Tarumanagara Medical Journal
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles
395 Documents
Pengetahuan, sikap dan perilaku remaja SMA terhadap kesehatan reproduksi di Kelurahan Semanan
Sari, Fadhilah Permata;
Sari, Triyana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24854
Remaja memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa sehingga perlu dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia sehat dan berkualitas. Remaja mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikis yang menyebabkan remaja perlu menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Masalah tersebut dapat dihindari dengan memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang memadai. Pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik mampu mempengaruhi sikap dan perilaku seksual. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi. Studi ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling. Responden studi ini adalah 279 siswa-siswi SMA Negeri di Kelurahan Semanan Jakarta yang berusia 15 sampai 20 tahun. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner yang terdiri dari 11 pertanyaan pengetahuan, 10 pernyataan sikap dan 15 pernyataan perilaku tentang kesehatan reproduksi. Hasil studi menunjukkan tingkat pengetahuan remaja berada pada kategori cukup sebanyak 135 (48.4%) responden, sikap positif sebanyak 269 (96.4%) responden serta perilaku tidak berisiko sebanyak 251 (89.9%) responden. Kesimpulan studi ini ialah pengetahuan remaja di SMA Negeri Kelurahan Semanan tentang kesehatan reproduksi cukup, memiliki sikap yang positif, dan perilaku tidak berisiko.
Hubungan antara konsumsi protein dengan keparahan dermatitis atopik pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2021
Linus, Ariel;
Darmawan, Hari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25215
Dermatitis atopik (DA) memiliki karakteristik yang bisa dilihat secara klinis dengan adanya lesi eksim kronik rekuren, kulit kering, serta pruritus. Perbedaan data terkait konsumsi protein, di mana protein yang tinggi dapat menyebabkan DA namun kekurangan protein juga dapat menyebabkan DA, membuat studi ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dengan keparahan dermatitis atopik. Studi analitik observasional yang didesain secara cross-sectional dilakukan terhadap mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dan 2021. Responden dalam studi ini berjumlah 79 mahasiswa yang telah didiagnosis dermatitis atopic menggunakan serangkaian instrument. Pengambilan responden menggunakan teknik consecutive sampling. Konsumsi protein dinilai dengan Recommended Daily Allowance (RDA) protein. Pada studi didapatkan mayoritas mengalami dermatitis atopik ringan (65,8%) dan mengonsumsi protein di bawah batas yang dianjurkan, yaitu 5,6 g/kgBB/minggu (79,7%). Sebanyak 38 (60,3%) orang dari 63 responden yang mengonsumsi protein di bawah batas anjuran mengalami dermatitis atopi ringan. Hal yang sama juga terjadi pada 14 (87,5%) orang dari 16 responden yang mengonsumsi protein ≥ 5,6 gram/kgBB/hari mengalami dermatitis ringan. Secara statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara konsumsi protein dengan keparahan dermatitis atopik (p-value = 0,04). Hasil studi memperlihatkan sesorang yang mengonsumsi protein kurang maupun berlebih lebih cenderung mengalami dermatitis atopik derajat ringan.
Kualitas tidur dan gejala gangguan saluran pernapasan atas pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020
Thalia Natasha;
Sari Mariyati Dewi Nataprawira;
Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25276
Tidur dapat mempengaruhi sistem imun serta diatur oleh irama sirkadian yang menentukan waktu untuk tidur dan homeostasis tidur yang menentukan durasi tidur. Deprivasi tidur dan insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan menurunnya kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan penurunan sistem imun sehingga meningkatkan resiko terjadinya suatu penyakit, salah satunya pada saluran pernapasan atas. Mayoritas mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk meningkatkan resiko terjadinya common cold. Tujuan studi ini adalah mendapatkan gambaran kualitas tidur dan gejala di saluran pernapasan atas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara selama semester berlangsung. Studi dengan desain deskriptif cross-sectional terhadap 150 responden angkatan 2019-2020 ini menggunakan teknik consecutive sampling untuk pengambilan sampel dan dilakukan selama Desember 2022. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kuesioner gejala gangguan saluran pernapasan atas. Hasil didapatkan mayoritas jenis kelamin perempuan (72.7%) dengan rentang usia 19-25 tahun. Gambaran kualitas tidur dan gejala di saluran pernapasan atas didapatkan kualitas tidur yang buruk (84%) dan hanya 26,7% yang tidak bergejala namun pada kelompokan yang mengalami gejala mayoritas mengalami bersin (83,6%). Pada pengelompokkan kualitas tidur didapatkan gejala bersin merupakan frekuensi tertinggi baik pada kelompok kualitas tidur baik (34.2%) dan kualitas tidur buruk (31.3%).
