Articles
4,416 Documents
Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Bagi Siswa Sekolah Dasar
Rochmad Ari Setyawan;
Hana Septina Kristanti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.877
Penelitian dilatar belakangi adanya keterampilan berpikir kritis yang rendah pada pembelajaran pandemic Covid 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPA melalui model pembelajaran Discovery Learning pada peserta didik kelas 4 SD Negeri Karangduren 01. Penerapan model pembelajaran ini terdapat 6 langkah pembelajaran yaitu stimulus (stimulation), identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collecting), pengolahan data (data processing), verifikasi (verification), generalisasi (generalization). Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan pada Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021 melewati 2 siklus yang dimulai bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021 dengan subjek penelitian peserta didik kelas 4 SD Negeri Karangduren 01 sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah non tes berupa observasi dan tes berupa pemberian soal evaluasi dengan teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan penelitian, didapatkan meningkatnya data rata-rata keterampilan berpikir kritis peserta didik dari kondisi awal (pra siklus) yaitu 50,8 dengan kategori rendah menjadi 58,6 dengan kategori tinggi dan meningkat pada siklus II menjadi 84,2 dengan kategori sangat tinggi. Dengan demikian, ditarik simpulan melalui model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPA melalui pada peserta didik kelas 4 SD Negeri Karangduren 01 Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021.
Pemanfatan Media Sosial dalam Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19
Jenita anjani Br Sembiring
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1722
Kemajuan perkembangan teknologi dapat dirasakan hampir di seluruh lapisan kehidupanmasyarakat .Adapun tujuan penelitian ini yaitu diantaranya melihat seberaa besar pengguna media sosial facebook di kalangan mahasiswa,intensitas mahasiswa dalam menggunakan media sosial facebook serta pemanfaatan media sosial facebook dalam pembelajaran khususnya pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yakni memberikan gambaran pemanfaata media sosial dalam pembelajaran di program studi PGSD Universitas Quality. Pada penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengollahan data fiantaranya,dengan studi dokumentasi,wawancara serta menyebarkan angket. Sebagai kesimpulan dari proses penelitian tersebut ditemukan bahwa 94,4 % dari jumlah responden menyatakan bahwa media sosial facebook cukup memberikan manfaat bagi mereka dalam pengerjaan serta pengumpulan tugas,disamping itu terdapat 88,9 % responden yang menggunakan facebook dalam media pembelajaran dimasa pandemi covid-16. Pemanfaatan media sosial facebook merupakan salah satu strategi yang juga cukup efektif dalam pembelajaran daring khususnya pada masa pandemi covid-19 saat ini
Analisis Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar pada Masa Pandemi
Suhartono Suhartono;
Tri Saptuti Susiani;
Ngatman Ngatman;
Moh Salimi;
Ratna Hidayah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2172
Pandemi Covid-19 memberikan dampak diberlakukannya pembelajaran daring pada semua mata pelajaran, termasuk Bahasa Indonesia mencakup pengajaran keterampilan berbahasa, yang meliputi keterampilan mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggali fakta tentang pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar se-Kabupatan Kebumen, Jawa Tengah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru telah merencanakan pembelajaran bahasa dengan baik, melaksanakan pembelajaran bahasa dengan baik, dan mengevaluasi pembelajaran bahasa dengan cukup baik melalui pemanfaatan media belajar online selama masa pandemic covid. Dengan demikian, pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar pada masa pandemi berjalan dengan baik.
Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan
Purwati Purwati;
Dede Darisman;
Aiman Faiz
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2733
Indonesia adalah negara majemuk dan dikenal memiliki suku, budaya, adat, bahasa, dan agama yang beraneka ragam. Tujuan artikel ini untuk mengumpulkan hasil penelitian terkait yang kemudian dideskripsikan untuk memperluas khazanah pembahasan yang terkait dengan nilai toleransi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur atau artikel hasil penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen ini disatu sisi menjadi kekayaan budaya bangsa, namun disisi lain hal ini menjadi potensi yang sensitif sehingga mudah sekali menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat Indonesia. Untuk itu nilai toleransi di Indonesia perlu dijaga dan ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut sejak dini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di Sekolah pada mata pelajaran Pancasila dan PKN, Budi pekerti, Pendidikan Agama. Tentunya peran guru sangat menentukan dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di Sekolah. Dapat disimpulkan internalisasi nilai toleransi harus dapat memperkuat karakter Bangsa Indonesia dan mengatasi permasalah yang ada di Indonesia melalui praksis pendidikan.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Multi Representasi terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep IPA
Kevin William Andri Siahaan;
Sudirman T. P Lumbangaol;
Juliaster Marbun;
Ara Doni Nainggolan;
Jatodung Muslim Ritonga;
David Patria Barus
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.614
Tujuan dari penelitian ini mengetahui model pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dengan multi representations terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa SMP Swasta Surya Pematangsiantar. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design dengan melibatkan siswa kelas IX yang dipilih secara simple random sampling. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran inkuri terbimbing dengan multi representasi dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen tidak berbeda dengan siswa kelas kontrol, sementara penguasaan konsep IPA siswa kelas eksperimen berbeda dari siswa kelas kontrol, dan keterampilan proses sains siswa berkorelasi positif dengan penguasaan konsep IPA
Efektivitas Penggunaan Media Interaktif Berbasis Powerpoint pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah Dasar
