cover
Contact Name
Linardita Ferial
Contact Email
linarditaferial@unbaja.ac.id
Phone
+6287884906664
Journal Mail Official
adkes@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani Kp. Boru Kecamatan Curug, Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Baja Health Science
ISSN : 27753859     EISSN : 27753840     DOI : https://doi.org/10.47080
Core Subject : Health,
Journal of Baja Health Science (JOUBAHS) is an open-access journal published by Health Administration Department, Faculty of Economic and Business, Universitas Banten Jaya as scientific journal to accommodate current topics related to preventive and promotive measures to enhance the health of the public through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety. The journal employs a peer-review mechanism where each submitted article should be anonymously reviewed by expert peers appointed by the editor. Articles published in this journal could be in form of the original article and invited article (brief reports, case reports, opinion articles, commentaries, editorials, and correspondence).
Articles 106 Documents
ASI SEBAGAI INTERVENSI KESEHATAN IBU DAN ANAK Zulfa, Hilizza Awalina; Adhayati, Baety; Prameswari, Yuda Nabella; Amelia, Rossa; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Hermawati, Luluk
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/gh2m9936

Abstract

Cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan di Indonesia masih tertinggal, hanya mencapai sekitar 52,5% pada tahun 2022. Padahal ASI tidak hanya menyediakan energi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi juga mengandung mikronutrien penting termasuk vitamin dan mineral. ASI juga mendukung perkembangan organ secara optimal, membentuk kekebalan, serta mengatur metabolisme tubuh. Meskipun manfaat ASI begitu banyak, implementasi menyusui di Indonesia memiliki beragam tantangan. Artikel ini meninjau bukti ilmiah terkini mengenai peran ASI sebagai pondasi kesehatan ibu dan anak dari dua sudut pandang utama: biomedis dan kesehatan masyarakat. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci breastfeeding, breast milk, maternal health, dan child health. Hanya artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan topik dan kesesuaian metodologinya. Praktik pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama terbukti efektif menurunkan angka kesakitan, kematian bayi, serta risiko stunting. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal akibat berbagai hambatan seperti keterbatasan cuti melahirkan, kurangnya fasilitas laktasi di tempat kerja, serta gencarnya promosi susu formula yang menjadi penghalang bagi ibu untuk memberikan ASI. Aktivitas menyusui menjadi sebuah investasi biologis dan emosional yang berdampak positif bagi ibu dan anak. Dalam mendukung praktik menyusui yang optimal, diperlukan kebijakan dan dukungan sosial yang memadai, termasuk fasilitas laktasi dan edukasi yang menyeluruh
ANALISIS EFEK SAMPING OBAT NONSTERIODAL ANTI-INFLAMMATORY DRUGS(NSAID) PADA PASIEN BATU GINJAL DI RUMAH SAKIT ISLAM KUDUS Andien Nisa Dita Ryandini; Eko Retnowati; Ulviani Yulia Husna
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4612

Abstract

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit urologi dengan prevalensi yang cukup tinggi dan sering menimbulkan nyeri kolik akut yang memerlukan terapi analgesik. Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) merupakan terapi lini pertama dalam penatalaksanaan nyeri pada pasien batu ginjal karena kemampuannya menghambat sintesis prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri dan inflamasi. Penggunaan NSAID memiliki risiko menimbulkan efek samping, terutama pada saluran gastrointestinal, ginjal, dan hati, sehingga pemantauan keamanan penggunaannya sangat diperlukan. Data mengenai efek samping NSAID pada pasien batu ginjal di tingkat rumah sakit masih terbatas, khususnya di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek samping obat NSAID pada pasien batu ginjal di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus meliputi karakteristik pasien, pola penggunaan NSAID, jenis dan tingkat keparahan efek samping berdasarkan Common Terminology Criteria for Adverse Events (CTCAE) versi 5.0. Penelitian observasional dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien batu ginjal yang menerima terapi NSAID pada periode Januari 2024 hingga September 2025. Sampel sebanyak 132 pasien ditentukan dengan teknik purposive samplingsesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografi pasien, jenis dan durasi penggunaan NSAID, serta kejadian dan tingkat keparahan efek samping obat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences(SPSS) pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang paling sering terjadi adalah gastrointestinal, dengan kejadian mual sebesar 25,0% dan nyeri ulu hati sebesar 18,9%, diikuti efek samping renal sebesar 15,1%, hepatik 3,8%, dan dermatologi 4,6%. Tingkat keparahan efek samping didominasi kategori moderate sebesar 87,9% dan mayor sebesar 12,1%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis NSAID dengan tingkat keparahan efek samping (p<0,05), sedangkan variabel usia, jenis kelamin, pekerjaan, lama diagnosis, dan durasi terapi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p>0,05). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam penguatan praktik farmakovigilans serta mendukung peningkatan keamanan dan rasionalitas penggunaan NSAID pada pasien batu ginjal di rumah sakit.
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC-VEN DI RUMAH SAKIT YASYFIN DARUSSALAM GONTOR Wiro Patabi; Zaenal Fanani; Istianatus Sunnah; Arrasyid Indra Muliawan
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4644

