cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
educative.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : https://www.doi.org/10.30983/educative
Core Subject : Education,
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies (ISSN 2549-4120 and e-ISSN 2549-4139) is a peer-reviewed academic journal published biannually by the Faculty of Tarbiyah and Teaching Training, State Islamic Institute (IAIN) of Bukittinggi. The journal is the transformation of the Analysis Journal published by School Islamic Institute (STAIN) of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi which had been published periodically from 2007 to 2015. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies presents research and development in the field of education, with special reference to curriculum and learning, management, technology, sociology, anthropology, psychology, language, and Islamic education. The journal invites articles that have never been published elsewhere. Please see Author Guidelines for information regarding the process of publication in the journal. The language used in this journal are Indonesian and English. The review process in this journal employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): June 2020" : 8 Documents clear
Pendidikan Life Skills Sebagai Modal Sosial (Studi Kasus di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta) Agus Firmansyah
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.982 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3225

Abstract

The aim of this research was to describe life skills education as the social capital that must be possessed by students. This research was a qualitative field study which seekeed to describe the data collected from the field and the literature related to the discussion. The focus of this research was on Condongcatur Muhammadiyah Elementary School. The data collection technique used to obtain data was observation, interviews, and documentation. The data was analysed in stages: data reduction, data presentation and the summarization of research results. The results of this research were as follows: first, the concept of life skills education in SD Muhammadiyah Condongcatur is an integrated system of life skills education. The implementation of life skills education is part of three main components of learning activities, namely intra-curricular, extra-curricular and school programmes and activities. Second, the process of implementing life skills education, shaping social asset at Condongcatur Muhammadiyah Elementary School, through two stages, the implementation of life skills education to build cooperation in school mosques and the application of life skills education to build confidence among students.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan kecakapan hidup (life skills) sebagai modal sosial yang harus dimiliki peserta didik di SD Muhammadiyah Condongcatur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) yang bersifat kualitatif yang berusaha mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari lapangan maupun literatur yang berkaitan dengan pembahasan. Fokus penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Condongcatur. Untuk mendapatkan data digunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keseluruhan data dianalisis dengan tahapan:  mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan, yaitu: pertama, konsep pendidikan kecakapan hidup (life skills) di SD Muhammadiyah Condongcatur berupa konsep pendidikan kecakapan hidup dengan sistem terpadu. Pelaksanaan pendidikan life skills ada pada 3 komponen utama kegiatan pembelajaran yaitu intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan program dan kegiatan sekolah. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membentuk modal sosial di SD Muhammadiyah Condongcatur melalui 2 tahapan yaitu pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membangun kerjasama di masjid sekolah dan penerapan pendidikan life skills dalam membangun kepercayaan peserta didik
Penggunaan CIPP Model dalam Mengevaluasi Pelaksanaan Tahfiz Qur’an di Pondok Pesantren Retna Fitri; Supratman Zakir; Sarwo Derta; Gusnita Darmawati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.953 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3071