Yulistina Nur DS
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3194
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya penggunaan media interaktif berbasis powerpoint sebagai media pada pembelajaran tatap muka terbatas dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian dengan menggunakan angket dan pedoman wawancara guru dan siswa, dengan subjek yang diteliti yaitu siswa kelas V C yang berjumlah 25 orang dan 1 orang guru kelas V C di SD Negeri Pancawati II Karawang. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis powerpoint efektif. Hal ini dapat dilihat dari skor angket siswa yaitu 67% yang menunjukkan bahwa media powerpoint efektif sebagai media pembelajaran tatap muka terbatas pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Adapun kendala atau hambatan dalam pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada pembelajaran IPA yaitu terdapat gaya belajar peserta didik yang berbeda (audio, visual, serta audiovisual) dan waktu yang kurang maksimal untuk pelaksanaan pembelajaran
Analisis Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Minat Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar
Priska Anggita Pramudya;
Safrul Safrul
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3749
Model pembelajaran merupakan suatu rancangan bahan ajar yang dirancang oleh guru demi tercapainya suatu pembelajaran agar meemudahkan siswa dalam suatu pelajaran. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis model yang telah diterapkan pada minat belajar matematika siswa (inkuiri terbimbing). kelas IV SDN Cengkareng Timur 18 Pagi. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif yaitu dengan mewawancarai guru beserta siswa yang terlibat sebagai penerima dan pemberi dalam model pembelajaran tersebut. Data yang digunakan yaitu berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu guru kelas IV,tiga orang siswa laki-laki dan tiga orang siswa perempuan kelas IV SDN Cengkareng Timur 18 Pagi. Hasil penelitaian ini menunjukan bahwa: 1) Masih terdapat siswa yang belum minat belajar dengan adanya model pembelajaran inkuiri terbimbing 2) Guru masih harus mengulang model pembelajaran tersebut agar siswa dapat minat belajar dalam pembelajaran matemtaika 3) Guru sering menerapkan model tersebut dengan cara berkelompok dan membiarkan mereka memilih kelompok sesuai dengan keinginannya sendiri.
Penerapan Pendekatan Saintifik Berbasis Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Soft Skills Mahasiswa Pendidikan Fisika
Fine Eirene Siahaan;
Eva Pratiwi Pane
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1521
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi soft skills mahasiswa calon guru fisika pada mata kuliah praktikum fisika dasar melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis model pembelajaran guided inquiry. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis SEM. Penelitian ini akan dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan fisika yang mengampu mata kuliah praktikum fisika dasar. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam uji coba adalah lembar penilaian soft skills mahasiswa. Variabel dalam penelitian ini adalah soft skills mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan respon mahasiswa setelah dengan melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis model pembelajaran guided inquiry adalah 90% dengan kategori baik. Penerapan pendekatan saintifik berbasis model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan soft skills mahasiswa mulai dari tahap perencanaan, eksperimen, evaluasi sampai tahap pelaporan.
Pengembangan Buku Cegahan IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar
Estheria Finaningtyas Siwi;
Yohana Setiawan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1157
Kajian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan buku cerita bergambar untuk membantu siswa kelas IV berpikir kritis pada pelajaran IPA di SD Negeri 1 Purworejo. Tujuan dari kajian ini ialah mengetahui tingkat validitas buku cerita IPA bergambar untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV berpikir secara kritis. Secara teoretis, manfaat dari kajian ini ialah memberi pengalaman, juga kecakapan bagi mahasiswa agar bisa membuat inovasi dalam mengajar melalui buku cerita IPA serta menimbulkan keingintahuan yang tinggi dan peningkatan dalam proses berpikir kritis untuk anak kelas IV. Kajian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, atau dikenal dengan Research and Development (R&D). Produk yang dikembangkan dalam kajian ini berupa pengembangan buku cegahan IPA guna memudahkan siswa dalam meningkatkan tahap berpikir kritis. Prosedur Borg dan Gall (1989) dipakai dalam kajian ini, yang menghasilkan produk akhir buku cegahan IPA. Pada prosedur ini penulis hanya menerapkan hingga tahapan kelima, yakni: kajian dan mengumpulkan informasi, merencanakan penelitian, mengembangkan produk awal, uji lapangan terbatas, serta revisi hasil uji lapangan terbatas. Hasil dari kajian ini ialah mengetahui kelayakan melalui tingkat validitas produk buku cegahan untuk meningatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 4 SD dalam pelajaran IPA
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA MURID SDN.005 KEPENUHAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPENUHAN
Alini Alini
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.117
Penyakit gigi dan mulut yang terbanyak dialami masyarakat di Indonesia adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Menurut WHO, 90% anak-anak sekolah diseluruh dunia termasuk di Indonesia dilaporkan pernah menderita karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian karies gigi pada anak SDN. 005 Kepenuhan Wilayah Kerja Puskesmas Kepenuhan Tahun 2016. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Anak SDN 005 Kepenuhan yang duduk dikelas 4,5 dan 6 yang berjumlah 130 orang, dengan jumlah sampel 130 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian ini didapat ada hubungan antara kejadian karies gigi dengan pengetahuan (pvalue = 0,000), perilaku menyikat gigi (pvalue = 0,014), konsumsi jenis makanan kariogenik (pvalue = 0,001), peran orangtua (pvalue = 0,004) dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan gigi (pvalue = 0,000). Saran peneliti agar hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan dalam upaya mengendalikan dan menekan kejadian karies gigi di SDN. 005 Kepenuhan Wilayah Kerja Puskesmas Kepenuhan