cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Hubungan stres dengan pola makan pekerja kantor di Jakarta Phelps, Adeline Cornelia; Silaban, Dorna Yanti Lola
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.27354

Abstract

Respons tubuh individu terhadap apa pun yang membutuhkan perhatian atau tindakan merupakan definisi dari stres. Stres banyak dialami oleh orang dewasa, salah satunya adalah pekerja. Stres juga menyebabkan seseorang dapat makan lebih banyak atau berlebih. Studi ini melihat apakah terhadap hubungan antara Tingkat stress dengan pola makan pada pekerja kantor OCBC NISP di Jakarta. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Data variable responden diperoleh melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) dan kuesioner Food Record (3x24jam) pada 171 orang pekerja kantor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Responden studi mayoritas memiliki pola makan seimbang (126 responden; 73,7%) dan tingkat stres sedang (123 responden; 71,9%). Hasil studi menunjukkan tidak ada hubungan antara stress (p-value = 0,680) terhadap pola makan pada pekerja kantor OCBC NISP di Jakarta.
Pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap sikap seksual pranikah remaja SMAN 1 Pulau Laut Timur Kurniawan, Deny; Sari, Triyana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.27434

Abstract

Remaja cenderung bersifat berani menanggung risiko tanpa didahului pertimbangan baik, gemar berpetualang, serta mempunyai keingintahuan yang besar. Hal tersebut meningkatkan risiko timbulnya permasalahan pada remaja, khususnya terkait kesehatan reproduksi. Mayoritas permasalahan remaja terkait kesehatan reproduksi berakar dari minimnya kesadaran, pemahaman, hingga informasi dalam mencapai kondisi sehat secara reproduksi. Tujuan studi ini ialah mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap seksual pranikah remaja di SMAN 1 Pulau Laut Timur. Studi ini merupakan studi deskriptif potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan jumlah responden sebanyak 144 orang.  Pengambilan respoden menggunakan teknik total sampling dan data variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap seksual pranikah. Hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher exact. Hasil studi diperoleh mayoritas tingkat pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi adalah baik (79,2%) dan sikap responden mayoritas baik (97,2%). Uji Fisher’s exact antara pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi dengan sikap seks pranikah diperoleh hasil bermakna (p-value 0,029; nilai PR 11,4). Pengetahuan kesehatan reproduksi berperan besar dalam pembentukan sikapseksual pranikah pada siswa SMAN 1 Pulau Laut Timur, Kalimantan Selatan.
Pengaruh asupan protein terhadap kualitas tidur pegawai bank Greinardo, Brian Ezra; Silaban, Dorna Yanti Lola
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.27717

Abstract

Kualitas tidur penting untuk kesehatan dan kualitas hidup setiap orang. Seseorang dengan kualitas tidur yang buruk dapat mengalami stres, penurunan kognitif, kelelahan, gangguan kognitif, dan depresi. Sebaliknya, stres dan depresi  dapat menurunkan kualitas  tidur. Salah satu faktor yang menjaga kualitas tidur adalah serotonin yang dibuat oleh asam amino triptofan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan kualitas tidur seseorang. Metode studi yang digunakan ialah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang telah diizinkan dan disetujui oleh kantor OCBC NISP Jakarta sebagai tempat pengambilan sampel dan komite etik penelitian Universitas Tarumanagara. Besar sampel studi ini ialah 152 orang yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Data karakteristik, asupan protein dan kualitas tidur responden penelitian dikumpulkan masing-masing menggunakan lembar kuesioner identitas, semi quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil studi didapatkan 61,3% orang dengan asupan protein kurang-cukup memiliki kualitas tidur buruk dan 66,7% orang dengan asupan protein lebih juga memiliki kualitas tidur buruk (p-value = 0,576). Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur pada pegawai Bank OCBC NISP Jakarta.
Gambaran faktor kebersihan diri penderita pedikulosis santriwati Pondok Pesantren PPTQ Al-Munawaroh Cikarang Barat Yusrina, Sri Devi; Buana, Ria
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.27722

