN PERANGKAP TERHADAP POPULASI Helicoverpa armigera Hubn. (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) PADA TOMAT ORGANIK Fita Fitriatul Wahidah; Gatot Mudjiono; Sri Karindah
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu kendala dalam meningkatkan hasil produksi tomat adalah adanya serangan Helicoverpa armigera Hubn. Dalam pertanian organik, salah satu cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menanam tanaman perangkap hama. Salah satu mekanisme yang terjadi adalah hama akan lebih menyukai tanaman perangkap daripada tanaman utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Zea mays L. dan Tagetes erecta L. sebagai tanaman perangkap terhadap populasi H. armigera pada tomat organik. Penelitian terdiri dari dua perlakuan. Perlakuan pertama merupakan plot pertanaman tomat organik dengan dua jenis tanaman perangkap (T. erecta dan Z. mays) dan perlakuan kedua merupakan plot pertanaman tomat organik monokultur sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara perlakuan tomat dengan tanaman perangkap jagung dan Tagetes dan tomat monokultur pengaruhnya tidak nyata terhadap rata-rata jumlah telur dan larva H. armigera.Intensitas serangan H. armigera pada pertanaman tomat dengan tanaman perangkap jagung dan Tagetes berbeda nyata dengan pertanaman tomat monokultur. Serangan H. armigera pada buah di plot pertanaman tomat dengan tanaman perangkap jagung dan Tagetes lebih rendah daripada serangan H. armigera pada tomat monokultur.   Kata kunci: Tanaman perangkap; Zea mays L.; Tagetes erecta L.; Helicoverpa armigera Hubn.
UJI KOMPATIBILITAS JAMUR PATOGEN SERANGGA Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin (Hypocreales: Cordycipitaceae) DENGAN INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN PUTRI MALU Muhammad Anton Astoni; Retno Dyah Puspitarini; Hagus Tarno
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mimosa pudica merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan insektisida nabati. Tanaman ini mengandung senyawa racun yang dapat mematikan serangga hama. Kombinasi M. pudica dengan jamur patogen serangga Beauveria bassiana dapat meningkatkan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek ekstrak daun putri malu terhadap pertumbuhan vegetatif, perkecambahan, dan jumlah konidia jamur B. bassianadi laboratorium. Jamur dibiakkan pada media SDAY selama 14 hari dan diencerkan sampai kerapatan 1x103, 105, dan 107 konidia/ml akuades. Kemudian masing-masing jamur dengan kerapatan tersebut dibiakkan kembali pada media SDAY yang mengandung ekstrak daun putri malu dengan konsentrasi masing-masing 0,4; 1; dan 2% sehingga didapatkan 9 perlakuan kombinasi. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter koloni jamur B. bassiana1x105 konidia/ml yang dikombinasikan dengan ekstrak daun putri malu konsentrasi 1 dan 2% berturut-turut adalah 4,50 dan 4,00 cm serta konidia yang berkecambah berturut-turut adalah 49,25 dan 42,87%. Nilai diameter koloni dan konidia yang berkecambah, digunakan untuk mengetahui tingkat kompatibilitas dengan menggunakan rumus klasifikasi T. Dari hasil uji T didapatkan jamur B. bassiana 1x105 konidia/ml kompatibel dengan ekstrak daun putri malu konsentrasi 1 dan 2% dengan nilai T lebih dari 60 berturut-turut yaitu 79,70 dan 65,40. Sedangkan kombinasi perlakuan yang lain tidak kompatibel, yang berarti senyawa yang terkandung dalam ekstrak daun putri malu berpengaruh buruk terhadap perkembangan jamur B. bassiana. Ekstrak daun putri malu konsentrasi 1 dan 2% kompatibel dengan jamur B. bassiana 1x105 konidia/ml. Kata Kunci: Perkecambahan konidia, diameter koloni, kerapatan konidia
UJI PATOGENISITAS CENDAWAN ENTOMO-ACARIPATOGEN Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin PADA TUNGAU PERAK JERUK Polyphagotarsonemus latus Banks (ACARI: TARSONEMIDAE) Firdausi Indah Lestari; Retno Dyah Puspitarini; Rina Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tungau perak jeruk Polyphagotarsonemus latus adalah salah satu hama yang menyebabkan penurunan produksi tanaman jeruk. Salah satu alternatif pengendalian P. latus yang ramah lingkungan adalah menggunakan cendawan entomo-acaripatogen Beauveria bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat patogenisitas B. bassiana pada imago P. latus dan pengaruhnya terhadap siklus hidup dan lama hidup tiap fase P. latus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pengulangan 7 kali yang dilaksanakan di laboratorium. Setiap ulangan menggunakan 10 imago P. latus yang ditempatkan pada arena percobaan. Kerapatan B. bassiana yang diujikan adalah 102, 104, 106, dan 108 konidia/ml aquades dan aquades steril sebagai kontrol. Uji patogenisitas dilakukan dengan cara menyemprotkan suspensi B. bassiana dengan jarak kurang lebih 15 cm dari arena percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi B. bassiana pada konsentrasi 108 konida/ml aquades menyebabkan mortalitas tungauP. Latus 100% dicapai dalam waktu 4 hari. Aplikasi B. bassiana konsentrasi 108 konidia/ml aquades menyebabkan kematian 50% tungau P. latus (LT50) tercepat dengan waktu 66,03 jam. Aplikasi B. bassiana pada konsentrasi 102 konidia/ml aquades menyebabkan keberhasilan larva menjadi nimfa sebesar 38,77%. Pada pengamatan selanjutnya seluruh nimfa tersebut mati sebelum menjadi imago. Pada perlakuan B. bassiana konsentrasi 104, 106, dan 108 konidia/ml aquade sseluruh larva mati sebelum menjadi nimfa. Sedangkan pada kontrol, keberhasilan larva menjadi nimfa adalah 75,99% dan seluruh nimfa tersebut berhasil menjadi imago. Aplikasi B. bassiana mampu menghambat siklus hidup P. latus.   Kata kunci: hama, konsentrasi, mortalitas, siklus hidup