cover
Contact Name
Linardita Ferial
Contact Email
linarditaferial@unbaja.ac.id
Phone
+6287884906664
Journal Mail Official
adkes@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani Kp. Boru Kecamatan Curug, Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Baja Health Science
ISSN : 27753859     EISSN : 27753840     DOI : https://doi.org/10.47080
Core Subject : Health,
Journal of Baja Health Science (JOUBAHS) is an open-access journal published by Health Administration Department, Faculty of Economic and Business, Universitas Banten Jaya as scientific journal to accommodate current topics related to preventive and promotive measures to enhance the health of the public through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety. The journal employs a peer-review mechanism where each submitted article should be anonymously reviewed by expert peers appointed by the editor. Articles published in this journal could be in form of the original article and invited article (brief reports, case reports, opinion articles, commentaries, editorials, and correspondence).
Articles 91 Documents
Kompas Global Untuk Sistem Kesehatan Nasional Galih Trisno Wijaya
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 01 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i01.2461

Abstract

Mengubah sistem kesehatan menjadi sistem pembelajaran semakin diakui sebagai kebutuhan untuk mendukung implementasi arah strategis nasional pada kualitas dengan fokus pada pengalaman garis depan. Pendekatan sistem pembelajaran yang menjembatani kesenjangan antara praktik dan kebijakan membutuhkan eksplorasi aktif. Tinjauan pelingkupan ini mengadaptasi kerangka metodologi untuk studi pelingkupan dari Arksey dan O'Malley. Pertanyaan penelitian utama berfokus pada tema umum untuk belajar meningkatkan kualitas layanan kesehatan di semua tingkat sistem kesehatan nasional, mulai dari kebijakan pemerintah hingga pemberian layanan di titik perawatan. Sebanyak 3507 catatan disaring, menghasilkan 101 artikel tentang pembelajaran strategis di seluruh sistem kesehatan: tingkat profesional kesehatan (19%), tingkat organisasi kesehatan (15%), tingkat subnasional/nasional (26%), berbagai tingkat (35%), dan tingkat global (6%). Tiga puluh lima dari artikel ini berfokus pada sistem pembelajaran di berbagai tingkat sistem kesehatan. Sistem pembelajaran nasional membutuhkan perhatian di tingkat organisasi, subnasional, dan nasional yang dipandu oleh kebutuhan pasien, keluarga, dan masyarakat. Kompas dari sistem pembelajaran nasional dipusatkan pada empat tema lintas sektor di seluruh sistem kesehatan: penyelarasan prioritas, kolaborasi seluruh sistem, transparansi dan akuntabilitas, dan berbagi pengetahuan tentang bukti dunia nyata yang dihasilkan di titik perawatan. Makalah ini mengusulkan sebuah pendekatan untuk membangun sistem pembelajaran nasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian di masa depan diperlukan untuk memvalidasi penerapan prinsip panduan ini dan melakukan perbaikan berdasarkan temuan.
Potensi Penerimaan Perawatan Kesehatan Mental di Antara Orang Dewasa Bukan Lansia Berpenghasilan Rendah Dengan Penyakit Mental Donny Wiratma Saputro
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 01 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i01.2464

