cover
Contact Name
Netti Ermawati
Contact Email
netty@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
gamajop.psikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
ISSN : -     EISSN : 24077798     DOI : -
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) ISSN 2407-7798 is an open-access journal disseminating empirical research on current topics in the broad area of psychology (clinical, social, developmental, educational or Industrial and Organizational) with a behavioral, cognitive, positive psychology and/or neuropsychological perspectives Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) accepts articles using quantitative and or qualitative research methodology that meets the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology
Articles 173 Documents
Dinamika Relasi Keluarga ODS (Orang dengan Skizofrenia) Usia Remaja Berdasarkan Teori Bowen Hani Kumala; Irwanto Irwanto
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.84 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.61411

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan mental yang berat. Perjalanan penyakitnya kronis dan sering kambuh. Tidak lebih dari 10% ODS berfungsi baik hanya dengan pengobatan anti psikotik. Sembilan puluh persen sisanya tetap membutuhkan pendekatan dinamis termasuk juga terapi keluarga. Pendekatan dinamis berarti diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk membantu pemulihan. Keluarga merupakan faktor penting, baik dalam etiologi maupun pemulihan ODS. Penelitian ini merupakan intervensi single case study dengan Bowen Family Therapy terhadap keluarga yang mengalami skizofrenia. Data diperoleh melalui wawancara terhadap ayah, ibu, Index Person, dan kakak perempuannya. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kemampuan melakukan diferensiasi sangat dipengaruhi oleh intensitas relasi emosi dari anggota keluarga lain. Diferensiasi diri yang dari buruk ayah dan ibu (generasi kedua), menyebabkan munculnya gangguan skizofrenia pada salah satu anak perempuannya (generasi ketiga) yang terjebak dalam double bind-messages.
Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Panti Asuhan Ditinjau dari Internal Locus of Control dan Spiritualitas Dyah Kantung Sekar Harjanti
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.258 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.62236

Abstract

Kehadiran orang tua berperan besar bagi kesejahteraan psikologis anak, khususnya remaja. Namun realitanya ada sebagian remaja yang tidak mendapatkan bimbingan dan afeksi orang tuanya, yaitu remaja di panti asuhan. Kesejahteraan psikologis dipengaruhi beberapa faktor, seperti kepribadian dan psikososial. Faktor kepribadian misalnya adalah internal locus of control, sedangkan faktor psikososial adalah spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dan spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Pengambilan sampel menggunakan teknik studi populasi dengan jumlah 75 remaja. Pengumpulan data menggunakan skala kesejahteraan psikologis (28 aitem, α = 0,881), skala internal locus of control (22 aitem, α = 0,856), dan skala spiritualitas (26 aitem, α = 0,905). Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara internal locus of control dan spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis (Ryx1x2 = 0,790; p < 0,05. Analisis regresi sederhana pertama menunjukkan terdapat hubungan antara internal locus of control dengan kesejahteraan psikologis (rx1y = 0,466; p < 0,05). Analisis regresi sederhana kedua menunjukkan terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis (rx2y = 0,490; p < 0,05). Artinya semakin tinggi internal locus of control dan spiritualitas yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi kesejahteraan psikologisnya, begitu pula sebaliknya. Besar sumbangan efektif spiritualitas lebih besar terhadap kesejahteraan psikologis dengan memberikan sumbangan sebesar 32,5%, dibandingkan internal locus of control yaitu sebesar 30%.
Strategi Belajar Kognitif Sebagai Mediator Peran Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Asmadi Alsa; Adi Putra Hidayatullah; Agustina Hardianti
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.431 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.62623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar statistika dengan mediator strategi belajar kognitif. Subjek penelitian 179 mahasiswa kelas statistika Fakultas Psikologi dari tiga universitas di Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi belajar intrinsik, strategi belajar rehearsal, strategi belajar elaborasi, dan strategi belajar organisasi adalah skala; sedangkan variabel prestasi belajar statistika diperoleh dari dokumentasi tes hasil belajar tengah semester (UTS) dan akhir semester (UAS). Data yang diperoleh, dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak Analysis of Moment Stucture (AMOS). Hasil penelitian adalah: 1) Model teoretis yang menyatakan bahwa strategi belajar kognitif memediasi peran motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar statistika, cocok atau sesuai dengan data; 2) Variabel motivasi belajar intrinsik, strategi belajar rehearsal, dan strategi belajar organisasi berperan positif terhadap prestasi belajar statistika, sedangkan strategi belajar elaborasi tidak berperan terhadap prestasi belajar statistika; 3) Strategi belajar kognitif, yang meliputi strategi belajar rehearsal, strategi belajar elaborasi, dan strategi belajar organisasi, tidak berfungsi sebagai mediator atas peran motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar statistika.
Peran Kepribadian Kesungguhan terhadap Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator Dzikria Afifah Primala Wijaya; Muhana Sofiati Utami
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.486 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.63924

