cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Implementasi Konsep Arsitektur Tradisional Bali dan Prinsip Sustainable Desain (Kasus: Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai): Implementation Of Traditional Balinese Architectural Concepts And Sustainable Design Principles (Case: Tahura Ngurah Rai Mangrove Showcase Management Building) Ni Wayan Ardiarani Utami
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.823

Abstract

Ditetapkannya Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk tahun 2022, menyebabkan pembangunan untuk acara tersebut dipersiapkan. Penyelenggaran akan dilaksanakan di Provinsi Bali sebagai pusat lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Provinsi Bali sebagai salah satu Provinsi di Indonesia memiliki peraturan terkait dengan Bangunan, yaitu Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2005 mengenai Arsitektur Tradisional Bali. Penerapan Perda ini wajib dilakukan agar Bali tidak kehilangan jati diri akibat adanya kemajuan teknologi dan perkembangan budaya. Salah satu kemajuan teknologi saat ini dapat dilihat dari adanya konsep Suistainability Design. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove ini tidak semata-mata dibangun dengan cepat dan bernafaskan Arsitektur Tradisinal Bali tapi juga diharapkan mampu menjadi bangunan yang sustainable karena berada di wilayah ekosistem Mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai telah mengimplementasikan Arsitektur Tradisional Bali dan Sustainable Design dalam pelaksanaan pembangunanya.
Karakteristik Kawasan Tepian Parit Besar di Kota Pontianak: The characteristics of the Parit Besar District in Pontianak City Adhitya Djarot; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.827

Abstract

Kota Pontianak adalah kota yang terbentuk dari sungai Kapuas yang terbelah menjadi dua sungai yaitu sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak yang menjadi ikonik Kota Pontianak. Dahulunya pusat peradaban kota ini berada di tepian sungai dengan orientasi bangunan dan bentuk yang terpengaruh terhadap sungai dan parit-parit didalamnya, tak ayal kota Pontianak disebut juga dengan kota seribu parit dengan jumlah parit yang mencapai ribuan. Seiring perkembangan zaman dengan berkembangnya berbagai teknologi termasuk moda transportasi darat, orientasi masyarakat secara perlahan yang dahulu mengorientasikan permukiman terhadap air seakan beralih orientasi ke darat sehingga menjadikan kota Pontianak tidak lagi sepenuhnya berorientasi terhadap parit dan sungai. Penelitian melalui studi tipologi dan morfologi koridor parit pada penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan identitas bentuk kawasan yang ada di tepian koridor parit di Kota Pontianak sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan karakteristik dan identitas itu dapat dikembangkan sehingga mengeluarkan strategi serta melestarikan kota parit.
Pendekatan Konsep Memorabilia pada Pengembangan Fasilitas Wisata Benteng Kastela: The Concept of Memorabilia on The Development of Kastela Fort Tourism Facilities Rizqy Salsabilah Fadhilah; Benny Bintarjo; Muhammad Faisal
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.829

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan bagi daerah yang memiliki lokasi objek wisata dengan mengembangkan potensi pariwisata sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pendapatan daerah. Umumnya Kawasan wisata memiliki ciri khas tersendiri sehingga penyediaan sarana dan prasarana maupun hiburan atau wahana wisatanya berkaitan agar dapat dinikmati pada Kawasan tersebut. Untuk atraksi pariwisata masih perlu adanya pengembangan fasilitas penunjang potensi pariwisata pada kawasan ini. Metode penelitian diawali dengan mengumpulkan data lapangan, kemudian melakukan tinjauan Pustaka mengenai daya tarik objek wisata Benteng Kastela. Konsep dasar pada fasilitas ini yang didapatkan adalah “Memoria Heroic dan Nostalgia” dengan konsep pendekatan Memorabilia. Konsep memorabilia diterapkan dengan merencanakan gaya dan karakter visual bangunan. Konsep ini diharapkan dapat memaknai lokasi Benteng Kastela sebagai lokasi yang historical dan potensi daya tarik wisatawan. Adapun penerapan konsep memorabilia dalam pengembangan fasilitas penunjang ini berupa gubahan massa, bentuk aktifitas, dan penonjolan gaya arsitektur beserta ciri dan karakter gaya arsitektur tersebut.
Karakter Pecinan pada Kawasan Bekas Pusat Pusat Perdagangan Kampung Malabero Kota Bengkulu: Characteristics Of Chinatown Area in Ex Trading Center Of Malabero Village, Bengkulu City Mohammad 'Azam Izzuddin; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.917