Gambaran asupan vitamin C pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara selama Covid-19
Susanto, Christopher Martinus;
Charissa, Olivia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25401
Imunitas tubuh yang baik dibutuhkan untuk mengurangi risiko tertularnya penyakit terutama pada saat terjadinya pandemic Covid-19. Tetapi, masih banyak dari para remaja yang belum mengetahui dan kurang peduli terakit hal tersebut. Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh, salah satunya dengan makan makanan bergizi. Salah satu mikronutrien yang berperan besar dalam menjaga imunitas tubuh adalah vitamin C atau asam askorbat. Asupan vitamin C yang cukup adalah lebih dari 80% dari AKG pada pria maupun wanita. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan vitamin C pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Tarumanagara selama masa pandemi COVID-19. Studi ini menggunakan metode deskriptif potong lintang. Metode pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian Food Frequency Questionnaire (FFQ). Total jumlah responden pada studi ini sebanyak 130 orang yang diambil dengan menggunakan non-random total sampling. Berdasarkan data, sebanyak 81 (62,3%) responden tidak rutin mengonsumsi vitamin C. Pada masa sebelum pandemi Covid-19 yang memiliki asupan vitamin C yang cukup sebesar 65,4% (85 responden), dan meningkat menjadi 82,3% (107 responden) pada masa pandemi Covid-19. Mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara memahami bahwa diperlukannya konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup sebagai salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemic Covid-19.
Tingkat pengetahuan kanker serviks dan papsmear pada mahasiswi kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2021
Chandra, Fanny;
Hidayat, Fadil
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25458
Kanker serviks adalah tumor ganas yang menyerang leher rahim. Pap smear merupakan tes yang digunakan untuk mendeteksi lesi prekanker pada serviks dan jika lesi tidak ditangani segera, dapat menimbulkan masalah yang lebih serius yaitu kanker serviks. Pengetahuan mengenai kanker serviks dan papsmear penting untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat akanker serviks yang cukup tinggi di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kanker serviks dan papsmear pada mahasiswi kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi deskriptif cross-sectional terhadap 196 mahasiswi angkatan 2020-2021 ini menggunakan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan terhadap kanker serviks didapatkan paling banyak pada kategori kurang yaitu 112 (57,1%) responden. Hasil yang sama juga didapatkan pada tingkat pengetahuan terhadap papsmear, di mana paling banyak responden memiliki pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 77 (39,3%) responden. Kesimpulan studi ini adalah tingkat pengetahuan mahasiswi kedokteran Universitas Tarumanagara mengenai kanker serviks dan papsmear masih tergolong kurang.
Hubungan kadar D-dimer dengan mortalitas dan derajat keparahan pasien Covid-19 di RS Husada periode Januari - Desember 2020
Ashiana Chen, Ellen;
Sutanto, Hari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25493
Infeksi Covid-19 menyebabkan kerusakan endotel dan hiperinflamasi serta reaksi berlebihan dari imun yang kemudian memicu kejadian badai sitokin. Hal ini menyebabkan peningkatan aktivasi koagulasi dan pembentukkan bekuan darah pada vaskular sehingga terbentuk D-dimer. Studi ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan berupa data rekam medis dari 348 pasien yang dirawat dan melakukan pengecekan D-dimer di RS Husada Jakarta selama periode Januari hingga Desember 2020. Hasil studi didapatkan tingkat keparahan penyakit terbanyak yaitu kriteria sakit sedang (183 pasien; 52.6%) dan ditemukan sebanyak 97 (46.9%) pasien mengalami peningkatan kadar D-dimer. Mortalitas pasien dengan peningkatan kadar D-dimernya yaitu 41 (19.8%) pasien (p-value 0,000). Pasien dengan tingkat keparahan berat/kritis memiliki kadar D-dimer yang meningkat yaitu sebanyak 110 (53.1%) pasien dibandingkan yang memiliki kadar D-dimer normal yaitu 55 (39.0%) pasien (p-value 0,001). Hasil studi menunjukkan hubungan antara kadar D-dimer yang meningkat dengan mortalitas dan tingkat keparahan pasien COVID-19.
Desain primer dan analisis in silico gen glutathione peroxidase-1 pada Rattus norvegicus
Ramadhanil, Syahrul;
Putri, Frisca Rinaldi;
Farma, Siska Alicia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25751
ABSTRAK Hipoksia merupakan keadaan patologis di dalam tubuh yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen di dalam sel atau jaringan yang dapat mengancam kelangsungan hidup sel. Hipoksia mengkode protein faktor transkripsi yang disebut dengan hypoxia inducible factor-1 (HIF-1α) yang dapat meningkatkan pembentukan dan pelepasan reactive oxygen species (ROS) dari dalam mitokondria. Pengembangan metode uji deteksi gen yang dapat menurunkan kadar HIF-1α sangat diperlukan. Salah satu metode yang mudah dan cepat dalam mengidentifikasi gen menggunakan Rattus norvegicus ialah metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Desain primer dan analisis in silico merupakan langkah awal dalam pengembangan metode deteksi gen. Studi ini bertujuan mendesain primer untuk deteksi gen glutathione peroxidase-1 (Gpx1) pada Rattus norvegicus lalu dianalisis in silico. Sekuens gen Gpx1 Rattus norvegicus (NC_030826) diperoleh dari pangkalan data National Center of Biotechnology Information (NCBI). Primer didesain menggunakan perangkat lunak Geneious Prime. Selanjutnya, beberapa kandidat primer dianalisis spesifisitasnya terhadap gen Gpx1 secara in silico menggunakan perangkat lunak, yaitu Primer‐BLAST. Primer yang spesifik terhadap gen Gpx1 pada Rattus norvegicus berhasil didesain dengan sekuens primer forward 5’‐AAGGCTCACCCGCTCTTTAC‐ 3’; sekuen primer reverse 5’‐TGGAACACCGTCTGGACCTA‐3’.
