cover
Contact Name
Berta Apriza
Contact Email
berthaafriza90@gmail.com
Phone
+6285279707407
Journal Mail Official
berthaafriza90@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.unm.ac.id/JIKAP/about/editorialTeam?guidena=Editorial+Teams
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 29574424     EISSN : 29574440     DOI : https://doi.org/10.26858/jkp.v5i1.17466
Core Subject : Education,
Penelitian tentang ilmu kependidikan dan bertujuan membandingkan keefektifan model pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan pendekatan discovery yaitu dengan memberi soal pemecahan masalah pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest and posttest nonequivalent group design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas A dan kelas B PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi Tahun akademik 2019/2020. Instrumen/alat ukur dalam penelitian ini yaitu berupa soal-soal yang memerlukan pemecahan masalah, soal yangdiberikan juga telah divalidasi oleh ahli matematika sebagai acuan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.
Articles 4,416 Documents
Pemikiran Digitalisme dan Implikasinya pada Guru Penggerak di Era Metaverse Meria Ultra Gusteti; Jamaris Jamna; Sufyarma Marsidin
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4417

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara konseptual pemikiran digitalisme yang diterapkan oleh guru penggerak di era metaverse. Penelitian ini merupakan literature review. Digitalisme merupakan pemikiran yang menggunakan teknologi agar bertindak secara efektif dan efisien. Teknologi digital berfungsi sebagai platform untuk berkomunikasi, berinovasi, dan mengembangkan kreativitas manusia. Teknologi ini terus berkembang dan saat ini dikenal dengan era metaverse, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi metaverse sebagai alat pendidikan memberikan kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Ini bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, efektif, efisien, lebih inovatif dan lebih menarik dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini digunakan Kurikulum Merdeka dengan salah satu programnya adalah Guru Penggerak. Guru penggerak merupakan agen perubahan yang harus meningkatkan literasi digitalnya. Guru harus melek teknologi dan menggunakannya dalam pembelajaran. Orang tua juga perlu belajar dan beradaptasi agar bisa mendampingi tumbuh kembang anaknya. Pendidikan karakter harus terus dimaksimalkan, baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dalam Kurikulum Merdeka pengembangan kemampuan siswa dilakukan secara holistik melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila yang profil lulusannya mempunyai kemampuan dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Jati Rahmadana; Ahmad Khawani; Media Roza
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4278

Abstract

Mampu untuk berpikir secara kritis sangat dibutuhkan pada zaman sekarang, namun kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan sejauh mana Model PBL dalam peningkatan peserta didik di Sekolah Dasar dalam berpikir kritis. Penelitian ini adalah Penelitian Ex Post Facto menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode meta analisis. Teknik analisis data menggunakan metode pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dalam pembelajaran terbukti berpengaruh terhadap peningkatan peserta didik dalam berpikir secara kritis. Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa peserta didik mengalami peningkatan dalam berpikir kritis dengan rata-rata 19%, dengan persentase terendah 11,97% dan tertinggi 30,16%. Hal ini didukung dengan hasil analisis pada tabel 2, terjadi peningkatan dari 61.1820 menjadi 80.1860. Penerapan model PBL memiliki korelasi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik, hal ini dapat dilihat pada tabel 3 dengan nilai korelasi sebesar 0,070. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa model PBL efektif dalam peningkatan berpikir kritis peserta didik.
Pengaruh Penilaian Formatif Berbasis Quizizz terhadap Hasil Belajar Siswa Nurul Halimah; Fifi Nofitri; Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4571

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil penilain formatif yang tergambar dari hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan alat penilaian yang berdampak terhadap hasil belajar siswa, salah satunya Quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan apakah hasil belajar siswa dipengaruhi oleh alat penilaian Quizizz. Metodologi eksperimental dan post-test only control design digunakan dalam penyelidikan ini. Siswa  kelas VI dari SDN 33 di Kalumbuk berpartisipasi dalam pembelajaran, 15 di kelompok kontrol dan 15 di kelompok eksperimen. Analisis data yang digunakan meliputi analisis tes hasil belajar, tes normalisasi dan tes hipotesis. Uji-t digunakan untuk menguji hipotesis, sering disebut sebagai uji-t sampel independen. Temuan mengungkapkan rata-rata skor penilaian formatif kelas eksperimen menggunakan Quizizz lebih tinggi yaitu 84,40, dibandingkan dengan rata-rata skor penilaian formatif kelas kontrol dengan tes tertulis yaitu 73,13. Hasil uji-t digunakan untuk menghitung Sig. 0,000 < 0,05 dan t-score 6,737 > t-tabel 2,048. Kesimpulannya, hasil tes tertulis dan tes formatif di Quizizz terdapat perbedaan. Hasilnya, terdapat pengaruh antara penilaian formatif menggunakan media Quizizz terhadap hasil belajar siswa SD kelas VI.
Pendidikan dalam Teori Proses Sosialisasi di Sekolah Dasar Ira Rahmayuni Jusar; Jamaris Jamaris; Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4354

