cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
educative.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : https://www.doi.org/10.30983/educative
Core Subject : Education,
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies (ISSN 2549-4120 and e-ISSN 2549-4139) is a peer-reviewed academic journal published biannually by the Faculty of Tarbiyah and Teaching Training, State Islamic Institute (IAIN) of Bukittinggi. The journal is the transformation of the Analysis Journal published by School Islamic Institute (STAIN) of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi which had been published periodically from 2007 to 2015. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies presents research and development in the field of education, with special reference to curriculum and learning, management, technology, sociology, anthropology, psychology, language, and Islamic education. The journal invites articles that have never been published elsewhere. Please see Author Guidelines for information regarding the process of publication in the journal. The language used in this journal are Indonesian and English. The review process in this journal employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.
Articles 248 Documents
Integrated And Holistic Education System As Fundamental Approach Towards Quranic Generation Outcome Zetty Nurzuliana Rashed; Ab Halim Halim
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.875 KB) | DOI: 10.30983/educative.v6i1.3701

Abstract

Necessities towards integrated education system based upon aqli and naqli knowledge assimilation have a significant impact in moldings students’ character and personality towards understanding al-Quran and consequently produces Quranic generation. The holistic and integrated education system becomes the basis to form the Quranic generation.  Quranic generation as mentioned refers to a generation that understands religion and is not being enfolded with false interest towards wealth and possessions. This generation needs to be guided by al-Quran and being educated with the value and inspiring character as contained in the teachings of Islam. This study discussed the generation who can be the asset in building a civilization that can live the Islamic spirituality dynamically and positively. This generation will deal with changes that happen in our society based on human development and the spirit of Islam. It corresponds to the main purpose of Islamic education to bore human that is obedient towards Allah SWT. This paper could inspire and encourage curriculum developers, school founders, and administrators in striving for the academic excellence of Muslim education by providing a clearer picture of the concept of the Integrated Holistic Islamic system and its application.Kebutuhan terhadap sistem pendidikan terpadu berbasis asimilasi pengetahuan aqli dan naqli berdampak signifikan dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa menuju pemahaman al-Qur'an dan akibatnya menghasilkan generasi al-Qur'an. Sistem pendidikan yang holistik dan terintegrasi menjadi dasar untuk membentuk generasi Al-Qur'an. Generasi Al-Qur'an sebagaimana disebutkan mengacu pada generasi yang memahami agama dan tidak diliputi oleh minat yang salah terhadap kekayaan dan harta benda. Generasi ini perlu dibimbing oleh al-Quran dan dididik dengan nilai dan karakter inspiratif yang terkandung dalam ajaran Islam. Kajian ini membahas tentang generasi yang dapat menjadi aset dalam membangun peradaban yang mampu menghayati spiritualitas Islam secara dinamis dan positif. Generasi ini akan menghadapi perubahan yang terjadi dalam masyarakat kita berdasarkan pembangunan manusia dan semangat Islam. Hal ini sesuai dengan tujuan utama pendidikan Islam untuk melahirkan manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Makalah ini dapat menginspirasi dan menyemangati para pengembang kurikulum, pendiri dan pengelola sekolah dalam memperjuangkan keunggulan akademik pendidikan Islam dengan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang konsep sistem pendidikan Islam yang terpadu dan penerapannya.
Pengembangan Game Berhitung dengan Menggunakan Visual Basic 6.0 pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II di SD Negeri Joko Kuswanto
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.141 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa game pembelajaran berhitung untuk Sekolah Dasar kelas II dengan menggunakan program Visual Basic 6.0 selain itu penelitian ini digunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kelayakan dari game berhitung untuk Sekolah Dasar dan peningkatan keinginan belajar siswa kelas II di SD N 3 OKUT. Dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode prosedural dengan teknik pengumpulan data adalah kunsioner yang berupa angket. Analisis data dilakukan dengan mengunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga tahap uji coba. Uji tahap satu yaitu ahli media dengan hasil dalam penggunaan warna huruf dengan persentase 78,33% dengan predikat baik dan penggunaan program 100%, lalu untuk ahli desain dengan hasil persentase 83,69% dengan predikat baik dan ahli materi dengan hasil persentase 80,43% dengan predikat baik dilihat dari uji tahap ini maka produk game berhitung dapat diterima dengan baik. Uji tahap dua yaitu uji coba skala kecil dengan hasil analisis yaitu 80,21% dengan mendapat predikat baik. Selanjutnya uji tahap tiga yaitu uji coba skala besar dengan hasil analisis yaitu 86,14 % dengan predikat sangat baik, jadi produk ini telah layak dan diterima baik oleh responden. Berdasarkan aplikasi yang telah dibuat, peneliti menyarankan agar menambahkan level permainan agar permainan lebih menarik dan menyenangkan Kata Kunci: Permainan, visual basic 6.0.
Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Kenakalan Siswa (Studi Kasus di MA Muhammadiyah Lakitan Sumatera Barat) Ahmad Putra; Prasetio Rumondor
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.068 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i1.2172

