cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
jipsi199@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas Perumahan Lorong Asri , Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, 7946
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial
Published by CV putra publisher
ISSN : 28292723     EISSN : 28292723     DOI : -
he focus of this JIPSI journal is based on the results of educational research that contributes to the understanding, improvement, development of scientific theories and concepts and their application to education in Indonesia. The scope of education includes educational administration, guidance, counseling, educational technology, primary school teacher education, early childhood teacher education, Islamic religious education, non-formal education, special education, and psychology. Meanwhile, the scope of the study specifically for social issues is to publish the results of studies in the following fields; Anthropology, Sociology, History, Politics, Economics, Education, Culture, Psychology, Management, Arts, Linguistics, and Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 443 Documents
Model Kurikulum Pesantren Integratif Dalam Perspektif Teori Pengembangan Kurikulum Hilda Taba Wahyu Setiawan; Ahmad Saifulloh; Sutrisno Ahmad
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.2224

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut lembaga pendidikan Islam mengembangkan kurikulum yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara sistematis tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kurikulum pesantren integratif, mengkaji relevansi teori pengembangan kurikulum Hilda Taba, serta merumuskan model konseptual kurikulum pesantren integratif berdasarkan perspektif teori tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah bereputasi, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik content analysis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, sintesis, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren integratif memiliki karakteristik berupa keterpaduan tujuan, materi, pengalaman belajar, budaya pesantren, dan sistem evaluasi dalam membentuk kompetensi spiritual, intelektual, sosial, serta keterampilan abad ke-21. Teori Hilda Taba dinilai relevan karena menawarkan pendekatan grassroots yang menempatkan analisis kebutuhan peserta didik sebagai dasar pengembangan kurikulum. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini menghasilkan model konseptual yang mengadaptasi tujuh tahapan pengembangan kurikulum Hilda Taba ke dalam sistem pendidikan pesantren, mulai dari diagnosis kebutuhan hingga evaluasi berkelanjutan. Model tersebut diharapkan menjadi alternatif pengembangan kurikulum pesantren yang lebih adaptif, sistematis, dan kontekstual dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer.
Pembiasaan Menuju Budaya Mutu: Tilawah 15 Menit sebagai Praktik Mutu Mikro dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Islam di Pondok Tahfidz Millenial Ashqaf Cheng Ho Pontianak Anton Sulistio; Wahab
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2226

Abstract

Penjaminan mutu pendidikan sering dipahami melalui sistem formal, standardisasi, evaluasi, dan perangkat administratif, sementara praktik sederhana dalam keseharian peserta didik belum banyak ditempatkan sebagai bagian dari proses pembentukan budaya mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembiasaan tilawah 15 menit setelah shalat fardhu dan kontribusinya terhadap pembentukan budaya mutu di Pondok Tahfidz Millenial Ashqaf Cheng Ho Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi pada 27 Maret 2026. Informan terdiri atas satu pengasuh, satu ustadz, dan tiga santri yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan menunjukkan bahwa tilawah 15 menit berkembang dari respons terhadap ketidakteraturan transisi pascashalat menuju praktik Qur'ani yang dilakukan secara konsisten setelah lima waktu shalat fardhu. Repetisi praktik, lingkungan kolektif, dan pendampingan ustadz mendorong perubahan dari tindakan yang membutuhkan instruksi menuju disposisi santri yang semakin spontan. Habits dan mutaba'ah berfungsi sebagai mekanisme monitoring, sedangkan kewajiban mengganti bacaan yang tertinggal menjadi tindakan korektif terhadap ketidakterlaksanaan praktik. Penelitian menemukan indikasi internalisasi nilai melalui berkurangnya kebutuhan terhadap instruksi, munculnya perasaan kehilangan ketika tilawah tidak dilakukan, dan keberlanjutan praktik di luar lingkungan pondok. Berdasarkan pola empiris tersebut, penelitian ini menawarkan konsep praktik mutu mikro atau micro quality practice yang dibentuk oleh lima unsur, yaitu persoalan proses, praktik konsisten, monitoring, tindakan korektif, dan internalisasi nilai, dengan budaya mutu sebagai outcome konseptual. Penelitian menyimpulkan bahwa penjaminan mutu pendidikan pesantren dapat bekerja melalui praktik Qur'ani sederhana yang dijaga secara konsisten dan hidup dalam keseharian santri.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Penggunaan Bahasa Toxic Pada Siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar Pada Era Digital Atika Zulfa Khoirina; Dhevin MQ. Agus Puspita
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2227