Abstract

Krisis usia seperempat abad merupakan krisis perkembangan yang terjadi pada masa emerging adulthood. Krisis usia seperempat abad terjadi karena pengaruh beberapa faktor, di antaranya kepribadian kesungguhan dan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad pada emerging adulthood dengan dukungan sosial sebagai mediator. Partisipan penelitian ini adalah individu yang berada pada kelompok usia 18-25 tahun sebanyak 286 orang. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yaitu Skala Quarter-life Crisis, Big-Five Inventory (BFI), dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis mediasi menggunakan PROCESS, menunjukkan bahwa dukungan sosial memediasi peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad sebesar 13% (-0,1286; p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berfungsi sebagai mediator atas peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad.
Online Learning Saat Pandemi Covid-19: Stres Akademik terhadap Subjective Well-being dengan Adaptive Coping sebagai Mediator Rizki Restuning Tiyas; Muhana Sofiati Utami
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.53 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.64599

Abstract

Seluruh dunia sedang menghadapi Covid-19, salah satu cara memutus rantai penyebarannya, maka metode pembelajaran menjadi online learning. Tujuan riset ini adalah untuk menguji peran stres akademik terhadap subjective well-being dengan adaptive coping sebagai mediator pada mahasiswa di Indonesia yang sedang melaksanakan online learning. Hipotesis penelitian ini adalah peran stres akademik terhadap subjective well-being pada mahasiswa dimediasi oleh adaptive coping. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif survei dengan convenience-sampling. Jumlah partisipan 682 mahasiswa di Indonesia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Skala Subjective Well-being, Skala Stres Akademik, dan Skala Adaptive Coping. Analisis data menggunakan analisis regresi mediasi dan hasilnya adalah β = 0,033; 95% (CI: 0,003 – 0,128). Kesimpulannya adalah stres akademik berperan terhadap subjective well-being pada mahasiswa dengan adaptive coping sebagai mediator secara parsial dengan pengaruh yang kecil.
An Indonesian Adaptation of the World Health Organization Adverse Childhood Experiences International Questionnaire (WHO ACE-IQ) as a Screening Instrument for Adults Satwika Rahapsari; Valendra Granitha Shandika Puri; Adelia Khrisna Putri
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.853 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.64996

Abstract

There has been little research in Indonesia about Adverse Childhood Experiences (ACE). Whereas, research on this topic is urgently needed as the baseline for a national evidence-based child protection policy. Even though the worldwide prevalence of ACE is high, there is no comprehensive study in the Indonesian context in regards to ACE identification and the impact on the survivors’ mental and physical health. Therefore, an ACE screening instrument is urgently needed as the first step for conducting research on this topic. This research aims to examine the validity and reliability of the WHO ACE-IQ or the World Health Organization Adverse Childhood Experience International Questionnaire as an ACE screening instrument in Indonesia. The researcher conducted a cross-sectional survey in 240 participants aged 18-65 years old using an online self-administered questionnaire. The outcome of this research is the Indonesian adapted WHO ACE-IQ is able to provide a reliable, accurate, and valid score of ACE in the Indonesian adult population
Kesepian dan Nomophobia pada Mahasiswa Perantau Zihan Fahira; Zaujatul Amna; Marty Mawarpury; Syarifah Faradina
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.936 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.65827

