cover
Contact Name
Linardita Ferial
Contact Email
linarditaferial@unbaja.ac.id
Phone
+6287884906664
Journal Mail Official
adkes@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani Kp. Boru Kecamatan Curug, Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Baja Health Science
ISSN : 27753859     EISSN : 27753840     DOI : https://doi.org/10.47080
Core Subject : Health,
Journal of Baja Health Science (JOUBAHS) is an open-access journal published by Health Administration Department, Faculty of Economic and Business, Universitas Banten Jaya as scientific journal to accommodate current topics related to preventive and promotive measures to enhance the health of the public through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety. The journal employs a peer-review mechanism where each submitted article should be anonymously reviewed by expert peers appointed by the editor. Articles published in this journal could be in form of the original article and invited article (brief reports, case reports, opinion articles, commentaries, editorials, and correspondence).
Articles 91 Documents
PENCEMARAN UDARA DALAM RUANGAN (KARBON DIOKSIDA DAN TOTAL SENYAWA ORGANIK VOLATILE) SERTA GANGGUAN PARU PADA SISWA SD DI DEPOK Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1485

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan yang baik di lingkungan sekolah sangat penting bagi kesehatan dan produktivitas siswa. Polusi udara dalam ruangan perlu menjadi pertimbangan, mengingat bahwa seseorang dapat menghabiskan 90% waktunya di dalam ruangan. CO2 dan Total VOC merupakan polutan dalam ruangan yang menyebabkan gangguan pada paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan CO2, konsentrasi, VOC total dengan gangguan paru pada siswa SD. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2021. Sampel penelitian adalah 110 siswa yang diambil dengan menggunakan simple random sampling. Nilai CO2 diukur dengan Q-trak, Total VOC diukur dengan ppbRAE dan nilai fungsi paru-paru adalah spirometri. Konsentrasi CO2 dalam ruang kelas adalah 478,70 ppm, rata-rata konsentrasi total VOC 6,4 x 10-3 ppm, % KVP = 72,66, % VEP1 = 74,52 dan rata-rata %VEP1/KVP = 93,97, dan proporsinya siswa dengan gangguan paru adalah 3,6%. Tidak ditemukan hubungan antara paparan konsentrasi CO2 dalam ruangan dan total VOC dengan gangguan paru VEP 1/KVP (CO2, p = 1.000 dan total VOC p = 0,374) karena jumlah mahasiswa dengan gangguan paru sedikit sedangkan konsentrasi CO2 dan tingkat VOC total di bawah ambang batas yang tercantum. Penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa pajanan berhubungan dengan gangguan paru. perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah perlu ditingkatkan dan penelitian lebih lanjut tentang parameter pencemar udara dalam ruangan lainnya dan gangguan pernapasan atau penyakit degeneratif perlu dilakukan dengan metode yang berbeda.
KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN SEKOLAH (PM2.5, PM10, CO2, DAN HCHO) DAN RISIKO KESEHATAN PADA SISWA DI KOTA SERANG Sischa Andriani
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1486

Abstract

Lingkungan dalam ruangan merupakan lingkungan mikro yang penting bagi siswa yang menghabiskan 6-8 jam di ruang sekolah dan rentan terhadap polusi udara. Beberapa penyakit pernapasan dalam kelompok ini terkait dengan kualitas udara yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kualitas udara di lingkungan sekolah dan menilai risiko kesehatan pada siswa. Penelitian mengukur kualitas udara (PM2.5, PM10, CO2, dan HCHO) di tiga SD kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko kesehatan. Penelitian ini menemukan bahwa konsentrasi PM2.5 dalam ruangan (A 0,113 mg/m3; B 0,119 mg/m3; C 0,056 mg/m3) dan konsentrasi PM10 dalam ruangan (A 0,188 mg/m3; B 0,071 mg/m3; C 0,229 mg/ m3) melebihi nilai standar di semua sekolah dengan risiko kesehatan (HQ>1) untuk PM2.5 di semua sekolah dan PM10 di dua sekolah. Sedangkan konsentrasi karbon dioksida dan formaldehida masih aman dan tidak memberikan risiko kesehatan (HQ < 1). Skenario pengelolaan risiko kesehatan dari paparan PM2.5 dan PM10 adalah dengan mengontrol konsentrasi paparan pada ambang batas aman PM2.5 0,035 mg/m3; 0,043 mg/m3 dan PM10 0,144 mg/m3 untuk sebagian besar penduduk pada waktu sekolah normal. Disimpulkan bahwa kualitas udara seluruh SD dalam penelitian ini belum memenuhi standar nilai yang ditetapkan dan diperkirakan memberikan dampak kesehatan pada siswa sehingga diperlukan pengendalian risiko kesehatan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN SMELTER ‘X’ INDUSTRI TAHUN 2020 Rahayu Tri
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1488

