cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Penerapan Konsep Aerotropolis pada Pengembangan Bandar Udara: Application of Aerotropolis Concept in Airport Development Mutia Mandaka; Abdul Hafidz Al Rasyid; Adi Sasmito
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.567

Abstract

Aerotropolis memberikan konsep bisnis yang mana tempatnya berlokasi pada kawasan bandar udara. Penerapan aerotropolis juga bisa dijadikan sebagai alat dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersil secara bersamaan, agar tidak tertinggal dengan wilayah-wilayah lainnya. Tujuan konsep ini adalah untuk memperoleh manfaat untuk bandar udara tersebut, wilayah yang ada di sekitar bandar udara, ataupun secara skala nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran terkait dengan konsep aerotropolis di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kuala Lumpur International Airport, dan Singapore Changi Airport. Dengan menggunakan metode studi komparatif didapatkan hasil yaitu hanya Kuala Lumpur International Airport dan Singapore Changi Airport yang sangat baik dalam menerapkan konsep aerotropolis. Untuk Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sendiri masih banyak memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam memenuhi prinsip-prinsip aerotropolis seperti prinsip struktur tata ruang wilayah, prinsip tata guna lahan, prinsip peruntukan utama dari fungsi suatu kawasan, prinsip penyediaan kawasan bisnis, serta prinsip konektivitas transportasi.
Strategi Desain Fasilitas Pendidikan Bagi Tunanetra Dan Tunagrahita: Design Strategies for Edicational Facilities for The Visually and Intellectual Disability Tria Laila Darmawati; R.A Retno Hastijanti; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.781

Abstract

Untuk mendukung proses perkembangan dan pembelajaran anak tunanetra dan tunagrahita diperlukan suatu pendidikan khusus bagi penyandang tunanetra dan tunagrahita.Kebutuhan penyandang tunanetra dan tunagrahita untuk memperoleh pembelajaran yang layak berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas khusus bagi mereka. Pada kenyataannya saat ini masih banyak fasilitas pedidikan yang khususkan untuk anak tunanetra dan tunagrahita yang tidak memenuhi persyaratan dan kebutuhan peserta didik. Kebanyakan sekolah luar biasa menyamaratakan sarana prasarana yang dikhususkan untuk penyandang tunanetra dan tunagrahita dengan sekolah pada umumnya sehingga artikel ini ditulis untuk memaparkan desain khusus untuk penyadang tunanetra dan tunagrahita. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang diawali dari mencari infomasi dari jurnal, buku, maupun tulisan ilmiah mengenai karakteristik, kesulitan dan kebutuhan pengguna. Dari hal itu maka munculnya pemahaman desain seperti aksesibilitas, pola tata ruang, penataan furniture, orientasi, material, dimensi ruangan dan pencahayaan yang sesuai ,dibutuhkan , dan memberikan kenyamanan dan keamanan. Dengan melalui artikel ini diharapkan pembaca dapat mengetahui bagaimana desain yang diperlukan untuk tunanetra dan tunagrahita
Pemanfaatan Material Lokal Pada Redesain Kawasan Wisata Bukit Kayoe Putih di Mojokerto: Utilization of Local Materials in Redesign of Bukit Kayoe Putih Tourism Area in Mojokerto Nilam Yanuarista; Suko Istijanto; Darmansjah Tjahja Prakasa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.782

