cover
Contact Name
Netti Ermawati
Contact Email
netty@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
gamajop.psikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
ISSN : -     EISSN : 24077798     DOI : -
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) ISSN 2407-7798 is an open-access journal disseminating empirical research on current topics in the broad area of psychology (clinical, social, developmental, educational or Industrial and Organizational) with a behavioral, cognitive, positive psychology and/or neuropsychological perspectives Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) accepts articles using quantitative and or qualitative research methodology that meets the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology
Articles 173 Documents
Kecenderungan #DiRumahSaja dan Perilaku Adaptif dalam Melawan Covid-19 Tabah Aris Nurjaman
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.333 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55362

Abstract

Wabah Covid-19 telah merenggut banyak nyawa hingga saat ini, sehingga menuntut kesadaran kita untuk berusaha bersama-sama melakukan tindakan kolektif dalam bentuk apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku adaptif dalam melawan Covid-19 dan memprediksi kecenderungan untuk berdiam di tempat tinggal atau #dirumahsaja berdasarkan jenis kelamin, masa perkembangan, dan skema psikologis (kognisi, afeksi, dan perilaku). Tahap eksplorasi perilaku adaptif dilakukan dengan menggunakan pendekatan psikologi indigenous. Tahap prediksi kecenderungan #dirumahsaja dilakukan dengan implementasi machine learning model decision tree. Pengambilan data dilakukan dalam satu waktu dengan melibatkan 272 responden (67,6% wanita; Musia=24,4; SDusia=10,38). Berdasarkan hasil eksplorasi, penyebaran Covid-19 menjadi tanggung jawab diri sendiri (67,65%), pemangku kebijakan (22,79%), dan objek lain (9,56%). Kondisi afeksi dalam menyikapi Covid-19 didominasi oleh perasaan cemas (47,79%), diikuti usaha tetap tenang (32,72%) dan perasaan sedih (19,47%). Perilaku adaptif ditunjukkan dengan memutus rantai penyebaran virus (45,22%), menjaga pola hidup bersih dan sehat (42,28%), dan mengikuti anjuran pemerintah (12,5%). Berdasarkan model decision tree, kecenderungan #dirumahsaja terjadi pada wanita dewasa awal dan dewasa madya yang merasa cemas akan Covid-19 dan berperilaku adaptif dengan memutus rantai penyebaran virus.
Regaining a Bright Future: Psychological Dynamics in Female Adolescent Victims of Sexual Harassment Ajeng Nova Dumpratiwi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.035 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55605

Abstract

Rampant sexual harassments affect the victims and need to be followed up. Victims who are majority women are likely to feel aggrieved by pregnancy, receive negative stigma from society, drop out of school, and feel unable to achieve well-being in the future. This phenomenon is the basis for research conducted with the aim of knowing the psychological dynamics and aspects that affect the psychological conditions in female adolescent victims of sexual harassment. The phenomenological approach and interview method were used in this research. Three teenage girls aged 13-18 years became informants in this study. The results showed that the psychological condition of victims of sexual harassment was influenced by who the perpetrator is or the close relationship between the victim and the perpetrator. It was also influenced by support from the social environment, especially family as the closest environment. The psychological dynamics of victims of sexual harassment are influenced by four things: 1) the attitude of the environment; 2) self-understanding ability; 3) motivation to achieve self-actualization; and 4) the attitude of comparing oneself with others who are not in a better condition. From the results of this study, it was concluded that the supporting external or environmental factors and internal process in victims of sexual harassment combined really encourage the process recovery to achieve a better future.
Konsistensi Internal dan Validasi Kriteria pada Alat Ukur Kesehatan Mental Mahasiswa Universitas Hasanuddin Yulita Sirinti Pongtambing
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.566 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55702

Abstract

Literasi kesehatan mental dapat menjadi tolok ukur kemampuan seseorang dalam memahami dan mengatasi masalah kesehatan mental pada dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya. Namun, asesmen literasi kesehatan mental masih belum banyak dilakukan di Indonesia, khususnya di kalangan remaja akhir sebagai kelompok berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji reliabilitas dan validitas dari instrumen literasi kesehatan mental (Mental Health Literacy Scale/MHLS) pada remaja akhir. Penelitian dengan desain potong lintang ini mengambil sampel berbasis proporsi mahasiswa tingkat pertama program sarjana reguler di semua fakultas yang ada di Universitas Hasanuddin (n=374). Responden direkrut melalui flyer dan pesan teks untuk mengikuti survei daring pada Juli 2019. Instrumen MHLS yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diadaptasi melalui wawancara kognitif terdiri dari 11 pertanyaan dengan skala 4, dan 14 pertanyaan dengan skala 5. Hasil pengujian menunjukkan MHLS memiliki reliabilitas yang baik (Alpha Cronbach=0,77) dan memiliki asosiasi yang positif dengan instrumen literasi kesehatan (Health Literacy Scale). Hasil analisis lanjutan menunjukkan rata-rata skor total responden setelah dikonversi ke skala 100 adalah 60,72 (SD=8,94). Secara umum, hasil adaptasi mengindikasikan bahwa MHLS adalah instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa tingkat pertama.
Peran Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement Karyawan Jufi Lailatul Mufarrikhah; Muhammad Salis Yuniardi; Nandy Agustin Syakarofath
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.978 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.56396

