cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
EVALUASI BERBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP HAMA ULAT BAWANG (Spodoptera exigua Hubner) (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) PADA TANAMAN BAWANG MERAH A Friska Rahmawati; Silvi Ikawati; Toto Himawan
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hama yang menyebabkan penurunan produktivitas bawang merah adalah ulat bawang (Spodoptera exigua Hubner) (Lepidoptera: Noctuidae). Salah satu upaya pengendalian S. exigua pada tanaman bawang merah ialah dengan penggunaan insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas insektisida dengan bahan aktif tunggal chlorfenapyr dan flufenoxuron dalam mengendalikan populasi dan intensitas kerusakan tanaman bawang merah oleh larva S. exigua dan mengetahui efektivitas dari pencampuran bahan aktif chlorfenapyr, flufenoxuron, emamectin benzoat, fipronil dan Bacillus thuringiensis dalam mengendalikan populasi dan intensitas kerusakan tanaman bawang merah oleh larva S. exigua. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan yang diulang 3 kali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai dengan Februari 2015, di Desa Pucangsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi insektisida chlorfenapyr 1 l/ha + flufenoxuron 1 l/ha lebih efektif dalam menekan intensitas kerusakan tanaman oleh larva S. exigua dan menunjukkan produksi bawang merah tertinggi. Sedangkan perlakuan insektisida dengan bahan aktif flufenoxuron 0,5 l/ha + chlorfenapyr 1 l/ha mengakibatkan fitotoksik tertinggi pada tanaman bawang merah.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Blood Disease Bacterium PADA BUAH PISANG Agung Wicaksono; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit darah atau penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Blood Disease Bacterium (BDB) adalah penyakit penting yang menyerang tanaman pisang di Indonesia dan dapat mengakibatkan kehilangan hasil sebesar 20-100%. Pemanfaatan ekstrak kulit buah kakao yang mengandung senyawa antibakteri menjadi alternatif pengendalian BDB yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ekstrak buah kakao dalam menghambat pertumbuhan BDB. Pelaksanaan penelitian meliputi uji patogenisitas, pembuatan ekstrak kulit buah kakao, uji sensitivitas antibakteri dan uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang. Hasil uji sensitivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kakao pada konsentrasi 30%, 45% 60%, 75% dan 90% mampu menghambat pertumbuhan BDB. Perlakuan ekstrak kulit buah kakao konsentrasi 90% lebih efektif dalam menekan pertumbuhan BDB pada buah pisang dibandingkan dengan perlakuan ekstrak dengan konsentrasi yang lain. Hasil pemeriksaan fitokimia menunjuk-kan bahwa ekstrak kakao mengandung senyawa alkaloid dan senyawa flavonoid.
JAMUR PATOGEN SERANGGA DARI FILOPLAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum Mill.) DAN UJI VIRULENSI TERHADAP Spodoptera litura Fabricius (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) Chusnul Fuadah; Aminudin Afandhi; Tutung Hadiastono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur patogen serangga telah diisolasi dari filoplan tanaman tomat yang ditanam di ketinggian 635 dan 1095 m dpl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat jamur patogen serangga yang virulen terhadap Spodoptera litura. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang, pada 26 Januari 2015 hingga 5 Juni 2015. Isolasi jamur patogen serangga dengan menumbuhkan bagian filoplan tomat pada media Sabouraud Dextrose Agar Yeast (SDAY). Isolat jamur yang diperoleh diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan isolat jamur yang diperoleh dari filoplan tanaman yang ditanam di ketinggian 1095 m dpl yaitu Lecanicillium sp., Aspergillus sp. (2 isolat), Fusarium sp. (3 isolat), Trichoderma sp. (2 isolat) dan Penicillium sp. Isolat jamur yang diperoleh dari filoplan tanaman yang ditanam di ketinggian 635 m dpl yaitu Aspergillus sp., Fusarium sp. (2 isolat), Trichoderma sp., Penicillium sp., Culvularia sp. (2 isolat). Jamur  Lecanicillium sp. memiliki virulensi tertinggi dibandingkan jamur Aspergillus sp., Fusarium sp., Trichoderma sp., dan Penicillium sp. Jamur Lecanicillium sp. sebagai jamur patogen serangga, sedangkan Aspergillus sp., Fusarium sp., Trichoderma sp., dan Penicillium sp. sebagai jamur oportunistik.
PENGARUH MINYAK BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) TERHADAP NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) Kafif Andani; Hagus Tarno; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak biji jarak pagar dalam menekan mortalitas telur dan juvenil II Meloidogyne spp. dan untuk mendapatkan nilai LC50 dan LT50 minyak biji jarak pagar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi minyak biji jarak pagar 2.00 x 105 ppm mampu mempengaruhi mortalitas telur Meloidogyne spp. dengan persentase 100% dalam waktu 9 hari dan mortalitas juvenil II Meloidogyne spp. dengan persentase 100% dalam waktu 24 jam. Nilai Median Lethal Concentration (LC50) pada telur ialah sebesar 4.20 x 103 ppm dalam waktu 9 hari dan pada juvenil II Meloidogyne spp. sebesar 2.07 x 105 ppm dalam waktu 3 jam. Sedangkan nilai Median Lethal Time (LT50) pada juvenil II Meloidogyne spp. adalah 13,792 jam.
