Articles
4,416 Documents
Implementasi Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar
Maria Melani Ika Susanti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1134
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK) di sekolah dasar berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014. Penafsiran yang beragam tentang isi dan lampiran Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 di beberapa satuan pendidikan menyebabkan terlaksananya pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib di satuan pendidikan menjadi kurang optimal. Kondisi ini perlu diidentifikasi untuk mencari faktor yang menjadi kendala pada implementasi EWPK di satuan pendidikan sehingga dapat ditentukan upaya tindak lanjutnya. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif yang dilakukan di 155 SD dari 8 (delapan) Kabupaten/Kota melalui kuesioner. Hasil penelitian ditemukan ketidaksejalanan antara Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 dengan implementasi di satuan pendidikan pada aspek (1) pengelolaan kegiatan EWPK; (2) sumber daya EWPK di satuan pendidikan; (3) rujukan yang digunakan dalam EWPK; (4) pola kegiatan EWPK; (5) materi dan metode EWPK; (6) pelaksanaan kegiatan selama pandemi; (7) penilaian EWPK; dan (8) peran pemangku kebijakan dalam implementasi EWPK
EFEKTIVITAS DISCOVERY LEARNING DANPBL PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV DITINJAU DARI HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SDN KARANGDUREN 01
Priliza Nuramaning Pangastuti;
Bambang Suteng Sulasmono;
Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.83
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajarn Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik. Penelitian dilaksanakan di SDN karangduren 01. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas IVA sejumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sejumlah 21 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah Desain Quasi Experiment. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan uji persyaratan eksperimen.Hasil yang diperoleh menujukkan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukan Nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.003 < 0.005. Hal ini brarti H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan efektivitas hasil belajar kognitif antara kelas eksperimen yang dilakukan treatment menggunakan model pembelajaran Discovery learning, dengan Kelas kontrol yang dilakukan treatment dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Perbedaan nilai rata-rata posttest model pembelajaran Discovery learning 80,18 nilai model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 88,18. Jadi dapat diartikan model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Discovery Learning
Analisis Nilai Proaktif dalam 7 Habits Menggunakan Metode Pembelajaran Inkuiri Siswa Sekolah Dasar
Mazya Nafisa;
Rossi Iskandar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2087
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai Proaktif dalam 7 habits terhadap hasil belajar IPA dengan menggunakan metode pembelajaran Inkuiri pada siswa kelas IV A SDS Yasporbi III. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV A SDS Yasporbi III sebanyak 12 orang dari 23 siswa. Hasil penelitian melalui questioner siswa menunjukkan bahwa 25% atau 3 orang siswa diantaranya lebih menyukai pembelajaran dengan menemukan pemecahan masalah dengan caranya sendiri, lalu 41,7% siswa atau 5 diantaranya lebih senang jika belajar berkelompok dengan temannya dan 33,3% atau 4 diantaranya memilih pembelajaran secara klasikal. Melalui hasi observasi,penerapan program 7 habits pada nilai proaktif dengan menggunakan metode pembelajaran Inkuiri dapat miningkatkan critical thinking pada siswa dan menjadikan siswa memiliki sikap proaktif selama proses pembelajaran serta situasi pembelajaran dalam zoom yang lebih kondusif karena siswa yang memilih untuk menjadi proaktif di dalam kelas.