Abstract

Penggunaan bahasa toxic berupa ejekan, kata kasar, dan ungkapan tidak santun semakin sering ditemukan dalam interaksi siswa Madrasah Ibtidaiyah pada era digital. Sebagai bagian dari Generasi Alpha, siswa cenderung meniru pola komunikasi yang diperoleh dari media digital dan lingkungan pergaulan tanpa sepenuhnya memahami dampak sosial, moral, dan psikologisnya. Temuan awal di MI Al-Qomar menunjukkan bahwa bentuk bahasa toxic yang dominan berupa ejekan terhadap nama, penampilan, dan kemampuan teman, penggunaan kata-kata kasar saat bercanda atau berselisih, serta ungkapan tidak santun ketika berkomunikasi dengan teman sebaya. Perilaku tersebut muncul secara berulang, terutama dalam situasi informal, seperti waktu istirahat, kegiatan bermain, dan interaksi di luar pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi penggunaan bahasa toxic pada siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa toxic dipengaruhi oleh imitasi bahasa dari media digital, kebiasaan dalam lingkungan pergaulan, dan rendahnya kesadaran siswa mengenai etika komunikasi. Guru Pendidikan Agama Islam menjalankan peran sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan melalui keteladanan berbahasa, pembiasaan komunikasi santun, pemberian nasihat keagamaan, teguran edukatif, dan pendekatan persuasif secara berkelanjutan. Temuan penelitian menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga mencakup pembentukan kesadaran moral dan etika komunikasi siswa. Penguatan peran tersebut berkontribusi dalam membangun kebiasaan berbahasa Islami yang lebih santun, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar.
Transformasi Literasi Halal bagi Praktisi Pendidikan: Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan se-Wilayah Cirebon Yuyun Maryuningsih; Evi Roviati; Novianti Muspiroh
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2228