Abstract

This research began with barriers to the implementation of Tahfiz Quran activities in the Ecology Boarding School of Jama'atul Muslimin, such as the lack of facilities and infrastructure to support various programs, in particular the Tahfiz Quran Program. Despite having various obstacles, students from this Islamic boarding school have often performed well in a number of competitions. The aim of this study was to evaluate the implementation of the Tahfiz Qur'an in Jama'atul Muslimin Ecology Islamic Boarding School, which includes the implementation of the programme, the tahfiz method and the evaluation system used. The research method used was an evaluation of the CIPP (Context, Input, Process and Product) research method. Data was collected by observation, interview, and documentation. The results showed that: (1) the implementation of the Tahfiz Qur'an was carried out at the following three levels: the first level focused on memorization and tahsin, the second level focused on memorization and understanding, while the third level focused on making students memorize and be able to preach. (2) The methods used in the Tahfiz Qur'an were Wahdah, Sima'i, Jama', Tarki methods and verse comprehension. (3) The evaluation system for the implementation of Tahfizul Qur'an had been implemented in two ways: internal evaluation and external evaluation.  The result of the external evaluation shows that the community was grateful and pleased with the existence of the Tahfiz Qur'an program at the Ecology Boarding School.  Penelitian ini berawal dari adanya kendala di Pondok Pesantren Ekologi Jama’atul Muslimin dalam melaksanakan kegiatan tahfiz qur’an, seperti minimnya sarana dan prasarana untuk mendukung berbagai program khususnya program tahfiz qur’an. Meskipun memiliki berbagai kendala, para santri pondok pesantren ini sering berprestasi dalam setiap perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tahfiz qur’an di Pondok Pesantren Ekologi Jama’atul Muslimin yang meliputi pelaksanaan program, metode tahfiz dan sistem evaluasi yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian evaluasi dengan pendekatan CIPP (context, input, process dan product). Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pelaksanaan tahfiz qur’an dilakukan dengan tiga tingkatan, yaitu tingkat satu difokuskan untuk menghafal dan tahsin bacaan. Tingkat dua, hafal dan paham, sementara pada tingkat tiga difokuskan agar santri hafal dan bisa mendakwahkan. (2) Metode yang digunakan dalam tahfiz qur’an yaitu; metode wahdah, sima’i, jama’, tarki dan memahami ayat. (3) Sistem Evaluasi pelaksanaan tahfizul qur’an dilakukan dengan dua cara yaitu, evaluasi internal dan evaluasi eksternal. Sistem evaluasi internal dilakukan untuk melihat sejauh mana jumlah hafalan santri dengan cara santri menghafal hafannya dihadapan guru. Hasil evaluasi eksternal menunjukkan, bahwa masyarakat merasa bersyukur, gembira dan senang dengan keberadaan program tahfiz qur’an di Pesantren Ekologi ini.
Islamic Education In The Al-Qur'an and Sunnah (Study About the Meaning of Education and Implication for Educator) M Imamuddin; Andryadi Andryadi; Zulmuqim Zulmuqim
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.323 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3055

Abstract

Al-Qur'an and Sunnah Rasul are the sources of Islamic teaching, which means that Islamic education cannot be separated from both sources. In both sources, education is known in terms of the meaning of Tarbiyah. In the Quran, the meaning of education is often found in the Surah with different meanings. The different meanings encouraged researchers to analyze or examine them to recognize the educational terms of the Quran and the implications for educators. Researchers used library research to collect data, and the results were analyzed based on deductive thinking. The analysis shows that there are 12 terms which refers to education, such as Tarbiyah, Talm, Da'wah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, and al-tigerizah. The implication of the meaning of education is that educators should possess and impart good qualities to themselves and their personalities. Tarbiyah, da'wah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, al-tafakkur, al-intidzar, and al-mauizah are the ideal qualities they should have, as stated in the Qur'an. Al-Qur'an dan Sunnah Rasul merupakan sumber ajaran Islam, maka pendidikan Islam pada hakekatnya tidak boleh lepas dari kedua sumber itu. Dalam kedua sumber tersebut pendidikan lebih dikenal dengan istilah-istilah yang pengertiannya terkait dengan Tarbiyah. Seperti di Al-quran sendiri makna pendidikan banyak ditemukan pada surat-surat al-Quran yang mempunyai makna-makna yang berbeda. Dengan banyaknya makna-makna pendidikan dalam al-quran, penulis mencoba menganalisis atau mentelaah makna dari istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran dengan tujuan untuk mengetahui istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran serta menganalisis dampaknya terhadap pendidik. Peneliti menggunakan penelitian pustaka dalam mengumpulkan data-data dan hasilnya dianalisis berdasarkan pola pikir deduktif. Hasil analsis memperlihatkan bahwa terdapat 12 istilah yang mengacu pada Pendidikan, seperti Tarbiyah, talm, dakwah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah. Implikasi dari makna pendidikan tersebut adalah pendidik hendaknya memiliki dan menanamkan sifat-sifat yang baik dalam diri dan kepribadiannya. Sifat-sifat ideal yang perlu dimiliki pendidik adalah Tarbiyah, dakwah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah yang merupakan istilah-istilah yang tertera dalam Al-Quran
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Contextual Teaching and Learning di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Raudhatul Mujawwidin Tebo Juni Astuti; Mona Novita; M. Syukri Ismail
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.352 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.1630