Abstract

Pengembangan wisata yang dapat menyesuaikan dan memitigasi kondisi lingkungan harus menjadi prioritas seiring dibukanya kembali sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19. Di kawasan hutan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah wisata dengan nama Bukit Kayoe Putih. Wisata tersebut berfokus pada edukasi kayu putih yang digunakan sebagai bahan pembuatan minyak atsiri. Ketidaksesuaian kondisi eksisting wisata dengan branding yang diusung membuat tempat wisata memerlukan peninjauan ulang. Hal tersebut antara lain tidak adanya fasilitas edukasi pengolahan minyak atsiri dan implementasi material bangunan maupun landscape yang kurang sesuai dengan karakter lingkungan sekitar. Selain permasalahan eksisting, kawasan tersebut berpotensi menjadi tempat wisata yang unggul jika memanfaatkan ciri khas daerah Mojokerto sebagai penunjang pembangunannya. Setelah dilakukan evaluasi terhadap pembangunan wisata, penelitian ini ditujukan untuk memberikan solusi dan mewadahi potensi dengan menerapkan prinsip pemanfaatan material lokal. Prinsip pemanfaatan material lokal adalah pendekatan berkelanjutan yang bertujuan meminimalkan dampak negatif bagi lingkungan dan memaksimalkan potensi material daerah sekitar. Metode deskriptif-kualitatif dilakukan dalam penelitian dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara secara langsung serta kajian pustaka terkait. Kemudian dihasilkan kesimpulkan bahwa bata merah merupakan material lokal yang tepat untuk mendukung pengembangan wisata tersebut karena berperan mengangkat citra daerah yang ikonik, hingga kontribusi positifnya terhadap pembangunan wisata berkelanjutan.
Analisis Bibliometrik Arsitektural Digital: Bibliometric Analysis of Digital Architecture Andrey Caesar Effendi; Danang Harito Wibowo
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.783

Abstract

Teknologi digital semakin berkembang akhir-akhir ini menyebabkan manusia untuk mengubah pola kehidupannya. Keadaan ini juga terjadi dalam bidang arsitektur yang semakin erat kaitannya dengan teknologi digital sehingga menyebabkan arsitektur digital bukan hanya sekadar alat tetapi bisa menjadi sebuah revoulsi dalam bidang arsitektur. Dalam bidang arsitektur terjadinya pergeseran paradigma dalam proses perencanaan dan perancangan terpengaruh perkembangan teknologi digital yang semakin signifikan dengan penggunaan arsitektur digital. Tujuan penulisan kajian ini adalah dapat menjadi sumber bagi peneliti lainnya untuk memperoleh wawasan tentang arsitektur digital yang digunakan dalam penelitian maupun praktik arsitektur dengan menganalisa tren berdasarkan analisis bibliometrik. Penelitian ini juga bermanfaat untuk mendapatkan gap penelitian lanjutan dalam menguraikan teori-teori tentang arsitektur digital secara lebih mendalam. Metode pencarian literatur dalam penelitian ini melalui big data di internet dengan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish yang dianalisa secara bibliometrik dengan menggunakan perangkat lunak VosViewer yang sudah banyak dilakukan di luar disiplin ilmu arsitekur. Temuan ini diharapkan akan memperlihatkan grafis dan peta tentang penelitian yang berhubungan dengan arsitektur digital sehingga dapat menjadi referensi untuk penelitian yang lebih lanjut.
Transformasi Spasial Bangunan Eks Kawedanan Boja: Spatial Transformation of Eks Kawedanan Boja Building Galih Setyo Aji; Astari Wulandari; Ema Hidayati; M. Yusril Mirza
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.791

Abstract

Konseptual dalam arsitektur merupakan suatu gagasan awal yang digeneralisasikan yang harus diperluas dan dikembangkan lebih lanjut dan terperinci. Tiap rancangan bangunan dapat tersusun dari banyak konsep melalui proses desain dan penyelesaian desain dari permasalahan yang ada akan membentuk suatu hasil karya yang akan terus berkembang hingga proses pembangunan. Konsep terbagi menjadi lima macam yaitu metafora, analogi, hakekat, pragmatik dan utopia. Pembahasan dari data primer dan sekunder sebagai kajian konsep dalam pengaplikasiannya. Data primer didapatkan dari wawancara kepada arsitek professional dan data sekunder didapat dari internet dengan karya – karya dari arsitek professional. Penggunaan konsep dalam setiap karya tergantung dengan permasalahan dan bagaimana pemecahan solusinya. Dalam data primer ini karya dari Ridwan Kamil yang menggunakan konsep metafora konkrit dan analogi romantik dalam konsep perancangan Museum Tsunami Aceh. Sedangkan data primer hasil wawancara menggunakan konsep pragmatik dengan pendekatan konsep rencana (plan) dalam hasil karyanya. Dalam proses realitanya keuangan sangatlah berpengaruh dalam perancangan dari project yang diinginkannya.
Penerapan Arsitektur Ecotech pada Redesain Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang: Application of EcotechArchitecture In Redesign Sport Center Building Ken Arok Malang City Aiko Rainaning Putri Ainur Rofiq; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.792