Abstract

Pengembangan proses sosialisasi anak dibutuhkan dalam beradaptasi sesuai dengan tahapan perkembangan dan umur anak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengembangan proses sosialisasi yang diidentifikasi melalui peran guru dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam pendidikan karakter di lingkungan bersekolah. Penelitian ini dilakukan untuk membahas proses sosialiasi anak dalam masa bersekolah. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan yang berasal dari hasil review jurnal yang mempunyai topik yang sama dengan penelitian ini dan menganalisis serta membandingkan hasil review yang telah diperoleh yang dijabarkan dengan bahasa yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan belum semua indikator muncul dalam tahap pengembangan proses sosialiasi anak sebab anak baru mengenali konsep belum sampai pada pemahaman konkrit seperti orang dewasa (tahapan sosialisasi). Anak perlu diberikan arahan dan bimbingan agar dapat berperilaku sesuai dengan tahapan pengembangan mereka sehingga mereka dapat memahami kebermaknaan hidup dalam berperan dan menempatkan diri di lingkungan bersekolah. Berdasarkan enam indikator yang digunakan untuk proses sosialiasi ditemukan tahapan peran diri, sosialisasi dalam kehidupan, perkembangan kognitif. Untuk tahapan yang lainnya perlu diberikan pemahaman oleh guru dalam lingkungan bersekolah maupun keluarga dari lingkungan di luar sekolah.
Pengembangan Augmented Reality Melalui Metode Flash Card Sebagai Media Pembelajaran IPS Dina Siti Logayah; Ade Budhi Salira; Kirani Kirani; Tri Tianti; Rizal Akbar Darmawan
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4419

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya media pembelajaran IPS pada era 4.0, metode flash card salah satunya untuk membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran IPS pada siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk adalah membangunketerampilan guru dalam mengkombinasikan media pembelajaran Augmented Reality (AR) melalui pendekatan Metaverse dengan metode pembelajaran Flash Card pada pembelajaran IPS Kelas 7B. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian sesuai zonasi wilayah serta binaan UPI, sekolah yang akan mewakili adalah SMPN 12 Bandung. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS melalui metode AR dengan pendekatan Metaverse metode pembelajaran Flash Card pada pembelajaran IPS di Kelas 7B dapat lebih jelas dalam memahami materi peninggalan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia secara kongkrit. Implikasi penelitian ini adalah pembuatan AR dengan metode flash card memiliki relevansi dengan perubahan zaman yang serba digital, yang harus dioptimalkan agar kehadiran metaverse dapat dimanfaatkan terutama untuk mencapai hasil belajar maksimal dan membantu guru dalam menyediakan media pembelajaran yang nyata. 
Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Abad 21 pada Pembelajaran Tematik untuk Menumbuhkan Kreatifitas Peserta Didik di Sekolah Dasar Ahmad Khawani; Jati Rahmadana
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4280

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan sejauh mana penerapan inovasi proses pembelajaran abad 21 dalam menumbuhkan kreativitas siswa di SDN 04 Banda Aceh. Kreativitas merupakan keterampilan penting yang harus diajarkan kepada siswa di sekolah dasar, namun pada kenyataannya pembelajaran di sekolah dasar tidak menumbuhkan kreativitas siswa. Namun hal tersebut berbeda dengan SDN 04 Banda Aceh yang mampu menumbuhkan kreativitas siswa, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait penerapan proses pembelajaran inovatif abad 21 untuk menumbuhkan kreativitas siswa di SDN 04 Banda Aceh semester genap 2021/2022. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas I-VI SDN 04 Banda Aceh yang berjumlah 6 informan. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di SDN 04 Banda Aceh semester genap tahun ajaran 2021/2022 telah menerapkan pembelajaran inovatif, dan wali kelas kelas I-VI mampu dan handal dalam melaksanakan proses pembelajaran inovatif, terdapat beberapa model pembelajaran inovatif yang telah diterapkan. yang sering diterapkan di SDN 04 Banda Aceh yaitu model pembelajaran Role Playing, Problem Based Learning, Mind Mapping, Field Trip, dan Model Pembelajaran Eksperimental.
Pengembangan Instrumen Penilaian Moralitas (Sila) Peserta Didik Pendidikan Dasar Manggala Wiriya Tantra
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4633