Abstract

Penggunaan smartphone sebagai upaya pengalihan dari rasa kesepian dapat memicu munculnya nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 513 mahasiswa perantau (terdiri dari 157 laki-laki dan 356 perempuan) yang aktif kuliah di Universitas Syiah Kuala yang berasal dari luar Banda Aceh dan tidak tinggal bersama orang tua atau kerabat keluarga. UCLA Loneliness Scale (Version 3) dan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) digunakan sebagai instrumen dalam mengumpulkan data penelitian. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala (r=0,094; p=0,034). Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi nomophobia, sebaliknya semakin rendah kesepian maka semakin rendah nomophobia.
Hardiness, Dukungan Sosial, dan Penyesuaian Diri Guru Tingkat Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19 Immatulfathina Purifiedriyaningrum; Edilburga Wulan Saptandari
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.437 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.66553

Abstract

Guru sebagai salah satu aktor utama dalam pendidikan perlu memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik agar mampu merespon ketidakpastian, perubahan, dan kebaruan secara efektif. Riset ini bertujuan untuk mengetahui peran hardiness dan dukungan sosial pada penyesuaian diri guru dalam konteks pembelajaran di masa pandemi Covid-19 di tingkat sekolah dasar. Sebanyak 198 guru di tingkat sekolah dasar terlibat dalam studi survei kuantitatif ini.  Penelitian ini menggunakan convenience sampling sebagai teknik sampling dan menggunakan analisis regresi berganda untuk menganalisis data yang diperoleh. Tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala hardiness, skala penyesuaian diri, dan skala dukungan sosial. Hasil analisis membuktikan bahwa secara simultan hardiness dan dukungan sosial berperan pada penyesuaian diri guru dengan sumbangan efektif sebesar 47,8% (F = 89,21; p < 0,01). Hasil tersebut dapat menjadi salah satu dasar bagi pengambil kebijakan di dunia pendidikan guna meningkatkan kemampuan guru dalam menyesuaikan diri menghadapi perubahan yang terus terjadi.
Narsisisme dan Harga Diri Perempuan Generasi Z terhadap Pembelian Kompulsif Wingga Walenta; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka; Anton Johannes Tjahjoanggoro
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.736 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.66627

Abstract

Fenomena pembelian kompulsif yang terjadi di berbagai negara terus meningkat setiap saat, khususnya terjadi pada perempuan generasi Z. Tuntunan untuk pemenuhan tren membuat perempuan generasi Z memiliki dorongan untuk membeli fashion secara berlebihan hingga kehilangan kendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara narsisisme, harga diri, dan pembelian kompulsif pada perempuan generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling sejumlah 173 partisipan. Digunakan tiga instrumen pengukuran pada penelitian ini, yaitu: Compulsive Buying Scale, Narcissism Personal Inventory (NPI-16), dan Self-esteem Scale. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui adanya hubungan antara narsisisme dan harga diri terhadap perilaku kompulsif (F = 23,041, p<0,01). Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, kekaguman, ataupun penilaian positif dari orang lain akan membuat perempuan generasi Z melakukan pembelian kompulsif.
I’m not Alone: A Phenomenological Study of Psychological Help Sources in Suicide Crisis F A Nurdiyanto; Subandi Subandi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.806 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.67687

Abstract

This research was conducted to explore the experiences of suicide survivors in seeking psychological help for their crisis. A descriptive phenomenological study was chosen to get the dynamics of mental health help-seeking. Semi-structured interviews were conducted with youth participants who had previously experienced a suicide crisis. Seven participants (5 women; mean age 26 years-old) were involved voluntarily through the snowball technique recruitment. Descriptive phenomenological analysis was applied to get the synthesis and meaning of experiences in psychological help-seeking. This study found psychological help sources: self-help, close relationships, socio-cultural, and institutional. This article highlighted that social relations played a crucial role in the success of seeking help. Suicide prevention should be carried out by campaigning for self-disclosure to seeking help by utilizing various available psychological help sources.

Page 11 of 18 | Total Record : 173