Abstract

Pedikulosis adalah infeksi pada rambut dan kulit kepala yang disebabkan oleh kutu kepala (Pediculus humanus var. capitis.). Penyakit ini memiliki prevalensi yang tinggi di lingkungan padat huni, contoh pondok pesantren, asrama, atau panti. Kebersihan diri dan lingkungan menjadi salah satu faktor pencegahan penularan penyakit ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kebersihan diri dengan kejadian pedikulosis humanus kapitis di pondok pesantren PPTQ Al-Munawaroh, Cikarang Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada penderita kutu kepala. Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun mayoritas responden memiliki kebiasaan kebersihan diri yang baik, seperti mandi dua kali sehari dan menggunakan sampo, namun angka kejadian pedikulosis masih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti kepadatan penduduk dan penggunaan peralatan mandi bersama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prevalensi pedikulosis. Studi ini juga menyoroti perlunya edukasi yang lebih intensif mengenai kebersihan diri sebagai strategi pencegahan, terutama di lingkungan yang padat seperti pesantren. Temuan ini penting untuk menginformasikan kebijakan dan program intervensi di pesantren, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kebersihan diri, tetapi juga pada pengelolaan kebersihan lingkungan agar efektif dalam mengurangi risiko infeksi kutu rambut.
Gambaran low back pain pada pasien dewasa muda di Rumah Sakit Sumber Waras Setiawan, Fanuel Victor; Singh, Arwinder
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.27746

Abstract

Pertambahan usia dan beban kerja memperlihatkan perubahan fisik yang signifikan. Keadaan ini menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Low back pain atau nyeri punggung bawah, salah satu contohnya, umumnya mulai terjadi pada usia produktif hingga lansia namun memiliki penyebab yang berbeda. Keluhan ini dapat menyebabkan terganggunya  fungsi keseharian individu. Studi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai macam gambaran yang ditemui pada individu dewasa muda yang menderita nyeri punggung bawah. Data subjek yang digunakan pada studi deskriptif observasional ini berasal dari pencatatan rekam medis individu dengan nyeri punggung bawah dan diikuti oleh data idenditas individu dengan nyeri punggung bawah yang memiliki rentang usia 20-40 tahun (dewasa muda). Data yang dilihat terkait keluhan, penatalaksanaan, tipe nyeri yang dirasakan, dan penyebab dari nyeri punggung bawah. Hasil studi menunjukkan kelompok usia 27-33 tahun (29 orang; 39,2%) dan jenis kelamin perempuan (47 orang; 63,5%) merupakan kelompok yang paling banyak atau sering memiliki keluhan nyeri punggung bawah. Penyebab terbanyak keluhan dikarenakan trauma dan hernia nucleus pulposus (HNP). Tipe nyeri yang dirasakan individu paling banyak ialah nyeri yang menjalar (35 orang; 47,3%). Sebanyak 70  (94,6%) orang diberikan tatalaksana secara konservatif. Sebagai kesimpulan, individu dengan kelompok usia 27-33 tahun dan jenis kelamin perempuan merupakan kelompok usia yang paling sering terkena nyeri pungggung bawah dengan penyebab terbanyak ialah trauma dan HNP, nyeri yang paling sering dirasakan merupakan nyeri yang menjalar dan sebagian besar individu diberikan tatalaksana secara konservatif.
Pemetaan awal kadar vitamin D dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi pada masyarakat di Kelurahan Tomang Jakarta Barat Santoso, Alexander Halim; Charissa, Olivia; Firmansyah, Yohanes; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Lumintang, Valentino Gilbert
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.29443