Abstract

Kampung Malabero Kota Bengkulu memiliki satu wilayah bagian kecil yang disebut Kampung Cina. Kampung ini sudah lama dijadikan sebagai tempat tinggal bagi orang berdarah Tionghoa dan kampung ini sudah ada sejak zaman penjajahan Inggris, ketika mereka berusaha menguasai perdagangan lada sekitar abad ke-16. Sekitar tahun 1689, setelah kemitraan perdagangan Inggris East India Company (EIC) mengizinkan masuk, banyak orang keturunan Tionghoa pindah ke kota Bengkulu. Tahun 1970-an merupakan masa kejayaan Kampung ini. Di sinilah sebagian besar warga Bengkulu biasa berbelanja aneka dagangan mulai dari kelontong, pakaian, elektronik dan perabotan rumah tangga. Sejarah yang panjang dan keunikan bangunan arsitektur menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata sejarah yang cukup popular dan mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain. Namun, masa kejayaan kampung ini memudar pada 1990-an. Memudarnya kajayaan kawasan kecil ini diiringi oleh redupnya Karakter Pecinan pada Kawasan. Kemunduran daya tarik kawasan muncul pada aktifitas kepariwisataan pecinan Kota Bengkulu ini. Dilatar belakangi oleh kemunduran tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana eksistensi kampung ini sebagai pecinan. Data penelitian ini adalah data kualitatif, yakni data yang tidak dapat dihitung seperti; gambaran umum, lokasi penelitian, karakteristik kawasan, keberadaan, dan sejarah kawasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Cina Kota Bengkulu masih memiliki karakter yang kuat sebagai Pecinan.
Enhancing Productivity through Optimized Reading Spaces: Peningkatan Produktivitas Membaca melalui Optimasi Ruang Baca Dian Nafiatul Awaliyah
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.996

Abstract

In today's fast-paced, information-driven world, productivity is paramount for personal and professional success. Effective reading, a crucial cognitive process, significantly impacts knowledge acquisition, critical thinking, and innovation. This research offers an extensive examination of optimizing reading spaces to boost productivity. The study investigates the intricate relationship between reading environments and cognitive performance, considering factors like lighting, ergonomics, acoustics, spatial layout, and technology integration. These elements profoundly influence reader engagement, information retention, and cognitive load. Moreover, the study delves into environmental psychology's role in shaping concentration, creativity, and comfort within reading spaces. It analyzes the psychological effects of design elements like color, nature, and organization on cognitive processes. Understanding these responses empowers designers and individuals to tailor spaces for better focus and well-being. The integration of technology within reading spaces is explored, assessing digital platforms, interactive displays, and personalized content curation's benefits for efficient information consumption. It addresses challenges in balancing printed materials and digital resources. Additionally, the study considers personalized reading spaces' impact on diverse demographic groups, accounting for age, cognitive abilities, and preferences in design and customization. It emphasizes adaptable spaces catering to various needs and learning styles. This research offers a comprehensive view of reading spaces and productivity enhancement. By examining design elements, psychological factors, and technological integration, it provides insights for creating spaces that empower individuals to engage effectively with information, think critically, and achieve higher productivity in academic and professional endeavors.
Tantangan Penataan Bangunan Rumah Sakit Paska Pandemi: Post Pandemic Hospital Bulding Layouting Challenge Ridha Wahyutomo; L. M. F. Purwanto
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.1046

Abstract

SARS CoV-2 yang telah menyebabkan kematian jutaan jiwa di seluruh dunia melalui gelombang pandemi COVID-19, telah merubah kebijakan di bidang kesehatan termasuk perihal tata bangunan fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya rumah sakit. Pembenahan struktur dan konstruksi dalam yang tercantum di regulasi berangkat dari kewaspadaan berdasarkan transmisi penularan terutama melalui droplet dan udara. Secara keseluruhan, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memaparkan tata bangunan rumah sakit paska pandemi yang tertuang dalam regulasi pemerintah dan pedoman internasional. Penulisan ini merupakan tinjauan literatur dengan menggunakan beberapa sumber pustaka serta hasil penelitian terkait COVID-19 dan tata bangunan bangunan rumah sakit. Semua sumber literatur akan disimpulkan dan disusun secara teoritis. Hasil yang akan diharapkan adalah penjelasan secara teoritis yang berurutan dan jelas terkait tata bangunan rumah sakit paska pandemi.  
Perancangan Tepi Sungai Banjir Kanal Barat Sebagai Taman Olahraga dan Rekreasi I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v16i2.1083

Abstract

Ruang Terbuka Hijau mempunyai manfaat yang sangat penting bagi wilayah perkotaan. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan yaitu melalui kenyamanan fisiknya yang tertata dengan baik, serta memiliki fungsi penunjang bagi warga kotanya. Bantaran sungai Banjir Kanal Barat Semarang merupakan salah satu potensi ruang terbuka hijau yang mampu dimaksimalkan melalui pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai sarana olahraga dan rekreasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi. Hasil dari studi ini adalah konsep perancangan ruang tebuka hijau dengan berdasarkan teori yang tellah dikaji lalu kemudian di intrepetasikan ke dalam sebuah gagasan desain perancangan sarana olahraga dan rekreasi. Green open space has very important benefits for urban areas. One of the benefits that can be felt is through physical comfort that is well organized, and has a supporting function for the citizens of the city. The Riverbank of Banjir Kanal Barat Semarang is one of the potential green open spaces that can be maximized through the use of green open spaces as a means of sports and recreation. This research uses a qualitative method where data is obtained by making direct observations at the location. The result of this study is a concept for designing green open spaces based on theories that have been studied and then interpreted into a design idea for designing sports and recreation facilities.  
Penerapan Prinsip Sekolah Masa Depan pada Perancangan Sekolah Menengah Kejuruan: Future School Design Concept Challenges on Vocational School Design Kefin Setyawan; Febby Rahmatullah; R.A Retno Hastijanti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.1092