Abstract

Work engagement adalah sikap yang menggambarkan individu secara penuh terlibat dengan pekerjaannya, baik secara emosi maupun fisik dengan menunjukkan perilaku yang penuh semangat, penuh dedikasi, dan penghayatan dalam menunaikan pekerjaan. Salah satu faktor yang dapat berperan dalam meningkatkan work engagement adalah perceived organizational support, yaitu persepsi karyawan mengenai dukungan, kepedulian dan kontribusi organisasi terhadap  kesejahteraan karyawannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran perceived organizational support terhadap work engagement karyawan. Subjek penelitian ini sejumlah 300 karyawan di bidang jasa dan produksi yang diperoleh menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan SPOS (Survey Perceived Organizational Support) sebanyak 13 aitem dan UWES-17 (Utrecht Work Engagement Scale-17) sebanyak 17 aitem. Analisis data menggunakan teknik regresi linier sederhana dengan hasil perceived organizational support berperan positif terhadap work engagement karyawan (Nilai F = 152,442; p = <0,005). Adapun, sumbangan efektif yang diberikan oleh perceived organizational support dapat memprediksi work engagement sebesar 33,8%. Artinya, perceived organizational support terbukti memiliki peran terhadap tinggi rendahnya work engagement karyawan.
Kecenderungan Gaming Disorder dan Perilaku Konsumtif Pembelian Virtual Goods pada Pemain Online Game Sarah Syahara Alfa Hasanah; Diana Savitri Hidayati; Nandy Agustin Syakarofath
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.055 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.56824

Abstract

Berkembangnya teknologi dan berbagai jenis game membuat seseorang tertarik terlibat penuh dan semakin intens hingga memiliki rasa ketergantungan, adiksi bahkan disorder. Segelintir individu melakukan berbagai upaya untuk dapat mengakses sumber kesenangannya selama bermain online game dengan turut serta membeli game item yang melekat pada game-game yang sering dimainkan meski dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecenderungan gaming disorder terhadap perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan kriteria usia 14-28 tahun, sering bermain online game, pernah membeli item dalam game secara tunai maupun real trade money. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Internet Gaming Disorder Scale dan skala perilaku konsumtif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui teknik analisis regresi linear sederhana menunjukkan gaming disorder berpengaruh terhadap perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game (p < 0,000, R2 = 0,134). Artinya, individu yang cenderung mengalami internet gaming disorder semakin intens untuk membeli berbagai perangkat game yang digemari, begitu juga sebaliknya.
Is the Online Friendship Scale Fit for High School Students? Avin Fadilla Helmi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.073 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.57605

Abstract

Online friendship is an inevitable phenomenon especially for young people for which Helmi et al. developed a concept and an online friendship scale with university students as their trial subject. From a  developmental perspective, university students are in the early adulthood stage. With the Internet’s asynchronous nature and the absence of non-verbal cues, the scale was applied to high school students in this present study. The purpose of this study was to test whether or not the online friendship scale has sound psychometric properties when applied to high school students. The subjects of this study were 214 high school students. The results of the structural equation model analysis met the goodness of fit criteria for construct validity, which include TL, GFT, and RMSEA indices. Its Cronbach's alpha reliability coefficient was also satisfying. A drive to create activities with friends on social media mitigates the lack of non-verbal signs resulting from online communication. This result supports the social enhancement hypothesis. Consequently, Online Friendship Scale can be implemented in adolescence and young adult.
Kontribusi Literasi Kesehatan Mental dan Persepsi Stigma Publik terhadap Sikap Mencari Bantuan Profesional Psikologi Nanda Maya
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.431 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.58470