Implementasi Model Pembelajaran Blended Learning di Masa Pandemi Covid-19: Meta-Analisis
Hendra Saputra Batubara;
Afif Rahman Riyanda;
Rahmawati Rahmawati;
Ambiyar Ambiyar;
Agariadne Dwinggo Samala
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2816
Pandemi COVID-19 juga telah merubah tatanan sistem pendidikan di seluruh dunia, hal ini mengakibatkan terjadinya penutupan lembaga pendidikan seperti sekolah dan juga perguruan tinggi secara total. Dimasa pandemi covid-19, lembaga pendidikan harus dituntut untuk mengadopsi model pembelajaran terbaik agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Salah satu solusi yang bisa diterapkan oleh lembaga pendidikan agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik adalah dengan menerapkan model pembelajaran blended learning. Metode yang diterapkan dalam riset ini merupakan meta analisis. Peneliti mengkaji 10 artikel, dimana artikel yang digukan merupakan hasil pencarian melalui google scholar dan aplikasi publish or perish. Dari hasil analisis Implementasi model pembelajaran blended Learning dimasa pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap hasil belajar, ditunjukkan dengan size effect size 1,23 dalam kategori sedang. Peningkatan hasil belajar siswa tergolong tinggi, dengan rata-rata hasil 10 sampel naik menjadi 77,45 dari yang sebelumnya 56,88. Dari data tersebut terlihat adanya peningkatan yang jelas yaitu 20,57. Artinya model pembelajaran blended Learning ini berpengaruh positif terhadap hasil belajar selama penerapannya dimasa pandemi Covid-19.
Model Contextual Teaching Learning Terhadap Hasil Belajar Menulis Puisi Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Alya Nabilah Putri Dzikrina;
Nur Aini Puspitasari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3441
Penelitian ini dilakukan karna didasari oleh kurangnya pemahaman murid terhadap apa yang dipelajari, dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning diharapkan peserta didik bisa memahami materi menulis puisi menjadi lebih bermakna, karna proses pembelajaran ini berlangsung secara natural dalam bentuk aktivitas peserta didik yang mengalami atau biasa disebut student centered dan bukan lagi yang berpusat pada guru atau teacher centered. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terhadap hasil belajar menulis puisi setelah diberlakukannya model pembelajaran Contextual Teaching Learning di kelas IV MI Al-Husna. Hasil penelitian pada pretest dan posttest menggunakan perhitungan pada SPSS, hasil dari pengujian penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching learning terdapat adanya peningkatan yang signifikan. Berdasarkan dari penelitian ini, disarankan kepada pendidik untuk menggunakan model contextual teaching learning sebagai salah satu model pembelajaran khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi puisi.
Upaya Pemberian Layanan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di PAUD Non-Inklusi
Tiara Permata Bening;
Khamim Zarkasih Putro
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3401
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dari sekolah paud regular dalam memberikan layanan pendidikan dan kendalanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. . Pemberian layanan pendidikan untuk anak yang mengalami autis dengan cara menjelaskan materi secara berulang, melatih fokus anak, melatif bicara dan mengenalkan kosa kata yang baru, membantu dalam memahami perintah, memberikan pembetulan saat salah bicara, duduk disamping anak saat saat gangguan emosi. Pemberian layanan untuk anak tuna ganda dengan adanya pelatihan kosa kata sambil memberikan isyarat dan memberikan pembenaran saat anak salah mengucapkan kalimat ataupun kata. Pemberian layanan untuk anak hiper aktif dengan cara pemberian kegiatan yang dapat membuatnya fokus dan guru duduk disamping anak hiperaktif untuk menghindari anak mengganggu teman. Kendala yang dialami guru dalam memberikan layanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus meliputi kualifikasi guru tidak linier, kurangnya sarana dan prasarana untuk memfasilitasi anak berkebutuhan khusus, tidak adanya program pelayanan guru khusus untuk anak berkebutuhan khusus, dan terakhir wali murid dari anak normal yang ikut campur dalam pembelajaran.
Deskripsi Kendala Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Baeti Rakhmah;
Mujiyem Sapti;
Rintis Rizkia Pangestika
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1449
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala-kendala dalam pembelajaran daring melalui whatsapp pada mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri di Kecamatan Kutowinangun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) terbuka dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran matematika secara daring dapat menjadi kendala bagi: (1) siswa, (2) orang tua, dan (3) guru. Kendala siswa meliputi kebutuhan kuota, motivasi belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi matematika. Kendala orang tua meliputi pendampinganbelajar matematika daring, kesiapan pembelajaran matematika, dan keterbatasan pemahaman materi matematika. Kendala guru meliputi interaksi guru dan siswa kurang efektif, kurangnya kesiapan guru dalam mengajar, pemilihan kebutuhan materi ajar, dan kesulitan dalam penilaian afektif (sikap).
