cover
Contact Name
Netti Ermawati
Contact Email
netty@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
gamajop.psikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
ISSN : -     EISSN : 24077798     DOI : -
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) ISSN 2407-7798 is an open-access journal disseminating empirical research on current topics in the broad area of psychology (clinical, social, developmental, educational or Industrial and Organizational) with a behavioral, cognitive, positive psychology and/or neuropsychological perspectives Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) accepts articles using quantitative and or qualitative research methodology that meets the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology
Articles 173 Documents
Resiliensi pada Narapidana Tindak Pidana Narkotika Ditinjau dari Kekuatan Emosional dan Faktor Demografi Martha Widiana Mayangsari; Suparmi -
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.021 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.52137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kekuatan emosional yang terdiri dari karakter keberanian, harapan, semangat, kecerdasan sosial, cinta, dan humor terhadap resiliensi dan perbedaan faktor demografi (usia, tingkat pendidikan, dan lama menjalani pidana) terhadap resiliensi pada narapidana tindak pidana narkotika. Ada dua hipotesis dalam penelitian ini, yaitu “ada peran signifikan antara kekuatan emosional terhadap resiliensi” dan “ada perbedaan signifikan antara faktor demografi terhadap resiliensi”. Uji hipotesis dilakukan melalui analisis regresi dan ANOVA terhadap 35 narapidana yang berusia antara 45-55 tahun. Hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima dengan menghasilkan nilai F=3,160 (p<0,05), sehingga menunjukkan kekuatan emosional berperan signifikan terhadap resiliensi pada narapidana tindak pidana narkotika. Namun hipotesis kedua ditolak (p>0,05), tidak ada perbedaan signifikan antara faktor demografi (usia, tingkat pendidikan, dan lama menjalani pidana) terhadap resiliensi pada narapidana tindak pidana narkotika. Kekuatan emosional berkontribusi terhadap resiliensi sebesar 40,4%. Hal ini mengindikasikan kekuatan emosional layak dipertimbangkan untuk menjadi prediktor resiliensi narapidana.
Perfeksionisme pada Penari: Adaptif atau Maladaptif? Talitha Noveasara Dayo; Syarifah Faradina
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.341 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.52696

Abstract

Tarian merupakan salah satu hasil karya seni yang dilakukan oleh penari yang menguasai teknik-teknik tari tertentu yang dilakukan, baik secara individu maupun kelompok. Penari mendapatkan penilaian subjektif berupa kritikan dan dituntut untuk meningkatkan kualitas penampilan yang menimbulkan kecenderungan perfeksionisme. Perfeksionisme adalah penetapan standar tinggi pada suatu kinerja atau penampilan yang bersifat adaptif (conscientious perfectionism) yang mendorong individu menjadi teratur dan rapi, dan bersifat maladaptif (self-evaluative perfectionism) yang menjadikan individu menilai diri secara negatif dan berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perfeksionisme pada penari di Aceh terhadap 343 penari yang terdiri dari 219 perempuan dan 124 laki-laki dengan rentang usia 19-39 tahun (M=21,38) yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Perfectionism Inventory dengan (α) = 0,917. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil analisis deskriptif dan crosstab menunjukkan bahwa perfeksionisme pada 290 (84,5%) penari Aceh berada pada tingkat tinggi, terutama pada kategorisasi jenis tari tradisional, penari perempuan, dan penari berusia dewasa awal. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa self-evaluative perfectionism berada pada kategori tinggi, sedangkan conscientious perfectionism berada pada kategori rendah.
Peran Kontrol Diri dan Mediasi Orang Tua terhadap Perilaku Penggunaan Internet Secara Berlebihan Izzanil Hidayati; Tina Afiatin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.12 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.52744