Abstract

This research was motivated by a low learning motivation of the second-grade students of MIS Raudhatul Mujawwidin on Akidah Akhlak subject. The purpose of this study was to analyze the increase of students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject by using Contextual Teaching Learning (CTL) approach. The research approach was qualitative with the two-cycle action research method of Kemmis and Taggart. The results showed that: first, the level of students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject increased from 36.84 per cent to 64.69 per cent with the use of the CTL approach in the first cycle. This means that the use of CTL is a sufficient solution to overcome the low motivation of student learning, so that it remains used as an action variable for Cycle II. Second, the level of motivation of students in the Akidah Akhlak subject, using the CTL approach, increased to 82.89 per cent in the second cycle. Out of the six indicators of the student's learning motivation, only one indicator is in the category of "moderately motivated," that is, the indicator of learning appreciation. This shows that the use of the CTL approach can increase the motivation of students in learning Akidah Akhlak in the second class of MIS Raudhatul Mujawwidin, particularly on the material of "beriman kepada Allah." Evidence shows that almost all indicators of student motivation for learning are in the category of "highly motivated." Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa di kelas II MIS Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif dengan metode action research melalui model Kemmis and Taggart dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus I meningkat menjadi 64,69% dari sebelumnya hanya 36,84%. Hal ini berarti bahwa penggunaan pendekatan CTL cukup menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa, sehingga tetap dijadikan sebagai variabel tindakan untuk siklus II. Kedua, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus II meningkat menjadi 82,89%. Dari keenam indikator motivasi belajar siswa, hanya satu indikator yang berada dikategori “cukup termotivasi”, yaitu indikator penghargaan dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II MI Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak materi beriman kepada Allah yang dibuktikan dari hampir semua indikator motivasi belajar siswa berada pada kategori “sangat termotivasi”.
Implementasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning pada Pembelajaran Qur’an Hadits Suriadi Suriadi; Triyo Supriyatno; Muhammad Walid
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.479 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3181

Abstract

This article discusses the learning of the Qur'an with the approach of contextual teaching and learning. This research was conducted at the Islamic Junior High School Muhammadiyah Sejangkung Sambas Regency. The study focused on learning the Qur'anic Hadith. The aim of the research was to describe the contextual teaching and learning on: a) the implementation of the learning of the Qur'anic Hadith, b) the implications of learning the Qur'an Hadith, (c) the factors supporting and inhibiting the learning of the Hadith Qur'an. This research was designed with a qualitative approach. The subject of the research was the Hadith teacher and the students at the Islamic Junior High School Muhammadiyah. The results of the analysis show that the implementation of the learning of Qur'an Hadith with a contextual teaching and learning approach is achieved by conveying more actual, realistic, enjoyable material in the four forms of learning methods namely learning together, group discussion, Jigsaw, and peer teaching method. Implications of learning have a very positive impact on students, among others, students are more responsive to the material being delivered, the classroom atmosphere is more pleasant, the material being delivered is more actual, so that it can indirectly improve the quality of education in madrasah (Islamic junior high school). The supporting factors for the positive effects are as follows: (1) The ability of teachers, (2) the ability of students, (3) facilities and infrastructure;  while the inhibiting factors in implementing this strategy are (1) the limitations of teachers, (2) the lack of facilities and infrastructure, and (3) the diverse psychological abilities and souls of students Artikel ini membahas tentang pembelajaran qur’an hadits dengan pendekatan contextual teaching and learning. Penelitian ini dilakukan di madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Kabupaten Sambas. Kajian difokuskan pada pembelajaran qur’an hadits. Penelitian bertujuan untuk menguraikan pembelajaran contextual teaching and learning pada: a) implementasi pembelajaran Qur’an Hadits, b) implikasi pembelajaran Qur’an Hadits, (c) faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Qur’an Hadits. Penelitian ini didesain dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian guru Qur’an Hadits dan siswa di madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran qur’an hadits dengan pendekatan contextual teaching and learning terwujud dilakukan dengan cara menyampaikan materi yang lebih aktual, lebih realistis, lebih menyenangkan dalam empat bentuk metode pembelajaran yaitu metode belajar kelompok (learning together), metode diskusi kelompok (group discussion), metode Jigsaw dan metode tutor sebaya (peer teaching). Implikasi pembelajaran memberikan dampak yang sangat positif terhadap siswa antara lain siswa lebih mudah menerima materi yang disampaikan, suasana kelas lebih menyenangkan, materi yang disampaikan lebih aktual, sehingga secara tidak langsung) dapat meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Sedangkan faktor pendukung (1) Kemampuan guru, (2) Kemampuan siswa, (3). Sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat dalam penerapan Pendekatanini adalah: (1) Keterbatasan guru, (2), Sarana dan prasarana yang kurang memadahi, (3) Kemampuan dan jiwa psikologis siswa yang beragam
Aplikasi Mobile Learning Sebagai Sarana Pembelajaran Abad 21 bagi Pendidik dan Peserta Didik di era Revolusi Industri 4.0 Liza Efriyanti; Firdaus Annas
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.499 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3132

