cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
jipsi199@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas Perumahan Lorong Asri , Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, 7946
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial
Published by CV putra publisher
ISSN : 28292723     EISSN : 28292723     DOI : -
he focus of this JIPSI journal is based on the results of educational research that contributes to the understanding, improvement, development of scientific theories and concepts and their application to education in Indonesia. The scope of education includes educational administration, guidance, counseling, educational technology, primary school teacher education, early childhood teacher education, Islamic religious education, non-formal education, special education, and psychology. Meanwhile, the scope of the study specifically for social issues is to publish the results of studies in the following fields; Anthropology, Sociology, History, Politics, Economics, Education, Culture, Psychology, Management, Arts, Linguistics, and Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 443 Documents
Hubungan Job Demands Dengan Kepuasan Kerja Pada Perawat di Kota Medan May Monica T. Simorangkir; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job demands dengan kepuasan kerja pada perawat di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 7.818 perawat di Kota Medan, dengan sampel sebanyak 349 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala job demands dan skala kepuasan kerja yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 20 for Windows setelah data memenuhi uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara job demands dengan kepuasan kerja pada perawat di Kota Medan dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,274 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah dengan arah hubungan positif. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara job demands dengan kepuasan kerja pada perawat di Kota Medan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak rumah sakit dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat melalui pengelolaan tuntutan pekerjaan yang lebih efektif.
Gambaran Attachment Anxiety Pada Perilaku Bucin (Budak Cinta) Remaja Wanita di SMK Negeri 11 Medan Yuni Ambarita; Artiwinata Br Ginting
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran attachment anxiety pada perilaku bucin (budak cinta) remaja wanita di SMK Negeri 11 Medan, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta dampak yang ditimbulkan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah dua remaja wanita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami attachment anxiety yang ditandai dengan ketakutan berlebihan kehilangan pasangan, ketergantungan emosional, kebutuhan tinggi akan perhatian dan validasi, serta kecenderungan mengorbankan kepentingan pribadi demi mempertahankan hubungan. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi kurang terpenuhinya kebutuhan afeksi sejak masa kanak-kanak, rendahnya regulasi emosi, dan terbatasnya dukungan sosial. Dampak yang muncul berupa kecemasan, rendahnya harga diri, kesulitan menetapkan batasan dalam hubungan, serta bertahannya subjek dalam hubungan yang tidak sehat. Penelitian ini menunjukkan bahwa attachment anxiety berperan penting dalam munculnya perilaku bucin pada remaja wanita sehingga diperlukan dukungan keluarga dan lingkungan untuk membentuk hubungan interpersonal yang lebih sehat.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Kota Medan Debora Linsih Sianturi; Togi Fitri Afriani Ambarita
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2203

Abstract

Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk dukungan sosial yang berperan penting dalam membantu individu menghadapi tekanan dan menjaga kesehatan psikologis. Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi berbagai tuntutan akademik yang berpotensi menimbulkan kecemasan sehingga diperlukan dukungan dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 353 mahasiswa dipilih sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Data diperoleh menggunakan skala dukungan keluarga dan skala tingkat kecemasan yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (r = -0,632; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima mahasiswa, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga berkontribusi dalam menjaga kondisi psikologis mahasiswa ketika menghadapi tuntutan akademik.
Hubungan Antara Career Adaptability Dengan Career Anxiety Pada Pekerja Generasi Z Jenny Trivena Silaen; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara career adaptability dengan career anxiety pada pekerja Generasi Z. Perubahan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut pekerja Generasi Z untuk memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan dan ketidakpastian karier. Rendahnya kemampuan adaptasi karier diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan karier yang dialami pekerja pada tahap awal perkembangan karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 152 pekerja Generasi Z berusia 20–29 tahun yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) yang diadaptasi dari Savickas dan Porfeli (2012) untuk mengukur career adaptability, serta skala career anxiety yang disusun berdasarkan teori Tsai et al. (2017). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara career adaptability dengan career anxiety pada pekerja Generasi Z. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan adaptasi karier yang dimiliki individu, maka semakin rendah tingkat kecemasan karier yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah career adaptability, semakin tinggi career anxiety. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa career adaptability merupakan sumber daya psikologis yang penting dalam membantu pekerja Generasi Z menghadapi perubahan, tuntutan, dan ketidakpastian dunia kerja serta mengelola kecemasan terhadap perkembangan karier di masa depan.
Hubungan Antara Kepercayaan (Trust) dan Self Disclosure Pada Remaja yang Menjalani Cyber Romance di Kota Medan Natalia Simarmata; Hotpascaman Simbolon
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2208