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu hangat di Indonesia khususnya dikalangan dewasa nonlansia sehingga penelitian bertujuan untuk menguji perbedaan dalam penerimaan perawatan kesehatan mental antara orang dewasa nonlansia berpenghasilan rendah yang tidak diasuransikan dengan penyakit mental serius (SMI) yang memenuhi syarat untuk Medicaid di bawah Undang-Undang Keperawatan (ACA) dan Medicaid. Menilai perbedaan-perbedaan ini mungkin memperkirakan dampak dari upaya perluasan Medicaid di bawah ACA pada penerimaan perawatan kesehatan mental di antara orang dewasa bukan-lansia yang tidak diasuransikan dengan SMI. Metode yang dipergunakan mengambil sampel sebanyak 2000 orang berusia 18 hingga 64 tahun yang berpartisipasi dalam Survei Nasional Penggunaan Narkoba dan Kesehatan tahun 2018, memiliki pendapatan di bawah 138% dari tingkat kemiskinan federal, memenuhi kriteria SMI, dan tidak memiliki asuransi (n = 1000) atau memiliki cakupan Medicaid saja (n = 1000). Definisi SMI menurut Alkohol, Penyalahgunaan Narkoba, dan Undang-Undang Reorganisasi Administrasi Kesehatan Mental dengan menggunakan analisis deskriptif dan pemodelan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan pada 28 daerah di Indonesia bagian yang saat ini memperluas Medicaid, prevalensi yang disesuaikan model (MAP) untuk menerima perawatan kesehatan mental di antara pendaftar Medicaid saja dengan SMI (MAP = 71,3%; 95% interval kepercayaan [CI] = 65,74%, 76,29%) adalah 30,1 % lebih besar dari rekan mereka yang tidak diasuransikan (MAP = 54,8%; 95% CI = 48,16%, 61,33%). Di Jakarta, MAP menerima perawatan kesehatan mental antara Medicaid-satunya pendaftar dengan SMI (MAP = 70,4%; 95% CI = 65,67%, 74,70%) adalah 35,9% lebih tinggi daripada rekan mereka yang tidak diasuransikan (MAP = 51,8%; 95 %CI = 46,98%, 56,65%) sehingga dapat ditarik kesimpulan perkiraan peningkatan penerimaan perawatan kesehatan mental karena mendaftar di Medicaid di antara orang dewasa berpenghasilan rendah yang tidak diasuransikan dengan SMI dapat membantu menginformasikan upaya perencanaan dan implementasi untuk perluasan Medicaid di bawah ACA.
Adolescents Mental Health During Covid-19 Pandemic Elysa Dwi Sitohang
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 01 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i01.2481

Abstract

Since the end of 2019, people in various countries, including Indonesia has experience the Covid-19 pandemic. The measures to prevent the spread of the Covid-19 from the government limited people’s physical activity. In education, the policies leads to the implementation of Online Distance Learning for students ranging from elementary school to higher education levels. The purpose of this study was to obtain an overview of the mental health of adolescents during the Covid-19 pandemic and to identify sociodemographic factors that influence adolescent mental health. The study involved 205 participants aged 15-18 years. The data were collected using a validated General Health Questionnaire (GHQ-12) self-assessment measurement tool in Indonesian language adapted version. The results showed that 59.5% of adolescents experienced psychological problems in the form of psychological distress and social dysfunction. Girls and adolescents who experience changes in sleep hours have a greater tendency to experience psychological problems. So that during the pandemic, teenage girls need more attention than boys. In addition, sleep patterns also need to be considered to reduce impact on psychological distress and social dysfunction during the pandemic.
Pemeriksaan Puskesmas di Daerah Terpencil terhadap Fasilitas Kesehatan Sri Wahyuni; Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 01 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i01.2487

Abstract

Kemajuan menuju kesehatan untuk semua harus didukung oleh fasilitas kesehatan berkualitas yang tersedia untuk semua orang. Namun, fasilitas kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal, perbatasan, dan pulau-pulau terpencil, atau daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK), menghadapi kendala terkait akses jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kesiapan Puskesmas sebagai penyedia utama pelayanan kesehatan primer yang berlokasi di daerah terpencil. Pengamatan dilakukan di 18 Puskesmas di lokasi yang teridentifikasi sebagai daerah terpencil dan tertinggal, perbatasan, dan pulau terluar di tiga provinsi: Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (Nusa Tenggara Timur), dan Sulawesi Selatan. Temuan mengungkapkan bahwa banyak fasilitas di pusat kesehatan primer masih tidak memadai. Secara khusus, jalan menuju pusat kesehatan primer dalam kondisi fisik yang buruk, jam operasional terlalu pendek, dan dokter serta teknisi laboratorium tidak tersedia. Namun, puskesmas telah berhasil melakukan banyak kegiatan di dalam dan di luar ruangan seperti kelas pendidikan kesehatan dan deteksi penyakit prioritas di masyarakat. Mengenai keuangan pusat kesehatan primer, mereka sangat bergantung pada dana publik untuk mendukung pengeluaran mereka yang meningkat untuk menyediakan layanan kesehatan, membayar gaji pekerja, dan melakukan kegiatan di dalam dan di luar ruangan, sehingga didapatkan beberapa kendala yang dihadapi puskesmas di DTPK antara lain sulitnya akses fasilitas dan tenaga kesehatan sementara. Informasi ini memberikan masukan berharga bagi pembuat kebijakan dalam membangun infrastruktur kesehatan dan SDM kesehatan di DTPK.
LITERATUR REVIEW DETERMINAN BIOPSIKOSOSIAL MULTIDRUG RESITANT TUBERCULOSIS LINA ALFIYANI
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2550