Abstract

The first to fourth industrial revolution has resulted in changes in the learning process of today. Learning in a person which was limited in space and time, with the development of technology, has led to the transition of a learning process that can take place anywhere and at any time. The aim of the research was to find the literature on mobile learning and its application in the 21st century learning process by educators and students and the devices used. This literature review research has shown that the use of mobile technology has influenced the development of mobile learning applications as a means of learning in the 21st century. Mobile learning applications can be used by educators and students if they are connected to the Internet. Developing a mobile application requires educators to be able to use it. Vice versa, students can use this application to build their knowledge of the material they need. Researchers concluded that learning through mobile learning has led to changes in educators and student thinking; how to work; the level of technology mastery; and the ability to adapt and survive in the outer environment Revolusi industri pertama sampai dengan keempat mengakibatkan perubahan pada proses pembelajaran pada zaman sekarang. Pembelajaran pada diri seseorang yang dulunya dibatasi oleh ruang dan waktu, dengan perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya peralihan proses pembelajaran yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Adapun tujuan penelitian berupa mencari literatur tentang mobile learning dan pengaplikasiannya dalam proses pembelajaran di abad 21 oleh pendidik dan peserta didik dan tools yang digunakan. Jenis penelitian yang digunakan berupa literature review. Hasil penelitian yang diperolah dari literature yang didapatkan bahwa penggunaan teknologi mobile berdampak pada berkembangnya aplikasi mobile learning sebagai sarana dalam proses pembelajaran pada abad 21. Aplikasi mobile learning dapat digunakan oleh pendidik dan peserta didik asalkan terhubung dengan internet. Perkembangan aplikasi mobile mengakibatkan pendidik harus memiliki kemampuan untuk menguasai penggunaannya. Begitu juga sebaliknya peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam membangun pengetahuan mereka terhadap suatu materi yang dibutuhkan. Kesimpulan yang peneliti dapatkan pada penelitian ini yaitu: Pembelajaran dengan menggunakan mobile learning mengakibatkan perubahan yang terjadi pada pendidik dan peserta didik terhadap cara berpikir; cara bekerja; tingkat penguasaan teknologi yang ada dan kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan hidup pada lingkungan luar.
Quest for Mutual School-Community Relationship In Nigeria: The Critical Centrifugal Forces Ige Akindele Matthew
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.435 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3122