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja membangun hubungan interpersonal, termasuk hubungan romantis yang dilakukan melalui media digital (cyber romance). Dalam hubungan tersebut, kepercayaan dan keterbukaan diri menjadi dua aspek penting yang dapat memengaruhi kualitas hubungan yang dijalani. Namun, keterbukaan diri yang tidak disertai dengan kepercayaan yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyalahgunaan informasi pribadi maupun permasalahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan (trust) dan self-disclosure pada remaja yang menjalani cyber romance di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah 350 remaja berusia 10–17 tahun yang berdomisili di Kota Medan dan sedang menjalani hubungan cyber romance minimal selama tiga bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala kepercayaan (trust) dan skala self-disclosure. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 22. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai hubungan antara kepercayaan dan keterbukaan diri pada remaja yang menjalani cyber romance, serta menjadi bahan masukan bagi remaja, orang tua, pendidik, dan peneliti dalam memahami dinamika hubungan romantis berbasis media digital.
Hubungan Antara Kepribadian Big Five Personality Dan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan Riki Putra Mahendra Siahaan; Hotpascaman Simbolon
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Big Five Personality dan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa perantau Universitas HKBP Nommensen Medan, dengan sampel sebanyak 161 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Big Five Personality yang diadaptasi dari Doloksaribu dan Simbolon (2025) serta skala penyesuaian diri yang dikembangkan berdasarkan teori Baker dan Siryk. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah data memenuhi uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Big Five Personality dan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan, yang berarti semakin baik karakteristik kepribadian yang dimiliki mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan akademik, sosial, personal-emosional, dan lingkungan perguruan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Big Five Personality merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan penyesuaian diri mahasiswa perantau di Universitas HKBP Nommensen Medan.
Hubungan Antara Work Family Conflict Dengan Psychological Well-Being Pada Ibu Bekerja di Indonesia Dika Martiana Manalu; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family conflict dengan psychological well-being pada ibu bekerja di Indonesia. Meningkatnya jumlah ibu yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan pengelola keluarga menyebabkan munculnya berbagai tuntutan yang berpotensi menimbulkan konflik antara pekerjaan dan keluarga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis ibu bekerja dalam menjalankan kedua peran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 350 ibu bekerja di Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara work-family conflict dengan psychological well-being pada ibu bekerja di Indonesia dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,409 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi work-family conflict yang dialami ibu bekerja, maka semakin rendah psychological well-being yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah work-family conflict, maka semakin tinggi psychological well-being. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi ibu bekerja dalam mengelola konflik antara pekerjaan dan keluarga sehingga kesejahteraan psikologis tetap terjaga.
Hubungan Persepsi Beban Kerja Dengan Work Life Balance Pada Ibu Bekerja Sri Devi Naibaho; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi beban kerja dengan work-life balance pada ibu bekerja di Kota Medan. Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja menyebabkan ibu bekerja menghadapi tuntutan peran ganda sebagai pekerja dan pengelola keluarga. Persepsi terhadap beban kerja yang tinggi berpotensi memengaruhi kemampuan ibu dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 184 ibu bekerja yang memiliki anak dan berdomisili di Kota Medan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Persepsi Beban Kerja yang disusun berdasarkan teori Gawron (2008) dan skala Work-Life Balance berdasarkan teori Hudson (2005). Instrumen penelitian telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,893 untuk skala persepsi beban kerja dan 0,916 untuk skala work-life balance. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi beban kerja dengan work-life balance pada ibu bekerja. Semakin tinggi persepsi beban kerja yang dirasakan, maka semakin rendah tingkat work-life balance yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah persepsi beban kerja, maka semakin tinggi work-life balance. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi beban kerja merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan kemampuan ibu bekerja untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan kehidupan keluarga dan pribadi.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Kepercayaan Diri Pada Dewasa Awal yang Diasuh Orang Tua Tunggal di Kota Medan Emia Surabina Sembiring; Karina Meriem Beru Brahmana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2218

Abstract

Masa dewasa awal merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan kemandirian, penyesuaian sosial, dan pembentukan identitas diri. Individu yang diasuh oleh orang tua tunggal akibat perceraian berpotensi mengalami keterbatasan dukungan emosional dari keluarga sehingga membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial, khususnya teman sebaya, untuk membangun kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepercayaan diri pada dewasa awal yang diasuh oleh orang tua tunggal akibat perceraian di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 349 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya dan skala kepercayaan diri dengan model Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Sig. = 0,200) dan memiliki hubungan yang linear (Deviation from Linearity = 0,930). Uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepercayaan diri (r = 0,741; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima dari teman sebaya, semakin tinggi pula kepercayaan diri pada dewasa awal yang diasuh oleh orang tua tunggal akibat perceraian di Kota Medan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan sebagai faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan diri individu pada masa dewasa awal.
Hubungan Antara Social Comparison Dengan Quarter Life-Crisis Pada Dewasa Awal Pengguna Instagram di Kota Medan Eliana Purba; Hotpascaman Simbolon
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dengan quarter-life crisis pada dewasa awal pengguna Instagram di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik incidental sampling dengan melibatkan dewasa awal berusia 18–29 tahun yang merupakan pengguna aktif Instagram di Kota Medan. Data dikumpulkan menggunakan skala Social Comparison dan skala Quarter-Life Crisis. Berdasarkan hasil uji normalitas, data penelitian tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara social comparison dengan quarter-life crisis pada dewasa awal pengguna Instagram di Kota Medan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,724 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan individu melakukan social comparison, maka semakin tinggi pula tingkat quarter-life crisis yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah social comparison, maka semakin rendah pula tingkat quarter-life crisis. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa perilaku membandingkan diri di media sosial memiliki keterkaitan dengan kondisi psikologis dewasa awal, sehingga penggunaan Instagram secara bijaksana serta kemampuan menerima dan menghargai diri sendiri perlu terus ditingkatkan untuk meminimalkan risiko terjadinya quarter-life crisis.