Abstract

Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang merupakan fasilitas olahraga dengan klasifikasi tipe A yang melayani tingkat daerah atau provinsi dengan kapasitas penonton mencapai 5000 jiwa. GOR ini sering digunakan pada berbagai acara baik acara olahraga maupun acara non olahraga. Namun beberapa sarana dan prasarana yang ada di GOR ini masih belum memadai seperti pada sirkulasi, pencahayaan, serta pendinginan pada bangunan. Selain itu lahan parkir pada tapak juga tidak bisa memenuhi kebutuhan ruang parkir dan memiliki sirkulasi yang kurang efektif. Sehingga redesain dengan pendekatan ecotech perlu dilakukan pada bangunan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Arsitektur ecotech merupakan prinsip arsitektur yang mengikuti perkembangan teknologi serta meperhatikan faktor lingkungan dan iklim. Prinsip arsitektur ecotech yang diterapkan meliputi penataan tapak, pemilihan struktur, konsep pencahayaan alami, konsep sirkulasi antar ruangan, serta bentuk bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisa data, penyajian data, kemudian melakukan pembahasan serta menarik kesimpumpulan. Berdasarkan hasil penelitan didapatkan bahwa arsitektur ecotech dapat diterapkan pada redesain GOR Ken Arok dengan baik karena prinsip desain ini dapat diterapkan di segala aspek baik pada penataan tapak, bentuk bangunan, hingga sirkulasi bangunan. Selain itu karena arsitektur ecotech memehatikan lingkungan maka dapat menjadikan GOR Ken Arok menjadi fasilitas olahraga yang nyaman sekaligus ramah lingkungan. Kata kunci: Gedung Olahraga, Ecotech, GOR Ken Arok
Tipologi Ruang Terbuka Publik Di Kawasan Tepi Air Kota Jambi: Open Public Space Typology of Waterfront Area in Jambi City Nia Indriani; Ardhya Nareswari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.796

Abstract

Kehadiran ruang terbuka publik memiliki peranan penting dalam konteks perkotaan sebagai tempat bertemu, berinteraksi, dan rekreasi bagi masyarakat. Kota Jambi, sebagai salah satu kota yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan, menghadapi konsekuensi spasial pada kawasan perkotaannya, terutama di kawasan tepi air. Seiring dengan berjalannya waktu, berbagai aktivitas dengan intensitas yang tinggi terjadi di kawasan ini, baik dalam sektor formal maupun informal. Pembangunan fisik seperti permukiman, pusat perbelanjaan, perdagangan, dan fasilitas pendukung lainnya memperkuat kegiatan di sekitarnya dan memberikan peluang kegiatan berekreasi bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan untuk mengumpulkan data tentang bentuk, karakter fisik, dan aktivitas yang ada di ruang terbuka publik tepi air Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi ruang terbuka publik tepi air di Kota Jambi melalui bentuk, karakter fisik, dan aktivitasnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ruang terbuka publik tepi air yang ada di Kota Jambi.
Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar: Kids Play Activity Exploration within Primary Outdoor School Environment Elma Mahfuzhoh; Syam Rachma Marcillia
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.802

Abstract

Kegiatan bermain di sekolah memberikan dampak yang baik pada banyak aspek seperti kesehatan anak melalui aktivitas fisik, aspek kognitif yang membantu anak mengenal lingkungan sekitar, hingga pada aspek sosial melalui komunikasi antar anak dan tenaga pengajar. Elemen lingkungan outdoor sekolah dasar menyediakan ruang yang dapat digunakan anak untuk melakukan eksplorasi berbagai macam permainan, tetapi dengan layout yang dimiliki saat ini oleh sekolah dasar negeri masih terdapat limitasi khususnya pada penyediaan playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ruang outdoor sekolah dasar sebagai ruang bermain anak pada jam istirahat. Penelitian dilakukan di SDN Gondolayu, Yogyakarta melalui metode behavior mapping yang menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan pemanfaatan ruang oleh anak laki-laki dan perempuan serta perbedaan aktivitas bermain oleh anak dalam kelompok usia kelas rendah (kelas 1-3) dengan kelompok usia yang lebih tua (kelas 4-6).
Konsep Extending Tradition pada Fasilitas Kesenian Wayang Thengul di Bojonegoro: Extending Tradition Concept of Wayang Thengul Art Facilities in Bojonegoro Rikza Anjani Lutfiyah; Darmansjah Tjahja Prakasa; Ibrahim Tohar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.804