Abstract

Mutual school-community relationship is imperative in the educational system due to the associated benefits. One of the purposes of establishing a school is to serve the immediate community. A community also needs to monitor and supervise the schools located within it, attend to their needs, challenges, as well as monitor their progress, so that there will be effective management of the schools while the set objectives can be achieved.  In this paper, critical forces pulling schools and communities apart (i.e. centrifugal forces) in Nigeria, such as theft of school properties, encroachment into school’s land/territory, interference in school’s activities, invasion of school by hoodlums, ritual killings, and obstruction of movement of staff, indiscipline of pupils/students and teachers,  as well as the apathy of school to community’s activities, are examined. To tackle the forces and achieve mutual school-community relationships, all hands must be on deck, particularly, by the parties to the school and community relationship. In this case, non-apathy of school to community activities, prevention of theft of school properties, non-interference of community members in school affairs, non-interference of parents and community in school affairs, among others, are recommendedHubungan antara sekolah dan masyarakat sangat penting dalam sistem pendidikan karena manfaat yang ada di dalamnya. Salah satu tujuan pendirian sekolah adalah untuk melayani masyarakat yang berada di sekitarnya. Masyarakat juga perlu memantau dan mengawasi sekolah-sekolah yang berada disekelilingnya, memperhatikan kebutuhan mereka, tantangan, serta memantau kemajuan mereka, sehingga akan tercipta manajemen sekolah yang efektif sementara tujuan yang ditetapkan juga dapat tercapai. Tulisan ini menganalisa kekuatan kritis yang  memisahkan antara sekolah dan masyarakat (yaitu kekuatan sentrifugal) di Nigeria, seperti pencurian properti sekolah, gangguan lingkungan sekolah, campur tangan dalam kegiatan sekolah, invasi sekolah oleh preman, ritual pembunuhan, gangguan akan aktivitas staf sekolah, ketidakdisiplinan siswa dan guru, serta sikap apatis sekolah terhadap kegiatan masyarakat. Untuk mengatasi kekuatan tersebut dan mencapai hubungan timbal balik sekolah-masyarakat, semua pihak harus bersinergi, terutama pihak-pihak sekolah dan hubungan dalam masyarakat. Sebagai solusi, ada beberapa kegiatan yang direkomendasikan, diantaranya tidak apatisnya sekolah akan kegiatan masyarakat, pencegahan pencurian properti sekolah, tidak adanya campur tangan anggota masyarakat dalam urusan sekolah, tidak adanya campur tangan orang tua dan masyarakat dalam urusan sekolah
Integrasi Domain Afektif Taksonomi Bloom dengan Pendidikan Spiritual Al-Ghazali (Telaah Kitab Ayyuhal Walad) Maesaroh Lubis; Nani Widiawati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.427 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3228

Abstract

Research on the affective domain in Bloom's taxonomy has begun with the practical problem of lack of attention to this domain, especially when compared to cognitive domains. The author adopted the concept of spiritual education described by Al-Ghazali in Ayyuhal Walad's scripture as a perspective and basis for the integration of Bloom 's affective taxonomy, the source of the theory of learning practises in Indonesia, and the essence of Al-Ghazali 's spiritual education in this paper. This literature review used Al-Ghazali 's work in Majmu'at Rasa'il as the primary source. Bloom 's work is the theoretical basis for learning designs, as Reigeluth explains in teaching-design theories and models. They recommend that education be a medium for the opening up of divine inspiration, which enables students to engage in practical action as a reflection of the usefulness of practical knowledge. In collecting the data, the author used the Library's research phases as follows: data collection, criticism, interpretation, and writing. The finding shows that the integrative-holistic learning proposed by Al-Ghazali is practically illustrated through Bloom's learning design. It exemplifies that the objective of learning is to form the three domains holistically: affective, cognitive, and psychomotor.Penelitian mengenai domain afektif dalam taksonomi Bloom diawali dari problem praktis tentang minimnya perhatian peneliti terhadap aspek ini terutama apabila dibandingkan dengan pada aspek kognitif. Dalam tulisan ini, penulis mencoba menjadikan konsep pendidikan spiritual yang dideskripsikan Al-Ghazali  dalam kitab Ayyuhal Walad sebagai perspektif dan dasar perlu dilakukannya integrasi antara domain afektif taksonomi Bloom yang selama ini menjadi sumber teori bagi praktik pembelajaran di Indonesia dengan esensi pendidikan spiritual Al-Ghazali . Tulisan ini merupakan hasil penelaahan literatur dengan sumber primer karya Al-Ghazali  yang tertuang dalam kitab Majmu’at Rasa’il. Teori B.S.Bloom menjadi dasar teoretik desain pembelajaran yang dijelaskan Reigeluth dalam teori-teori disain pembelajaran dan model-model yang merekomendasikan bahwa seyogyanya pendidikan menjadi media bagi terbukanya inspirasi ilahiyah yang mampu menggerakkan pelajar pada tindakan praktis sebagai refleksi kebermanfaatan ilmu yang ditekuninya. Dalam proses pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode studi pustaka yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, kritik, interpretasi dan penulisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran integratif-holistik yang diusung Al-Ghazali  dalam prakteknya tergambar melalui rekayasa pembelajaran Bloom. Ia menggambarkan bahwa pembelajaran harus ditujukan pada pembentukan ketiga domain secara holistik, yaitu aspek afektif, kognitif dan psikomotik

Page 1 of 1 | Total Record : 8