Chronic Myeloid Leukemia – Chronic Phase (CML-CP) yang didahului dengan Varicella
Khosasih, Andrea Evans
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25886
Chronic myeloid leukemia (CML) merupakan penyakit mieloproliferatif. Insiden penyakit CML di seluruh dunia sekitar 0,87 kasus per 100.000 orang dan meningkat menjadi 1,52 kasus pada kelompok usia di atas 70 tahun. Didapatkan peningkatan kasus insiden penyakit CML pada korban yang selamat dari bom atom, namun untuk faktor predisposisi penyakit CML masih belum diketahui. Pembahasan terkait Varicella dapat menyebabkan CML belum pernah ada, sebaliknya pasien dengan kanker termasuk limfoma, leukemia akut, dan yang sedang menjalani stem cell transplantasi (SCT) beresiko tinggi terkena infeksi virus Varicella. Laporan kasus Chronic Myeloid Leukemia - Chronic Phase (CML-CP) ini didahului dengan paparan penyakit varicella. Kebanyakan kasus CML biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada saat pemeriksaan darah rutin, namun pada pasien mempunyai riwayat pemeriksaan kesehatan lengkap 4 bulan yang lalu dengan batas nilai normal. Rentang waktu 4 bulan juga tergolong sempit untuk menimbulkan kejadian CML. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai apakah apakah varicella mempunyai etiopatogenetik langsung yang dapat menyebabkan CML.
Studi deskriptif tingkat stres dan kecemasan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara
Tjahjono, Clarence Miracle;
Tirtasari, Silviana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.26599
Mahasiswa kedokteran dihadapkan dengan beberapa bentuk kegiatan pembelajaran seperti keterampilan klinis dasar, praktikum, ujian komprehensif, yang kemungkinan memicu terjadinya stres dan kecemasan. Tujuan studi ini untuk mengetahui karakteristik, gambaran tingkat stres dan kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini menggunakan deskriptif cross sectional. Sampel penelitiannya ialah mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 107 mahasiswa sebagai responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode kuota sampling (teknik non random sampling). Untuk tingkat stres menggunakan skala Perceived Stress Questionnaire (PSQ) dan untuk tingkat kecemasan menggunakan skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian didapatkan kesimpulan karakteristik responden rata-rata berusia 20 tahun, 68 responden (63.6%) berjenis kelamin perempuan dan 39 responden (36.4%) laki-laki. Mahasiswa yang memiliki tingkat stres berat sebanyak 57 responden (53.3%) dan yang memiliki tingkat stres ringan 50 responden (46.7%). Tingkat kecemasan sangat berat dialami oleh 6 responden (5.6%), kecemasan berat 12 responden (11.2%), kecemasan sedang 12 (11,2%), dan kecemasan ringan 77 responden (72%). Gambaran tingkat stres tidak selalu sejalan dengan gambaran tingkat kecemasan. Mahasiswa kedokteran diharapkan dapat lebih memahami penyebab stres dan kecemasan, serta berusaha dapat merespon normal tekanan lingkungan akademik.
Gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai penyakit hipertensi pada komunitas wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya
Irawaty, Enny;
Novendy;
Shantika;
Tabitha, Ribka;
Saputra, William Wijaya Herlin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v5i2.26711
Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat bahwa Kabupaten Tangerang pada tahun 2019 menjadi salah satu tempat dengan jumlah kasus hipertensi tertinggi yaitu sebanyak 622.060 kasus. Puskesmas Sindang Jaya yang merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus hipertensi dalam satu tahun terakhir. Peningkatan terjadi sebesar 61% kasus dari awal tahun 2021 hingga Desember 2021. Pengetahuan, sikap, dan perilaku seseorang terhadap hipertensi memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah risiko hipertensi. Pengetahuan, sikap, dan perilaku pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya masih belum diketahui dengan pasti, sehingga diperlukan kajian mengenai hal ini, yang nantinya dapat membantu Puskesmas dalam melakukan upaya pencegahan timbulnya penyakit hipertensi. Desain yang digunakan dalam studi ini ialah studi potong lintang dengan teknik sampling purposive non-random sampling. Sebanyak 137 responden berpartisipasi dalam studi ini. Hampir 60% responden tidak mengetahui faktor risiko dari penyakit hipertensi dan 67,9% responden tidak mengetahui cara mencegah penyakit hipertensi. Sebanyak 42,3% responden yakin tidak akan terkena hipertensi dan hanya 5,1% responden menganggap hipertensi ialah penyakit yang serius. Lebih dari setengah responden akan melakukan pemeriksaan rutin, olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat untuk mencegah timbulnya penyakit hipertensi. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahun dan sikap responden masih kurang terhadap penyakit hipertensi, namun dari segi perilaku, responden sudah melakukan upaya dalam mencegah timbulnya penyakit hipertensi.