Abstract

Wayang thengul merupakan salah satu kesenian tradisional dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah diakui oleh Hak Kekayaan Intelektual dan diperkenalkan oleh pemerintah sebagai seni pertunjukan khas Bojonegoro. Akibat pengaruh modernisasi, kesenian ini sudah mulai luntur dan dilupakan karena berkurangnya minat dan motivasi generasi muda untuk melestarikannya. Apalagi di Bojonegoro sendiri sangat minim akan fasilitas yang mampu mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kesenian wayang thengul baik sebagai pelatihan hingga pertunjukan. Kebanyakan fasilitasnya hanya sebatas rumah sang dalang yang digunakan juga sebagai sanggar pelatihan. Untuk mempertahankan nilai-nilai dari kearifan lokal tersebut diperlukan upaya sebuah fasilitas yang berperan sebagai wadah wisata edukasi budaya kepada masyarakat dengan menerapkan tema Extending Tradition sebagai pendekatan arsitekturnya. Tema ini diterapkan agar masyarakat dapat mempelajari ilmu budaya yang ada sehingga tertanam suatu kebanggaan terhadap budaya di daerahnya. Metode pendekatan desain ini menggunakan tradisi lokal sebagai ide dasar desain dan memodifikasinya agar sesuai dengan masyarakat modern. Konsep desainnya meliputi pada bagian pertapakan, perangkaan, peratapan, persungkupan dan persolekan.
Tingkat Perilaku Pandemic Fatigue Pekerja dalam Mempengarui Okularsentrisme Desain Ruang Kantor pada Sudut Pandang Pandang Neuro-Architecture: The Level of Pandemic Fatigue Among Workers in Influencing Ocularcentrism of Office Space Design from a Neuro-Architectural Perspective Rizka Tri Arinta; Prasasto Satwiko; Robert Rianto Wijaya
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.811

Abstract

Ocularcentrisme menjadi sebuah kepercayaan yang didasarkan hanya pada yang dilihat. Kepercayaan ini membentuk persepsi–persepsi pada otak manusia pada setiap objek yang ada di sekitarnya. Pandemic fatigue di Indonesia adalah hal yang berdampak besar pada pembentukan mental dalam menghadapi pandemi. Gejala mental ini menjadi awal mula tingginya kasus burnout dan depresi yang terjadi saat bekerja. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan tingkatan perilaku yang terjadi pada seseorang dengan gejala pandemic fatigue dalam mempengaruhi pemikiran okularsentrisme pada satu desain ruang kantor yang akan digagas dalam sudut pandang neuroarsitektur. Penelitian ini dilakukan dalam koridor penelitian eksperimental dengan pengolahan data kuantitatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menggunakan software SEM – PLS. dalam melihat kondisi pandemic fatigue saat bekerja terdapat 4 set variabel internal, dan 4 variabel (workload, workflow, work-conflict, dan work climate) dengan 4 sub variabel itu ruang aktifitas, waktu dan prokes yang dipengaruhi secara eksternal. Analisis stastistik dengan menggunakan SEM digunakan untuk mencari korelasi antara pengaruh eksternal terhadap internalnya. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 tingkatan gejala kelelahan yang mempengaruhi dilihat dari nilai loading faktor > 0,5 yaitu mulai dari workclimate, workflow, workload, workconflict, hingga motivasi dan kemampuan diri. Hubungan tersebut diperjelas dengan hasil pembentukan okularsentrisme dari 10 stimulus desain ruang kerja yang diberikan. Sehingga temuan ini menjadi sebuah pembuktian bahwa dalam membuat desain ruang kerja terdapat 12 elemen ruang yang harus diolah. Dan satu tempat yang nyaman dan dan aman dari era pandemi adalah pada ruang kerja Pribadinya.