Abstract

Pengelasan merupakan tempat kerja yang berisiko tinggi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada pekerja las di Jalan A.Yani, Kota Banjarbaru. Desain penelitian adalah observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel berdasarkan quota sampling sebanyak 30 orang. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (p=0,513), masa kerja (p=0,729), lama kerja (p=0,337) terhadap PAK. Namun, ada hubungan pengetahuan (p=0,046) dan penggunaan APD (p=0,000) terhadap PAK. Secara simultan usia, masa kerja, lama kerja, tingkat pengetahuan, dan penggunaan APD tidak berhubungan dengan kejadian PAK pada pekerja las. Secara parsial tingkat pengetahuan dan penggunaan APD hubungan parsial yang signifikan terhadap penyakit akibat kerja pada pekerja las. Tukang las yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang berisiko 5,442 kali lebih besar dibanding yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Tukang las yang tidak menggunakan minimal empat APD utama berisiko 1,000 kali lebih besar dibanding yang menggunakan minimal empat APD utama. Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, dan lama kerja dengan penyakit akibat kerja. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan penggunaan APD terhadap penyakit akibat kerja.
Hubungan Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Masyarakat dengan Perilaku Pencegahan Wabah Virus Corona (COVID 19) Tahun 2021 Fida asfia
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1500

Abstract

COVID 19 merupakan penyakit menular dimana sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini memiliki keluhan gangguan pernafasan yang disertai dengan demam. Serangkaian kasus di China mengungkapkan bahwa sebanyak 81% kasus memiliki gejala ringan, 14% kasus memiliki gejala berat, dan 5% kasus masuk kedalam kategori kritis. Studi yang dilakukan di Cina pada tahun 2020 menyebutkan bahwa dari 1576 pasien yang terinfeksi, sebagian besar memiliki gejala klinis demam yaitu sebesar 91%, diikuti oleh batuk (67,7%), kelelahan (51%) dan dispneu (30,4%). (Jing Yang et all, 2020). Penelitian ini dilakukan di Provinsi Banten pada bulan Juli s.d Agustus tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan Crossectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 143 orang diambil dengan rumus uji hipotesis beda dua proporsi. Teknik analisis data meliputi analisis univariat, uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ditemukan bahwa Mayoritas responden memiliki perilaku baik dalam hal pencegahan penyakit COVID 19 yaitu sebanyak 56.6%., karakteristik responden mayoritas berada pada kategori dewasa tua (72,7%), memiliki tingkat pendidikan S1 (37.8%) dan Bekerja pada status pekerjaan (67.8%), memiliki tingkat pengetahuan Baik (58%), persepsi pencegahan Covid 19 yang positif (53.1%), dan Sikap yang positif (56.5%). Hasil dari Analisis bivariat yaitu ada hubungan yang signifikan antara usia responden, status pekerjaan, persepsi pencegahan covid 19, dan sikap dengan perilaku pencegahan covid 19 dimana nilai p<0,05.
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS CURUG, KOTA SERANG Nova Wahyuni
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1501