Abstract

Perilaku penggunaan internet yang berlebihan pada remaja muncul sebagai interaksi dari berbagai faktor, diantaranya ialah kontrol diri dan mediasi orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kontrol diri dalam memediasi hubungan antara  mediasi orang tua terhadap kecenderungan perilaku penggunaan internet secara berlebihan pada remaja. Partisipan penelitian ini adalah 327 remaja berusia 15-18 tahun (139 laki-laki, 188 perempuan). Skala yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skala kontrol diri, skala mediasi orang tua, dan skala perilaku penggunaan internet secara berlebihan. Dengan prosedur pengujian variabel mediator, analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet secara berlebihan merupakan prediktor bagi mediasi orang tua (b =-0,610; p < 0,05) maupun kontrol diri (b =-0,503 ; p < 0,05). Peran penggunaan internet berlebihan ini menurun ketika regresinya dengan mediasi orang tua dengan mengikutsertakan kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berperan sebagai mediasi pada hubungan mediasi orang tua terhadap kecenderungan perilaku penggunaan internet secara berlebihan pada remaja.
Hubungan Materialisme dengan Subjective Well-Being yang Dimoderasi oleh Religiositas pada Ibu Rumah Tangga Devi Lutfia; Rahmat Hidayat
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.6 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.53049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran religiositas sebagai moderator dalam hubungan antara materialisme dengan subjective well-being. Hipotesis dalam penelitian ini adalah religiositas memoderasi hubungan materialisme dengan subjective well-being serta menurunkan dampak negatif materialisme terhadap subjective well-being. Subjek penelitian (N=160) merupakan ibu rumah tangga usia 20-40 tahun. Pengambilan data menggunakan Material Value Scale (MVS), Satisfaction with Life Scale (SWLS), Positive Affect and Negative Affect Schedule (PANAS) dan skala religiositas. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Dari hasil analisis ditemukan nilai koefisien parameter variabel moderat -0,055 dengan signifikansi sebesar 0,006. Artinya, religiositas memoderasi hubungan antara materialisme dengan subjective well-being. Efek moderasi religiositas ini terjadi karena secara bersamaan, pada satu sisi dimensi religiositas menekan nilai materialisme  dan meningkatkan subjective well-being pada sisi lain.
The Dynamic of Cheating: Descriptive Study of Intention to Cheat Ilham Phalosa Reswara
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.331 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.53589

Abstract

Cheating is strongly related to other unethical behaviors. It happens everywhere, including in universities. College students, ideally, should be prevented from cheating to minimize the potential of conducting unethical behaviors in the future. To design effective intervention, examining the cause of cheating is absolutely necessary. Cheating, like any other behavior, can be predicted by knowing its intention and the components of intention using the Theory of Planned Behavior. The present study explained the intention to cheat while studying in university along with its determinants and beliefs. The present study obtained data using online questionnaire based on the Theory of Planned Behavior to 233 participants. Regression analysis was performed to describe the significance level of each determinant and belief. The result showed that the determinant which had significant influence toward intention to cheat was attitude toward behavior (p = 0.00; β = 0.769; t = 15.620). The most significant belief in that determinant was “cheating during learning in university can help one earning good grade without studying hard”. Therefore, present study can be used as a basis to design interventions to reduce intention to cheat in university students.
Komparasi Antara Tingkat Kepuasan Seksual dan Kepuasan Hubungan (Hubungan Friends with Benefit vs. Hubungan Konvensional) M. Arief Sumantri; Yunita Trisna Dewi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.123 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.53991

Abstract

Penelitian ini akan membandingkan tingkat kepuasan hubungan dan kepuasan seksual. Pengukuran kepuasan hubungan memakai Relationship Assesment Scale yang telah dimodifikasi oleh peneliti, sedangkan untuk kepuasan seksual menggunakan single item yang disusun oleh peneliti. Penelitian ini melibatkan 178 partisipan (89 kelompok FWB, 89 kelompok konvensional), pengumpulan data dilakukan secara online. Analisis data menggunakan independent sample t-test dan analisis kovarians. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kepuasan seksual (t = -3,74, p = 0,000) dan kepuasan hubungan (t = 5,88, p = 0,000) antara kelompok konvensional (menikah atau pacaran) dengan FWB. Perbedaan jenis ikatan terbukti memberikan efek terhadap kepuasan hubungan (F = 65,604, p < 0,01, Ƞ2p = 0,273), kelompok konvensional berdasarkan estimasi means memberi efek yang lebih tinggi. Perbedaan jenis ikatan juga berkontribusi terhadap kepuasan seksual (F = 42,008, p < 0,01, Ƞ2p = 0,194), kelompok FWB memberi efek yang lebih tinggi. Perbedaan jenis ikatan (ikatan resmi/ konvensional dan tidak resmi/ FWB) dapat dijadikan rujukan mengapa kepuasan hubungan untuk hubungan konvensional (menikah atau pacaran) lebih tinggi dari hubungan FWB, dan mengapa kepuasan seksual pada kelompok FWB lebih tinggi dari hubungan konvensional. 
Peran Moral Disengagement dan Kepemimpinan Etis terhadap Intensi Korupsi pada Pegawai Negeri Sipil Asfira Tadwimil Hikmah; Ariana Marastuti
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.555 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.54178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan moral disengagement dan kepemimpinan etis terhadap intensi korupsi pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebanyak 100 PNS pada beberapa dinas pemerintahan di Kota Yogyakarta menjadi partisipan dalam penelitian ini. Metode penelitian ini adalah survei menggunakan tiga skala, yaitu Moral Disengagement Scale yang telah diadaptasi oleh Maharani, Ethical Leadership Scale  yang telah diadaptasi oleh Seliamang, dan Skala Intensi Korupsi oleh Nayoan. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa moral disengagement secara signifikan mampu memprediksi intensi korupsi pada PNS sebanyak 13% (F = 14,583; p < 0,05). Artinya, PNS yang memiliki moral disengagement yang tinggi, maka akan memiliki intensi korupsi yang tinggi, dan juga sebaliknya. Namun, kepemimpinan etis tidak mampu memprediksi intensi korupsi pada PNS (p > 0,05). Analisis tambahan menemukan bahwa tidak ada perbedaan intensi korupsi berdasarkan jenis kelamin maupun usia.
Peran Resiliensi Karier sebagai Mediator antara Perceived Supervisor Support dan Employability Generasi Milenial Hanum Adininggar; Indrayanti Indrayanti; Fathul Himam
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.996 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.54652