Abstract

  Drug inventory management is an important component in ensuring the quality of health services in hospitals. Inaccuracies in management can lead to stock vacancies or budget waste. The purpose of this study is to analyze the management of drug supplies using the ABC-VEN method at the Pharmaceutical Installation of Yasyfin Darussalam Gontor Hospital. This type of research is descriptive research of data collection carried out retrospectively using quantitative data. The data used is drug use data for the January-December 2025 period which is analyzed using the ABC, VEN, and ABC-VEN matrix combinations. The results showed that the ABC analysis based on the usage value consisted of group A as many as 59 items 8.91% with a total usage of 70.91%, group B of 88 items of 13.29% with a total usage of 20.05%, and group C of 515 items of 77.79% with a total usage of 9.04%. Based on the investment value, category A 98 items 14.80% with an investment value of 70.92%, group B 174 items 26.28% with an investment value of 20.07, group C 390 items 58.91% with an investment value of 9.02%. VEN analysis showed 87 items of 13.14% including vital, 471 items of 71.15% essential, and 104 items of 15.71% nonessential. The results of the analysis based on the combination of ABC and VEN methods showed that in the VA category as many as 25 items the number of items was 3.78%, the VB group was 23 items 3.47%, the BE group was 124 items 18.73%, the VC group was 38 items 5.74%, the group was 65 items were 9.82%, the EB group was 124 items 18.73%, the EC group was 283 items 42.75%, the NA group was 8 items 1.21%,  NB group as many as 28 items 4.23%, CN group as many as 68 items 10.27%. Keywords: ABC-VEN Analysis, Drug Supplies, Pharmaceutical Installations, Hospitals    
HUBUNGAN ANTARA POSTUR TUBUH DAN REPETITION DENGAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA KANTOR PT X Futiha Rina Nurlaila
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4651

Abstract

  Musculoskeletal Disorders (MSDs) are among the most prevalent occupational diseases in office settings, driven by physical-biomechanical risk factors including body posture and repetition. This study aimed to analyze the association between body posture and repetition with MSD complaints among office workers at PT X. An observational-analytic cross-sectional design was employed. Sixty workers from three administrative units were recruited via proportional random sampling. Body posture was assessed using the Rapid Office Strain Assessment (ROSA), repetition using a validated Likert-scale questionnaire (Cronbach's Alpha = 0.761), and MSD complaints using the Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ). Bivariate analysis applied Rank Spearman correlation (α = 0.05). Most workers had non-risky postures (62%), yet the mean ROSA score was 4.85, approaching the risk threshold. Repetition was predominantly moderate to high (38% each). MSD complaints were mostly mild (48%), with the highest prevalence in the neck (60%), lower back (48%), and hip/buttock (48%). Body posture was significantly associated with MSDs (p<0.001; r=0.588), as was repetition (p=0.049; r=0.255). Body posture and repetition were both significantly and positively associated with MSD complaints. Ergonomics education, structured micro-breaks, and periodic posture evaluation are recommended as prevention strategies.
ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN LAHAN TOGA UNTUK PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS Sultan Nurkhallis Wahyudhi; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Mila Sartika
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4724