Abstract

Angka penderita gangguan mental di Indonesia terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Namun, masyarakat pada negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah (termasuk Indonesia) cenderung untuk meminta bantuan penyembuh tradisional daripada tenaga profesional kesehatan mental dalam menangani gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi yang diberikan oleh literasi kesehatan mental dan persepsi stigma publik terhadap sikap mencari bantuan profesional psikologi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian regresi. Subjek pada penelitian ini adalah 349 remaja berusia 18-24 tahun yang berdomisili di Kota Bandung. Data dari penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental secara signifikan berkontribusi terhadap sikap mencari bantuan profesional psikologi (F = 63,130; p < 0,05), dan persepsi stigma publik terbukti tidak memberi kontribusi yang signifikan terhadap sikap mencari bantuan profesional psikologi (p > 0,05).
Tema-tema Pengalaman Perjumpaan Antarbudaya Mahasiswa Perantauan sebagai Bahan Perancangan Psikoedukasi Keterampilan Budaya Edward Theodorus
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.831 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.58657

Abstract

Mahasiswa perantauan pada umumnya mengalami gegar budaya saat berpindah dari daerah asalnya ke daerah tempat kuliah. Perancangan intervensi yang membantu mahasiswa perantauan dalam mengatasi gegar budaya perlu didasarkan pada pengalaman nyata yang relevan bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman perjumpaan antarbudaya mahasiswa residen asrama salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Teori yang digunakan adalah teori akulturasi/gegar budaya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, yaitu analisis tematik. Sebanyak 57 mahasiswa residen asrama berpartisipasi. Pemilihan partisipan menggunakan teknik convenience sampling. Data diperoleh dengan diskusi kelompok terarah (FGD). Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik, dibantu dengan perangkat lunak QDA Miner Lite. Hasil penelitian menunjukkan enam tema pokok, yaitu: 1) idealisme, 2) makanan, 3) kondisi geografis, 4) pemahaman bahasa dan keterampilan komunikasi, 5) stereotip, dan 6) jejaring sosial. Perspektif psikologi akulturasi (gegar budaya), psikologi sosial afirmasi diri dan ancaman stereotip, peminggiran budaya, dan keterampilan komunikasi antarbudaya digunakan dalam membahas temuan. Implikasinya adalah perancangan psikoedukasi dan kebijakan perlu mempertimbangkan keenam tema tersebut beserta diskusi yang menyertainya.
Predictors of Workplace Well-Being for Dual-Earner Couples During Covid-19 Pandemic Gisela Oktaria Efi; Endang Parahyanti
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.787 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.59844

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the life order of entire community including employees from dual-earner families. Overlapping roles experienced can cause tension and trigger work-family conflicts that can impact workplace well-being. Previous studies had often focused on well-being in general and there was a lack of research related to well-being in dual earner couples during pandemic. This study investigated the predictor role of core self-evaluation and spousal support through mediating role of work family conflict (WFC) on workplace well-being. Based on the conservation of resources theory, we need to identify essential resource to fulfill workplace well-being. Data were collected from 200 employed Jakarta Metropolitan area (Jabodetabek) dual-earners who had at least one child below the age of 13. According to the mediation with two predictors analysis, the mediating effect of WFC can only predict the linkage between core self-evaluation and workplace well-being (β = 0.02, SE =0.02; 95% CI [0.005, 0.061]) but cannot predict the role of spousal support through WFC on workplace well-being (β = 0.00, SE =0.00; 95% CI [-0.002, 0.007]). This finding explained the importance of self-evaluation during pandemic to enhance workplace well-being and buffered negative effect of work and family related burdens.
Kegagalan Kognitif Karyawan di Masa Pandemi: Apakah Pengaturan Kerja Fleksibel dan Persepsi Kontrol Berperan? Dea Shahnaz Virginia; Arum Etikariena
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.525 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.60297

Abstract

Situasi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini, berdampak pada pembatasan aktivitas manusia, salah satunya dalam hal pekerjaan. Sebagian besar perusahaan memutuskan menerapkan pengaturan kerja fleksibel bagi para karyawan. Selain untuk membatasi penyebaran virus, bekerja secara fleksibel berperan dalam menurunkan kegagalan kognitif individu, baik di tempat kerja maupun di rumah. Selain itu kontrol yang baik juga membantu penurunan kegagalan kognitif yang dialami karyawan. Responden penelitian merupakan karyawan perusahaan di Indonesia yang berjumlah 225 orang. Data dianalisis menggunakan program makro PROCESS oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kontrol di tempat kerja berperan sebagai mediator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dengan kegagalan kognitif di tempat kerja (β = -0,003, SE = 0,01, 95% BCa CI [-0,07. -0,01]). Akan tetapi, tidak ditemukan peran mediator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dengan kegagalan kognitif di rumah, maupun dalam hubungan lintas domain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran penerapan pengaturan kerja fleksibel terhadap kontrol individu atas tanggung jawab pekerjaan dan rumah tangga, yang dapat menurunkan kegagalan kognitif individu, khususnya dalam situasi pandemi.

Page 10 of 18 | Total Record : 173