Abstract

Pelayanan kesehatan di Kota Serang, Banten telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Puskesmas Curug merupakan salah satu unit pelayanan Kesehatan masyarakat yang menerapkan 12 indikator dalam pelayanan dasar tersebut. Target yang ditetapkan didalamnya adalah 100% untuk setiap indikator pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, masih terdapat beberapa pelayanan di Puskesmas Curug yang belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh SPM bidang Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan SPM di Puskesmas Curug. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview. Informasi dikumpulkan dari 5 informan yang terkait dalam pelaksanaan SPM terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 indikator pelayanan yang belum memenuhi target SPM, yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan Kesehatan penderita diabetes mellitus, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis, serta pelayanan kesehatan orang berisiko HIV. Beberapa faktor yang menghambat laju target SPM diantaranya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang kurang maksimal, wilayah demografi yang luas juga berpengaruh terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan, budaya dan kesadaran masyarakat sebagai faktor eksternal, serta manajemen monitoring dan evaluasi yang kurang optimal.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Membayar Iuran BPJS di Kelurahan Cipocok Jaya Shalsha Yunita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1502

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan badan penyelenggara yang kepesertaannya bersifat wajib sebagaimana tertuang dalam UU No.40 Tahun 2004. Di wilayah Banten, Kota Serang menduduki peringkat ke-2 sebagai wilayah dengan peserta BPJS terbanyak memiliki tunggakan dalam pembayaran BPJS di mana Kecamatan Cipocok Jaya memiliki jumlah tunggakan tertinggi yaitu 32.484 jiwa dan Kelurahan Cipocok Jaya memiliki jumlah tunggakan tertinggi sebesar 4.586 jiwa. Iuran sangat berpengaruh terhadap kelancaran berjalannya BPJS Kesehatan agar tidak terjadi defisit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang Memengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS di Kelurahan Cipocok Jaya. Penelitian dilakukan di Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang pada bulan maret- april tahun 2021. Sampel yang diambil adalah peserta BPJS mandiri sebanyak 102 orang. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS (p-value = 0,000). Perlu adanya sosialisasi secara rutin dari petugas BPJS Kesehatan mengenai informasi pembayaran iuran tepat waktu.
PENGARUH MANAJEMEN PROMOSI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI KADER POSYANDU DI DESA CIPANCUR KECAMATAN KALIMANGGIS KABUPATEN KUNINGAN Ahmad Ropii; Suci Fitriana Pramudya Wardani
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1742

Abstract

Reproductive health is a health program that is currently receiving special attention, both globally and nationally. One of the causes of the high maternal mortality rate and infant mortality rate is the number of cases of early marriage. Immature reproductive organs in adolescent girls can be at risk for various diseases such as cervical cancer, breast cancer, myoma and uterine cancer. The number of cases of sexually transmitted diseases each year has increased significantly. The incidence of STIs in Indonesia tends to increase overall. “Gonorrhoea, Syphilis” was recorded in 2011 as many as 11,280. Of these cases, there were 5,131 (45.4%) gonorrhea cases, 4725 (41.8%) syphilis cases. In 2012 there were an increase of 13,043 cases distributed as many as 6003 (46.0%) cases of gonorrhea, 5216 (40.0%) cases of syphilis. This study aims to determine the effect of health promotion management in increasing knowledge of reproductive health of posyandu cadres in Cipancur Village, Kalimanggis District, Kuningan Regency.:This type of research is a quasi-experimental with a pre-test and post-test only design. The population is posyandu cadres of 20 people. The sampling technique used purposive sampling method in the posyandu cadre group in Cipancur Village. The instrument to measure in this study was a questionnaire that was given before and after counseling. Data analysis used paired t test with confidence = 0.05. Based on the results of the analysis of the paired t test, it shows that there is an influence of health promotion management in increasing the knowledge of reproductive health of posyandu cadres with p=0.000. Based on these results, it can be concluded that there is an effect of health promotion management before and after reproductive health counseling on increasing knowledge on reproductive health of posyandu cadres. Researchers suggest that each cadre can convey knowledge to other communities so that other people can feel the results obtained by the cadres.
Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Pemberian Vaksinasi Covid 19 di MAN I Kota Serang Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat; Nurjaman Nurjaman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1887

