Articles
4,416 Documents
Peran Pendidikan dalam Menangkal Penyebab Radikalisme dan Ciri Radikalisme
Purwati Purwati;
Ace Suryadi;
Kama Abdul Hakam;
Cece Rakhmat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3595
Radikalisme adalah masalah sosial yang sedang ramai dibahas pada abad ke 21 ini. Paham tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan mengancam persatuan bangsa Indonesia. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengumpulkan hasil kajian teoritis dari berbagai ahli terkait masalah radikalisme dalam rangka memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research atau yang dikenal dengan nama studi pustaka. Data sekunder berupa informasi yang tertuang dalam berbagai buku dan artikel jurnal. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 10 ciri seseorang terkena paham radikalisme, 12 faktor yang menyebabkan seseorang menjadi radikal, dan proses radikalsime yang dimulai dari kondisi sebelum mengenal, sedang mendalami, setelah mengenal radikalisme, dan setelah bergaul langsung dengan individu atau kelompok radikal. Manfaat teoritis dari hasil penelitian ini yaitu untuk menguatkan atau menambah pengetahuan baru mengenai kajian radikalisme, dan manfaat praktisnya yaitu untuk memberi kemudahan bagi para peneliti atau pihak lain di lapangan dalam mengkaji, mencegah, atau mengatasi fenomena radikalisme.
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory, Intellectuality, Repetition (AIR) untuk Siswa Sekolah Dasar
Zulherman Zulherman;
Rahman Arifudin;
Melly Siska Pratiwi
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.546
Ketika model pembelajaran sudah berkembang maka perlu dilakukan kesesuaian dengan karakteristik siswa dan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan untuk menguji pengaruh Model Pembelajaran Auditory, Intellectuality, Repetition (AIR) terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Rawa Badak Utara 15 Jakarta Utara. Kontribusi dalam penelitian sebagai bukti ketepatan dalam memilih model pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan Posttest-Only Control Design, pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability sampling yaitu pengambilan sampel jenuh. Partisipan sebanyak 27 siswa untuk eksperimen kelas V A dan 27 siswa untuk kontrol dari kelas V B. Teknik pengumpulan data pada uji validitas menggunakan korelasi biserial point dari 40 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban dan tes hasil belajar yang berjumlah 25 soal. Data post test diuji normalitas dengan menggunakan uji Liliefors, hasil kedua kelas tersebut adalah kelas eksperimen dengan nilai Lo 0,100
KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU KURIKULUM 2013 DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI BAYANG PESISIR SELATAN
Kessy Yolanda Resti;
Alizamar Alizamar
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.43
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 pada guru kelas 1dan 3 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri No. 6 dan 7. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Permasalahan yang ditemukan adalah guru belum mampu menyediakan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik bahkan guru sangat jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru hanya berfokus pada buku guru yang sudah disediakan oleh pemerintah tanpa mengambil dari sumber lain. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian kreativitas guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri No 6 dan 7 sudah baik, tetapi masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan oleh guru yaitu guru harus meningkatkan kemamuan dan menambah pengetahuan tentang bagaimana kreativitas guru yang baik dalam meciptakan media pembelajaran yang menarik antusias dan fokus siswa selama proses pembelajaran, guru harus mencari dan memahami pengetahuan tentang model pembelajaran apa saja yang cocok dengan kurikulum 2013, karakter an keadaan siswa, dan guru harus mempelajari sesautu sesuai dengan perkembangan zaman
Karakteristik dan Asesmen Pembelajaran Abad 21
Rosnaeni Rosnaeni
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1548
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran berbasis teknologi yang kinisemakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi tersebut mendorong adanya berbagai pengembangan, termasuk juga dalam bidang penilaian atau assessment. Penelitian ini penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research) dimana studi kepustakaan adalah kegiatan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal dari buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran abad 21 sendiri memiliki ciri dan keunikannya sendiri, dimana pembelajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan harus berfokus pada keterampilan abad 21. Pembelajaran harus didesain sesuai dengan keterampilan 4C yang meliputi, 1) critical thinking skill (keterampilan berpikir kritis), 2) creative and innovative thinking skill (keterampilan berpikir kreatif dan inovatif), 3) communication skill (keterampilan komunikasi), dan 4) collaboration skill (keterampilan berkolaborasi. Adapun Asesmen atau penilaian pembelajaran pada abad 21 yaitu penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan pembelajaran penilaian yang melibatkan peserta didik untuk berperan dalam aktivitas pembelajaran secara nyata, selanjutnya peserta didik dapat melakukan penyelidikan, menuntut peserta didik berperan aktif membangun pengetahuan dari lingkungan sekitarnya.
