Articles
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN KONTESKTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEYAKINAN (BELIEF) MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 BAYANG
Amsari, Dina
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.140
This study was begun at finding description about the mathematics’ teacher did not make relationship between new information to real situation of students and the students’ ability in problem solving was still lower. This problem certainly impacts to mathematics’ belief of students. For making out this problem, a contextual approach in mathematics learning has been being applied. The goals of this research were to know students’ ability in problem solving between contextual and conventional approach and also mathematics’ belief of students after studied using contextual approach. The kind of this research was a quasi experiment. The population was the students of class IX Junior High School 1 Bayang. The research’s instruments are problem solving tests and questionnaire sheets. The result of this research showed the mean of final test in experiment class is higher than control class and also mathematics’ belief of student. Based on the result of the research could be conclude that students’ ability in problem solving and mathematics’ belief with using contextual approach better than conventional approach both high and low prior knowledge’s students. Â
IMPLIKASI TEORI BELAJAR E.THORNDIKE (BEHAVIORISTIK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Amsari, Dina
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.168
Teori belajar Behavioristik merupakan teori yang berpandangan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui stimulus respon. Dengan kata lain,belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yangbertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon.Dalam konsep belajar behavioristik, siswa dikatakan belajar jika terjadi perubahan prilaku ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh pengusung teori ini adalah Edward Thorndike yang dikenal dengan teori Koneksionisme. Menurut Thorndike, belajar merupakan proses koneksi antara stimulus respon yang berujung kepada perubahan tingkah laku. Hubungan stimulus respon ini menurut Thorndike dapat diperkuatdengan adanya kesiapan dalam menerima perubahan tingkah laku tersebut (Law of Readiness), diberikan pengulangan (Law of Exercise) dan diberikan penghargaan (Law of Effect). Dalam pembelajaran khususnya matematika, guru memastikan kesiapan siswa dalam belajar, agar stimulus yang diberikan dapat diterima baik oleh siswa dan memunculkan respon yang diinginkan. Stimulus yang diberikan hendaknya sering diulang agar hubungan stimulus respon semakin kuat salah satunya dengan memberikan latihan ataupun penekanan konsep oleh guru. Selain itu, hubungan ini juga dapat diperkuat dengan memberikan penghargaan kepada siswa. Sehingga menimbulkan kepuasan bagi mereka
The Social Learning Theory Albert Bandura for Elementary School Students
Amsari, Dina;
Wahyuni, Etri;
Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7247
Learning is a process of interaction between individuals and the environment and is displayed in the form of desired behavioral changes. Learning in schools must be able to bridge the knowledge that students already have with the new knowledge that will be built. This research discusses how Albert Bandura's social learning theory emphasizes the importance of elementary school students in processing their own knowledge obtained from observing models in their environment. This learning theory can be implemented in learning with the assumption that learning can be through observation, learning is an internal process that is reflected in behavior, learning is a reciprocal influence between environmental variables, behavior and individuals, and behavior is goal-oriented and self-regulated. This provides an understanding that learning is the result of students' ability to interpret knowledge or information, interpret a model that is imitated, then process it cognitively and determine actions according to the desired goals. Students are encouraged to think critically and creatively to analyze problems and find alternative solutions to problems.