Abstract

Model biopsikososial digunakan untuk menelaah determinan penyakit berdasarkan pada aspek biologis, psikologis dan sosial suatu penyakit tertentu. Determinan biopsikososial MDR-TB perlu dikaji lebih dalam dengan analsis literatur riview. Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis tinjauan pustaka. Menganalisis determinan biopsikososial Multi Drug Resistant Tuberkulosis. Berdasarkan analisis artikel melalui basis data dari PUBMED dan Google Scholar, scient direct, onesearch.id. Tidak ada upaya dari penulis untuk mencari secara spesifik artikel-artikel yang tidak terpublikasi. Kata kunci yang digunakan adalah “deteminants” and “risk faktor” and ”biopsychosocial” and “MDR-TB”. Berdasarkan analisis data base menggunakan Revman 5.4 mendapatkan artikel yang sesuai sebanyak 12 artikel..
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 Shyffa Virginestya Zulkarnaen; Robiatun Amaliyah Ranti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2632

Abstract

Masalah nyeri lutut terhadap osteoarthritis pada lanjut usia (lansia) cukup tinggi bertambahnya usia lansia termasuk golongan yang mengalami masalah nyeri lutut akibat degeneratif/penuaan. Pada Lanjut Usia (lansia) kecepatan berjalan menurun akibat proses fisiologis dimana kualitas otot rangka menurun. Perubahan dan kemunduran pada lansia dengan penyakit degeneratif akan mengeluh mengalami kekakuan otot, kram, atau spasme. Penyakit osteoarthritis menyebabkan perubahan fungsi otot serta penurunan kekuatan dan kontraksi yang sering terjadi pembengkakan sendi, kerusakan pada tulang, peradangan pada tendon, sehingga lansia merasa kelelahan dan sakit/nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh senam yoga pada lansia terhadap penurunan nyeri lutut dengan osteoartritis pada lansia di panti sosial tresna werdha budi mulia 2. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Pre experimental research) yaitu metode yang menggunakan one grup pre and posttest. Hasil Penelitian didapatkan p-value 0,001 dimana adanya pengaruh pada intervensi pada pemberian intervensi senam yoga dalam menurunkan nyeri lutut menurunkan nyeri lutut pada lansia.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Sarah Nur Fitriani; Robiatun Amaliyah Ranti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2633

Abstract

Proses penuaan memiliki jenis masalah yang berbeda-beda, seperti masalah fisik dan mental. Dimana pada individu yang lebih tua, penurunan kekuatan otot sangat prediksi keterbatasan fungsional dan kecacatan, dan tingkat kekuatan minimum diperlukan untuk melakukan tugas-tugas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana pengaruh senam yoga terhadap kekuatan otot ektremitas bawah pada lansia di panti tresna werdha budi mulia 2. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (pre eksperimental research), yaitu metode yang menggunakan one grub pre dan post test. Hasil dari Analisa uji hipotesa menggunakan uji Wilcoxon sebelum intervensi dan sesudah intervensi senam yoga hasil A Symp.Sig. 2 (Tailed) yang didapatkan hasil P = 0,010 Hal ini menunjukan bahwa terdapat penigkatan anatar sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai probalitas P = 0,013 atau P < 0,005, yang berarti pemberian senam yoga selama 4 minggu dengan intensitas 3 kali per minggu dengan durasi 30 menit memberikan manfaat terhadap kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia sehingga di simpulkan bahwa pemeberian senam yoga dapat meningkatkan kekuatan otot pada lansia.
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENINGKATAN MOBILITAS SENDI LUTUT LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 Devina Hariyanti Siregar; Robiatun Amaliyah Ranti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2634

Abstract

Semakin bertambahnya umur pada lansia maka akan terjadi proses penuaan secara degeneratif yang akan berdampak pada perubahan-perubahan diri lansia seperti kulit kering, penipisan rambut, dan penurunan pendengaran. Lansia sering melaporkan status dan fungsi kesehatan yang buruk, kesulitan kognitif dan rawat jalan, dan ketergantungan untuk aktivitas hidup sehari-hari. Kondisi kesehatan mempengaruhi penurunan fungsi gerak pada lansia. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post one group design. Penelitian ini akan menggunakan beberapa formulir yang terdiri dari Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP), formulir kesediaan (inform consent), identitas pasien. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh senam yoga terhadap peningkatan mobilitas sendi lutut lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan menggunakan Uji Paired T-Test didapatkan nilai Sig (2-tailed) 0.000 pada alpha 5% yaitu 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara senam yoga terhadap mobilitas sendi lutut pada lansia di panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 tahun 2023 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan signifikan antara senam yoga dengan peningkatan mobilitas sendi lutut lansia.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS HIDUP TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA DI KEL.CILILITAN JAKARTA TIMUR Muhammad Yazid Syukrillah; Robiatun Amaliyah Ranti; Adinda Nur Pertiwi
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2640