Abstract

Vitamin D ialah salah satu vitamin larut lemak dan memiliki peran penting dalam homeostasis kalsium dan metabolisme tulang. Kekurangan vitamin D masih banyak terjadi baik di negara maju maupun berkembang, dengan prevalensi di seluruh dunia mencapai 1 miliar orang. Hubungan antara vitamin D dan berbagai masalah kesehatan pada orang dewasa sangatlah kompleks dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya implikasi asupan dan status vitamin D terhadap kesehatan orang dewasa. Usia, ras, penggunaan tabir surya, pengobatan, dan penyakit malabsorpsi merupakan faktor-faktor yang memengaruhi kadar vitamin D. Studi ini bertujuan melihat gambaran awal faktor-faktor yang dapat memengaruhi kadar Vitamin D pada masyarakat di Kelurahan Tomang Jakarta Barat. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong-lintang yang melibatkan 57 subyek. Pada studi ini didapatkan 94,7% subyek mengalami kekurangan Vitamin D. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi antara lain usia, jenis kelamin, riwayat pendidikan, pendapatan, paparan terhadap sinar matahari, indeks massa tubuh, dan lingkar perut. Penelitian lanjutan diperlukan untuk melihat apakah ada hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kekurangan Vitamin D.
Pengaruh status gizi terhadap tingkat hipertensi pada populasi dewasa di Kelurahan Tomang Jakarta Barat Huang, Daniel; Santoso, Alexander Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.29665

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi memiliki konsekuensi yang signifikan dan dapat fatal karena sering tidak memiliki gejala pada penderita. Peningkatan hipertensi di dunia juga sejalan dengan peningkatan obesitas. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana status gizi berdampak pada hipertensi pada orang dewasa di Jakarta Barat. Studi analitik ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 98 subjek di Kelurahan Tomang. Pengambilan subjek studi menggunakan teknik non-probability sampling. Data yang diambil meliputi indeks massa tubuh dengan mengukur tinggi badan (microtoise), berat badan (timbangan berat digital), dan tekanan darah (sphygmomanometer). Selain itu, data-data terkait biodata, riwayat keluarga, kebiasaan seperti merokok, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol ditanyakan melalui kuesioner. Hasil studi didapatkan 56 (57,1%) subjek memiliki status gizi berlebih dan 42 (42,9%) subjek dengan status gizi normal. Selain itu, 42 (42,9%) subjek dengan hipertensi dan 56 (57,1%) subjek dengan tidak hipertensi. Hasil studi juga memperlihatkan dari 42 subjek yang memiliki IMT normal, 33 (78,6%) subjek diantaranya tidak mengalami hipertensi. Sebanyak 23 (41,1%) subjek dari 56 subjek dengan status gizi berlebih, tidak mengalami hipertensi.  Pada uji statistik, didapatkan  hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi dengan nilai p 0,0002 dan nilai prevalence risk ratio (PRR) didapatkan 2,75 yang berarti status gizi berlebih merupakan faktor risiko terjadinya peningkatan tekanan darah. 
Analisis persepsi persiapan masa tua terkait impecunity pada lansia di panti wreda Sui, Christopher Bryan; Wati, Djung Lilya
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.30101

Abstract

Masyarakat usia produktif akan memasuki kelompok umur lansia dengan seiringnya berjalannya waktu. Mereka akan berhenti bekerja, baik karena memasuki usia pensiun maupun karena alasan kesehatan. Kondisi tersebut akan mempengaruhi ekonomi mereka. Jika mereka tidak menyiapkan masa tua secara baik, maka dapat berpotensi mengalami kemiskinan/impecunity sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dengan keuangannya sendiri. Terlebih lagi pada lansia yang bertempat tinggal di panti karena mereka harus membayar panti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi lansia dalam mempersiapkan masa tua dengan terjadinya impecunity saat ini pada lansia di Panti Sasana Tresna Werda RIA Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur; Panti Werda Hana, Banten; dan Panti Werda Wisma Mulia, Jelambar, Jakarta Barat. Penelitian analitik ini menggunakan desain cohort retrospective dan mengumpulkan 71 jumlah sampel lansia. Variabel yang diteliti terdiri dari data pengeluaran, persiapan masa tua, dan persepsi kecukupan masa tua. Pengumpulan data menggunakan teknik non-randomized consecutive sampling dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square. Studi ini menemukan sebanyak 56 (78,9%) lansia yang mengalami sindrom geriatri impecunity dengan 33 lansia tidak memiliki persiapan masa tua (p-value = <0,001; PR = 1,65; CI 95% = 0,468-0,782). Penelitian ini menemukan adanya hubungan antara persepsi lansia dalam mempersiapkan masa tua dengan terjadinya impecunity.
Hubungan antara Perilaku Personal Hygiene dengan Angka Kejadian Konjungtivitis pada Santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur'an Al-Faqihiyah Julian, Cahaya Dena; Rasyid, Meriana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.30366