Penerapan Model Pembelajaran TPS terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa XI F di SMA Negeri 2 Padang
Stevenia, Nadila;
Santi, Nirmala;
Amsari, Dina
Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Vol 1 No 2 (2023): MALEWA: Journal of Multidisciplinary Educational Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61683/jome.v1i02.24
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih baik daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis kelas XI F SMA Negeri 2 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif model quasy eksperimen. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tes akhir kelas eksperimen adalah 64,16 sedangkan rata-rata kelas kontrol adalah 50,55. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI F di SMA Negeri 2 Padang.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI Fase F SMA N 2 Padang
Marzufira;
Amsari, Dina;
Umar, Fahkrullah I Tama
Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Vol 1 No 2 (2023): MALEWA: Journal of Multidisciplinary Educational Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61683/jome.v1i02.25
This study aims to determine the results of solving mathematical problems in class XI students of Phase F of SMA N 2 Padang using the PBL model of learning better than conventional learning. This research is a quasi-experimental design or quasi-experimental research. The population in this study were all of class XI phase F of SMA N 2 Padang. The results of students' mathematical problem solving increased in the experimental class as seen from the learning outcomes of students' problem solving ability tests with the t-test obtained t_count > t_table (2.472 > 1.995) data it shows H_0 is rejected and H_1 is accepted. From these calculations it can be concluded that there is an effect of learning mathematics problem based learning models on compound interest and annuity material on the results of the mathematical problem solving ability of class XI students phase F SMA N 2 Padang is better.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN KONTESKTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEYAKINAN (BELIEF) MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 BAYANG
Amsari, Dina
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.140
This study was begun at finding description about the mathematics’ teacher did not make relationship between new information to real situation of students and the students’ ability in problem solving was still lower. This problem certainly impacts to mathematics’ belief of students. For making out this problem, a contextual approach in mathematics learning has been being applied. The goals of this research were to know students’ ability in problem solving between contextual and conventional approach and also mathematics’ belief of students after studied using contextual approach. The kind of this research was a quasi experiment. The population was the students of class IX Junior High School 1 Bayang. The research’s instruments are problem solving tests and questionnaire sheets. The result of this research showed the mean of final test in experiment class is higher than control class and also mathematics’ belief of student. Based on the result of the research could be conclude that students’ ability in problem solving and mathematics’ belief with using contextual approach better than conventional approach both high and low prior knowledge’s students. Â
IMPLIKASI TEORI BELAJAR E.THORNDIKE (BEHAVIORISTIK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Amsari, Dina
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.168
Teori belajar Behavioristik merupakan teori yang berpandangan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui stimulus respon. Dengan kata lain,belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yangbertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon.Dalam konsep belajar behavioristik, siswa dikatakan belajar jika terjadi perubahan prilaku ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh pengusung teori ini adalah Edward Thorndike yang dikenal dengan teori Koneksionisme. Menurut Thorndike, belajar merupakan proses koneksi antara stimulus respon yang berujung kepada perubahan tingkah laku. Hubungan stimulus respon ini menurut Thorndike dapat diperkuatdengan adanya kesiapan dalam menerima perubahan tingkah laku tersebut (Law of Readiness), diberikan pengulangan (Law of Exercise) dan diberikan penghargaan (Law of Effect). Dalam pembelajaran khususnya matematika, guru memastikan kesiapan siswa dalam belajar, agar stimulus yang diberikan dapat diterima baik oleh siswa dan memunculkan respon yang diinginkan. Stimulus yang diberikan hendaknya sering diulang agar hubungan stimulus respon semakin kuat salah satunya dengan memberikan latihan ataupun penekanan konsep oleh guru. Selain itu, hubungan ini juga dapat diperkuat dengan memberikan penghargaan kepada siswa. Sehingga menimbulkan kepuasan bagi mereka
The Social Learning Theory Albert Bandura for Elementary School Students
Amsari, Dina;
Wahyuni, Etri;
Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7247