Abstract

Instrumen penilaian moralitas (sila) peserta didik pendidikan dasar menjadi sangat penting untuk dikembangkan sebagai upaya untuk mendapatkan gambaran moral siswa secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan instrumen penilaian moralitas (sila) peserta didik sekolah menengah pertama yang valid dan reliabel. Instrumen penilaian sīla peserta didik sekolah menengah pertama didapatkan sesuai dengan metodologi penelitian research and development. Analisis data secara deskriptif kualitatif menggunakan teknik delphi dan validitas Aikend’s. Analisis data secara kuantitatif menggunakan program SPSS 15.0 for windows. Hasil penelitian ini adalah instrumen penilaian sīla peserta didik sekolah menengah pertama yang valid dan reliabel. Instrumen penilaian diri sendiri memiliki nilai KMO sebesar 0, 805 dan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,939. Instrumen penilaian oleh guru pendidikan agama Buddha memiliki nilai KMO sebesar 0,805 dan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,933. Instrumen penilaian sīla peserta didik sekolah menengah pertama terdiri dari 8 indikator, yaitu (1) sīla di rumah, (2) sīla di sekolah, (3) sīla dalam pergaulan, (4) sīla di tempat ibadah, (5) menjalankan 5 sīla, (6) batin siswa, (7) menjalankan 5 dharma dan (8) sikap siswa. Instumen penelitian yang telah dikembangkan dapat digunakan secara praktis oleh guru untuk menilai moralitas siswa.
Learning Loss pada Kemampuan Pemahaman Konsep dan Representasi Matematis Peserta Didik Kelas V SD di Era Post Pandemic Covid-19 Naila Kurnia Restu; Cucu Suryana; Tatang Herman; Tita Mulyati
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan indikator apa saja yang menjadi dampak dari learning loss pada kemampuan pemahaman konsep dan representasi matematis peserta didik kelas V khususnya di era post pandemic COVID 19. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil dari kajian literatur yang ditemukan adalah indikator yang menjadi dampak dari learning loss pada kemampuan pemahaman konsep adalah menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk merepresentasikan suatu konsep, serta mengubah suatu bentuk represenasi ke bentuk representasi lainnya. Sedangkan indikator yang menjadi dampak dari learning loss pada kemampuan representasi matematis peserta didik addalah menggambar untuk memperjelas suatu masalah dan memfasilitasi cara menyelesaikan masalah tersebut, membuat model atau persamaan matematika dari representasi lain yang disajikan, serta menyusun sebuah alur cerita yang sesuai dengan representasi yang telah diberikan. Maka dapat disimpulkan bahwa learning loss merupakan dampak dari pandemic covid 19 dikarenakan pembelajaran jarak jauh atau daring yang memiliki banyak kendala terutama oleh guru, peserta didik, dan orang tua. Sehingga pembelajaran berlangsung kurang efektif.
Studi Literatur: Perbedaan Penilaian Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka Marnis Susanti; Three Rahmadona; Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4444

Abstract

Pendidikan dalam kehidupan manusia memiliki pengaruh besar untuk dapat membentuk generasi muda yang berkualitas dan cerdas. Kurikulum sebagai dasar atau pandangan hidup suatu bangsa bukan dalam menata masa sekarang serta juga masa yang akan mendatang. Perbaikan kurikulum yang telah dilalui bangsa Indonesia telah menjadi sejarah bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Dalam artikel ini peneliti ingin membahas tentang perbedaan penilaian kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Artikel ini dibuat dengan maksud tujuan untuk menjelaskan perbedaan penialain dalam kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Perbaikan maupun perubahan dalam kurikulum Indonesia setidaknya sekitar sepuluh tahun sekali. Dalam waktu tersebut, adanya kemungkinan perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek diantaranya ilmu pengetahuan dan teknologi. Metode yang dipakai pada penulisan ini yaitu studi literatur. Metode ini bertujuan untuk mengumpulkan sumber-sumber yang dibutuhkan sesuai dengan penelitian yang kita bahas. Sumber-sumber tersebut bisa kita dapatkan dalam pustaka, website, majalah, koran dan lain sebagainya. Setelah sumber tersebut kita kumpulkan, maka sumber tersebut kita baca dan dicatat, setelah itu kita bisa mengolah bahan penelitian tersebut sesuai topik yang kita bahas. Adapun manfaat atau kontribusi dalam artikel ini adalah sebagai informasi tambahan bagi instansi pemerintahan, pendidik dan peserta didik.
Pengembangan Multimedia Interaktif pada Pembelajaran Menganalisis Rangkaian Listrik Hastuti Hastuti; Giatman Giatman; Mukhlidi Muskhir; Hansi Effendi; Fadila Rahma Ghoer
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4300

Abstract

Materi-materi pembelajaran yang abstrak dan sulit dimengerti oleh peserta didik memerlukan media pembelajaran, yakni dengan multimedia interaktif yang menyajikan materi abstrak secara konkrit. Tujuan penelitian pada artikel ini adalah untuk menguji validitas, praktikalitas, dan efektifitas multimedia interaktif pada pembelajaran Menganalisis Rangkaian Listrik (MRL). Jenis penelitian yang diimplementasikan adalah penelitian pengembangan 4D, yang terdiri dari 4 tahap yakni: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Validitas multimedia interaktif diuji oleh tiga validator, sedangkan 31 responden untuk menentukan praktikalitasnya. Uji efektifitas dilakukan untuk menentukan ketuntasan belajar secara klasikal setelah penggunaan media, dengan melakukan posttest. Penelitian ini menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif untuk pembelajaran MRL yang valid, praktis dan efektif. Rata-rata validitas adalah 90,10% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas dengan tingkat kepraktisan secara keseluruhan sebesar 88,37%, dengan kategori praktis. Efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif diperoleh dari tingkat ketuntasan klasikal siswa yaitu 89,65%. Dengan demikian, multimedia interaktif yang dikembangkan sudah dapat digunakan untuk pembelajaran Menganalisis Rangkaian Listrik.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol. 7 No. 3 (2023) Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 2 (2023): April Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 7, No 1 (2023): February Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue