cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 22 Documents clear
Examining the Relationship Between English Reading Habits and Reading Comprehension Among Vocational School Students Dinullah, Aqshol Cahya; Zamzam, Ahmad; Junaidi, Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2482

Abstract

Reading habits are widely believed to influence academic achievement, yet empirical evidence from rural vocational school contexts remains limited, particularly in English as a Foreign Language (EFL) settings. This study examined the correlation between English reading habits and reading achievement among eleventh-grade students at SMKN 2 Sekotong, a rural vocational school in Indonesia. Employing a quantitative correlational design with ex post facto approach, data were collected from 30 students selected through simple random sampling. Reading habits were measured using a Reading Habits Questionnaire (4-point Likert scale), while reading achievement was assessed through a 30-item reading comprehension test covering narrative and descriptive texts. After normality testing revealed non-normal distribution of reading achievement scores, Spearman's rank-order correlation was employed for analysis. The analysis revealed no statistically significant correlation between reading habits and reading achievement (ρ = -0.023, p = 0.902), indicating a very weak relationship. Students with similar self-reported reading habits demonstrated vastly different comprehension outcomes, with some low-habit readers outperforming high-habit readers. These findings challenge universal assumptions about the reading habits-achievement relationship and suggest that factors such as cognitive load, text appropriateness, instructional quality, and contextual resources may play more substantial roles than reading frequency alone. The results emphasize the need for contextualized, quality-focused literacy interventions rather than quantity-based approaches in rural vocational education settings
Pola Asuh Islami Terhadap Sosial dan Emosional Anak: Perspektif Pendidikan Keluarga Islam Devi, Tiara Citra; Zulhannan, Zulhannan; Romlah, Listiyani Siti
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2724

Abstract

Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pola asuh Islami dalam keluarga Muslim serta implikasinya terhadap perkembangan sosial dan emosional anak dalam perspektif pendidikan keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN 1 Campang Raya, melibatkan lima belas orang tua, guru wali kelas, serta siswa kelas I dan II. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh Islami berbasis kasih sayang (rahmah), keteladanan (uswah hasanah), dan pembiasaan ibadah yang berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak, seperti meningkatnya kepercayaan diri, empati, kedisiplinan, dan kestabilan emosi. Namun, keterbatasan waktu orang tua serta penerapan pola asuh yang cenderung otoriter ditemukan menjadi faktor penghambat dalam pembentukan kehangatan emosional dan kepekaan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh Islami memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak secara holistik, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga dan sekolah dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Pengembangan Media Game Edukasi Berbasis Google Site, QuizWhizzer, dan Wordwall untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Geografi Diana, Fidia Nur Wahyu; Rindawati; Murtini, Sri
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media game edukasi berbasis Google Site, QuizWhizzer, dan Wordwall, serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar geografi peserta didik kelas XI pada materi flora dan fauna. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang diintegrasikan dengan quasi-experimental design pola pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah 43 peserta didik kelas XI MA Sains Tebuireng Putri yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=21) menggunakan Google Site dan Wordwall, serta kelas kontrol (n=22) menggunakan Google Site dan QuizWhizzer. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket motivasi belajar berbasis model ARCS, dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan deskriptif persentase dan paired sample t-test serta independent sample t-test. Media game edukasi layak digunakan dengan validasi ahli media 84,615% dan ahli materi 90,9% (sangat tinggi). Terdapat pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar pada kelas eksperimen (13,7%) dan kontrol (11,8%), serta hasil belajar pada kelas eksperimen (85,2%) dan kontrol (27,8%) dengan p < 0,05. Terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol (p = 0,049). Media game edukasi berbasis Google Site, QuizWhizzer, dan Wordwall efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar geografi peserta didik.
Ontologi Lagu Sebagai Materi Karya Sastra Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas XII: Perspektif Siswa dan Guru Sari, Reny Yuanita; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2954