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui seberapa pengaruhnya peran orang tua siswa dalam pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid-19 akan berdampak pada percepatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 dengan aman. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap pemberian Vaksin Covid-19 pada siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2021. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang, dengan keseluruhan sampel sebanyak 34 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik. Analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pengaruh signifikan antara Peran Orang Tua terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 pada Siswa Kelas XI di MAN I Kota Serang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig = 0,015 < 0,05 dan F-hitung = 6,648. Dapat disimpulkan bahwa peran orang tua membawa dampak terhadap pemberian vaksin Covid-19.
TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK: KEPUASAN PASIEN IBU HAMIL DALAM PROSES RUJUKAN DI PUSKESMAS KEBAYORAN BARU, JAKARTA SELATAN Riska Kurniawati; Dien Ansari
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1889

Abstract

Jakarta memiliki banyak fasilitas kesehatan dan masih bekerja keras untuk mengurangi jumlah kasus kematian ibu. Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan telah mengembangkan sistem rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Neonatal Esensial Dasar yang terorganisir untuk pasien hamil, namun sampai saat ini belum ada evaluasi kepuasan pasien hamil yang dirujuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan pasien hamil. yang dirujuk dari Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dan unit analisis dalam penelitian ini adalah pasien hamil yang dirujuk dari Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hasil analisis sebagian besar pasien hamil menyatakan puas dengan proses rujukan baik informasi dari bidan, jarak tempuh rujukan, pelayanan rujukan, pemberian rujukan, pelayanan di rumah sakit penerima rujukan dan manfaat dari proses rujukan. Dalam penelitian ini, pasien juga menyatakan kurang puas dengan administrasi proses rujukan karena proses administrasi masih dianggap sulit sehingga administrasi rujukan mendapat nilai komposit terkecil. Disimpulkan bahwa Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dapat menyelenggarakan mekanisme proses pelayanan berjenjang rujukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur meskipun masih perlu perbaikan.
PENCEGAHAN PENULARAN HIV IBU KE ANAK PADA ANTENATAL CARE DI KOTA DEPOK, JAWA BARAT Ahmad Fachrul; Dewi Sri Astuti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1894

Abstract

Prevalensi AIDS di Kota Depok pada tahun 2018 adalah sebesar 23,75%. Persentase penderita HIV/AIDS di Kota Depok berdasarkan golongan usia, yang tertinggi pada usia 25–49 tahun sebanyak 72,60%. Kota Depok merupakan wilayah dengan jumlah ODHA tertinggi di Kota Depok. Program PPIA dilaksanakan untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan PPIA pada ANC oleh bidan di Bidan Praktik Mandiri di Kota Depok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan grounded theory. Penelitian ini dilakukan di BPM di Kota Depok sejak bulan Maret–Juni 2019. Subjek penelitian adalah 5 bidan di Bidan Praktik Mandiri, pasien, bidang koordinator, dan sie Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Depok. Informan utama didapatkan dengan cara teknik snowball sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri pedoman wawancara dan data dikumpulkan dengan cara in depth interview. Analisis data dilakukan dengan content analysis, keabsahan data dengan metode triangulasi sumber. Dari penelitian ini didapatkan bahwa PPIA pada ANC belum dilaksanakan secara maksimal di BPM di Kota Depok. Bidan berperan merujuk ibu hamil untuk mendapatkan ANC terpadu di puskesmas. Konseling dan penawaran tes HIV pada semua ibu hamil dapat menurunkan stigma dan diskriminasi di masyarakat. Pelaksanaan PPIA dapat melibatkan kader yang ada di wilayah dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.

Page 2 of 10 | Total Record : 91