Abstract

This paper discusses several forms of student delinquency that occurred at MA Muhammadiyah Lakit, West Sumatra, the things that influence and how Islamic religious education efforts in preventing phenomena that occur. This research uses a qualitative approach with qualitative descriptive analysis. Based on the results and data obtained, the problems that occur in students are considered to be serious, often repeated and make the school and the teacher worry about the habits of some students, such as being caught smoking in school stalls, jumping school fences, skipping school hours, fighting, and coming to school late. The school has also often warned and the last solution is the calling of parents of students involved in delinquency. The causes of delinquency done by students are due to the influence of peers, environmental influences, weak parental supervision and the influence of social media. There are two attempts by the school in preventing student delinquency, the first giving advice, and the second punishment. Although not yet running optimally. However, there has been a bright spot for students, so they understand the impact he has. In fact, the rules made by schools to shape themselves as moral and educated students, and make both parents happy.Tulisan ini membahas tentang beberapa bentuk kenakalan siswa yang terjadi di MA Muhammadiyah Lakitan Sumatera Barat, hal-hal yang mempengaruhi serta bagaimana upaya pendidikan agama Islam dalam mencegah fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan data yang diperoleh, permasalahan yang terjadi pada siswa sudah dianggap serius, sering terulang dan membuat pihak sekolah beserta guru khawatir dengan kebiasaan yang dilakukan beberapa siswa, seperti ketahuan merokok di warung sekolah, melompat pagar sekolah, bolos pada jam sekolah, berkelahi, dan telat datang ke sekolah. Pihak sekolah juga telah sering memperingatkan dan solusi terakhir ialah pemanggilan orang tua siswa yang terlibat kenakalan. Penyebab dari kenakalan yang dilakukan siswa dikarenakan pengaruh teman sepermainan, pengaruh lingkungan, pengawasan orang tua yang lemah dan pengaruh media sosial. Ada dua upaya yang dilakukan sekolah dalam mencegah kenakalan siswa, yang pertama memberikan nasehat dan kedua hukuman. Walaupun belum berjalan maksimal. Akan tetapi telah ada titik terangnya kepada siswa, sehingga mereka paham akan dampak yang ia didapatkan. Sejatinya, aturan yang dibuat sekolah untuk membentuk diri siswa yang bermoral dan berpendidikan, serta membahagiakan kedua orang tua.
Adiwiyata Program for Students in the Study of Psychology of Learning and Ecological Counseling Guidance Nur Azizah; Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.174 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3689

Abstract

Researchers have conducted studies on the planning, implementation, management and evaluation of the Adiwiyata program in the context of school activities. However, a specific analysis has not been identified in the field of Learning Psychology and Environmental Counseling. The aim of this study is therefore to analyze the Adiwiyata program in the study of Learning Psychology and Ecological Guidance. This literature study was conducted by analyzing the primary sources of the Regulation of the Minister of the Environment of the Republic of Indonesia No. 05 of 2013 on the Guidelines for the Implementation of the Adiwiyata Program and No. P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 on the Movement of Environmental Care and Culture in Schools (PBLHS Movement). The results showed that the psychology of learning of the Adiwiyata programme could be integrated into the learning process as well as educational facilities for students using the school environment by considering the psychological development of the students. In the meantime, the Adiwiyata program in the study of ecological counseling guidance can be internalized in creating programs or applied in guidance and counseling services for students to solve the problems and to form students' self-awareness and environmental awareness. Kajian penerapan program Adiwiyata mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, serta evaluasi maupun penerapan dalam kegiatan di sekolah telah banyak dilakukan. Namun belum ditemukan analisis spesifik dalam kajian psikologi belajar dan bimbingan konseling ekologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis program Adiwiyata bagi siswa dalam kajian psikologi belajar dan bimbingan konseling ekologi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber primer dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata dan Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Gerakan PBLHS). Hasil penelitian menunjukkan program Adiwiyata berdasarkan kajian psikologi belajar dapat diintegrasikan dalam proses belajar mengajar maupun sarana edukasi siswa melalui pemanfaatan lingkungan sekolah dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis siswa. Sedangkan Program Adiwiyata dalam kajian bimbingan konseling ekologi bisa diinternalisasi dalam pembuatan program maupun diaplikasikan dalam layanan bimbingan dan konseling bagi siswa untuk mendapatkan solusi atas masalahnya maupun membentuk kesadaran diri siswa maupun kesadaran pada lingkungan.
METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN PAI Mindani Mindani
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.178 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i2.160

Abstract

Abstract The learning method has a crucial position in the learning process, because practically method of learning as the application of learning objectives. Islamic education (PAI) as a subject of study should be taught and assisted with learning approaches, including problem solving method, in this article, author will attempt to discuss analysis Islamic learning paradigm that viewed from the dimension of learning with problem solving method. From this discussion the author also cite the similar and relevant passages with the problem solving principle. Then the authors look at the opinions of leaders of Islamic and the general education about problem solving teaching concept, the results of this study the author can make assumptions as conclusion that the problem solving teaching principles and methods can be applied in Islamic education learning, because the core of Islamic education learning material sourced from Al -Qur'an and Sunnah are all filled with scientific gesture that should be applied with human reasoning and should provide the appropriate solution. Therefore, problem solving methods can be considered giving learning solutions in Islamic education. Keywords: Method, Problem solving, Learning PAI.
Expert Appraisal on Islamic Textual Enhancement Grammar Book Designed for Grammar Teaching At IAIN Bukittinggi Veni Roza; Genta Sakti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4220.966 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i2.552

Abstract

The article aims at evaluating of grammar book designed by the author from some experts.  Experts’ appraisals were needed to judge whether Textual Enhancement model designed for teaching grammar at IAIN Bukittinggi was valid or not. In this model, the researcher designed grammar lesson of complex sentences under the model of textual enhancement. She made salient grammar features taught by giving boldfaces and colors in every appearance of complex sentences within the texts in order to draw students’ attention to notice it. The study is mixed methods of quantitative and qualitative. Questionnaire and interview were used to collect data of expert judgments on the model developed (grammar book). There are five experts involved in this research who evaluate the book with impressionistic method which includes language, content and organization. The finding reveals that textual enhancement grammar book is valid and reliable. It can be used after being revised in the aspect of language with some grammar and spelling errors, in the aspect of content to suit with native culture, and organization, to consider the attractive sense.  Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi buku Grammar yang dirancang oleh Penulis sendiri dari  beberapa orang pakar.  Penilaian pakar sangat dibutuhkan untuk melihat validitas dan reliabilitas buku model yang dikembangkan sebelum diterapkan dalam pengajaran Grammar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Bukuttinggi. Dalam model ini, penulis merancang pelajaran Grammar dengan topik Complex Sentences dengan penguatan teks di bawah tema-tema Islam dengan memberikan cetak tebal dan pewarnaan pada fitur Grammar yang diajarkan untuk menarik perhatian mahasiswa memikirkannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran kuantitatif dan kualitatif.  Angket dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data terkait penilaian pakar terhadap buku yang dirancang. Ada lima pakar yang terlibat yang menilai aspek bahasa, isi, organisasi buku. Temuan menunjukkan buku grammar yang dirancang memenuhi kriteria valid dan  reliable. Buku dapat digunakan setelah direvisi pada beberapa aspek kesalahan grammar dan ejaan, aspek isi untuk mencocokkan dengan budaya asli (arab) dan aspek oragnisasi buku untuk memperhatikan daya tarik buku.   
Building a Bridge to the New Normal in the Province of South Kalimantan, Indonesia and the State of California, America Riinawati Riinawati; Rusnadi Rusnadi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.813 KB) | DOI: 10.30983/educative.v7i1.4906

Abstract

The existence of the COVID-19 pandemic definitely has an influence on many aspects of life, including schooling. Various efforts continue to be strengthened in the implementation of this educational process so that educational goals may still be met throughout the epidemic. The government continues to issue policies in responding to changing situations. Educational institutions must be able to provide innovations that are consistent with pandemic policies. In order to establish bridges to the new normal, this research identified and assess policies, methods, and models for implementing education in the post-COVID-19 era. This study is a case study in the province of South Kalimantan, Indonesian and the State of California in the United States. The literature review or study research approach was employed.  The findings reveal that, despite a policy of allowing for limited face-to-face schooling, health protocols in Kalimantan were still strictly enforced. Meanwhile, in California, learning is performed entirely face-to-face, reducing social alienation, despite the fact that wearing a mask is still required. Blended learning was employed as an effective and efficient way to accomplish learning objectives.Adanya pandemi COVID-19 tentunya memberikan pengaruh pada banyak aspek kehidupan, termasuk sekolah. Berbagai upaya terus dikuatkan dalam pelaksanaan proses pendidikan ini agar tujuan pendidikan tetap dapat terpenuhi sepanjang masa wabah ini. Pemerintah terus mengeluarkan kebijakan dalam menanggapi situasi yang berubah. Lembaga pendidikan harus mampu memberikan inovasi yang sejalan dengan kebijakan pandemi. Dalam rangka menjembatani new normal, penelitian ini mengidentifikasi dan mengkaji kebijakan, metode, dan model penyelenggaraan pendidikan di era pasca-COVID-19. Penelitian ini merupakan studi kasus di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia dan Negara Bagian California di Amerika Serikat. Tinjauan literatur atau pendekatan penelitian studi digunakan. Temuan mengungkapkan bahwa, meskipun ada kebijakan yang mengizinkan sekolah tatap muka terbatas, protokol kesehatan di Kalimantan masih ditegakkan dengan ketat. Sementara itu, di California, pembelajaran dilakukan sepenuhnya dengan tatap muka, mengurangi keterasingan sosial, meskipun penggunaan masker tetap diperlukan. Blended learning digunakan sebagai cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
MODEL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON PENGANTIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KOTA PARIAMAN Zulfani Sesmiarni; Afrinaldi Afrinaldi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.354 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i1.122

Abstract

Secara teknis pemerintah kota Pariaman memberikan mandat sepenuhnya pelaksanaan kegiatan kursus pra-nikah kepada BP4 kota Pariaman. Langkah konkrit yang telah ditempuh oleh BP4 kota Pariaman dalam rangka sosialisasi adalah melibatkan partisipasi warga kota Pariaman demi kesuksesan kegiatan kursus pra nikah yang ditunggu-tunggu kehadirannnya oleh warga kota Pariaman semenjak mulai di lunching-nya kegiatan kursus pra nikah oleh Walikota Pariaman bersama-sama dengan Kepala Kemenag kota Pariaman yang juga dihadiri oleh kasi urais dan haji beserta para KUA di lingkungan kota Pariaman. Pelaksanaan kursus selama 3 hari ini perlu kajian yang mendalam, apakah dengan waktu yang tersedia bisa meningkatkan pemahaman CATIN dalam memahami materi kursus pra-nikah sebanyak 13 materi. Untuk menjawab semua andaian dan tanda tanya itu maka diperlukanlah kajian mendalam terhadap pelaksanaan kegiatan kursus pra-nikah yang sedang berlangsung sekarang. Kegiatan ini sudah 4 tahun berjalan tanpa pembiayaan dari pemerintah kota maupun pusat, tapi BP4 ini tetap bisa eksis melangsungkan kegiatan kursus pra nikah sampai sekarang sekalipun dengan dana yang terbatas.
THE ISLAMIC EDUCATION STRATEGIES INLOCAL CULTURE PERSPECTIVE OF WEST SUMATERA SOCIETY Zulfani Sesmiarni; Junaidi Junaidi; Darul Ilmi; Wedra Aprison
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1796.112 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.674

Abstract

Sijunjung is one of regencies in West Sumatera which has great potential resources. However, these graces are not followed by the society’s thankfulness through performing Islamic values. Based on the fact, the researchers were interested to do a research related to Islamic education strategies in local culture perspective in Koto VII sub-district Sijunjung regency. The research was aimed at helping the society to be aware of making the best use of the potential things and thanks God through performing Islamic values and avoiding all God’s prohibitions. The research included some elements they were Tali Tigo Sapilin which consisted of niniak mamak, alim ulama and cadiak pandai, the youth, and adults. The research was in Focus Group Discussion. The research finding was that Minangkabau philosophy in west Sumatera was in line with Islamic education strategies in Kitabullah.
Integrasi Domain Afektif Taksonomi Bloom dengan Pendidikan Spiritual Al-Ghazali (Telaah Kitab Ayyuhal Walad) Maesaroh Lubis; Nani Widiawati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.427 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3228

Abstract

Research on the affective domain in Bloom's taxonomy has begun with the practical problem of lack of attention to this domain, especially when compared to cognitive domains. The author adopted the concept of spiritual education described by Al-Ghazali in Ayyuhal Walad's scripture as a perspective and basis for the integration of Bloom 's affective taxonomy, the source of the theory of learning practises in Indonesia, and the essence of Al-Ghazali 's spiritual education in this paper. This literature review used Al-Ghazali 's work in Majmu'at Rasa'il as the primary source. Bloom 's work is the theoretical basis for learning designs, as Reigeluth explains in teaching-design theories and models. They recommend that education be a medium for the opening up of divine inspiration, which enables students to engage in practical action as a reflection of the usefulness of practical knowledge. In collecting the data, the author used the Library's research phases as follows: data collection, criticism, interpretation, and writing. The finding shows that the integrative-holistic learning proposed by Al-Ghazali is practically illustrated through Bloom's learning design. It exemplifies that the objective of learning is to form the three domains holistically: affective, cognitive, and psychomotor.Penelitian mengenai domain afektif dalam taksonomi Bloom diawali dari problem praktis tentang minimnya perhatian peneliti terhadap aspek ini terutama apabila dibandingkan dengan pada aspek kognitif. Dalam tulisan ini, penulis mencoba menjadikan konsep pendidikan spiritual yang dideskripsikan Al-Ghazali  dalam kitab Ayyuhal Walad sebagai perspektif dan dasar perlu dilakukannya integrasi antara domain afektif taksonomi Bloom yang selama ini menjadi sumber teori bagi praktik pembelajaran di Indonesia dengan esensi pendidikan spiritual Al-Ghazali . Tulisan ini merupakan hasil penelaahan literatur dengan sumber primer karya Al-Ghazali  yang tertuang dalam kitab Majmu’at Rasa’il. Teori B.S.Bloom menjadi dasar teoretik desain pembelajaran yang dijelaskan Reigeluth dalam teori-teori disain pembelajaran dan model-model yang merekomendasikan bahwa seyogyanya pendidikan menjadi media bagi terbukanya inspirasi ilahiyah yang mampu menggerakkan pelajar pada tindakan praktis sebagai refleksi kebermanfaatan ilmu yang ditekuninya. Dalam proses pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode studi pustaka yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, kritik, interpretasi dan penulisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran integratif-holistik yang diusung Al-Ghazali  dalam prakteknya tergambar melalui rekayasa pembelajaran Bloom. Ia menggambarkan bahwa pembelajaran harus ditujukan pada pembentukan ketiga domain secara holistik, yaitu aspek afektif, kognitif dan psikomotik

Page 10 of 25 | Total Record : 248