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence that has become a significant public health burden. Prevention efforts can be pursued through the utilization of Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga/TOGA). TOGA land utilization constitutes a promotive and preventive strategy that can be implemented by enhancing community knowledge and motivation. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and motivation regarding TOGA land utilization and diabetes mellitus prevention in Sukarapih Village RT 004, Tambelang District. A quantitative cross-sectional design was employed with a population of 128 households. A sample of 97 respondents was selected using the Slovin formula and purposive sampling in accordance with predefined inclusion criteria. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate approaches with the Chi-Square test. The findings demonstrated a statistically significant relationship between knowledge of TOGA land utilization and diabetes mellitus prevention (p < 0.05), as well as a statistically significant relationship between motivation for TOGA land utilization and diabetes mellitus prevention (p < 0.05). These findings underscore the importance of strengthening community-based health education and motivational interventions to optimize TOGA land utilization as an integrated strategy for community-based diabetes mellitus prevention.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN DIGITAL EYE STRAIN PADA PEGAWAI DI PERUMDA AIR MINUM TIRTA MAYANG KOTA JAMBI Nabilah Putri; David Kusmawan; Usi Lanita; Oka Lesmana; Herwansyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4746

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan komputer/laptop secara terus-menerus dapat memicu timbulnya penyakit akibat kerja apabila tidak memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Diantara masalah yang dapat muncul adalah Digital Eye Strain (DES). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan keluhan Digital Eye Strain pada pegawai di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desai cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 dengan teknik total sampling menggunakan wawancara dan kuesioner. Waktu penelitian Juni 2025 – Agustus 2025 di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Di analisis menggunakan metode uji chi-square dengan level signifikan pada 95% (p < 0,05). Variabel bebas adalah masa kerja, lama pemakaian komputer, penggunaan kacamata, istirahat mata, pencahayaan, sudut penglihatan, jarak penglihatan, dan penggunaan antiglare. Variabel terikat adalah keluhan Digital Eye Strain diukur dengan DES-Q. Hasil: Keluhan Digital Eye Strain sebesar 62,1%. Masa kerja  (> 5 Tahun) 56,9%, lama penggunaan komputer (> 4 jam) 86,2%, Penggunaan kacamata 50%, istirahat mata (Ya) 55,2%, Sudut Penglihatan (sejajar) 58,6%, Jarak penglihatan (> 50 cm) 60,3%, Penggunaan Anti-glare (Tidak) 79,3%, dan pencahayaan (buruk) 55,2%. Variabel yang berhubungan dengan keluhan Digital Eye Strain adalah Penggunaan Kacamata (p=0,030), Istirahat Mata (p=0,036), Sudut Penglihatan (p=0,024), dan Pencahayaan (p=0,024). Kesimpulan: Ada hubungan antara Penggunaan Kacamata, Istirahat mata, Sudut Penglihatan, dan Pencahayaan dengan keluhan Digital Eye Strain pada pegawai di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DAN PEMBERIAN DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI PMB M BATUCEPER KOTA TANGERANG TAHUN 2026 Rahayu Ferbriani; Muhaya Asoliha; Neneng Romlah; Yanti; Ristanti; Lies Falentina; Uun Kumalasari; Putri Agus Febriyani; Fenni Valianda Amelia Ramadhan
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4779

Abstract

Breastfeeding is a natural process that occurs after childbirth, in which mothers provide the best nutritional intake for their infants through breast milk (ASI). Efforts to overcome insufficient breast milk production can be carried out through complementary and non-pharmacological approaches, such as oxytocin massage and the consumption of Moringa leaves. Oxytocin massage is a non-pharmacological method designed to stimulate the production of the hormone oxytocin in breastfeeding and postpartum mothers. This hormone plays an important role in the "let-down reflex," which triggers the contraction of smooth muscles surrounding the mammary glands, thereby facilitating the flow of breast milk. Although the coverage of exclusive breastfeeding in Tangerang City is relatively high, postpartum mothers at PMB M still experience difficulties in breast milk production and secretion. This condition may hinder the success of exclusive breastfeeding and negatively affect both maternal and infant health. Oxytocin massage and Moringa leaf consumption are safe, easy-to-implement non-pharmacological methods; however, their application in midwifery practice has not been optimized. Based on the results of a study conducted at PMB M Batu Ceper, Tangerang City, in 2025, both oxytocin massage and Moringa leaf supplementation were proven effective in increasing breast milk production among postpartum mothers. Oxytocin massage improves milk flow through the stimulation of oxytocin secretion, while Moringa leaves enhance breast milk production through their nutritional content and galactagogue compounds that stimulate prolactin secretion. Although both interventions had a positive effect on breast milk production, Moringa leaf supplementation demonstrated a more optimal improvement compared to oxytocin massage. Keywords: Moringa Leaves, Oxytocin Massage, Postpartum Mothers.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MPASI PADA BAYI 6-24 BULAN DI PMB SUCI AFRIYANI, S.KEB TAHUN 2025 Devi Ardila; Henny Theresia Marbun; Agriyaningsih Oktaviana Hadi; Sandy Nurlaela Rachman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4787