Efektivitas Penyampaian Pembelajaran Tematik Melalui Whatsapp Group di Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Abdul Putra Ginda Hasibuan;
Rejeki Rejeki;
Safrudin Safrudin;
Elvina Elvina;
Syahrizal Fadhli
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1874
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas penyampian pembelajaran tematik melalui whatsappp group pada masa pandemi covid-19 di kelas IV,V,VI. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 003 Rambah pada bulan Ferbuari sampai April 2021. Jenis penelitain adalah penelitian kuantitatif. Data penelitian ini di peroleh melalui angket yang di bagikan ke siswa sebanyak 139 siswa, dan dokumentasi sebagai pendukunng data penelitian ini. Untuk menganalisa data di gunakan teknik statistik dan SPSS versi16.0.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan terlihat data ttabel=1,6399 pada taraf signifikan 0,05 hasil analisis menunjukkan bahwa data thitung= diperoleh sebesar 2,4643. Kriteria pengujian kolerasinya adalah jika nilai sig<α maka koefisien kolerasi tersebut signifikan. Karena nilai sig<0,014 kecil dari nilai α=0,05 maka koefisien kolerasi untuk penelitaian daiat signifikan, dengan besaran efektif sebesar 4,3% dengan begitu dapat disimpulkan penyampaian pembelajaran melalui whatsapp group efektif terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar.
The Implementation of Curriculum Development in The Era of The Industrial Revolution 4.0
Amirudin Amirudin;
Sugiharto Sugiharto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2481
This research is to photograph the condition of the curriculum at the Da'wah Management Study Program, FIDKOM UIN Jakarta and then provide curriculum suggestions that can adapt to the era of the industrial revolution 4.0. Based on the results of the study, it was shown that the composition of many courses that were not balanced between University Courses (MKU) and Faculty Courses (MKF) made students too general and not focused on their expertise. There are many courses that should exist, for example entrepreneurship and practicum lecture activities that must be more and synergized with the 4.0 era. the preparation of the Da'wah Management Study Program curriculum in the form of goals/achievements, content/achievements, methods/processes and evaluation/ assessment of the curriculum development of the Da'wah Management study program is not fully in accordance with the development of the industrial revolution 4.0., Preparation of Semester Learning Plans (RPS), short syllabus and plans there are still many student assignments that have not adjusted to the conditions of the industrial revolution 4.0 so there are still many shortcomings in the preparation of the RPS.
Layanan Bimbingan dan Konseling Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah
Salma Salsabila Milenda;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2969
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang; 2) Kendala yang dialami guru dalam manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang; 3) Solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru yakni dengan cara menyebar angket yang nantinya diisi oleh peserta didik. Manajemen program layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang dimulai dengan menganalisis permasalahan yang ada dalam diri peserta didik. Selain itu dilakukan juga analisis lingkungan dan kondisi sekolah untuk melihat pemahaman tentang kebijakan sekolah, fasilitas yang tersedia di sekolah ; 2) Kendala yang dialami guru yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah, kemampuan guru dalam memberikan layanan bimbingan konseling masih rendah, dan kerjasama antar pihak kepala sekolah dengan guru belum berjalan sepenuhnya; 3) Solusi yang didapat guru yaitu membuat ruang BK terasa nyaman, meningkatkan kemampuan guru sebagai konselor dan melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak yang berkompeten.