Abstract

Penelitian ini mengkaji ontologi lagu sebagai materi karya sastra dalam pembelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut kelas XII di SMA Negeri 3 Jombang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat guru dan 20 siswa, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis tematik mengungkapkan bahwa guru dan mayoritas siswa (72%) mengakui nilai literasi lagu yang mengandung metafora, imagery, dan repetisi. Lagu terbukti meningkatkan motivasi belajar (85%), perolehan kosakata (78%), dan pengucapan (72%). Analisis komparatif terhadap "If You Believe" dan "Believer" menunjukkan fungsi pedagogis diferensial: lagu pertama efektif untuk refleksi personal dan pengembangan kosakata, sedangkan lagu kedua menyediakan materi kaya untuk analisis figuratif dan retorika. Namun, implementasi terhambat oleh keterbatasan waktu, sarana audio, dan variasi kompetensi guru. Temuan ini memperkaya diskursus ontologi lagu sebagai entitas multimodal dan merekomendasikan pengembangan materi ajar terstruktur, pelatihan guru dalam strategi pre-/while-/post-listening, serta penelitian lanjutan menggunakan mixed-methods untuk mengukur dampak objektif pembelajaran berbasis lagu terhadap literasi kritis siswa.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis Sekolah Siaga Kependudukan terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Hafidah, R. Ajeng; Kurniawati , Aida; Faharudin Fadirubun, Fahmi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2956

Abstract

Rendahnya motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengolahan data kependudukan berdampak signifikan terhadap hasil belajar Geografi. Penelitian ini menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbasis Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 1 Bangkalan. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group design melibatkan 71 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen (n=36) dan kontrol (n=35). Data dikumpulkan melalui angket motivasi model ARCS dan tes keterampilan berpikir kritis, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test dan N-Gain Score. Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan sangat signifikan (p < 0,05) antara pretest dan posttest pada kedua variabel. Analisis N-Gain mengungkapkan motivasi belajar meningkat 63,03% (cukup efektif), sementara keterampilan berpikir kritis meningkat 51,49% (kurang efektif). Model PjBL berbasis SSK terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa, namun pengembangan keterampilan berpikir kritis memerlukan strategi scaffolding yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Fenomena Bahasa Plesetan dalam Komunikasi Digital Siswa: Antara Kreativitas dan Degradasi Literasi Nova, Putri; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2965

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena bahasa plesetan yang intensif digunakan siswa dalam komunikasi daring, namun dampaknya terhadap kemampuan literasi bahasa formal masih menjadi perdebatan. Penelitian ini menganalisis bentuk, karakteristik, dan pengaruh bahasa plesetan terhadap kemampuan literasi bahasa siswa di era digital, serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, menganalisis 32 publikasi ilmiah melalui teknik analisis isi. Temuan menunjukkan bahasa plesetan didominasi oleh modifikasi fonologis (83,3%) dan semantik (77,8%), dengan fungsi yang melampaui humor meliputi pembentukan identitas kelompok (80%) dan kritik sosial (65%). Bahasa plesetan meningkatkan kreativitas linguistik dan kesadaran metalinguistik, namun menghambat penguasaan ejaan baku, struktur kalimat formal, dan kosakata akademik. Literasi digital terbukti berfungsi sebagai variabel mediasi yang menentukan dampak positif atau negatif terhadap literasi formal. Strategi pembelajaran efektif mencakup pengajaran eksplisit register bahasa, analisis kritis bahasa plesetan, dan integrasi literasi digital. Pengaruh bahasa plesetan bersifat paradoks dan kontingensi, bergantung pada literasi digital siswa dan kualitas pembinaan pedagogis.
Membangun Kelas yang Hidup dan Interaktif: Implementasi Model Pembelajaran SAVIOR untuk Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Setyorini, Beni; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2967

Abstract

Rendahnya keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa SMA di Indonesia tetap menjadi tantangan, ditandai dengan keterbatasan kosakata, kurangnya kepercayaan diri, dan minimnya praktik komunikasi autentik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa kelas XI melalui penerapan model pembelajaran SAVIOR (Stand and Visitor) yang berlandaskan prinsip pragmatisme dan konstruktivisme sosial. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dengan 35 siswa selama dua siklus. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test lisan, observasi, kuesioner, dan penilaian sejawat. Model SAVIOR melibatkan siswa sebagai penyaji di stand dan pengunjung yang berinteraksi dinamis dalam memaparkan tema kontekstual melalui media poster. Rata-rata nilai tes lisan meningkat dari 74,29 (pre-test) menjadi 81,31 (post-test siklus II), dengan 51,43% siswa mencapai nilai minimal 78. Hasil penilaian sejawat menunjukkan 100% siswa mencapai nilai minimal dengan rata-rata 82,57 pada siklus II. Hasil kuesioner mengindikasikan peningkatan signifikan kepercayaan diri (dari 31,43% menjadi 85,71%) dan persepsi positif terhadap pembelajaran (dari 34,29% menjadi 88,57%). Model pembelajaran SAVIOR efektif menciptakan pengalaman belajar bermakna, interaktif, dan kontekstual, sehingga meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa.
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Pendidikan Tinggi Swasta di Jakarta melalui Pendekatan Difusi T. W., Alhidayatuddiniyah; Aliffia Teja Prasasty; Erika Agustiana; Suhendra
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2972