Abstract

Pesatnya pertumbuhan ekonomi halal global telah meningkatkan permintaan akan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip halal ke dalam pendidikan; namun, penelitian tentang literasi halal masih sangat berfokus pada perilaku konsumen, sistem sertifikasi, dan kepatuhan industri, sehingga sektor pendidikan sebagian besar terabaikan. Ketidakseimbangan ini telah menciptakan kesenjangan kebijakan dan teoretis yang kritis, karena sekolah diharapkan dapat menumbuhkan warga negara masa depan yang sadar akan halal, sementara guru sering kali kurang memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menerjemahkan literasi halal menjadi praktik pembelajaran yang bermakna di kelas. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan model berbasis komunitas untuk memperkuat literasi halal di kalangan guru biologi di sekolah menengah di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan di wilayah Cirebon, Indonesia. Pendekatan Penelitian Berbasis Komunitas (CBR) dengan desain partisipatif campuran (mixed-methods) digunakan, melibatkan 50 guru biologi dan 300 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, analisis dokumen, dan pengembangan modul kolaboratif, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tematik, dan triangulasi metodologis. Temuan penelitian mengungkapkan sebuah paradoks yang tidak terduga: meskipun sebagian besar siswa sudah familiar dengan sertifikasi halal, mereka menunjukkan kemampuan yang terbatas dalam menerapkan prinsip-prinsip halal dalam konteks nyata yang melibatkan bahan baku, proses produksi, dan titik-titik kontrol halal yang kritis. Yang lebih penting, pemberdayaan guru secara kolaboratif secara substansial meningkatkan literasi halal para guru dan memungkinkan mereka mengintegrasikan konsep-konsep halal ke dalam pembelajaran biologi melalui modul pengajaran berbasis konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi halal dikembangkan secara lebih efektif sebagai kompetensi pendidikan interdisipliner daripada sekadar sebagai pengetahuan keagamaan atau konsumen. Penelitian ini menyumbangkan model pembelajaran sains berbasis literasi halal yang inovatif, yang berlandaskan pada keterlibatan komunitas kolaboratif, sehingga memperluas kajian literasi halal yang ada melampaui perspektif konsumen dan industri menuju transformasi pendidikan. Penelitian di masa depan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang model ini di berbagai disiplin ilmu, tingkat pendidikan, dan konteks budaya guna mendukung kebijakan berbasis bukti untuk pendidikan halal yang berkelanjutan.
Hubungan antara Persepsi Keterlibatan Ayah (Father Involvement) dengan Psychological Well-Being pada Dewasa Awal Yhesica Nur Aura; M. Wardianto
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah (father involvement) dengan psychological well-being pada dewasa awal serta memperoleh gambaran mengenai tingkat persepsi keterlibatan ayah dan psychological well-being pada responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Universitas Yudharta Pasuruan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 367 responden berusia 18–35 tahun. Instrumen penelitian menggunakan Skala Persepsi Keterlibatan Ayah berdasarkan teori Lamb (2010) dan Skala Psychological Well-Being berdasarkan teori Ryff (1989). Hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov–Smirnov dengan pendekatan Monte Carlo menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal. Namun, hasil uji linearitas menunjukkan adanya penyimpangan dari asumsi linearitas sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar ρ = 0,094 dengan nilai signifikansi p = 0,073 (p > 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat rendah dan tidak signifikan antara persepsi keterlibatan ayah dan psychological well-being. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H1) ditolak, sedangkan hipotesis nol (H0) gagal ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dan psychological well-being tidak terbukti signifikan pada sampel penelitian, sehingga terdapat kemungkinan bahwa psychological well-being pada dewasa awal dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Baamboozle Terhadap Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD Adelima Kresensia Gultom; Emelda Thesalonika; Bernard Simanjuntak
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i3.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Baamboozle Terhadap Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD. Dalam penelitian ini, pre-experimental design dipilih karena peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran baamboozle terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dengan memberikan perlakuan pada satu kelompok siswa dan mengamati perubahan hasil belajar setelah perlakuan. Jenis penelitian inidianggap sesuai karena penelitian hanya memiliki satu kelompok subjek dan fokus padahasil setelah intervensi. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian pada bagian sebelumnya maka dapat disimpulkan Penerapan media pembelajaran berbasis baamboozle, secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 095556. Hal ini terbukti dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 50 pada pretest menjadi 85,25 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai thitung sebesar 12,295 yang lebih besar dari ttabel 1.729 menyatakan hipotesis nol (ho) ditolak dan hipotesis alternatif (ha) diterima. Hasil Uji N-Gain menunjukkan peningkatan dengan kriteria nilai hasil 0,69 atau dikategorikan sedang karena 0,30 < N-gain < 0.70. Ini menandakan terdapat pengaruh signifikan dari penerapan Media Pembelajaran Berbasis Baamboozle Terhadap Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD Negeri 095556 Sinaksak TahunAjaran 2025/2026
Artificial Intelligence Dalam Manajemen Berbasis Risiko Pada Pendidikan Tinggi: Tinjauan Bibliometrik Melalui Siklus Iso 31000 Irfan Qowwiyul Aziz Alhajj; Ona Yulita; Dody Putra; Khairul Anwar; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2240