Learning is a process of interaction between individuals and the environment and is displayed in the form of desired behavioral changes. Learning in schools must be able to bridge the knowledge that students already have with the new knowledge that will be built. This research discusses how Albert Bandura's social learning theory emphasizes the importance of elementary school students in processing their own knowledge obtained from observing models in their environment. This learning theory can be implemented in learning with the assumption that learning can be through observation, learning is an internal process that is reflected in behavior, learning is a reciprocal influence between environmental variables, behavior and individuals, and behavior is goal-oriented and self-regulated. This provides an understanding that learning is the result of students' ability to interpret knowledge or information, interpret a model that is imitated, then process it cognitively and determine actions according to the desired goals. Students are encouraged to think critically and creatively to analyze problems and find alternative solutions to problems.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Scramble di Kelas V SDN 13 Guguak Randah Kabupaten Agam
Putri, Silva Rahma;
Waldi, Atri;
Amsari, Dina;
Reinita, Reinita
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2716
This research aims to describe the improvement in student learning outcomes using the scramble type cooperative learning model in the Pancasila Education subject class V at SDN 13 Guguak Randah Agam District. This research is Classroom Action Research (PTK) using a qualitative and quantitative approach carried out in two cycles. The subjects in this research were 20 class V students at SDN 13 Guguak Randah in the January-June semester of the 2024/2025 academic year. Research data consists of the results of observations of teaching modules, results of observations of teacher and student activities, as well as student learning outcomes using the Scramble type cooperative model. Data collection techniques use observation or observation, test and non-test. The data was analyzed in a quantitative descriptive manner. The results showed improvement in various aspects. The teaching module increased from 87, %(Good) in cycle I to 97% (Very Good) in cycle II. Teacher activity increased from 83,5% (Good) to 96% (Very Good), while learner activity increased from 83,5% (Good) to 96% (Very Good). The learning outcomes of students also increased, with an average score from 76,9 (enough) in cycle I to 91,3 (Very Good) in cycle II. It can be concluded that the Scramble type Cooperative Learning model can improve student learning outcomes in class V Pancasila Education subjects at SDN 13 Guguak Randah, Agam District.
Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah Menggunakan Literasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0 bagi Guru-Guru di Sekolah Dasar Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto
Astuti, Yuni;
Ikhlas, Al;
Amsari, Dina;
Sukmadewi, Kenanga Putri;
Pratiwi, Pudja;
Warda, Oyatra Utama
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1014
Urgensi dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu pengabdi menerima keluhan dari para kepala sekolah dan guru-guru yang ada di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto bahwa mereka sangat membutuhkan sekali pengabdian masyarakat dari para dosen di Perguruan Tinggi agar dapat mentransfer ilmunya dalam menulis artikel ilmiah. Karena mereka mengalami kendala dalam naik pangkat yang mewajibkan guru harus menulis sebuah artikel ilmiah. Berdasarkan data dilapangan ditemukan bahwa sebagian besar (65%) diantara mereka masih menduduki golongan III. Relatif sedikit guru yang berhasil naik pangkat hingga menduduki Golongan IV/a apalagi IV/b. para guru kesulitan dalam mengemukakan ide kreatif untuk sebuah artikel ilmiah, kemudian tidak tahu caranya bagaimana menulis artikel ilmiah dengan memanfaatkan teknologi yang sudah canggih yang menyediakan semua kebutuhan manusia. Para guru tidak mengerti mencari sumber bacaan atau referensi dari situs-situs publikasi yang tingkat nasional maupun international. Kemudian guru tidak mampu menggunakan tools dalam menulis referensi serta menggunakan aplikasi dalam menganalisis data. Agar pengabdi dapat memecahkan permasalahan yang dialami mitra sehingga yang dijadikan peserta dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu seluruh kepala Sekolah dan satu orang perwakilan dalam setiap sekolah. Sehingga nantinya perwakilan dari masing-masing sekolah menjadi perpanjangan tangan pengabdia untuk menyampaikan kepada guru-guru yang lain bagaimana cara menulis sebuah artikel ilmiah dengan literasi digital pada era revolusi industri 4.0 ini. Tujuan Pelaksanaan pengabdian ini yaitu pengabdi melakukan pemaparan materi, pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru menulis artikel ilmiah mulai dari menentukan ide dalam sebuah artikel ilmiah sampai kepada tahap mengirimkan artikel ke jurnal dengan menggunakan open journal system untuk mempublikasikan artikel tersebut.