Abstract

Di era perkembangan dunia yang cepat dan tantangan revolusi industri 4.0, mendorong perubahan dalam kualitas pendidikan di Indonesia. Sekolah masa depan adalah bentuk konsep yang selaras dengan kerangka pendidikan 4.0 dengan mengadaptasi perubahan dalam konten pembelajaran, mengembangkan fasilitas infrastruktur yang mengacu pada perkembangan dan teknologi masa depan. Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK, sebagai salah satu tempat untuk menghasilkan pekerja yang siap bekerja dan kompeten sesuai dengan jenis industri atau kejuruan, menjadi model simulasi untuk menerapkan konsep sekolah masa depan. Oleh karena itu, perlu untuk mengeksplorasi pengembangan infrastruktur dan model pengembangan desain untuk fasilitas infrastruktur SMK masa depan sehingga simulasi pengembangan SMK masa depan dapat diterapkan dan mencapai tujuan optimal. Dari hasil penelitian ini, prinsip desain SMK masa depan melibatkan desain ruang pembelajaran yang mendukung model pembelajaran, kolaborasi, dan desain ruang pembelajaran harus seimbang antara fleksibilitas ruang dan teknologi pembelajaran. Ruang pembelajaran yang ideal diharapkan, desain harus mempertimbangkan praktik aksesibilitas, dan desain bangunan harus dapat dengan mudah diubah, disesuaikan, dan disesuaikan dengan masa depan. Oleh karena itu, perlu untuk mengeksplorasi pengembangan infrastruktur dan model pengembangan desain untuk fasilitas infrastruktur SMK masa depan sehingga simulasi pengembangan SMK masa depan dapat diterapkan dan mencapai tujuan optimal
Problem-Based Learning and Mind Mapping: Boosting Creativity in Architecture Education Eko Nursanty; Rahmawaty Abu Hasan; Thazin Htet
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v16i1.1151

Abstract

This paper focuses on unlocking the creative potential of architecture students through an exploration of the Four C model of creativity. This model extends the traditional understanding of creativity and offers a comprehensive framework for fostering innovation in architecture. It introduces "mini-c" and "Pro-c" dimensions, highlighting creativity within the learning process and the attainment of professional expertise. Architecture demands a blend of technical skills and artistic expression for effective communication of ideas. However, nurturing creative thinking among architecture students faces challenges, including fear of experimentation and traditional teaching methods. To address these obstacles, the paper suggests integrating problem-based learning (PBL) and mind mapping techniques. PBL encourages collaboration and critical thinking, while mind mapping stimulates visual and associative thinking, aiding idea generation and organization. Additionally, the role of technology in architecture education is explored, emphasizing the benefits of mixed learning environments that enhance collaboration and creativity. Embracing technology readiness equips students with tools to tackle real-world challenges and create innovative designs. In conclusion, this paper underscores the importance of creative thinking in architectural design and its implications for the discipline's future. By adopting the Four C model, implementing PBL with mind mapping, and leveraging technology, educators can revolutionize architecture education, nurturing a new generation of architects prepared to shape the evolving world with imaginative and visionary designs.
Penerapan Prinsip Arsitektur Ekologis pada Perancangan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung Ahmad Malik Abdul Aziz
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v16i2.1175

Abstract

Provinsi Lampung memiliki kebutuhan mendesak akan fasilitas rumah sakit jiwa yang mampu menangani pasien dengan berbagai penyebab gangguan jiwa. Rumah sakit jiwa yang ada saat ini hanya dapat menangani pasien yang disebabkan oleh ketergantungan obat, dan belum memiliki lingkungan yang memadai untuk rehabilitasi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa yang dapat menampung dan mewadahi pasien gangguan jiwa dengan membuat lingkungan untuk penyembuhan yang memadai dengan secara tidak langsung memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa dengan membuat lingkungan yang dapat memberi dampak baik bagi pasien gangguan jiwa melalui konsep arsitektur ekologis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survey lapangan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengolah data dengan analisis perencanaan dan perancangan dengan memperhatikan kriteria bangunan ekologis berdasarkan buku arsitektur ekologis versi Heinz Frick. Hasil perancangan berupa rumah sakit jiwa yang menerapkan beberapa elemen arsitektur ekologis, seperti menciptakan area hijau di antara bangunan, memanfaatkan iklim, menyediakan sumber energi dan air, menggunakan bahan yang tahan terhadap perubahan cuaca, dan menciptakan bangunan bebas hambatan.