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK DAUN SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L. Rendle) TERHADAP Plutella xylostella Linnaeus Frelyta Ainuz Zahro; Toto Himawan; Gatot Mudjiono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas ekstrak daun serai wangi terhadap Plutella xylostella(pengaruhnya terhadap penurunan aktivitas makan larva, pembentukan pupa maupun imago, peletakan telur, dan penetasan telur), sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama yang tepat.Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Toksikologi dan ruang Rearing. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Perlakuan yang dipakai yaitu 6 konsentrasi yang terdiri atas 0 ppm (control), 3000 ppm, 4000 ppm, 5000 ppm, 6000 ppm, dan 7000 pm dengan 4 ulangan setiap perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 20 larva P. xylostella. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan. Sementara itu nilai LC50 dan LT50 analisis dihitung dengan analisis probit menggunakan perangkat lunak Hsin Chi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sereh wangi mampu menyebabkan mortalitas larva P. xylstella hingga 57,50%, menyebabkan penurunan aktivitas makan larva mencapai 79,25%, menghambat pembentukan pupa dan imago, serta mengganggu sistem reproduksi melalui penghambatan jumlah peletakan telur dan tingkat penetasan telur P. xylostella. Konsentrasi mematikan 50% larva P. xylostella (LC50) terdapat pada konsentrasi ekstrak daun sereh wangi 6262,447 ppm, dengan waktu mematikan 50% (LT50) yaitu pada 60,00 jam setelah aplikasi.
DAYA ANTAGONIS TIGA JAMUR PATOGEN SERANGGA TERHADAP JAMUR PATOGEN TULAR TANAH Fusarium sp. (HYPOCREALES: NECTRIACEAE) SECARA IN VITRO Rina Rachmawati; Abiyasa Rahabistara; Aminudin Afandhi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium sp. merupakan jamur patogen tular tanah penyebab penyakit layu fusarium pada tanaman tomat, dimana kerugian yang ditimbulkan dapat mencapai 20-30%. Metode efektif untuk mengendalikan pathogen tanaman ini masih sulit ditemukan. Jamur patogen serangga merupakan agens hayati yang sudah banyak dimanfaatkan untuk mengendalikan serangga hama. Namun penelitian terkini membuktikan bahwa jamur ini juga berpotensi untuk mengendalikan patogen tanaman, terutama yang disebabkan oleh patogen tular tanah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan daya antagonis tiga jamur patogen serangga yaitu B. bassiana, M. anisopliae dan L. lecanii terhadap Fusarium sp. secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. lecanii memiliki daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan miselium Fusarium sp. sebesar 65,1%, dengan membentuk mekanisme kompetisi, sedangkan B. bassiana dan M. anisopliae memiliki daya hambat yang sama terhadap pertumbuhan miselium Fusarium sp., masing-masing sebesar 43,87% dan 43,06% dengan membentuk mekanisme antibiosis.
EFEKTIVITAS JAMUR Beauveria bassiana (BALS.) VUILL. DAN Metarhizium anisopliae UNTUK MENGENDALIKAN HAMA Phyllotreta spp. (COLEOPTERA: CHRYSOMELIDAE) PADA TANAMAN SAWI (Brassica sinensis L.) DI TRAWAS, MOJOKERTO Mochammad Syamsul Hadi; Toto Himawan; Ika Riana Hiola
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phyllotreta spp. (Coleoptera: Chrysomelidae) merupakan hama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman sawi. Salah satu teknik pengendalian alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan populasi hama ini yaitu dengan pemanfaatan jamur entomopatogen. B. bassiana dan M. anisopliae merupakan jenis jamur entomopatogen yang banyak digunakan untuk mengendalikan hama dari berbagai ordo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jamur B. bassiana dan M. anisopliae untuk menekan intensitas kerusakan pada tanaman sawi akibat serangan hama Phyllotreta spp. Penelitian dilaksanakan di Komunitas Organik Brenjonk, Trawas, Mojokerto. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerusakan pada tanaman sawi disebabkan oleh Phyllotreta striolata dan Phyllotreta sp.. Jamur B. bassiana dan M. anisopliae mampu menekan intensitas kerusakan sebesar 6,94 sampai 9,33% dengan tingkat penekanan mencapai 61,52%.