Abstract

Private universities in Jakarta face transformative pressures to manage innovation systematically amid intensifying educational competition and digital technology acceleration. This study aims to describe innovation management practices in Jakarta's private universities, analyze the innovation diffusion process through Rogers' theory, and map institutional positions on the S-curve of innovation diffusion. The study employs an integrative literature review approach, analyzing 32 journal articles from 2021-2025 through three-stage thematic analysis: open coding, axial coding, and narrative synthesis. Findings reveal that innovation management practices develop across three strategic domains: strengthening governance and entrepreneurship, digital transformation, and human resource capacity development. The majority of Jakarta's private universities are in the growth phase (early majority) of the S-curve, with innovation characteristics—relative advantage, compatibility, and observability—as primary adoption drivers, while technological complexity and resource constraints remain barriers. The study also identifies an "adoption leap" phenomenon in AI adoption contexts. This research enriches innovation diffusion theory with the concept of cumulative adoption readiness and provides strategic guidance for strengthening institutional innovation management in Jakarta's private universities.
Kekerasan Sebagai Produk Sistem: Analisis Kegagalan Tata Tertib Sekolah Dalam Membangun Kepatuhan Siswa Supriyadi, Dedy; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2973

Abstract

Kekerasan dalam penegakan disiplin di sekolah mengancam esensi pendidikan sebagai proses humanis dan transformatif. Penelitian ini menganalisis kegagalan sistem tata tertib sekolah dalam membangun kepatuhan siswa dan mengidentifikasi faktor penyebab kekerasan dalam konteks penegakan disiplin di SMP Negeri 24 Penajam Paser Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 partisipan (6 guru, 9 siswa, 2 pimpinan sekolah, 3 orang tua), observasi partisipatif selama dua bulan, dan analisis dokumen sekolah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Ditemukan empat faktor utama penyebab kekerasan: ketidakjelasan sistem tata tertib, kurangnya keterampilan manajemen konflik guru, budaya sekolah yang mentolerir kekerasan, dan kesenjangan ekspektasi-realitas perilaku siswa. Temuan tidak terduga menunjukkan ambivalensi emosional guru yang mengalami guilt setelah menggunakan kekerasan. Dampak kekerasan bersifat multidimensional meliputi trauma psikologis siswa, kerusakan relasi guru-siswa, dan kepatuhan berbasis ketakutan yang superfisial. Kekerasan merupakan produk sistemik yang memerlukan transformasi paradigma dari disiplin punitif menuju disiplin positif dan restorative justice yang menghormati hak dan martabat siswa.
Kajian Ontologi Integrasi Google Lens dalam Pembelajaran LHO: Analisis Hakikat Teknologi dan Reposisi Peran Guru dalam Proses Konstruksi Pengetahuan Ilmiah Siswa Kholiem, Indrayane; Suhartono; Ahmadi, Anas; Raharjo, Resdi Permata
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2982

Abstract

Integrasi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Google Lens, dalam pembelajaran Laporan Hasil Observasi (LHO) menimbulkan pertanyaan fundamental tentang hakikat teknologi, transformasi konstruksi pengetahuan, dan reposisi peran guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif filosofis dengan desain studi literatur sistematis, menganalisis korpus literatur filosofi ontologi, teori pembelajaran konstruktivis, dan penelitian tentang integrasi AI dalam pendidikan (1970-2025). Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif menggunakan kerangka ontologi dengan triangulasi teoretis dan sumber untuk menjaga validitas. Temuan mengungkapkan tiga dimensi fundamental: (1) Google Lens memiliki quasi-agensi yang mengubah relasi subjek-objek menjadi triadik, menciptakan hermeneutic relation; (2) integrasi teknologi mentransformasi konstruksi pengetahuan menjadi konsumsi informasi dengan risiko simulacrum of knowledge; (3) guru dituntut reposisi ontologis dari transmitter pengetahuan menjadi fasilitator kritis dalam lima dimensi: epistemik, psikologis, metakognitif, etnografis, dan epistemologis. Penelitian ini mengembangkan ontological framework yang melengkapi perspektif instrumental-pedagogis dalam literatur existing, memberikan kontribusi konseptual tentang hakikat teknologi AI dan implikasi praktis untuk integrasi teknologi yang memperkuat proses konstruksi pengetahuan autentik.

Page 1 of 3 | Total Record : 22