Perbandingan DLTA Berbantuan Audio Visual dan DLTA Tanpa Audio Visual Berbasis Cerita Budaya Lokal Terhadap Kemampuan Menyimak dan Bercerita
A. Nurdawani;
Tarman A. Arief;
Haslinda Haslinda
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3418
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perbandingan Model DLTA Berbantuan Media Audio Visual dan Model DLTA Tanpa Berbantuan Media Audio Visual Berbasis Cerita Budaya Lokal Terhadap Kemampuan Menyimak dan Bercerita Siswa Kelas IV SD Gugus II Kecamatan Tamalate. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan bentuk desain penelitian ini pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV-SD dari lima Sekolah Dasar Negeri yang terdapat dalam gugus II kecamatan Tamalate. Sampel yang diambil adalah siswa kelas IV-A dan IV-SD Inpres Mallengkeri Bertingkat 1.Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji manova menyatakan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, Ho ditolak dan H₁ diterima serta ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Model DLTA Berbantuan Media Audio Visual dan Model DLTA Tanpa Berbantuan Media Audio Visual Berbasis Cerita Budaya Lokal memiliki perbandingan yang signifikan terhadap kemampuan menyimak dan bercerita.
Pengembangan Model TPACK untuk Menunjang Kompetensi Profesional pada Guru Sekolah Dasar
Rizki Ananda;
Afriza Rahma Rani;
Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.4031
Masalah kompetensi guru Sekolah Dasar (SD) masih menjadi perhatian mendasar dalam dunia pendidikan. Sudah banyak mekanisme yang ditempuh agar kompetensi guru bisa menjadi lebih baik. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model TPACK untuk pengembangan profesionalisme pada guru SD kecamatan Salo. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), angket diperoleh dari uji ahli dan uji kelompok kecil, berupa penilaian dari: (1) ahli penilaian, (2) ahli TIK, (2) ahli desain pembelajaran, dan (3) guru SD di lokasi uji efektivitas produk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan yakni guru mampu mengintegrasikan materi ajar, pemanfaatan dan penerapan teknologi dengan katagori cukup, akan tetapi guru harus mampu menerapkan dan meningkatkan knerja agar dapat meningkatnya minat dan motivasi siswa dalam belajar. Dari data penelitian didapatkan bahwa penerapan TPACK telah berhasil diterapkan di Kecamatan Salo pada sekolah dasar sehingga meningkatkan keprofesionalan guru dalam meningkatkan hasil belajar. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan TPACK dapat memberikan inovasi baru dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran sehingga kompetensi profesional guru dapat berkembang.
Analisis Hambatan Proses Pembelajaran Daring dengan Menggunakan Aplikasi Whatsapp di Sekolah Dasar
Abroto Abroto;
Andi Prastowo;
Raka Anantama
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.971
Proses pembelajaran merupakan sebuah interaksi antara guru dan peserta didik dan juga sumber belajar yang dilaksanakan dalam sebuah lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang hambatan dalam proses pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi whatsapp. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, yang subjeknya berupa pendidik dan peserta didik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Pembelajaran daring efektif untuk mengatasi penularan covid 19, namun pembelajaran daring bukan memudahkan proses pembelajaran namun malah menyulitkan guru dan peserta didik di Sekolah Dasar Negeri No. 79/VII dalam pelaksanaan pembelajaran Namun, ada kelemahan pembelajaran daring karena kurang nya pasilitas, mulai dari jaringan internet yang jelek, siswa yang belom semua mempunyai whatsapp, dan guru yang kurang menguasai internet sehingga pembelajaran tidak berjalan efektif dan tidak terawasi dengan baik selama proses pembelajaran daring, dan mahalnya biaya kuato menjadi tantangan tersendiri pembelajaran daring