UJI VIRULENSI Steinernema sp. TERHADAP Spodoptera exigua Hubner (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) DI LABORATORIUM Arum Yuli Kristanti; Toto Himawan; Hagus Tarno
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui virulensi nematoda entomopatogen Steinenerma sp. (meliputi: mortalitas serta LC50 dan LT50) terhadap ulat  Spodoptera exigua di laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada 20 Januari sampai 5 Juni 2015 di Sub Laboratorium Nematologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Percobaan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan yaitu konsentrasi juvenil infektif dan menggunakan lima kelompok berdasarkan waktu aplikasi. Parameter yang diamati adalah jumlah larva S. exigua yang mati, waktu dan perubahan tampilan pada larva S. exigua. Pengamatan dilakukan setiap 24 jam. Larva S. exigua diberi aplikasi nematoda dengan konsentrasi 100, 200, 400, dan 800 JI/ml dan diamati setiap 24 jam. Kemudian dihitung persentase mortalitas larva S.exigua.  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa, nematoda Steinernema sp. dengan kepadatan populasi tertinggi yaitu 800 JI/ml mampu menyebabkan kematian yang paling tinggi dibandingkan dengan konsentrasi nematoda yang lain.  LT50 dari masing-masing perlakuan didapatkan konsentrasi yang paling efektif yaitu pada perlakuan 400 JI/ml yang mampu membunuh larva mencapai 50% dalam waktu 74,24 jam. Sedangkan LC50 konsentrasi JI Steinernema dalam kepadatan 261,02 JI/ml sudah mampu membunuh larva S. exigua mencapai 50%.
ISOLASI JAMUR PATOGEN SERANGGA FILOPLAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum Linnaeus) DAN UJI VIRULENSI TERHADAP Spodoptera litura Fabricius (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) Devy Kumalasari; Aminudin Afandhi; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari jenis jamur patogen serangga yang diperoleh dari filoplan cabai merah keriting yang ditanam pada ketinggian tempat 1198 dan 635 mdpl di Malang Raya. Jamur patogen serangga diperoleh dengan meletakkan daun cabai merah keriting di dalam cawan Petri berisi media Sabauraud Dextrose Agar Yeast (SDAY). Jenis jamur patogen serangga yang diperoleh dari filoplan cabai merah keriting yang ditanam pada ketinggian 635 dan 1198 mdpl memiliki perbedaan. Jamur patogen serangga yang diperoleh dari ketinggian 635 mdpl sebanyak 4 jenis sedangkan pada ketinggian 1198 mdpl sebanyak 6 jenis. Jenis jamur yang diperoleh dari ketinggian 635 mdpl yaitu Aspergillus sp., Fusarium sp., Trichoderma sp., Curvularia sp. Jenis jamur yang diperoleh dari ketinggian 1198 mdpl yaitu Lecanicillium sp., Nigrospora sp., Aspergillus sp., Fusarium sp., Trichoderma sp., Penicillium sp. Isolat jamur yang diperoleh diuji viabilitas dan dihitung kerapatan konidia untuk proses seleksi dalam uji virulensi terhadap Spodoptera litura. Delapan isolat jamur terpilih memiliki perbedaan virulensi terhadap S. litura. Virulensi jamur tertinggi yaitu Lecanicillium sp. dengan mortalitas S. litura 55% dan terendah Fusarium sp. dengan mortalitas 7 %. Metode isolasi filoplan cabai merah keriting dari dua ketinggian tempat berpeluang untuk mendapatkan isolat jamur pengendali S. litura.
STUDI IDENTIFIKASI DAN CARA INOKULASI PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN Sansevieria trifasciata Moch. Yani Firmansyah; Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Syamsuddin Djauhari
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antraknosa merupakan jenis penyakit tular udara yang dapat menyerang berbagai komoditas tumbuhan seperti buah-buahan, pepohonan, tanaman semak, rerumputan, dan tanaman hias. Patogen penyebab antraknosa adalah Colletotrichum sp.. Sansevieria trifasciata adalah jenis tanaman yang mampu tumbuh diberbagai kondisi lingkungan. Estetika S. trifasciata dapat ditinjau dari keindahan daun dan coraknya. Penurunan kualitas S. trifasciata dapat disebabkan karena kerusakan daun oleh patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi dan perkembangan penyakit antraknosa dengan beberapa cara inokulasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penyebab penyakit antraknosa pada S. trifasciata adalah Colletotrichum sansevieriae. Terdapat perbedaan persentase perkecambahan dan pembentukan apresoria C. sansevieriae pada permukaan daun lima varietas Sansevieria. Rerata perkecambahan tertinggi pada S. trifasciata var Golden hahnii sebesar 52,73%. Namun persentase pembentukan apresoria tertinggi pada S.trifasciata var Hahnii sebesar 10,16%. Perbedaan cara inkulasi mempengaruhi masa inkubasi, perkembangan penyakit, dan persentase tingkat kejadian penyakit. Cara inokulasi tusuk semprot lebih efektif dalam menimbulkan penyakit daripada yang lainnya. dengan masa inkubasi selama 2,3 hsi dan tingkat kejadian penyakit sebesar 62,4%.