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi usia 6–24 bulan. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan di PMB Suci Afriyani, S.Keb pada Juni 2025 terhadap 28 ibu, ditemukan bahwa 6 (21,5%) ibu memiliki pengetahuan baik, 13 (46,4%) cukup, dan 9 (32,1%) kurang mengenai MP-ASI. Data kunjungan menunjukkan peningkatan jumlah bayi usia 6–24 bulan dari 150 bayi pada 2023 menjadi 250 bayi pada 2024. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 6–24 bulan di PMB Suci Afriyani, S.Keb, tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu dengan bayi usia 6–24 bulan yang berkunjung ke PMB, dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner praktik pemberian MP-ASI, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang (43,3%) dan praktik pemberian MP-ASI yang tidak tepat sebanyak 61,7% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
ANALISIS COST EFFECTIVENESS TERAPI KOMBINASI ANTIHIPERTENSI DAN ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT HERMANA LEMBEAN MINAHASA UTARA Ni Made Astina Dwiyanti Astina Dwiyanti; Eko Retnowati; Fahrudin Arif
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4800

Abstract

Penyakit tidak menular atau bisa disebut sebagai penyakit degeneratif yang menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat pada abad ke-21 karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang ditentukan oleh tingkat tekanan darah. Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung lama. Obat-obatan antihipertensi dan antidiabates memiliki harga yang sangat bervariasi, oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan farmakoekonomi untuk mengevaluasi antara biaya dan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya terapi kombinasi antihipertensi dan antidiabetes oral pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Hermana Lembean Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan cross-sectional secara retrospektif menggunakan pendekatan farmakoekonomi metode cost-effectiveness analysis (CEA) dengan data sekunder yang telah tersedia sebelumnya dan diperoleh dari rekam medis pasien yang menjalani pengobatan rawat inap di RS Hermana Lembean Minahasa Utara. Sebanyak 60 pasien hipertensi dan diabetes mellitus sebagian besar adalah perempuan dan berusia 60-74 tahun. Dengan terapi antihipertensi dan antidiabetes kombinasi dua obat, tiga obat dan empat obat. Terapi kombinasi tiga obat lebih cost-effective dengan nilai ACER sebesar Rp. 24.576,04. Analisis cost effectiveness terapi diperoleh nilai ICER antara kelompok A dan kelompok B dengan peningkatan efektivitas terapi sebesar 1% diperlukan tambahan biaya sebesar Rp. 33.627,64 Nilai ICER negatif pada perbandingan kelompok A terhadap kelompok C sebesar Rp. -31.913,39 serta kelompok B terhadap kelompok C sebesar Rp. -245.379,42 menunjukkan adanya dominan.
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA DI DESA BANJARHARJO KABUPATEN BREBES Hyang Ayuning; Eko Retnowati; Galih Kurniawan
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4801

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Di Desa Banjarharjo Kabupaten Brebes masih ditemukan wanita penderita hipertensi yang belum patuh dalam penggunaan obat antihipertensi sehingga berpotensi menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah pada wanita di Desa Banjarharjo Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 150 responden wanita penderita hipertensi. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital tervalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 70 responden (46,7%) dan kepatuhan rendah sebanyak 69 responden (46,0%), sedangkan kepatuhan tinggi hanya 11 responden (7,3%). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 129 responden (86,0%) dan tekanan darah terkontrol sebanyak 21 responden (14,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah (p=0,021) dengan kekuatan hubungan termasuk kategori lemah.

Page 10 of 11 | Total Record : 106