The Effects of Mobile Games on Elementary School Students' Achievement in Aceh
Faizatul Husna;
Hanifuddin Jamin;
Rizki Juliandi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1879
Research into mobile game addiction has increased over the previous two decades. The purpose of this study was to investigate the association between on-line mobile gaming and academic performances among adolescent students in Aceh's elementary schools. The study revealed that boys are more of a player compared to girls who often play games and those who play online games are around 11-12 years old have an average playing time 3-5 hours/day. The research population consisted of elementary students from Aceh, with a sample size of 55 pupils. Included in the study was the Game Addiction Scale (Lemmens et al., 2009). Then, using regression analysis, the hypothesis was tested. From the finding, we can conclude that academic performance was found to be negatively associated with online gaming. This is owing to the fact that playing games for long periods of time reduces their ability to focus on academic tasks. This study can serve as a reference to adolescents online gaming habits, which could be a factor affecting their academic achievement.
PENGARUH TEKNIK PERMAINAN PASS THE COMPLIMENT DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELF-ESTEEM SISWA SEKOLAH DASAR
Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.263
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik permainan teknik permainan dalam layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan self-esteem pada siswa kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Manggarai 17 Pagi dengan sampel penelitian adalah siswa kelas VI pada semester II tahun pelajaran 2017-2018. Sampel penelitian ini diambil menggunakan pemilihan sampel purposif. Penelitian ini menggunakan metode Kuasi-Eksperimen. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, diskusi kelompok, lembar ujian atau tes yang dilakukan setelah kegiatan diberikan. Lembar Penelitian untuk mengetahui tingkat self-esteem dengan teknik permainan siswa sekolah dasar. Hasil [enelitian Menunjukkan adanya pengaruh positif dari kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik permainan 'pass the compliment' terhadap self-esteem siswa kelas VI SDN Manggarai 17 Pagi. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh data bahwa: nilai asymp. Sig = 0,028 < nilai Signifikan a = 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, dan Hi diterima. Sehingga dapat dimaknai, terdapat pengaruh yang signifikan pada peningkatan self-esteem responden setelah diberikan perlakuan bimbingan kelompok dengan teknik permainan "pass the compliment. Hasil peneltian kedua yaitu terdapat peningkatan self-esteem pada diri responden setelah mendapatkan perlakuan (treatment) bimbingan kelompok dengan teknik permainan pass the compliment. Implikasi hasil penelitian ini adalah dengan penggunaan teknik permainan pass the compliment dapat diterapkan untuk meningkatkan self-esteem sistwa pada belajar kelompok siswa sekolah dasar.
Penggunaan Metode Problem Solving untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Penilaian Pendidikan Kewarganegaraan Peserta Didik di Sekolah Dasar
Tri Juna Irawana;
Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.367
Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan agar peserta didik dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya di dalam dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya mata pelajaran yang hapalan yang dianggap oleh sebahagian orang. Karena permasalahan ini peneliti melakukan penelitian tentang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan pengamatan di Sekolah Dasar terlihat pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dilaksanakan dengan metode ceramah saja kemudian siswa ditugaskan menghapal materi. Hal ini menyebabkan motivasi belajar dan hasil penilaian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kurang memuaskan. Karena permasalahan tersebut peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode pemecahan masalah atau metode problem solving. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah mtode pemecahan masalah atau problem solving. Adapun langkah penggunaan metode pemecahan masalah atau problem solving secara garis besar adalah: menentukan masalah, mencari data untuk menyelesaikan permasalahan, mendapat jawaban sementara dalam penyelesaian masalah, menguji jawaban sementara dan mengambil kesimpulan dari penyelesaian masalah tersebut. Dengan menggunakan metode pemecahan masalah atau metode problem solving ini dapat membuat anak aktif dan bersemangat dalam pembelajaran, tidak hanya monoton dan membosankan. Kemudian hasil penilaian pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat banyak peserta didik yang nilainya sudah di atas kriteria ketuntasan minimal.