Abstract

Lansia mengacu pada orang yang telah mencapai usia 60 tahun. Lansia mengalami berbagai perubahan fisik, mental dan sosial. Perubahan fisik meliputi penurunan kekuatan, stamina, dan penampilan. Hal ini dapat menyebabkan beberapa orang menjadi depresi atau tidak bahagia saat memasuki usia tua. Jika mereka bergantung pada kekuatan fisik yang tidak lagi mereka miliki, mereka menjadi tidak efektif dalam pekerjaan dan peran sosial (Azizah, 2017). Status kesehatan lansia semakin menurun seiring bertambahnya usia, yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Penuaan disertai dengan munculnya berbagai penyakit, penurunan fungsi fisik, keseimbangan dan risiko jatuh. Menurunnya status kesehatan lansia berlawanan dengan keinginan lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan mampu melakukan aktivitas seperti biasa seperti mandi mandiri, berpakaian mandiri dan beraktivitas (Brett et al., 2012). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara keseimbangan dan kualitas hidup pada lansia. Desain penelitian ini adalah menggunakan pretest – posttest one grup design, pre experimental study. Subyek penelitian adalah lansia di atas 60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pada subyek dilakukan pemeriksaan keseimbangan yang di ukur dengan uji TUG dan kualitas hidup yang di ukur dengan WHOQOL-BRIEF. Analisis statistik menggunakan uji Paired-T test. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisa uji normalitas kualitas hidup dan keseimbangan hasil p-value pre test dan post tes adalah data berdistribusi normal (H0 diterima) dan hasil uji hipotesa nilai koefisien korelasi dengan nilai signifikan (Sig.) karena nilai Sig. probabilitas 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara variable pre test dengan variable post test. Kesimpulan penelitian Terdapat perubahan nilai Mean, median, nilai minimal, maximal, standar deviasi, dan 95%CI dari hasil pengukuran menggunakan WHOQOL-BREF dan Timed Up And Go sebelum dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi.
Hubungan Persepsi Dengan Pelaksanaan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan yulia paramita rusady; Sari Pratiwi Apidianti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2700

Abstract

Penyakit tetanus merupakan masalah yang serius dan berakibat pada kematian. Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa menyebakan kematian ibu dan janin. jenis imunisasi yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.Berdasarkan data yang diperoleh di polindes Samatan pada 10 ibu hamil didapatkan hasil 7 ibu hamil tidak melakukan imunisasi TT karena menganggap bahwa imunisasi TT tidak penting.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi dengan pelaksanaan imunisasi TT pada ibu hamil di Polindes Samatan Kabupaten pamekasan. Penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional pada ibu hamil di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan sebanyak 42 responden. Pengumpulan data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner pada responden. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan desain penelitian menggunakan Non Probability Type Sampling Jenuh. Berdasarkan tabulasi silang 22 ibu yang tidak melaksanakan imunisasi TT sebanyak 22 ibu (47,6%), sedangkan dari 20 Ibu yang melaksanan imunisasi TT sebanyak 20 ibu (52,4%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai X2 hitung = 24,954 ≥ X2 tabel = 3,841, α (0,05) maka Ho ditolak sedangkan H1 diterima artinya ada hubungan persepsi dengan pelaksanaan imunisasi TT di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan. Dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian hasil data penelitian menunjukkan sebagian besar Ibu hamil tidak melaksanakan imunisasi TT di pengaruhi oleh persepsi. Hal ini sangat di butuhkan Kepedulian tenaga kesehatan untuk mengubah persepsi ibu hamil terutama mengenai pelaksanaan imunisasi TT. Tenaga kesehatan dapat memberikan informasi, edukasi dan komunikasi yang lebih detail mengenai pelaksanaan imunisasi TT pada ibu hamil.

Page 5 of 10 | Total Record : 91