Abstract

Penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam manajemen risiko telah dipetakan secara sistematis pada sektor konstruksi, rantai pasok, dan keuangan. Sebaliknya, kajian literatur yang secara khusus mengintegrasikan AI, manajemen risiko, dan pendidikan tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur intelektual dan lintasan perkembangan pada bidang kajian tersebut, memetakan klaster tematiknya berdasarkan standar manajemen risiko ISO 31000, serta mengevaluasi cakupannya terhadap tahapan inti dari standar tersebut, yakni penilaian risiko (identifikasi, analisis, dan evaluasi), perlakuan, serta pemantauan dan tinjauan. Pencarian dokumen pada pangkalan data Scopus (tanpa batasan rentang tahun) dilakukan pada 1 Juni 2026, menghasilkan 486 rekaman. Setelah dilakukan pembatasan pada artikel jurnal berbahasa Inggris dan penyaringan relevansi oleh dua penilai independen (Cohen's κ = 0,91), diperoleh 73 artikel terbitan tahun 2022–2026. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan VOSviewer melalui pemetaan co-occurrence kata kunci penulis, bibliographic coupling, co-authorship antar-negara, dan co-citation, yang dilengkapi dengan pengodean tematik atas seluruh dokumen ke dalam lima kegiatan ISO 31000. Temuan menunjukkan bahwa 89% artikel terbit dalam tiga tahun terakhir dan tersebar pada 48 jurnal (33 di antaranya hanya memuat satu artikel) yang mengindikasikan sebuah bidang ilmu yang tumbuh pesat namun belum terkonsolidasi. Fokus riset terpusat pada analisis risiko (72,6%) dan identifikasi risiko (63,0%), sementara tahapan evaluasi risiko (23,3%) serta pemantauan dan tinjauan (12,3%) masih minim dieksplorasi. Dengan demikian, siklus manajemen risiko dalam literatur ini terputus pada dua titik kritis: terabaikannya tahap evaluasi tempat hasil analisis seharusnya diukur dengan kriteria penerimaan risiko untuk menentukan tindakan, serta gagalnya siklus ini menutup putarannya pada tahap pemantauan dan tinjauan. Celah utama dari bidang kajian ini adalah diskoneksi antara literatur yang memandang risiko sebatas pada probabilitas kegagalan studi mahasiswa dengan literatur yang memandangnya sebagai ranah tata kelola kelembagaan.
Pengaruh Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Deep Learning Berbantuan Powtoon Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Statistika Kelas X Gabriyela Br Marpaung; Simon M. Panjaitan; Lolyta Damora Simbolon
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i3.2242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan Pendekatan Deep Learning berbantuan Powtoon terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi statistika kelas X SMA Swasta Parulian 2 Medan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 3 kelas dan sampel ditentukan melalui Purposive Sampling, menghasilkan kelas X-A sebagai kelas eksperimen dan X-B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan observasi. Analisis data menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test pada kedua kelas, dengan nilai sign. (P(T<=t) two-tail) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 dan t hitung = 3,548 > t tabel = 2,002 pada taraf signifikan 5%. Perhitungan Effect Size (Cohen’s D), diperoleh nilai sebesar 0,9161 dengan kategori besar yang artinya model Problem Based learning memberikan kontribusi besar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan Powtoon memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
Prinsip Tabayyun Dalam Etika Bermedia Sosial Perspektif Tafsir Al-Misbah: Kajian Qs. Al-Hujurat:6 Muhammad Alfin Al Mubarak; Yeti Dahliana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2247

Abstract

Perkembangan media sosial telah mempercepat arus penyebaran informasi sekaligus meningkatkan risiko munculnya hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian akibat rendahnya etika dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan prinsip tabayyun sebagai pedoman etis dalam bermedia sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip tabayyun dalam QS. Al-Hujurat:6 berdasarkan perspektif Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab serta menjelaskan penerapannya dalam etika bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data primer berupa QS. Al-Hujurat:6 dan Tafsir Al-Misbah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS. Al-Hujurat:6 melahirkan empat prinsip utama tabayyun, yaitu kehati-hatian dalam menerima informasi, verifikasi terhadap kebenaran informasi, sikap selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tanggung jawab sosial dalam menyikapi dan menyebarkan informasi. Keempat prinsip tersebut menjadi landasan etika bermedia sosial yang mendorong pengguna media sosial untuk bersikap kritis, bijaksana, bertanggung jawab, serta mengedepankan kebenaran dan kemaslahatan dalam aktivitas komunikasi digital.
Pengaruh Hardiness Terhadap Career Adaptability Pada Mahasiswa Yang Bekerja di Pasuruan Eka Octa Dian Kharisma; Aris Setiawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2248

Abstract

Perubahan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut mahasiswa yang bekerja memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan karier. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut adalah hardiness , yaitu karakteristik kepribadian yang mencerminkan ketahanan individu dalam menghadapi tekanan dan perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hardiness terhadap career adaptability pada mahasiswa Universitas Z yang bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 350 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala hardiness dan skala career adaptability yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hardiness berpengaruh positif dan signifikan terhadap career adaptability (p < 0,05). Hardiness memberikan kontribusi sebesar 44,5% terhadap career adaptability , yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hardiness mahasiswa yang bekerja, semakin tinggi pula kemampuan career adaptability yang dimiliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa hardiness merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan career adaptability pada mahasiswa yang bekerja.