Abstract

Era disrupsi menuntut milenial untuk mengembangkan kompetensi dirinya (employability) agar mampu bertahan dalam lingkungan kerja dengan tuntutan pasar yang berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi karier sebagai mediator dalam hubungan perceived supervisor support terhadap employability generasi milenial yang bekerja di sektor telekomunikasi. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan melibatkan 218 pekerja milenial di perusahaan telekomunikasi. Employability diukur menggunakan skala CBME yang dimodifikasi dan terdiri atas 35 aitem, sedangkan perceived supervisor support diukur menggunakan skala modifikasi dari SPSS dengan aitem sebanyak 14, dan resiliensi karier diukur menggunakan skala CRQ yang dimodifikasi dan terdiri atas 19 aitem. Analisis data menggunakan teknik regresi secara bertahap. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui resiliensi karier memiliki efek mediasi sebagian (parsial) dalam hubungan antara perceived supervisor support terhadap employability. Hal tersebut berarti bahwa pengaruh langsung perceived supervisor support terhadap employability lebih kuat dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui resiliensi karier. Keterbatasan penelitian dan implikasi praktis dari penelitian ini dibahas lebih lanjut.
Misi Penyelamatan Diri: Dinamika Psikologis Rasa Malu Pasangan (Istri) Koruptor Wa Ode Saqya Hania; Tina Afiatin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.353 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55168

Abstract

Relasi perkawinan merupakan hubungan interdependensi antara suami dan istri. Ketika suami melakukan tindak pidana korupsi, maka dapat menimbulkan rasa malu bagi pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis rasa malu pasangan (istri) koruptor serta faktor-faktor yang terlibat di dalamnya. Partisipan penelitian adalah seorang istri yang menggugat cerai suaminya akibat kasus korupsi yang dilakukan suaminya. Metode kualitatif studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu yang dialami partisipan ter manifestasikan dalam perasaan-perasaan marah, kecewa, sedih, sakit, kesepian, kehilangan, takut terekspos, defect, dan tidak bahagia. Rasa malu yang dialami muncul dari adanya identitas bersama yang mengancam citra diri partisipan. Koping yang dilakukan partisipan untuk keluar dari rasa malu adalah dengan melupakan, memutus berbagi identitas dengan bercerai, dan memperbaiki citra diri. Dinamika rasa malu pasangan (istri) koruptor melibatkan tiga faktor yang berpengaruh besar, yakni karakteristik partisipan, keinginan partisipan agar anaknya memiliki kebanggaan atas orang tuanya, dan relasi dengan keluarga.
Efek Moderasi Resiliensi terhadap Hubungan antara Perfeksionisme dengan Kecemasan Mengerjakan Skripsi Delila Nurbani Diah; Fitriani Yustikasari Lubis; Witriani Witriani
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.768 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55349

Abstract

Dalam proses menulis skripsi, adanya tuntutan dan standar yang ditetapkan dari luar dapat memicu mahasiswa menjadi perfeksionis dalam menetapkan standar pengerjaan skripsinya, serta diikuti dengan evaluasi yang berlebihan pada pencapaiannya. Hal ini menyebabkan dapat menimbulkan kecemasan dalam mengerjakan skripsi. Untuk menghadapi keadaan ini, mahasiswa membutuhkan resiliensi yang diharapkan dapat membantunya bertahan agar tetap menghasilkan performa yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek moderasi resiliensi terhadap hubungan antara perfeksionisme dengan kecemasan mengerjakan skripsi. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 109 mahasiswa fakultas psikologi angkatan 2016 yang sedang mengambil mata kuliah skripsi. Perfeksionisme diukur dengan menggunakan Hewitt & Flett’s Multidimensional Perfectionism Scale, kecemasan diukur menggunakan State Anxiety Inventory, serta resiliensi diukur dengan menggunakan Inventory for College Students Resilience. Pengolahan data dilakukan dengan analisis regresi moderasi secara hierarki melalui metode uji selisih mutlak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa self-oriented perfectionism (p = 0,051; p < 0,10) dan socially prescribed perfectionism (p = 0,000; p < 0,10) secara langsung memiliki pengaruh positif terhadap kecemasan mengerjakan skripsi. Sementara, resiliensi tidak terbukti dapat memoderasi hubungan antara perfeksionisme dengan kecemasan mengerjakan skripsi.

Page 9 of 18 | Total Record : 173