Abstract

Konjungtivitis umumnya terjadi pada usia 1-25 tahun, terutama pada anak-anak prasekolah dan usia sekolah. Infeksi konjungtivitis dapat meluas dan terjadi melalui kontak langsung serta kontak tidak langsung, yang sebagian besar akibat kebersihan yang buruk dan kurang cuci tangan. Perilaku kebersihan diri (personal hygiene) merupakan salah satu aspek penting dalam menghindari timbulnya suatu penyakit atau infeksi. Perilaku kebersihan diri dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, termasuk pendidikan orang tua, pekerjaan, pengaruh teman sebaya, dan ketersediaan informasi serta fasilitas. Tujuan studi ini ialah untuk mengetahui hubungan antara sikap personal hygiene dengan angka kejadian konjungtivitis pada santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur’an Al-Faqihiyah. Studi analitik observasional dengan metode potong lintang ini dilakukan pada 192 santri. Teknik pengambilan responden ialah total sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas santri mengalami kejadian konjungtivitis (82,8%) dan memiliki kebiasaan kebersihan diri yang tidak baik (74,5%). Pada 143 responden dengan personal hygiene yang kurang baik, didapatkan 137 (95,8%) responden yang memiliki insiden konjungtivitis, sedangkan pada 49 responden dengan personal hygiene yang baik, 22 (44,9%) responden yang mengalami konjungtivitis. Studi ini menemukan adanya hubungan antara sikap personal hygiene dengan kejadian konjungtivitis pada santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur’an Al-Faqihiyah (p=0,000; PRR =2,13).
Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu di Puskesmas Jurumudi Baru terkait 1000 hari pertama kehidupan Tjunaity, Stefany; Tirtasari, Silviana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.30367

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan seseorang anak diawali pada saat embrio terbentuk di dalam rahim serta berakhir waktu anak menggapai umur 2 tahun. Kesalahan pada 1000 hari pertama kehidupan seseorang anak bisa membatasi pertumbuhan serta perkembangannya secara maksimal, sehingga masa ini krusial untuk tumbuh kembang seorang anak. Para ibu butuh mempunyai pengetahuan, sikap, serta perilaku yang baik sepanjang seribu hari pertama kehidupan demi menjaga mutu kehamilan serta keturunannya. Studi ini merupakan studi deskriptif menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan data menggunakan total sampling pada 111 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Jurumudi Baru. Tujuan studi ini untuk mengenali pengetahuan, sikap, serta perilaku ibu terkait 1000 hari pertama kehidupan. Informasi mengenai perilaku, sikap dan pengetahuan dikumpulkan melalui kuesioner langsung. Data yang didapatkan pada tingkat pengetahuan ibu mengenai 1000 hari pertama kehidupan, 27 (24,3%) partisipan berpengetahuan baik, sikap ibu mengenai 1000 hari pertama kehidupan sebanyak 69 (62,2%) partisipan bersikap baik dan perilaku ibu mengenai 1000 hari pertama kehidupan sebanyak 80 (72,1%) partisipan berperilaku baik. Hasil studi ini menunjukkan walaupun rata-rata pengetahuan ibu cukup, tetapi dapat memberikan sikap serta perilaku baik terhadap anak.